Disclaimer : Ichiei Ishibumi
Saya hanya memiliki OC di sini
Pedang suci?...apakah maksudnya pedang tidak berdosa?
Ari dan Dion melihat kedua orang asing ada di club Rias, Dion terlihat paling kaget melihat mereka karena dia mengenal kedua orang itu. Kedua orang itu adalah dua wanita yang yang memakai sebuah jubah
''Siapa mereka?'' tanya Ari kepada Rias dan yang lain nya
''Duduklah kalian berdua'' perintah Rias
''Oke bos'' kata Ari dan Dion bersamaan
Ari dan Dion kemudian duduk di dekat Rias, Rias menatap kedua orang asing di depan nya ini. Mereka tiba-tiba saja ingin bertemu dengan dirinya seperti telah mengetahui siapa sebenarnya Rias
''Jadi kalian ini siapa?'' tanya Rias dengan tegas
''Kami dari gereja pusat'' kata salah satu wanita
Rias mengangguk mengerti dengan perkataan dari wanita itu namun kenapa salah satu orang gerja ingin menemui nya. Dion terlihat grogi melihat kedua wanita itu, Ari heran melihat Dion yang dari tadi gerogi
''Dan ada perlu apa denganku?'' tanya Rias dengan tatapan tajam
''Kami hanya mau bilang kalau kalian tidak perlu ikut campur dalam tugas kami'' kata salah satu wanita berambut biru
''Tugas?'' Rias terlihat tertarik dengan perkataan dari gadis berambut biru itu
''Benar, di kota ini ada pedang suci'' kata gadis berambut biru itu
''Pedang suci?'' Ari dan Dion terlihat kebingungan dengan perkataan dari gadis itu
Akeno tersenyum kearah Ari dan Dion yang tidak tahu apa itu pedang suci. Tentu saja, mereka baru ikut dalam hal-hal gaib ini sehingga mereka tidak tahu apa pun tentang dunia gaib sama sekali
''Pedang suci adalah pedang yang digunakan untuk mengalahkan iblis, Dion, Anja-kun'' kata Akeno memberitahu
Ari dan Dion cukup mengerti dengan perkataan dari Akeno, jadi intinya pedang ini digunakan untuk hal yang baik. Dion menatap kedua wanita itu hanya merasa khawatir karena sepertinya mereka mengetahui siapa dia sebenarnya
''Hmmm sepertinya aku mengenalmu'' kata gadis berambut kuning kepada Dion
Ari kemudian kaget mendengarnya, ini baru pertama kali nya ada seorang wanita yang mengenal Dion. Di sekolah dulu Dion sama sekali tidak terkenal, oleh kalangan pria maupun wanita. Dion selalu saja mengintip saat jam istirahat dan kemudian tertangkap basah
Dan Ari selalu menjadi korban yang terpaksa ikut dalam masalah itu, padahal hanya Dion yang mengintip namun karena kedekatan antara dua orang itu sehingga Ari pun menjadi tersangka
Dion terlihat tambah merinding mendengarnya, apakah mereka melihat kalau dia malam itu mengintip mereka
''Benar, sepertinya aku mengenalmu'' kata wanita berambut biru
Dion kemudian tambah merinding lagi mendengarnya, sepertinya dia akan segera tamat karena di pukuli oleh kedua wanita ini
''Sepertinya kalian salah orang, apakah kalian yakin melihat ini?'' tanya Ari
''Entahlah, kami tidak yakin''
''Memangnya ada masalah apa?'' tanya Ari yang penasaran karena kedua wanita ini sangat ingin tahu dengan Dion
''Tadi malam kami mengalami hal yang memalukan'' kata wanita berambut kuning
''Memalukan?'' Ari bingung
''Benar, tadi malam ada yang sedang mengintip kami dan kami cukup yakin kalau dialah orang nya'' kata wanita berambut biru menunjuk kearah Dion
Dion kemudian tidak tahu harus berkata apa karena memang dialah yang mengintip dia tadi malam. Ari kemudian menatap kearah Dion dengan tatapan tidak percaya
''Oh kalau itu aku yakin kalau dialah orang nya'' kata Ari menunju kearah Dion
Dion kemudian kaget karena sahabatnya itu yang tadi melindunginya sekarang malan menghianatinya. Dion kemudian memegang kepala Ari dan kemudian membawa nya ke ujung lorong
''He kampret, lo kok tiba-tiba menghianatiku?'' bisik Dion dengan kesal
''Karena memang kau mengintip kan, bro aku kenal kau dari kecil'' kata Ari percaya sekarang
Dion memang mengintip kedua wanita itu saat ada di gereja, Dion kemudian berpikir untuk sementara agar masalah ini tidak menjadi lebih besar
''Kalau kau mendukungku, aku akan mengtraktirmu makanan nanti'' bisik Dion menyogok Ari dengan makanan
''Oh oke'' kata Ari langsung setuju saat di sogok
Rias dan Koneko yang mendengar itu kemudian terlihat sweatdrop tidak mengerti dengan harga diri Ari sama sekali. Ari sangat mudah disogok oleh seseorang sehingga memberi kepercayaan kepada Ari akan membuat sedikit berisiko
Ari dan Dion kemudian kembali duduk di dekat Rias sambil tersenyum dengan polos. Ari kemudian melihat kearah kedua wanita itu
''Itu tidak mungkin Dion, aku kenal dia dari kecil. Dia adalah orang yang baik'' kata Ari dengan percaya diri.
Rias dan Koneko terlihat kagum melihat Ari bisa merubah suasana yang gugup menjadi lebih hangat dengan kepercayaan palsu seperti itu. Kedua wanita itu menatap kearah Ari dan Dion, mereka berpikir apakah mereka kedua adalah Iblis
''Apakah kalian Iblis?'' tanya wanita berambut biru
''Tidak, kami manusia'' kata Ari dengan jujur
Rias kemudian memegang jidatnya karena Ari mengatakan nya dengan jujur. Kedua wanita itu kaget mendengarnya, mereka berpikir kalau semua orang di ruangan ini adalah Iblis.
''Kalau begitu kau telah berdosa karena mengikuti iblis'' kata wanita berambut biru
''Siapa yang mengikuti Iblis? Kami hanya ikut dalam club nya'' kata Ari dengan polos
Akeno menahan tawa mendengar perkataan dari Ari, Rias tersenyum dengan puas mendengar perkataan dari Ari. Peerage Rias yang lain nya terlihat menahan tawa mendengar perkataan Ari yang sama sekali tidak mengerti maksud dari wanita di depan nya
Wanita di depan nya ini kemudian terlihat kesal mendengar perkataan dari Ari. Kedua wanita kemudian berdiri seperti ingin segera pergi dari ruangan penelitian ilmu gaib
''Ara, apakah kalian sudah mau pergi?'' tanya Rias dengan tersenyum
''Ya, kami tidak mau menghancurkan tempat ini, sebaiknya kalian menjaga pengikut kalian, mereka sepertinya tidak akan berumur panjang'' kata wanita berambut biru melihat kearah Ari dan Dion
Rias terlihat mengangguk mengerti dengan perkataan dari wanita berambut biru itu, Ari dan Dion menatap kedua wanita itu hanya dengan santai. Mereka tidak terlalu peduli dengan perkataan dari kedua wanita itu namun jika itu benar maka mereka dalam masalah besar
Sebelum ke pintu keluar, wanita berambut biru itu kemudian melihat kearah Asia. Asia yang ditatap wanita berambut biru itu terlihat gugup dan ketakutan
''Jadi kau orang nya, seorang biarawati yang telah menjadi seorang Iblis?'' tanya wanita itu
''Ya benar'' jawab Asia dengan ketakutan
''Menjijikan'' kata wanita berambut biru itu kepada Asia yang sekarang terlihat merasa sakit dengan perkataan dari wanita itu
''Hey apa yang kau katakan?!'' kata Issei dengan marah kepada wanita berambut biru itu
Ari terlihat memegang jidatnya karena Issei adalah orang yang emosian saat teman nya di hina, Dion terlihat gugup lagi karena kedua wanita itu belum juga pergi
''Kenapa? Masalah?'' tanya wanita berambut biru itu dengan nada mengejek
''Kau tidak tahu apa-apa tentang Asia, jadi jangan menghinanya'' kata Issei dengan marah
Wanita berambut biru itu terlihat tersenyum melihat Issei yang sekarang benar-benar marah, Akeno mencoba untuk menghentikan Issei namun di tahan oleh Rias yang sepertinya mengerti dengan perasaan Issei
''Jadi kau mau apa?'' tanya wanita berambut biru itu dengan menantang
''Aku menantangmu'' kata Issei dengan berani
Ari dan Dion terlihat berkeringat dingin mendengar perkataan dari Issei yang langsung menantang wanita itu. Rias mengangguk mengerti dengan Issei
''Kau mau melawanku? Baiklah. Ayo keluar, kita akan bertarung diluar'' kata wanita itu
Kedua wanita itu kemudian keluar dari ruangan club Rias. Issei terlihat bersiap-siap untuk melawan mereka, namun kemudian ada tangan yang memegang bahu Issei. Kiba terlihat memegang bahu Issei
''Issei, aku juga ingin bertarung dengan mereka'' kata Kiba dengan suara yang mantap
Ari terlihat bingung mendengar kalau Kiba akan melawan, Kiba adalah orang yang tidak terpicu oleh emosi kecil, Ari berpikir apakah Kiba memiliki maksud tertentu saat melawan mereka
''Baiklah, ayo'' kata Issei setuju
Rias tidak bisa mencegah kedua peerage nya itu karena mereka sepertinya sudah benar-benar ingin sekali bertarung. Ari dan Dion ingin sekali menonton ini karena ini akan menjadi hiburan yang sangat menarik
''Woy Yon, cepat beli popcorn'' suruh Ari
''Oke'' Dion kemudian pergi ke pintu keluar untuk membeli popcorn namun kemudian terlihat dia kembali lagi
''Kenapa kau balik lagi?'' tanya Ari bingung
''Uangnya mana?''
Ari mendesah pasrah mendengar Dion meminta duit kepada nya.
''Gue hutang dulu sama lo'' kata Ari
Dion menatap Ari dengan cemberut. sudah menyuruh, menghutang lagi. Ari terlihat senang karena sepertinya totonan ini sangat menarik. Rias dan sisa peerage nya sweatdrop melihat kedau sahabat itu
DI LUAR
Terlihat di luar ada Issei dan Kiba sedang bersiap-siap untuk melawan wanita di depan mereka. Rias dan sisa peeragnya sedang menonton mereka, sedangkan Ari dan Dion terlihat sedang duduk dengan santai di kursi sambil memakan popcorn mereka
''Ini baru hiburan'' kata Ari
''Yoi'' setuju Dion
Rias mendesah melihat kelakuan mereka berdua. Rias tidak keberatan dengan sifat random mereka itu.
''Baiklah, saatnya memperkenalkan diri'' kata wanita berambut biru
Mereka berdua lalu membuka juga mereka dengan melemparnya ke belakang. Ari dan Dion kemudian memuntahkan popcorn mereka dari mulut karena melihat kedua wanita itu
Terlihat ada seorang wanita berambut biru sambil terlihat ada beberapa rambut berwarna hijau, dia memakai pakaian ketat berwarna hitam, dia juga sepertinya memegang suatu benda. Di sampingnya terlihta ada wanita berambut kuning twin tail, dia terlihat memakai pakaian yang sama seperti wanita di sebelah nya, dia memiliki salib sebagai kalung
Issei menahan ludah melihat tubuh mereka yang seksi, Ari dan Dion juga seorang laki-laki jadi mereka tahu dengan tubuh wanita yang seksi dan tidak.
''Bagus'' kata Ari
''Apanya bagus?'' tanya Dion
''Kau tahulah...Tubuhnya'' kata Ari dengan nada terpaksa
''Kata-kata itu keluar dari orang yang sangat takut dengan wanita'' kata Alice melihat kearah Ari
Ari terlihat terdiam dengan seribu bahasa, dia memang takut terhadap wanita namun bukan berarti dia tidak tahu soal wanita. Rias tersenyum melihat Ari yang terdiam
Kembali di arena, terlihat Issei dan Kiba mengeluarkan sacred gear mereka
''Baiklah, perkenalkan nama ku Xenovia Quarta'' kata Xenovia memperkenalkan nama nya
''Aku Irina Shidou, halo Issei-kun'' kata Irina kepada Issei
Semua orang kemudian melihat kearah Issei yang sepertinya mengenal wanita itu karena wanita itu terlihat sangat mengenal Issei
''Dia siapamu, Issei?'' tanya Kiba
''Dia teman masa kecil ku'' kata Issei mengingat wanita itu
Namun Issei kaget karena dia akan bertemu lagi dengan nya. Irina terlihat sangat senang bertemu dengan Issei karena dia adalah teman masa kecil nya dan dia adalah teman laki-laki pertama nya
''Baiklah, saatnya untuk bertarung'' kata Xenovia yang kemudian membuka sebuah penutup benda yang ada di samping nya.
Semua orang kemudian kaget melihat benda itu yang ternyata adalah sebuah pedang, Ari dan Dion kemudian memakan kembali popcorn mereka dengan begitu semangat karena pertarungan akan segera di mulai.
Irina kemudian mengeluarkan sebuah pedang yang lebih pendek dan kecil. Issei dan Kiba terlihat mengetahui kalau kedua pedang itu adalah pedang suci
''Hati-hati kalian berdua, dengan satu tebasan kalian bisa mati'' kata Rias kepada Issei dan Kiba
''Waduh, one hit'' kata Ari
Xenovia kemudian menerjang kearah Kiba dengan kecepatan yang sangat cepat, Kiba kaget melihat kecepatan wanita di depan nya ini. Dia kemudian menahan serangan Xenovia dengan pedang nya
''Hmm kau lumayan'' kata Xenovia dengan memuji
''Aku tidak perlu pujianmu'' kata Kiba dengan tersenyum
Xenovia melawan Kiba dengan bergantian menebas kesana kemari namun terlihat mereka bisa menghindari semua serangan itu. Kiba kemudian menyerang Xenovia dengan sangat kuat dan cepat namun Xenovia melompat kebelakang.
Xenovia sudah terlatih dengan sangat berat saat di gereja pusat jadi tidak mungkin dengan serangan seperti serangan Kiba biasa bisa mengenai nya dengan mudah
Ari dan Dion terlihat begitu bersemangat melihat pertarungan mereka, kedua sahabat itu tidak tahu kalau pertarungan nya akan seseru ini. Mereka kemudian melihat kearah Issei yang sepertinya melawan seorang gadis yang bernama Irina
Terlihat Issei begitu kesusahan melawan Irina karena sepertinya pedang Irina seperti cambuk dan terlihat begitu lentur. Issei dengan kesusahan menghindari semua cambukan dari Irina namun terlihat sangat sulit
''Wah Issei payah, masa kalah sama wanita'' kata Dion
''Benar, nih orang mesum tapi kalau bertarung dengan wanita kok jadi gini'' kata Ari setuju dengan Dion
''Hey kalian berdua! Ini sangat berbahaya tahu!" kata Issei protes karena dia terlihat di ejek
Issei menghindari semua serangan dari Irina dengan sudah payah, Issei kemudian melompat kebelakang untuk mencari nafas dulu karena kelelahan menghindari semua serangan dari Irina
''Sial! Dia cepat'' kata Issei
''Issei, kenapa kau menjadi Iblis, bukankah kita ini teman'' kata Irina yang terlihat sedih melihat Issei. ''Namun tenang saja Issei, aku akan segera mesucikanmu, dengan menggunakan pedang ini'' kata Irina
''Yang malah aku yang mati!'' kata Issei mendengar perakataan dari Irina
Irina kembali menyerang kearah Issei, Issei kali ini mencoba untuk menyerang Irina namun terlihat gagal karena Irina terlihat begitu cepat dan lincah. Issei kemudian mundur kebelakang untuk menghindari serangan dari Irina
''Sial, dia benar-benar cepat'' kata Issei
Kiba masih beradu pedang dengan Xenovia, namun Kiba tidak menyadari kalau Xenovia memiringkan pedangnya sehingga Kiba gagal untuk menangkis serangan itu dan mengenai sedikit perut nya
''Wah dia kena!'' ucap Dion
''Serius nih? Aku tahu kalau karakter sampingnya kebanyakan mati tapi aku tidak tahu kalau Kiba yang akan mati'' kata Ari melihat kearah Kiba sambil menggunakan break fourth nya
Kiba kemudian memegang perutnya yang terkenan tebasan dari Xenovia, Xenovia melihat kearah Kiba yang sepertinya tidak bisa bertarung lagi karena sudah terkena pedang suci nya
''Hmm kau sudah menyerah?'' tanya Xenovia
Kiba mencoba untuk bangun akan tetapi dia sama sekali tidak bisa. Issei yang melihat Kiba kemudian ingin membantu nya namun tidak bisa karena Irina terus menyerangnya.
Rias dan sisa peerage nya terlihat khawatir dengan keadaan Kiba yang sekarang, Ari terlihat bersiap-siap menggunakan sacred gear nya untuk menolong Kiba jika terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa nya
Xenovia mengangkat tangan nya yang terlihat seperti bersiap-siap untuk menyerang Kiba namun terlihat dia malah menaruh pedang nya ke punggung nya
''Sudah cukup, kami tidak berniat untuk membunuh iblis seperti kalian'' kata Xenovia
''Kenapa?'' tanya Kiba
''Tuan mu adalah iblis kelas tinggi, jika aku membunuhmu dia pasti tidak akan tinggal diam, mungkin seluruh keluarga nya akan membunuhku'' kata Xenovia
Rias tersenyum dengan Xenovia yang begitu mengerti dengan keluarga nya. Ari terlihat mulai tenang sekarang
''Irina, ayo kita pergi'' kata Xenovia
Irina yang mendengar Xenovia terlihat murung karena dia belum puas untuk melawan Issei. Irina kemudian melihat kearah Issei yang sepertinya sudah benar-benar kelelahan melawan dirinya
''Sampai jumpa, Issei-kun'' kata Irina
Mereka kembali memakai jubah mereka dan kemudian pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Rias lega melihat mereka sudah pergi sekarang.
''Kiba sedang terluka, kita harus mengobatinya'' kata Asia
Asia kemudian menuju kearah Kiba, Kiba masih menatap kedua wanita itu. Rias dan peerage lain nya kemudian menuju kearah Kiba dan Issei
''Apakah kau baik-baik saja Issei?'' tanya Rias
''Ya Bucho, aku baik-baik saja'' jawab Issei
Asia kemudian mengobati Kiba dengan menggunakan sacred gearnya. Ari melihat Kiba sepertinya masih kesal karena kalah dari Xenovia.
''Lalu apa yang akan kita lakukan, bos?'' tanya Ari kepada Rias
Rias mendesah melihat masalah ini. ''Sebaiknya kita tidak mengurusi masalah tentang mereka, lagian aku tidak peduli dengan mereka'' kata Rias
Semua peerage Rias terlihat mengangguk mengerti, begitu juga dengan Ari dan Dion yang walaupun bukan bukan peerage Rias
SKIP TIME
Terlihat sekarang Ari dan Dion sedang berjalan pulang ke rumah, mereka benar-benar mengalami hal yang cukup menyenangkan bagi mereka
''Di sekolah tadi cukup menyenangkan'' kata Ari dengan senang
''Ya'' setuju Dion
Mereka kemudian melihat kalau mereka sudah sampai di rumah mereka, Ari dan Dion mencoba untuk masuk akan tetapi mereka terlihat merasakan kalau sepertinya rumah mereka sangat ramai di dalam
''Apakah kau merasakan nya?'' tanya Ari
''Ya, aku merasakan kalau rumah sepertinya sedang ramai'' kata Dion
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam dan mendengar kalau ada beberapa orang yang sepertinya sedang berbicara satu sama lain. Ari kemudian kaget melihat siapa yang datang
''Ah itu dia!''
Teriak seorang pria berumur 30 tahunan, dia kemudian menuju kearah Ari dan kemudian memegang bahu Ari sambil terlihat tersenyum
''Ayah!'' ucap Ari kaget
Dion juga kaget melihatnya, Dion sudah mengenal Ari sejak kecil dan sudah mengetahui kalau dia adalah ayah nya Ari. Terlihat Alice dan yang lain nya kaget mendengarnya
''Ayah?!'' ucap Alice kaget
''Pantesan aku merasa kalau wajah nya sangat mirip seseorang'' kata Alika
Deathly terlihat sedang duduk sambil tersenyum melihat ayah dan anak itu sedang bertemu satu sama lain. Ari juga melihat kaget kalau semua saudarinya ada disini
''Kalian juga ada disini?!'' kaget Ari
''Uwa!'' Ayu kemudian menuju kearah Ari dan memeluk nya sambil terlihat tersenyum senang
Ari terlihat tersenyum melihat Ayu, Rani dan Luna yang melihat mereka tersenyum senang juga. Alice merasakan kalau sepertinya ini tidak akan berjalan baik melihat mereka semua disini
''Jadi dia adalah adik mu?'' tanya Alice
''Ya, dia adalah anak ketiga dalam keluarga kami'' ucap Rani memberitahu
Alice dan Alika mengangguk mengerti, Deathly juga terlihat mengangguk mengerti. Ari terlihat cukup senang melihat keluarga nya disini
''Kenapa kalian disini?'' tanya Ari
''Ya kau tahu, kakak mu Rani tiba-tiba saja marah dan mengajak kita pindah kesini'' kata Andi.
''Ayah tidak membayar uang sewa rumah'' kata Rani sambil memejamkan matanya
Ari terlihat cemberut mendengar perkataan Rani tentang ayah nya.
Ari memiliki sifat yang sama seperti ayah nya yaitu sangat pelupa untuk membayar sesuatu, itulah juga jawaban tambahan kenapa Ari sangat jarang membayar hutang nya, dia bahkan melupakan membayar uang sekolah, apalagi membayar hutang.(btw sekali lagi jangan ditiru sifat ari yang ini :V)
''Jadi kalian akan tinggal disini? Itu bagus'' kata Ari
''Aku menolak itu'' kata Alice secara tiba-tiba menolak secara langsung
Rani melihat kearah Alice yang sepertinya tidak senang kalau mereka tinggal disini. Luna juga melihat kearah Alice dengan tatapan tajam seperti sedang menyelidiki Alice
''Kenapa?'' tanya Rani
''Ya, tempat ini terlalu sempit'' kata Alice dengan berpikirkan logika
''Hmm menurutku tempat ini masih muat, kau bisa memindahkan Ari ke gudang sedangkan Aku, Rani dan Ayu akan tidur di tempat Ari'' kata Luna memberi pendapat
''Hey, jangan seenaknya saja memindahkan kamar orang!''teriak Ari tidak senang
''Hmmm kalau itu, aku setuju'' setuju Alice
Ari kaget mendengarnya, Alice setuju dengan saran Luna yang sangat merugikan dirinya itu. Ari kemudian tidak terima
''Hey, aku tidak terima!'' tegas Ari dengan sangat marah
Rani dan Luna kemudian menatap kearah Ari dengan tatapan tajam, Ari kemudian memalingkan wajahnya seperti merasa takut dengan tatapan para saudarinya itu. Ari takut dengan para kakak perempuan nya, dia tidak bisa melawan balik perkataan para saudarinya itu
''Sial'' pikir Ari dengan kesal
''Hahahahahahah'' tawa Dion dengan kegirangan melihat Ari
''Kau juga tidur di dalam gudang, Dion'' kata Alice
''Apa!? Kenapa?'' tanya Dion
''Karena Luna bilang kalau Ayu tidak mau tempat sempit, jadi dia akan tidur di ruangan mu'' kata Alice
''Kenapa tidak tidur bersamaku saja?'' tanya Dion menatap kearah Ayu
Ayu merasakana tatapan Dion yang terlihat mesum, Ayu kemudian bersembunyi di belakang Ari ketakutan melihat Dion. Ari melihat kearah sahabat nya itu dan cemberut
''Dasar pedophile'' kata Ari menatap kearah Dion
''Apa maksudmu?!'' teriak Dion tidak terima
''Kau menatap adik perempuanku dengan tatapan mesum, jadi bisa dibilang kalau kau itu adalah pedophile'' kata Ari dengan percaya diri
Dion terdiam dengan seribu bahasa, Dion kemudian melihat kearah Alika berharap kalau dia mempunyai rencana agar tidak tidur di dalam gudang. Alika terlihat tidak bisa apa-apa soal ini karena hampir semua wanitai di rumah ini setuju
''Kenapa kita tidak membuat ruangan baru?'' ucap Deathly memberi saran
Ari dan yang lain nya kaget mendengar perkataan dari Deathly, Andi dan Ari kemudian berpikir dengan ide ini. Mereka adalah orang yang pandai membangun
''Menurutku itu ide yang bagus'' kata Alika setuju
''Tapi siapa yang akan membangun ruangan itu?'' tanya Alice
''Serahkan pada kami!" ucap Ari dengan gagah
Alice melihat kearah Ari dan Andi yang sepertinya begitu bersemangat. Rani dan pada saudarinya hanya tersenyum. Mereka semua sudah tahu kalau Ari dan ayah mereka adalah pembangun yang cukup handal
''Bagus, tapi kenapa kalian tidak membangun rumah saja jika Ari dan ayah kalian pandai dalam membangun?'' tanya Alice
Ari dan Andi kemudian tersenyum pahit mendengar perkataan dari Alice, Alice heran melihat ayah dan anak itu. Rani mendesah mendengar pertanyaan dari Alice
''Ayah tidak memiliki biaya untuk membangun rumah'' kata Rani sambil memejamkan mata nya
Alice sweatdrop mendengar perkataan dari Rani, keluarga ini benar-benar kekurangan uang. Alice adalah orang kaya karena keluarga manusia nya adalah orang kaya, jadi dia tidak pernah kekurangan uang sama sekali, berbeda dengan Ari
''Alice, bolehkah aku meminjam uang'' pinta Ari
Alice mendesah mendengar permintaan dari Ari yang meminta uang lagi.
''Baiklah, aku akan meminjam uang kepadamu'' kata Alice
Ari tersenyum dengan senang mendengar perkataan dari Alice. Alika terlihat senang melihat mereka akan memiliki orang lagi di rumah mereka, Alika sudah merasa tidak terganggu dengan Ari, dia cukup senang melihat keluarga Ari yang terlihat begitu ramah
Alika kemudian menyadari kalau ada kekurangan orang dalam keluarga Ari, yaitu ibu mereka
SKIP TIME
Ari dan Dion sekarang ada di sekolah, setelah pulang sekolah Ari akan segera berkerja bersama ayah nya.
Ari sedang terlihat jalan-jalan di sekolah dengan santai, di sekolah ini dia tidak termasuk sebagai orang terkenal maupun populer bahkan tidak pernah di kenal sama sekali di sekolah ini
''Hingga sekarang sangat jarang aku memiliki teman disini, lagian siapa uang membutuhkan teman'' ucap Ari dengan tidak peduli.
Ari kemudian duduk di bangku taman dengan santai, dia bisa melihat para murid-murid sedang berjalan kesana kemari melakukan aktivitas mereka. Ari benar-benar bingung dengan sekolah ini, sekolah ini adalah bekas sekolah untuk wanita sehingga wanita disini lebih banyak di bandingkan dengan pria, pertanyaan nya adalah kenapa kepala sekolah disini merubah system sekolah ini
''Bukankah lebih bagus jika sekolah ini tetap menjadi sekolah khusus wanita, sehingga tidak akan ada pelecehan seksual'' kata Ari dengan sok bijak
Kemudian ada seorang wanita menuju kearah Ari, Ari melihat wanita itu seperti mengenal nya. Ari kemudian menyadari kalau wanita itu adalah wanita yang sama saat di perpustakaan
''Sial, bukankah itu dia!'' ucap Ari dengan panik
Ari mencoba untuk pergi namun sepertinya sudah terlambat karena wanita itu kemudian duduk di samping Ari. Ari bingung untuk melakukan apa sekarang, jika dia langsung pergi maka wanita itu akan mengetahui nya kalau dia memang ingin menjauh dari dirinya
Ari kemudian terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa
''Hmm kita bertemu lagi'' kata wanita itu
Ari kemudian terlihat terdiam seribu bahasa. Dia tidak bisa berbicara soal kemarin atau dia akan di katakan sebagai orang mesum
''Ya'' ucap Ari mencoba untuk berbicara
Wanita itu berciri-ciri berambut blonde, dia memakai pakaian sekolah Kouh, memiliki mata berwarna ungu, dan dia terlihat begitu cantik namun Ari tidak terlalu memikirkan kecantikan nya namun bagaimana cara dia menyelamatkan dirinya dari wanita ini
''Aku tahu kalau kau mengintipku waktu itu'' ucap wanita itu
Ari kemudian terdiam tidak bisa menjawab. Wanita itu tersenyum melihat Ari
''Kau tidak perlu malu seperti itu, lagian semua orang memiliki nafsu untuk melakukan hal sepertiku, jadi itu tidak masalah'' ucap wanita itu
''Wanita ini terlihat begitu jujur, aku harus bagaimana?'' pikir Ari dengan berkeringat dengan sangat banyak.
''Ya, aku minta maaf karena mengintipmu'' kata Ari meminta maag
''Fufufuf itu tidak apa-apa, lagian kau ini sepertinya adalah orang yang baik'' ucap wanita itu
Ari terlihat tersenyum gerogi mendengar wanita ini berbicara. Wanita itu kemudian mendekati Ari dengan tatapan seperti tertarik dengan Ari, Ari tambah berkeringat merasakan kalau nafas wanita ini mengenai telingat kanan nya
''Kau tahu, aku sama sekali belum mempunyai pacar'' kata wanita itu mendekati wajah Ari.
''Terus?'' Ari terlihat penasaran dengan maksud dari wanita di sampingnya ini
''Jadi, maukah kau menjadi pacarku?'' ucap wanita di samping nya ini
Ari kemudian kaget mendengarnya, demi jomblo di dunia, wanita ini menembak dirinya yang di ejek sebagai jomblo dari lahir . Namun sekarang terlihat ada seorang wanita ingin menjadi pacarnya
''Hmm aku rasa itu ide yang buruk, aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara pacaran?'' kata Ari dengan berharap kalau wanita ini mengerti
''Tenang saja, aku juga baru pertama kali ini, kita hanya perlu bergandeng tangan, jalan pulang bersama dan melakukan hal-hal umum pacaran'' kata wanita itu
''Ya itu mungkin mudah, namun aku rasa aku menolak'' kata Ari dengan jujur
Wanita itu kaget mendegar perkataan dari Ari. Ini adalah hal yang aneh jika seorang pria menolak wanita, para murid disitu yang mendengarnya terlihat marah kepada Ari karena menolak permintaan dari wanita yang terlihat jujur itu
''Hey! Kau jangan menolaknya dengan seenaknya!" ucap salah satu murid pria
''Itu benar, hargai wanita ini karena mengatakan nya dengan keberanian!'' ucap murid wanita
''Kau seharusnya bersyukur karena ada wanita yang mau menjadi pacarmu!''
''Mungkin dia homo?''
''Benar, mana ada seorang laki-laki menolak wanita''
''Mungkin otak nya terbentur sehingga dia terlihat menjadi orang bego''
Ari terlihat kesal mendengar perkataan dari orang-orang di depan nya ini. Dia sama sekali tidak tertarik berpacaran, dia hanya ingin bermain game, internet dan berbagai kegiatan malas lain nya
''Terima! Terima!Terima! Terima!Terima! Terima!'' ucap para murid disitu
Ari tambah kesal mendengarnya, dia sama sekali tidak menginginkan ini. Ari kemudian mendesah
''Baiklah, aku menerima mu'' ucap Ari kepada wanita di samping nya ini
Wanita itu kemudian terlihat senang mendengar perkataan dari Ari. Para murid juga terlihat senang melihat wanita itu diterima Ari. Ari terlihat memakai wajah cemberut.
''Syukurlah'' ucap beberapa gadis
''Bagus, aku sangat iri dengan orang sialan itu'' kata para lelaki menunjuk kearah Ari
Ari hanya memakai wajah cemberut nya melihat mereka. Ari kemudian menyadari kalau dia belum tahu nama wanita di sampingnya ini
''Oh iya, nama mu siapa?'' tanya Ari
''Aku Bella Belerana'' ucap wanita itu
Ari kemudian menyadari kalau wanita di sampingnya ini seperti nya adalah orang eropa dilihat dari nama nya. Ari sekarang harus berpikir bagaimana cara menjelaskan ini kepada keluarga dan yang lain nya.
''Baiklah, sekarang aku adalah pacarmu'' kata wanita itu dengan terlihat cukup senang
Ari benar-benar tidak tahu dengan apa maksud dari wanita di sampingnya ini. Dia tiba-tiba saja mengajak nya untuk berpacaran. Ari sama sekali tidak peduli sekarang
''Kenapa kau ingin menjadi pacarku?'' tanya Ari dengan heran melihat wanita disampingnya ini
Bella kemudian menunduk ke bawah sambil tersenyum. ''Tidak ada, aku hanya ingin saja'' kata Bella dengan tersenyum
Ari hanya mengangkat bahu mengatakan ya mendengar jawabab dari Bella. Ari kemudian menyadari kalau dia harus segera ke kelas karena kelas sudah akan dimulai
''Baiklah, saatnya aku kembali ke kelas'' ucap Ari bangun
Ari kemudian melambaikan tangan nya kepada Bella untuk menyampaikan sampai jumpa, Bella terlihat hanya melambaikan tangan nya kepada Ari
Ari pun sudah tidak terlihat lagi, Bella tersenyum
''Sepertinya rencana ku berhasil, aku tidak tahu kalau dia orang yang mudah sekali di perdaya'' ucap Bella
DENGAN ARI
Ari sekarang terlihat sedang berjalan menuju ke kelas nya, dia tidak tahu harus mengatakan apa tentang hari ini, hari ini dia mendapatkan pacar yang aneh. Ari tidak terlalu berharap dengan hubungan ini
Ari kemudian masuk ke dalam kelasnya dan kemudian duduk dengan santai, Dion melihat sahabatnya itu hanya terlihat senang.
''Hey bro, saat pulang nanti kau mau jalan-jalan?'' ajak Dion
''Tidak, aku harus membantu ayahku membangun bangunan baru'' ucap Ari
Dion mengangguk mengerti dengan Ari, Ari harus membantu ayahnya merenovasi rumah, ini juga untuk masa depan mereka di rumah itu.
Guru kemudian masuk kedalam kelas dan kemudian memulai pelajaran nya, Ari dan Dion kemudian bersiap-siap untuk belajar.
SKIPTIME
Ari dan Dion kemudian terlihat pulang kerumah, Ari sudah terlihat bersiap-siap untuk segera membantu ayahnya itu
Terlihat di rumah ayahnya sedang bersiap-siap merenovasi rumah mereka. Terlihat ada beberapa bahan bangunan di dekat rumah mereka
''Oh pulang juga kau, cepat bantu ayah'' perintah Andi
''Iye-iye'' kata Ari terlihat pasrah
Dion kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengganti bajunya. Ari terlihat menangkat bahan-bahan ke arahnya di atas. Andi terlihat begitu giat sekali ingin merenovasi rumah karena jika tidak maka mereka harus tidur di gudang
Di dalam terlihat yang lain nya sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Alice seperti biasa belajar, Alika masih terlihat mengajari Deathly tentang barang-barang di dapur, Dion sedang ada di dalam kamarnya bermain PC sambil memutar musik, dan para saudari Ari terlihat sedang menonton TV
''Apakah kita tidak membantu mereka?'' tanya Ayu
''Sudahlah biarkan mereka, lagian ini adalah tugas para laki-laki'' ucap Luna
Ayu mengangguk mengerti, Rani terlihat masih melihat kearah Alice yang sepertinya dia sangat mencurigai wanita ini. Dia merasa kalau Alice sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu yang begitu penting
Ari dan Andi terlihat masih merenovasi rumah membangun ruangan lagi di rumah itu. Andi kemudian menyadari kalau tidak ada Dion yang membantu mereka
''Mana Dion?'' tanya Andi
Ari kemudian sadar kalau tidak ada Dion membantu mereka. ''Si kampret itu, pasti dia sedang enak-enakan di dalam rumah'' geram Ari kesal kepada sahabatnya itu
Andi tidak mengerti sama sekali dengan anak nya ini, dia berpikir apakah anak nya yang satu ini sama sekali tidak bisa memilih teman yang baik?
Ari dan Andi kemudian mengangkat bahu tidak peduli lagi, mereka terus merenovasi rumah, terlihat hari sudah sore. Di dalam lagi Alice terlihat ingin menanyakan sesuatu kepada keluarga Ari
''Hey, kemana ibu kalian?'' tanya Alice blak-blakan
Semua saudari Ari kemudian terlihat murung semua, Alika sepertinya menyadari kalau nona nya itu sudah mengatakan sesuatu yang salah. Alika kemudian menuju kearah Alice
''Nona, sepertinya anda mengatakan sesuatu yang tidak harus di tanya'' kata Alika
Alice kemudian menyadari perkataan dari Alika, mungkin saja ibu mereka sudah meninggal sehingga ayahnya lah yang mengurus mereka semua
''Maaf aku tidak bermaksud...''
''Ibu kami''
Alice belum menyelesaikan perkataan nya karena Rani tiba-tiba saja berbicara. Deathly terlihat ingin sekali mendengar kisah dari keluarga tuan nya ini
''Ibu kami meninggalkan ayah kami'' ucap Rani
Alice, Alika dan Deathly kemudian kaget mendengarnya, mereka berpikir kalau ibu mereka sudah meninggal namun terlihat mereka salah
''Meninggalkan ayah kalian?'' Alice penasaran
''Benar, dan itu saja yang perlu kalian tahu'' ucap Rani
Alice dan yang lainnya kemudian kaget mendengarnya, mereka begitu penasaran dengan keluarga Ari yang sepertinya bukan keluarga biasa. Namun Alice sama sekali yakin kalau Ari adalah manusia biasa tanpa menyadari sesuatu darinya
''Baiklah, aku mengerti'' ucap Alice
Rani tersenyum kearah Alice. Alice kemudian merasakan ada energi yang aneh dari Rani, dia merasakan ada energi sihir di dalam tubuh Rani. ''Aneh, kenapa aku merasakan ada energi di tubuh Rani? Apakah berarti dia bukan manusia? Jika dia bukan manusia kenapa Ari manusia biasa?'' Alice benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi di depan nya ini
Alice menatap kearah Rani dengan tatapan menyelediki, Rani hanya tersenyum melihat Alice yang sepertinya mengetahui sesuatu.
MALAM NYA
Kemudian merenovasi rumah akhirnya selesai, Andi di kenal sebagai ahli bangunan yang ahli sehingga dia bisa membangun lebih cepat dari pekerja lain nya. para laki-laki kemudian membawa barang-barang mereka keruangan baru mereka
''Akhirnya, selesai juga'' ucap Ari yang terlihat sudah menaruh semua barang-barang nya seperti game nya, PC nya dan beberapa peralatan lagi
Ari kemudian menuju ke bawah untuk segera makan malam karena dia benar-benar sudah sangat lapar sekarang. Ari melihat Dion juga sudah merapikan barang-barangnya
''Hey brengsek, enak ya di dalam kamar mendengarkan musik, kau tidak tahu kalau aku dan ayahku yang membangun ruangan mu'' ucap Ari kesal
''Maaf, tadi aku lelah sekali'' ucap Dion
Ari kemudian mendesah mendengar alasan Dion, mereka berdua sudah turun dan kemudian ke ruang makan dan kemudian duduk. Ari dan Dion melihat banyak sekali makanan di atas meja
''Wow banyak sekali makanan nya'' ucap Ari dengan baru sadar
''Ini hadiah dari kerja keras mu dan ayahmu'' ucap Alice
Andi yang melihat banyak makanan di atas meja kemudian memakan semua nya. Alice dan yang lain nya terlihat begitu kaget melihat ayah Ari begitu kelaparan
''Aku lapar sekali'' ucap Andi
Ari kemudian tidak mau kalah dengan ayahnya dan kemudian itu memakan makanan nya. Alice dan para wanita terlihat mendesah pasrah
''Ini akan menjadi makan malam yang meriah'' ucap seseorang dari luar rumah Alice
Terlihat ada seseorang yang sedang duduk di pohon dekat rumah Alice, dia bisa melihat mereka semua dari jendela
''Sekarang tugasku sudah selesai, master benar-benar ingin sekali berjumpa dengan mu, Ari Anja Sembiring'' ucap wanita itu yang kemudian pergi
Bersambung
Maaf update nya lama karena saya habis lebaran
Di bab ini mereka masihlah tenang-tenang saja, namun mereka akan tahu kalau ada masalah yang akan menyerang mereka.
Di bab berikutnya, akan ada satu tambah karakter lagi yang akan menjadi karakter utama sama seperti Ari dan Dion. Siapa kah dia?
Kekuatan Dion akan segera muncul di arc Holy Sword ini, kekuatan yang cukup kuat, mungkin lebih kuat dari Ari
Terima kasih yang sudah baca dan Review. Saya sangat menghargai semua itu
Jangan lupa untuk tinggalkan Review :)
Salam author
