.
.o.o.o.o.
Park Jimin X Min Yoongi
Kim Taehyung X Jeon Jungkook.
BTS and other characters © God, themselves
Greatest Accidental © Fujimoto Yumi, 2016
Indonesian!AU. | YAOI. BoysLove. | T+. | OOC.
Police!NamVMin. CollegeStudent!JinSugaHopeKook.
Older!NamVMin. Younger!JinSugaHopeKook.
Non-EyD.
.o.o.o.o.
Greatest Accidental
Chapter 14
Jeju-do
Jejak, juang disertai doa. – Taehyung.
Summary :
Karena kenangan yang kita buat,
adalah apa yang kita ingat.
'Cause it was unforgettable moments we have.
Lets talk about that someday, on the spring, peaceful day with our half.
.o.o.o.o.
.
.
.o.o.o.o.
Je. ju. do; is the largest island off the coast of the Korean Peninsula, and the main island of Jeju Province of South Korea. – Wikipedia
Je. ju. do; is a special place which we created too many unforgettable moments together. – TaeKook, MinYoon
Je. ju. do; adalah jejak, juang disertai doa. – Taehyung.
.o.o.o.o.
.
Entah pukul berapa Yoongi terjaga, yang ia tahu kepalanya terasa berat, didera pening hebat. Tangannya serasa digenggam oleh orang lain dan saat menoleh, ia mendapati kepala hitam yang tertidur di samping tempat tidurnya, seolah menjaganya agar tetap aman.
Yoongi melirik ke arah jam yang ada, pukul tiga pagi dan ia merasa haus. Namun ia tak memiliki tenaga sama sekali untuk bangun. Untungnya, pergerakan kecil dari jarinya membuat sosok yang terlelap itu langsung terjaga. Jimin, kekasihnya sontak terbangun dan memerika suhu tubuhnya.
"Udah baikan?" Yoongi hanya tersenyum lemah. Jimin dengan sigap mengambil segelas air di meja nakas lalu memberikannya kepada sosok tercinta. "Minum dulu, ya."
Yoongi menerima itu dan berniat bangun, namun Jimin langsung menahannya. "Udah, tiduran aja. Ngapain mau bangun segala, hm?"
Tangan Jimin dengan sigap mengganti kompresan di atas dahi Yoongi lalu mengelus pipi pucat namjanya. "Bener udah baikan, baby?"
Yoongi hanya mengangguk pelan walau tak yakin. Matanya melirik ke seluruh penjuru kamar, merasa ada yang kurang. Yang barusan mimpi atau bukan? Bukankah tadi ummanya ada di sini?
"Umma kamu langsung pulang tadi sama Yujin pas kamu tidur."
"Umma ga nanya macem-macem kan?" walau ia bisa mendengar suara paraunya sendiri, Yoongi tetap bertanya dan menanti jawaban kekasihnya.
"Contohnya?" Jimin membalasnya cepat sembari membawa tubuhnya duduk di pinggir ranjang Yoongi. Tangannya menghapus keringat yang bermunculan pada wajah kesayangannya. "Kita delay keberangkatan kita juga, ya? Kasian kamunya lagi sakit, Yoon."
Yoongi langsung menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Jimin. "Gapapa. Sayang tiketnya, mas."
"Kenapa malah mikirin tiketnya daripada kesehatan kamu, hm?"
"Berisik, ih. Mending kamu pulang ambil koper kamu sana."
"Jahat ya kamu lagi sakit juga. Ini jam 3 pagi, loh." Jimin merajuk pura-pura sembari memainkan jemari kekasihnya. "Seriusan, Yoon. Kita berangkat besok aja, oke?"
Yoongi menggeleng. "Ga, ngapain sih. Buang-buang waktu aja." Rasanya aneh mendengar suaranya sendiri, pikir Yoongi. Dia pun balik memainkan jemari Jimin di tangannya. "Aku oke, kok."
"Bilang sama orang yang suaranya parau ples bangun aja ga bisa."
Tangan Yoongi refleks mencubit lengan Jimin yang bisa digapainya. "Berisik kamutu~" dengan suara yang agak mendayu Yoongi protes pada pacarnya.
Jimin lalu membungkukkan tubuhnya, mensejajarkan wajah mereka membuat hidung keduanya bersentuhan. "Kamu mau makan? Tadi umma sempet bikinin bubur buat kamu."
"Umma?" monolog Yoongi, namun tentunya Jimin tahu itu ditujukan untuknya.
"Well, she asked me to call her that, btw. Jadi?"
"Mau, aku laper."
"Tunggu bentar ya, bayiku," Jimin terkekeh sendiri dalam suaranya setelah menggesekkan hidungnya dengan hidung Yoongi lalu bertolak ke dapur untuk mengambil bubur yang tadi dibuatkan ibunda Yoongi.
Yoongi yang ditinggal hanya mendengus dan melirik ponselnya di meja nakas samping tempat tidur, mengambilnya dan membaca pesan masuk dari ummanya sembari menunggu Jimin.
From : Umma
Subject : Get well soon, chagiya:*
Get well really soon, sayang. Umma sengaja maksa Jimin untuk nginap biar sekalian besok kalian gampang berangkat ke bandaranya. Karena umma tau kamu bakal maksa untuk tetep berangkat walau lagi sakit sekalipun.
Jangan lupa makan buburnya, minta sama Jimin ya? Semoga lekas sembuh:*
Ps; soal Jimin kamu udah langsung ngantongin restu dari umma.
Ps2; punya pacar ganteng itu kenalin, jangan disimpen sendiri. Rencana dateng ke rumah 2 tahun setelah pemberkatan ya?
Ps3; next time kenalin ke appa juga. Dia pasti seneng.
Ps4; sayang kamu, sugarnya umma:*
xxxxx umma
Yoongi memutar bola mata membacanya namun ia tersenyum. Well, setidaknya antara dia dan Jimin, mereka sama-sama mendapat lampu hijau dari kedua belah pihak bukan?
Tak lama Jimin datang dan membawakan bubur untuknya makan. Menyuapinya lalu menyuruhnya minum obat, setelahnya Jimin kembali memintanya untuk tidur karena jam 10 nanti mereka sudah harus ada di bandara untuk bertolak ke pulau Jeju bersama.
.o.o.o.o.
Beberapa jam setelahnya selama perjalanan ke pulau Jeju, Yoongi tertidur lelap entah itu di pesawat ataupun di taxi menuju hotel. Demamnya mungkin sudah turun, namun pusing yang dideritanya masih terasa.
Seperti sekarang, Yoongi berakhir di gendongan Jimin yang tengah check-in hotel atas nama dirinya. Kalau di mana-mana orang mungkin akan menggendong dengan piggy back, tetapi Jimin justru menggendong Yoongi seperti anak koala (yang tentu saja diprotes Yoongi sejak tadi), namun tenaga yang minim membuatnya menelan semua protesan itu.
"Room boy kami akan mengantarkan Anda ke kamar Anda, Tuan."
"Terima kasih."
Jimin berterima kasih dilanjutkan dengan gumaman lirih memperingati kekasihnya agar tidak terlalu banyak bergerak. Karena sedaritadi Yoongi masih sering melayangkan protes mengenai keadaan mereka.
"Jimin-nii bego. Turunin."
"Kamu mau jatuh emangnya? Diri aja tadi ga bisa. Pusing, kan? Udah diem aja tidur."
"Tapi kan ga gini juga gendongnya."
"Abis tadi kamu ga bisa diem pas mau digendong. Jangan protes."
"Malu tau."
"Peduli amat apa kata orang. Yang terpenting jangan banyak gerak, nanti ada yang bangun—aw!"
Kalimat akhir Jimin sukses dapat pukulan dari tangan Yoongi setelah mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa. Lalu namja manis berambut caramel itu menyembunyikan wajahnya di balik ceruk leher Jimin, bergumam lirih di sana. "Polisi bantet modus mesum nyebelin."
Dan Jimin hanya tertawa mendengar itu.
.
.
.
Taehyung tersenyum lembut memperhatikan wajah tidur Jungkook di sampingnya. Walau bukan pertama kali melihat namja imutnya itu terlelap, Taehyung tak pernah merasa bosan untuk mengagumi pahatan Tuhan yang berbaur dengan kepolosan pada wajah sang terkasih yang membuatnya takluk.
Tangan Taehyung terangkat untuk menyingkirkan poni yang menutupi mata Jungkook, lalu mengusap pipinya. Ia benar-benar menyayangi dan mencintai sosok itu. Restu pun sudah dia dapat. Tinggal dari Yoongi saja, entah bagaimana Taehyung berpikir bahwa secepatnya dia perlu membuat kakak Jungkook yang satu itu untuk merestuinya.
Dan dia teringat akan chattan Jimin yang mengatakan jika Yoongi tengah sakit. Jungkook pun sudah dia beritahu dan merasa sangat khawatir. Namun Taehyung meyakinkan namja kelinci itu bahwa semuanya akan baik-baik saja, makanya Taehyung menyuruh Jungkook untuk tidur. Setidaknya itu akan mengurangi kekhawatiran namjanya pada sang kakak kesayangannya.
Saat taxi yang membawa mereka sampai di hotel, Taehyung perlahan berusaha membangunkan kekasihnya. Namun namja kelinci itu sepertinya kelelahan. Maka Taehyung berinisiatif untuk menggendongnya di belakang punggung, tapi berterimakasihlah pada Jungkook yang tak bisa diam. Jadi mau tak mau, Taehyung menggendongnya dengan bridal style.
Sang supir yang mengerti kesulitan penumpangnya pun membantunya. Mengikuti Taehyung yang berjalan ke arah lobby hotel membawa Jungkook dalam dekapannya.
Jungkook sendiri yang merasa nyaman pun melingkarkan kedua tangannya di leher Taehyung, lalu makin menyamankan dirinya tanpa sadar membuatnya seperti anak koala sekarang. Taehyung sempat terkaget, namun lamat-lamat dia berusaha menyeimbangkan dirinya agar Jungkook tak terjatuh.
Polisi muda itu menghampiri meja resepsionis untuk check-in, yang untungnya kemarin Jimin sudah berpesan pada si petugas, jadi Taehyung tinggal dipandu oleh room boy ke arah kamar yang telah dipesan.
.o.o.o.o.
Taehyung meletakkan Jungkook dengan hati-hati setelah memberitahu room boy untuk meletakkan koper mereka di pojok ruangan. Namja tampan itu melirik ke segala penjuru dan berpikir mungkin Jimin ada di kamar sebelah masih mengurus Yoongi, dan kamar ini tak tersentuh sejak kemarin.
Jadilah kamar itu masih rapih.
Detik selanjutnya Taehyung memutuskan untuk menghubungi sahabatnya, namun gerakan kecil dari Jungkook membuatnya mengurungkan niatnya lalu menghampiri kekasih kelincinya itu.
"Kamu mau makan, Kookie?"
"Uhmm… udah sampe hyung?"
"Yup."
"Kookie ma—KAK SUGAAAAAR!" seakan teringat akan kakak Sugar kesayangannya yang tengah sakit, Jungkook tiba-tiba sudah melompat dari kasur dan berjalan menuju pintu keluar. Namun sedetik kemudian hampir terjatuh karena pusing menderanya. Untung Taehyung cepat tanggap menangkapnya.
"Makanya jangan bangun tiba-tiba gitu, Kook."
"Ughhh pusing hyuung~"
"Iyaaa~ makanya tadi gausah buru-buru. Yoongi juga di kamar sebelah kok sama Jimin."
"Mau kak Sugar~~"
"Iya ayo ke sana. Tapi duduk dan minum dulu, ah!"
Taehyung pun dengan sigap mengambilkan minum untuk Jungkook. Lambat laun pusing anak itu hilang dan mulai merengek lagi untuk bertemu Yoongi.
"Iya iya ayo kesayangannya hyung. Ayo kita liat kondisi kakak Sugarnya Kookie."
"Hehehe~" Jungkook nyengir lalu mengangkat kedua tangannya. "Gendong, Taetae-hyung~"
Dan Taehyung hanya bisa menuruti hal itu. Menggendong kelinci kesayangannya ke kamar yang ada di sebelahnya.
.
.
.
Jungkook langsung merangsek masuk ke dalam kamar yang akan ia bagi dengan Yoongi sesaat ia turun dari gendongan Taehyung, dan di sana kakak Sugarnya tengah terduduk bersandar pada kepala ranjang dengan Jimin yang menyuapinya makan. Jungkook langsung mendekat dan memeluk Yoongi erat.
"Kak Sugaaaaar~"
"Hmmm?"
"Masih sakit yah?"
"Udah gapapa, Kook. Sana, nanti ketularan loh."
"Sakit apa siiiih?"
"Demam doang. Sana mandi, bau."
Jungkook cemberut dan meminta mangkuk yang dipegang Jimin, gantian untuk menyuapi kakak kesayangannya. "Pak Jimin istirahat gih. Udah dari kemaren ngurusin kak Sugar kan? Sekarang serahin aja ke Kookie!"
Jimin hanya menggeleng membalasnya. "Gapapa, Jungkook. Saya seneng malah manjain kakak kamu ini."
"Berisik, Jimin-nii."
"Iya-iyaaa. Udah mendingan galaknya balik lagi, deh."
Yoongi pun hanya memeletkan lidah membalas itu. Lalu Jimin pamit untuk berlalu ke kamarnya yang akan ia bagi bersama Taehyung.
"Kookie, Yoongi, nanti kami balik lagi, ya," kata Taehyung pamit yang Yoongi diamkan dan Jungkook balas dengan cengiran.
.o.o.o.o.
Di kamar sebelah, Taehyung membongkar kopernya dan berganti baju. Jimin pun melakukan hal yang sama kemudian duduk di ranjang, bersandar sambil memainkan ponselnya. Sampai Taehyung bertanya membuat namja berambut hitam itu terfokus lagi pada sahabatnya.
"Si Yoongi sakit apaan sebenernya? Lu apain dia sebelum ke sini?"
"Apain apaan si, Tae. Pikiran lu mah mesum mulu."
"Ya kali lu apa-apaan si Yoongi malam sebelum kalian berangkat."
"Kaga ogeb. Gue juga heran dia tiba-tiba demam abis pulang dari rumah gue."
"LOH! Ga mungkin kan ahjuma ngeracunin calon mantu—"
'BUK!' bantal langsung menghantam wajah tampan namun pedo milik Taehyung.
"Ati-ati ucapan lu, Tae."
"Ya abisan. Tiba-tiba sakit. Kalo ga gitu ya berarti elu lah, tet."
"Apaan gue? Ga usah ngajak berantem."
"Berarti dari kemaren enak dong yha bobo bareng heuheuheu."
"Tawa lu njir minta ditabok. Jangan lu kata gue gatau ya Jungkook dari kemaren-kemaren ga pulang dan nginep di apartemen lu."
"Bonyok gue mau ketemu dia, bro."
"Alesan."
"Lu gantian nethink sama gue."
"Hmmm. Muka pedo kek lu mah wajib di nethink-in."
"Anjer."
"Gue mau cek Yoongi lagi."
"Et, ikut."
Sebelum Jimin keluar dari kamar itu, Taehyung dengan cepat menyusulnya. Padahal belum ada beberapa puluh menit mereka pamit, tetap saja mereka tak tahan berjauhan sedikit dari sang tercinta.
Saat membuka pintu kamar di mana Yoongi dan Jungkook tengah duduk saling berhadapan, keduanya yang serius mengobrol langsung menoleh ketika suara decit pintu memasuki indera pendengaran. Jungkook memasang cengiran pada dua sosok yang lebih tua dari mereka, dan Yoongi melempar tanya.
"Kok balik lagi? Jimin-nii ga cari makan?"
Jimin hanya tersenyum sembari menggeleng. Polisi bantet tampan itu duduk di sofa di sebrang ranjang yang diduduki dua mahasiswa beda tingkat itu.
"Cari makan sana. Tar malah ikutan sakit."
"Betul! Taetae-hyung juga makan dulu sanaaaa~" Jungkook menyahuti perkataan kakak kesayangannya. Taehyung mengikuti jejak sahabatnya untuk duduk di sofa yang sama.
"Nanti aja, Kook. Kamu juga belum makan kan? Mau hyung pesenin?"
"Anniiii~ Kookie nanti aja. Mau sama kak Sugar duluuu~"
"Boleh," Jimin membalas ucapan Jungkook, "Tapi suruh kak Sugar tidur juga ya abis minum obat, biar besok kita bisa mulai liburannya." Mendengar itu, ekspresi Yoongi langsung menggelap dan ketiganya bisa mendengar jika sosok yang selalu bersikap jutek itu menggumam maaf.
"Iiiiih kak Sugar ngapain minta maap siiiii? Santai aja kali. Itu artinya pak Jimin mau kak Sugar sembuuuuuh. Iyakan, pak?"
Jimin tersenyum dan mengangguk, memandang lembut ke arah kekasihnya yang menatapnya sulit diartikan. Jimin pun memilih beranjak dan mendekati ranjang yang ditempati Yoongi, lalu menempatkan kecupan sayang di pucuk kepala sosok itu. Kemudian bergumam lirih pada sang tercinta. "Aku sayang kamu. Cepet sembuh, ya, jangan sakit terus. Akunya khawatir."
Yoongi yang diperlakukan seperti itu hanya mengangguk lemah dan berucap terima kasih pada Jimin. Mengabaikan Jungkook dan Taehyung yang entah sejak kapan sudah dempet-dempetan di atas sofa yang tadi diduduki Jimin. Seolah memberi ruang dan menciptakan ruang untuk dibagi bersama.
.
.
.
Saat matahari terbit keesokan harinya, Yoongi terbangun dengan tubuh segar karena kemarin Jungkook terus memaksanya pergi tidur. Dia juga bisa merasakan pelukan Jungkook padanya, yang kini masih pulas di sampingnya. Yoongi tersenyum melihat wajah polos adiknya itu, lalu tatapannya beralih ke seluruh penjuru kamar hanya untuk mendapati Taehyung tidur di ranjang sebelah dan Jimin tertidur di atas sofa sebrang.
Disuguhi seperti itu membuat Yoongi geleng kepala. Ia pun dengan hati-hati menyingkirkan tangan Jungkook hanya untuk pergi menghampiri Jimin yang masih terlelap. Sembari dalam hati bertanya kenapa mereka tidak kembali ke kamar sebelah agar bisa tidur lebih nyaman?
Memperhatikan wajah Jimin yang damai, Yoongi jadi tidak tega untuk mengganggu sosok itu. Mengintip sebentar langit luar, sepertinya masih terlalu pagi. Entah apa yang dipikirkan Yoongi, dia pun naik ke atas tubuh Jimin dan menidurkan dirinya di atas sosok itu, menyamankan diri dengan meletakkan kepalanya di atas dada Jimin yang berdetak. Lambat laun kembali terlelap, Yoongi mengarungi lagi ketiadaan tak berujung yang menjemputnya.
.
.
.
Matahari bersinar terang menembus gorden kamar yang berkibar. Jungkook menggeliat dalam tidurnya merasakan objek yang dia peluk sudah raib. Jungkook langsung terbangun duduk untuk mencari objek itu, dan langsung dibuat terdiam ketika mendapati sosoknya tengah asik bergelung nyaman dalam pelukan terkasih di atas sofa di sebrang ranjang.
Tanpa sadar, insting Jungkook dengan sigap mencari Taehyungnya. Ketika menoleh ke samping, ia langsung lompat turun dan masuk ke dalam dekapan kekasihnya yang selalu siap menyambutnya. Namun sepertinya hal itu berhasil membuat Taehyung terjaga.
"Kookie?"
"Uhm… pagi Taetae-hyung~"
Jungkook menjawab sembari mengusel di dada Taehyung. Taehyung yang mendapati perlakuan itu hanya tertawa dengan tangannya membawa Jungkook pada pelukan yang erat. Lalu berbisik pada pacarnya. "Kok kamu di sini? Ga meluk Yoongi lagi?"
Namja bergigi kelinci itu menggeleng. Tangannya terangkat menunjuk ke arah sofa membuat Taehyung agak mengangkat wajahnya untuk melihat apa yang berusaha Jungkook tunjukkan. Dan seketika rasa kantuknya lenyap mendapati bagaimana Yoongi mencari kenyamanan dengan mengusel pada tubuh sahabatnya di sana.
"Itu Yoongi? Kakak kamu yang galak itu? Yang biasanya judesin aku bareng Seokjin dan Hoseok?" tanya Taehyung heran tak percaya dengan penglihatannya. Jungkook hanya mengangguk-angguk membuat sosok yang lebih tua luar biasa takjub. "Ga nyangka. Dia bisa kayak kucing nyari belaian tuannya gitu—aduh kok hyung dicubit sih, Kook?"
Jungkook tertawa, kemudian membalas perkataan kekasihnya. "Daripada kak Suga yang nyubit mending aku, kan? Sakitnya dikit. Kalo kak Suga sih, aku yakin Taetae udah jadi perkedel sekarang kalo dia denger."
"Ngeri ya."
"Huum."
"Kamu mandi gih. Hari ini mau ke mana emangnya?"
"Hallasan!"
"Lah? Yoongi emang udah sembuh? Udah ngajak naik gunung aja."
Jungkook kembali manggut-manggut. "Kemarin kita udah bicarain kok. Kak Suga tuh jarang sakit, mungkin karena keasikan dimanjain pak Jimin jadi gitu hehehe."
"Yaudah kamu mandi gih."
"Nantiiii~ masih mau meluk Taetae-hyunggg~"
"Ini Yoongi ga bakal ngamuk kan?" Taehyung bertanya ragu, takut-takut kakak Jungkook yang satu itu sudah menyiapkan pisau lipat transparan lalu tiba-tiba menghabisinya karena seranjang dengan Jungkook dan memeluknya posesif. Yang ditanya hanya mengangkat bahu dan menenggelamkan diri dalam aroma khas milik kekasihnya.
"Sayang banget sama Taetae-hyung."
Dan Taehyung tersenyum lembut mendengar itu. "Sayang kamu juga Kookie~"
.
.
.
Bukannya Jimin tidak mendengar percakapan itu, namun rasanya ia masih kaget saja dengan adanya Yoongi di atas tubuhnya. Terlelap nyaman sembari terus mengusel di bawah dagunya. Mau membangunkan, tapi kasihan. Namun jika bukan sekarang, mereka takkan memulai apa yang mereka rencanakan, kan?
Maka dengan perlahan, namja berambut hitam kelam itu membangunkan Yoongi dengan mengusap poninya membuat sosok itu lambat laun terjaga.
"Jimin-nii…"
"Udah bangun?"
"Hmmm~"
"Kok bisa di sini?"
"Gatau."
"Huh?"
"Berisikkk."
"Bangun, yuk? Udah mendingan kan kamunya? Biar kita bisa mulai liburannya sekarang?"
Jimin dengan perlahan membawa tubuhnya untuk duduk. Walau rasanya badannya mati rasa, mana mau ia mengungkapkan itu di depan Yoongi. Taehyung dan Jungkook sepertinya sudah sadar Yoongi terbangun dan segera beranjak untuk mandi meninggalkan mereka berdua.
"Baby?"
"Hmmm?"
"Mandi gih?"
"Nanti~"
"Mau aku mandii—aduh. Iya, iyaaa~ kamu mah gebukin aku mulu," Jimin protes –walau itu pura-pura. Yoongi pun tak menanggapi, namja itu justru menyembunyikan wajahnya pada leher Jimin. "Yoon?"
"Iyaaaa mas bawel ah lebih bawel dari bang Yujin."
"Biar kamunya segeran abis mandi, baby."
"Uhmm…"
"Kita mau ke mana hari ini?"
"Hallasan."
"Loh? Yakin? Kamu bisa nan—"
"Baweeeel ihhhh~" Yoongi lama-lama gemas juga. Ia pun menjauhkan wajahnya dari tempat ternyaman kedua yang dia temui selain pelukan ibunya kemudian mencubiti bibir Jimin. "Be. Ri. Sik. Tauuuu~"
"Makanya mandi."
"Iya-iya ini mandiiiii. Mas juga sana~"
"Yup."
Dan setelah satu kata itu, Jimin menurunkan Yoongi untuk berpijak, setelah mencuri satu kecupan dari bibir pacarnya, Jimin berlalu kembali ke kamar sebelah untuk mempersiapkan dirinya.
.
.
.
Perjalanan ke Hallasan National Park tidak begitu banyak memakan waktu. Saat mereka sudah sampai dan memarkirkan mobil lalu turun untuk mendaki, Yoongi yang entah dapat tenaga dari mana sehabis sakit sibuk meyakinkan Jungkook apakah anak itu sudah membawa kameranya.
Jimin dan Taehyung geleng-geleng melihat kelakuan dua mahasiswa itu.
"Yoongi yakin sanggup naik?"
"Iya, Jimin-nii. Bawel banget nanya mulu kayak tukang sensus penduduk."
Jimin mengabaikan kalimat sarkastik pacarnya, lalu membalas mengingatkan sosok itu bahwa Yoongi pagi itu baru saja agak baikan. "Baru baikan loh kamunya."
"Kalo ga kuat kamu tinggal gendong aku. Apa susahnya." Yoongi balas menjawab enteng lalu memeletkan lidahnya ke arah Jimin yang dibalas gelengan kepala dan gumaman 'bisa aja kamu modusnya' dan tentunya Yoongi abaikan itu.
Sedangkan Taehyung hanya bisa mem-pukpuk sahabatnya ketika dua mahasiswa manis ples imut itu meninggalkan mereka berdua untuk mendaki lebih dulu.
Nyatanya, saat sudah akan sampai, Jungkook lah yang merengek pada Taehyung untuk menggendongnya. Yoongi jalan agak di depan, Jimin yang melihat bagaimana Jungkook merengek hanya menepuk bahu sahabatnya dan menyemangati kemudian menyusul kekasihnya di depan sana.
"Taetae-hyuuuuung~"
"Iya iyaaa ayo naik ke punggung hyung."
"Hehehehe~" dan cengengesan Jungkook yang kentara itu berhasil mengambil atensi Yoongi lalu membuatnya mencibir. Yang tentu saja Jimin balas dengan rangkulan pada pinggangnya.
"Jangan nyibir gitu. Liat Taehyung berkorban ngegendong adik kamu tuh."
"O aza yha, mas."
"Dasar. Susah banget sih restuin mereka doang."
"'Doamat ya."
Cuaca yang cerah hari itu menemani keempatnya mencoba meraih puncak yang hampir tiba di depan mata. Dan selama perjalanan naik maupun saat sampai, yang bisa Yoongi dan Jungkook lakukan adalah mengabadikan foto, dengan Jimin juga Taehyung yang geleng-geleng kepala dibuatnya.
.o.o.o.o.
"Jadiiiii, mau ke mana abis ini?"
"Pantai—"
"JEJU LOVELAND!"
"OI KAN GUE BILANG GA ADA TEMPAT ITU DALAM DAFTAR!"
"ADA KOK! DI PETA AJA ADA!"
Jungkook yang tiba-tiba diteriaki Yoongi balas berteriak. Dan jadilah mereka saling teriak-teriakan.
"GA ADA! ITU TEMPAT BUAT ORANG DEWASA! LU KAN MASIH BOCAH, KOOK!"
"IH KOOKIE UDAH 19 TAUN TAU KAAAK."
"Alah, 19 taun buat lu doang. Buat gue mah lu masih bocah 10 taun. Ga. Pokoknya Jeju Loveland dicoret dari daftar yang harus dikunjungin."
"Tapi! Kookie mau ke sanaaaa~! Taetae-hyung! Pak Jimin! Bantuin Kookie doooong~"
Setelah mendengar ucapan Jungkook, Yoongi sebisa mungkin langsung memasang pelototan yang berhasil membuat dua oknum yang namanya disebut terdiam. Lalu angkat tangan menyerah. Dan Taehyung berinisiatif membalas perkataan kekasihnya.
"Nyerah, Kook. Ikutin aja apa kata kakak kamu."
"IH! Taetae-hyung mah katanya cinta sama Kookie!"
"Lah kok?"
"Makanya belain!"
"Tapi—"
"Oi," suara Yoongi mendingin, membuat Jungkook langsung geser merapat pada Taehyung. "Lu nurut sekarang atau pulang ke Seoul abis ini?"
"Ugh…" Jungkook mengerucutkan bibirnya, mengambil bagian depan kemeja yang Taehyung pakai dengan cengkeramannya membuat Jimin yang melihat jadi sedikit kasihan. Maka pemuda itu mendekati Yoongi dan mengait pinggangnya.
Namun sebelum ia berucap sesuatu, Yoongi sudah langsung memperingatinya lebih dulu. "Ga nerima masukan dari kamu, maz. Diem aja yah."
Kebacanya sih kalem, tetapi kalau kalian mau tahu, Yoongi menekankan setiap kata yang ia ucapkan sambil mendeathglare Jimin di sampingnya. Jadilah oknum polisi itu memilih menelan kalimatnya dan mengalihkan pembicaraan.
"Oke, jadi abis ini kita ke mana?"
"Yang deket sini aja. Ecoland?"
Keduanya memandang ke arah Jungkook yang masih cemberut di pelukan Taehyung.
"Heh bocah mau ga?"
"Lovela—"
"Mau ngapain ke sana, Kook? Lu kalo mau belajar sex education ngapain jauh-jauh ke Jeju? Gue, Seokjin sama Hoseok bisa ngajarin lu. Gampang. Ga buang biaya buat ke sini doang."
Yoongi nyerocos kesal. Jungkook terkadang kalau keinginannya tidak terpenuhi akan terus merajuk seperti ini.
"Mending ke tempat lain. Ecoland ajalah. Atau mau ke Museum Teddy Bear?"
Perlahan, Jungkook melepas cengkeraman tangannya pada baju Taehyung dan mengangguk. "Ecoland aja kuy kak."
"Jangan ngambek. Yang begini pengen ke Loveland. Ngajak ribut amat."
"Iya iyaaa maap;("
"Ayo jalan cepet." Yoongi dengan cepat menarik Jungkook untuk jalan di sampingnya. Mengabaikan lagi Jimin dan Taehyung yang sejak mereka turun dari Hallasan sudah benar-benar dilupakan.
"Untung gue sayang, kalo engga udah gue bawa kawin lari," lirih Jimin yang langsung dibalas toyoran di kepala oleh Taehyung.
"Pacar lu, tuh."
"Ya siapa bilang bini gue, Tae? Eh soon-to-be deh."
"Au amat dah."
Taehyung pun memilih menyusul dua namja tadi meninggalkan Jimin yang masih sibuk ngoceh sendiri.
.o.o.o.o.
Petualangan mereka di Ecoland seolah tak terlupakan. Yoongi dan Jungkook dengan kamera mereka mengabadikan apa yang tersaji di depan mata. Mempelajari segala hal, menikmati sekitar, membiarkan kereta yang ada membawa mereka merasakan keadaan di jaman 1800an. Dan Jimin maupun Taehyung juga punya kegiatan sendiri sejak mereka sampai. Ponsel yang mereka punya tak sedikitpun tidak memotret apa yang dilakukan kekasih mereka.
Karena rasanya senyuman dan keceriaan yang ditunjukkan keduanya, adalah mutlak sesuatu yang harus diabadikan. Mereka tak yakin mereka takkan merindukan ini. Dan mungkin suatu saat nanti mereka akan bisa kembali ke sini. Bersama keluarga kecil yang akan mereka dan kekasih mereka bangun kelak di kemudian hari.
Rasa lelah mereka terbayar dengan kegembiraan. Sepanjang perjalanan kembali ke hotel, Jungkook tak pernah diam dan terus membunyikan pita suaranya. Taehyung yang kali itu kebagian menyetir sesekali membalas, dan Jimin hanya tersenyum, lalu Yoongi hanya geleng-geleng sembari mengecek kameranya. Memberikan ruang pada Jungkook untuk terus menyuarakan suka citanya.
Liburan yang mereka inginkan masih panjang. Mereka masih memiliki destinasi yang belum dikunjungi, dan besok… mungkin akan jadi hari yang melelahkan.
.o.o.o.o.
Hari ketiga di Jeju, keempatnya putuskan untuk pergi ke Museum Teddy Bear. Ini hasrat terpendam Yoongi maupun Jungkook ketika memutuskan untuk liburan di Jeju. Yah, berapapun umur mereka, tidak salah dong kalau mau lihat-lihat banyaknya boneka beruang yang lucu-lucu itu?
"Mau ngapain ke museum boneka teddy?" celetuk Taehyung yang langsung dapat tepokan pada pipinya oleh Jungkook.
"Mau liat Teddyyyyy~"
"Ya tau tapi kan—"
"Berisik, pak. Mending nyetir aja yang bener."
'Yaampun, kapan manusia satu ini baik sama Taehyung, Tuhan?' batin Taehyung. Lelah rasanya dijudesin terus sama calon masa depannya sahabatnya itu.
Dan saat sampai di sana, seperti hari kemarin, keduanya dilupakan oleh Yoongi maupun Jungkook.
.o.o.o.o.
Jungkook bergerak ke sana kemari tidak bisa diam menyambangi satu persatu boneka beruang yang sudah dipose-kan sedemikian rupa lalu memotretnya. Taehyung menemaninya dari belakang. Terkekeh sesekali melihat keimutan yang ditunjukkan oleh kekasihnya itu.
Tak jauh dari mereka, Yoongi pun melakukan hal yang sama. Jimin juga ada bersamanya, mematri segala hal dalam otaknya tentang betapa terbukanya Yoongi setelah mereka berhubungan.
"Coba kumamon yang dibuat begini…"
"Kumamon?" Jimin yang mendengar gumaman Yoongi bertanya langsung menyuarakan rasa penasarannya.
Pacarnya langsung mengangguk semangat dan beralih menatap Jimin yang ikut melihat ke arah dua boneka beruang di depan mereka. "Iya kumamon. Aku suka kumamon. Banget."
"Kumamon itu?"
"Cari sendiri kumamon itu apaaa."
"Yoon…"
"Hmmm?"
"Kasih tau aku. Jangan pelit."
"Sercing giiiih sana~"
"Ta—"
"Kumamon itu boneka dari Jepang paaaak. Bentuknya mbul gitu, warnanya item. Terus di pipinya merah gituuu~ kak Sugar kan punya banyak di kost-aannnn."
"Ohya?" Jimin menengok ke arah kekasihnya lalu memasang ekspresi menggoda yang langsung Yoongi balas dengan tabokan. Disertai mulutnya yang terus merapalkan betapa jeleknya Jimin di matanya.
"Berisik ah. Abis ini kita ke mana?"
"Hmm air terjun Cheonjiyeon? Kebetulan kan satu daerah?"
"Yup. Cuss ke sana!"
"T-tunggu kak Sugar~"
"Apalagi?"
Jungkook langsung beralih ke arah Taehyung dan memasang tampang anak kelinci minta dipungut. "Hyung Kookie mau boneka teddy-nyaaaa~ satuuuuu aja? Boleh ya, ya, ya?"
Dan pelototoan horror Taehyung menghiasi suasana hari itu sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Cheonjiyeon Waterfall.
.o.o.o.o.
Yoongi ingin tertawa rasanya melihat bagaimana Taehyung berusaha mendapatkan izin untuk memiliki satu dari sekian banyak boneka yang ada di sana untuk Jungkook. Kadang kala, Jungkook sendirilah yang mempersulitnya, dan Yoongi merasa itu memudahkan tugasnya untuk menilai Taehyung.
Yah, walau sejujurnya ia tahu bahwa sosok itu benar-benar peduli pada adiknya, tidak salah kan kalau Yoongi bermain-main dulu dengan polisi muda itu? Yoongi hanya benar-benar ingin tahu, apakah ada suatu ketika Taehyung berada di titik jenuhnya untuk menuruti semua kemauan Jungkook?
Seperti sekarang saat mereka tengah berjalan menuju air terjun Cheonjiyeon, Jungkook tak ubahnya seperti anak TK yang merengek ini-itu, dan Yoongi dibuat takjub akan kesabaran Taehyung yang justru memberikan apapun yang Jungkook mau.
Dia juga jadi dibuat teringat saat mereka ke Hallasan kemarin. Entah berapa jarak yang Taehyung tempuh untuk menggendong adik tingkatnya itu, Yoongi hanya bisa bertepuk tangan dalam hati. Dan mungkin memberikan restunya untuk sosok itu adalah award yang pantas untuk si polisi pedo tersebut.
"Yoongi?"
"Hm?"
"Liatin apa?"
Jimin tahu sedari tadi kekasihnya itu sibuk melihat interaksi sahabatnya dan Jungkook. Tetapi, Jimin hanya ingin memastikan saja.
"Ga liat apa-apa tuh."
"Udah restuin mereka?"
"Ga."
"Masa? Tsundere banget sih kamu, baby—aduh. Iya iyaaa, kalo ga nabok, nyubit deh. Heran aku."
Dan Yoongi hanya mengabaikan itu kemudian kembali berjalan untuk bisa mencapai air terjun di hari yang mulai petang.
Sedangkan Jungkook maupun Taehyung sendiri yang sesekali berhenti karena Jungkook bilang mau mengambil foto, dibuat memperhatikan bagaimana interaksi Jimin dan Yoongi yang tak jauh dari mereka. Jungkook yang ada di punggung Taehyung menumpukkan kepalanya di bahu tegap sosok itu setelah selesai memotret apa yang tersaji di depannya.
"Kook?"
"Uhmm?"
"Ternyata macan kayak kakak kamu itu bisa jinak juga ya?"
"Kekekeke," Jungkook terkekeh mendengarnya. Lalu mempererat pelukannya pada leher Taehyung. "Bisa dong, hyung. Lagian, pak Jimin kan juga cinta pertamanya kak Sugar, setau Kookie sih gitu."
"Masa?"
"Iyaaa."
"Dia belum pernah pacaran?"
"Belum."
"Whoaa daebak! Yoongi juga cinta pertamanya Jimin, loh."
"Jinjja? Ih kerennn! Kalo Kookie cinta pertama hyung, ga?"
"Iya dong~"
"Seriussss?"
"Iya serius."
"Boong ga?"
"Ya engga dong, Kook."
"Sumpah demi apa?"
"Demi masa depan kita, Kook."
"Ih, Taetae-hyung mah gombal banget."
Taehyung berhenti berjalan padahal air terjun sudah di depan mata. Lalu memutar kepalanya agar bisa melihat wajah imut Jungkook, kemudian mendaratkan kecupan di hidung sosok itu. "Kan hyung sayang kamu. Gombal dikit gapapa, kan?"
Membalas ucapan itu, Jungkook hanya terkekeh disusul menggigit kecil bibir Taehyung di depannya. Yang kelakuannya langsung dibalas oleh sang terkasih dengan menurunkan Jungkook dan berusaha melakukan hal yang sama.
Yoongi yang melihat berusaha untuk tidak melemparkan kameranya. Dan untungnya Jimin mengalihkan perhatiannya dengan mengajak sosok tercintanya itu foto bersama.
.
.
.
parkjm95
Cheonjiyeon Waterfall, Jeju Island
(Jimin ngepose foto di mana dia dan Yoongi senyum ke arah kamera dengan air terjun sebagai background mereka.)
431 likes.
parkjm95 the best pay for this lovely moment are just… enjoy it and capture it. Together with the one and only minsugar. Lavyu baby Sugar.
bundajin jadi pengen nyusul;(
hosiki_ jadi pengen nyusul;( (69)
minyujin_ kok enak si lagi liburan;(
minyujin_ jadi pengen nyusul;( (91293798739)
namjoonk enak ya Jim liburan? Laporan nunggu loh;(
minsugar alay mas captionnya-_-
minsugar alah omdo. Bukannya lagi liburan bareng tunangan+pacar? bundajin hosiki_
minsugar minyujin_ mpus lu bang kerja mulu. Makanya cari pacar.
minyujin_ syaland punya adeq judes banget;( lu kalo ga gue sadarin juga ga bakal jadian sama Jimin. minsugar
minsugar o aza yha bang o aza. minyujin_
parkjm95 sini lah nyusul minyujin_
parkjm95 ya atuh pak diingetin segala;( namjoonk
parkjm95 alay juga kamu suka, baby;) minsugar
minsugar paansih. G tuh. parkjm95
namjoonk biar ga lupa daratan parkjm95 kth_95
kth_95 ^yalord ampuni atasan saya yang kebelet kawin ini;(
hosiki_ ^holyshit.
minsugar ^^holyshit.
bundajin ^^^HOLYSHIT.
parkjm95 tsundere af;( sayang kamu tetep;) minsugar
minsugar gembel najiz, mas. Aku block juga nih akun lama-lama.
parkjm95 jaad baby;( minsugar
hosiki_ ^buzet lagi liburan bareng+berduaan aja masih mensi-an di sini. Heran yha pasangan jaman sekarang mah;( minsugar parkjm95
minsugar bilang aja lu sirik, Hos;( hosiki_
hosiki_ syaland lu kak;( kenal gue banget sih;( minsugar
namjoonk kth_95 parkjm95 that's okay. Beberin aja hasrat terpendam atasan kalian ini. Balik dari Jeju, siap-siap saya kirim kalian buat nanganin kasus di pedalaman, yha? AND NO GADGET.
parkjm95 bgst kth_95. Gara-gara lu nih ah!
kth_95 YHA ATUH PAK BECANDA. JAAD AMAT NO GADGET;( namjoonk
kth_95 cot lu parkjm95
namjoonk say temporary farewell to ur beloved, ma two trustworthy sergeant. parkjm95 kth_95
"KIM-PEDO-ALIEN-TAEHYUUUUUUUNG!" auman Jimin jadi penutup petualangan mereka pada hari ketiga di Jeju kala itu.
Dan diam-diam Yoongi mengumpati Taehyung, pun Jungkook yang mencubit-cubit pipi kekasihnya gemas karena kelakuannya.
.
.
.
Hampir seminggu mereka liburan di Jeju, dan besok mereka akan kembali terbang ke kota Seoul. Untuk menutup liburan mereka yang panjang, hari ini mereka berencana untuk mengunjungi Seongsan Sunrise Peak yang ada di ujung timur pulau Jeju.
Setelah kemarin-kemarin menghabisan waktu dengan mengunjungi Jeju Folk Village, Seopjikoji, Soesokkak Estuary, Pulau Udo, pantai Woljeongri dan pasar-pasar tradisional yang ada, kini lagi-lagi pilihan mereka adalah memanjat kawasan gunung di mana ketinggiannya mencapai 182 meter di atas permukaan air laut. Oh, yakinkan Jungkook untuk tidak minta digendong lagi oleh Taehyung.
Saat mereka sampai di sana, Yoongi dan Jungkook sudah kabur duluan untuk mendaki ke atas. Para pacar mereka hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan dua mahasiswa itu. Toh, kalau mereka lelah, mereka akan menoleh pada keduanya dan meminta bantuan (minta gendong maksudnya).
Perjalanan mendaki 500 anak tangga agaknya terdengar melelahkan. Apalagi untuk seseorang yang malas gerak macam Yoongi. Jujur, Yoongi memang malas gerak. Tetapi tidak untuk suatu keindahan yang bisa dia dapatkan sebagai bayaran. Maka dia santai-santai saja, sembari terkadang berbalik ke belakang untuk memotret, entah itu Jungkook, pemandangan atau—kekasihnya, Jimin.
Dan sepanjang pendakian itu, hal-hal yang Yoongi dengar adalah rengekan Jungkook, ambekannya, ocehannya serta merta ia terus meminta Taehyung untuk menuruti kemauannya. Seperti membawakan tasnya? Memotretnya? Menungguinya yang sudah Yoongi maupun Jimin tinggal jauh ke atas. Kemudian berakhir menggendongnya.
Kalau dipikir-pikir, tidak ada salahnya kan merestui mereka?
"Liat apa kamutu?" suara Jimin tiba-tiba menggema sesaat mereka hampir sampai di puncak. Pemuda caramel itu hanya melirik kekasihnya lalu berjalan lagi. "Kamu mah, Yoon, jutek banget."
"Apasi mas?"
"Jadi? Gimana soal Taehyung?"
"Kok kamu yang ngebet?"
"Kasian aku sama dia. Merana banget mikirin gimana caranya supaya kamu restuin."
"Hm."
"Kok hm doang?"
"Tau ah."
"Kamu dari sejak mereka sampe Jeju ga liat effort Taehyung ke Jungkook?"
"Liat kok."
"Terus?"
Yoongi tak langsung menjawab, dan malah melihat ke arah adiknya yang sekarang duduk di peristirahatan yang disediakan, dengan Taehyung di sampingnya, memastikan bahwa adik tingkatnya itu baik-baik saja.
"Beneran aku bisa percaya dia?" lirih Yoongi yang untungnya masih bisa Jimin dengar.
Maka pemuda berambut hitam itu memilih mengusap pipi kekasihnya dan tersenyum lembut. "Aku pernah bilang, kan? Kalo si alien itu sampe nyakitin Jungkook, aku yang tanggung jawab."
"Kenapa gitu?"
"Karena aku juga gamau ngecewain kamu, baby~" bukan hanya satu tangan Jimin yang mengusap pipi Yoongi, tetapi kini keduanya. Hal itu membuat mahasiswa semester 7 itu menatap langsung ke dalam mata meneduhkan kekasihnya.
"Oke."
"Oke?"
Yoongi mengangguk. "Oke."
"Oke apa?"
Mendengarnya, Yoongi langsung kesal. "Auah terang," lalu berjalan meninggalkan Jimin sendirian yang langsung berbalik menghadap pasangan lovey-dovey tak jauh darinya.
"OI Kim Alien Taehyung, you owe me once again!"
Taehyung yang diteriaki begitu hanya bisa terpekur, tak mengerti apa yang dibicarakan sahabatnya itu.
.
.
.
"Pak Jimin tuh kenapa, hyung?" pertanyaan Jungkook langsung mengambil alih fokusnya. Ia menatap wajah imut kekasihnya itu lalu mencubitnya gemas, merasa tak mengerti juga.
"Gatau. Jimin emang suka aneh."
"Tapi tadi pak Jimin abis ngobrol serius gitu kayaknya sama kak Sugar~"
"Iya juga, sih~"
Taehyung langsung dibuat berpikir. Apakah… ini mengenai restu Yoongi untuknya memacari Jungkook? Makanya Jimin berteriak begitu. Ia melirik lagi ke arah sahabatnya yang sekarang malah modus-modus memeluk mahasiswa semester 7 itu di sana, lalu ke arah kekasihnya yang ada bersamanya sembari berpikir. Sampai akhirnya itulah yang ia simpulkan.
Taehyung langsung duduk menghadap Jungkook dengan serius. "Kookie?"
"Hmmm?" Jungkook hanya menggumam sambil masih memokuskan matanya pada view finder kamera DSLR-nya.
"Kookie serius deh, ah. Liat hyung dulu coba?"
"Apa hyuuung? Bentarrrr~ pemandangannya bagus banget. Sayang kalo ga diabadiin~"
Taehyung menunggu dengan sabar, sampai akhirnya mahasiswa semester 3 itu memusatkan pandangannya padanya. Jungkook menelengkan kepalanya seolah bertanya ada apa.
"Kamu tau kan? Kalo cuma si Yoongi yang belum restuin kita? Ya walaupun Seokjin dan Hoseok masih sering judesin hyung, sih."
Jungkook hanya mengangguk-angguk membalas ucapan Taehyung.
"Dan gimana kalo ternyata… detik ini kakak kamu itu udah restuin kita?"
"Huh?" mata Jungkook membola lucu membuat tangan Taehyung refleks mencubitnya gemas. "Kok bisa?"
"Yaaaa bisaaaa~"
"Uhmmm~~ bisa gimana, hyung? Kok hyung bisa tau dan nyangka begitu?"
Taehyung mengangkat bahu, lalu memakai tangannya untuk mengelus pipi sang tersayang. "I just knew. Kalo teriakan Jimin bisa diartiin sebagai itu, kamu seneng ga?"
Tanpa pikir panjang, Jungkook mengangguk mengiyakan. "Pasti seneng dong! Masa engga! Itu artiin kak Sugar udah ga bakal sinisin hubungan kita lagi~"
"Ya tapi judesin hyung mah pasti masih berlaku," balas Taehyung cepat yang dibalas kekehan oleh Jungkook. Kemudian tanpa aba-aba pemuda imut itu memberikan kecupan di bibir Taehyung, sekilas. Mengekspresikan kebahagiaan yang dia rasakan sekarang.
"That's okay. Itu artinya, mereka bertiga merhatiin Taetae-hyung karena mereka percaya~ semangat, oke?!"
Mendengar ucapan semangat Jungkook serta wajah bahagianya yang kentara, membuat Taehyung mau tak mau mengiyakan. Dan lambat laun ia membenarkan hal itu juga. Mungkin, ada kalanya suatu hari nanti, Taehyung akan melakukan yang sama seperti apa yang dilakukan ketiga kakak Jungkook. Mereka hanya ingin memastikan bahwa Taehyung kompeten untuk menjaga adik mereka dan membahagiakannya tanpa menyakitinya.
Mungkin memang seperti itu. Dan Taehyung harus mendoktrin pemikirannya dengan hal yang sama, agar dia tenang, juga lega. Selanjutnya, dia hanya perlu merencanakan sesuatu apapun yang dapat menyenangkan Jungkooknya.
"Don't worry, hyung. Kalo emang lampu ijo udah nyala semua. Jangan pernah takut buat maju, oke? Kookie di sini, bakal bantu hyung buat bisa laluin apapun yang mereka rencanain. Karena itulah cinta, iya kan? Saling ngedukung, percaya dan ngebantu satu sama lainnya."
Ucapan dan senyuman cerah yang Jungkook berikan kala itu, hanya dapat Taehyung balas dengan gerakan tangannya yang spontan. Menangkup kedua pipi agak chubby kekasihnya, mendekatkan wajah mereka lalu menanamkan kecupan lembut yang Taehyung isi cinta di dalamnya.
Bersamaan dengan sang pembawa kesejukan yang berhembus, beberapa meter dari tempat mereka berciuman, Jimin tersenyum melihat Yoongi mengangkat kameranya untuk memotret apa yang sejak tadi menjadi fokus mereka, dilengkapi dengan pemandangan keindahan laut sebagai latar belakang adegan manis itu. Dan apa yang Jimin lakukan setelahnya adalah sama, selepas Yoongi menurunkan kameranya, pemuda tampan itu mengait pinggang sang kekasih hanya untuk mendaratkan kecupan di bibir tipis milik Yoongi.
Di cuaca yang begitu cerah, dan angin yang begitu sejuk, keempatnya tak sadar jika dunia tengah memotret mereka, mematri apa yang mereka perbuat pada kanvas kehidupan yang perlahan menjadikan mereka masterpiece dengan warna-warni cinta di dalamnya.
Hal itu terlalu indah, terlalu cantik, terlalu sayang jika diabaikan. Pun di pulau Jeju itulah keempatnya banyak membuat dan menciptakan berbagai kenangan bersama yang kelak akan sulit untuk dilupakan.
Karena dunia takkan pernah mau, untuk melewatkan sedikitpun apa yang dibagikan oleh orang-orang yang berusaha menunjukkan kebahagiaan mereka.
Dan dunia senantiasa akan mematri itu, menjadi sesuatu yang tak biasa.
Yang tak terlupa.
Hanya untuk diingat.
Oleh kita.
Selamanya.
.
.
.
–tbc to the last chap.
Yumi's note;
I AM SORRYYYY~ I'm deeply sorry for belated update. I'm dying on ma midterm, I'm dying on ma assignment. Semoga ini masih bisa diterima:"))) Semoga feelnya dapet. Semogaaaaa.
Sepanjang nulis, kepikiran; apasi yang gue ketik, apasi kok jadi ampar-amparan gini. This. Hasil memerangi diri sendiri heuheuheu.
Btw untuk yang minta NamJin, I'm sorry guys belum bisa ngabulin. Next chap? Thanks for understanding. Yang minta Yoongi sakit, walopun cuma sepicik, I hope that you would like it. Bhuhuhuhu ga bisa macem-macemin tuh anak. Sebenernya otak ngeplot gini, tapi yang keluar yang seperti yang di atas. I'm sorry –again.
And, thanks for the reviews, guys. You are gold! Thanks yang udah baca, thanks a lot. We'll meet again in the last chap, 'kay?
At least, wanna give me review and tell me about this one? Thank you again! I hooooope that you all like this.
Best regards,
Yumi.
Thanks to yang sudah review di chapter sebelumnya;
Jimsnoona. iya dunds bisa qaq. Qaqa kepo yha kapan polban polped ngelamar uke-uke cans;(. XiayuweLiu. heuheuheu iya nich Kookienya imut kaaan? Yungi ga tersakiti yang gitu kok. Dia cuma sakit demam aja hehehe. minshubble. le mineral yha ada manis-manisnya:"))) Hehe ini sudah dilanjut yaaa. CandytoPuppy. iya dunds Hobi dah ga mblo~ vtan368. yeaayyy apdet homina homina~ shin sang neul. iya yah, jadi jimin enak banget, jadi mau:( heuheuheu bener juga yha, kalo kuki punya anak terus anaknya nangis, bisa jadi dia ikutan nangis;( gawat dunds;( yup! next chap will be the end;( semoga ku bisa mempersembahan ff humor(gagal) lagi:")) jimyoungi8895. sudah dilanjut yaaa. HelloItsAYP. Yoongi mang gemesin, apalagi berambut hitam sekarang~ heuheuheu ChangSeok kerasa chemistry yah? Akhirnya/? michaelchildhood. iyah, sudah jadi kok semuanya sudah heuheuheu. yoongiena. maknya tae harus gawl wkwk. Ini sudah dilanjut yaaa. TyaWuryWK. Inih Yoongi sudah restuin tae yha:")) yeahmin. taq apa taq login;') yeay ini sudah apdet lagi hehehe. terima kasih semangatnya~ kimrin. yeay apdet~ lama dunds yha berabad nunggunya;( maapkan Yumi;( the bullyable Hosiki emang ena heuheuheu. Iya nich, besok sudah tamat hehehe. SyugarMint. jan syedih, semoga Yumi bisa memuncul ff humor(gagal) lagi /jangan. wenjun. ini sudah dilanjut ya hehehe. PoppoMing. sukasuka aing dunds kalo mau campur sari/? Namsanaf. heuheuheu mereka kan polisi gahul wkwk. bangtaninmylove. ini ada minyoonnya kan?heuheuheu. Icarus96. kujuga gugup nulis part ketemu camer;( soalnya kepengen, kapan daku yang ketemu camer;( /ga. Ini sudah di up yha~ syub0393. yang nikah duluan authornya /ga. Hehehe namjinnya diusahain next chap yha~ thank you semangatnya. Rap1201. iya ini ukenya cowo kok. this is yaoi hehehe. chuacu. yeay ayo dukung ahjuma Park dan Kim!wkwk. erpozer. iya nich! syukurlah jika minyoon dan vkooknya imut!/? vkooktrash. terima kasih yha sudah mampir:). aya anezaki. kuy kita cubitin pipi kuki~ Hanami96. bisa dunds~ namanya yoongi berjodoh dengan jimin, dan jungkook dengan taehyung /halah wkwk. guardianssi. yha dunds, para camer gamau kalah gawl/? minyoonlovers. ini sudah dinext yha~hehehe. Hantu Just In. hamil gimana kak;( fan girl shoot. maapkan diri ini karena sakitnya yungi hanya segitu, semoga suka;") ichikawa haru. syukurlah dikau tertawa/? yup, ini sudah di up yha~ Phylindan. iya dunds, tanggalnya mah sudah ditentukan~ wkwk. yoongiversicrbn. haiii~ iya terima kasih yaa sudah review~ namjinnya diusahain next chap yha~ NC? heuheuheu Yumi belum tau, masih galau nich. Kita lihat saja nanti yha~. kuntum18. kimtae. Pokoknya thanks alot yang sudah review. Lav.
