Title : "Love via Interview"
Author : FannyHan
Pair : SiHan, Kyumin, Qmi
Genre : Romance, AU
Warning : Yaoi!
Disclaimer : I am not, in any way, take any profit from the story. All real people are used without their permission. Events portrayed are fictional and do not reflect on the actual people within the stories. The contents are purely made for personal entertainment.
.
.
.
Sedikit pemberitahuan, ff ini kutargetkan akan selesai di chapter 20. Bisa lebih dari itu, atau bisa juga kurang dari itu. Dan ke depannya konflik akan bertebaran di mana-mana. Oke, happy reading . . .
.
.
.
Hankyung menghembuskan napas panjang ketika memandangi wajah Siwon yang sudah tertidur pulas. Dia masih belum berniat meninggalkan kamar itu karena tangannya sendiri masih dipegangi erat-erat oleh aktor itu. Saat menoleh, dia melihat bingkai foto yang dulu sudah pernah dilihatnya. Kemudian dia meraih bingkai foto itu dengan satu tangan yang masih terlepas.
Foto itu kelihatannya belum terlalu lama diambil, karena wajah Siwon masih sama seperti yang sekarang. Apa mungkin foto ini merupakan kenangan terakhir Siwon dengan adiknya itu? Entahlah, Hankyung tidak tahu pasti. Dan dia juga masih ragu untuk menanyakan hal itu pada Siwon.
Sejak awal, dia tahu kalau aktor ini menyimpan banyak rahasia dalam dirinya sendiri. Tapi, karena tahu Hankyung hanyalah orang asing, dia pun tidak ingin mencampuri kehidupan pribadi Siwon. Namun, pikirannya seringkali terusik mengingat Siwon yang selalu melakukan hal-hal tak terduga. Salah satunya adalah pengakuannya yang mengejutkan itu. Hankyung tidak habis pikir, apa yang sebenarnya dilihat oleh aktor tersebut dari dalam dirinya hingga dia bisa memiliki perasaan pada Hankyung. Tidak, Hankyung tidak bisa menebak jalan pikirannya.
Sekali lagi dia mengamati foto perempuan itu dengan seksama. Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Sooyoung sehingga menimbulkan luka yang teramat dalam pada kakaknya itu? Apa Hankyung memang harus mencaritahu semuanya? Dia tidak ingin menanyakannya pada Siwon, karena dia tahu itu hanya akan membuka luka lama.
Yoona…
Ya. Dia bisa mencaritahu sedikit informasi dari gadis itu. Terakhir kali dia bertemu dengan Yoona, gadis itu sudah bercerita sedikit tentang masa lalu Siwon dan adiknya yang sudah meninggal itu. Tapi tidak secara keseluruhan. Hankyung tahu, tidak seharusnya dia mencaritahu latar belakang Siwon, tapi ada satu hal dalam diri aktor itu yang membuatnya tidak bisa terus tinggal diam. Misalnya saja traumanya yang selalu muncul itu harus segera dihentikan sebelum Siwon semakin terpuruk dalam masa lalunya.
Pelan-pelan Hankyung meletakkan kembali bingkai foto tersebut dan menarik tangannya dari genggaman tangan Siwon. Kelihatannya besok akan menjadi hari yang panjang, jadi dia harus segera tidur untuk mengumpulkan energi. Sebelum pergi, dia mengusap dahi Siwon dengan lembut dan memastikan kalau Siwon sudah tidak apa-apa.
.
.
.
Keesokan paginya Siwon terbangun dengan perasaan panik. Dia duduk dan memandangi seluruh kamarnya. Rasanya semalam dia menyadari kehadiran Hankyung di sisinya. Tapi ada di mana dia sekarang? Atau Siwon hanya bermimpi?
Untuk memastikannya, Siwon segera keluar dari kamarnya dan mencari sosok Hankyung. Pertama dia pergi ke kamar Hankyung dan mengetuk pintu berulang kali. Tidak ada sahutan dari dalam sana. Kemudian dia pergi mencari ke seluruh ruangan dan lelaki itu tetap tidak ada. Berarti kepulangan Hankyung semalam hanya bagian dari mimpinya saja.
Karena kesimpulan itu, akhirnya Siwon berjalan menuju dapur dengan langkah gontai. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Bagaimana kalau Hankyung tidak mau lagi bertemu dengannya?
Namun semua pertanyaan yang muncul di benaknya segera menghilang begitu Siwon melihat hidangan yang sudah tersaji di atas meja makan lengkap dengan segelas jus jeruk. Di dekat mangkuk piring tersebut ada secarik kertas yang segera dibaca olehnya.
Tolong lebih perhatikan kesehatanmu dan makanlah.
Kertas tersebut memang hanya berisi sepenggal kalimat, namun itu saja mampu membuat perasaan lega menguar dari dalam diri Siwon.
Syukurlah, ternyata dia tidak bermimpi.
.
.
.
Hankyung mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja dan sesekali melirik jam tangannya. Sebelum berangkat kerja, dia sudah membuat janji untuk bertemu dengan Yoona saat makan siang. Meskipun beberapa hari yang lalu dia masih marah, namun sekarang dia harus berterima kasih pada Yesung karena sudah memberikan nomor ponsel gadis itu.
Dan di sinilah dia sekarang. Di salah satu restoran yang dipesankan oleh Yoona dan tidak terlalu ramai. Mungkin gadis itu sudah tahu kalau ada hal yang penting yang ingin dibicarakan olehnya.
"Hankyung-oppa!" panggil sebuah suara yang cukup familiar di telinganya. Gadis itu sudah tiba.
Hankyung melambaikan tangannya.
"Apa aku sudah membuatmu lama menunggu?" tanya Yoona yang mengambil posisi duduk berhadapan dengan Hankyung. senyuman lebar masih menghiasi wajahnya.
"Tidak, aku juga baru saja tiba."
"Baguslah."
Hankyung memberikan isyarat pada salah seorang pelayan untuk memberikan menu pada mereka.
"Lho, kau belum memesan apa-apa?"
"Akan lebih baik kalau kita memesan bersama-sama."
Sesudah itu pelayan tersebut pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan mereka.
"Aku kaget saat Oppa meneleponku pagi ini."
"Maaf, apa aku sudah mengganggu kesibukanmu?"
"Aniyo." Yoona menggelengkan kepalanya. "Aku justru senang karena bisa berbincang-bincang lagi dengan Oppa."
"Oh. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu."
"Apa?"
"Lebih baik kita bicarakan sesudah makan. Kau pasti sudah lapar, kan?"
Yoona tertawa. "Kau tahu saja, Oppa."
Lima belas menit kemudian.
"Nah, aku sudah menyelesaikan makan siangku. Kau bisa bertanya padaku sekarang." Yoona melipat kedua tangannya ketika meja mereka sudah dibersihkan oleh pelayan.
"Yoona, apa kau tahu kalau Siwon memiliki trauma?"
"Trauma?" Yoona mengerutkan keningnya. Tidak, dia tidak pernah tahu itu.
"Kelihatannya kau juga tidak tahu."
"Memangnya Siwon-oppa punya trauma apa?"
"Dia tampak selalu ketakutan dan tidak bisa berpikir normal lagi tiap hujan turun. Kelihatannya ketakutannya itu berhubungan dengan adiknya, karena dia selalu menyebut-nyebut nama Sooyoung."
"Ah." Yoona menganggukkan kepalanya. Kini dia mengerti, tapi juga tidak bisa menahan perasaan sedihnya. "Kalau begitu, semuanya menjadi masuk akal sekarang."
"Maaf kalau aku harus membuka luka lama lagi. Tapi, bisakah kau ceritakan apa yang menyebabkan Sooyoung meninggal?"
Lalu Yoona mulai menceritakan semuanya pada Hankyung.
Sooyoung didiagnosa menderita penyakit jantung ketika berusia sembilan belas tahun. Tidak ada seorangpun yang bisa menduga hal itu, karena seumur hidupnya Sooyoung terlihat baik-baik saja. Seminggu setelah perayaan ulang tahunnya, dia mendadak jatuh pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah dokter memberitahukan penyakit itu kepada Siwon dan kedua orangtuanya. Siwon tidak hanya terkejut, tapi juga merasa terpukul menerima kebenaran tersebut. Namun dia berusaha untuk tegar ketika melihat senyuman adiknya itu.
Awalnya mereka tidak memberitahukan penyakit itu pada Sooyoung, tapi akhirnya dia mengetahuinya sendiri. Melihat kedua orang tua mereka yang terus saja sibuk bekerja meskipun tahu putri mereka sedang sakit membuat Siwon mengambil keputusan untuk membawa Sooyoung ke apartemennya. Setahun sebelumnya dia sudah meninggalkan rumah mereka karena alasan pekerjaan. Sooyoung juga tidak keberatan dengan keputusan itu, mengingat usianya yang tidak panjang lagi.
Meskipun tahu dirinya sakit, Sooyoung bersikeras untuk tetap hidup normal seperti sebelumnya. Dia tetap melanjutkan kuliahnya dan meminta semua orang untuk tidak memperlakukannya seperti orang sakit. Setelah itu, beberapa kali penyakitnya mulai kambuh, tapi tidak sampai membuatnya harus kembali ke rumah sakit. Ada saat-saat dimana Sooyoung merasakan nyeri di dadanya, tapi dia berusaha untuk menahan sakit itu.
Setahun kemudian keadaan mereka tampak baik-baik saja, seolah-olah tidak pernah ada kabar tentang penyakit itu. Semuanya berjalan lancar, sampai takdir itu datang dengan tiba-tiba. Satu malam, Siwon terpaksa pulang terlambat akibat kesibukannya. Sebelum masuk ke dalam mobilnya, dia sempat menghubungi Sooyoung, dan adiknya itu menyarankannya untuk tidak memaksakan diri untuk pulang. Tapi Siwon menolak karena dia tahu sebentar lagi hujan akan turun, sementara adiknya itu tidak terlalu suka dengan hujan. Akhirnya Sooyoung menyerah untuk membujuk kakaknya itu dan mengatakan kalau dia akan menunggu.
Siwon pikir adiknya itu akan menunggu di dalam apartemen seperti yang biasa dia lakukan, tapi saat itu Sooyoung merasa sangat bosan karena terus-terusan mengurung diri di dalam. Dia memutuskan untuk menunggu di pintu masuk gedung apartemen mereka dan bermaksud menyambut kakaknya di sana. Sementara itu Siwon semakin mempercepat laju mobilnya karena menyadari hujan yang sudah turun dengan deras. Mendadak dia mendengar suara petir yang menggelegar sangat keras di luar sana. Diapun segera teringat pada adiknya dan merasakan firasat yang aneh.
Siwon sudah hampir sampai di apartemennya ketika dia menerima kabar kalau Sooyoung dilarikan kembali ke rumah sakit. Perasaan takutnya semakin menjadi-jadi saat pembantunya memberitahu melalui telepon kalau Sooyoung mengalami serangan jantung ketika sedang menunggunya di luar apartemen. Dia seharusnya tahu kalau Sooyoung mungkin akan menunggunya di luar, dan mencegahnya sebelum memutuskan pembicaraan di telepon. Tapi semua sudah terlambat, dan Siwon segera membelokkan mobilnya ke rumah sakit.
Dia tiba di depan pintu ruangan di mana Sooyoung berada bertepatan dengan keluarnya dokter yang menangani Sooyoung. Saat itu Yoona juga baru tiba dan berniat masuk ke dalam kamar. Kemudian dokter itu dengan berat hati menyampaikan kabar kalau Sooyoung sudah pergi untuk selama-lamanya. Tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana perasaan Siwon yang sebenarnya setelah mendengar kabar kematian itu karena dia berubah seperti patung bernyawa. Sampai adiknya disemayamkan, tidak ada ekspresi apa-pun di wajahnya. Bahkan tangisan pun tidak ada. Semuanya hanya bisa menduga kalau dia berduka dan mengalami kesedihan yang sangat dalam karena ditinggal oleh satu-satunya saudara yang dia miliki.
"Aku tidak tahu kalau kematian Sooyoung masih berdampak sangat besar pada Siwon-oppa hingga kini." kata Yoona pada akhirnya. Tanpa disadarinya air matanya ikut jatuh di pipinya.
Hankyung yang melihat air mata itu segera meraih sapu tangannya dan menyerahkannya pada Yoona. Setelah itu dia terdiam kembali untuk merenungkan cerita itu.
"Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menghilangkan luka itu dari Siwon-oppa dan menepati janji terakhirku pada Sooyoung."
Hankyung mengarahkan kembali pandangannya pada Yoona.
Yoona tersenyum getir dan mencoba menjelaskan apa yang belum diketahui oleh Hankyung. "Sewaktu kami masih bersekolah dulu Sooyoung menyadari perasaanku pada Siwon-oppa lebih dari perasaan seorang adik pada kakaknya. Aku tidak pernah mengakuinya karena takut akan merusak persahabatanku dengannya. Tapi Sooyoung malah merasa senang dan berusaha untuk mendekatkan kami berdua semampunya. Selama aku mengenalnya, aku tidak pernah melihat atau mendengar kalau Siwon-oppa berkencan dengan yeoja. Kupikir itu karena waktu Siwon-oppa habis terpakai untuk kuliah sambil bekerja, dan juga untuk merawat Sooyoung. Hal itu membuatku merasa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan hati Siwon-oppa, karena akulah satu-satunya perempuan yang dekat dengannya setelah Sooyoung.
Seiring berjalannya waktu, aku tidak melihat adanya perkembangan dalam hubungan kami. Siwon-oppa memang masih tetap bersikap baik padaku, tapi hanya sebatas itu saja. Aku sudah hampir menyerah karena lelah menunggu, tapi Sooyoungie terus saja mendukungku. Tak lama setelah kepindahan Sooyoung ke apartemennya, Siwon-oppa akhirnya mendatangiku dan mengatakan untuk menjalin hubungan yang lebih serius denganku. Aku senang sekali karena akhirnya perasaanku disambut olehnya. Lalu kami mulai melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang yang sedang berpacaran. Sampai beberapa hari sebelum kematiannya, Sooyoung mengatakan ingin menitipkan Siwon-oppa padaku. Dia membuatku berjanji untuk terus berada di samping Siwon-oppa dan membahagiakannya. Aku setuju karena aku sangat mencintai kakaknya. Lebih dari hidupku sendiri."
Mendengar kalimat akhir itu membuat Hankyung merasa sangat bersalah. Bagaimana mungkin kehadirannya bisa merusak hubungan di antara Siwon dan Yoona? Mereka memiliki masa lalu yang kelam, dan tidak seharusnya Hankyung semakin memperburuk keadaan. Dia tidak mungkin memberitahu Yoona kalau Siwon telah mengakui perasaannya padanya. Tidak. Gadis ini tidak layak mendapatkan kabar itu. Lantas, apa yang harus dilakan oleh Hankyung sekarang?
"Mianhe Oppa, kelihatannya aku sudah terlalu banyak bicara." kata Yoona yang membuyarkan pikiran Hankyung yang sudah jauh dari sini.
"Ah, tidak. Akulah yang seharusnya meminta maaf karena sudah membuatmu mengingat masa lalu."
"Gwenchana, Oppa. Aku justru bersyukur karena bisa mengeluarkan sedikit bebanku hari ini."
Hankyung membalas senyuman Yoona. "Sepertinya kita sudah cukup lama berada di sini." katanya saat melirik jam tangannya. "Maaf Yoona, aku masih harus kembali ke kantorku. Kau tidak ingin pergi juga?"
Yoona menggeleng pelan. "Kau bisa pergi lebih dulu Oppa. Sebenarnya aku masih memiliki janji dengan teman lama di sini."
"Oh, begitukah? Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk bertemu denganku."
"Ne, Oppa. Berhati-hatilah di jalan."
Hankyung beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kasir untuk membayarkan pesanan mereka. Sesudah itu dia melambaikan tangan pada Yoona dan pergi.
Di luar dia bertemu dengan seseorang yang tidak disangka-sangka.
"Hankyung oppa!"
"Tiffany?" Hankyung mengangkat kedua alisnya begitu melihat perempuan itu berjalan mendekatinya. "Sedang apa kau di sini?"
"Aku punya janji untuk bertemu dengan temanku di sini. Oppa sendiri?"
"Aku baru saja bertemu dengan salah seorang kenalanku."
"Sayang sekali, padahal kalau aku datang lebih cepat kita bisa makan siang bersama."
"Masih ada lain waktu." ujar Hankyung sambil tersenyum.
"Jadi kau akan pergi Oppa?"
"Ya, aku masih harus ke kantor lagi."
"Benarkah? Kalau begitu sampai jumpa lagi."
"Ya, sampai berjumpa lagi." Hankyung menundukkan kepalanya dan berjalan meninggalkan Tiffany yang masih berdiri mengantarkan kepergiannya.
Setelah Hankyung menghilang dari pandangannya, Tiffany berjalan masuk ke dalam restoran dan mencari sosok yang dikenalnya.
"Eonnie, di sini." panggil sebuah suara dari pojokan sana.
Tiffany tersenyum lebar dan segera mendekati orang yang memanggilnya. "Yoona-ah! Akhirnya kita bisa bertemu juga."
"Eonnie, bagaimana kabarmu?"
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Kau sendiri?" tanya Tiffany sambil meletakkan tasnya ke atas kursi yang berada di sebelahnya.
"Sama sepertimu Eonnie."
"Aigo, kenapa wajahmu kelihatan kusut begini? Apa yang baru saja terjadi padamu?"
"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya baru teringat kenangan lama."
Tiffany mengerutkan dahinya. "Pasti kenangan yang menyedihkan." tebaknya. "Wah, sayang sekali. Padahal aku ingin menyampaikan kabar yang menyenangkan."
"Kabar apa?" Yoona berusaha mengembalikan raut wajahnya yang ceria supaya tidak membuat Tiffany khawatir padanya.
Tiffany mengisyaratkan padanya untuk menghentikan pembicaraan mereka sejenak karena dia sedang memesan minuman pada pelayan. Setelah pelayan itu pergi, dia kembali melanjutkan pembicaraannya. "Sepertinya aku sudah mendapatkan pria yang kuinginkan."
"Benarkah?" kedua mata Yoona sontak melebar. "Siapa dia? Bagaimana kalian bisa bertemu?"
"Tanya satu per satu Yoona. Beberapa hari yang lalu ibuku memintaku untuk bertemu dengan pria pilihannya. Mulanya aku menolak, karena Oh My God, memangnya jaman sekarang perjodohan itu masih berlaku? Tapi ibuku terus memaksaku dan aku pun setuju. Dan setelah aku bertemu dengan pria itu, aku malah ingin berterima kasih pada ibuku."
"Karena dia ternyata merupakan pria idealmu?"
"Exactly."
"Eonnie, kau membuatku penasaran. Siapa dia?"
"Namanya Hankyung."
"Mwo? Hankyung-oppa?"
"Kau mengenalnya?" Tiffany mengerjapkan matanya menanggapi keterkejutan gadis yang berada di hadapannya itu. Kemudian dia menepuk kedua tangannya. "Ah! Tentu saja kau mengenalnya. Aku sampai lupa kalau ibuku pernah memberitahuku tentang Hankyung-oppa yang saat ini tinggal di rumah Siwon-oppa. Ternyata kau sudah lebih dulu mengenalnya."
"Aku tidak menyangka dunia bisa sesempit ini."
"Hei, kalau kau sudah mengenalnya, ceritakan padaku lebih detil tentang dirinya. Aku belum terlalu mengenalnya karena baru dua kali bertemu."
"Hm. Sebenarnya aku juga jarang bertemu dengannya." aku Yoona yang membuat Tiffany sedikit kecewa. "Tapi kupikir dia orang yang baik." lanjutnya lagi.
"Benar, kan? Kupikir juga begitu."
Yoona tertawa kecil saat melihat raut wajah Tiffany yang dengan cepat berubah menjadi cerah kembali. "Tampaknya kau sangat menyukainya, Eonnie."
"Siapa yang tidak menyukainya?" kemudian Tiffany mulai menimbang-nimbang. "Kalau mereka tinggal bersama, itu artinya mereka sudah berteman. Dan kau, sebagai yeojachingu-nya Siwon-oppa bisa menjadi temannya juga. Yoona-ah, bisakah kau membantu mendekatkan kami berdua?"
"Apa kau ingin menjadikanku seorang cupid?"
"Please…" Tiffany melipat kedua tangannya dan menunjukkan ekspresi memelas.
"Ara~~. Aku akan membantumu untuk mendapatkan Hankyung-oppa."
.
.
.
Usai makan siang, Sungmin berniat keluar dari aula pertemuan untuk mencari di mana letak toilet. Tadi dia sudah bertanya kepada salah seorang panitia, dan sekarang dia berjalan ke arah yang sudah ditunjuk oleh panitia tersebut. Saat ini Sungmin diutus oleh kantornya untuk mengikuti seminar di sebuah hotel berbintang lima. Karena masih ada waktu sebelum sesi ketiga dilanjutkan, dia memutuskan untuk keluar dulu.
Sesudah keluar dari toilet, Sungmin berjalan kembali menuju aula tersebut. Tapi sepertinya sudah menjadi kebiasaannya selalu tersesat ketika berada di gedung-gedung besar seperti ini. dia lupa arah mana yang dilaluinya untuk kembali ke ruangan itu. Dan untuk kesekian kalinya dia terpaksa harus mencari karyawan hotel ini supaya menuntunnya kembali ke jalan yang benar.
Sungmin terus saja berjalan melewati satu per satu kamar dan berharap menemukan ruangan informasi.
Dan ketika sedang berjalan menelusuri lorong tersebut, Sungmin mendapatkan pemandangan yang tidak diduganya sama sekali. Di depannya tampak Cho Kyuhyun sedang berjalan bersama Zhoumi dan berdiri di sebuah kamar.
Sebelum masuk Kyuhyun melihat ke sana ke mari seperti sedang memastikan tidak ada seorangpun di sekitar mereka. Dia tidak melihat ke belakang, di mana ada Sungmin yang sedang memerhatikan mereka dengan seksama.
Mulut Sungmin terbuka saat menyaksikan adegan yang sedang terjadi di depannya.
Seorang Cho Kyuhyun mencoba untuk mencium Zhoumi!
Sungmin tidak bisa bergerak. Dia juga tidak bisa segera meninggalkan tempat itu. Rasanya kakinya sedang ditahan oleh benda yang sangat berat. Dari jarak yang cukup dekat dia melihat bagaimana Kyuhyun mencoba meraih bibir pria itu ke bibirnya sendiri. Mulanya Zhoumi memberontak, tapi karena tenaga Kyuhyun dirasa lebih besar darinya, akhirnya dia menyerah dan membiarkan Kyuhyun melakukannya.
Dan setelah ciuman itu berakhir, keduanya segera masuk ke dalam kamar.
Sungmin pernah terluka. Baik itu fisik maupun hatinya. Semua luka itu meninggalkan rasa sakit yang ringan dan juga berat, hingga dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan rasa sakit itu. Tapi semua rasa sakit yang pernah dialaminya dulu tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakannya sekarang. Dia merasa seolah perasaaan dan hatinya hancur berantakan saat itu juga. Dan di tengah kesakitan yang sedang melandanya, dia teringat kembali pada ucapan sepupunya saat itu.
"Apa kau masih akan terus hidup dalam penyangkalan seperti ini?"
.
.
.
Hankyung baru saja sampai di apartemen itu dan tiba-tiba saja dia sudah mendapatkan satu pelukan yang mengejutkannya.
"Siwon, apa yang sedang kau lakukan?"
"Tolong, biarkan seperti ini dulu. Aku ingin memastikan kalau kau ada di sini."
Hankyung tidak mengerti kenapa dia bisa selalu dengan mudahnya menyerah dengan semua permintaan lelaki ini. Lalu dia membiarkan Siwon memeluknya untuk sementara waktu.
"Aku senang kau sudah kembali." kata Siwon yang bernafas di tengkuknya, dan itu membuat Hankyung merasakan getaran yang aneh. Astaga! Dia harus segera menghentikan ini semua.
"Apa kau sudah selesai memastikannya Siwon, karena aku ingin membicarakan sesuatu padamu."
Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Hankyung. Ada ketakutan yang tampak di dalam mata itu. "Tidak, aku tidak akan menyampaikan sesuatu yang buruk." sela Hankyung.
Siwon menghembuskan napas lega. "Kau mau duduk dulu?"
"Tidak perlu. Kita bisa membicarakannya di sini."
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Siwon setelah menjauh dari Hankyung, tapi tidak terlalu jauh. Kini mereka berdiri berhadapan.
"Apa kau mencintai Yoona?" tanyanya langsung, karena dia tidak ingin berbasa-basi lagi. "Tolong jawab dengan jujur."
"Apakah jawabanku nantinya akan mengubah pandanganmu terhadapku?"
"Mungkin."
"Baiklah." Siwon menghela napas dan memandang Hankyung tepat di manik matanya. "Aku mencintainya, tapi tidak sebesar cintaku pada Sooyoung. Sejak dulu aku hanya menganggapnya sebagai adikku."
"Lalu, kenapa kau masih terus berhubungan dengannya?"
"Karena aku tidak ingin mengecewakannya. Aku sudah berusaha untuk mencintainya sebagai seorang perempuan, dan tetap tidak bisa. Tapi sekarang aku sadar kalau tindakanku selama ini salah. Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya."
"Sudah cukup." Hankyung mengangkat kedua tangannya. "Aku menghargai kejujuranmu serta perasaanmu padaku. Tapi saat ini aku belum bisa membalas perasaanmu karena ini hal yang baru bagiku. Akan lebih baik kalau kita saling memberikan waktu untuk berpikir. Aku harus menemukan sendiri perasaanku padamu seiring berjalannya waktu, sementara kau harus menetapkan perasaanmu yang sesungguhnya. Mungkin saja perasaan yang sedang kau alami saat ini hanya bersifat sementara. Jadi sampai saat itu tiba, maukah kau menungguku?"
"Apa itu artinya kau tidak menolakku?"
Hankyung menggelengkan kepalanya.
Siwon menunjukkan senyum terbaiknya dan sekali lagi meraih Hankyung ke dalam pelukannya. "Terima kasih. Terima kasih karena kau mau memberikan kesempatan padaku. Aku tidak peduli kalau kau masih belum bisa membalas perasaanku, asalkan kau tetap berada di sini, itu saja sudah cukup buatku."
Sepertinya Hankyung harus membiasakan dirinya terhadap sentuhan aktor ini mulai dari sekarang.
.
.
.
Sungmin terkejut begitu mendengar seseorang sedang mengetuk-atau lebih tepatnya menggedor-gedor-pintu apartemennya. Semua lamunannya buyar seketika.
Sambil berjalan menuju pintu, Sungmin mulai bertanya-tanya dalam hati. Siapa yang sedang bertamu di malam selarut ini? Apa mungkin itu tetangganya yang sedang mabuk, dan salah mengenali apartemennya?
Dengan perasaan was-was dia perlahan membuka pintu tersebut.
Dia kaget bukan kepalang begitu melihat sosok menjulang Cho Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya. Kyuhyun terlihat berantakan dan sedikit pucat. Ada apa dengannya? Dan rasa kagetnya tidak berhenti sampai di situ, karena sekarang penyanyi itu mendaratkan kepalanya di bahu Sungmin.
"Ya, yah!" Sungmin berusaha untuk mendorong Kyuhyun, tapi tidak bisa. Tubuh penyanyi itu ternyata lebih berat dari dugaannya.
"Aku baru saja merasakan patah hati. Ternyata rasanya begini menyakitkan." katanya pelan dengan nada suara yang jelas-jelas terluka.
Sungmin bisa merasakan kausnya mulai basah. Kyuhyun menangis?
Kemudian dia memutuskan untuk merangkul Kyuhyun dan mengusap-usap punggungnya dengan lembut. Harus bagaimana lagi? Hanya itu satu-satunya yang bisa dilakukannya terhadap penyanyi ini.
.
.
.
Gak penting sih sebenarnya, tapi waktu iseng menjelajah arsip screenplay ternyata ff EXO mulai bertaburan ya. Aku juga suka EXO, tapi lebih suka lagi sama EXO M karena member yang disukai ada di sana semua. Kalau liat EXO M, aku jadi kepikiran sama SUJU M, dan kalau kepikiran SUJU M aku jadi keingat sama SiHan…! Lagi galau mikirin comeback Han ge yang berdekatan sama comeback SuJu oppadeul#abaikan!
Sheendyy : gak apa-apa, yang penting kamu tinggalkan jejak. Haha! Ini udah mulai diperjelas satu per satu, kan?
Kim Seo Jin aka Kimmy : waduh, kehadiran Yesung masih harus ditunda dulu nih, berhubung konflik pemeran utama udah mulai bermunculan. Tapi dia masih ada kok! Tenang aja.
FrankiezCrazy : Chapter 14 udah datang Saeng, makasih buat dukungannya yah! ^^
YunieNie : Mau shipper apa pun itu, yang penting saling menghargai. Ya nggak? Terus dukung aku ya!
Purpleita : Selamat datang reader baru! ^^ Senang bisa baca komen kamu. Kalo mau tau fb aku, kamu liat di atas, atau gak cari di profil aku yah. FF ini juga sempat hilang kok. Tolong terus dukung aku ya! Gomawo.
LiHae a.k.a Laila R : kalo gak frontal, gak bakal dia disebut Evil! Ahaha!#dideathglare Kyu. Terus tinggalkan jejaknya yah. ^^
Choikyuhae : KyuMin ini sebenarnya yang paling ribet chingu dibanding SiHan sendiri. Aku aja sampe pusing mikirin kisah mereka. Di sini udah diceritain kok tentang masa lalu Choi bersaudara juga Yoona. Terus dukung aku yah! ^^
Zakurafrezee : Wah, akhirnya kamu muncul lagi chingu, kutungguin lho! Hahaha!
Lullu48129 : Ini udah diceritain tentang masa lalunya Siwon-Sooyoung-Yoona. Apa? Adegan apaan? Aku kurang ngerti nih#sok polos! Wuahaha! Yadong nih. Masih lama itu chingu.
Ecca Augest : Ini chapter 14. Baca dan review yah. Dan masalah kapan ffnya selesai, udah aku jelasin di awal kok. Gomawo…
Lee Hyuka : Makasih udah bilang ceritanya bagus. Itu di atas udah aku sebutin nama fb ku, kamu tinggal add dan kirim inbox aja. Okey! Tolong dukung aku yah. ^^
Aku : Chapter ini udah jadiankah mereka?#lirik SiHan. Aku juga bingung! Hahaha. Tenang aja chingu, habis ini KyuMin momen akan bertebaran kok! Makanya dukung aku terus yah!
Chokyunnie : Ini udah kulanjut, lho. Makasih udah mendukung aku. ^^
Lici Lee : Hallo juga saeng! Aku tuh selalu senang baca repiu dari kamu lho. Makasih banget karena udah mendukungku. Ini aku udah usahain semampuku untuk membuat ff ini semakin baik lagi. Tenang aja ya. Adegan2 romantis udah ada di depan mata kok. Hahaha!
Annie Pumpkins : Iya juga sih, di sini KyuMin lebih complicated dibanding SiHan sendiri. Tapi tenang aja, jalan cerita KyuMin akan lebih lancar ke depannya kok. Jangan lupa terus dukung aku. Oke!
Kang Eunra : Makasih udah mau ngeripiu, jangan jadi silent reader lagi ya… Ini udah aku update secepat mungkin. ^^
Rizki : Kamu jadi suka sama SiHan? Wah! Senangnya! Makasih juga atas komentarnya. Dan terus dukung aku ya.
Han Gege : iya, aku gak peduliin si flamer itu lagi kok. Toh dia juga gak muncul lagi. Makasih juga udah mendukung aku…
Aidenlee : waduuhh, jangan nangis sekarang chingu… karena chapter berikutnya akan lebih parah lagi! ahaha!#digaplok SiHan dan KyuMin! Gomawo udah mensupport aku. Jangan bosan ninggalin komennya ya.
Key Shirui Alegra tiqa : Ini udah di update lagi, kecepatankah? Semoga tidak. Tenang, tenang, semakin ke depan, adegan romantisnya semakin banyak kok. Makanya, dukung aku terus yah! ^^ Gomawo.
Cho JunRy : Nah, ini udah muncul chapter yang selanjutnya. Makasih udah semangatin aku. Aku tetap semangat kok, berkat review dari kalian. ^^
Leelee Min : Gomawo udah baca ceritanya. Kyumin momen? Ada tuh, bentar lagi. Hahaha!
Vivinefetaria : Makasih juga udah mendukungku… ^^
KyuminSelamanyah : Annyeong wie! 16 yah, kamu panggil eonnie aja kalo gitu. #gak mau nyebut umur karena sensitive banget tuh. Hahaha! Iya, iya, aku juga karena suka sama KyuMin makanya buat ff tentang mereka juga. Fb? Itu udah aku sebutin di atas? Makasih udah mendukung aku ya. Jangan bosen untuk komen lagi, lho.
Evilyoura301 : Makasih juga udah mau komen.. ^^ aku udah tag-in kamu kan?
Alin Kim Na Na : Iya, udah selalu aku tag-in, kan? Kyumin jadian? Tenang aja, gak lama lagi kok.
Aoora : Gomawo chingu, udah terus meripiu karyaku ^^
ChaaChullie247 : Aduh,,, makasih atas dukungannya yah. Aku terharu tiap baca komen dari kamu#halah, lebay. Tapi bener lho! Ini mulai diceritain lho, masa lalu Siwon-oppa. ^^ tolong dukung aku ya. Henry dan Donghae? Itu udah kupikirin kok.
Fira Lau : Iya, aku gak peduli lagi sama itu flamer kok. Makasih yah udah dukung aku. Tolong tinggalin jejak lagi ya… ^^
2K Ribbon : Aku selalu tenang kok, Saeng. Makasih juga karena selalu menantikan karya ini. Tolong dukung aku lagi ya! ^^
Azezeheart : aku gak marah kok. Gomawo juga udah mendukungku ^^
Choi Young Gun : makasih ya atas dukungannya, Mira. ^^ jangan lupa tinggalkan komen lagi ya kalo chap ini udah dibaca.
K my name : iya, aku gak mikirin si flamer itu. ini udah terus aku lanjutin kok. Jangan lupa komen lagi ya. Oke!
Park Hyo Ki : Nah, udah kulanjut kok. Gomawo atas komennya. Sering-sering tinggalin jejak ya. ^^ Dan makasih udah menyukai Sihan..
Mikoto : Aduh, jangan stress dong chingu. Ini udah aku lanjut kok. Komen lagi yah. Gomawo.
Ena'wonkyu : Makasih udah semangatin aku. Terus baca dan komen ya! ^^
Yunjae SN : Aku gak akan ninggalin karya ini kok. Tenang aja. ^^ Makasih ya udah komen. Sering-sering lho. Hahaha!
Reeiini : Oke, ini udah terus lanjut kan! Thanks yah. Jangan lupa komen lagi. Oke!
Jesskaa : Yaaaahhh,, kok gak jadi buat fic Sihannya saeng? Sedih nih. Tapia pa boleh buat deh, kalo keadaannya gak memungkinkan. Makasih lho udah mendukung aku. Henry itu untuk sementara waktu disimpan dulu, tar dia akan muncul lagi kok. Hahaha! Ngebet banget ya sama pernikahan SiHan. Ada waktunya kok!
Siwonest : Iya chingu, aku masih terus lanjut kok. Tolong dukung aku terus ya. ^^
Kyuhaefangirl : Haha, lucu deh baca komen kamu. Tapi makasih banyak udah mau menyempatkan waktu untuk membaca ff ini. dukung aku lagi ya!
Katskrom : Gomawo juga! ^^
Enno Kim Lee : Yep, udah lanjut lagi kok. Jangan lupa komen ya.
Aery0021 : Iya, udah kulanjut kok. Gomawo. ^^
Mrs. Hyukie : Iyah, mudah-mudahan gak didelete lagi. *please God!* Gomawo udah baca ff ini. Komennya ditunggu.
Kyuheartbeats : iya, dijadikan couple kok chingu. Tapi sabar yah… aku juga gak mau pisahin mereka kok. ^^ Jangan lupa komen lagi, oke!
Udah semua kan? Ohya, para reader yang dulu-dulu pada kemana semua ya? Kok gak pernah muncul lagi. Yaudah deh.
Sampai jumpa chapter berikutnya…
Dan aku kepingin review, review, review … Hahaha!
