Episode 14 (Meet Crazy God with cosplay suit)

#NP: Spheres Trinity – OMG (Oh my Gosh!)

Memang, seperti yang kazuto duga, kapal ini tidak bisa cepat karena mesin utama rusak, butuh waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. Makanya, dia ingin membantu VC I karena kazuto juga paham dengan mesin. Di sisi lain, percy berbicara dengan nereid lokasi Scandinavian di mana, Jason sedang membetulkan lantai kapal yang mengalami kebocoran saat bertempur melawan Tonatiuh, dewa matahari Aztec yang berkhianat dan Mictlantecuhtli, teman baiknya dewa Tlaloc yang memutuskan berkhianat ke kubu Uranus. Mungkin bagi Kazuto, hal itu bisa menjadi masalah karena pengkhianatan mereka berimbas kepada pemuja dewa matahari itu. Entah apa yang terjadi, kazuto tidak bisa menjelaskan nya lebih lanjut. Saat itu, david mengetuk pintu ruang mesin dan berkata "Kazuto, boleh aku bicara sebentar? Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu." Kazuto pun meminta robot VC I untuk tetap mengerjakan tugasnya.
"Ada apa, david?"
"Apa kamu tahu di mana lokasi pahlawan atau dewa dewi di Scandinavian? Semua awak kapal tidak tahu di mana itu berada? Apakah mereka –"
"Tidak menurutku. Karena kalau mereka menggunakan barikade, pastinya mereka tidak ingin kita memasuki kawasan ini. Tapi, mereka malah membiarkan kita mencari perkemahan mereka. Kalau tidak salah perkemahan Viking. Perkemahan yang paling kejam, brutal dan—"
"Liar, benar." Kata david meneruskan. "Tetapi siapa yang mau membantu kita? Tidak ada satupun yang kenal dengan kita. Apalagi, keturunannya tidak diketahui siapa saja. Makanya, kemungkinan aku ingin tahu lebih banyak soal norse di laptopku. Jadi –" david pun mengangguk.
"Baiklah kalau gitu. Kalau ada apa-apa, hubungi aku. Aku mau bertanya kepada percy apakah dia tahu lokasi Scandinavian di mana."
"Baiklah." Kazuto pun kembali melakukan pengecekan mesin utama dan memperbaikinya.

Di sisi lain, setelah Percy bertanya-tanya kepada nereid, makhluk itu pergi dan wajah percy terlihat murung. David pun menghampirinya.
"Apakah kau sudah menemukannya?" percy pun menggeleng kepala, tetapi dia berkata "Tetapi, kita akan bertemu dengan Lautan Giblartar. Ada dewa minor bernama Herakles kalau tidak salah."
"Apa? Herakles? Aku tidak sudi bertemu dia lagi. Mendingan putar balik saja." Jawab Jason dengan enggan. Percy tidak mengerti maksud ucapan nya itu. Namun, dari nada sebal Jason membuat dia tidak mau bertanya lagi.
"Bagaimana kalau aku yang mengajak ngobrol sama herakles?" suara itu terlihat tidak asing. Tiba-tiba wildan muncul dari dalam kapal dengan raut mengantuk.

Wildan saat itu mengenakan baju biru berlambangkan uchiha di punggungnya, kemudia celana berwarna hitam dan rambutnya berantakan seperti habis kena setrum.
"Memangnya kau bisa mengobrol dengan nya?"
"Kalau dicoba kenapa tidak? Lebih baik aku mau mengajak si kazuto untuk ikut denganku. Bagaimana, kapten?" david melihat wildan dengan cukup yakin. Lalu, dia memberikan senjata glock kalau terjadi sesuatu yang tiba-tiba tidak terduga.
"Jaga dirimu, wildan. Sepertinya, si herakles itu memang menyebalkan. Aku tidak sudi punya saudara seperti dia. Kalaupun aku bertemu dengannya lagi, dia pasti tidak akan mengijinkan kita melewati lautan ini." Wildan pun mengerti maksud dari penjelasan Jason itu.
"Baiklah. Aku akan berhati-hati. Ayo kazuto, jangan betulkan mesin dulu. Kita mau bertemu dengan makhluk terkuat sepanjang masa." Kazuto pun mengangguk dan mereka menaiki kapal rakit menuju ke pintu laut giblartar. Setelah sampai di pantai, dia pun menuju ke tempat herakles. Bukannya herakles yang kenal, ternyata ada seorang laki-laki memakai cosplay. Terlihat dia memakai kostum bima satria garuda dengan pedangnya helios. Kazuto sama wildan pun terperanga saat ada orang memakai cosplay di saat suram begini. Dia juga bergaya ala BSG waktu itu.
"Wildan, dia itu memang gila atau bagaimana? Bagaimana dia menggunakan kostum tokusatsu?" wildan masih saja terperanga dan matanya terbelalak.
"Wildan!" kazuto menyikut wildan dan akhirnya sadar juga dia.
"Apa aku mengagetkan kalian?" kazuto dan wildan mengangguk pelan.

"Hahahaha. Maafkan aku karena herakles sekarang sibuk urusan pribadinya dengan Hebe, dewi kemudaan. Aku yang menggantikan dia untuk sementara."
"Anda siapa?" Tanya wildan
"Namaku Hœnir. Dewa pecipta atau bisa kau sebut creator manusia di masa viking."
"Masa…viking?"
"Benar. Waktu zaman dulu, pada masa pemerintahan Æsir,aku memang punya segudang ide untuk menciptakan manusia Viking di Scandinavian. Mungkin bagimu, terdengar asing. Tetapi, karena adanya perang Æsir–Vanir, sehingga aku memilih untuk menyingkir dari kedua pihak tersebut. Iya kau tahu, terdengar menyakitkan sih." Saat itu Hœnir masih memakai kostum BSG dan mereka tidak tahu wajah aslinya.
"Begitu iya. Kami ke sini untuk menghentikan rencana uranus bersama dengan para titan dan dewa dewi yang berada di pihaknya." Kazuto menjelaskan
"Iya. Kami mohon kamu buka gerbang nya karena kami ingin menyelesaikan misi ini."
"Terus apa?" tanya nya kepada mereka. "Cuma menyelesaikan misi saja tidak sanggup membuat ku tertarik karena banyak pahlawan viking atau kau lebih kenal dengan istilah demigod berharap banyak buatku. Tapi iya, karena aku hanya penjaga dan dianggap jutek kepada semua orang, mereka memilih menyerah. Apa kau bernasib sama seperti mereka?"
"Tidak. Kami tahu tugas ini berat karena tidak ada dewa yang mendampingi, tetapi paling tidak kita bisa mengajak kerja sama antara manusia fana, demigod atau viking dan dewa dewi di dunia."

Reaksi Hœnir berubah menjadi resah.
"Aku seharusnya membiarkan kalian lewat. Aku jadi bersalah rupanya. Herakles itu memang menyebalkan. Dia seharusnya pahlawan yang menjadi dewa minor, tetapi kelakuan dia dulu memalukan."
"Memangnya apa yang dia perbuat terhadapmu?"
"Dia menonton tv setiap waktu, kemudian berkomentar 'Mengapa pemeran yang jadi diriku jelek, gendut atau Cuma tampang keren saja? Mana ekspresinya'. Aku saja yang beres-beres rumah pun jadi kesal karenanya. Oleh karena itu, kalau aku jadi kau, mungkin aku bakal lebih gila kayak tadi itu." Kazuto pun mengerti maksud ucapan nya itu.
"Memangnya apa yang harus kita lakukan untuk—" tiba-tiba seluruh awak kapal argo 0 mendadak jadi gila.
"Kenapa dengan mereka?" tanya wildan
"Sebelum bertemu denganku, kalian menganggap penjaga pintu giblartar itu herakles menyebalkan?" wildan pun mengangguk. Hœnir tepok jidatnya sendiri
"Iya ampun." Kazuto sama wildan melihat awak kapal ada yang pesta anggur, kemudian bernyanyi-nyanyi, dance dan bicara sendiri sambil berkata 'Ahoy, kita sudah sampai di tujuan kita!', lalu ada yang bilang 'Hahaha. Saya suka pesta klub malam', dan paling parah, ada yang bertelanjang bulat. Terlihat jason sedang melakukan gangnam style bersama dengan david. Kemudian harper melempar botol ke semua awak kapal hingga mereka tidak merasakan sakit.

"Mereka terkena kutukan yang diberikan oleh Herakles. Aku tidak percaya ada teman kalian menghina herakles. Ini mengerikan! Aku harus mengambil tanaman itu. Oh iya, kalian harus ikut aku karena kalian tidak terkena kutukannya." Maka dia pun berlari menuju ke tempat tanamannya. Kazuto sama wildan menyusulnya
"Kutukan apa yang kau maksud?" tanya wildan sambil berlari-lari mengikuti Hœnir
"Kutukan gila." Kata percy muncul secara tiba-tiba. Dia menggunakan ikan paus sebagai kendaraannya.
"Percy? Sejak kapan kau—"
"Aku tidak dikutuk karena aku tidak mau membicarakannya ataupun menjelek-jelekkan dia. Tetapi, kenapa anda dikutuk?" Hœnir pun berterus terang dan berwajah muram
"Karena ketika itu, saat herakles keluar sebentar untuk mencari film terbarunya, aku bergaya ala cosplayer, kemudian minum anggur dan juga penampilan gila setelah memakai baju ini. Kemudian dia melihatku dan marah besar. Kemudian aku dikutuk jika ada pahlawan atau viking melintasi sambil memaki diriku atau herakles, mereka akan menjadi gila." Percy, kazuto, dan wildan terkejut saat mendengar penjelasan itu.
"tetapi, Norse sama Olympus kan—"
"Tidak berkaitan? Itu memang benar. Tetapi, inilah hidup. Kita tidak bisa melihat dari sejarah kuno saja. Kau harus menggabungkan realita dan tindakan jika ingin menyelesaikan misi ini. Itulah terjadi, nak."

"Lalu bagaimana caranya mereka kembali normal?"
"Sebenarnya ada, tetapi kau harus berhati-hati. Ikutilah peta ini dan carilah temanku bernama Mimir. Dia tidak berkepala, tetapi dia sangat mengenal jika viking atau bukan. Dia memang dibenci oleh Odin saat itu, tetapi, kau harus bertemu dengannya dan minta dia anggur merah. Tapi, jika kau buat dia marah, maka—" karena Hœnir tidak meneruskan ceritanya, jadinya mereka bertiga mengerti maksud ucapan si Hœnir tersebut.
"Baiklah. Kami akan membantu mu dan menyelamatkan teman-temanku. Tapi berjanjilah, bahwa herakles tidak tahu soal ini." Kata wildan dengan tegas
"Aku berjanji. Cepatlah kalian sebelum terlambat. Ini aku bawakan kertas yang aku cetak buat mengantarkan Mimir. Aku yang menjaga mereka. Ingat, waktu kalian tengah malam. Jangan sampai terlambat. Sekarang pergilah!" mereka pun mengangguk dan pergi menuju ke tempat tinggal Mimir berada. Saat berlari, percy memberikan Mini gun kepada wildan sebagai jaga-jaga jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan.
"Ini untuk apa?"
"Untuk jaga-jaga, lockon." Ujar percy "Pokoknya kita harus berhati-hati dengan dia. Paling tidak kita bicara dulu denganya."
"Aku setuju dengan percy. Rumahnya di—" ada raksasa tengkorak yang menjaga rumah Mimir. Percy terkejut saat ada titan yunani kuno menjaga rumah tersebut. Ternyata, dia helios. Wujudnya sekarang berbeda dari yang sebelumnya. Jika di manhattan berkepala manusia, maka dia berkepala tengkorak.

"Helios lagi? Yang benar saja?! Teman-teman, kalian duluan saja. Aku akan menyusul ke tempat mimir! Cepat pergi!" ujar kazuto dengan tegas. Percy dan wildan pun pergi.
"Nah, helios. Saatnya mengulang pertarungan kita!" ujar kirito. Sementara percy dan wildan menuju ke rumah mimir yang tidak jauh dari sini.

Di sisi lain, ada 3 orang yang turun dari kapal argo II. Yaitu, dimas, violet chase dan sammy valdez.
"Helios kah?" kata dimas
"Woow. Helios iya? Kayaknya dia tidak seperti dulu saat di manhattan. Kita sudah mengalahkan hyperion sama oceanus. Kemudian, muncul dia? Titan tidak pernah mati rupanya." Ujar violet menggerutu.
"Ayo bantu kazuto sebelum pacarnya datang ke sini. Bisa-bisa aku dimarahi sama si satyr jago karate." Violet pun mengangguk dan langsung berlayar dengan menggunakan perahhu boat

To be Continued