Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

Catatan :

.

Peringatan...!

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung suku, ras, agama dan apapun, hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

.

Enjoy for read

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

~ A DREAM ~

[ Chapter 13 ]

.

.

.

.

Sasuke pov.

Pamit untuk kembali ke hotel tempatku menginap, meskipun dokter Orochimaru menawarkan untuk menginap dirumahnya, aku merasa tidak enak jika harus tidur di rumahnya, dia adalah dokter senior yang cukup di segani, saat muda dulu dia rajin melakukan operasi otak, gelar kami sama, tapi aku tetap merasa jika dia lebih di atasku, kepintarannya melebih orang jenius, aku tidak bisa meragukan apapun darinya.

Aku hanya datang untuk konsultasi padanya, tentang keadaan Sakura dan mimpi anehnya dan juga aku, tentang aku yang ikut mendapatkan mimpi aneh, dokter Orochimaru hanya memintaku untuk melihat mimpi itu baik-baik, aku tidak boleh lari jika tidak ingin terus mendapatkan mimpi buruk itu.

Sekarang, aku harap Sakura baik-baik saja dan mau melakukan terapinya dengan baik, jika saja dia kembali mengamuk, aku sudah berpesan pada dokter Tazuna agar memanggil para perawat laki-laki yang khusus untuk menangani Sakura.

Amnesia dan lucid dream, di saat dia akan mengingat segalanya, dia akan segera mengakhiri hidupnya, cerita-cerita itu mungkin benar jika dia hanya ingin membuat dunianya sendiri, tapi akhirnya tidak begitu baik, jadi aku berkesimpulan, saat dia akan berada dalam fase lucid dream, dia mengingat segalanya, tapi sikapnya berubah total dan memilih untuk bunuh diri, lucid dream akut, di saat dia tidak sedang bermimpi, dia akan menjadi pasien yang amnesia, bagaimana bisa mengobatinya jika seperti itu? Membedah otaknya pun tidak ada gunanya, semuanya tetap normal, hanya mental dan pikirannya terganggu, tapi dia tetap membuat dirinya waras, mungkin trauma yang akan sangat sulit di lupakannya dan terus membuatnya ingat hingga sekarang.

Amnesia, lucid dream akut, gangguan mental hingga paranoid, dan juga trauma.

Aku, sampai kapan pun bahkan di kehidupan ini aku akan terus bersalah padanya, aku tidak pernah benar-benar bisa menolongnya, bahkan dengan gelar dokter ini, hanya gelar saja dan aku tetap bukan apa-apa.

Ending Sasuke Pov.

.

.

.

.

Menatap dokter Tazuna, sejujurnya aku tidak ingin menggunakan metode terapi beberapa hari yang lalu, aku takut, aku sangat takut, semua hal yang ada di dalam mimpi itu membuatku bingung.

"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanyaku.

"Mau mencobanya lagi?" Tawarnya.

"Tidak." Tolakku.

"Itu hanya bayanganmu saja, belum tentu kehidupanmu, Sakura."

"Aku tetap tidak mau, dokter punya metode lain?"

"Uhm... tidak ada, aku sedang malas mencari metode terapi."

Apa dia seorang dokter? Apa benar dia ini dokter? Aku tidak percaya ada dokter yang malah berbicara seperti itu.

"Jadi penyakitku ini apa?" Tanyaku.

"Hanya amnesia." Jawabnya sederhana.

"Jika amnesia kenapa tidak di pulangkan saja dan mendapat perawatan bersama keluarga?"

"Amnesiamu cukup rumit Sakura."

"Rumit bagaimana? Apa ada amnesia seperti itu?"

"Kepribadianmu jadi dua, aku akan menjelaskannya, tapi saat dokter Sasuke kembali, jangan katakan apapun padanya, aku mengatakan hal ini karena ini termasuk cara terbaik untuk kesembuhanmu, Sakura."

"Aku berjanji tidak akan mengatakan apapun pada dokter Sasuke."

Aku sangat penasaran, dokter Tazuna sangat baik mau menjelaskannya secara sederhana. Jadi benar, aku mengalami amnesia, aku sudah yakin itu sebelumnya, jika bukan gila, aku hanya lupa ingatan, banyak hal yang aku lupa dan aku hanya mengingat namaku saja.

Hal lain yang dijelaskan dokter Tazuna cukup membuatku bingung, kepribadianku berubah, jadi di saat aku mengalami lucid dream, mungkin maksudnya adalah mimpi buruk yang sering di tanyakan dokter Sasuke padaku, di saat aku bermimpi, diriku yang sebenarnya masih dalam fase sadar dan melakukan aktifitas, ini sedikit membuatku merasa aneh, dua kepribadian yang berbeda, jadi aku yang sebenarnya.

"Kau yang mengamuk dan melukai dokter Sasuke." Ucap dokter Tazuna.

Deg.

"Ja-jadi a-aku ini siapa?" Ucapku, ini sangat mengerikan, aku ini manusia 'kan? Aku Haruno Sakura, aku memiliki wujud, aku ini bukan roh yang sedang merasuki Sakura asli 'kan? Aku semakin bingung.

"Kau adalah kepribadian yang lain dari Sakura yang asli, jadi tenang saja, kalian orang yang sama, tapi aku bingung bagaimana membuat kalian bersatu, Sakura yang asli sangat aneh dan emosinya tidak stabil, sedangkan kau tenang dan lupa akan segalanya, operasi otak pun tak berhasil padamu."

"Jika saja aku terus mengalami lucid dream, artinya Sakura asli yang akan muncul?" Ucapku, aku menjadi sedih, seakan aku ingin tubuh ini dan pikiran ini hanya untukku saja, Sakura asli sangat berbahaya dan dia malah melukai dokter Sasuke.

"Tentu, Sakura asli akan terus muncul jika kau tidak bangun."

Pembicaraan hari ini sedikit membuka rasa penasaran terhadap penyakit anehku, karena dokter Tazuna menganggap pembicaraan tadi juga termasuk sebuah terapi, dia memintaku segera kembali ke kamar dan beristirahat, menatap diriku di sebuah cermin yang berada di kamarku, amnesia dan lucid dream, aku tidak tahu jika itu adalah penyakit, bukan, mungkin saja mereka saja menempatkanku di rumah sakit agar tidak berkeliaran seperti orang gila di jalan dan juga dokter Sasuke akan terus mengawasiku.

Memegang wajahku, ini adalah milik Sakura, mungkin saja Yamanaka Sakura, dan aku adalah Haruno Sakura, masih ada hal yang belum aku ketahui, hubunganku dengan dokter Yamanaka, dokter Sasuke dan aku rasa dokter Kabuto pun terlibat, dia pasti mengetahui sesuatu, sikapnya juga aneh padaku.

Ketukan dari pintu dan seseorang masuk.

"Kau datang lagi? Aku sudah katakan untuk tidak perlu menjengukku." Ucapku.

"Apa maksudmu? Aku hanya datang untuk mengingatkan utangmu padaku." Ucap Kiba, dia datang hanya untuk itu, tapi tangannya tak pernah kosong, kali ini membawakan apel manis dan juga bunga baru.

"Aku tidak suka buah, aku suka kue yang enak." Ucapku.

"Makanya lain kali katakan apa yang harus aku bawa! Kau tidak mengatakannya padaku!" Ucapnya dan dia malah marah padaku.

"Terima kasih, kau ini benar-benar repot." Ucapku, aku hanya bercanda dan dia terlihat kesal.

"Lagi pula, aku membawa ini, sekarang bacalah dan aku akan mengawasi kamarmu." Ucapnya. Kiba menepati janjinya, dia membawakan data rekam medicku yang baru.

Aku mulai membacanya, nama itu tetap Yamanaka Sakura, riwayat lainnya, aku pasien yang di rujuk dari rumah sakit kota Kiri, status terakhir aku koma selama 1 tahun, mengalami geger otak sedang dan telah di operasi. Sepertinya aku pernah mengalami masalah, mungkin semacam jatuh atau kecelakaan.

"Ada apa?" Tanya Kiba padaku.

"Aku pasien rujukan dari kota Kiri, mereka hanya menjelaskan riwayatku sebelumnya, aku pernah koma dan mungkin mengalami kecelakaan yang cukup parah."

"Dan sekarang kau terlihat baik-baik saja, jadi apa yang membuat mereka menahanmu?" Ucap Kiba, dia pun jadi penasaran akan statusku di rumah sakit.

"Aku hanya amnesia dan di tahan cukup lama di rumah sakit, apa ini tidak aneh?"

"Ini sangat aneh, kau masih tetap bukan agen rahasia kan?" Ucapnya, lagi-lagi mengatakan hal konyol itu.

"Aku sudah berbicara dengan dokter Tazuna, dia dokter terapiku, katanya aku hanya mengalami amnesia, seharusnya aku sudah harus pulang." Ucapku, aku tetap tidak bisa keluar.

"Aku akan membantumu keluar, bagaimana?"

"Sungguh! Apa aku bisa keluar?" Ucapku, aku sangat ingin keluar dari rumah sakit ini, tapi, aku lupa jika sedang mengalami amnesia dan alasan khusus aku tetap di sini agar Sakura asli tidak muncul dan malah mengamuk konyol di tengah jalan. "Maaf, aku hanya membuatmu susah, aku akan tetap di rumah sakit ini, menjalani terapiku dengan baik hingga aku sembuh." Lanjutku, aku yakin tidak ada yang sia-sia, dokter disini semuanya begitu baik demi kesehatanku, apalagi dokter Tazuna akan berusaha membuatku ingat kembali apapun tanpa harus mengamuk seperti orang gila, aku harus menghargai bantuannya itu.

"Jika kau tidak ingat apapun, tinggal saja bersamaku." Ucapnya dan mengalihkan tatapannya dariku.

"Pulang sana!" Ucapku dan melempar bantalku ke arah wajahnya.

"Aku hanya ingin menolongmu!" Ucapnya, kesal.

"Seperti yang sudah aku katakan tadi, aku akan sembuh dan keluar, aku tidak ingin keluar secara tiba-tiba sebelum benar-benar mendapat kesembuhanku, dan lagi aku harus menunggu dokter Sasuke, dia pasti akan sangat marah saat tidak menemukan berada di rumah sakit."

"Keputusan yang konyol, mereka hanya menahanmu saja, mungkin seharusnya kau berada di rumah sakit jiwa, tapi seseorang yang berada di balik semua ini berharap kau tetap di rumah sakit umum ini agar kau tidak menderita, pasti akan sangat aneh ketika kau sadar, kau berada di sekitar sekumpulan orang yang tidak waras, hal itu malah membuatmu ikut menjadi tidak waras. Kau tahu, semacam sugesti, jika kau ingin sembuh kau harus tetap berpikir positif." Jelas Kiba.

Mendengar baik-baik ucapan Kiba, ucapan itu bisa menjadi salah satu alasannya, Kiba ini, apa dia orang yang jenius? Bagaimana dia bisa berkesimpulan seperti itu? Dia pun memikirkan hal yang mungkin saja sedang terjadi padaku.

Satu-persatu kepingan penasaran ini terkumpul padaku, sekarang orang yang harus aku datangi adalah dokter Yamanaka, dia harus berbicara padaku, masih ada dua hari lagi sebelum dokter Sasuke kembali, ini bisa menjadi kesempatanku dan juga aku harus berbicara dengan dokter Kabuto.

"Terima kasih, Kiba! Aku sungguh berterima kasih padamu, kau membuka pikiranku." Ucapku.

"A-apa itu? Aku hanya sedikit membantumu, lagi pula kau terus menumpuk utang padaku." Ucapnya dan terlihat malu, aneh, kenapa wajahnya merona?

"Aku akan membayar utangku." Ucapku.

"Bagaimana kau membayarnya?"

"Kau ingin berapa? Aku akan membayarmu, jika perlu akan ku cicil."

"Aku tidak perlu uang, nona."

"Lalu, apa?" Ucapku, bingung.

"Bagaimana jika jalan-jalan seharian, aku senang jika hanya seperti itu."

Cara membayar yang sangat sederhana, aku sudah meminta bantuan banyak darinya, tapi dia hanya meminta untuk jalan-jalan saja.

"Baiklah." Ucapku, sepakat, lagi pula aku tidak akan rugi besar.

.

.

.

.

Dokter Yamanaka.

Menatap tulisan di papan depan pintu, ini ruangan dokter Yamanaka, berharap menemukannya di dalam, mengetuk beberapa kali dan dia membiarkanku masuk, membuka pintu dan melihat ke dalam, dokter Yamanaka tidak sendirian, dia bersama dokter Kabuto dan sepertinya sedang berbicara serius.

"Sakura? Apa yang kau lakukan disini?" Ucap dokter Yamanaka dan sangat terkejut.

"Ma-maaf, jika aku mengganggu, aku akan kembali ke kamar." Ucapku.

"Tidak perlu, kemarilah dan katakan apa yang ingin kau katakan." Ucap dokter Kabuto.

Suasananya jadi cukup aneh, aku sedikit takut berhadapan dengan mereka, meskipun aku merasakan jika mereka dekat denganku.

"Dokter Kabuto, kau harus tahu posisimu dan lagi jangan memperlakukan Sakura seperti itu." Tegur dokter Yamanaka pada dokter Kabuto.

Kenapa jadi tegang seperti ini? Aku hanya ingin berbicara santai saja dan menanyakan beberapa hal.

"Tenanglah dokter Ino, Sasuke sedang tidak berada di Konoha, dia tidak akan tahu." Ucap dokter Kabuto.

"Kau mau membuat Sakura sakit lagi! Aku tidak akan membiarkanmu." Ucap dokter Yamanaka.

"Kalau begitu, katakan Sakura, kau pasti ingin membicarakan sesuatu pada kami."

Dokter Kabuto sepertinya tahu jika aku ingin mengatakan apa.

"Sebelumnya aku sudah pernah menanyakan ini pada dokter Yamanaka, tapi dia tidak menjawab apapun, jadi apa aku bisa menanyakannya kembali? Dokter Yamanaka, apa kita ini keluarga?" Ucapku dan tetap saja, tatapannya sama, dia terkejut mendengar ucapanku.

"Nah, dokter, jawab pertanyaan Sakura." Dokter Kabuto seperti sedang membantuku menyudutkan dokter Yamanaka.

"Ti-tidak ada hubungan apa-apa." Ucap dokter Yamanaka dan bibirnya bergetar, dia seakan takut untuk berbicara jujur.

Menatap ke arah dokter Kabuto dan dia hanya menghela napas, seperti sebuah tanda kekecewaan, dia kecewa terhadap siapa? Ucapan dokter Yamanaka?

"Baiklah, sekarang, dokter Kabuto." Ucapku dan menatapnya.

"Ya?" Dia terlihat santai dan malah senang saat aku mulai bertanya padanya.

"Apa kita ini pernah berhubungan? Semacam teman kuliah?" Ucapku dan lagi-lagi aku mendapat tatapan terkejut itu.

"Kau mengingatnya?" Ucapnya, dia bergegas menghampiriku dan membuatku takut, mundur perlahan menjauh darinya.

"Ti-tidak, ini hasil terapiku, aku bermimpi bertemu dokter Kabuto sebagai teman kuliahku di kampus Z, kota Kiri, kita sama-sama kuliah jurusan kedokteran." Ucapku.

"Dia bukan Sakura, dokter Kabuto, kau harus sadar itu." Ucap dokter Yamanaka.

"Omong kosong! Jika dia bukan Sakura, dia siapa! Ayo katakan! Dia siapa!" Ucap dokter Kabuto dan dia terlihat marah, tangannya terus menunjuk ke arahku.

"Sakura kita sudah mati! Kenapa masih di ungkit lagi!" Teriak dokter Yamanaka.

Deg.

Perasaan macam apa ini, rasanya kakiku jadi sangat lemas dan telingaku seakan mendengar bunyi dentingan yang sangat nyaring, kepalaku sakit, napasku jadi sesak, sangat sesak hingga membuatku sulit bernapas, leherku terasa tercekik.

"Sakura! Sakura! Bertahanlah, aku akan membawamu." Samar-samar aku mendengar suara itu, suara dokter Kabuto, aku merasakan jika dia mengangkatku dan berjalan lebih cepat, aku sudah tidak kuat lagi, rasanya sakit dan pusing.

Kali ini hanya ada kegelapan yang aku lihat.

.

.

TBC

.

.


update...~

oh ya, jika kalian buka fic lewat kompi or laptop, sempatkan buka profil author yaa, ada vote untuk fic oneshoot yang mungkin kalian sangat berharap ada sequelnya. XD *malah promosi*.

di chapter ini sebenarnya ada clue tersembunyi, paling awal-awal chapter, author menyinggung tentang Sasuke, dan Sasuke sudah mengatakanya sendiri, yaah, tebak-tebak saja, hehehehe XD *kabur sebelum di gebukin* XD.

baiklah, author akan menjawab beberapa pertanyaan yang lewat di review. untuk Lacus Clyne 123, author udah jelaskan sedikit, yak bisa di tebak saja, hehehe, *alasan nggak jawab lebih lanjut*, bisa jadi, sikap Kiba juga aneh, tapi dia termasuk memiliki peran yang penting nantinya dan kiba bakalan bongkar opss..~ nggak ada spoiler, heheheh. :)

jadi sakit Sakura sudah terungkap disini, tapi masih tetap ada beberapa hal yang mengganjal dari sakitnya, author masih belum menjelaskan segalanya, nanti XD

.

.

See you next chapter.