"Halo Yifan. Long time no see"
…
Yifan rasanya ingin meremukkan badan orang di hadapannya ini.
Zi Wei.
"You're grow up very well son" ujar seorang perempuan memakai dress tanpan lengan dan belahan sepaha berwarna merah.
Song Qian.
"Aku sangat bersyukur anda bukan lagi bagian dari keluarga Wu" ujar Kris dingin. Disambut kekehan oleh Qian.
"Ah, like father like son" ujar Qian lalu merapikan helai – helai rambutnya.
Menurut pengakuan Jimin. Ada yang aneh dengan pesta itu baik Zi Wei, Jaden, dan Qian sama sekali tidak menyentuh hidangan mereka. Rupanya rencana Yifan telah diketahui oleh ayah Zi Wei.
Wang Lei.
Flashback On
"Firasatku tidak enak" ujar Wang Lei untuk kedua terakhir kali.
"Tenanglah baba. Aku sudah mempersiapkan semuanya"
Lalu tiba – tiba masuklah seorang staff disana dan memberitahukan rencana Kris. Rupanya ia mata – mata Feng Gang yang bekerja di organisasi Ace milik Kris
"Jadi begitu…"
"Zi Wei.."
"Ya Baba?"
"Ini tugas pertamu…"
"…membunuh Yifan"
…
"Azura"
"Ya…?"
"Bagaimana dengan Yifan?"
"Dia sedang pergi ke pelabuhan bersama kaki , cucu anda, beserta Tao diamanatkan untuk tinggal di department store. Disana sudah ada body guard yang menyamar menjadi staff dan pembeli"
"Aku punya rencana…"
"Apa itu Tuan?"
"Habisi orang yang ada di department store itu. Sekap mereka bersama Taemin. Dan bawa kedua cucuku bersama Tao"
"Baik tuan, segera laksanakan"
...
Tin tin!
Sebuah truk besar datang ke kediaman Feng Gang.
"Permisi pak saya ingin membawakan hadiah untuk Tuan Zi Wei" ujar sopir itu kepada security
"Atas nama siapa?"
"Atas nama…"
"…ACE"
…
Jaejoong hari ini sedang membuat kopi untuk Yunho yang sedang bicara serius dengan para asistennya, mereka merencanakan Plan cadangan jika itu tidak berhasil.
"Pokoknya setelah mendapat aba – aba dari Yifan suruh polisi itu menyergap rumah-"
PRANG!
Entah kenapa Jaejoong tidak begitu hati – hati hingga air panas mengenai tangannya yang reflek menyengol gelas hingga jatuh dan pecah. Yunho yang pertama kali melihat keadaan tangan Jaejoong yang merah membengkak dan terluka.
"Apa yang terjadi padamu boojae?"
"Bear…perasaanku sungguh tidak enak" dan entah kenapa Jaejoong tiba – tiba menangis.
Seketika ia teringat putra kecilnya.
…
"Baiklah…siap…" ujar Security setelah menelpon Tuannya, akankah diperbolehkan atau tidak.
"Kau diperbolehkan masuk cepat"
"Terima kasih pak!" ujar Supir itu tersenyum senang. Ia memakirkan truknya dihalaman belakang. Lalu membuka seluruh pakaian supirnya dan berganti kepada pakaian pelayan.
"Now on Jimin, you are butler for this party" ujar supir itu yang tak lain adalah Jimin sambil mempersiapkan pisau dipinggang dan di kedua kakinya yang apik disembunyikan oleh rompi dan celana pelayannya.
Ia membuka truk itu menghadiahkan orang – orang yang tengah bertelanjang dan saling berhimpitan.
"Ah kasian sekali diri kalian. Ayo turun dan berpakaian" ujar Jimin menyuruh mereka turun dan selagi mereka turun mereka disuntikkan sesuatu.
"Kira – kira kapan efeknya ya?" ujarJimin menerawang. Dan disaat Jimin menerawang itu disanalah ia melihat Himchan tengah diseret secara halus-tubuhnya di tuntun untuk berjalan dengan pistol yang tertodong di belakang kepalanya-
"Astaga…Yifan harus tahu ini…"
…
Jaden masuk kedalam sebuah kamar berisi tiga orang anak kecil yang masih dalam pengaruh obat bius. Mereka dibiarkan tidur meringkuk dilantai dengan posisi kaki terikat, tangan terikat kebelakang, dan mulut yang disumpal dengan kain.
"Azura…"
"Ya Tuan Jaden…?"
"Yang mana…boneka Yifan…?"
"Yang bersurai hitam tuan…"
"Ah yang ini" ujar Jaden lalu tertarik untuk mendekat kearah Tao. Ia merapikan poni Tao agar bisa melihat wajah bocah itu lebih jelas.
"Ah, dia begitu manis pantas Yifan begitu menyukainya…"
"…sayangnya bocah ini tak pantas menjadi sainganku"
…
Kyuhyun saat ini entah mengapa merasa gugup. Ia berjalan mondar – mandir layaknya setrikaan. Dalam hati ia terus merapal bahwa anaknya akan baik – baik saja sampai seorang maid menghampirinya.
"Tuan, ada paket untuk ada pengirimnya bernama Yuan Zi Wei"
Seketika waktu serasa berhenti untuk Kyuhyun.
Didalam paket itu ada foto kedua malaikat kecilnya dan Tao.
"KIM KIBUM!" ujar Kyuhyun teriak memanggil suaminya.
Lebih tepatnya meraung – raung.
"Ada apa kyu- Astaga Kyuhyun!" ujar Kibum terhenti melihat foto anak – anak tak berdosa itu dalam keadaan terikat dengan tali dan pingsan. Ia langsung melihat Kyuhyun yang meraung – raung panik dilantai, para maid menjadi panik sendiri sampai Kibum datang dan memeluknya.
"Hiks…ayo kita kerumah Jaejoong…Kibumie" ujar Kyuhyun masih terisak.
…
Jaejoong memiliki reaksi yang lebih parah.
Ia bahkan hampir pingsan setelah mendapat foto itu dari Kyuhyun.
"Joongie…mianhamnida….hiks….naegateullyeoss-eo hiks..mianhae Jaejoong-ah" ujar Kyuhyun menangis dalam pelukan Kibum.
"Aku akan menelpon Myungsoo" – Yunho.
"Aku juga akan menelpon hyung, siapa tau dia juga bisa membantu"
…
Sekarang isak tangis di rumah itu bertambah menjadi empat orang.
Sunggyu dan Jungsoo ikut menangis mengetahui bahwa putra mereka berdua ikut diculik.
"Kita harus memanggil Yifan" berang Kangin.
Emosinya sudah diubun – ubun sekarang.
Beraninya orang laknat itu menculik anaknya, keponakannya, bahkan sampai anak koleganya.
"Aku rasa Zhoumi juga harus tahu perbuatan mantan istrinya" seru Myungsoo dingin melihat orang yang ia cintai masih belum mau terbangun dari pingsannya dan putra satu – satunya yang berada dalam bahaya.
…
"Aku tak menyangka kau juga menculik putra Kangin dan Myungsoo" ujar Jaden sesaat melihat Zi Wei masuk dengan tiga orang anak lainnya. Hanya satu anak yang seumuran dengan Minseok yang masih sadar sementara duanya bernasib sama dengan Jongin,Tao dan Minseok.
"Ah? Mereka? Ini sebagai ancaman supaya dua orang itu harus ikut campur. Aku baikkan? Membuat mereka ikut terlibat juga"
"Kau begitu bodoh Zi Wei. Anak Myungsoo ini mendengar semuanya"
"Apa peduliku…" ujarZi Wei lalu menghampiri Himchan yang meringkuk diam dan mengelus rambutnya halus sambil tersenyum.
"…toh mereka semua juga akan mati ya kan?"
"Masa bodoh dengan itu. Yang penting mana yang harus kusentuh?" ujar Jaden ketika melihat Azura datang dengan nampan berisi beberapa suntikkan dan botol cairan serta sarung tangan latex.
"Cucuku dan boneka Yifan" ujar Zi Wei dingin, sambil matanya menatap terus kearah Himchan.
…
Jimin merasakan kejanggalan setelah melihat Himchan masuk kemari, dan menemukan Qian, Zi Wei, Jaden, bahkan Wang Lei tidak ada ditempat setelah pelantikan dan memang pestanya kian 'panas' berkat 'hadiah' dari Kris.
Tiap bilik – bilik rumah ini penuh dengan suara desahan.
Tapi bukan itu yang Jimin cari.
Dia harus mencari 'keadaan yang sebenarnya terjadi disini' terlebih kaki tangan Zi Wei seperti Azura, dan sikembar Caline dan Celine tidak terlihat.
Ah panjang umur.
Jimin melihat Azura masuk kedalam suatu tempat.
Itu kamar Wang Lei.
…
Yifan sudah tahu semua dari Jimin. Rencananya telah diketahui oleh mata – mata Zi Wei yang bodohnya tidak terdeteksi oleh Yifan sejak dahulu.
"Kalian benar – benar ingin mati ditanganku…" geram Yifan.
"Ah, engkau pikir aku tidak tahu niat busukmu? Melemahkan semua orang dengan cairan itu? Kuakui engkau cukup cerdik tapi maaf akupun tak berminat dengan kolega – kolega itu, justru engkau memudahkanku mengambil semua saham mereka jika mereka semua sudah mati. Berbicara tentang anak buah? Ah… aku bisa mendapatkannya dimanapun." Ujar Zi Wei yang tampak main – main lalu berubah dingin.
"Habis kau ditanganku Keparat" ujar Luhan emosi ingin menerjang Zi Wei namun ditahan oleh Yifan .
"Ledakkan rumah ini" titah Sehun dingin pada Taehyung.
"Meledakkan rumah ini berarti sama saja meledakkan mainanmu Tuan Oh" ujar Jaden tak kalah dinginnya membuat Taehyung terhenti menekan tombol 'Start' dalam tab miliknya.
Jaden pun menunjukkan sebuah kamera dimana di ruangan itu ada Tao, Jin, Jungkook, Jongin, Minseok, dan Himchan yang disekap disana dan ada bom aktif yang tertempel ditubuh mereka masing - masing tersebut.
"Tak ada cara lain selain one by one rupanya" ujar Minho mengeluarkan anak panahnya.
…
"Tch! Aku benci bermain – main dengan anak kecil" ujar Yongguk kesal dihadiahi kekehan oleh Jimin.
Ya saat ini kedua orang ini sedang membantu menjinakkan bom ditubuh Himchan untuk pertama kalinya dengan pisau – pisau yang dibawa oleh Jimin dipakaiannya.
Lalu mengapa mereka berdua tidak kelihatan saat Jaden memperlihatkan rekaman tadi?
Terima kasih untuk Jimin yang memprint foto dari kamera yang terpasang apik dalam tripod yang menjadi senderan kamera Jaden itu lalu menempelkannya ke lensa seolah – olah itu adalah rekaman bukannya sebuah foto.
"Mengapa aku terlebih dahulu…?" ujar Himchan pada Jimin dan Yongguk yang tengah berkutat sekarang.
"Eung…karna dirimu cucu menteri?" ujar Jimin asal.
"Kalian satpam yang itu…" ujar Himchan kemudian menatap lekat wajah Yongguk dan Jin
"Ingatanmu baik" kekeh dingin Yongguk, dirinya saat ini tengah fokus membongkar bom yang berada dalam dada Himchan.
"Kalian harus menyelamatkan Tao, Jongin, dan Minseok lebih dulu mere-"
"Aku tau. Mereka disuntikkan cairan aneh, lebih baik dirimu diam dan setelah lepas nanti bantu aku" ujar Yongguk tenang.
Atau mungkin sebenarnya dalam hatinya, ia tengah panik?
"Yongguk-shi…"
"…khamsahamnida…"
Dan Jimin berani bertaruh dengan seluruh absnya bahwa Yongguk tadi tersenyum meski sangat tipis sekali.
Ah karena anak – anak ini mereka semua jadi kalang kabut dibuatnya.
…
Posisi mereka benar – benar terjepit sekarang.
Panahan Minho serta tembakan dari Luhan, Kris, maupun juga Sehun tidak berefek apapun pada ke-enam orang dihadapannya.
Darah masih mengucur segar di lengan kanan Yifan akibat sabetan samurai dari Azura.
Perempuan itu tidak bisa dianggap remeh.
Baik Luhan dan Sehun benar – benar harus ekstra hati hati.
Si kembar Caline dan Celine adalah pemain boomerang yang handal.
Boomerang dengan pistol bukanlah lawan yang imbang. Seharusnya yang melawan dua orang ini adalah Minho yang notaben-nya seorang arhery mungkin dapat mengimbangi duo kembar ini. Namun duo kembar ini dari awal menyerang mereka lebih dulu. Tiap peluru yang ditembakkan berhasil dihalau oleh boomerang milik mereka.
Dan boomerang itu berhasil melukai wajah mulus milih Luhan meski hanya sabetan kecil di pipi karna Luhan berhasil sedikit untuk mengelak dari serangan tiba – tiba itu.
Sementara Minho sangat kewalahan menghadapi Zi Wei dengan soft gun-nya.
Dibanding anak panah dengan peluru mana yang lebih cepat?
Sementara Taehyung sendiri harus memastikan tab Jaden itu ada dalam genggamannya apapun caranya namun ia tidak memiliki persenjataan apapun.
Hey dia selalu menjadi 'otak' daripada 'otot'!
"Hah…hari ini masih panjang" ujar Qian yang duduk manis memperhatikan mereka
…
Jimin yang melihat Azura masuk kedalam kamar Wang Lei itu hanya mengintip sambil mencuri dengar ada apa kaki tangan Zi Wei itu kekamar Wang Lei yang notabennya sudah pensiun dari bisnis gelap ini.
"Tuan memanggil saya?" ujar Azura.
"Azura…"
"Ya Tuan…"
"Kau dahulu adalah anak yang kupungut dijalan untuk menemani Zi Wei dan sekarang pun sama"
"Saya tidak akan pernah melupakan jasa anda Tuan"
"Tapi Zi Wei tidak pernah berubah…ia selalu bermain kelamin dengan manusia – manusia menjijikan itu…tanpa sadar ia jatuh hati pada seorang perempuan dan bodohnya…"
"…aku menyadarinya tepat saat diriku membunuhnya"
…
Yongguk bernafas lega, bom di tubuh Himchan telah dinonaktifkan secara sempurna.
"Putuskan kabel biru, lalu kuning, lalu warna merah bertulis 'CODE-09' maka bomnya sudah tidak aktif dan bisa dilepaskan dari tubuh mereka" ujar Yongguk pada Jimin dan Himchan untuk membantu ia menuntaskan bom ini.
Sasaran mereka sekarang ialah bom yang berada pada tubuh Jin, Minseok, dan Jongin. Berhubung Jungkook sudah dinonaktifkan bomnya oleh Jimin sebeumnya dan hanya Tinggal Tao yang tersisa.
"Lure them and hold a sec" monolog Yongguk.
…
Taehyung mengutuk sekutuk – kutuknya.
Barusan ia mendapat balasan dari Yongguk untuk bertahan sebentar lagi.
Rupanya Yongguk tidak sedang bermonolog, ditelinga mereka semua tertindik sebuah tindikan berwarna hitam yang merupakan mic kecil sekaligus menjadi alat komunikasi mereka.
Yifan hanya bisa menghela nafas berharap baby pandanya sudah aman, mengingat apa yang diupcakan Yongguk memberikan sinyal pertanda bahwa tugas Yongguk dan Jimin untuk menyelamatkan anak – anak polos itu sebentar lagi akan selesai
Ya sebenarnya dari tadi dirinya, Yifan, Minho, Luhan, dan Sehun mengalihkan mereka dari anak - anak itu. Terutama Taehyung mengalihkan pandangan Jaden dari tabnya karna tiap bom yang dinonaktifkan pasti akan ada notice di tab itu untuk melihat berapa jumlah bom yang aktif.
Kondisi Taehyung sudah naas sekarang bibirnya robek berkat bogem mentah dari Jaden.
Yifan sendiri kemejanya telah robek disana sini dan luka sabetan dimana –mana.
Sehun, Luhan, dan Minho lebih naas karna anak panah dan peluru mereka habis sehingga terpaksa harus bermain dengan tangan kosong sementara pihak lawan masih punya beberapa senjata.
Azura sendiri pun sebenarnya tidak kalah buruk. Helai rambutnya banyak yang terpotong dan tangan kirinya yang terkena peluru Kris.
Caline hanya terluka sedikit karna tinju Sehun berhasil mengenai pipinya dan Celine yang dibanting oleh Luhan.
Zi Wei mungkin yang paling rapih, karna sedari tadi dia hanya melakukan defence dan counter-attack terhadap Minho
Peperangan itu terhenti ketika sebuah suara notifikasi dari sebuah Tab mem -pause sejenak pertandingan seru keduanya.
"Bomb successfully unactivated"
Dan suara itu berasal dari Tab milik Jaden.
"Sialan! Kalian sengaja mengecoh kami!" ujar Jaden kesal. Qian langsung ingin menuju kedalam kamar itu namun terjegat oleh sebuah ledakan
DUAR!
Bom itu membuat Qian, Jaden, Zi Wei, Azura, dan Caline Celine untuk merunduk karna posisi mereka lebih dekat dari sumber ledakan.
Rupanya Taehyung meledakkan bom kecil yang berada di ruang tamu karna itu yang paling dekat dengan posisi mereka semua yang masih di depan pintu masuk.
Taehyung tidak butuh tab Jaden lagi.
Jadi dia tidak punya alasan untuk tidak menggunakan tab miliknya.
"Sudah kubilang permainan otot itu sangat amat tidak menyenangkan dan menimbulkan bekas menjijikkan" ujar Taehyung kesal karna bibirnya sempat terluka sedikit tadi.
Yifan tidak menyia – nyiakan kesempatan, reruntuhan beton itu ia lemparkan kearah Azura. Tiga beton besar menghimpit tubuh Azura dengan posisi masih telungkup akibat ledakan tadi.
"Aku bisa saja membunuhmu meski dirimu perempuan Azura" ujar Yifan dingin dan lelah.
Dia tidak tahu darimana dirinya punya kekuatan untuk melempar beton – beton itu yang pasti satu hal yang ia pikirkan ketika dia berusaha melempar beton itu.
Memastikkan Tao Selamat.
…
"…aku menyadarinya tepat saat diriku membunuhnya"
"…jadi anda menyesal…?"
"Ya. Cucuku Gui Xian yang seharusnya kulatih untuk menjadi penerusku justru menjadi boneka Zi Wei. Aku tidak menyalahkan putraku karna memang Gui Xian terlampau mirip dengan ibunya. Orang yang dicintai Zi Wei sampai sekarang dan sekarang aku tahu apa yang akan ia lakukan dibenaknya"
"Apa Tuan?"
"Dia akan menghabisi cucunya sendiri-Minseok dan Jongin- dan juga Kibum dan mengambil kembali Gui Xian. Namun dia memulai dari anak Gui Xian dan juga Tao karna kelahiran Tao membawa dendam untuk Qian dan Jaden. Qian yang mencintai Yunho dan Jaden yang mencintai Yifan untuk itu…"
"Untuk itu…?"
"Azura kau datang karna disuruh Zi Wei untuk mengambil sebuah cairan bukan?" ujar Wang Lei mengambil dua buah botol bening –sebesar obat tetes mata- berisikan cairan berwarna biru.
"Ini adalah cairan yang membuat orang menjadi kanibal Azura…mereka akan memakan diri mereka sendiri…"
Jimin yang tengah menguping pun tersentak kaget.
"Tapi aku tidak akan memberikan ini padamu…" ujar Wang Lei mengambil dua botol yang sama dengan cairan yang sama pula bedanya di dua botol itu terdapat label tertulis 'CCD-01'
"Racun ini memberikan mimpi buruk kepada para penggunanya dan satu – satunya cara untuk mengobatinya adalah menghapus ingatan mereka"
"Jika anda berminat untuk menolong anak kecil itu mengapa tidak sekalian anda memberikan cairan bohongan?"
"Anak kecil itu tidak seharusnya terlibat Azura…masa kecil mereka haruslah bahagia aku memang berniat menghapusnya"
"Lalu bagaimana dengan ingatan tentang orang yang mereka cintai?"
"…" Wang Lei hanya terdiam merenung dan mengesap champagne miliknya.
"Mereka bisa memulai hidup di kisah yang baru tanpa ada kisah lama yang penuh tangisan Azura…" ujar Wang Lei memandang kosong ke arah jendela kamarnya.
Firasatnya selalu benar.
Firasat yang mengatakan bahwa Jaden, Qian, dan Putranya akan habis pada malam pelantikan putranya sendiri.
"Azura…engkau harus bertahan" ujar Wang Lei.
Ya dia akan menyerahkan organisasi Feng Gang miliknya kepada Azura.
Sementara Jimin sudah kabur entah kemana
…
"Kalian dimana sekarang?" ujar Jimin menelpon Taehyung. Setelah menelpon Yifan berkali – kali namun teleponnya selalu sibuk.
"Kau menelpon disaat yang tidak tepat bodoh" ujar Taehyung disebrang sana.
"KALIAN YANG BODOH! HANDPHONE KRIS SIBUK TERUS JADI AKU MENELPONMU. ANAK – ANAK PEJABAT ITU ADA DISINI!" ujar Jimin mengamuk. Untung teriakannya tenggelam oleh bisingnya pesta.
"Mereka disana?" ujar suara yang sepertinya bukan Taehyung.
Ini Sehun.
"Ya. Dan aku akan mengabarkan kondisinya. Bom terpasang apik ditubuh mereka dan jelas aku butuh Yongguk disini. Jongin, Minseok, dan Tao akan disuntik oleh cairan aneh. Nah sekarang yang aku ingin jelaskan adalah bagaimana dapat 'mengevakuasi' mereka dengan selamat tanpa diketahui oleh Jaden, Qian, Zi Wei dan antek –anteknya?"
"Itu pertanyaan bodoh" ujar seseorang lain.
Yifan.
"…"
"…"
"…"
Ada tiga detik keheningan sampai suara Yongguk menginterupsi.
"Jimin, kau tidak meninggalkan truk kan?"
"Tidak mem-"
"Ada pasokan bom – bom kecil yang Taehyung selipkan disana tiap – tiap bagian rumah engkau selipkan satu – satu dirumah itu. Kami sedang menuju kesana pastikan dirimu dan aku akan menyelamatkan mereka dan yang lain memecah perhatian mereka"
Dan setelahnya panggilan pun terputus.
…
Yongguk dan Jimin kesulitan membuka bom yang ada di tubuh Tao. Bom yang ada di tubuh Tao sedikit berbeda dengan yang lain kabelnya lebih rumit butuh ekstra hati – hati dalam memilah – milah kabel, dan Yongguk baru menyadari bahwa mereka membuang – buang waktu.
"Bom utama hanya ada pada tubuh Tao. Itu hanya bom pengalih yang ketika meledak hanya asap bau saja" ujar Yongguk tidak menyadarinya. Untung saja sampai saat ini mereka 'yang diluar' masih mampu mengecoh orang – orang itu.
DEG
"Berhasil" ujar Yongguk.
"Himchan tolong bantu bangunkan Jin dan Jungkook supaya dirimu dan Jin bisa memapah Jongin" ujar Jimin kemudian mengetahui bahwa Jin dan Jungkook hanya diberi obat bius saja. Tak berselang lama. Jin dan Jungkook bangun membantu Himchan memapah Jongin yang tubuhnya kian memucat dan membiru dia bergumam dalam ketakutan dan keringat dingin mengucur terus.
Minseok yang berada dalam gendongan Jimin dan Tao yang berada dalam gendongan Yongguk pun serupa. Bahkan Tao lebih parah dia menggumam takut berkali – kali.
Entah cairan apa yang disuntikkan oleh orang itu terhadap tiga anak ini.
DUAR
"Hyung! Hiks…" Jungkook yang kaget mendengar suara ledakan refleks memeluk hyungnya, sedangkan Jin haya bisa tersenyum memaksa seolah mengatakan bahwa semua akan baik – baik saja.
…
Zhoumi datang disaat yang tepat. Ketika dirinya ditelpon Myungsoo dan Jimin yang memberi tahu bahwa mereka butuh pertolongan Zhoumi dan Henry-pasangannya- maka ia langsung tancap dari Yunan ke Seoul.
Hanya Zhoumi yang bisa memakai waktu lima jam dari China ke Seoul. Entah dia memakai pesawat jenis apa dengan rute apa, yang jelas saat ia bertandang kerumah ini. Rumah ini sudah rusak parah dibagian depan. Dan lucunya hanya maid yang lari pontang panting. Dibagian tembok yang sudah terbuka ia melihat beberapa orang melakukan seks dibilik – bilik kamar.
Ini benar benar kondisi yang amat kacau.
"Zhoumi…sudah lama kita tidak bertemu"
Ah suara halus itu…
Zhoumi mengenangnya sangat.
Song Qian.
Ibu dari anaknya.
Malaikat pencabut nyawanya.
Serta perusak rumah tangga sahabatnya.
Istri mana yang tega ingin memperkosa anaknya sendiri dan secara terang – terangan ingin memiliki sahabatnya yang notabennya saat itu istri sahabatnya tengah hamil?
Hanya Qian yang bisa.
"Lama tak bertemu…bitchy" ujar Zhoumi kemudian.
Mereka semua tampak kaget akan kehadiran Zhoumi sementara Henry sendiri langsung menuju kearah belakang.
Ah aku lupa bilang. Henry adalah dokter pribadi milik keluarga Wu sekaligus istri dari Zhoumi, semenjak insiden Zhoumi yang hampir mati akibat keracunan itu membuka pandangan Zhoumi akan Henry yang dari dulu selalu mencintainya meski dulu telah menikah dan mempunyai seorang putra.
Yifan terkekeh pelan.
Appanya datang disaat yang tepat.
Dengan langkah santai ia berjalan tenang, sulur hitamnya dimainkan oleh anak – anak angin nakal, ia bersiul dan berdendang sambil berjalan ke area 'kacau' tersebut selayaknya berjalan – jalan sore hari di taman. Ia santai namun pihak lawan langsung siaga kembali.
Aura dominant ketara sekali menguar dalam diri Wu Besar tersebut. Orang perlu menggertak, angkuh, dan menajamkan matanya untuk membuat orang serasa disudutkan tapi dengan siulan, Zhoumi mampu menebar aura kecaman yang mengatakan bahwa ia sangat marah.
Hey siapa yang mau jadi musuh keluarga Wu memangnya? Tidak akan pernah ada.
Setelah berhadapan dengan Yifan, Zhoumi menghela nafas lelah. Ia tidak menyangka mantan istrinya berubah menjadi rivalnya.
"Mereka salah melawan Wu Besar dan Wu Muda" ujar Taehyung prihatin ketika melihat Zhoumi mengeluarkan sepasang pistol kembar bermotifkan naga di gagangnya, dan satunya ia berikan kepada Yifan.
Yah mereka salah besar berani menjadi musuh keluarga Wu bahkan menganggu ketenangan keluarga itu.
…
Henry segera menuju belakang dan mengarahkan anak – anak itu kemobilnya ia sempat melewati 'arena' itu namun enggan melihatnya.
Bahkan suara tembakannya saja sudah menjadi alarm tersendiri untuk Henry.
"Hiks…kookie mau pulang huweee" Henry hanya mampu mengelus bocah yang berada dalam gendongannya.
Ia kenal baik dengan bocah – bocah ini terutama Tao, karna ibunya menjadi asisten pribadi Henry dulu sebelum menikah dengan Yunho dan dirinya yang ditarik menjadi dokter pribadi keluarga Wu.
Henry menaruh Jongin dan Minseok di jok depan dan pengemudi sementara Tao ditidurkan dipaling belakang mengingat kondisi dirinya paling parah. Henry sudah dengar penjelasan dari Jimin tentang cairan itu, Himchan yang memberi tahu nama cairan itu ketika sempat melihatnya juga sudah memberi tahu kepada Henry sehingga Henry bisa tahu apa yang harus dilakukan.
Yang ia tangani pertama adalah Tao. Bocah itu paling parah. Selain karna CCD-01 adalah sejenis virus berbahaya bagi anak prematur seperti Tao juga karna dosisnya lima kali lipat lebih banyak dari yang lainnya. Kulit Tao yang sedari dulu sensitive seakan mengatakan segalanya. Bocah itu pucat dan membiru layaknya mayat, darah tak berhenti keluar dari hidungnya setelah dirinya pingsan dalam tidurnya.
CCD-01 memang memberikan efek halusinasi berlebih dan ini sangat tidak dianjurkan untuk anak – anak karna pemakaian ini digunakan untuk para tahanan yang 'tutup mulut' terpaksa diberikan ini supaya mereka mau bicara. Cara satu – satunya adalah menghilangkan ingatan mereka. Tapi yang pertama Henry lakukan adalah menyuntikkan anti-biotik terhadap Tao dan itu juga dilakukan oleh Yongguk dan Taehyung yang memang disuruh Henry untuk bergabung, sementara Jimin menggantikan Taehyung disana. Henry tahu Yongguk dan Taehyung paham dengan cara menyuntik, mengukur dosis, dan tensi, serta detak jantung. Setelah itu mereka kembali menyuntikkan cairan bening seperti air mineral yang diduga sebagai obat untuk menghalau sebentar pengaruh CCD-01 itu dan berhasil pada Jongin dan Minseok yang dalam pingsannya mulai tampak tenang.
Sementara Henry masih berkutat dengan Tao, dia menyuntikkan berbagai cairan untuk menghambat pendarahan didalam tubuhnya yang berakibat dirinya yang mimisan, gangguan CCD-01 itu dan lain sebagainya. Henry kelimpungan dibuatnya namun Henry berhasil, kondisi Tao berangsur stabil. Ia segera memasang inhaler untuk membantu anak itu bernafas.
Tak lama kemudian sebuah mobil truk terpakir di sebelah mobil mereka yang dipastikan Henry berisi suaminya, Yifan, Minho, Luhan, Sehun, dan Jimin. Taehyung dan Yongguk ikut masuk kedalam dan truk itupun pergi. Henry paham. Anak – anak ini anak – anak orang penting di Korea Selatan urusannya akan lebih rumit jika mereka itu semua ketahuan terlibat. Tidak seperti Henry yang mampu mengatakan bahwa ia seorang turis yang melewati daerah ini mendengar suara ledakan lalu mendekat dan menyelamatkan nyawa anak ini.
"Kalian…apapun yang terjadi cukup katakan bahwa kalian diculik dan ada segerombolan orang menyerang lalu kalian pun kabur sambil membawa teman masing – masing jangan beritahu polisi tentang samchon – samchon itu eotte?" ujar Henry kemudian. Himchan, Jin, dan Jungkook hanya mengangguk paham dan Henry menelpon pihak berwajib sebagai seorang warga sipil yang menemukan sebuah kejadian menakutkan tak sampai lima menit kemudian, para orang tua itu datang sambil membawa polisi dan ambulance.
Para polisi segera mengevakuasi rumah itu dan menangkap yang masih hidup. Azura salah satunya bersama Wang Lei. Sedangkan yang lain mati mengenaskan. Bekas sabetan, tinjuan, bahkan tengkorak yang retak atau mata yang keluar.
Orang tua yang paling shock tentu Kyuhyun dan Jaejoong. Kibum dan Yunho bahkan tak bisa menahan air mata mereka keluar setelah pihak ambulan meng-evakuasi Jongin, Minseok, dan Tao dari mobil Henry dan memasukkan ketiga anak yang tak berdosa itu kedalam ambulan. Sunggyu menciumi Himchan berkali – kali dan memeluknya sambil menangis, bersyukur anaknya selamat. Sedangkan Jungsoo pun tak jauh berbeda. Ia kehilangan kata – kata ketika Jungkook lari dan memeluknya sambil menangis sementara Jin dipeluk hangat oleh ayahnya.
"Kami berterima kasih pada laporan anda pak dan juga pada pertolongan pertama anda" ujar salah satu polisi yang Henry mungkin pikir adalah kepala polisi itu mengingat beberapa staff dan anggota Tim Evakuasi dan otopsi hilir mudik memberikan laporan kepadanya. Himchan dan Jin yang ditanyai polisi menurut sesuai kata Henry. Jungkook tidak dapat dimintai keterangan karna dirinya masih shock dan jelas orang tuanya beserta orang tua Tao dan Jongin Minseok menolak anaknya untuk dimintai keterangan setelah mereka sadar sekalipun.
…
One Weeks Later
Seoul Hospital
Jongin dan Minseok sudah sadar dan pulih kembali setelah terapi tapi mereka tidak dapat mengingat apapun yang terjadi dua tahun belakangan ini sesuai dugaan Wang Lei saat itu. Himchan, Jin dan Jungkook hanya pasrah ketika para samchonnya menyuruhnya untuk diam dan tak mengungkit kembali kenangan saat di TK, di Departement Store, bahkan kenangan akan Luhan dan Sehun. Sehun dan Luhan hanya bisa pasrah namun mereka bisa membuka lembaran baru
Yongguk dan Jimin semakin dekat dengan Himchan dan Jin. Dan kedua orang tua anak itu juga memberi lampu hijau mengingat mereka yang menolong putranya. Ya para orang tua sudah tahu apa yang terjadi ketika Henry datang kerumah sakit bersama Zhoumi dan menjelaskan apa yang terjadi setelah awak media itu sudah tak hinggap lagi dirumah sakit.
Sementara Jungkook akan merengek kesal melihat Jin hyung kesayangannya mengabaikannya karena Yongguk dan akan duduk dipojokkan bersebelahan dengan Taehyung yang memang selalu malas gerak. Dan pasti Jungkook akan mem-pout bibirnya lucu disusul kekehan Taehyung.
Para anak TK datang silih berganti menjenguk bersama Seohyun dan Taemin meski Minseok dan Jongin hanya mengingat mereka sedikit namun keduanya tampak nyaman pada kesemuanya seolah – olah mereka tak tampak sedang hilang ingatan dan Luhan dan Sehun hanya bisa memandang mereka dari kejauhan.
Taemin dan Minho bahkan sebentar lagi akan menikah mereka sudah menetapkan tanggal pernikahan dan sudah mulai berbicara dengan pihak EO (Event Organizer)
Tao sendiri masih dalam ICU meski kondisi tubuhnya sudah mulai stabil, tapi Tao masih enggan membuka matanya dan detak jantung serta tensinya terkadang suka naik turun.
Yifan lah yang selalu setia menatap jiwanya itu dari jendela karna ruang ICU milik Tao masih belum boleh dimasuki oleh siapapun.
PUK
Seseorang menepuk pundaknya yang tak lain adalah Yunho.
"Dia mewarisi keseluruhan dari boojae, bahkan tidur mereka pun mirip. Tenang dan Damai" ujar Yunho membuat Yifan memandang kembali kearah ranjang itu dimana ada sosok rapuh dengan segala alat medis yang terpasang didalam tubuhnya.
"Aku melanggar janjiku. Aku menyakitinya" ujar Yifan kemudian mengepalkan tangannya dan air mata yang tanpa dikomando jatuh sendiri melewati pipinya.
"Engkau sudah berusaha Yifan. Jangan limpahkan kesalahanmu setidaknya dirimu tidak se-mengenaskan Luhan dan Sehun yang hanya bisa melihat Jongin dan Minseok sembunyi – sembunyi meski Kibum dan Kyuhyun telah menyetujui mereka"
"Aku tak akan bisa bayangkan hari itu dimana aku terpaksa lari dan membiarkan dia dimobil Henry sendirian"
"Sudahlah Yifan. Saatnya buka lembaran baru. Dokter juga sudah memberi kesimpulan ingatan mereka bisa kapan saja balik namun yang dipastikan adalah kondisi mental mereka harus sudah cukup siap mengingatnya nanti" ujar Yunho menepuk pundak Yifan sekali lagi sambil menunggu dokter yang baru datang tadi keluar dari ruang tersebut.
"Tao sudah sepenuhnya stabil Yunho-shi. Ia bisa dipindahkan kerawat inap dan dalam tiga jam kedepan ia sudah membuka matanya kembali" ujar dokter tersebut.
Dan kabar itu cukup membuat Yifan tenang.
…
2033.12.15
Kim Mansion.
Jongin menguap malas dari tempat tidurnya, Monggu membangunkan dirinya dengan menjilat pipi pemuda itu.
Kim Jongin. Bocah berusia 13 tahun itu telah menginjakkan kakinya sebagai murid Seoul Academy Junior High School dengan bangga.
Tak ada yang berubah dari Jongin. Sifat cerianya, manjanya, mata puppynya, rambut halusnya yang kecoklatan, bibir penuhnya, dan kulit tannya.
Tidak ada yang berubah kecuali tingginya bertambah sedikit.
"HEISH MONGGU-YA INI LIBUR MUSIM SALJU JADI JANGAN GANGGU AKU EOHHH" rengek Jongin membuat seseorang dari pintu menggebuknya dengan bola kasti. Jongin melihat kearah si pelempar bola yang sedang terkekeh menggunakan piyama, kacamata besar, dan dua gelas susu hangat ditangannya.
"Minseok hyung~~~" ujar Jongin merengek kemudian membuat orang itu semakin terkekeh.
Yah pemuda berumur empat belas tahun itu berambut coklat emas, berkulit seputih susu, bermata doe, berbibir curly dan tampak seperti baozi merupakan pelaku pemukul bola yang mengenai kepala Jongin.
Kim Min Seok.
Kedua pemuda Kim itu tumbuh semakin menawan sekarang.
Minseok datang sambil memberikan segelas lagi susu untuk Jongin.
"Siapa yang bilang libur hitam! Masih ada tiga hari lagi untuk kita masuk sekolah" ujar Minseok menaikkan kacamatanya.
Ya matanya min akibat kebiasannya menjadi kutu buku.
Dan sontak saja Jongin mengerang kecewa yang sekali lagi membuat Minseok terkekeh.
Tak ada yang lebih menarik dari mengerjai adiknya.
…
Mansion Huang.
"HWAAAA MAMA KENAPA TIDAK MEMBANGUNKANKU! ADA TUGAS YANG MESTI KUSERAHKAN PADA KEYNIE!" teriak pemuda yang terbangun karna jatuh dari kasur lalu melihat jam dinakasnya.
Sungguh tidak elit.
"MAMA SUDAH BANGUNKAN SAYANG TAPI KAMU TIDAK MAU BANGUN JUGA" ujar Jaejoong kembali masuk kedalam kamar pemuda itu memasukkan semua barang kedalam tas putranya dan menyiapkan baju hangat putranya.
Berhubung ini musim salju sekolah membiarkan mereka memakai baju bebas.
"BOOJAE TOLONG BANTU AKU MEMAKAI DASI!" dan Jaejoong kembali keluar menuju kamarnya.
"Astaga Yunho! Sampai kapan dirimu tidak bisa memakai dasi?" ujar Jaejoong kesal namun tetap membantu Yunho menyimpulkan dasi dan ditanggapi Yunho oleh kekehan.
"MOM! KENAPA BATHUP BERISI SUSU DAN MADU LAGI!?"
"KULITMU MASIH SENSITIVE SAYANG" ujar Jaejoong yang juga teriak.
Terpaksa Yunho mengasihani pasrah telinganya,karna secara tidak langsung Jaejoong teriak di hadapannya.
Poor Yunho
…
Tao tumbuh sebagai pemuda yang dibilang paling menarik untuk laki-laki dan perempuan. Sulur hitamnya yang masih lembut, wangi khasnya, bibir kittennya yang merekah dan merona, kulitnya yang selembut embun dan sehalus sutra, postur tubuhnya yang cenderung langsing dan sintal dibagian –ekhem- pantat.
Dia terlalu sempurna untuk menjadi perempuan sekalipun.
Tao turun tangga dengan amat rusuh.
"Baba aku pergi dengan bus saja. Bye – bye. Love you Mom! Love you Baba!" ujar Tao mengunyah kasar rotinya dan meminum susunya seteguk dan mengambil sepotong roti dan sekotak susu lalu ngacir pergi.
"YAK HUANG ZI TAO BEKALMU!" ujar Jaejoong kesal merasa dirinya terabaikan oleh anak sendiri dan suaminya yang sibuk menelpon dengan sekretaris sambil sarapan dan memakai kaus kakinya.
"Aku akan protes pada pimpinan Negara untuk memberikan libur banyak untuk warga sipil" gerutu Jaejoong.
…
"Woah rekor Tao! Dirimu berhasil melewati pintu pagar setelah dua detik tersisa kita harus merayakan ini!" ujar Jungkook bertepuk tangan sendiri karna dia sendiri memang menunggu Tao.
"Dirimu meledekku atau apa" ujar Tao mencibir lalu berjalan beriringan bersama Jungkook.
"Mana hyungdeul dan yang lain?"
"Dikantin. Hari ini guru rapat karna ada tiga pengganti guru baru" ujar Jungkook.
"Tahu gitu aku tidak usah masuk sekolah" ujar Tao.
"Kalau gitu, Key akan teriak sepanjang waktu meratapi tugas kelompoknya bersamamu seperti ini 'AH~~~ TIDAK~~~ TUGAS PENYELAMATKU~~' lalu menangis sepanjang hari" membuat mereka berdua terkekeh lalu berlarian menuju kantin.
Ah apa aku lupa bilang bahwa anak – anak TK itu kembali berada disekolah yang sama?
…
"Jadi siapa guru yang diganti dan penggantinya?" ujar Jungkook setelah mereka semua berkumpul dan semuanya memesan honey toast dan segelas susu hangat.
"Sepertinya guru ekskul. Yang sudah confirmed guru tari dan vocal" ujar Jieun yang datang bersama Yura dan Ahra. Ah sekarang Jieun lebih sering dipanggil IU.
"Padahal diriku sudah nyaman dengan Ahn songsaeng. Sayang ia hamil dan harus mengambil cuti" keluh Jongin.
"Iya aku juga. Apalagi kalau kita harus matchmaking kembali padahal aku sudah nyaman dengan Hyungseong"ujar Hyuna mempoutkan bibirnya lucu.
"Dipasangkan dengan aku memangnya kenapa?" celetuk Jiyeong yang akrab disapa GD.
"Dirimu kan poppin style lagian dirimu sudah cocok trio dengan Jongin dan Jungkook. Lalu menjadi tiga uke idaman di club dance deh~"
"YAK!" ujar mereka bertiga dihadiahi kekehan dari semuanya.
Ah~ matchmaking yang dimaksudkan Hyuna adalah ritual club dance apabila ada pergantian guru tari. Mereka diadu dan hasil adunya dijadikan duo, trio, ataupun grup.
"Bagaimana dengan vocal?" ujar GD mengalihkan pembicaraan. Ya GD, Jongin, dan Jungkook paling benci dibilang uke, cantik, imut, atau manis. Mereka menganggap diri mereka itu manly.
Yah namanya juga anak – anak harap dimaklum ya/?
"Tidak ada pergantian namun menambah satu untuk guru baking vocal lagipula aku juga kasihan dengan Lee Saem dia sudah terlalu tua untuk mengontrol anak – anak. Aku setuju dengan penambahan" ujar Himchan.
"Yah aku juga, lagipula memang sebentar lagi Lee Saem mau pensiun kan?" ujar Minseok menambahi.
Mereka semua pun mengangguk.
Lee saem adalah guru laki – laki yang sudah berumur lima puluh lima tahun. Ia tua namun perangainya baik dan lembut semua anak menyukainya dan guru pun segan padanya. Bahkan ada legenda tiga anak berandal menjadi taat peraturan oleh karena dirinya.
"Aku berharap Lee Saem masuk kedalam teater walaupun sebentar" Keluh Sohee. Ya hanya Tao dan Sohee lah yang masuk club teater. Itupun mereka berdua selalu menjadi pohon – pohon atau domba – domba atau peran figuran lainnya.
"Tao, jangan lupa habis ini berikan tugas kita pada Jung Saem, arra?" ujar Key. Yah semua anak tau Key itu anak yang paling super duper kejam kalau berurusan dengan nilai dan tugas.
"Hati – hati nanti kepalamu botak seperti Einstein!" canda GD disusul Hyuna
"Iya nanti tidak ada seme yang mau sama kamu lo~"
"KIM HYUN AH!"
Dan para namja disitu tidak bisa untuk tidak teriak jika Hyuna sudah membahas seme, uke, top, bottom, dan yang berhubungan dengan yaoi lainnya.
Hyuna memang mengerikan.
…
KrisTao – Protect You.
"Taonie" ujar Key masuk kedalam hall melihat Tao sedang membantu yang lain mendekor panggung untuk teater musim ini.
"Apa dirimu sudah selesai?" ujar Key.
"Eung sebentar lagi. Aku hanya tinggal memastikan hidrolik tirai berfungsi dengan baik atau tidak" ujar Tao dari atas atap panggung yang sedang mengecek roll tirai panggung mereka.
"Tao tugasnya sudah kusempurnakan tolong nanti kamu taruh di meja Jung Saem. Aku mesti ke ruang guru vocal yang baru ada jadwal dan beberapa hal penting lainnya yang aku berikan padanya."
"Arraseo!" teriak Tao dari atas.
Tao masih sibuk diatas atap panggung itu tanpa sadar temannya yang dibawah sedang mengecek remote control dan tanpa ia ketahui ia menekan penutup tirai hingga membuat roll yang berada di kaki tao bergerak membuat Tao tergelincir jatuh ke bawah.
"TAO AWAS!" panik temannya.
HAP
Ketika Tao bebas melayang jatuh seseorang berhasil menangkap tubuhnya sebelum terbentur kepanggung. Tao yang sedari tadi menutup matanya membuka matanya perlahan ia melihat seorang pemuda bermata elang dan berambut sama dengan karakter jack frost.
Pemuda itu menurunkan Tao dengan hati – hati. Sebelum Tao mengucapkan terima kasih seluruh teman – temannya menghampirinya membuat pemuda dewasa berjas hitam tadi terpaksa mundur dan keluar dari panggung.
"Taonie gweanchana!?" Sohee yang pertama kali melihat Tao, menatap Tao cemas.
"Nde gweanchanayo" ujar Tao mencoba menenangkan.
"Jeongmal gweanchana?" tanya salah satu sunbaenim mereka, Zelo.
"Nde! Gweancahana!" ujar Tao mantap sambil tersenyum untuk membuktikkan bahwa dia baik – baik saja.
"Taonie mianhae karna kecerobohanku dirimu hampir masuk rumah sakit tadi"ujar pelaku remote control tadi, Hani.
"Gweanchana Hani-ya aku sudah tidak apa – apa jangan bersedih begitu ini hanya kecelakaan" ujar Tao.
"Syukurlah dirimu tidak apa – apa. Lain kali kalian semua harus hati – hati dalam mengerjakan tugas baik untuk diri kalian sendiri maupun orang lain. Arraseo?" ujar saem mereka.
"Nde~" ujar mereka serempak.
"Yasudah lanjutkan pekerjaan kalian" ujar Saem. Semuanya pun balik ke tugas masing – masing.
Namun Tao bergeming sejenak.
Ia lupa mengucapkan terima kasih pada pemuda tadi.
…
Setelah pekerjaannya selesai di aula teater, ia menuju ruangan Jung Saem yang kosong melompong. Mungkin masih rapat di ruang dewan. Ia ingin meletakkan tugasnya diatas meja tersebut namun terpekur sejenak name table di meja itu bukanlah 'Jung Soo' melainkan.
'Wu Yi Fan'
Apa iya dia salah ruangan?
"Perasaan…ini ruangan Jung Saem…" ujar Tao kebingungan memastikan bahwa dirinya tidak salah ruangan. Tapi memang ruangan ini tampak sedikit tidak familiar bagi Tao. Sejak kapan saemnya mempunyai lukisan naga yang memeluk panda?-liat ava author-
"Ruangan Jung Saem pindah kelantai dua" suara berat itu mengejutkan Tao. Ia pun segere berbalik.
Pemuda yang menolongnya tadi.
"Ah begitu rupanya…"ujar Tao sedikit canggung. Pemuda itu hanya tersenyum sambil memegang box berisi ATK nya.
"Ah Wu Songsaenim…khamsahamnida untuk pertolongannya tadi" ujar Tao membungkuk Sembilan puluh derajat untuk menyatakan ketulusannya sekaligus hormatnya.
'Songsaenim baru rupanya' inner Tao
"Apa dirimu terluka?" ujar songsaenim itu kemudian setelah menaruh dan menata barangnya.
"Ah itu saya tidak mendapat luka apapu-" ucapan Tao terhenti ketika songsaenim itu dengan lancangnya melepas syal miliknya dan menurunkan sedikit sweater-nya sampai bahu.
"Darimana kamu mendapatkan luka ini?" ujar Yifan menatap sebuah luka kemerahan, ada sisa darah disana.
"Ah ini saat diatas atap panggung tadi aku tidak hati – hati sehingga saat ngelas besi aku terkana percikan apinya. Tidak apa – apa songsaenim saya bis-"
"Duduklah" ujar Yifan mendudukkan Tao disofa dan mengambil kotak P3K dan membersihkan luka dibahu Tao.
Seharusnya Tao bisa protes dan menolak namun ada bagian lain dari dalam tubuhnya yang menahannya untuk tetap disini. Ia tidak merasa canggung dengan guru baru ini dan satu hal yang membingungkannya.
Wajah itu…
Serasa Tao pernah melihatnya…
Tapi dimana?
Itu masih membayang – bayang di diri Tao.
"Seharusnya dirimu menjaga tubuhmu dengan lebih baik. Kulitmu sangat sensitive bukan?"
"Darimana saem tahu, kulit saya sensitive…?" pertanyaan sendu Tao menghentikan pergerakkan Yifan.
Andai Tao tahu.
Seberapa besar keinginan Yifan memeluk orang yang paling ia cintai itu.
"Kita pernah bertemu sebelumnya Tao-ya….bahkan 'sangat dekat'" ujar Yifan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Ya dia, Sehun, serta Luhan menghilang beberapa tahun untuk mengurus kekecauan yang mereka buat di pelabuhan dan di rumah Wang Lei mengurus para mafia – mafia yang telah meninggal sehingga Yifan mengambil alif semua saham para mafia itu dan menjadikannya sebagai miliknya.
Dan sekarang ia bisa bertemu kembali dengan Tao.
Anak ini tidak banyak berubah. Hanya satu yang berubah.
Dia semakin menawan.
"Eum…anda tahu Wu Songsaenim, saya mesti kembali ke-" ucapan Tao terhenti karna melihat sesuatu yang ada di meja Yifan yang pasti ada setelah Yifan menaruh barang dari box tadi karna saat Tao datang meja itu masih kosong dan sekarang telah diisi oleh barang – barang.
Tapi ada suatu barang yang menarik perhatiannya.
Sebuah figura…
Didalam figura itu ada sebuah gambar khas anak – anak dimana gambar tersebut terlihat sebuah rumah besar sebagai latar backgroundnya, ada tiga orang namja. Salah satu namja memakai jas hitam putih memeluk seorang namja yang sedikit lebih pendek darinya yang tengah menggendong seorang anak kecil yang memakai flower crown dari bunga tulip kecil berwarna – warni.
Tao kenal dengan gambar ini.
Ini gambaran foto keluarganya pertama kali saat ia lahir.
Yifan yang melihat Tao terdiam mengikuti arah pandangan Tao pun tersenyum. Itu adalah gambar Tao sendiri yang ia curi sebelum hari mengenaskan itu.-Chapter 9-
"Healer time…" gumam Yifan.
"Healer time…" ujar Tao juga.
"Ini sudah malam maomao. Mengapa belum tidur hm?"
"Aku sedang menggambar!"
"Oh ya gambar apa?"
"Ayo kesana!"
Tao menegang sendiri, suara apa yang ada didalam pikirannya?
"Maaf songsaenim sepertinya saya harus segera perg-"
"Ini appa…"
"Dan…yang ini aku…"
"Ini eomma…"
"Ugh.." keluh Tao, kepalanya sakit sekali. Apa ini? Ada apa? Seluruh pertanyaan berkecamuk dipikirannya.
"Tao gweanchanayo?"ujar Yifan panik ketika Tao mengeluh sakit.
"Gege aku menggambar ini karna foto yang itu terlalu besar, jadi tidak bisa dibawa kemana - mana…"
"Itu foto keluarga…"
"Ya aku tahu maomao"
"Suatu hari nanti… gege juga ada disana…"
DEG
DEG
DEG
Tao mengenali suara anak kecil itu. Itu suara dirinya, tapi siapa suara pemuda itu? Seberapa usaha Tao mengingatnya semakin sakit kepalanya.
"Taonie…gweanchana…?"
DEG
Suara ini sama seperti suara Wu Saem!?
"Kita pernah bertemu sebelumnya Tao-ya….bahkan 'sangat dekat'"
"Wu Saem…neo…nuguya…neo nuguya?" tanya Tao kemudian menatap mata elang itu lekat.
"Gege bukan orang yang baik maomao untuk bersanding di foto keluarga itu…"
"Healer Time!"
"Eh?"
"Healer Time! Itu adalah peri waktu yang memperbaiki keadaan dimasa depan! Tapi kita harus berusaha dengan keras agar Healer Time membantu kita untuk memperbaiki masa depan…jadi gege jangan menyerah nde! Gege orang yang sangat baik~~~~~~"
"Tidurlah. Healer Time tidak suka pada orang – orang yang tidur larut malam"
"Aye captain!"
Tao membeku.
"Kris gege…?" ujar Tao lirih.
Kris bergeming. Itu panggilan Tao untuknya, Kris.
Tao mengingatnya.
"Ugh…appo…" ujar Tao kemudian merasakan sakit semua ingatannya perlahan memasuki kepalanya. Saat ia TK, saat ia tersesat di taman dan bertemu dengan Kris pertama kalinya. dan saat ia diculik yang menyebabkan ia hilang ingatan.
"Taonie ayo kita ke rumah sakit sekarang"ujar Kris yang semakin panik ingin menggendong Tao tapi tertahan oleh tangan Tao yang menahan tanganya.
"Neo…Kris gege…machji?" tanya Tao sekali lagi. Kris bergeming.
"Jawab aku saem…neo Kris gege…majjayeo?" tanya Tao sekali lagi, tubuhnya bergetar.
"Tao…dirimu belum siap mengingat sem-"
"JAWAB AKU SAEM PPALI!NEO KRIS GEGE MAJJAYEO!?" teriak Tao sekali lagi kali ini sampai mengguncang tubuh Kris dan menangis.
Kris terdiam.
Tao mengingat semuanya.
Dan merasa dibohongi selama ini.
Bukan hanya setahun dua tahun.
Tapi delapan tahun.
"Dimana gege selama ini hiks…" tanya Tao. Kris kebingungan ingin menjawab apa.
"Dimana gege selama ini hiks…NEO EODIGGA!? Hiks… JAWAB AKU SAEM PPAL-" ucapan Tao terhenti kala Kris mencium bibir itu lembut. Menyalurkan kesedihannya, kebahagiannya, kebingungannya, dan juga cintanya.
"Heumph…" desahan itu membuat Kris ingin berbuat jauh. Ia menidurkan tao disofa, menggeser semua peralatan medis itu. Tao memukul pundak itu karna merasa kehabisan oksigen dan Yifan melepasnya memandangi bahu Tao yang sedari tadi terekspos bebas dan bibir itu yang menghirup udara sebanyak – banyaknya.
"Yang perlu kamu tahu adalah. Aku begitu mencintaimu dan ingin melindungi mu semampuku"
Dan ucapan itu menjadi awal pergulatan mereka.
…
"Akhh!" Tao meringis kesakitan saat kejantanan itu benar – benar sudah tertanam dalam holenya. Holenya berkedut memberikan efek mengerut dan memijat bagi junior Kris dan itu menyiksanya.
"Tao…sstt…gweanchana sayang….rileks…" ujar Kris memeluk tubuh itu. Serasa tenang Kris kembali mempercepat hujamannya.
"Akhh~~ahh~~~ge..gegehhh..hah…ughh…ahhh~"
Dan biarkan kedua insan itu menikmati surga mereka.
…
LuMin – Love You.
Key dan Minseok sekarang berada di ruang guru atas nama 'Xi Lu Han' untuk memberikan jadwal guru barunya ini untuk berlatih
Dan sekarang Minseok benar – benar terjepit sekarang.
Guru barunya ini yang sedang menghimpit perempuan yang bra-nya sudah terbuka.
Dan Key yang tengah mangap dengan tidak elit.
"Ekhem" ujar Minseok memecah keheningan. Guru yang Minseok ketahui bernama Ahn Songsaenim itu merapikan pakaiannya dan buru – buru pergi.
Sementara Key masih shock sekarang.
GURU JADI – JADIAN DI TK NYA SEKARANG MENJADI GURU EKSKUL NYA?
"Key…" tegur Minseok melihat Key yang tampak aneh.
"Kim Ki Bum" tegur Minseok kedua kalinya dan Key masih belum bergeming.
"Yak Kim Ki Bum!"
"HUWAAAA!MALDO ANDWAE!"
….
Disinilah mereka bertiga sekarang.
Disofa yang dikhususkan untuk para tamu guru.
"Ehem…jadi ini tugasku ya hmm…hmmm…hmmm" ujar Luhan mencoba fokus pada kertas schedulenya.
Minseok menangkap ada yang aneh disini. Key tampak seperti mengenali seseorang dan Lu Saem yang tidak ingin membuat eye contact dengan Key.
"Key, apa dirimu mengenal Lu Saem?"
"Tentu saja dia kan-"
"Aha! Aku bingung dengan code – code disini. Minseok ah tolong jelaskan" ujar Luhan memotong pembicaraan. Minseok pun dengan berat hati menjelaskan dan selagi menjelaskan Luhan membuat kode pada Key untuk tutup mulut dan keluar dari ruangannya. Key pun yang paham segera pura – pura mengangkat telepon.
"YEOBEOSEYEO?AH GEURM-SHI!? AH ANNYEONG-HASEYO GEURIMSHI. NDE. NDE. NDE~~.NDE CHAKAMANYEO…SINYALNYA JELEK..YEO…YEOEBEOSEYEO!? CHAKAMANYEO AKU SEDANG MENCARI SINYAL" ujar Key lalu ngacir pergi seakan mencari sinyal.
"Aku bahkan baru tahu Key kalau menelpon, handphonenya terbalik" ujar Minseok kemudian.
…
Tak ada yang lebih bahagia dari ini.
Dihadapannya sekarang wajah yang selalu muncul dalam mimpinya. Wajah yang tak pernah ia lupakan meski ia banyak bermain dengan perempuan.
"Nah saem ada yang mau ditanyakan?"ujar Minseok lalu beralih ke wajah Saemnya yang terus memandanginya lekat"
"Neo…neomu Yeopeoseo…" ujar Luhan bebas. Minseok menyerngitkan dahinya.
Hey dia menemukan saem ini dalam kondisi ingin melakukan this and that dan sekarang Saemnya itu ingin menggombalinya?
"Ah khamsahamnida Lu Saem, kalau begitu saya per"
"Apa dirimu tidak mengingatku?" tanya Luhan cukup membuat Minseok tahu terselip harapan disana.
"Nde…?" hanya itu yang bisa Minseok lontarkan.
"Ah…sepertinya aku sudah hilang ya…" ujar Luhan lalu bersender di sofa tersebut dan terkekeh.
Namun cukup membuat Minseok mengerti ada rasa kecewa dan kesedihan disana.
Dan lagi kenapa juga Saem itu bersedih
Dan…dia yang ikut bersedih juga.
Sebenarnya Minseok merasa familiar dengan orang ini.
Tapi dimana ya dia pernah bertemu?
"Eungh….Luhan hyung..?"
Minseok terkesiap.
Dia memanggil Lu Saem dengan hyung?
"Luhan….ie….hyung…?"
DEG
Sudah pasti ini suaranya.
Ada apa ini kepalanya sakit sekali.
"Anno Lu Saem aku harus pergi kepalaku mendadak sakit. Annyeong" ujar Minseok berdiri dan membungkuk lalu berjalan pergi
"Luhannie hyung…berbaliklah…aku ingin menggosok badan bagian depan"
BRUK
Minseok tidak kuasa menahan sakit dikepalanya. Tubuhnya limbung hingga jatuh.
"Minseok-ah!" panik Luhan lalu menggendong Minseok dan mendudukkanya di sofa.
"Neo gweanchana?"
"Nde. Gweanchanayo saem"
"Eungh….Luhan hyung..?"
"Luhan….ie….hyung…?"
"Luhannie hyung…berbaliklah…aku ingin menggosok badan bagian depan"
"Ughh…" kepalanya benar – benar sakit sekali.
Kalimat itu berputar – putar dikepalanya layaknya kaset rusak.
"Hyung, kau ingin mandi? Biar punggung hyung kugosok"
"Keluarkan saja sayang…."
"I Love You."
"Maldo andwae…" ujar Minseok.
Ingatannya muncul ketika orang dihadapannya ini menciumnya lembut, dan menyatakan cintanya.
Minseok ingat sekarang.
Sangat mengingatnya.
"Hiks…" hanya tangisan yang keluar saat ia menatap mata rusa itu. Luhan panik dibuatnya.
"Minseok ah bagian mana yang sakit beritahu aku" ujar Luhan.
"Hiks…bagaimana bisa hiks…dirimu…hiks…menghilang bertahun – tahun lamanya hiks…Luhanie hyung?"
Dan kali ini Luhan yang terdiam.
Luhan tidak sepenuhnya hilang dalam kehidupan bocah baozi itu
…
"Aku begitu membencimu, hyung bermain kasar!" ujar Minseok menarik kasar selimutnya. Luhan terkekeh dan merapatkan selimutnya.
Keduanya berada didalam sofa dan selimut yang sama dengan posisi junior Luhan masih tertanam dalam di hole Minseok.
"Appo…?" tanya Luhan.
"Hatiku lebih sakit melihatmu bermain dengan Ahn Saem"
"Perempuan itu menggodaku dan aku butuh pelepasan"
"Kalau begitu nikahi saja Ahn Saem"
Satu hal yang Luhan ketahui sekarang.
Minseok itu tipe uke tsundere.
"Hey chagi"
"Mwo?"
"Saranghae" ujar Luhan lalu menghujam kembali hole tersebut.
"Yak-eungh…Luhanieh hyung…henti..kanh…ah~~"
"Ronde kedua sayang"
…
HunKai - Hold You.
Baik GD dan Jungkook kebingungan sekarang.
Hari ini jadwal grup mereka berlatih dan dilatih oleh pelatih baru pertama kali dan mereka menemukan Oh Se Hun disana.
Gasp!
GD dan Jungkook bahkan bingung harus berkata apa dengan guru yang mengajak mereka senam SKJ terbaru/? Di TK dahulu.
"Eung…aku permisi dulu perutku sakit annyeong~~~" ujar Jungkook lalu ngacir pergi.
"Aku akan menolong Jungkook di UKS" ujar GD mengejar Jungkook.
Tinggalah Jongin sendirian dengan kecanggungan.
"Ah. Annyeong haseyo, chounen Kim Jong In imnida. Bangaseupmida Oh Songsaenim" ujar Jongin membungkuk sembilan puluh derajat.
"Ah. Jongin? Nama yang manis" ujar Sehun pura – pura tidak mengenal Jongin.
"Eum…apa latihannya di batalkan hari ini?" ujar Jongin.
"Yah tinggal dirimu mau bagaimana lagi terpaksa aku berlatih sendiri" ujar Sehun melakukan stretching dan memutar lagu EXO – Baby, Don't Cry.
"Jongin…"
"Nde saem"
"Basic mu balet bukan?"
"Nde saem…"
"Mau berdansa bersama?" ujar Sehun menatap mata itu lurus membuat Jongin salah tingkah dibuatnya.
"Nde…?" jawab Jongin linglung disusul senyuman Sehun.
Ah Senyuman itu membuat Jongin berdebar.
Ada apa ini?
"Kemarilah, cobalah setidaknya sekali" ujar Sehun. Membuat Jongin menghampiri saemnya ia tampak kikuk ketika harus mengalungkan tangan kirinya dileher pemuda berwajah stoic tersebut dan tangan kanannya yang digenggam oleh Sehun. Dan ini semua semakin membuatnya gugup ketika tangan kanan Sehun merengkuh pinggangnya.
Kalau boleh jujur ini nyaman sekali bagi Jongin.
Tapi entah mengapa juga ia merasa gugup.
"Jangan gugup Jongin. Sekarang dasarnya dulu. Mundur maju kekanan dan kekiri, lakukan berulang" ujar Sehun menyadari gerak Jongin yang terlalu kaku.
Dan beberapa menit kemudian gerakannya mulai seimbang dan luwes. Lagu pun berganti menjadi lagu John Legend – All Of Me.
"Jongin…"
"Nde saem…"
"Aku punya sebuah dongeng, mau dengar?"
"Nde Saem…"
"Dahulu kala ada seorang pangeran tampan, dia benar – benar tampan tapi dia jahat" ujar Sehun membuat Jongin tersentak.
"Dahulu kala ada seorang pangeran tampan, dia benar – benar tampan tapi dia jahat"
"Ia menggunakan segala cara apapun untuk mendapatkan uang bahkan menjual 'dirinya sendiripun' ia lakukan demi kelangsungan perusahaannya. Tidak tanggung – tanggung dia dilantik menjadi Raja diusianya yang sangat muda berkat kesuksesannya yang digunjing orang karna memakai cara kotor"
Benar.
Jongin pernah mendengar dongeng ini tapi dimana?
"Eum ya dia jahat menggunakan segala cara apapun untuk mendapatkan uang bahkan menjual 'dirinya sendiripun' ia lakukan demi kelangsungan perusahaannya. Tidak tanggung – tanggung dia dilantik menjadi Raja diusianya yang sangat muda berkat kesuksesannya yang digunjing orang karna memakai cara kotor"
Suara ini Jongin mengenalnya…
"Pangeran tersebut terus melakukan hal tersebut hingga mencapai titik mempunyai dua sahabat yang merupakan pangeran dari negri sebrang dan memutuskan untuk bergabung menjadi seorang penjahat. Nama kelompoknya adalah 'Ace'"
"Pangeran tersebut terus melakukan hal tersebut hingga mencapai titik mempunyai dua sahabat yang merupakan pangeran dari negri sebrang dan memutuskan untuk bergabung menjadi seorang penjahat. Nama kelompoknya adalah 'Ace'"
Jongin terdiam.
Ini suara Oh Saemnya.
"Mengapa berhenti Jongin?" tanya Sehun menyadari bahwa Jongin menghentikan pergerakkannya.
"Eung…an..anno…saem…saya kurang fokus tadi"
"Yasudah mari kita lanjutkan" ujar Sehun melanjutkan dansanya sambil bercerita kali ini lantunan lagu yang ada ialah dari Daniel Bedingfield – If You're Not The One
"Lalu ia mengambil istirahat sebentar untuk mengelilingi kota dan suatu hari…"
"Lalu ia mengambil istirahat sebentar untuk mengelilingi kota dan suatu hari…"
Jongin merasakan suara itu terngiang – ngiang dikepelanya
"Suatu hari ia bertemu dengan sesosok tuan putri yang halus seperti benang sutra, kulitnya bersih seperti kapas dan wangi tubuhnya seperti wangi musim gugur. Perpaduan antara manis dan sejuk. Gadis itu begitu mungil sekali. Dipertemuan pertama mereka gadis itu tersesat dan ia kehausan"
"Suatu hari ia bertemu dengan sesosok tuan putri yang halus seperti benang sutra, kulitnya bersih seperti kapas dan wangi tubuhnya seperti wangi musim gugur. Perpaduan antara manis dan sejuk. Gadis itu begitu mungil sekali. Dipertemuan pertama mereka gadis itu tersesat dan ia kehausan"
Jongin merasakan pening dikepalanya.
"Pangeran tersebut jatuh hati pada sang Tuan Putri tapi dia justru dikuasai oleh hawa nafsu dan menyakiti sang Tuan Putri. Sang Pangeran berhari – hari murung dalam diam hingga suatu hari ia bertemu dengan Tuan Putri tersebut dan ingin meminta maaf atas pertemuan pertama mereka."
"Pangeran tersebut jatuh hati pada sang Tuan Putri tapi dia justru dikuasai oleh hawa nafsu dan menyakiti sang Tuan Putri. Sang Pangeran berhari – hari murung dalam diam hingga suatu hari ia bertemu dengan Tuan Putri tersebut dan ingin meminta maaf atas pertemuan pertama mereka."
"Dan pada pertemuan kedua pula ia menyakiti Puteri tersebut karena musuh Pangeran itu dendam dan melampiaskannya pada Tuan Puteri tersebut. Pangeran itu berhasil menyelamatkan Tuan Puteri tapi karena kejadian itu Tuan Puteri kehilangan ingatannya. Itu membuat Pangeran bersedih hati dan memustuskan untuk tidak mendekati Tuan Puteri lagi namun seberapa kuat ia mengelak ia semakin mencintai Tuan Puteri itu. Dulu ia pikir ia hanya menyukainya saja nyatanya ia juga mencintainya. Akhirnya pada pertemuan ketiga Pangeran memutuskan ingin mengembalikan ingatan sang Tuan Puteri lewat dongeng yang mengisahkan tentang mereka"
"Maaf saem tapi saya permisi ke toilet" ujar Jongin kemudian.
Dia tidak kuat kepalanya sakit sekali.
Dan lebih menyakitkan bahwa ingatan itu perlahan – lahan masuk.
Ia tidak mengerti apakah ini Sehun hyungnya yang dulu atau bukan. Karna dari awal Sehun tampak tidak mengenalnya.
Saat Jongin keluar dari Toilet, Sehun masih berdansa seolah – olah dirinya sedang berdansa dengan orang lain.
"Saem…"
"Hm…?"
"Aku rasa Pangeran itu baik hati, ia hanya kesepian. Kuharap dia akan hidup bahagia bersama Tuan Putri tersebut"
"Aku rasa Pangeran itu baik hati, ia hanya kesepian. Kuharap dia akan hidup bahagia bersama Tuan Putri tersebut"
Hanya kalimat itu yang terlintas dipikirannya.
Dan itu membuat Sehun menghentikan menarinya.
Sehun tersenyum lalu duduk dipojokkan sambil mengelap keringatnya, ia mengambil sesuatu dari tasnya.
"Jongin-ah, mau 'Sprite'?"
Jongin berjalan ke sana dan ingin mengambil kaleng sprite itu dari tangan Sehun namun ditahan oleh Sehun sehingga tangan Jongin tertarik oleh Sehun membuatnya semakin mendekat dan merengkuh pinggang pemuda itu.
"Kau mengingatnya rupanya" ujar Sehun kemudian. Membuat Jongin menangis.
Ia ingat semuanya, ketika mereka bertemu di taman pertama kali dengan Sehun yang tidak elitnya memperkosanya pertama kali, saat Monggu selalu menggagalkan rencana Sehun, dan saat penculikan itu.
Jongin ingat semua.
"Hiks…kuharap monggu ada disini hiks…dia pasti akan menggigitmu! Hiks…" ujar Jongin kemudian disusul kekehan Sehun. Pinggang ini terasa pas dalam rengkuhannya.
"Kita lihat siapa yang menggigit pertama" ujar Sehun kemudian mengesap bibir orang yang sudah lama ia rindukan.
…
Omake
"Psstt! Diamlah" ujar GD melihat Jungkook grasak – grusuk dihadapannya.
"Ih lubang kuncinya kecil tahu! Aku juga ingin lihat!" ujar Jungkook mempoutkan bibirnya lucu.
BUG
"Yak! Kibum-ah!" ujar GD dan Jungkook bersamaan karna tertabrak Key yang lari ketakutan
"Aku tak percaya songsaenim monster itu akan kembali dia akan memakan Minseok hyung HUWAA- hmpffttt!" ujar Kibum tertahan karna mulutnya dibekap oleh GD dan Jungkook yang menyeretnya.
…
"Eunghh…hun..hyung…ughh…aku….sep…erti..menden..ngar…ahh…keynie….ughh" ujar Jongin putus – putus karna dirinya sedang dibombardir habis dibawah sana oleh Sehun.
"Hah…paling…firasat..hah…mu…saja…shit…why u so thight" ujar Sehun masih fokus mempercepat gerakannya.
"Eungh..hyunghh…ughh..hyungh~~~"
…
Epilog.
Granville Island, Vancouver – Canada.
2035.12.25
"Gege mengapa mereka belum datang juga" keluh Tao menatap pintu masuk rumahnya dengan Kris. Seharian ini mereka habiskan dengan menghias rumah mereka dengan nuansa natal.
"Sebentar lagi sayang. Perjalanan dari China dan Korea itu lama kemari" ujar Kris masih anteng menyesap tehnya sambil membaca Koran.
"Ini masih malam natal, apa yang akan gege minta?" ujar Tao kemudian merangsek duduk disebelah Kris setelah mondar – mandir didepan pintu.
"Apa ya…mungkin minta jatahku menjadi sebelas kali lipat" ujar Kris terkekeh dihadiahi jitakan dari Tao.
"Tak akan dikabulkan"
TING NONG
"Itu mereka!" ujar Tao kemudian berlari membuka pintu sementara Kris menyusul dari belakang.
Ketika membuka pintu yang muncul adalah appa dan eommanya serta Taemin dan Minho dan juga sikecil Taeho.
"Aigoo Taeho ya~~" ujar Tao kemudian menggendong Taeho yang usianya sudah dua tahun.
Ya Minho dan Taemin sudah menikah dan berkat bantuan Henry, Rahim buatan untuk Taemin berjalan sempurna sehingga dapat melahirkan Taeho.
"Hyunggg" ujar Taeho memeluk leher Tao. Taeho mewarisi ketampanan Minho.
"Lihat Yunho. Mamanya tidak disapa sama sekali" ujar Jaejoong kesal membuat Tao terkekeh dan mengembalikan Taeho ke gendongan Taemin dan memeluk mamanya sayang.
"Bogoshipoyo mom" ujar Tao memeluk hangat mamanya.
"Nado bogoshipoyo…"
"Kami ketinggalan sesuatu?" ujar suara kemudian.
"What up Jimin" sapa Kris lalu memberikan bro hug kepada Jimin dan Taehyung. Ya yang datang ialah keluarga Kangin dan Jimin Taehyung, bersama Jin dan Jungkook juga pastinya.
"Taonie!~~" ujar Jungkook memeluk Tao.
"Wah. Kau sudah tumbuh besar rupanya!" ujar Tao mengingat Jungkook dulu masih pendek saat mereka kelas satu SMP.
"Yak!" ujar Jungkook mempoutkan bibirnya lucu.
Jimin dan Jin telah bertunangan karna Jin telah lulus SMP dan masuk SMA di SOPA. Taehyung dan Jungkook harus menunggu setahun lagi supaya mereka bisa bertunangan karena menurut Kangin pendidikan yang nomor satu.
TIN TIN
Sebuah bus mini terpakir di halaman rumah Tao dan Kris lalu mereka memperhatikan satu – satu orang yang turun. Itu keluarga Myungsoo, Yongguk, dan para sahabat mereka sewaktu TK, SD, SMP, dan SMA!.
"Himchan hyung!" ujar Jin kemudian memeluk Himchan yang turun setelah Yongguk.
"Apa kabar Myungsoo?" ujar Yunho kemudian memberi salam dan pelukan kepada koleganya.
"Aku tak tahu kalian memesan rumah didaerah terpencil begini" ujar Key menggerutu.
"Key baru saja menembak wanita lalu ditolak alasan karna dia terlalu manis ck ck ck dia jadi sensi begitu" ujar Sohee.
"Yak!" ujar Key kemudian mempoutkan bibirnya lucu disusul kekehan lainnya.
"Hey jangan suka membullynya terus" ujar suara halus kemudian.
"MINSEOK HYUNG!" ujar mereka serempak memeluk Minseok. Minseok dan Luhan datang bersama Jongin dan Sehun serta appa dan eommanya.
"Dirimu baik – baik saja kan Kyunie?" ujar Sunggyu.
"Nde sunggyu-ah. Gweanchana" senyum Kyuhyun.
"Karna sudah lengkap semua mari masuk" ujar Kris kemudian.
…
Didapur, Sunggyu, Jaejoong, dan Kyuhyun bergossip ria sambil memasak. Lalu para suami serta seme sedang membicarakan bisnis dan keluarga. Sementara para anak – anak lepas kangen dengan saling membicarakan teman sendiri.
"Hyung tahu tidak Sohee pernah menyamar menjadi Minsok hyung dan alhasil banyak laki – laki yang menyatakan cinta padanya!" ujar Key menggebu – gebu membalaskan dendamnya pada Sohee karna membicarakan aibnya didepan pintu. Sohee cemberut dibuatnya dan Key bermelet ria.
"Kalian tidak akan percaya ini GD dicium oleh TOP sunbaenim dikantin dan ditonton satu sekolahan bahkan videonya menyebar di SNS" ujar Ahra sambil mencomot kue putri saljunya sontak membuat Tao dan Minseok kaget karna hanya mereka satu – satunya yang tidak bersekolah lagi di Seoul.
"JINJJA!?" shock Tao.
"Heish itu cuman dare dari teman – temannya jangan diambil pusing" bela GD.
"Tapi TOP sunbaenim memarahiku saat diriku dipasangkan denganmu untuk menari Trouble Maker" ujar Hyuna.
"Wah dia ada perasaan denganmu" – Himchan.
"Tidak salah lagi" – Ahra.
"Aku yakin GD akan banyak dibenci oleh para Yeoja Sunbaenim" – Sohee
"Setuju. TOP sunbaenim kan fansnya banyak" – Key
"Dan ganas" – Tao
"Juga seram" – Minseok.
"Aku bahkan sempat dibully hanya karna guru piket menyuruhku memberi surat sakit untuk wali kelasnya" Jin.
"Dirimu tidak akan selamat" – IU
"Kuharap masa sekolahmu tenang dan damai GD-ya" ujar Jungkook memberi tepukan dibahu.
"Apa kalian akan terus membullyku!" Teriak GD kemudian disusul tawa kesemuanya.
Ah dibalik kehidupan mereka yang pasang surut layaknya drama – drama di televisi.
Mereka tetaplah anak – anak dengan segala kepolosannya.
Hari cerah menanti mereka.
THE END
SELESAI SUDAH FANFIC INI HUWEEEEEEEEEEEEEE
HIKS HIKS MAAF JIKA MENGECEWAKAN READERS-DEUL
Sesuai janji saya. saya akan melakukan Q&A
jadi saya akan menjawab semua pertanyaan kalian satu persatu.
1. (Chapter 1)
Kenapa Minseok menjadi pacar Luhan yang ke-96?
A : Tenang. Minseok menjadi The Last. The One and Only iya ngak bang rusa? /genit manja/
Luhan : /Muntah/
2. egatoti (Chapter 2)
Penasaran apa idenya.
A : Jangan dibuat penasaran nanti kamu pusing
3. XiuMochiTa (Chapter 2)
Kai udah gak perawan?
Kai : /blush/
Sehun : bukannya gak perawan cuman sudah melakukan sex saja.
A : Sudah dijawab...
4. Ko Chen Teung
Tao umur berapa sih masih pake diapers/?
Tao : Author-nim jahat Tao dibikin pake diapers huwee
Yifan : /asah golok/
A : DIA SUDAH BESAR TIDAK PAKAI POPOK BAYI DIA SUDAH PAKAI CELANA DALAM /kabur menghindari Kris/
5. YiFanatic
Kembalikan kepolosan Kai Kami!/?
A : /lirik Kai/
Kai : /lirik Sehun/
Sehun : /facepalm/
6. HamsterXiumin (Chapter 6)
Mereka sebenernya anak2 TK apa keturunan power ranger sih?
A : /lirik anak - anak TK/
Sohee : Key Jelaskan.
IU : iya jelaskan kamu kan yang paling pintar.
Key : GD-ya...
GD : /mendadak budeg/
Key : Kami bukan power ranger tapi alien...
All : YAK!
Key : Kalian yang menyuruhku menjawab!
7. xiuga (Chapter 6)
Xiu kalau suka bilang aja.
Xiumin : /blush/
Luhan : Nah benar itu! Saya setuju
Xiumin : /tabok kepala Luhan/
8. frostlightx (Chapter 7)
THOOOOR KOK PENDEK SIH? HUHUHU NEXT CHAP PANJANGIN YHA MUAH
A : di chap terakhir ini sampai 10K+ words lo... belum termasuk Q&A ini...
9. V3 (Chapter 8)
Sejak kapan pengertian istri adalah seseorang yang apapun dia minta akan dibelikan?!
A : tanya pada mereka /tunjuk anak - anak TK/
Ahra : coba tanyakan pada Jongin...karna dia paling paham...
10. LVenge (Chapter 8)
eh wait? itu si kris bukan nya anak nya qian? tapi ko kaya nya benci gitu ama ibu nya...
A : soalnya Qian itu cuman manfaatin Zhoumi dan mau mencelakakan baby Tao-nya.
11. Mala247 (Chapter 9)
Wah...berarti kris orang terpenting di ACE ya..?
A : tanyakan pada mereka /nunjuk para seme/
Jimin : My Cutie Dragie itu bosnya ACE mala~~ dia penggantinya Zhoumi.
Yongguk : dan jangan berharap menjadi musuhnya.
Taehyung : kalian akan dilibas habis olehnya.
Minho : Hingga menjadi debu.
Yifan : Hey aku tak semengerikan itu!
12. LVenge (Chapter 10)
ngomong2 yifan ko pakai boxer aja tidurnya, emang malemnya abis ngapain dia? OHOK *salah*
A : /diem/
Tao : Kris gege memang selalu 'mencuri' tiap ada kesempatan /pout/
Yifan : author.../asah samurai/
13. V3 (Chapter 12)
Jadi Tao itu anaknya... Duh... Agak bingung...
A : Tao itu anaknya Yunho dan Jaejoong kamu jangan bingung karna author gak punya tiang buat jadiin pegangan/?
14. Ko Chen Teung (Chapter 13)
Jadi cimit-cimit kesayangan gua di culik?
A : disini udah diselmatkan kok mas tenang aja keyyy
15. kookies (Chapter 13)
Si kodok kaga sosweet bgt elah, nembak kilat -_- itu siapa lg yg nyulik dedek2 unyu?
A : Yang nyulik ada di chap ini mwehehe
Minho : saya itu orangnya to the point.
Taemin : /sigh/
Taeho : kalau aku cudah becar aku akan tembak eomma lebih co cweet dari appa. /muka polos/
NAH SELESAI SUDAH. Maaf author gak bisa bales semua pertanyaan kalian tapi yang pasti author mau bilang terima kasih sebanyak - banyak buat para readers yang sudah mensupport fanfics ini mulai dari 'Cause Of Sprite sampai Uri Congcaenim! Chapter akhir. Jujur autho cinta mati sama fics ini karna fyi readersnya somplak semua/? /ditabok/ dalam memberikan komentar dan itu membuat I Miss You All So Much dan sedih kita harus berpisah disini author harap author ketemu kalian lagi di New Era, (WANT)ED, Shutter Series, Central Intelligence Agency (CIA), dan fics author lainnya baik di Screenplays, Anime, dan Wattpad.
But First of all. I'm very thankfully for readers who give positive vibes for me. tanpa kehadiran readers fanfics ini mungkin gak jebol sampai 60 ribu viewers /belum termasuk chap ini/ dan makasih banget untuk kalian para readers setia yang gak bisa author sebutin namanya satu persatu karna saking banyaknya memberi efforts yang baik juga buat Ai tetangga sebelah makasih untuk semua ide gila anda saya sangat mengapresiasikannya.
so Last.
khamsahamnida dan sampai jumpa di fics lainnya.
Annyeong~~~~
/Bow 90 Degree/
