Tittle : Psycho Brothers
Author : Febri Kim
Cast : Kim Jongdae, Lu Han, Kris Wu
Genre : GS,Romance, Psycho, Angst, Crime
NB : Kalo ada kesamaan jalan cerita saya mohon maaf, karena emang ini tiba-tiba muncul setelah mengingat ff-ff yang saya baca. Don't be siders bcs I hate it
RATED DINAIKKAN KARENA ADANYA KATA-KATA KASAR DI DALAM SINI!
CHAPTER 13
BRAK! BRAK! BRAK!
"Kris hyung! Luhan hyung! Jangan gila! BUKA PINTUNYA!" teriak Chanyeol
Lelaki itu langsung mengintip di jendela yang tertutup gorden tipis. Emosinya semakin membludak kala melihat kekasihnya disetubuhi oleh kedua kakaknya.
"BRENGSEK BUKA PINTUNYA!" teriak Chanyeol lagi
"Mereka tidak akan mendengar kita. Cara satu-satunya adalah kita harus mendobrak pintu ini" ucap Baekhyun
Keeenam orang itu langsung bertindak cepat saat mendengar lenguhan Jongdae yang cukup keras
"Tao-ya, saat aku mengatakan tiga. Kita dobrak pintu ini" ucap Chanyeol
"Satu…" Chanyeol dan Tao sama-sama bersiap
"Dua…" Chanyeol mengepalkan tangannya karena mendengar suara memilukan dari Jongdae
"Tiga"
BRAK!
Sekali hantaman kedua lelaki tinggi itu, pintu terbuka. Mereka berenam langsung terpaku pada adegan yang seharusnya tak mereka lihat. Bahkan Baekhyun menutupi mata Jaehyun
"BRENGSEK!"
Chanyeol dan Tao langsung menghajar Kris dan Luhan sementara Yixing dan Minseok memakaikan Jongdae pakaian. Jongdae benar-benar lemas sekarang, bahkan ia tak mampu mengeluarkan suaranya. Baekhyun dan Jaehyun langsung menghampiri Jongdae dan memeluk gadis itu.
"Baboya! Kenapa tidak mengatakannya huh?! Apa ini penyebab kau berubah?!" teriak Baekhyun
Jongdae tersenyum lemah mendengar teriakan Baekhyun,"Tak… apa.." lirih Jongdae
"Apanya yang tidak apa?! Kau sudah seperti ini dan kau bilang tidak apa?!" teriak Baekhyun lagi
"Seharusnya aku tidak meninggalkanmu saat itu hiks" ucap Minseok mulai terisak
BUG!
"Aku sama sekali tidak ingin menghajarmu hyung, tapi iblis itu harus keluar!" teriak Chanyeol
Kris tertawa kecil,"Hahaha... tapi dia sudah aku bobol" ucap Kris
BUG!
"Maafkan aku sunbae, tapi ini sudah kelewatan" ucap Tao
"Kelewatan apanya? Salahkah aku kalau aku tertarik padanya? Dia benar-benar menggoda" jawab Luhan
BUG! BUG!
Setelah selesai dengan Kris, Chanyeol segera menggendong Jongdae ala bridal menuju mobilnya. Sementara yang lain mengurusi Kris dan Luhan yang baru sadar akan apa yang terjadi
"Bertahanlah. Kita akan ke rumah sakit sekarang" ucap Chanyeol
"Kenapa... Kau... Disini…?" tanya Jongdae pelan
Chanyeol tersenyum dan mengecup kening Jongdae, "Aku disini untukmu dan karenamu. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi. Maafkan aku"
"J-Jinri.." ucap Jongdae lemah
"Jangan berbicara apapun dulu. Kau hanya perlu bersandar padaku dan bertahan. Kita akan ke rumah sakit" jawab Chanyeol
Luhan dan Kris masih terduduk di samping kanan dan kiri ranjang Jongdae yang masih belum siuman. Joonmyeon dan Kyungsoo pun menemani kedua lelaki itu dan sesekali mengusap punggung mereka. Baekhyun, Tao, Jaehyun, Minseok, dan Yixing masih setia menunggu sambil duduk di sofa, sementara Chanyeol sedang ada urusan dengan sang ayah. Mereka semua masih memikirkan perkataan dokter Park terkait kondisi Jongdae
Flashback
Jungsoo keluar dari ruang ICU dengan wajah gusar. Chanyeol orang pertama yang menyadari ayahnya langsung berdiri dan menatap ayahnya khawatir
"Bagaimana keadaan putriku oppa?" Tanya Kyungsoo cemas
"Jongdae baik-baik saja, hanya saja kita tidak bisa menyelamatkan bayinya–"
"Bayi?!" pekik Chanyeol
"Pacarmu datang ke dokter Jung seminggu yang lalu dan berniat memeriksa keadaannya yang saat itu sangat labil. Dokter Jung langsung melaporkan pada ayah mengenai hasil pemeriksaan Jongdae yang menyatakan ia positif" jelas Jungsoo
"Apa karena itu ayah tiba-tiba memukul dan membentakku saat itu?" tanya Chanyeol
Jungsoo mengangguk
"Tapi itu bukan aku ayah. Aku bersungguh-sungguh, aku sama sekali tidak menyentuhnya. Dia hartaku yang berharga" ucap Chanyeol
"Ayah tahu. Maafkan ayah" ucap Jungsoo pelan lalu menepuk pundak anaknya
"Ini semua salahku dan Kris" sahut Luhan
Semuanya terkejut atas pernyataan Luhan kecuali Minseok dan Yixing. Mereka berdua sudah menduga ini akan terjadi. Selain itu, mereka tidak ada di rumah saat kejadian itu menimpa Jongdae
"Kami berdua yang melakukannya 4 bulan lalu, dan mungkin itu alasan kenapa Jongdae berubah menjadi pendiam" jelas Luhan
Luhan dan Kris menundukkan kepala mereka. Yixing dan Minseok otomatis mengusap punggung keduanya supaya kedua lelaki itu tenang
"Tapi mereka tidak bisa disalahkan dalam hal ini. Ini murni bukan kesalahan mereka kan?" Tanya Minseok
"Memang bukan murni kesalahan mereka. Tapi mau tidak mau, Kris dan Luhan harus dimasukkan ke pusat rehabilitasi jika kalian tidak menginginkan kejadian yang lebih dari ini. Jongdae memiliki banyak memar dan luka kering di tubuhnya, bahkan ada bekas sayatan di pergelangan tangannya. Kakinya juga terluka karena benda tajam, pita suaranya sedikit bermasalah tadi namun kami berhasil mengatasinya. Selain itu, aku yakin Jongdae memiliki traumatis setelah apa yang terjadi padanya" jelas Jungsoo
Joonmyeon menghela nafasnya, "Apa dia perlu perawatan khusus hyung? Maksudku, untuk menyembuhkan traumatisnya" ucap Joonmyeon
"Chanyeol akan menyembuhkan traumanya. Selebihnya, ia hanya harus dirawat disini selama beberapa minggu sampai kondisinya kembali pulih, kalau sampai ujian dia belum pulih, dia akan melakukan ujian di rumah sakit. Setelah memindahkannya ke ruang perawatan, kalian bisa menjenguknya" jawab Jungsoo
Flashback Off
"Aku seharusnya tidak meninggalkan kalian bertiga begitu saja" ucap Joonmyeon
Kris mendongak dan menatap Joonmyeon,"Meninggalkan apa maksud saem?" Tanya Kris
"Semua karena eomma" sahut Kyungsoo
"Kyung–"
"Mereka harus mengetahui semuanya. Kita tidak bisa terus-menerus menyembunyikan diri!" pekik Kyungsoo
"Apa maksudnya? Jelaskan semuanya pada kami!" bentak Luhan
"Dulu saat eomma berumur 15 tahun, eomma dibeli oleh appa kalian di sebuah club. Eomma tidak tahu alasannya apa tapi tiba-tiba appa meminta eomma untuk menikah dengannya. Eomma pikir eomma akan dicaci oleh keluarga appa, tapi nyatanya tidak. Padahal saat itu kau sudah ada di dalam perut eomma" ucap Kyungsoo lalu mengusap rambut Kris
"Beberapa hari setelah itu, kami melangsungkan pernikahan dan hari berikutnya appa menanamkan benih Luhan pada eomma. Akhirnya appa dan eomma memutuskan untuk menunggu kalian lahir, appa bilang appa sudah mengawasi eomma sejak lama hanya saja eomma tidak sadar. Setelah kalian berumur 7 bulan dikandungan eomma, appa mulai tidak mempedulikan eomma. Padahal saat itu adalah masa-masa rawan. Appa kalian lebih sibuk pada pekerjaan dan akhirnya eomma bertemu dengan seseorang. Bodohnya, eomma bermain api di belakang appa kalian" lanjut Kyungsoo
"Tapi appa tahu karena itu murni kesalahan appa yang tidak bisa menjaga eomma kalian" sahut Joonmyeon
Kyungsoo menatap Joonmyeon dengan tatapan bersalah namun hanya dibalas senyum oleh Joonmyeon
"Beberapa bulan setelah kalian lahir, eomma diajak ke bar oleh seseorang itu dan keesokan paginya eomma berakhir tidur dengan namja itu. Eomma takut untuk pulang dan namja itu malah tidak mau bertanggung jawab, malah dia meminta putus dari eomma" ucap Kyungsoo pelan
"Appa yang khawatir karena beberapa hari eomma tidak pulang memutuskan untuk mencari eomma dan menemukan eomma duduk di bangku taman dengan pandangan sedih" sahut Joonmyeon
"Eomma mengatakan segalanya dan mengira appa akan menceraikan eomma. Tapi appa kalian malah meminta maaf pada eomma dan berjanji akan menjaga eomma dan calon bayi eomma, yaitu Jongdae" lanjut Kyungsoo lalu menatap Jongdae sejenak
"Karena rasa bersalah eomma pada appa, eomma memutuskan untuk menggugurkan bayi itu dengan berbagai cara namun gagal karena appa lebih dulu mengetahuinya. Akhirnya setelah Jongdae lahir, eomma sengaja membuangnya ke panti asuhan dan memalsukan kematian eomma karena kecelakaan demi mengejar penculik Jongdae" lanjut Kyungsoo
"Appa terus mencari keberadaan eomma kalian karena feeling appa mengatakan eomma masih hidup. Dan benar, eomma kalian berada di Jeju bersama keluarga barunya. Appa juga memalsukan kematian appa, dokter Park sebenarnya berhasil menyelamatkan appa namun appa memintanya berbohong pada kalian demi menyusul eomma ke Jeju. Appa dulunya juga seperti kalian, tapi appa sempat menjalani rehabilitasi di Jeju sehingga harus mengulur waktu" lanjut Joonmyeon
"Seperti kami?" tanya Luhan
"Kakek kalian adalah seseorang yang jenius. Jadi saat appa lahir, appa dilatih untuk menjadi pintar dan jenius seperti kakek. Setelah nenek meninggal, kakek menjadi frustasi dan sering kali menyiksa appa jika appa mendapat nilai dibawah 9. Karena itu, semua kesakitan appa ditanggung oleh sosok lain yang hinggap dalam diri appa. Entah bagaimana kejadiannya, appa membunuh kakek kalian dan pada saat itu bibi Song melihat kejadian itu. Bibi Song mengatakan pada polisi bahwa dialah pelakunya, karena pada saat itu appa masih berumur 13 tahun. Appa ingin berterima kasih dan merawat bibi Song saat ia tua karena dia sudah tidak punya keluarga. Namun naas, ia tewas di penjara" jelas Joonmyeon
"Eomma benar-benar menyesal karena dulunya berusaha menyingkirkan Jongdae. Bahkan eomma selalu menangis saat teringat adik kalian yang satu ini" ucap Kyungsoo lalu mengelus surai hitam Jongdae
"Jadi… apa aku anak yang tidak diharapkan?"
Kris dan Luhan langsung menggenggam kedua tangan Jongdae, begitupun dengan yang tadinya duduk. langsung berdiri di hadapan ranjang Jongdae
"B-Bukan seperti itu sayang…" ucap Kyungsoo
Jongdae membuka matanya dan menatap Kyungsoo nanar,"Kenapa kalian menyelamatkanku? Seharusnya kalian membiarkanku mati perlahan. Diperkosa dan disiksa oleh kakakku sendiri, aku hamil dan sekarang aku kehilangan bayiku, bahkan aku tidak diinginkan oleh ibuku sendiri. Apalagi yang harus aku dapatkan? Kalau sudah seperti itu seharusnya kalian tidak usah meminta Park ahjussi menyelamatkanku!" pekik Jongdae
"Dae-ya tenangkan di–"
"Bagaimana aku bisa tenang Baek-ah?! Aku sudah menerima takdirku dan bahkan aku menerima janin yang ada dalam perutku! Tapi kenapa malah jadi begini?! Aku sudah menyayanginya dan sekarang dia pergi?! Kau harusnya tahu bagaimana seorang perempuan yang bersedih karena kehilangan calon bayinya! Calon anaknya!" teriak Jongdae
"Dan kau harusnya juga tahu bagaimana perasaan seorang pria yang gagal menjaga wanitanya sehingga wanitanya mendapat hal buruk yang berdampak pada kesehatan dan sikapnya. Bahkan orang seperti itu tidak bisa disebut pria" sahut Chanyeol yang berada di depan pintu
"TIDAK! KAU TIDAK MENGERTI! AKU SUDAH KOTOR! SEHARUSNYA KAU MENINGGALKANKU! SEHARUSNYA KAU MENCARI WANITA LAIN YANG PANTAS DENGANMU! KAU PIKIR AKU TENANG SAAT MENGETAHUI KAKAKKU BERLUMURAN DARAH DENGAN JASAD APPA?! TIDAK! AKU SELALU TAKUT JIKA TIBA-TIBA KAKAKKU MEMBUNUHKU, DAN LIHAT APA YANG TERJADI PADAKU? KETAKUTANKU MENJADI KENYATAAN! BAHKAN KENYATAAN LAIN ADALAH AKU SAMA SEKALI TIDAK DIHARAPKAN OLEH IBUKU SENDIRI! IBU KANDUNGKU! KAU HARUS TAHU BAGAIMANA PERASAANKU! BAGAIMANA SAKITNYA AKU SAAT MENDENGAR KALAU AKU, KIM JONGDAE, ANAK YANG TIDAK DIINGINKAN! AKU ANAK HARAM! PERSETAN DENGAN SEMUA INI. LEBIH BAIK AKU PERGI!" teriak Jongdae
Gadis itu melepas infusnya secara paksa dan turun dari ranjangnya dengan susah payah karena ditahan oleh Luhan
"Jangan gila Dae-ya. Kau masih belum pulih!" ucap Luhan
"Justru kalau aku belum pulih dan tidak mendapatkan perawatan, aku akan mati perlahan dan kalian akan senang!" jawab Jongdae lalu melepaskan cengkraman kakak dan ayahnya
Gadis itu berusaha lari namun ditahan oleh Chanyeol yang membawa Jongdae ke pelukannya
"Jangan gila. Aku tahu kau sakit hati saat mendengar semua ini, tapi mengakhiri hidup bukanlah pilihan yang baik. Kyungsoo ahjumma, Joonmyeon ahjussi, Kris hyung, dan Luhan hyung sudah minta maaf. Mereka merasakan sakit yang lebih dari yang kau rasakan sekarang, dan harusnya kau tahu itu. Jongdae yang aku kenal adalah Jongdae yang pemaaf meskipun ia disakiti berkali-kali. Lagipula kau pernah mengatakan padaku kalau kau akan membahagiakan orang tuamu seandainya mereka masih ada dan tak peduli dengan kesalahan mereka karena itu adalah masa lalu" jelas Chanyeol
"Tapi aku sudah–"
"Kau pikir aku peduli tentang kau bersih atau kotor? Kalau aku membencimu yang kotor, aku tidak mungkin ada disini dan memelukmu seerat ini. Bahkan untuk melihat wajahmu saja aku tidak mau jika aku sebrengsek itu" potong Chanyeol
"Kau juga berjanji untuk selalu menjadi sahabatku sampai kita berdua sama-sama mendapat seseorang yang bisa membahagiakan dan menjaga kita. Kau berjanji tidak akan meninggalkanku" sahut Baekhyun pelan
"Lihat? Bahkan sahabat beomu itu tidak ingin kehilanganmu. Kami menyayangimu lebih dari apapun, bukan karena kau cantik atau pintar. Tapi karena kau adalah kau, karena kau adalah Kim Jongdae. Kami disini untukmu, melihatmu seperti ini saja sudah membuat kami sedih. Apalagi jika kau meninggalkan kami? Kau itu malaikat kami, matahari kami" ucap Chanyeol
Jongdae terdiam mendengar ucapan Chanyeol, gadis itu lalu memandangi satu-persatu orang yang ada di ruang perawatannya. Joonmyeon, Kyungsoo, Luhan, dan Kris yang pertama. Mereka adalah keluarga yang sangat Jongdae inginkan, gadis itu masih ingat bagaimana bahagianya dia saat Luhan berhasil mengedit foto keluarga mereka dengan lengkap. Dengan Kyungsoo juga. Jongdae juga mendengarkan cerita Kyungsoo tadi, ibunya itu pasti merasakan sakit yang lebih dalam darinya saat ini. Lalu Baekhyun, Tao, dan Jaehyun. Mereka adalah sahabat-sahabat yang sangat Jongdae sayangi, meskipun ia baru mengenal Jaehyun, tapi baginya Jaehyun adalah dongsaeng kesayangannya. Meskipun Baekhyun dan Tao sering menjahilinya, tapi Jongdae yakin itu adalah cara mereka untuk membuat Jongdae tertawa. Yixing dan Minseok, mereka adalah sosok kakak yang baik. Jongdae seharusnya berterima kasih pada mereka yang telah berhasil membuat kedua kakaknya merasakan cinta dan membantunya mengendalikan kakaknya
"Sekarang kalau kau mau jadi anak baik dan memeluk kedua orang tuamu, aku akan membelikanmu hotpot lagi dan memberikan cheesecake sebanyak yang kau mau" ucap Chanyeol
Jongdae mendongak menatap Chanyeol lalu menggeleng,"Tidak perlu. Kau mau berada disisiku saja sudah cukup membuatku senang. Dan lagi, aku selalu jadi anak yang baik tanpa syarat apapun"
Chanyeol tersenyum lalu melepas pelukannya dan membiarkan kekasihnya itu memeluk keluarga kecilnya
"Hiks…Hiks…"
"Eh.. Baekkie kenapa menangis?" Tanya Tao lalu langsung memeluk gadis kecilnya itu
"Aku terharu, ternyata hiks dobi bertelinga gajah itu bisa hiks bijak juga" jawab Baekhyun
Chanyeol menatap Baekhyun dengan ekspresi -_- lalu menjitak Baekhyun dan sukses mendapat tendangan di kakinya dari Tao
Kris dan Luhan melepaskan pelukan mereka pada Kyungsoo dan Joonmyeon. Setelah Jongdae sembuh dan para remaja itu menyelesaikan ujian mereka, Kris dan Luhan memutuskan untuk menunda kuliah mereka dan masuk ke rumah sakit rehabilitasi di Seoul
"Kalian jaga diri, ikuti apa kata para tutor disini arrachi?" nasihat Joonmyeon
"Iya appa… kami janji" ucap Kris
"Chanyeol-ah, jaga Jongdae baik-baik. Kalau sampai terjadi apa-apa padanya, kau yang akan aku musnahkan" ancam Kris
"Tenang saja hyung, kalau ahjussi ini tidak bisa menjaga Jongdae noona, aku dengan senang hati akan menggantikannya" sahut Jaehyun
"Ide bagus" ucap Kris
Chanyeol hanya terus mencibir sambil merangkul Jongdae
"Oppa janji akan sembuh kan?" Tanya Jongdae pada Luhan
"Iya. Dari dulu oppa ingin sembuh dan masuk ke sini tapi kau selalu melarang. Tapi sekarang kau tidak sendirian lagi kan? Jadi oppa bisa tenang meninggalkanmu" jawab Luhan
Jongdae mengangguk,"Tapi sepertinya ada yang tidak tenang sekarang" ucap Jongdae jahil lalu menatap Yixing dan Minseok
Luhan dan Kris mengikuti arah pandang Jongdae lalu tersenyum,"Mereka adalah sosok yang berharga bagi kami setelah dirimu. Oppa mohon jaga mereka ya?" pinta Kris
"Dengan senang hati" jawab Jongdae
Kris dan Luhan berjalan mendekati Yixing dan Minseok yang tersenyum manis pada mereka. Kedua lelaki itu memeluk kekasihnya dengan cukup erat, maklum untuk beberapa bulan ke depan tidak bertemu.
Kris melepaskan pelukannya pada Yixing dan menempelkan dahinya dengan dahi Yixing lalu mengelus pipi Yixing sambil tersenyum
"Jaga diri ya? Jangan pernah tertarik pada lelaki manapun. Kau harus ingat kalau kau milikku" bisik Kris
"Iya tuan muda Kris… aku tak akan berpaling darimu. Jadi, cepatlah sembuh" jawab Yixing
Luhan melepaskan pelukannya namun tangannya melingkar di pinggang Minseok dan memeluknya dengan erat
"Jangan berpaling dariku. Kau hanya milikku. Aku janji, setelah keluar dari sini, aku akan melamarmu dan setelah itu kita bulan madu ke Venezuela. Kau mau kan?" tawar Luhan
"Itu impianku. Jadi… cepatlah sembuh Luhan sayang" jawab Minseok lalu mengecup bibir Luhan sekilas
"Yayayaya! Masih ada anak kecil disini!" teriak Jongdae jahil sambil menutupi mata Jaehyun yang tengah memeluk pinggangnya
"Tenang saja noona, aku juga akan melakukannya dengan noona" ucap Jaehyun lalu memberikan wink pada Jongdae
"Heh bocah. Aku sudah melakukannya lebih dulu" sahut Chanyeol lalu memeluk Jongdae dari belakang dan menyingkirkan Jaehyun yang tengah memeluk pinggang Jongdae
"Tidak usah berbohong, hyung. Aku akan merebut first kiss Jongdae noona" balas Jaehyun
"Aku sudah merebutnya terlebih dahulu jauh sebelum kau mengenalnya. Kalau kau tidak percaya, tanya saja padanya" jawab Chanyeol
"Murid kurang ajar, bukannya berpamitan pada gurunya malah bermesraan. Kau ini bagaimana?" cibir Luhan
"Aku sedang malas berpamitan sonsaengnim. Tapi tenang saja, aku akan jadi orang pertama yang memeluk sonsaengnim dengan erat saat sonsaengnim keluar dari sini" jawab Chanyeol
"Tapi orang pertama yang ingin aku peluk adalah eomma, bagaimana?" goda Luhan
"Kalau begitu kedua" jawab Chanyeol
"Kedua, ayah. Ketiga, Jongdae. Keempat, Minseok. Kelima, Yixing. Keenam, Tao. Ketujuh, Baekhyun" ucap Luhan
"Sonsaengnim tega menomor delapankan aku huhuhu" ucap Chanyeol pura-pura sedih
"Tidak sadar umur. Umur saja 18 tahun, tapi tingkah seperti bocah" cibir Jaehyun
Bletak!
"Huweee noona, ahjussi ini menjitakku" adu Jaehyun
"Apa katamu?!"
Kyungsoo dan Joonmyeon hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat pertengkaran Chanyeol dan Jaehyun dengan Jongdae yang face-palmed di tengah-tengah mereka
"Kalian berdua masuk sana, eomma dan appa akan menjenguk kalian sebulan sekali. Jadi anak baik selama disini ya?" ucap Kyungsoo lalu mendorong Kris dan Luhan masuk
"Baik eomma!" ucap KrisLu bersamaan lalu mengecup pipi Kyungsoo
"Kami mencintaimu eomma… appa!"
Kyungsoo tersenyum melihat anak-anaknya yang berjalan masuk ke dalam rumah sakit rehabilitasi ini. Ia berbalik dan menghampiri sang suami lalu memeluknya
"Semuanya sudah selesai" bisik Joonmyeon
Kyungsoo mengangguk,"Aku mencintaimu Joonie"
"Aku juga mencintaimu Kyungie"
END
Hiyahahahaha...
Gimana endingnya? Memuaskan atau tidak? Jika tidak saya minta maaf huhuhu T.T Tapi tenang, setelah ini saya bakal apdet EPILOGnya dan di epilog nanti bakal full romance :D Soo... keep waiting for it ;) And also... SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!
XOXO
Febri Kim
