9 hari berlalu semenjak baekhyun dinyatakan hamil, kini kandungannya sudah genap berusia 1 bulan. selama itu pula baekhyun masih bekerja di rumah keluarga park karena memang ia tidak punya pilihan lain, setelah ia menikah dengan jongin nanti barulah ia akan keluar dari rumah ini dan memikirkan cara lain untuk melindungi adiknya tanpa perlu mengandalkan surat perlindungan dari pengadilan

selama 9 hari ini pun sikap dan perilaku kyungsoo berubah 360%

ia yang awalnya sangat acuh terhadap chanyeol mendadak berubah menjadi istri yang sangat perhatian terhadap suaminya

Kyungsoo yang awalnya juga sangat ketus terhadap baekhyun kini mulai berubah dan bersikap sangat ramah terhadap pembantu rumah tangga nya itu

"Baekhyun ssi ayo kemari.. "

Seperti pagi ini misalnya, wanita bertubuh mungil itu kembali mengajak baekhyun untuk sarapan bersama

"Ayo duduk baekhyun ssi, kita makan bersama"

Baekhyun dengan ragu duduk dimeja makan tepat dihadapan kyungsoo dan chanyeol yang duduk bersebelahan

Chanyeol menatap istri dan simpanannya itu secara bergantian, lalu kemudian ia berdehem pelan

"Ayo kita mulai sarapannya"

Baekhyun dengan pelan membalik piring makannya dan mengambil beberapa sendok nasi goreng kimchi yang ia buat

Saat chanyeol hendak mengambil makanannya juga, kyungsoo dengan cepat mengambil piringnya dan mengambilkan nasi untuk chanyeol

"Sini biar aku suapi.."

Baekhyun dengan cepat menoleh

"Ne?"

"Aku suapi, kau ingat saat pertama kali kita menikah dulu kau sangat suka jika aku suapi? sayang sudah berama lama kita tidak melakukan itu? aku rindu melakukan hal yang manis untuk suamiku lagi"

Chanyeol terdiam sejenak, ia melirik baekhyun sekilas yang nampak diam memperhatikan mereka berdua

"n-ne, sudah lama sekali rasanya"

Kyungsoo tersenyum manis

"ayo buka mulutmu aaaaaaaaa"

Chanyeol dengan ragu membuka mulutnya dan menerima suapan dari istrinya

"enak?"

"Enak" chanyeol mengangguk dengan ragu

Sesekali ia mencuri-curi pandang pada baekhyun yang tampak fokus pada makanannya

"Saya sudah selesai tuan, nyonya"

Kyungsoo dan chanyeol menoleh bersamaan

"Kau tidak menghabiskannya?"

Baekhyun tersenyum lemah "saya sudah kenyang nyonya, saya permisi kebelakang"

Kyungsoo mengangguk pelan sedangkan chanyeol terus menatap kepergian baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan

"Chanyeol.. "

Chanyeol menoleh "wae?"

"Aku juga mau disuapi.. "

Ucap kyungsoo lagi sambil tersenyum manja

Chanyeol balas tersenyum kecil..

.

.

.

"Ini bubur dan juga susu penguat kandungan, kau harus memberikan ini pada baekhyun"

Pagi-pagi sekali sooyoung sudah sibuk membuat bubur khusus untuk ibu hamil dan menyiapkan beberapa bungkus susu penguat kandungan untuk baekhyun. ia bahkan sudah mewanti-wanti jongin agar berkunjung kerumah chanyeol terlebih dahulu sebelum berangkat kerja

"Jika bisa sebaiknya kau suruh baekhyun untuk berhenti bekerja dirumah chanyeol, ia bisa tinggal disini jika ia mau. eomma takut terjadi sesuatu pada cucu eomma jika baekhyun terlalu kelelahan, nanti jika baekhyun tiba-tiba mengidam sesuatu bagaimana?"

Jongin tersenyum kecil "aku juga inginnya begitu, tapi eomma tau sendiri baekhyun itu orangnya sangat keras kepala. ia tidak akan mau tinggal disini secara cuma-cuma"

Sooyoung mengangguk paham "itulah alasan kenapa eomma begitu menyukai baekhyun. ia tidak seperti pria atau wanita lain diluaran sana yang hanya mengincar hartamu saja, ia bukan tipikal orang yang suka bergantung pada orang lain"

"Itu juga salah satu alasan kenapa aku sangat mencintai baekhyun eomma"

Sooyoung tersenyum "yasudah, kalau begitu jangan lupa antar bubur ini kerumah chanyeol"

"Iya eomma"

.

.

.

"Hoeeeekkk.. Hoeeeekkk"

Baekhyun masih mengalami morning sick hingga hari ini, rasanya sangat mual dan menganggu. setiap makanan yang ia makan selalu ia muntahkan kembali

TING TONG TING TONG

Baekhyun membasuh wajahnya pelan dan berjalan menuju pintu depan

CKLEK

"jongin?"

Jongin tersenyum tampan "selamat pagi sayang.. "

Baekhyun balas tersenyum manis

"ayo masuk"

Jongin berjalan masuk kedalam dan duduk diruang tamu

"Chanyeol dan kyungsoo sudah berangkat kerja?"

"Iya sudah, ada apa kau datang pagi-pagi kemari?"

"Eomma menyuruhku untuk mengantarkan bubur dan susu ini untukmu"

Baekhyun menerima bubur itu sambil tersenyum tipis

"Sampaikan ucapan terimakasihku untuk ibumu.. tapi kai, aku agak susah untuk makan sekarang. perutku mual sekali dan setiap kali aku makan, makanan itu akan selalu aku muntahkan lagi"

"begitukah? ahh kalau begitu kebetulan sekali, tadi aku sempat ke apotik dan membeli pil khusus untuk menanggulangi efek morning sick. mungkin saja ini bisa membantu"

Jongin mengeluarkan bungkusan plastik putih dari dalam tas kerjanya yang berisi sebotol kecil penuh pil berwarna cokelat, ia kemudian menyerahkan botol itu pada baekhyun

"Terimakasih kai"

"Sama-sama, kalau begitu kau makanlah dulu, baru setelah itu kau minum obatnya"

Baekhyun tersenyum

"Sini biar aku suapi"

Jongin dengan telaten membuka termos berisi bubur labu dan langsung menuangkan isinya ke dalam tempat makan

"Aku bisa makan sendiri kai"

Jongin menggeleng cepat "kau harus aku suapi, nanti jika kau kelelahan bagaimana? aku tidak mau ambil resiko"

Baekhyun tersenyum lucu mendengarnya, makan sendiri kan tidak memerlukan tenaga

"Sebentar"

Jongin meniup buburnya pelan hingga tidak terlalu panas

"sekarang ayo buka mulutmu"

Baekhyun membuka mulutnya pelan

"Bagaimana? enak?"

Baekhyun mengangguk senang "enak, terimakasih kai"

"Sama-sama, ayo aku suapi lagi"

Baekhyun membuka mulutnya lagi

"Baek sebenarnya eomma memintamu untuk berhenti bekerja dirumah chanyeol, ia ingin kau tinggal dirumah kami saja. ia takut jika kau terus bekerja sebagai asisten rumah tangga kau akan kelelahan dan berdampak buruk untuk kandunganmu"

Ucap jongin sambil masih terus menyuapi baekhyun

"Aku tidak bisa melakukan itu kai, lagipula apa kata tuan dan nyonya park nanti jika aku tiba-tiba berhenti dan tinggal dirumahmu?"

Jongin terdiam sejenak. benar juga, akan terlalu mencurigakan jika baekhyun tiba-tiba berhenti

"Aku janji akan segera berhenti setelah aku sah menikah denganmu"

Jongin mengangguk "baiklah aku mengerti, tapi kau jangan sampai kelelahan. aku tidak mau terjadi sesuatu terhadap calon anak kita"

Baekhyun tersenyum lembut "iya kai, aku janji"

.

.

.

Luhan berjalan pelan menuju kamar sehun, ia membuka pintunya bermaksud membersihkan kamar pria itu

Keningnya sedikit mengkerut melihat banyaknya tumpukan sampah dibawah kolong meja

Ia ambil tempat sampah itu pelan dan terkejut melihat isinya yang dipenuhi tisu bekas yang penuh noda berwarna merah mirip bercak darah

"Luhan hyung.. "

Sehun keluar dari dalam kamar mandi dan terkejut melihat luhan sudah berada dikamarnya

"Sehun apa ini?"

Sehun melirik tempat sampah yang sedang dipegang luhan

"Apa? memangnya ada apa dengan tempat sampah itu?"

"Sehun, banyak sekali tisu penuh bercak darah disini. sebetulnya apa yang terjadi?"

Sehun mengernyit bingung "Bercak darah apa maksudmu?"

Luhan mengambil selembar tisu bekas dan menunjukannya pada sehun

"Ini, kau lihat banyak bercak darah"

Sehun tertawa pelan "oh itu bukan darah, tapi itu cat untuk melukis"

"Cat untuk melukis?"

Sehun mengangguk, ia berjalan menuju lemari dan mengeluarkan sebuah lukisan abstrak yang masih setengah jadi

"Aku baru ikut kelas melukis dikampus sekitar 3 hari yang lalu, dan ini adalah tugas pertamaku. hasilnya masih belum sempurna, aku menggunakan cat itu untuk melukis ini"

Luhan melirik lukisan dan tumpukan sampah ditangannya bergantian

Benarkah ini hanya cat?

"Itu bukan darahku hyung"

Sehun kembali menyimpan lukisan itu kedalam lemari

"Tapi sehun-"

"Sebaiknya kau keluar dulu hyung, aku mau pakai baju. tidak mungkin kan aku telanjang di depanmu?"

Luhan baru sadar sehun hanya menggunakan handuk yang melilit dibagian bawah tubuhnya saja

"Yasudah, kalau begitu aku tunggu diluar ya"

.

.

.

Setelah selesai berpakaian, sehun berjalan pelan menuju meja makan. disana luhan tengah menyiapkan makanan untuk sarapan mereka berdua

"Sehun kenapa rambutmu masih basah?"

Sehun menatap luhan sekilas, "aku tidak sempat mengeringkan rambutku. pagi ini aku ada kelas"

Luhan kemudian berjalan kearah belakang dan mengambil handuk kecil

"Kau harus tetap mengeringkan rambutmu, bagaimana jika nanti kau demam?"

Luhan mengeringkan rambut sehun dengan handuk ditangannya, ia mengeringkan rambut pria itu dengan gerakan lembut. tangannya secara otomatis langsung berhenti ketika tanpa sengaja banyak sekali rambut sehun yang rontok dan ikut terbawa dihanduknya

"Sehun, rambutmu-"

Sehun menoleh "oh sepertinya aku terlalu kelelahan, biasanya kalau aku kelelahan rambutku memang suka rontok"

Luhan langsung duduk disamping pria itu

"sebanyak ini?"

"tidak sebanyak itu, tapi-"

"Kita ke dokter"

"Mwo?"

"Kita ke dokter sehun! aku rasa ada yang tidak beres denganmu"

"Tidak perlu ke dokter hyung, aku cuma kelelahan saja"

"Tapi sehun-"

"Hyung, percayalah.. aku baik-baik saja, sungguh"

Pria albino itu menatap luhan dengan pandangan yang sangat serius, luhan yang ditatapi seperti itu sontak saja langsung terdiam kaku

Sehun kemudian kembali fokus pada sandwich yang ia makan..

"Sepertinya aku sudah terlambat, aku harus segera pergi. terimakasih untuk sarapannya, jaga dirimu hyung.. "

Sehun tersenyum tipis menatap luhan sebelum akhirnya ia beranjak dari meja makan dan berbalik pergi

Setelah kepergian sehun, luhan diam-diam berdecak kesal. ia yakin ada yang tidak beres dengan pria albino itu

.

.

.

Jam makan siang pun sudah tiba, tapi baekhyun masih melamun sendirian di dalam kamarnya

Ia tidak bisa seperti ini terus, ia tidak bisa terus mempermainkan perasaan jongin. setidaknya ia harus tau siapa ayah biologis dari bayi yang ia kandung, baekhyun akan merasa sangat bersalah jika ia menikah dengan jongin nanti dan ternyata bayi yang ia kandung bukanlah anak jongin. baekhyun sudah terlalu banyak membohongi pria itu

Tapi bagaimana caranya?

bagaimana caranya ia bisa tahu anak ini anak jongin atau bukan? kandungannya bahkan belum genap berusia 3 bulan, tidak bisa jika melakukan tes DNA sekarang

TING TONG TING TONG

Baekhyun beranjak ke pintu depan

CKLEK

"Baekhyun.. "

DEG

Baekhyun menghela nafasnya panjang

"Ada apa tuan?"

"Baek, sudah berapa kali aku bilang jangan bicara formal padaku saat kita sedang berdua"

Baekhyun menghela nafas lagi

"Baik apa yang kau mau?"

"Aku sengaja datang kemari untuk mengajakmu makan siang diluar"

"Maaf tapi aku tidak bisa"

"Baek ayolah.. aku sudah jauh-jauh datang dari kantor supaya bisa makan siang bersamamu"

"Aku tidak memintamu untuk pulang kerumah"

"Baek-"

"Chanyeol cukup! berhenti bersikap seolah tidak terjadi apa-apa!"

Baekhyun mulai menaikan nada bicaranya, ia lupakan sejenak sopan santun yang seharusnya ia tunjukan pada majikannya

Chanyeol terdiam melihat baekhyun menatapnya tajam, ini pertama kalinya ia melihat baekhyun semarah ini padanya

"Sebaiknya sekarang kau kembali ke kantor, aku tidak lapar"

Baekhyun hendak menutup pintu, tapi chanyeol dengan cepat mehanan pintunya

"Baekhyun aku mohon jangan seperti ini, kita bisa bicara baik-baik"

"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi chanyeol, semuanya sudah sangat jelas untukku"

"Baekhyun.. "

Chanyeol dengan paksa mendorong pintu itu hingga baekhyun tak jadi menutupnya

Chanyeol menghela nafasnya frustasi, ia cengkram pundak simpanannya itu erat

"Baekhyun.. kumohon mengertilah keadaanku, kau tau aku tidak bisa melakukan itu. kau, kyungsoo dan jabatanku itu sangat penting bagiku. sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa memilih"

Baekhyun melepas kasar tangan chanyeol dipundaknya

"Bukan aku yang tidak mengerti dirimu chanyeol, tapi kau yang tidak pernah mengerti aku. kau sangat egois! kau tidak pernah mengerti perasaanku"

"Apa yang kau bicarakan? setidaknya aku tetap bertanggung jawab atas bayi yang ada di dalam perutmu, kenapa kau terus meminta lebih padaku?"

"Apa? meminta lebih kau bilang? Aku hamil chanyeol, dan aku butuh status yang jelas, bukan hanya sekedar tanggung jawab!"

Chanyeol mulai tersulut emosi

"Kenapa kau terus bersikap seperti ini? kau tau sejak awal hubungan kita hanya sebatas majikan dan simpanan saja bukan? seorang simpanan seharusnya tidak berhak meminta pertanggung jawaban lebih pada majikannya jika simpanan itu hamil, seharusnya kau bisa menelan semua konsekuensinya seorang diri. harusnya kau bersyukur aku masih mau bertanggung jawab! aku menyelamatkan adikmu dan kau membayarku dengan tubuhmu. semuanya impas. harusnya kau tau dimana posisimu sekarang byun baekhyun!"

PLAKK

baekhyun menampar chanyeol dengan keras, airmatanya langsung mengalir deras begitu mendengar ucapan menyakitkan dari majikannya itu

Chanyeol baru tersadar setelah baekhyun menamparnya, ia terlalu tersulut emosi tadi hingga tidak menyadari ucapannya sudah sangat keterlaluan

"Iya aku memang simpananmu. aku hanya dibayar untuk memuaskan nafsumu saja, tapi satu hal yang harus kau tau chanyeol. simpananmu ini sedang mengandung, aku hamil karena perbuatanmu park chanyeol! aku hamil anakmu"

Chanyeol gelagapan

"b-baek aku minta maaf, aku tidak bermaksud-"

"Cukup! aku mengerti sekarang, seharusnya dari awal aku memang tidak meminta pertanggung jawaban darimu, jika saja waktu itu aku tidak menerima tawaranmu untuk menjadi simpananmu semuanya pasti tidak akan jadi seperti ini hiks.. "

"Baek bukan begitu maksudku"

"Lepas"

Baekhyun berontak ketika chanyeol hendak memeluknya

Chanyeol mengusap wajahnya frustasi "baik-baik aku mengerti, aku menyerah. kita menikah, menikah secara diam-diam"

"Apa kau bilang?"

"Kita menikah diam-diam, pernikahan yang sah menurut agama tapi tidak secara hukum"

Baekhyun menutup mulutnya shock, apa yang chanyeol bicarakan?

"Chanyeol apa kau gila? anakku butuh status yang jelas dimata hukum, bagaimana bisa kau berpikir sampai sejauh itu? apa aku terlihat sangat murahan dimatamu?"

"Lalu aku harus bagaimana lagi? kau terus memaksaku menikahimu tapi kau tau sendiri aku tidak bisa memilih antara kau, kyungsoo ataupun jabatanku. hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa bersama"

"Cukup! Aku muak chanyeol, aku sangat muak! lupakan saja, lupakan semuanya. aku bisa membesarkan anakku sendiri, aku tidak perlu bantuanmu. aku pergi!"

Chanyeol dengan cepat mencengkeram tangan baekhyun

"Kau tidak akan pergi kemana-mana, kau mau adikmu yang menjadi taruhannya?"

Baekhyun melepas tangan chanyeol kasar

"Chanyeol sebenarnya ada apa denganmu? kau tidak mau bertanggung jawab atas janin yang aku kandung tapi kau juga tidak ingin aku pergi dari sini, sebenarnya apa mau mu? kenapa kau terus menahanku disini?"

Chanyeol terdiam..

"apa jangan-jangan kau mencintaiku? kau tidak ingin kehilanganku karena kau mencintaiku bukan? kau mencintai seorang simpanan yang hanya bertugas untuk memuaskan nafsumu diatas ranjang begitu?"

Chanyeol semakin terdiam kaku dibuatnya

"KENAPA DIAM SAJA? JAWAB PERTANYAANKU PARK CHANYEOL!"

"IYA, IYA AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAI SIMPANANKU SENDIRI DAN AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU! KAU PUAS?"

Kini giliran baekhyun yang terdiam seribu bahasa, wajah chanyeol terlihat memerah karena berteriak kencang dan nafasnya pun terlihat sangat tidak beraturan

"Dan berhenti menyebut dirimu hanya sebagai pemuas nafsuku saja, aku muak sekali mendengarnya!"

Baekhyun menundukan kepalanya dan ia kepalkan kedua tangannya erat

Airmatanya kembali tumpah dan ia menangis lagi

"Jika kau memang mencintaiku seharusnya kau tidak perlu berpikir dua kali untuk menikahiku.."

"Baek, sudah berapa kali aku bilang-"

"Cukup! sekarang siapa yang akan kau pilih? aku, kyungsoo atau jabatanmu? kau tidak bisa memiliki semuanya chanyeol, selalu ada sesuatu yang harus kau korbankan"

Chanyeol menatap baekhyun dengan tatapan putus asa, ia seolah mengisyaratkan jika ia memang benar-benar tidak bisa memilih

"Jangan pernah menyentuhku sebelum kau bisa mengambil keputusan"

Baekhyun berbalik pergi meninggalkan chanyeol yang tampak sangat frustasi

"SIAL!"

BUGH!

PRAAANG

Chanyeol menendang meja kaca di depannya hingga hancur berkeping-keping saking emosinya

.

.

.

"Penyebarannya sangat cepat, aku tidak menyangka akan secepat ini"

suho menatap pasiennya dengan tatapan prihatin, yang ditatap hanya balik menatapnya datar

"Berapa lama?"

"Mwo?"

"Berapa lama lagi aku bisa bertahan hidup?"

Suho menghela nafas "kenapa kau bertanya seperti itu? aku yakin kau akan sembuh, waktunya saja yang belum tepat.. "

Pria itu menyenderkan tubuhnya lemas pada sandaran kursi, sudah sekitar 4 bulan yang lalu sehun divonis positif mengidap kanker darah akut. sel kankernya berkembang dengan sangat cepat karena sehun menolak untuk melakukan pengobatan apapun

"Bagaimanapun caranya aku harus sembuh.. "

Sehun berucap lemah

"Aku harus sembuh.. demi baekhyun.. dan juga calon anakku"

Suho menatap pria albino itu dengan tatapan prihatin, 4 bulan yang lalu sehun datang padanya untuk memeriksakan diri. ia mengeluh sering mengalami sakit kepala, mual-mual dan mimisan yang tak kunjung sembuh. setelah diperiksa di lab ternyata sehun positif mengidap leukimia akut

Suho sudah berulang kali meminta putra dari sahabatnya itu untuk melakukan perawatan sesegera mungkin, namun pria albino itu tetap bersikeras menolak

Tapi anehnya sekitar satu bulan yang lalu sehun tiba-tiba saja berubah pikiran, ia mendatangi suho dan meminta pria itu untuk menyembuhkan penyakitnya

Sehun bilang ia punya alasan untuk sembuh, ada seseorang yang harus ia bahagiakan sebelum ia mati. dan seseorang itu lah yang menjadi alasan terbesar sehun untuk bisa sembuh

ARRRGHHHH

Sehun berteriak kesakitan, ia mencengkeram erat kepalanya dengan kedua tangan, darah segar juga tiba-tiba saja mengalir dari kedua lubang hidungnya

Suho sontak berdiri kaget "sehun kau baik-baik saja?"

"arrrghhhh a-aku ha-harus sembuh paman, a-aku harus sembuh.. "

"Kau jangan banyak bicara dulu sehun ah, kita lakukan kemo sekarang"

.

.

.

"Sehun?"

Jonghyun berjalan masuk ke dalam ruang rawat rumah sakit dimana sehun berada

"Kau datang?"

Jonghyun mengangguk, ia kemudian duduk di samping tempat tidur sehun

"Kambuh lagi? Apa kata suho ahjussi?"

Sehun terlihat menghela nafas

"Sudah semakin parah, sel kankernya menyebar dengan sangat cepat.. "

"Lalu bagaimana? kau tetap bertekad untuk sembuh?"

Sehun mengangguk "ya.. "

"Baekhyun.. "

"Apa?"

"Kau ingin sembuh karena pria itu kan? sebesar itukah rasa cintamu untuknya?"

Sehun mengangguk lemah..

Jonghyun adalah salah satu orang selain suho yang mengetahui tentang penyakit kanker yang di derita sehun, sedari awal jonghyun terus setia menemani dan mensupport sahabatnya itu

Awalnya sehun selalu menolak untuk melakukan perawatan, jonghyun bahkan pernah terkena bogem mentah dari pria itu ketika ia memaksa sehun untuk melakukan perawatan sesegera mungkin

Jonghyun tidak tau kenapa sehun seolah tidak ingin dirinya sembuh, tapi yang pasti sehun pernah berdalih jika ia ingin cepat mati.

Akibatnya sehun jadi sering sakit-sakitan, dan alasan sebenarnya kenapa sehun jarang pulang kerumah karena pria itu tidak ingin ayah dan ibunya tau jika ia tengah kesakitan. hanya jonghyun dan suho sajalah yang melihat secara langsung saat dimana sehun merintih kesakitan karena penyakit yang ia derita

Chanyeol dan kyungsoo sama sekali tidak mengetahui apapun soal ini karena sehun memang sengaja merahasiakannya. ia juga meminta jonghyun dan suho untuk tidak memberitahukan perihal penyakitnya kepada orang lain

"Kau tau aku bertahan hidup karena baekhyun jonghyun ah.. "

Sehun berkata lemah dengan dibantu alat pernafasan yang dipasang di kedua lubang hidungnya, keadaannya jadi semakin menurun setelah melakukan kemotherapy

"Sampai kapan kau akan menyembunyikan semuanya dari paman chanyeol dan bibi kyungsoo sehun ah? mereka orangtuamu, mereka berhak tau kondisi anak mereka yang sebenarnya"

Sehun menggeleng pelan "aku tidak ingin mereka tau, aku tidak ingin terus menjadi beban bagi mereka.. "

Jonghyun menghela nafas

"Apa kau sangat mencintai baekhyun?"

"Sangat.. "

Sehun pernah bercerita jika baekhyun lah alasan terbesar yang membuat ia berubah pikiran untuk melakukan perawatan kanker, ia ingin terus berada disamping baekhyun, ia ingin terus bersama dengan baekhyun dan ia ingin menikah dengan baekhyun. apalagi setelah sehun tau baekhyun tengah mengandung, keinginan pria itu untuk sembuh jadi semakin menggebu-gebu

"Apa kau yakin baekhyun sedang mengandung anakmu?"

"Apa maksudmu?"

"Apa kau yakin janin yang ada du dalam perut baekhyun itu darah dagingmu?"

"Tentu saja, kami pernah berhubungan waktu itu"

"Apa kau yakin tidak ada pria lain yang menyentuh baekhyun?"

"Apa yang kau bicarakan jonghyun ah? baekhyun bukan laki-laki seperti itu"

"Aku hanya bertanya saja sehun.. "

"Sudahlah, aku ingin istirahat. kepalaku sakit sekali"

"Yasudah, kau istirahatlah. aku akan menemanimu"

Jonghyun menarik selimut hingga sebatas dada sehun

.

.

.

Baekhyun berjalan pelan menuju sebuah taman besar yang terletak di jantung ibukota, pandangannya ia edarkan guna mencari sesosok pria cantik yang baru menghubunginya lagi setelah sekian lama

Senyuman manis terkembang di wajah baekhyun ketika netranya akhirnya menemukan sosok yang ia cari-cari

Pria itu duduk seorang diri di bangku taman sambil meminum segelas bubble tea

"Luhan hyung.. "

Luhan menoleh dan tersenyum melihat baekhyun duduk di sampingnya

"Apa kabar baekhyunie? sudah lama tidak bertemu.. "

"Aku baik hyung, maaf aku tidak menjengukmu lagi waktu itu. aku belum sempat.. "

Luhan tersenyum kecil "tidak apa-apa, sekarang aku sudah hidup jauh lebih baik.. "

"Benarkah? bagaimana ceritanya?"

"Setelah aku keluar dari rumah sakit aku langsung bekerja di toko bunga milik tetanggaku, tapi aku dijual untuk menutupi hutang dari tetanggaku itu"

Baekhyun membelalakan matanya kaget

"dijual? lalu bagaimana?"

"Singkat cerita aku ditolong oleh seorang pria tampan, pria yang sama sekali tidak pernah aku sangka sebelumnya. ia menolongku, dan ia memberikanku pekerjaan juga tempat tinggal yang layak"

"Sudah banyak kebaikan yang ia berikan padaku, hingga pada akhirnya aku mengetahui sebuah kenyataan pahit dari penyelamatku itu. rasanya begitu menyakitkan untukku, aku bahkan belum sempat membalas semua kebaikannya"

Baekhyun terdiam memperhatikan luhan yang terlihat sangat serius

"Kau tau siapa pria yang kumaksud?"

Baekhyun menggeleng "siapa hyung?"

"Park sehun, putra dari majikanmu.. "

DEG

Baekhyun cukup terkejut dibuatnya, kenapa dunia serasa begitu sempit?

"Sehun yang menyelamatkanku waktu itu, ia kemudian mengijinkanku tinggal di villa milik ayahnya. ia juga memberikanku pekerjaan disana"

Baekhyun mengangguk mengerti, dalam hati ia cukup senang karena luhan bertemu dengan sehun. entah apa jadinya jika luhan bertemu dengan pria lain waktu itu

"Hari ini aku mengikuti sehun secara diam-diam karena aku merasa sikapnya agak berubah belakangan ini. tadi aku sempat melihatnya berbicara dengan sahabatnya, dan mereka bilang kau tengah mengandung anaknya sehun.. "

DEG

jantung baekhyun berdetak 2x lipat dari biasanya, ia bahkan tak sanggup menatap mata luhan yang seolah mengintimidasinya

"h-hyung a-aku bisa jelaskan.. "

"Bukankah kau sudah berpacaran dengan jongin?"

Baekhyun langsung terdiam

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau sampai menyakiti hati sehun"

Baekhyun menunduk

"Aku memang sedang mengandung hyung.. sudah satu bulan"

Luhan menatap baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan

"Aku dan jongin memang pernah berhubungan, tapi sehun juga pernah memperkosaku"

"Mwo?"

"Sehun sudah sejak lama menyukaiku, ia bahkan sudah secara terang-terangan melamarku. dan sekitar satu bulan yang lalu sehun mengajakku makan malam, disana ia mencampurkan obat tidur kedalam minumanku dan ia memperkosaku kemudian"

"Heol yang benar saja"

Luhan benar-benar tidak habis pikir, jadi selama ini pria yang disukai sehun itu baekhyun? dunia benar-benar terasa sangat sempit

"Sehun menemukan surat dokter dikamarku, dan karena itu ia berpikir jika aku sedang mengandung anaknya"

"Lalu janin itu sebenarnya anak siapa baekhyun?"

"Aku tidak tau hyung, jongin dan sehun sama-sama punya kemungkinan besar menjadi ayah dari bayi yang aku kandung"

"Kenapa kau tidak bilang pada sehun jika kau sudah berpacaran dengan pamannya?"

"Tidak semudah itu hyung, aku bekerja dirumah ayahnya sehun. akan sangat beresiko jika mereka tau aku berpacaran dengan anggota keluarga mereka yang lain"

Luhan mencebik kesal "ini benar-benar gila, bagaimana bisa kau bersikap begitu murahan seperti ini baekhyun ah?"

"Hyung aku tidak-"

"Bagaimana bisa kau tidur dengan 2 orang pria berbeda sekaligus? apa kau tidak punya harga diri?"

Baekhyun menunduk dalam, ucapan luhan seolah menusuk hatinya dalam

"Tadi aku mengikuti sehun sampai kerumah sakit, dan kau tau apa yang aku dapatkan? sehun sakit, ia sakit kanker darah akut!"

Baekhyun langsung mendongak

"a-apa?"

"belakangan ini sehun terus bersikap aneh, wajahnya sering terlihat pucat dan tubuhnya jauh lebih kurus dari sebelumnya. tadi pagi aku bahkan menemukan banyak tisu bekas yang penuh bercak darah, aku sengaja mengikuti sehun seharian ini karena aku merasa dia telah menyembunyikan sesuatu dariku. dan benar saja, ia pergi kerumah sakit dan disana aku tau sehun sudah mengidap kanker darah sejak 4 bulan yang lalu"

Baekhyun terdiam shock, jadi ketika sehun terlihat sakit waktu itu karena dia terkena kanker darah? kenapa sehun tidak pernah cerita? Chanyeol dan kyungsoo juga seperti nya tidak tau apa-apa soal ini.

"Awalnya sehun menolak untuk melakukan pengobatan, tapi ia berubah pikiran setelah mengenalmu. apalagi setelah ia mengira kau tengah mengandung anaknya, keinginannya untuk sembuh semakin menggebu-gebu. sehun sangat mencintaimu baek, ia bahkan berjuang mati-matian melawan penyakit kanker yang ia derita agar bisa terus bersamamu. tapi apa yang kau lakukan? kau justru mempermainkan perasaannya, bagaimana jika janin yang kau kandung itu bukan anak sehun? apa kau pikir dia bisa menerimanya?"

Baekhyun akhirnya menangis, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan

"Hyung maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. aku tidak tau harus berbuat apa, aku tidak tau siapa ayah dari bayi yang aku kandung. aku bingung hyung, sehun yang sudah memperkosaku hiks"

Luhan terduduk, ia menggengam tangan baekhyun erat

"Bersikaplah layaknya kau tengah mengandung anak sehun baekhyun ah, aku mohon. selama ini aku tidak pernah meminta apapun padamu. tapi kali ini aku mohon berpura-puralah kau tengah mengandung anak sehun, sehun sangat mencintaimu. ia pasti akan sangat hancur jika tau kau mengandung anak dari pria lain. keadaannya bisa semakin memburuk baekhyun ah"

Luhan menatap baekhyun sambil berkaca-kaca

"Mungkin ini sulit bagimu, tapi bisakah kau bersikap seperti kau juga mencintai sehun?"

"Apa?"

"Hanya sampai sehun sembuh baekhyun ah, aku mohon"

Baekhyun dalam posisi yang sulit sekarang, apa yang harus ia lakukan sekarang?

Luhan memeluk tubuh baekhyun dengan erat, ia menangis sambil tersedu-sedu

"Aku ingin membalas semua kebaikan sehun padaku hiks tolong bantu aku baekhyun ah"

.

.

.

Jongin terdiam kaku diruangannya, sore ini ia baru saja tiba di bandara jeju setelah melakukan penerbangan dari seoul. ia cukup terkejut begitu mendapat sebuah paket yang berisi berkas tentang data kematian mantan istrinya jung soojung

Jongin masih ingat dengan sangat jelas jika istrinya itu meninggal karena serangan jantung mendadak saat melakukan operasi pengangkatan rahim di rumah sakit di jerman waktu itu. tapi di berkas ini justru tertulis jika soojung meninggal karena mal praktek, soojung kehilangan banyak darah karena pendarahannya dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan apapun

Jongin dibuat bingung karenanya, ia kemudian mengambil ponsel miliknya dan mendial nomor seseorang

"Halo? Daniel ah, bisa kau bantu aku sebentar?"

.

.

.

Kyungsoo duduk dengan santai diatas balkon apartemen miliknya sambil menyesap kopi americano kesukaannya. ia baru saja selesai mendesain gaun baru yang akan ia peragakan di new york fashion week nanti

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt

Kyungsoo mengambil ponselnya kemudian dan tersenyum kecil melihat id si penelepon

KLIK

"kau sudah dapatkan informasi tentang wanita itu?"

"..."

"Dia berada dirumah sakit yang sama seperti waktu itu kan?"

"..."

"Bagus, lenyapkan dia seperti saat kau melenyapkan soojung dulu"

"..."

"Aku mengerti"

Kyungsoo menutup panggilan telepon secara sepihak

Ia tersenyum dengan sangat cantik, sepertinya malam ini dia akan tidur dengan sangat nyenyak

.

.

.

Chanyeol berjalan cepat menuju dapur rumahnya, ia melihat baekhyun tengah sibuk memotong sayuran

GREPP

dengan cepat chanyeol memeluk tubuh mungil itu erat dari belakang

"c-chanyeol lepaskan"

Baekhyun yang terkejut berusaha melepaskan pelukan chanyeol dari tubuhnya

Chanyeol seolah tidak bergeming, ia terus memeluk tubuh baekhyun dengan erat

"Chanyeol lepas"

Sekuat tenaga ia melepaskan pelukan chanyeol dan langsung berbalik menodongkan pisau yang ia pegang

"Jangan pernah menyentuhku lagi park chanyeol!"

Chanyeol dibuat terkejut dengan reaksi tak terduga yang ditunjukan baekhyun

"Tenang baekhyun ah, aku ingin kita bicara baik-baik"

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan park chanyeol"

Balas baekhyun sengit sambil masih mengacungkan pisaunya tinggi-tinggi

"Turunkan pisaumu itu baekhyun ah, aku sudah membuat keputusan"

"Keputusan apa?"

"Aku akan menikahimu"

"Menikah diam-diam maksudmu?"

"Tidak, aku akan menceraikan kyungsoo dan menikahimu secara sah"

Baekhyun membulatkan matanya terkejut, ia turunkan pisau ditangan kanannya dengan perlahan

"Aku sudah mengambil keputusan, aku akan menceraikan kyungsoo dan menikah denganmu"

Mata baekhyun berkaca-kaca "kau yakin?"

Chanyeol mengangguk yakin "untuk itu jangan pernah menjauh lagi dariku"

Pria bertelinga lebar itu menarik tangan baekhyun agar mendekat padanya, ia tangkup wajahnya dan ia cium bibir mungil yang sudah sangat ia rindukan itu

mmmhhhhhaahh

Baekhyun melenguh pelan ketika chanyeol mengulum dan melumat bibirnya juga

Dengan pelan chanyeol mendorong tubuh simpanannya itu hingga tersudut di dinding dapur

Chanyeol dengan sengaja menggesekan kejantanan miliknya pada junior milik baekhyun

"aaaaaaaahh chanyeollhhh ahhh"

.

.

.

Sehun datang kerumah ayahnya sambil membawa sebuket bunga mawar merah, ia juga sudah membeli beberapa bungkus susu khusus untuk ibu hamil dan berbagai macam makanan lainnya

Sehun seharusnya masih dirawat secara intensif dirumah sakit tapi ia bersikeras untuk pulang agar bisa bertemu baekhyun

Dengan wajah yang sudah terlihat seperti mayat hidup, sehun berjalan pelan menuju pintu rumah. alisnya sedikit berkerut bingung karena pintu rumah yang biasanya selalu terutup rapat kini terbuka lebar

Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun sehun langsung berjalan masuk sambil tersenyum dengan sangat lebar

Kedua kaki panjangnya ia langkahkan menuju dapur rumah

"aaaaahhhh ahhhh chanyeollhh ah hmmphh"

DEG

langkah kaki sehun langsung terhenti sebelum kakinya menyentuh lantai dapur, jantungnya seolah berhenti berdetak detik itu juga..

"aaaahhh chanyeolllhh ahhhh"

Chanyeol berdiri membelakangi sehun, ia masih menggunakan seragam kepolisian lengkap dengan celana yang hanya diturunkan sampai sebatas lutut saja

Tubuh baekhyun seolah lenyap terhalangi oleh tubuh besar chanyeol, tapi sehun masih bisa melihat siluet tubuh baekhyun yang terus terhentak kencang. pria kecil itu masih menggunakan atasan lengkap tanpa bawahan sama sekali.

Chanyeol menyetubuhi baekhyun dengan posisi berdiri, sehun bahkan bisa melihat dengan jelas kejantanan besar ayahnya keluar masuk lubang anal baekhyun dengan sangat cepat

PLOK PLOK PLOK

"Ayah.. "

DEG

Gerakan chanyeol langsung berhenti detik itu juga, baekhyun yang masih berada dalam kungkungannya pun langsung membelalakan bola matanya kaget. ia bisa melihat siluet tubuh tinggi sehun dari balik tubuh besar chanyeol

"s-sehun"

Buru-buru baekhyun melepaskan penis chanyeol yang masih menyatu dengan lubangnya

Dengan tubuh bergetar hebat baekhyun mengambil celananya dan memakainya asal

Baekhyun melirik chanyeol yang masih terdiam kaku, ia guncangkan tubuh chanyeol pelan guna mengembalikan pria itu pada kesadarannya

"c-chanyeol"

Chanyeol terhenyak, buru-buru ia tarik kembali celananya dan memakainya asal

Dengan perlahan ia berbalik dan benar-benar terkejut melihat putranya berdiri kaku di depan dapur

BRUKK

bunga mawar dan juga bungkusan makanan yang sehun bawa untuk baekhyun jatuh begitu saja tergeletak dilantai dapur

"Sehun, ayah bisa jelaskan-"

"Diam"

"Sehun, ayah-"

"AKU BILANG DIAM BRENGSEK!"

BUGH

BRAKKK

sehun langsung berjalan cepat dan memukul wajah ayahnya sekencang yang ia bisa

BUGH

BUGH

BUGH

BUGH

bukan hanya sekali, sehun terus memukul ayahnya dengan membabi buta hingga chanyeol tersungkur dilantai dapur

Hoeekk.. Uhukk.. Uhukk

Pukulan sehun sangat keras, chanyeol bahkan sampai memuntahkan banyak darah karena pukulan itu

"Sehun hentikan, kau bisa membunuh ayahmu"

SRETT

BRAKK

"aaaahhh"

Baekhyun meringis kesakitan ketika ia hendak menghentikan sehun, tubuhnya justru malah di dorong hingga jatuh menabrak meja makan

BUGH

BUGH

BUGH

BUGH

ARRRGHHHH

Sehun berteriak seperti orang kesetanan, ia terus memukuli wajah ayahnya hingga babak belur

Chanyeol sama sekali tidak melawan, ia justru membiarkan anaknya terus memukulinya hingga ia puas

BUGH!

BYURRR

Uhukk.. Uhukk

Pukulan terakhir benar-benar sangat kuat, chanyeol langsung memuntahkan banyak darah dan terbatuk tanpa henti. wajahnya sudah benar-benar hancur. sakit diwajahnya benar-benar luar biasa

Sehun duduk dilantai sambil terengah-engah

Hiks..

Pria albino itu menoleh dan melihat baekhyun menangis tersedu-sedu sambil menunduk

Dengan perlahan ia dekati pria itu, ia cengkeram kedua pipinya hingga terlihat dengan jelas airmata yang mengalir dari bola mata indah yang selalu sehun elu-elukan

"Kenapa kau tega sekali melakukan ini padaku baekhyun ah?"

Baekhyun menggeleng pelan, ia tidak bisa menjawab karena sehun mencengkeram rahangnya dengan kuat

"KENAPA HARUS AYAHKU? KENAPA KAU HARUS BERSELINGKUH DENGAN AYAHKU? JAWAB AKU BAEKHYUN AH!"

BUGH

"AAAAHHH"

Baekhyun berteriak kesakitan ketika sehun membenturkan kepalanya pada tiang meja makan

"s-sehun ayah mohon, j-jangan sakiti dia. ini s-semua s-salah ayah nak"

Sambil terbaring lemah, chanyeol berusaha sekuat tenaga untuk berbicara pada anak satu-satunya itu

"TUTUP MULUTMU BAJINGAN! KAU BUKAN AYAHKU, AKU TIDAK SUDI PUNYA AYAH BIADAB SEPERTI MU"

Hati chanyeol seolah ditusuk oleh ribuan jarum, sakit sekali rasanya mendapat makian kasar seperti itu dari anak yang paling ia sayangi. hal yang paling ia takuti akhirnya terjadi sekarang

"s-sehun a-aku minta maaf hiks, a-aku tau a-aku salah. kumohon maafkan aku"

Sehun menatap baekhyun dengan tatapan nanar, airmatanya mendadak keluar dan ia menangis dengan amat pilu

Chanyeol dan baekhyun melihat itu dengan jelas, sehun menangis sampai tersedu-sedu

Mereka hanya mampu terdiam merasa sangat hina

"Aku sangat mencintaimu baekhyun ah, aku sangat mencintaimu. kenapa kau tega sekali melakukan ini padaku?"

Baekhyun menundukan kepalanya dalam, ia terlalu malu bahkan hanya untuk sekedar menatap wajah sehun

"Perasaanku sangat tulus padamu, aku bahkan rela melakukan apapun agar kau mau menerima perasaanku. tapi kenapa akhirnya malah jadi seperti ini? kenapa kau berselingkuh dengan ayahku baekhyun ah hiks"

Sehun jatuh terduduk lagi, ia pegang kepalanya erat dengan kedua tangan

Baekhyun lantas berdiri, ia mencoba mendekati sehun namun pria itu dengan cepat menepisnya

"Arrrghhhh"

Kepala sehun seolah berputar, kepalanya mendadak terasa sangat sakit seperti dipukul ribuan palu. darah segar secara perlahan juga mulai keluar dari dua lubang hidungnya

"s-sehun kau tidak apa-apa?"

"JANGAN MENDEKAT!"

Chanyeol berusaha mendekati putranya tapi sehun langsung berteriak kalap

"ARRRGHHH"

Rasa sakit dikepala sehun semakin menjadi-jadi, ia terus berteriak kesakitan

Melihat itu baekhyun jadi teringat perkataan luhan tadi siang, sehun mengidap kanker darah. apa mungkin gejalanya seperti ini?

"s-sehun sini biar aku bantu-"

Sehun dengan cepat menepis tangan baekhyun, ia kemudian berdiri dan berlari sempoyongan meninggalkan rumah

"SEHUN"

Chanyeol berusaha bangkit dan berlari sekuat yang ia bisa untuk mengejar sehun

Sehun terus memegang kepalanya erat, darah segar juga tidak berhenti keluar dari lubang hidungnya

"Sehun, dengarkan penjelasan ayah dulu nak"

Sehun semakin mempercepat langkahnya, ia memakai helmnya asal dan langsung melesat pergi menggunakan motor

BRUUM

"SEHUN"

Chanyeol berteriak gusar, sehun sedang dalam kondisi yang tidak stabil. sangat berbahaya jika membiarkan anak itu membawa kendaraan sendiri

Pria itu akhirnya memutuskan untuk mengikuti sehun dengan menggunakan mobil miliknya

.

.

.

BRUUUM

Motor sehun melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, jauh dibelakangnya mobil chanyeol nampak berusaha mengejar motor sang anak

BRUUUM

Airmata sehun terus menetes meskipun ia tengah mengendarai motor. ia benar-benar tidak menyangka orang yang amat sangat ia cintai malah bersetubuh dengan ayahnya sendiri. sehun juga sama sekali tidak pernah menduga sebelumnya jika ayahnya chanyeol berani berselingkuh dibelakang ibunya

Tanpa sadar sehun mengepalkan tangannya erat dan hal itu membuat stang gas motornya terputar semakin kencang

BRUUUM

DEG

ARRRGHH

Rasa sakit itu muncul lagi, kepalanya mendadak kembali merasakan sakit

Pandangan sehun semakin kabur dibuatnya dan itu membuat motornya oleng tak tentu arah

TIIN TIIN TIIN

Pengendara lain mulai menyalakan klakson masing-masing karena merasa tertanggu oleh motor sehun

Melihat motor putranya yang melaju tanpa arah itu membuat chanyeol semakin panik, ia langsung mempercepat laju kendaraannya

ARRGHHH

sehun terus berteriak kesakitan, kepalanya benar-benar terasa sakit dan pandangannya semakin memburam

SREEETT

BRAKKK

Sehun tak mampu mengontrol kendaraannya lagi hingga akhirnya ia menabrak trotoar jalan dan tubuhnya terpental jauh hingga jatuh ke tengah jalan

BRUKKK

Tubuhnya terbanting dengan sangat keras hingga berlumuran darah

SREEETT

Chanyeol secara spontan menghentikan mobilnya dipinggir jalan, buru-buru ia keluar dari dalam mobil dan berteriak kencang

"PARK SEHUN ANDWAEEEE"

TIIN TIIN TIIN

Tepat dari arah berlawanan muncul sebuah truk tronton besar yang melaju dengan kecepatan tinggi

TIIN TIIN TIIN

Chanyeol membulatkan matanya shock, secara refleks ia langsung berlari sekuat yang ia bisa

BUGH

Chanyeol tersandung oleh kakinya sendiri hingga akhirnya ia ikut terjatuh ke aspal jalanan

TIIN TIIN TIIN

Truk itu terus melaju mendekati tubuh sehun yang sudah tergeletak bersimbah darah

"ANDWAE PARK SEHUN"

Chanyeol berteriak histeris

TIIN TIIN TIIN

"ANDWAEEEEE"

.

.

.

PRAAANG

Baekhyun yang terus menangis sedari tadi dibuat terkejut dengan jatuhnya figura foto keluarga park yang terpajang diruang tengah

DEG

Jantung baekhyun berdetak sangat cepat

Baekhyun merasakan sebuah firasat buruk..

.

.

BRAAKK

Luhan yang tengah berbaring dikamarnya langsung dibuat terkejut oleh jendela kamar yang tiba-tiba saja terbuka

Pria cantik itu langsung bangkit dan menutup jendelanya rapat

DEG

Luhan secara refleks menyentuh dada sebelah kirinya, kenapa tiba-tiba perasaannya mendadak tidak enak seperti ini?

.

.

PRAANG

"Astaga.. "

Kyungsoo terlonjak kaget ketika tiba-tiba saja cangkir kopi yang ia pegang pecah, tangannya bahkan sampai terkena air kopi yang terasa sangat panas

Wanita bertubuh mungil itu terdiam beberapa saat sambil memandangi pecahan cangkir kopi miliknya

Ada apa ini?

.

.

Jongin duduk diam diatas kursi pesawat, pandangannya terlihat sangat kosong

"10 menit lagi kita lepas landas jongin sunbaenim"

Junhoe yang bertugas sebagai co pilot yang mendampingi jongin untuk penerbangan kali ini tampak dibuat bingung dengan sikap jongin

"Sunbaenim.. "

Junhoe mencoba menyentuh pundak pria itu namun dengan cepat jongin menepisnya

Tatapan jongin tampak fokus kearah depan

"Aku merasakan suatu firasat yang buruk junhoe ya"

"Mwo?"

Junhoe sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh seniornya itu

Jongin sendiri terlihat sangat gelisah, ia tidak tau alasannya kenapa tapi yang pasti jongin yakin telah terjadi sesuatu yang buruk..

.

.

.

.

.

TBC

Detik-detik menuju chapter FINAL :D

See you in the next chap ~