Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc
Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook
Other Cast : Member BTS, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya
Rate : T – M
Genre : Romance, Friendship
Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. DON'T LIKE DON'T READ. Typo berserakan. Bahasa berantakan. MPREG Guys !
Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…
.
.
-In Tempore-
.
.
Happy Reading !
.
..
.
Taehyung mengerti bagaimana keresahan yang Jungkook rasa. Keresahan orang yang pernah dia cinta dan akan selalu dia cinta tersebut. Dan belakangan ini Jungkook selalu berusaha menghindar meskipun Taehyung terang-terangkan memperlihatkan afeksi rasa cintanya. Taehyung tidak tahu media mana yang awalnya menyebarkan gossip mengenai pertunangan antara dirinya dengan Sana, membuat Jungkook membatasi diri darinya. Taehyung lelah, sungguh. Tidak puaskah waktu dan keadaan selama ini memisahkan mereka berdua, bahkan diantara mereka kini ada malaikat kecil yang bernama Jisung, Kim Jisung.
Taehyung rindu Jungkook, dan Taehyung tentu bahagia karena ada Jisung, buah cintanya. Jungkook benar-benar menjaga duplikat dirinya itu dengan baik, tak ada penyesalan dari Jungkook yang Taehyung lihat. Jungkook sangat mencintai anaknya, bahkan Jungkook rela kehilangan Taehyung dibanding kehilangan buah cinta mereka.
Pertemuan yang tidak disengaja di restoran dekat apartemennya sangat tidak dia sangka, jika saja Taehyung tidak bosan sore itu, maka dia tidak akan bertemu dengan Jungkook dan Jisung, bukan tidak bertemu hanya saja mugkin pertemuan mereka akan semakin ditunda oleh takdir,bukan kah pertemuan itu adalah takdir ?
Sebutlah Taehyung itu pengecut, sebutlah Taehyung benar-benar pecundang, hanya berani mengajak Jungkook bermain-main seperti saat ini, mengajukan beberapa permintaan bodoh tanpa memberi kepastian untuk ibu kelinci tersebut. Seperti saat ini, Jungkook yang sedang tertidur pulas di dalam dekapan Taehyung setelah mengabulkan permintaan kedua dari singa masai tersebut.
"Hei, Jeon..wake up dear!"bisik Taehyung sambil mengusap pelan punggung polos Jungkook. Jungkook menggeliat dalam pelukan Taehyung, membuka matanya dan mencoba menyadarkan diri dari tidurnya.
"eh?" Jungkook tersadar dan langsung melepaskan diri dari pelukan Taehyung.
"Jam berapa sekarang ?" tanya Jungkook dengan suara bangun tidurnya.
" Jam setengah 9" jawab Taehyung santai. Jungkook terdiam sejenak sebelum mencerna betul perkataan Taehyung. kemudian Jungkook berdiri dan panik sendiri
" Oh God ! jam setengah 9 ? Astaga aku harus kerja! Jisung ? Jisungku Tae—"
" Astaga Jungkook, jangan panik. Hari ini perusahaan mengurus pergantian pimpinan dan ulangtahun perusahaan, maka hanya panitia acara yang ada di perusahaan sampai nanti sore. Mengenai Jisung, apa kau lupa jika anakku itu ada di rumah Mommy, kau lupa dia tidak mau pulang semalam karena ada Yoonji disana. Dan satu lagi, berhenti menggodaku dengan panik tanpa memakai pakaian Jungkook, keadaan telanjangmu dengan banyak kissmark benar-benar membuatku turn-on sekarang" ucap Taehyung santai, menikmati pemandangan Jungkook yang sedang berdiri melupakan selimutnya.
" Dasar kau mesum!" teriak Jungkook sebelum berlari ke arah kamar mandi di dalam ruangan besar itu. sementara Taehyung yang di tinggalkan hanya terkekeh melihat wajah malu Jungkook yang dipenuhi rona merah muda.
..
Mereka sedang duduk berdua sarapan di meja makan dalam apartemen mewah itu. Jungkook sedang menyuap makanannya, hari ini Jungkook tidak bernafsu sekali, apalagi dia mengetahui jika Taehyung akan segera bertunangan dengan Sana nanti malam, bersamaan dengan acara perusahaan mereka. Jungkook bisa apa selain pasrah. Jungkook melirik Taehyung yang sangat santai sekali tanpa memikirkannya sama sekali, Taehyung tidak cemas seperti Jungkook.
" Tae, nanti sore aku akan keluar dari apartemen ini dan membawa Jisung" ucap Jungkook memecah keheningan.
" Tidak ada yang keluar dari apartemen ini tanpa seizinku Jungkook, kau tidak boleh pergi membawa anakku " jawab Taehyung singkat, masih memandang tablet di atas meja, entah apa yang dia baca dari tadi, mengabaikan Jungkook yang sudah hampir menangis.
" Kenapa kau egois sekali ?" lirik Jungkook.
" Kau pikir kau tidak egois memisahkanku dengan Jisung ?" tanya Taehyung balik. Jungkook kembali terdiam tidak mau berdebat dengan orang keras kepala seperti Taehyung. permasalahan ini tidak akan selesai jika mereka sama-sama dilingkupi emosi masing-masing.
Mereka terdiam sampai Jihoon dan Hyungseob masuk ke apartemen mereka.
" Hei hyung ! aku lapar, aku sarapan disini ya " ucap Jihoon langsung mengambil makanan disana, hyungseob juga melakukan hal yang sama seperti Jihoon.
Mereka bercakap seolah tidak ada yang terjadi, Taehyung juga sempat melihat Jungkook yang pintar menyembunyikan perasaan gelisahnya itu. percakapan mereka terhenti karena mendengar bel apartemen yang berbunyi.
" Ji, buka pintu " perintah Taehyung. Jihoon hanya menurut dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu untuk tamu tersebut.
" Ya !" Jihoon yang terdorong terpaksa berteriak karena terkejut. Jihoon terduduk di lantai karena dorongan keras dari tamu tersebut.
" Kau tidak punya sopan santun masuk ke dalam apartemen orang ,eoh?!" teriak Jihoon, mengundang mereka yang berada di ruang makan ikut melihat keluar.
" Tae! " jerit wanita itu ketika ingin memeluk, atensinya menangkap Jungkook di sebelah Taehyung, semakin menyulut emosi anak dari ketua dewan direksi di Perusahaan Chanyeol tersebut.
" Kau ! kenapa kau ada disini ? Tae kenapa dia ada disini ?" tanyanya frustasi.
" Tentu saja Jungkookie-hyung harus berada disini, karena di—"
" -Ji, cukup.."pinta Jungkook. Dia tidak ingin Sana mengetahui posisinya sekarang. Sangat tidak akan baik untuk dirinya dan Jisung saat ini.
" Kenapa Jungkook tidak boleh disini ?" tanya Taehyung santai, dia menatap Sana dengan santai, menatap wanita dengan dandanan elegan yang sangat ini sedang rusuh itu.
" kita akan bertunangan nanti malam Taehyung, kau lupa ? nanti malam penyerahan jabatan dan dewan direksi memilihmu menjadi pergantian Daddy-mu dan kita akan bertunangan " jelas Sana. Taehyung menghela nafas, melirik Sana kembali.
" Sana, aku sangat menghargaimu jika kau pergi dari sini, sekarang masih pagi, jangan membuat ulah " ucap Taehyung masih sabar.
" Wae ? karena pemuda bodoh ini ? kau mengacuhkanku ? kau sadar tidak dia meninggalkanmu dan dia kembali seenaknya, dan sekarang kau malah memilihnya ? Ya ! kau Sialan ! Jalang!" teriak Sana lepas kendali. Sepersekian detik kemudian sebuah tamparan sudah mendarat di pipi Jungkook. Jungkook mengeraskan rahangnya, dia benar-benar tidak terima diperlakukan seperti ini, sudah cukup rasanya untuk dia mengalah.
" Jika saja kau bukan perempuan, aku pasti akan membunuhmu saat ini " ujar Jungkook datar.
" Ya ! Sialan ! beraninya kau menampar Jungkookie-hyung. kau tidak tahu berurusan dengan siapa?" tantang Jihoon kemudian. Tawa lantang dari Sana menggelegar dalam ruangan itu, seakan dia sudah menang dalam peperangan melawan Jungkook.
" Siapa sekali dia ? dia hanya seorang intern yang sok-nya selangit, sok bisa memiliki Taehyung, padahal dia tidak ada apa-apanya sama sekali, dia tidak pernah berkaca, dia seharusnya berkaca dia siapa ? Eoh, mungkin saja dia seorang Jalang, dia—" dan Jungkook kehilangan kesabarannya, dia menampar Sana di depan Taehyung, persetan dengan etika dan sopan santun, Jungkook terlalu muak mendengar ucapan ular betina dihadapannya ini.
" Hiks, Tae.." isak Sana, dia tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Jungkook. Dia berjalan ke arah Taehyung, tapi Taehyung terlebih dahulu bergeser dan menjauh dari Sana.
" Pergilah, sebelum semuanya benar-benar berantakan " ucap Taehyung. mereka semua yang ada disana sadar, bahwa suara rendah Taehyung adalah bencana bagi siapapun yang melanggar. Sana beranjak dari tempat itu dengan rasa kesal membara kepada Jungkook.
"Jihoon, cari apa saja di belakang untuk mengompres pipi Jungkook " perintah Taehyung kepada Jihoon. Jihoon langsung beralih dari sana diikuti Hyungseob. Mereka tinggal berdua, Taehyung dan Jungkook. Jungkook masih menunduk, takut karena Taehyung. karena terakhir kali Jungkook dan Sana bertenggar Taehyung justru membela wanita itu.
" Angkat kepalamu" titah Taehyung. Jungkook perlahan mengangkat kepalanya dan menatap Taehyung yang juga menatapnya.
" Kemarilah !"ujar Taehyung lagi, Jungkook mendekat ke arah Taehyung. langsung saja ayah satu orang anak itu memeluk Jungkook dengan erat sekali.
" Maaf, kembali menyakitimu " bisik Taehyung.
..
Taehyung tidak mengerti kenapa Jungkook sangat rewel ingin minta ikut menjemput si kecil yang berada di rumah keluarga Taehyung. Jungkook merengek ingin bertemu putranya tersebut.
" Tae.. aku ikut.. aku ingin bertemu dengan Jisung !" rengek Jungkook yang tak segan mengamit lengan Taehyung dari tadi. Jihoon dan Hyungseob sudah pergi dari apartemen mereka.
" Baiklah, baiklah !berhenti merengek Jungkook, kau mengalahkan Jisung jika seperti itu " tanggap Taehyung. sebenarnya Taehyung tidak tahan untuk mencubit pipi yang berisi itu, tapi ia urungkan.
Dan Taehyung berakhir dengan mengajak Jungkook ke Mansion keluarganya.
Di Mansion mewah itu Jungkook langsung mencari bayinya yang tidak dia temui semalam, sungguh dia sangat rindu dengan bayi mungil itu.
" Jisungieee !" Jungkook langsung menggendong anaknya yang tengah bermain di lantai di depan televisi. Jungkook menciumi seluruh wajah dan perut Jisung, membuat bayinya terus tertawa akibat perlakuan dari ibunya.
" Hai Tae, kenapa lambat sekali menjemput Jisung ?" tanya Jimin, dia sedang menyuapi bubur kepada Yoonji yang dari tadi terus menghindari Jimin.
" Ada masalah sedikit tadi Chim"jawab Taehyung yang kemudian duduk di sofa ruangan bersantai mansion tersebut.
" Mommy mana ?" tanya Taehyung, aksistensinya tidak mendapati ibu tercintanya tersebut. Biasanya jika dia ataupun Jungkook, sang lelaki cantik itu pasti akan menyambutnya.
" Mommy sedang keluar, pergi belanja katanya. Aku sedang menunggu kalian, mau mengajak makan siang bersama sekalian jalan-jalan di mall, mau tidak ?" tanya Jimin.
" Aku tidak masalah, tidak ada jadwal sampai sore, Jungkook bagaimana ?" tanya Taehyung kepada Jungkook yang masih asyik bergelut dengan putranya. Jungkook hanya merespon dengan gumaman singkat tanda menyetujui.
"Ya sudah aku akan memanggil Yoongi-hyung dulu, Tae jaga Yoonji sebentar" Jimin menyerahkan bayi perempuannya itu kepada Taehyung, Taehyung yang awalnya tidak siap terpaksa memangku bayi cantik tersebut.
" Hei, Yoonji-ya.. Jisung tidak nakal kan ?" tanya Taehyung kepada Yoonji, yang hanya digubris dengan tatapan datar oleh bayi tersebut. Yoonji memang sangat jarang berinteraksi dengan orang-orang menggunakan suaranya, entah kenapa bayi kecil itu sangat hemat suara sama seperti ayahnya.
..
Disinilah mereka, di salah satu restoran ternama di pusat perbelanjaan besar rekomendasi Jimin, sebenarnya Jimin memang sedang ingin makan disini, di tempat yang sudah lama tidak dia datangi. Dan sekarang kedua pasang orang tua plus dengan bayi mereka duduk tenang di salah satu meja pojok restoran tersebut.
"Mereka senang sekali di ajak jalan-jalan" ucap Jungkook, memperhatikan kedua bayi yang sedang duduk di kereta dorong mereka masing-masing.
" Hm, Yoonji biasanya sangat malas keluar rumah, entah kenapa sekarang dia sangat antusias" Jimin juga memperhatikan putrinya yang sedang memainkan bola karet yang dia bawa dari rumah, bibir mungilnya bergumam tidak jelas seakan mengajak bola itu berbicara.
" Jangan nakal ya sayang, Eomma mau makan sebentar " ucap Jimin sebelum mengecup pipi gembul anaknya tersebut.
Para orang tua muda itu larut dalam cerita dan berbagai percakapan random lainnya, yang membuat mereka melupakan bayi mereka yang sedang anteng dengan mainan mereka.
" Ji— Astaga, Jisung kemana ?" pekik Jungkook panik tidak mendapati anaknya dalam kereta dorong bayinya. Pekikan Jungkook membuat ketiga orang dewasa lainnya ikut panik.
" Jisung sudah bisa membuka kereta dorongnya sendiri, dan dia pasti turun " ucap Jimin, memang benar, kereta dorong itu terbuka.
" Jisung.. hiks.." Jungkook mulai terisak.
" Tenang Jungkook, kita akan mencari Jisung bersama" ajak Taehyung. Taehyung juga sama cemasnya dengan Jungkook tapi Taehyung harus bisa menenangkan Jungkook yang kacau saat ini.
" Kalau Jisung di culik bagaimana ? hiks… kal—"
" Ya ! berhenti berpikir yang tidak-tidak, Jisung pasti selamat"ucap Taehyung, kini pemuda tampan itu membawa Jungkook keluar dari restoran dan berkeliling pusat perbelanjaan itu untuk mencari anak mereka.
" Tae, aku akan ke bagian informasi untuk memberitahu ada anak hilang, nanti kita bertemu di pintu keluar saja " ujar Yoongi yang diangguki oleh Taehyung.
Kedua keluarga itu berpencar, Taehyung menggenggam tangan Jungkook yang gemetaran dari tadi. Jisung memang sudah pintar, bayi itu sudah bisa melepaskan pengait keretanya sendiri, dan sekarang entah kemana si kecil itu.
" Jungkookie, tenangkan dirimu " ucap Taehyung, genggaman kepada Jungkook semakin menguat.
" Aku akan sangat berterimakasih kepada siapa saja yang menemukan Jisung" lirik Jungkook.
" Aku akan mem—"
" Ya ! kau akan mengapa ? tidak boleh menjadikan dia ayah Jisung kalau laki-laki" putus Taehyung.
" rencananya begitu" jawab Jungkook.
" Kalau nanti yang menemukannya paman-paman tua bagaimana ? memangnya kau mau ?" tanya Taehyung, sebenarnya Taehyung yang tidak setuju Jungkook seenaknya.
" Iya juga, kalau begitu akan aku jadikan kakak atau adikku saja, ayo cari Jisung.. semoga kau baik-baik saja nak !" mereka melanjutkan perjalanan di dalam mall tersebut.
Sementara di lain sisi di dalam Mall yang sama, Guanlin dan Woojin sedang menikmati ice cream dengan anak kecil di pangkuan Guanlin.
" Nanti bundamu marah, sayang.. jangan makan ice cream ya " ucap Guanlin kepada bocah yang sibuk menjangkau mangkuk ice cream milik Guanlin.
" Kau kenapa mengambil Jisung tadi ? seharusnya kembalikan ke Jungkookie-hyung" tutur Woojin. Pemuda itu sebenarnya gemas sekali dengan cetakan Taehyung tersebut, Woojin berniat akan menanyakan perihal pembuatan Jisung kepada Taehyung nanti.
" Aku mana tahu mereka dimana, kau tidak lihat Jisung merangkak ke arah kita tadi ? untung saja kita yang menemukannya, bagaimana jika orang gila atau orang yang berniat menculik bayi ini " jawab Guanlin. Memang benar mereka yang tadi berniat membeli perlengkapan basket harus dikejutkan dengan bayi kecil merangkak yang memegang kaki Guanlin. Awalnya Guanlin hanya acuh sampai menyadari bayi kecil itu adalah si kecil Jisung, dan mereka memutuskan untuk membawa Jisung bersama mereka.
" Ya sudah kalau begitu kita kem—Tae-hyung!" ucapan Guanlin terputus ketika dia mendapati Taehyung dan Jungkook berjalan terburu di depan tempat mereka duduk. Taehyung yang merasa terpanggil menolehkan kepalanya ke arah Guanlin dan cukup terkejut melihat Jisung ada di pangkuan Guanlin.
" Kookie, ayo kesana.." Jungkook terpaksa mengikuti langkah Taehyung karena tangannya masih dalam genggaman pemuda tan tersebut.
" Jisung !" teriak Jungkook ketika matanya menatap Jisung, dan Jisung sendiri mendengar suara ibunya juga terlihat senang dan mencoba menggapai pemuda imut tersebut.
Jungkook menghampiri Guanlin dan langsung mengambil Jisung, Jungkook menyerbu wajah bayi kecil itu dengan kecupan-kecupan kecil. Taehyung dan yang lainnya yang melihat itu tersenyum.
" Dari mana kau mendapatkan anakku, Lin ?" tanya Taehyung.
" Dia datang sendiri kepadaku hyung. makanya punya anak dijaga te-"
"iya, jangan pandai membuatnya saja, by the way hyung, beritahu bagaimana cara membuat bayi menggemaskan seperti Jisung " pinta Woojin kepada Taehyung setelah menyela ucapan Guanlin tadi.
" apa calon ibu bayimu sudah semanis Jungkookie ?" tanya Taehyung balik, cukup membuat Woojin mendelik. Ayolah, manis Hyungseob dan manis Jungkook itu beda konteks !
"Sialan kau hyung !" umpat Woojin.
" Guanlin, kau tinggal bersama siapa di Korea ?" tanya Jungkook. Sementara Jisung sudah dicecoki dengan ice cream punya Guanlin yang dari tadi bayi itu incar.
" Sendiri hyung, wae ?" tanya Guanlin.
" masuk ke dalam keluarganya Jeon selama kau di Korea, Okay ?" pinta Jungkook.
"Hah ?" Guanlin benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Jungkook.
" Dengan kata lain kau sekarang adalah adiknya Jungkook, karena kau sudah menemukan Jisung tadi " ucap Taehyung mewakilkan. Guanlin mengangguk mengerti. Tidak masalah, toh memiliki keluarga baru juga merupakan hal yang menyenangkan bagi seorang Lai Guanlin.
" Kau tidak mau juga mengadopsiku menjadi adikmu Tae-hyung ?" tanya Woojin sambil tersenyum memperlihatkan gingsulnya.
" Aku pikirkan dulu, kau bermanfaat atau tidak sebagai pamannya Jisung, nanti aku kabari " jawab Taehyung acuh. Lagi-lagi Woojin mencibir.
Mereka yang sedang duduk itu di interupsi oleh ponsel Guanlin yang berbunyi.
"Halo sayang !"
"/kau dimana ? Sudah selesai mencari perlengkapanmu bersama Woojin ?"
"Aku di Creamy Shop, Kau sudah sampai ?"
"/Aku sedang di dekat eskalator, bertemu dengan Jimin-hyung dan Yoongi-hyung, kau tahu Jisung menghilang Lin, kita harus membantu mencarinya"
" Kemarilah, Tae-hyung dan Jungkookie-hyung ada disini.. ajak kakak ipar juga kesini "
"/ Baiklah, kami akan kesana"
Guanlin mematikan teleponnya dan memandang orang-orang yang menatapnya.
" Wae ?" tanyanya.
" Apa hyungseob juga ikut bersama Jihoon ?" tanya Woojin kembali.
" Entahlah, aku tidak sempat bertanya" jawab singkat Guanlin.
Jihoon datang diikuti pasangan mini dibelakangnya, ada juga Hyungseob yang sedang menggendong Yoonji. Jimin yang melihat Jisung sudah di pangkuan Jungkook, langsung mendekat ke arah mereka.
" Astaga, dimana kau menemukannya bayi nakal ini Kookie ?" tanya Jimin, hatinya cukup lega Jisung sudah ditemukan.
" Tadi Jisung ditemukan oleh Guanlin, hyung. untung saja tidak hilang anakku " ucap Jungkook senang.
" Urii Guanlin the best " ucap Jihoon mengacungkan jempolnya untuk kekasih hatinya itu.
" Aliin.. Miss you" Jihoon dengan manja berjalan ke arah Guanlin dan duduk di pangkuan pemuda yang sedang duduk di sebelah Woojin tersebut.
" Malu Ji, jangan seperti itu, disini ada bayi.. astaga " delik Woojin. Hyungseob yang masih berdiri terpaksa mengikuti arah Yoonji yang ingin mendekat ke arah Jisung yang sedang makan ice cream.
" Aigoo.. lihat anakmu hyung, masih kecil sudah tahu bibit unggul. Tidak apa keponakan, lanjutkan, asal dengan Jisung Ungcle.. eh ani ani ! Aunty setuju… hehe" ucap Jihoon semarak.
" Sadar gender , Ji " ucap Yoongi menusuk.
.
.
.
Sore ini Taehyung dan keluarga kecilnya berada di Mansion keluarga besar Taehyung. Taehyung sedang mandi, sementara Jungkook sedang memasangkan Jisung pakaian. Bayi itu baru selesai mandi.
" Uh, kenapa kau aktif sekali"ucap Baekhyun yang memandang Jungkook berusaha memakaian celana kepada Jisung.
" Dia bersemangat sekali hari ini Mom, bahkan dia merangkak sendirian tadi di Mall, untung saja Guanlin dapat menemukannya " cerita Jungkook. Dia sendiri gemas melihat anaknya sendiri.
" Benarkah, kalau seperti itu biar nanti Mommy yang menjaganya saat di acara Perusahaan " ucap calon mertua tersebut. Baekhyun sangat menyayangi pemuda kelinci anak sahabatnya tersebut.
" Mom, aku tidak mau merepotkanmu " ucap Jungkook, dia menatap Baekhyun yang sedang duduk disampingnya.
" Astaga Jungkookie.. kau ini kenapa menjadi seperti ini, hm ? aku ibumu, kau adalah anakku sayang" tutur istri Chanyeol tersebut.
"Baiklah Mom, tapi jika Jisung merepotkan nanti, Mommy panggil saja aku nanti " tanggap Jungkook.
" Hm, Oke. Sayang, ada yang kau pikirkan ?" tanya Baekhyun, meskipun Jungkook bersikap tenang tapi Baekhyun dapat melihat guratan kesedihan di mata Jungkook.
" Aku takut Taehyung akan bertunangan Mom, dia akan mengambil Jisungku dan aku benar-benar tidak sangkup jika mereka mengumumkan pertunangan itu nanti" jawab Jungkook. Baru tadi siang dia masih bisa bersama Taehyung, dia tidak sanggup membayangkan kejadian mengenai kejadian yang beberapa jam lagi akan dia hadapi.
" Berdoa saja, semoga semua yang terbaik untuk kalian, sayang ! Sudah… kau bersiap, biar Jisung Mommy yang jaga.. aigoo.. cucu halmeoni sudah rapi.." Baekhyun menggendong Jisung yang tengah sibuk dengan mainan yang ada di tangannya. Selepas Baekhyun dan Jisung pergi Jungkook duduk di tepi ranjang.
" Ya Tuhan.. semoga apa yang Mommy katakan benar, semoga semuanya baik-baik saja " gumamnya.
.
.
Jungkook merasa asing mendapati Hotel di dekat Perusahaan raksaa milik ayah Taehyung tersebut. Kilatan flash dimana-mana, Jungkook datang bersama Seongwoo dan Daniel, dia berangkat terpisah dari Taehyung maupun keluarga besar Pemuda tersebut yang membawa bayinya. Jungkook mengeratkan pegangannya di lengan Seongwoo. Membuat pemuda yang tengah hamil anak Kang Daniel tersebut mengelus pelan punggung tangan Jungkook.
" jangan gugup Kookie" ucap Seongwoo, mereka melangkah ke red carpet dan tersenyum ke arah kamera.
" Bukankah yang paling ujung pernah terlibat skandal dengan Mingyu ?" tanya seorang wartawan. Dan terjadilah bisik-bisik antara para pemburu berita tersebut.
" Maaf, kami tidak bisa memberikan informasi disini, jika kalian memiliki pertanyaan kalian bisa menanyakan di dalam nanti. Selamat sore " ucap Daniel. Pemuda bertubuh bonsor itu menggiring kedua uke tersebut untuk masuk ke ballroom yang sangat terkenal dengan kemegahan di dalam hotel tersebut.
Di dalam ruangan besar itu, Jungkook dan Seongwoo langsung mencari teman-temannya, sementara Daniel sudah menemui para petinggi Perusahaan, karena sebentar lagi akan di adakan pemutusan calon pemimpin baru. Dimana tim direksi Perusahaan telah mencalonkan Kim Taehyung jika Taehyung bersedia menjalin ikatan pertunangan dengan Sana.
Jungkook dan Seongwoo mendapati Jimin dan Jeonghan serta Jin yang tengah duduh di salah satu sudut ruangan.
" Oiii !" seru Seongwoo dari belakang Jimin.
" Seongwoo-yaa.. astaga aku sangat merindukanmu, kemana saja kau menghilang?eh—kau hamil? Anak siapa ?" tanya Jeonghan bertubi-tubi. Dia baru saja ingin memeluk sahabatnya itu tapi urung karena perut buncit Seongwoo yang menghalangi.
"Anak beruang " jawab Seongwoo singkat, kemudian dia duduk di sebelah Jeonghan, dan disusul Jungkook duduk di samping Jimin.
" Yoonji mana hyung ?" tanya Jungkook penasaran. Pasalnya dia tidak menemukan putri cantik Jimin tersebut.
" bersama ibu dan ayahku, itu disana " Jungkook mengikuti arah tunjuk tangan Jimin ke arah pengusaha terkenal yaitu Junmyeon dan istri yang sedang bercengkerama dengan orangtua Taehyung, dia juga melihat bayinya ada disana.
"hm iya, disana juga ada Jisung dan Jiho " jawab Jungkook.
" Hm, Jiho tidak mau lepas dari neneknya, dia sangat merindukan ibuku.. astaga aku sampai pusing dibuatnya karena dia merengek dari tadi pagi " sambung Jin, orang tua Jin yang berdomisili di Ottawa juga ikut dalam acara ini, Kris dan Tao. Jiho adalah anak dari mendiang kakak Jin, kedua orang tua Jiho meninggal dalam kecelakaan pesawat setahun lalu, dan Jin berniat mengasuh Jiho dan tentu saja mendapat persetujuan dari Namjoon suaminya.
" kalian lagi membicarakan apa ?" tanya Jeonghan penasaran.
" tidak ada apa-apa, kenapa kau ingin tahu sekali?" tanya Jimin balik. Mereka memang jarang berkumpul, apalagi sejak mereka sudah berpencar dan ada yang keluar dari department game.
" Han-ah..bagaimana hubunganmu dengan Seungcheol ? kapan kalian akan menikah ?" tanya Seongwoo.
" tahun depan sepertinya. Aku tidak ingin mendesaknya, dia baru saja merintis usaha keluarganya kembali " jawab pemuda cantik tersebut. Mereka semua mengangguk mengerti.
" Seongie.. bagaimana kau bisa mengandung anak Daniel ? bukankah terakhir kalian putus dan kau keluar dari Perusahaan ini ?" tanya Jeonghan lagi.
" Panjang ceritanya, nanti aku akan menceritakan kepadamu , ka—"
"—Selamat siang kepada tamu-tamu undangan, hari ini kita berada di acara Ulangtahun Perusahaan raksasa ini Universe Company dan sambil menunggu para petinggi rapat di dalam, aku harap kalian menikmati acara yang akan kami suguhkan.." ucap presenter yang berada di atas panggung di dalam ruangan tersebut. Maka itu adalah detik-detik yang menegangkan bagi Jungkook. Di lantai 27 hotel megah itu akan di adakan rapat pemilihan calon pemimpin baru, dan mempertanyakan nasib Taehyung yang otomatis juga mempertaruhkan nasib hubungannya dengan Taehyung.
Acara hiburan yang sekitar satu jam tersebut diisi oleh para artis dan penyanyi terkenal. Mereka bergantian mengisi acara di salah satu moment yang ditunggu-tunggu orang tiap tahun tersebut, ditambah kali ini akan sangat meriah karena adanya pergantian pemimpin baru.
..
Di dalam ruang rapat itu ada sekitar 70 orang-orang penting yang berpengaruh pada Perusahaan Universe Company, yang saat ini di rapat di buka langsung oleh ketua dewan direksi Tuan Yoo. Taehyung duduk disebelah ayahnya, yang berada di sebelah kanan ruangan. Di dalam ruangan itu juga ada Sehun, Junmyeon, Joongin, Namjoon, Daniel, Jinki, Yoongi dan para petinggi lainnya, baik dari dewan direksi ataupun orang-orang yang terlibat kerja dengan perusahaan itu.
" Jadi kita akan memulai rapat ini, sesuai dengan yang sudah kalian dengar, aku berniat menaikkan Kim Taehyung menjadi pemimpin selanjutnya, dan dia akan aku tunangkan dengan anakku Sana, maka hubungan antara Perusahaan dan direksi tetap terjaga. Bagaimana ? apakah ada opsi lain?" tanya Tuan Yoo. Taehyung mengedarkan pandangannya kepada orang-orang yang ada di dalam itu, dia juga melihat Sana yang tengah tersenyum malu.
" Kenapa mereka harus dijodohkan ?" tanya Daniel.
" Kau tidak tahu kalau mereka saling cinta dan ini merupakan keuntungan untuk Perusahaan. Meskipun perusahaan ini adalah perusahaan raksasa, kalian lupa jika dewan direksilah yang berkuasa" jawab Tuan Yoo.
" Tapi tidak ada ulasan mengenai persetujuan keluarga Park Chanyeol untuk menunangkan Taehyung dengan Sana " Yoongi menyambung.
" Baiklah, sepertinya aku cukup mengerti mengenai kemana arah maksud pembicaraan keluarga dari pemilik Perusahaan "ucap Tuan Yoo.
"Jadi seperti ini saja, kau tahu jika 70% dari perusahaan ini adalah hak Dewan direksi, maka jika kalian kita mau Taehyung menikah dengan Sana, maka terpaksa aku akan mengambil alih Perusahaan ini " tegas Tuan Yoo. Chanyeol yang mendengar perusahaannya di monopoli seenaknya hanya diam dan melihat sejauh mana orang-orang yang haus kekuasaan itu bertindak.
"Dad, apa boleh aku bicara sekarang ?" bisik Taehyung kepada ayahnya.
" Tunggu sebentar lagi,nak" jawab Chanyeol.
" Sebenarnya terserah kepada pihak pemilik Perusahaan, bukankah dahulu hubungan Dewan direksi dengan pihak Perusahaan selalu baik, tapi kenapa sekarang kalian seolah tidak mempercayai kami ?" tanya Tuan Yoo lagi. Sudah rahasia umum jika pihak pemilik Perusahaan dan Dewan Direksi sudah terpecah dan terbagi dua.
"Jika kalian tidak menuruti kehendak dewan direksi kalian akan tahu bagaimana akhirnya kan ? meskipun Park Chanyeol pemilik sah dari perusahaan ini, ingat di dalamnya sudah memiliki campur tangan berbagai pihak dan dewan direksi akan mengambil alih" lanjutnya.
" Maaf Tuan Yoo, bukankah perlakuan Dewan direksi agak sedikit memaksa, kenapa menghilangkan wewenang pemilik perusahaan, kenapa seolah-olah direksi yang memiliki perusahaan ini ?" tanya Namjoon menyela. Mereka di dalam ruangan itu terdiam, hanya terdengar suara bisik-bisik antara satu sama lain.
" baiklah, sepertinya aku harus berbicara, Dad aku mohon izin " ucap Taehyung dengan suara beratnya. Chanyeol hanya mengangguk mempersilahkan anak sulungnya itu. Taehyung berdiri di dekat Tuan Yoo, Sana yang melihatnya tersenyum sumbringah dan Taehyung hanya menyeringai kepada wanita itu.
" Sebelumnya aku ingin minta maaf karena sudah merepotkan semua pihak. Kalian pasti berpikir aku akan menerima pertunangan itu, selamat kalian salah besar !"
"Tae !" teriak Sana.
" Wae ? aku tidak pernah mengiyakan berita hoax tersebut. Awalnya aku menghargaimu karena kau adalah sahabatku, kau picik ! benar kata Jihoon kalau kau adalah wanita ular" jawab Taehyung lantang.
" Jaga bicaramu Kim Taehyung" ujar Tuan Yoo.
" Wae? Tidak terima Tuan ? Nyatanya anakmu memang seperti itu. karena kau juga seperti itu. aku tidak bodoh hanya untuk menjadi pancingan di Perusahaan ayahku sendiri. Aku tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti mengenai tentang bisnis. Aku sudah belajar dengan Grandmaku asal kau tahu. aku hanya mengikuti permainan bodoh kalian. Apa ? mau mengambil semua saham Perusahaan Universe Company? Silahkan ambil. Silahkan kalian ambil saham yang hanya bernila 3% dari saham Universe Companyyang sesungguhnya" tukas Taehyung. semua orang yang ada disana cukup terkejut terutama Dewan Direksi yang sudah berbangga hati awalnya karena berspekulasi sudah menguasai Perusahaan besar itu.
Namjoon berdiri dan menyusul Taehyung dan menjalankan slide yang ada didepan mereka semua. Namjoon memang menjelaskan kemana saham yang sebenarnya. Saham Universe Companysudah di pindahkan ke cabang yang berada di Busan. Namjoon yang bekerja sebagai wakil pimpinan itu harus bolak balik ke Seoul dan Busan untuk mengurus semua. Taehyung awalnya yang tidak tertarik dengan bisnis tiba-tiba merasa mengganjal melihat kerja Dewan Direksi. Kemudian Taehyung memaksa sepupunya, Namjoon untuk menjelaskan apa yang terjadi. Taehyung marah, karena ayahnya tidak percaya kepada dirinya. Namun pemuda tampan itu mengerti jika semua ini merupakan kesalahannya. Dia terlalu tidak tegas sehingga tidak bisa menetapkan pilihannya sehingga membuat kekacauan ini terjadi.
Flashback On.
Jujur saja, Taehyung masih memikirkan Jungkook yang menghilang. Kemana Jungkook sekarang ? Taehyung merasa bersalah atas semua yang terjadi. Taehyung merasa kejanggalan ketika ayahnya yang biasanya sangat antusias mengenai Jungkook kini hanya diam saja. Taehyung benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Tepat di bulan ketiga Jungkook menghilang, Taehyung berniat menemui Namjoon. Namjoon pasti tahu sesuatu, maka hari itu saat makan siang Taehyung menunggu Namjoon di ruangannya.
" Oh, Hai Tae.. ada apa ?" tanya Namjoon ketika mendapati sepupunya.
"Hyung jujur kepadaku " pinta Taehyung.
"Jujur apa Tae ?" tanya Namjoon kembali, pemuda itu mendudukkan dirinya di sofa yang berada di depan Taehyung, mereka hanya di batasi oleh meja kaca.
" Apa yang terjadi sebenarnya dengan perusahaan ?" tanya Taehyung. Entah mengapa Taehyung percaya jika semua ini ada hubungannya dengan Jungkook yang hilang, acuhnya Daddy Taehyung dan ayah Sana yang terus bolak-balik ke ruangan data Perusahaan mereka.
Namjoon melirik Taehyung yang cukup frustasi itu. adiknya itu sangat berantakan. Namjoon menghela nafas sejenak sebelum berniat menceritakan sedikit tentang keadaan perusahaan yang sebenarnya.
"Kau yakin ingin tahu ?" tanya Namjoon.
" Tentu hyung, kau tahu aku berhak tahu karena aku adalah salah satu pewaris sama sepertimu, jadi ceritakan semuanya " jawab Taehyung.
" baiklah, karena kau yang meminta aku akan menceritakan semuanya" maka Namjoon menceritakan tentang semuanya, pemindahan Universe Companysementara ke Busan, dewan direksi yang mengincar perusahaan, Sana yang berniat memonopoli Taehyung, semuanya.
" Hyung, ajari aku tentang bisnis. Aku ingin mengerti tentang dunia bisnis. Aku ingin membantu, tapi jangan memberitahu Daddy dulu hyung ! kau mau membantuku kan ?" tanya Taehyung. Taehyung harus menebus semua salahnya, dan berharap suatu saat Jungkook kembali kepadanya, ia akan menanti saat itu tiba.
" Aku akan membantumu, tapi tidak bisa terus menerus. Hubungi Grandma, dia mungkin bisa" ucap Namjoon. Dan Taehyung hanya mengangguk mengiyakan.
Maka dari saat itu Taehyung sangat giat belajar tentang bisnis dan membantu Namjoon kadang-kadang. Taehyung juga bertindak seakan-akan bodoh dan mudah diperalat oleh Tuan Yoo di depan dewan direksi lainnya.
..
Ketika Jungkook kembali, malam itu Taehyung menemui Daddynya yang juga bersama Sehun, ayah Jungkook. Taehyung menceritakan semuanya dan meminta izin untuk meminang Jungkook di depan Sehun. Dan Taehyung juga mendapat hadiah pukulan dari Yoongi karena lalai menjaga Jungkook sehingga menyebabkan pemuda kelinci itu pergi.
" Buktikan jika kau layak untuk anakku" itulah yang diucapkan Sehun sebelum pergi dengan Chanyeol. Taehyung bersumpah bahwa hari itu dia merasakan kelegaan yang amat sangat dia rindui satu tahun belakangan, dan dia melihat malam itu ayahnya kembali tersenyum seperti biasanya dan menepuk pundaknya.
" Kau memang anakku" bangga Chanyeol.
Flashback Off.
" Jadi bagaimana Tuan ? masih ingin mengambil persenan kalian ?" tanya Namjoon.
" Sialan kalian semua !" umpat Tuan Yoo.
" Jadi bagaimana ini Tuan Yoo ? kau menjanjikan saham yang berlipat ganda kepada kami semua " tagih orang-orang yang berada di pihak ayah Sana tersebut. Hiruk pikuk mereka semua harus terhentikan semua karena Chanyeol yang berdiri.
" Aku sebagai pemilik perusahaan, menghentikan semua orang-orang yang terlibat dengan Dewan direksi. Dan aku akan mengembalikan saham kalian, dan tidak akan melakukan kerja sama dengan kalian lagi " tegas Chanyeol.
" Dan aku memutuskan Kim Namjoon untuk menjadi pimpinan berikutnya" ucapan Chanyeol membuat riuh di dalam ruangan itu. dan Taehyung ikut bersuka ria untuk sepupunya yang jenius awalnya sudah menawarkan posisi itu Taehyung tapi Taehyung langsung menolaknya dan mengajukan Namjoon untuk menggantikan jabatan Daddynya tersebut. Taehyung masih senang dengan posisi wakil ketua tim departemen pembangunan, yaitu wakil dari Kim Myungsoo.
" Taehyung, kenapa kau tega sekali kepadaku ?" tanya Sana mendramatisir. Namun Taehyung hanya mendelik tidak suka dan berlalu dari sana. Sana berniat menelepon seseorang.
" Nona muda, jika kau ingin menghubungi Sniper yang berada di atas sana kau harusnya senang karena sebentar lagi peluru itu akan menembus kepalamu, jangan kau coba-coba menyakiti keluarga Jeon kalau kau tidak mau semakin menderita" ancam Sehun. Dan Sana dengan malunya pergi dari tempat itu bersama ayah dan pasukannya.
Mereka yang berhasil mendapatkan kemenangan bercerita sesaat sebelum kembali ke Ballroom. Orang-orang yang berada di sana sudah menanti siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya.
" hyung mereka kembali.." bisik Jihoon, pemuda manis itu bersama sahabat-sahabatnya bergabung di meja bundar tempat Jungkook duduk. Jungkook menatap Taehyung yang berkali lipat ketampanannya sekarang, pemuda tan itu berjalan di samping Chanyeol dan Namjoon. Jungkook juga dapat melihat ayahnya disana.
" Kenapa appa ada disana ?" gumam Jungkook.
" Hyung tidak tahu Sehun ahjusshi datang ? berarti hyung juga belum bertemu dengan dengan Luhan-eomma ?" tanya Jihoon, Jungkook menggeleng. Jihoon menunjuk ke sudut ruangan lainnya, disana Jungkook juga dapat melihat eommanya berinteraksi dengan istri-istri pengusaha lainnya.
" Astaga, bahkan aku tidak tahu ada eomma disana" tutur Jungkook. Jihoon hanya terkikih geli melihat calon kakak iparnya itu bingung dan sedikit frustasi itu.
" Makanya hyung jangan memikirkan Tae-hyung terus " goda Jihoon. Jungkook hanya mengerucutkan bibirnya itu.
Presenter kembali naik ke atas panggung. Dia telah dibisiki oleh panitia mengenai siapa yang akan menjadi pimpinan berikutnya. Tapi yang Jungkook anehkan, Sana dan ayahnya tidak ada disana. Dan Jungkook sangat gugup mendengar kabar yang akan sebentar lagi di ucapkan oleh pembawa acara.
" Dan untuk pemimpin Universe Company selanjutnya adalah Kim Namjoon ! silahkan tepuk tangan semuanyaa.." ucap presenter tampan di atas panggung dengan semangat. Namjoon maju ke depan di tambah riuh tepuk tangan dan pekikan para tamu undangan. Flash dan pemburu berita sudah menyerbu orang-orang penting yang berada di atas panggung tersebut.
Jungkook merasa aliran darahnya sudah mencapai ke ubun-ubun. Sungguh dia benar-benar tidak mengerti. Lama Jungkook termenung. Lamunan Jungkook harus terhenti karena Jihoon menepuk pundaknya.
" Hyung, ayo maju ke depan. Kita para keluarga di suruh maju" ajak Jihoon.
" Sebelumnya sepupuku Taehyung akan berbicara sedikit.. kemari Tae !" Namjoon memanggil Taehyung, sementara Jungkook dalam perjalanan menuju panggung bersirobok tatap dengan pemuda tersebut.
" Baiklah, aku hanya memberi konfirmasi mengenai pertunanganku yang tengah beredar, dan kalian pasti ingin tahu kebenarannya, disini aku hanya mengklarifikasi jika aku Kim Taehyung memang sudah bertunangan, bahkan aku sudah memiliki anak, itu anakku disana bersama Mommy –" Taehyung menunjuk Baekhyun yang sedang menggendong Jisung, bayi kecil itu menyembunyikan wajahnya ke leher Baekhyun karena sangat mengantuk. Para wartawan mengarahkan kameranya kea rah Baekhyun, dan tentu saja pertanyaan baru akan muncul mengenai putra pewaris tahta Perusahaan besar tersebut.
"—dan mengenai tunanganku, itu dia –" Jungkook cukup terkejut karena Taehyung berjalan ke arahnya, menjemputnya. Tangannya yang dingin kini sudah berada di dalam genggaman tangan besar dan hangat milik Taehyung. Taehyung memeluk Jungkook sesaat sebelum menarik Jungkook ke atas panggung.
"—dia adalah tunanganku, karena berbagai masalah kami sempat mengundur pernikahan kami. Doakan agar kami dapat menikah secepatnya. Untuk kabar bertunangan dengan Sana, aku secara pribadi dan atas nama keluargaku membantah berita tersebut. Terimakasih !" ucap Taehyung sambil memberikan sedikit senyuman. Bahkan awak media tidak diberi kesempatan untuk bertanya.
Jungkook masih bingung dengan semua ini. Dia mengikuti Taehyung yang masih menariknya. Mereka berada sudah turun dari panggung.
"Hoi.. kau melamun ? kau tidak suka menjadi tunanganku ?" tanya Taehyung. tangan Taehyung menangkup kedua pipi Jungkook.
" Kau bercanda, Tae? Tae jangan memberiku harapan lagi " jawab Jungkook. Mereka bertatapan, Taehyung memberikan senyumannya untuk kekasih hatinya tersebut.
" Aku selalu mencintaimu Jeon. Maaf atas kesalahan masa lalu. Maaf mengulur banyak waktu untuk semua ini " pinta Taehyung. Taehyung bahkan sudah menyeka air mata yang mengalir dari manic Jungkook.
" mari buka lembaran baru denganku, aku sudah melamarmu kepada Appa dan eommamu" ucap Taehyung lagi. Jungkook menatap ayah dan ibunya yang berada dekat dengan mereka. Orangtuanya mengangguk dan Jungkook langsung menghambur ke dalam pelukan Taehyung.
" Sungguh aku sangat takut jika kau bertunangan dengan wanita itu Tae.." lirih Jungkook.
" Jauh dari lubuk hatiku aku hanya mencintaimu. Lagipula aku tidak akan rela jika Jisung nanti memiliki ayah selain diriku. Jungkook, permintaan ketigaku, maukah kau membuka hatimu lagi untukku dan hidup selamanya denganku ?" tanya Taehyung. Jungkook menatap Taehyung sejenak sebelum mengangguk.
Taehyung mengikis jarak dan mencium bibir Jungkook di hadapan keluarga besar mereka.
" aku juga ingin dilamar seperti itu, Lin.." rengek Jihoon.
"kau sekolah dulu yang benar, baru aku bolehkan bocah Taiwan itu melamarmu" tanggap Junmyeon,ayah Jihoon.
" aiisshh..tega sekali " rajuk Jihoon.
Di depan panggung para wartawan malah berhamburan keluar dari Ballroom untuk mendapatkan berita baru.
" ada apa hyung ?" tanya Jimin kepada Yoongi. Yoongi hanya tersenyum ke arah mochi-nya tersebut dan mengecup bibir yang ia candui.
" aku dan Taehyung hanya sedikit memberi hukuman kepada orang yang pernah berniat mencelakai orang yang kami cintai sayang.." jawab Yoongi. Jimin membulatkan matanya bingung.
" Taehyung dan Yoongi-hyung melaporkan Sana atas peristiwa yang melukai kau dan Jungkook, Jim " celetuk Namjoon.
" Jinjja ?" kini Jungkook yang bertanya.
" Hmm, maaf terlambat melindungimu.. sekarang dan seterusnya aku akan menjaga kalian.. Jungkookie.. saranghae.." bisik Taehyung kepada Jungkook. Sungguh Jungkook merona.
" aku juga mencintaimu Tae.. aku mencintaimu karena kau Kim Taehyung.." Jungkook mengecup pipi Taehyung.
" Setelah acara pengangkatan pimpinan, mari kita lanjutkan acara berikutnya !" suara presenter kembali menggema di ruangan itu.
Hari itu adalah hari yang sangat bersejarah bagi Jungkook. Karena dia benar-benar bahagia atas apa yang terjadi. Untuk selanjutnya biarlah ia dan Taehyung serta bayi kecil mereka yang mengurus takdir yang di berikan Tuhan kepada mereka.
.
.
Tbc
Or
End ?
.
.
.
Hayoloo.. maunya berhenti disini atau lanjut ?
bagaimana teman-teman? maaf ngaret yaa hehhe..
.
.
Salam hangat dariku..
.
.
Guanlin's Noona.
