Author : I try my best to write this chapter, hope everyone like it! Dan di chapter ini Naruto resmi jadi perempuan (soal namanya menjadi Kyuubi maaf kalau jelek, saia kurang tau nama yang bagus buat dia, dan memberinya nama Naruko kurang mengena sepertinya). Enjoy this chapter.

Warning : T rate, chara death, transgender.

Pairing : NaruSasu, one sided SakuSasu, slight InoKiba.

Disclaimer : Yang punya Naruto cs Masashi Kishimoto.


Angel Of Tears

Chapter 13

(Rebirth)

.

.

"Dimana kita?" tanya Naruto sambil melihat sekeliling. Sekarang dirinya berada disuatu tempat yang ditumbuhi banyak pohon apel dan di tengahnya terdapat danau ukuran kecil.

"Hutan kehidupan, salah satu wilayah kebanggaan dari ras kami" jawab orang tersebut.

"Kau … Siapa namamu?" tanya Naruto sedikit canggung karena sejak tadi sosok di depannya ini hanya berjalan mendahuluinya, Naruto sama sekali belum mengenal pria di depannya ini.

"Aku Pein, pemimpin ras iblis" jawab Pein singkat.

DEG!

'Pein … Rasanya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya' batin Naruto merasakan getaran hebat di dadanya.

"Jangan khawatir, aku tidak bermaksud jahat padamu" kata Pein sambil melirik kearah Naruto yang masih memegangi dadanya.

"Lalu, apa yang mau kau lakukan? Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Naruto berusaha menguatkan pijakan kakinya, yang kini tengah merasa lelah. Entah sudah berapa lama mereka berjalan tadi.

"Ini adalah pohon kehidupan, dan ini adalah buah kehidupan" jawab Pein sambil memetik sebuah apel dari salah satu pohon lalu menyerahkannya kepada Naruto, memaksa pemuda pirang itu untuk memegang buah yang dia berikan.

"Apel … Kehidupan?" gumam Naruto bertanya kecil sambil menatap buah apel yang sekarang berada di dalam genggamannya.

"Benar, bukankah kau ingin mengetahui masa lalumu Naruto?" kata Pein yang bertanya balik pada Naruto sambil memamerkan seringai kecilnya.

"Makanlah apel itu, kau akan ingat kembali apa saja yang kau alami di masa lalu, juga … Mengembalikan dirimu yang sebenarnya" lanjut Pein sambil mengeratkan genggaman tangan Naruto ke buah itu, agar Naruto mau memakannya.

'Apa aku bisa percaya dengan semua omongannya? Bagaimana kalau ternyata dia berbohong?' batin Naruto setengah ragu.

"Aku tidak akan membohongimu Naruto, karena … " ucapan Pein terputus seperti menyisakan tanda tanya besar dibenak Naruto, apa maksud dari perkataannya barusan.

"Yah, tapi aku tidak memaksa. Kalau kau ragu, kau bisa buang buah itu dan kembali bersama dengan teman-temanmu dan melupakan segalanya" katanya lagi sambil duduk di sebuah batu besar di dekat salah satu pohon tersebut.

"A-aku sudah ada disini, dan aku tak bisa mundur lagi!" ucap Naruto dengan mantap, dia menatap apel itu lekat-lekat dan bersiap untuk memakannya, tetapi suara Pein kembali memecah konsentrasi dan niatnya yang sudah dia bulatkan dengan kuat.

"Tapi setelah memakan buah itu kau akan mengalami mati sesaat. Kalau kau beruntung, kau akan hidup kembali … Kalau tidak, kau akan mati" ucap Pein dengan serius sambil menatap Naruto yang menjadi semakin ragu. Dalam pikiran Naruto semuanya bercampur aduk, bagaimana kalau dia dibohongi, bagaimana kalau dia mati, kalau itu terjadi dia tidak akan bisa menemui Sasuke.

'Apa yang harus kulakukan Sasuke …' batin Naruto seolah meminta jawaban dari Sasuke.

~o0o~

.

.

"Sasuke? Sasuke!" Sakura mencoba menarik perhatian Sasuke yang kini tengah duduk berhadapan di depannya sambil memangku tangan. Pandangan pemuda itu terus-menerus menatap keluar jendela.

"Hn?" balas Sasuke singkat, dia hanya melirik Sakura sedikit dan mengalihkan lagi matanya kearah luar jendela, membuat Sakura merasa kesal dan berpikir kalau satu-satunya objek yang seharusnya dilihat Sasuke sekarang adalah dirinya.

"Ti-tidak apa-apa … Hanya saja, ka-kau dari tadi diam saja … A-apa kau baik-baik saja?" tanya Sakura sedikit takut dengan tatapan Sasuke barusan.

"Aku tidak apa-apa" balas Sasuke dengan dingin. Sebenarnya Sasuke saat ini sedang memikirkan Naruto, kenapa Naruto harus dari ras angels, dan kenapa dia harus jatuh cinta pada pemuda itu. Dia sudah terlanjur sangat menyayangi pemuda itu yang rela melakukan apapun untuknya.

"Sasuke, setelah ini kita akan melanjutkan pernikahan kita yang tertunda bukan?" kata Sakura seolah memaksakan keinginannya pada Sasuke.

"Terserah kau saja, aku sedang malas membahas apapun sekarang" jawab Sasuke yang sudah tidak peduli lagi apa yang akan terjadi nanti.


"Aku akan mengambil semua resiko itu" kata Naruto yang akhirnya memantapkan hatinya. 'Itu benar, ini satu-satunya kesempatan yang kumiliki, yang akan terjadi padaku nanti terjadilah' batin Naruto sudah pasrah, kemudian dengan memejamkan mata, Naruto menggigit buah apel itu dan menelannya.

"Ughh … Pa-panas … Dadaku sesak … A-aku tidak bisa bernapas … " setelah memakan apel itu Naruto merasakan hal aneh ditubuhnya. Dia merasa kepalanya berat, sangat berat, panas menjalar diseluruh tubuhnya, dan mendadak dia merasa seperti oksigen disekitarnya lenyap tak bersisa. Dia terjatuh, sekuat tenaga dia menahan rasa sakit ditubuhnya, tapi dia menyerah. Sebelum jatuh ke dalam kegelapan, Naruto masih sempat melihat sebuah seringai diwajah sang iblis, Pein.

.

"Kuburan pasir!" Gaara melancarkan serangan kearah Hidan, membuat tanah yang dipijak Hidan langsung jeblos kebawah membawa Hidan ikut masuk kedalamnya.

"Cih, jurus yang merepotkan!" desis Hidan yang sekarang terperangkap oleh jurus Gaara. Setengah dari tubuhnya terjebak pasir dan tak bisa digerakan.

"Sekarang giliranku menyerangnya!" kata Kiba bersemangat, dengan cepat dia berlari menuju Hidan dan mengeluarkan cakaran tajam miliknya. Hidan bersiap menangkis serangan Kiba dengan sabit miliknya. Tapi diluar dugaan Neji juga sedang memasang ancang-ancang untuk mengeluarkan Jyuuken.

"Cih!" serangan Kiba dapat dia tangkis, tapi terlambat baginya untuk menyadari Neji yang sekarang sudah bersiap menyerangnya.

"Jyuuken!" teriak Neji yang kemudian melancarkan serangannya pada belakang tubuh Hidan.

TRANG!

Serangan Neji ternyata tidak mengenai Hidan, serangannya dihalau oleh sebuah pedang besar yang tampak begerigi. Neji yang menyadarinya langsung mundur.

'Dia dapat menghentikan gerakan Jyuuken milikku' batin Neji menatap tidak percaya sambil menatap sosok yang kini berada di depannya. Sosok itu tinggi dan besar, serta kulitnya tampak tidak normal, warna kulitnya biru, serta taring-taring yang dia pamerkan tampak menyeramkan seolah ingin memakannya.

"Tampaknya kau butuh bantuan ya, Hidan" kata sosok itu yang kini berbalik menatap Hidan dengan sebuah seringai.

"Cih, kemana saja kau Kisame!" omel Hidan kepada sosok yang dipanggilnya Kisame itu.

"Bukankah kau yang mengatakan akan mengatasinya seorang diri, Hidan" muncul satu sosok lainnya yang pernah melawan Kiba saat itu.

"Kau juga Sasori! Kalian berdua jangan banyak bicara! Cepat bantu aku!" kata Hidan kesal sambil menunjuk Gaara yang masih mengunci gerakannya.

"Baiklah, tapi itu artinya kau berhutang pada kami! Keluarlah prajurit bonekaku!" kata sosok berambut merah itu yang kemudian memanggil prajurit boneka.

~o0o~

.

.

"Ah, tuan muda Sasuke sudah kembali!" kata Iruka yang menyambut kedatangan Sasuke dan Sakura dengan gembira.

"Eh? Cepat kemari! Tuan muda Sasuke kembali!" teriak Tayuya memanggil Ayame dan Jirobou.

"Benarkah?" mata Ayame langsung membulat besar, dia berlari menghampiri Tayuya yang sedang mengintip dari balik jendela.

"Tapi dimana Naruto?" tanya Jirobou yang tidak mendapati sosok Naruto disana.

"Benar, kenapa kembali dengan nona Sakura?" terlihat ada raut kekecewaan diwajah Tayuya.

"Kalian bertiga sedang apa?" tanya Itachi begitu mendapati ketiga pelayannya tengah berkerumun di dekat jendela.

"I-itu … Tuan muda Sasuke telah kembali!" balas Ayame setengah tergugup sambil memberitahukan kepulangan Sasuke.

"Sasuke telah kembali?" tanya Itachi setengah tidak percaya. Dengan cepat dia berlari keluar dan benar saja dia menemukan Sasuke yang baru turun dari kereta kuda bersama Sakura.

.

"Sasuke!" teriak Itachi dengan senang begitu melihat kepulangan adiknya. "Sasuke kami pikir kau tidak akan pernah kembali!" Itachi menyambut Sasuke dengan sebuah pelukan, untuk sesaat Sasuke merasakan kehangatan yang diberikan Itachi kepadanya, hangatnya pelukan seorang kakak pikirnya sambil memejamkan matanya sebentar. Tapi bayangan Naruto kembali hinggap dipikirannya.

"Jangan berlebihan Itachi" balas Sasuke kembali dingin dan segera menyingkirkan tangan Itachi dari tubuhnya.

"Aku akan segera mengabarkan ayah mengenai kepulanganmu!" balas Itachi yang memang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

"Terserah" jawab Sasuke dengan malas, dia berjalan masuk tapi langkahnya terhenti oleh suara Sakura.

"Sasuke, bagaimana dengan pesta pernikahan kita?" tanya Sakura yang sepertinya belum puas sebelum mendapatkan jawaban 'iya' dari Sasuke.

"Sakura, apa tidak bisa membicarakan hal ini di lain waktu saja? Sasuke baru pulang, dia pasti lelah dan ingin istirahat. Kalian masih ada banyak waktu, kan?" kata Itachi yang merasa Sakura seperti memaksa dan terburu-buru meminta jawaban Sasuke.

"TIDAK!" balas Sakura cepat sambil berteriak, membuat Itachi setengah terkejut dengan sikap Sakura.

"Aku sudah tidak bisa menunggu lagi! Dua bulan cukup bagiku menjadi bahan pembicaraan orang-orang dan dipermalukan! Dan Sasuke, kali ini aku tidak mau pernikahan kita gagal lagi!" ucap gadis itu lagi dengan emosi yang meluap-luap.

"Kau atur saja" balas Sasuke singkat dan kemudian pergi meninggalkan Sakura.


"Apa dia mati?" tanya seorang wanita berambut biru gelap yang muncul dan sedang mendekati Pein yang sedang duduk di atas batu.

"Lihat saja" balas Pein sambil menatap air danau yang memang ada disana, perlahan-lahan muncul sosok dari dalam air itu.

"Aku sudah kembali kakak" kata sosok yang baru muncul itu sambil menatap Pein yang tak lain adalah Naruto yang kini sudah berubah wujud menjadi sosok perempuan.

"Selamat datang kembali Kyuubi" balas Pein memanggil Naruto dengan sebutan Kyuubi.

~o0o~

.

.

"Sial … Mereka sulit dikalahkan!" kata Kiba sambil mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

"Bertahanlah Gaara!" kata Neji begitu melihat Gaara yang kelelahan menahan gerakan Kisame dan Hidan sekaligus.

Disisi lain Hidan juga cukup terluka, begitu juga Sasori yang sudah kehilangan semua prajurit boneka miliknya, mungkin satu-satunya yang masih bisa bergerak dengan tenaga penuh hanyalah Kisame. Dia salah satu iblis yang memang memiliki stamina luar biasa diantara rekan-rekannya yang lain.

"Hentikan pertarungan ini!" muncul Naruto bersama dengan Pein serta Konan, gadis berambut biru tadi. Ketiganya muncul menghentikan pertempuran yang sedang terjadi.

"I-itu … Naruto?" Kiba tampak terkejut melihat sosok gadis yang mirip sekali dengan Naruto.

"Kyuubi, dia sudah kembali rupanya" gumam Hidan sambil menaikkan sabit miliknya ke atas bahunya.

"Ketua, dia Kyuubi?" tanya sosok berambut merah yang bernama Sasori kepada Pein.

"Aku sudah kembali, dan kalian. Katakan pada Tsunade kalau aku sudah kembali, terimakasih untuk selama ini telah menjadi temanku. Ayo kita pergi semua!" kata Naruto yang kini sudah berganti nama menjadi Kyuubi. Perlahan sosoknya menghilang dibalik kegelapan hutan. Hidan, Sasori dan Kisame segera menyusul.

"NARUTO!" Kiba berusaha bangkit untuk mengejar tapi ditahan oleh Neji.

"Jangan bodoh, Kiba! Sekarang kita harus melaporkan semua ini pada Tsunade-sama. Selain itu kita harus cepat membawa Gaara!" kata Neji dengan bijak, mereka bertiga pun juga pergi kembali ke tempat mereka.

Apa yang akan dilakukan Naruto yang kini sudah berubah menjadi Kyuubi, terlebih lagi ingatan masa lalunya sudah kembali seutuhnya?.

TBC …


Author : Akhirnya fic saia yang ini bisa update juga, sepertinya akan segera tamat (mungkin), tapi dilihat dari cerita masih banyak sekali misteri yang belum terungkap ya ... Oh, ya adegan Naruto makan apel itu diadaptasi dari Snow white ck ck ck, dan buah apel saia jadikan maskot buah para iblis. Mulai chapter ini Naruto resmi ber-transgender, dia bernama Kyuubi (sebenernya saia mau memakai nama Naruko cuma kurang sreg aja). Saran dan kritik di terima baik.

.

.

HAPPY READ ^_^V.