GyuMin407
Present
"Let Out the Beast"
Cast : Super Junior, and SMent artist.
Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan
Mystery, Romance, Fantasy.
Summary : Selama ini dia hidup normal seperti orang biasa, namun dia tidak pernah tahu jika jauh didalam sana ada sosok lain yang juga hidup bersamanya. Sosok yang kuat, dominan, dan misterius. Hidup dalam kegelapan terdalam yang dia buat sendiri, menunggu waktu yang tepat untuk keluar dan berkuasa.
Enjoy^o^
.
.
.
Kyuhyun memandang wajah cantik itu lama, hanya menatap dan tidak lebih. Wajah cantik itu semakin cantik ketika ia memejamkan mata nya seperti saat ini, wajahnya yang cantik terlihat damai dan tenang ketika ia tertidur pulas.
Kyuhyun duduk disamping ranjang Sungmin, memperhatikan Sungmin tidur kini menjadi salah satu kegiatan favoritnya semenjak ia bebas keluar masuk tubuhnya. Ia tidak mengerti apa yang monster itu lakukan dengan tubuhnya. Kyuhyun selalu ingin bangun dari koma nya, hanya saja dia tidak bisa. Entah mengapa ia seakan tidak memiliki kekuatan untuk membuka mata dan bangun.
Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin dengan seksama, jejak air mata itu masih ada, dan seakan menampar Kyuhyun dalam diam bahwa ia sudah menyakiti gadis nya begitu dalam. Kyuhyun tidak pernah tahu jika semua nya akan menjadi seperti ini, mungkin akan berbeda jika dia sudah tahu dari awal siapa dirinya dan siapa yang diinginkan nya. Mungkin dia tidak akan mendekati Sungmin.
"Enghhh…."
Kyuhyun menghentikan usapannya dipipi Sungmin ketika mengetahui gadis itu terusik dalam tidur nya. Kyuhyun mengeryitkan dahinya, seharusnya Sungmin tidak merasakan sentuhannya, bukankah saat ini dia hanyalah sesosok arwah yang berjalan keluar dari tubuhnya?
"Kyuhyun… Kau kah itu?" Sungmin mengusap matanya berkali-kali untuk memastikan pandangannya, sementara Kyuhyun hanya terdiam dan mendadak kaku, seharusnya Sungmin tidak bisa melihatnya, kan?
"Astaga, kau benar-benar Kyuhyun?" Sungmin membekap mulutnya dengan kedua tangannya, "Kenapa kau bisa ada disini, kau…." Sungmin menatap Kyuhyun tidak percaya, "Kau bukan hantu, kan?"
"Aniyaa," Kyuhyun mendesah frustasi, "Saat ini hanya dalam bentuk seperti ini sajalah aku bisa menemui mu, Sungmin-ah,"
"Jadi kau benar-benar Kyuhyun-ku?" mata Sungmin berkaca-kaca ketika Kyuhyun mengangguk, Sungmin langsung menghambur ke pelukan Kyuhyun, "Astaga, kau tahu betapa takut nya aku ketika melihat mu terbaring di ranjang rumah sakit? Itu mengerikan, Kyuhyun,"
"Arra," Kyuhyun kini membalas pelukan Sungmin tak kalah erat, "Maafkan aku, tapi bukankah aku sudah bilang padamu untuk terbiasa hidup tanpa ku?"
"Aniyo," Sungmin menggeleng dalam pelukan Kyuhyun, "Kita saling mencintai satu sama lain, kenapa harus menjauh kalau kenyataannya kita tidak bisa menjauh?"
Sungmin mendongakkan wajahnya menatap wajah Kyuhyun sambil tersenyum tulus, "Bahkan jika aku memiliki seluruh dunia, itu tidak ada gunanya bagiku. Kau tahu aku tidak bisa pergi tanpamu,"
Kyuhyun menghela nafas nya lalu melepaskan pelukannya, ia menghela Sungmin agar kembali tidur dikasurnya. Sungmin hanya diam dan menurut, namun matanya tidak lepas dari wajah Kyuhyun.
"Kembali lah tidur, aku harus pergi," ucap Kyuhyun setelah selesai merapihkan selimutnya.
"Besok… Kau akan datang lagi, kan?" tanya Sungmin masih terus menatap Kyuhyun lekat.
Kyuhyun mengangkat bahunya acuh, "Aku tidak janji," dan saat itu juga bayangan Kyuhyun menghilang seperti hembusan angin.
Sungmin menghela nafas dan mencoba untuk memejamkan matanya, walaupun sebentar dia bersyukur dapat bertemu Kyuhyun-meskipun hanya jiwa nya saja. Tak selang beberapa saat kemudian, Sungmin sudah jatuh terlelap ke alam bawah sadarnya.
.
.
.
Paginya, Sungmin terkejut melihat meja makan dirumahnya penuh sesak, bahkan hanya ada satu bangku yang tersisa disana, dan itu pasti bangku untuknya. Biasanya dia hanya makan sendiri setiap kali ibu nya bertugas ke luar kota atau pun ke luar negri, kini menyadari ia tidak makan sendiri entah mengapa membuat hati Sungmin sedikit menghangat.
"Kalian masih disini?" tanya Sungmin sambil mendudukan tubuhnya disatu-satunya kursi yang masih kosong,
"Mulai saat ini kami harus selalu berada disamping mu, Min," ucap Chanyeol yang duduk dihadapan Sungmin,
Sungmin menghela nafas sambol tersenyum kecil, ia pun meletakkan tas nya dilantai sambil mulai memakan sarapannya, "Ini… Benar-benar seperti keluarga," bisik nya.
Semua yang ada di meja makan tentu mendengarnya, mereka terdiam sejenak mendengar nada kesedihan dalam ucapan Sungmin. Kai tertawa kecil, "Tentu saja, mulai hari ini kami semua adalah keluarga mu, suka atau pun tidak suka, ku harap kau mau menerima nya,"
Sungmin tertawa kecil melihat usaha Kai untuk menghiburnya, ia senang karna sekarang ia tidak harus sarapan dalam keheningan lagi, kurang lebih ada lima belas orang dirumah nya saat ini, Sungmin tidak akan kesepian.
"Ah, Sungmin-ah, kami ingin memperkenalkan seseorang kepada mu," ucap Yunho setelah menyuapkan sarapannya.
Ia mengarahkan tangannya pada seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cnatik meskipun kerutan diwajahnya tidaklah sedikit, wanita paruh baya itu tersenyum tipis.
"Dia Nyonya Cho, Eomma kandung Kyuhyun,"
Sungmin hampir tersedak sarapannya ketika Leeteuk mengatakan bahwa wanita itu adalah ibu kandung Kyuhyun. Sungmin buru-buru menunduk memberi salam, "A-Annyeonghaseyo Nyonya…"
Nyonya Cho tersenyum lalu mengibaskan tangannya keudara, "Jangan memanggilku Nyonya, panggil aku Eomma seperti Kyuhyun memanggilku. Lagi pula sekarang aku menumpang dirumah mu, bagaimana bisa aku menjadi Nyonya?" ucap nya dengan nada bercanda.
Sungmin tersenyum canggung, "Ah, jangan sungkan, Nyon….Maksudku Eomma, anggap saja seperti rumah sendiri," Sungmin buru-buru mengoreksi ucapannya ketika Nyonya Cho memelototi nya. Canggung rasanya bertemu ibu dari kekasih disaat seperti ini.
Nyonya Cho tersenyum lalu kembali melanjutkan makannya, Sungmin juga melakukan hal yang sama. Mereka semua pun melanjutkan sarapan mereka sambil sesekali berbicara atau bercanda.
.
.
.
"Bye.."
Sungmin pun berbelok ke arah yang berlawanan dengan Hyukjae dan Ryeowook, entah ini hanya perasaannya saja tapi Sungmin merasa koridor sekolahnya hari ini sangat sepi. Bahkan tidak ada satu orang siswa pun yang terlihat disepanjang lorong ini. Namun ia tidak terlalu memikirkannya, Sungmin memilih cuek dan terus melanjutkan langkahnya.
Drap… drappp..
Jantung Sungmin berdetak keras, dia tahu kalau ada seseorang yang mengikutinya dibelakang, tak henti-hentinya Sungmin mengutuk lorong sekolah nya yang kelewat panjang dan sepi ini. Ingatannya kembali pada kejadian di basement rumah sakit kemarin, Sungmin tidak berani menoleh atau sekedar melirik kebelakang, tapi dia tau kalau yang mengikutinya adalah seorang laki-laki, langkah kaki yang membuat Sungmin berfikir bahwa orang dibelakangnya adalah laki-laki.
"Siapa kau? Kenapa kau mengikuti ku?" Sungmin akhirnya berhenti dan berbalik.
Matanya membulat kala mengetahui siapa sosok yang sejak tadi ia rasa terus mengikutinya dari belakang, dia….
"Cho Jungmo, bukan?" bisik Sungmin, Jungmo pun tersenyum dan melangkah mendekati Sungmin.
Sungmin hanya diam, sama sekali tidak menaruh curiga. Jungmo tersenyum sinis melihat respon Sungmin, dan tidak melihat gelagat curiga dari gadis manis itu.
"Bagaimana bisa kau mengenal ku? Apa Kyuhyun sudah mengenalkan ku pada mu, adik ipar?" Jungmo berbicara tepat disamping telinga Sungmin, Sungmin bergidik mendengar suara namja itu.
Gadis itu kehilangan pita suaranya saat merasakan sesuatu yang runcing menekan pinggangnya, ia merasakan blazer sekolah yang dipakainya sobek akibat benda runcing itu. Sungmin tidak bodoh, dia tahu benda apa itu, itu pisau, tapi kenapa? Sungmin seketika merasa tulangnya dilolosi begitu saja, lemas.
"Apa masalah mu?" Sungmin menatap heran Jungmo, ia belum pernah bertemu dengan Jungmo. Ia hanya sekali melihat foto Jungmo yang waktu itu Kyuhyun tunjukan padanya, lalu apa masalah Jungmo sampai menodongkan pisau kepadanya?
Jungmo menarik Sungmin ke tembok terdekat, memenjarakan tubuh gadis itu dengan kedua tangan kekarnya. Membuat akses kabur gadis itu tertutup, pisau lipat sudah Jungmo amankan disaku jas formal nya. Pemuda itu menatap Sungmin tajam, Sungmin hanya mampu berdo'a dalam hati agar ada yang lewat dan menyelamatkannya.
"Masalah ku adalah kau memiliki apa yang Tuan ku inginkan," Suara Jungmo benar-benar menakutkan, Sungmin berusaha memutar otaknya tentang apa yang baru saja Jungmo ucapkan. Tuan? Siapa Tuan nya? Dan apa yang Sungmin miliki hingga Tuannya juga ingin memiliki nya, atau jangan-jangan…
"Monster itu.." Sungmin mengucapkannya lebih kepada dirinya sendiri.
Jungmo memandang geram ke arah Sungmin. Baru saja Jungmo akan mendarat kan sebelah tangan nya ke pipi mulus Sungmin saat sebuah tangan lain menahannya.
Jungmo memandang garang pada sosok itu, sosok itu tengah menahan tangan kanannya dan menatapnya dengan tatapan yang membekukan, terlalu tajam dan mematikan. Sedangkan Sungmin tengah memejamkan matanya erat-erat, bersiap menerima tamparan Jungmo.
"Menjauh darinya," Sosok itu mengucapkannya dengan penuh penekanan disetiap katanya.
Mendengar suara lain yang masuk ke gendang telinganya, Sungmin membuka matanya takut-takut. Dan sedikit terkejut saat melihat sosok Kris tengah berdiri menahan sebelah tangan Jungmo yang tadi hendak menampar pipi Sungmin. Oh, dan jangan lupakan tatapan mata Kris yang mengerikan itu. Sungmin dapat melihat Jungmo membatu hanya dengan melihat tatapan mata pemuda berkulit pucat didepannya. Jungmo memandang Kris dan Sungmin bergantian sebelum memilih beranjak pergi dari lorong kampus Sungmin tanpa berkata sepatah kata pun.
Sungmin merasakan pusing dikepalanya, kejadian barusan susah payah sedang ia proses di otaknya. Jungmo, Monster itu… astaga apa yang sebenarnya terjadi disini, jeritnya dalam hati.
"Gwenchana?" Sungmin menoleh ling-lung ketika Suho menanyainya, ia tidak tahu sejak kapan Suho dan Chanyeol ada disamping nya sementara Kris memandang sosok Jungmo yang semakin menjauh dengan tatapan tajamnya.
"Kumpulkan para kesatria. Ada yang perlu kita bicarakan," ucap Kris datar, pemuda dingin itu menarik tangan Sungmin kasar. Sungmin hanya diam tak berniat berontak.
Sementara Suho dan Chanyeol mengikuti nya dari belakang.
.
.
.
"Jadi gadis itu tidak sendirian? Haha ini semakin menarik saja" Jungmo berjalan santai ke tempat dimana mobil nya diparkir.
Senyum sinis masih setia bertengger diwajah tampannya. Matanya menatap ke sekeliling area parkir. Dan senyumnya semakin melebar saat melihat Victoria terlihat tengah menunggu seseorang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Baik, bermain-main sebentar sepertinya tidak masalah" gumamnya lebih kepada dirinya sendiri.
.
.
.
Victoria mengangkat wajahnya saat melihat sepasang kaki berada tepat didepannya, sedikit terkejut saat melihat wajah Jungmo lah yang ada didepannya.
"Ohh Jungmo-ah, tumben sekali, sedang apa kau disini? Apa kau kesini karena Kyuhyun?" sapa Victoria ramah. Jungmo hanya tersenyum misterius membuat Victoria mengerutkan dahinya dan menatap sepupunya itu dengan tatapan bingung.
'Mau apa dia?' batin Victoria.
.
.
.
"Jadi Jungmo juga bersekutu dengan para pemberontak?" Nyonya Cho menatap Kris dan Suho bergantian, menatap kedua nya dengan tatapan tidak percaya.
"Mereka menghasut," Suho menatap Nyonya Cho, "Dan ku rasa putra sulung anda terhasut oleh mereka,"
Nyonya Cho terdiam sebentar lalu menghembuskan nafas nya berat, "Itu pilihannya. Dia memang sudah memutuskan untuk bergabung dengan pemberontak, hanya tinggal dua hari tersisa, jangan gegabah,"
Tiba-tiba ponsel Sungmin berdering,
"Yeoboseyo…. Yaa saya sendiri… APA?! APA DIA BAIK-BAIK SAJA?!"
Nyonya Cho, Kris, dan Suho yang sejak tadi diam pun sontak memfokuskan perhatiannya pada Sungmin. Mereka yang hendak bubar pun mengurungkan niatnya saat mendengar teriakan Sungmin, dengan segera dia mendekati Sungmin yang kini tengah termenung.
"Ada apa? Telfon dari siapa itu?" ucap Kris panik.
"Rumah sakit, Victoria Saem…." Bisik Sungmin, tubuhnya kini bergetar hebat.
"Ada apa dengan Victoria?"
"Dia…. Kecelakaan…"
Kris dan Suho membulatkan matanya, dengan cepat ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Sementara Nyonya Cho Nampak diam mematung, terlalu shock mendengar kabar yang begitu mengejutkannya
"Kita kerumah sakit sekarang!" Kris membimbing tubuh Sungmin berdiri, Sungmin hanya pasrah dan menurut. Begitu juga Suho yang memapah tubuh Nyonya Cho yang tampak ling-lung.
"Yunho Hyung, bisa tolong aku?" ucap Kris saat seseorang disebrang sana menjawab panggilannya.
.
.
.
"Mungkin dalam beberapa hari lagi aku akan sangat membutuhkan bantuan mu,"
Kibum yang hendak berjalan menuju meja nya terhenti mendnegar ucapan Siwon yang terdengar begitu lantang ditelinganya. Ia membalikan tubuhnya dan memandang Siwon penuh tanya, "Apa maksud mu?"
"Dua hari lagi akan terjadi pertempuran yang tidak pernah kau bayangkan ada keberadaannya," Siwon mengangkat bahunya, "Seperti pertempuran dalam film-film Amerika, kau akan melihatnya dalam beberapa hari lagi, untuk itu, siapkan pasukan mu,"
Siwon berjalan keluar ruangan dan segera menghilang dibalik pintu menyisakan Kibum yang mesih terdiam menatap sosok yang sudah pergi itu dengan tatapan tidak percaya.
.
.
.
Nyonya Cho berlari tergesa-gesa menelurusi lorong rumah sakit, tak dipedulikannya beberapa orang yang mengumpatinya karna tak sengaja tertabrak. Kris, Suho, dan Sungmin mengikuti dibelakang, beberapa kali mereka menunduk minta maaf pada orang-orang yang tidak sengaja Nyonya Cho tabrak. Mereka tahu bahwa saat ini Nyonya Cho sedang sangat panik sekarang, apalagi menurut informasi yang didapatnya, Victoria terpental cukup jauh.
"Apa yang terjadi?! Bagaimana Vicky bisa ada didalam?!" Nyonya Cho mengguncang kuat bahu pemuda didepannya, Nickhun, tunangan Victoria. Nichkhun memandang Nyonya Cho takut, bahkan dia tidak berani menatap mata Nyonya Cho yang kini memandang tajam kearahnya.
"Eomma, tenanglah," Sungmin melingkarkan tangannya kepundak Nyonya Cho berniat menenangkan, Nyonya Cho pun melepaskan tangannya dari bahu Nichkhun.
Dapat Sungmin lihat bahwa Nichkhun tengah menghela nafas lega. Sedangkan Nyonya Cho kini mulai terisak, tubuhnya bergetar karna lagi-lagi menangis., "Kemarin Kyuhyun sekarang Victoria, lantas siapa lagi yang akan terluka?!"
Sungmin dan yang lainnya terdiam, bingung ingin berbuat apa, sampai akhirnya Yunho datang dan mengambil alih urusan Nyonya Cho dan menenangkannya.
.
.
.
"Bodoh! Hanya membereskan gadis tidak berguna begitu saja kau tidak bisa!" Changmin menatap sinis pemuda didepannya.
"Kau bahkan tidak membunuh nya saat itu karena tunangannya datang," Jungmo tersenyum sinis pada sosok Changmin yang ada didalam kegelapan.
Changmin mengepal kan tangannya erat, sebenarnya ia amat sangat ingin memukul Jungmo saat ini. Namun segera ia mengurungkan niatnya dan mencoba menekan emosinya dalam-dalam.
"Jangan bertindak sesuka mu, ku peringatkan, karna suatu saat bisa-bisa kamu yang masuk dalam jebakan mu sendiri, Jungmo-ah" Changmin meninggalkan Jungmo dalam kegelapan.
Jungmo menatap sinis siluet sosok itu sampai benar-benar hilang, kemudian tersenyum licik bagai ular, "Dua hari lagi, aku akan menggulingkan mu, Shim Changmin. Kau benar-benar seonggok batu besar yang mengganggu jalan ku,"
.
.
.
Kini semua tengah berkumpul di ruang tengah rumah Sungmin, minus Nyonya Cho, wanita itu memilih menjaga Victoria dan Kyuhyun dirumah sakit malam ini. Semua orang tentu saja memaklumi, Nyonya Cho terlihat rapuh saat ini ketika mengetahui kedua orang terdekatnya masuk kerumah sakit tentu saja membuat nya terpukul.
"Bagaimana keadaan Victoria?" tanay Siwon memecahkan keheningan, dia memang belum sempat menengok Victoria karena urusannya dikantor polisi cukup banyak hari ini.
"Masih sama seperti yang kami katakan sebelumnya, belum ada perkembangan," sahut Sehun.
Siwon menganggukan kepalanya lalu beranjak berdiri setelah mengatakan akan menunjukkan sesuatu untuk Sungmin. Sungmin menunggu dengan gelisah dan melihat Siwon kembali membawa sebuah busur dan panah ditangannya,
"Untuk mu," Siwon menyerahkan alat panahan itu kehadapan Sungmin.
Sungmin memandangnya bingung, tatapannya berganti-ganti dari panahan lalu kembali ke Siwon, "Aku… Kau tahu aku tidak bisa memanah," Sungmin menatap tak percaya pada alat panahan yang ada didepannya.
Siwon mengangguk, "Kau memiliki bakat alami, bila saat nya tiba kau akan sangat mahir menggunakannya,"
Sungmin masih diam menatap alat panahan yang ada didepannya, ia melirik yang lainnya dan melihat mereka semua tersenyum meyakinkan sambil mengganggukkan kepala mereka. Sungmin sekali lagi melihat alat panahan itu, lalu memejamkan matanya.
Seumur hidup, Sungmin tidak pernah memegang panahan apalagi menggunakannya, dia masih tabu. Tapi bukankah Siwon bilang bahwa dia memiliki bakat alami, jadi, tidak apa-apa kan kalau ia menerima nya. Setidak nya dia mau mencoba.
Sungmin mengambil panahan itu dari tangan Siwon, dan menatapnya lama, "Besok adalah hari nya. Kalian yakin dengan ini?" tanya Sungmin meragu.
Mereka Semua mengangguk, "Kami yakin, karena kami mempercayai mu," ucap Yunho mewakili kesemuanya yang ada disana.
Sungmin tersenyum lebar, dalam hati membulatkan tekad akan memberikan semua yang terbaik untuk mengalahkan monster itu beserta para pengikutnya. Dan juga membebaskan Kyuhyun dari jeratan kejam monster itu.
.
.
.
TBC
Akhirnya bisa posting chapter 14 walau telat hehe^^ dan aku juga mau ucapin,
HAPPY NEW YEAR 2014 !
Semoga 2013 bisa lebih baik segala-galanya dari 2013 untuk kita semia, amin :D
Buat yang nanya kapan ending nya, perkiraan satu atau dua chapter lagi yaa, kemungkinan sih dua chapter lagi, wahh gak terasa ya udah mau ending/?
Happy ending / sad ending?
Temukan jawabannya dichapter akhir hehehe /sok misterius/
Maaf gak bisa sebutin reviewers satu-satu, yang pasti pelukcium buat kalian yang udah mau sempetin review, semoga aku tidak mengecewakan ya :D
Big thanks too :
Momo Koda Mi, Pungki ningtyas, KikyWP16, vietrotun, Kyufiie, ISungyi, 143 is 137, Kyumin Town, Dewi. , gwansim84, leenahanwoo, vitaminsparkyu1123, cloudswan,fonami-kyuminelf, SyahBunnyBoy137, PaboGirl, Minhyunni1318, Pungki ningtyas, whey.k, Heldamagnae, Cho Hyun Ah SparKins 137, Ranny, jussycaniekyumin, Tika137, Guest, abilhikmah, LiveLoveKyumin, dan semuanyaaaa^^
Makasih banget buat yang gak pernah absen review buat yang baru review juga terima kasih, ditunggu saran-sarannya^^ dan buat siders, ya semoga kalian menikmati cerita saya^^
Sekian dari aku, akhir kata saya mau ucapkan terimakasih dan…
Review?^^
