"Aku pun juga mencintaimu..tapi—" belum menyelesaikan kalimatnya, Lucy tersentak kaget saat tiba-tiba Natsu telah melepaskan pelukan Sting secara paksa. Lucy pun menoleh.
"Nat—su"
Natsu memandang Lucy dengan pandangan serius dan tersirat kemarahan disana.
"Natsu-san.."
Tiba-tiba Natsu menyeret Lucy pergi dari hadapan Sting. Sting pun keheranan saat melihat reaksi Natsu yang menurutnya berlebihan itu. Lucy menoleh kebelakang dan melihat Sting. Sting pun mengangguk dan tersenyum. Sting menggumamkan kata "Tidak apa-apa" dan Lucy pun mengerti.
Fairy Tail © Hiro Mashima
A Fairy Tail Fanfiction
Between Us
By Yusa-kun
Warning : AU, Typo(s), OOC.
.
.
.
.
.
Natsu menarik tangan Lucy dan menyeret Lucy untuk mengikuti dirinya. Lucy memandang heran Natsu. Ada apa dengannya?
Natsu berjalan menuju gedung olahraga. Lucy makin keheranan. Ia dibawa—dipaksa masuk kedalam gudang gedung olahraga oleh Natsu. "Hey kenapa kita kesini, Natsu?!" ujar gadis itu dengan nada tinggi. Lucy mencoba melepaskan genggaman tangan Natsu, tetapi Natsu makin menggenggam erat tangan Lucy.
"Natsu! Lepas!"
"Diam!" Natsu menutup pintu gudang dan akhirnya melepaskan tangan Lucy.
"Ada apa denganmu? Tiba-tiba menyeretku ketempat seperti ini!" Omel Lucy.
Natsu berjalan mendekat dengan wajah yang serius, Lucy pun mundur selangkah demi selangkah mengikuti langkah Natsu yang semakin mendekat.
"Mau apa kau?!" Pertanyaan Lucy tidak digubris sama sekali oleh Natsu. Natsu hanya memandangi Lucy dengan pandangan yang tak dapat diartikan.
Lucy pun mundur hingga tubuhnya menabrak dinding dibelakangnya. Natsu yang berada didepannya, menatapnya tajam.
"Hey, Natsu?" Panggil Lucy.
Natsu merentangkan kedua tangannya sehingga menghalangi Lucy untuk bisa kabur.
"Tadi—apa itu..benar? Kau juga mencintai Sting?" Tanya Natsu dengan serius.
"Ha?" Lucy mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia hanya bingung. Natsu memutar kedua bola mata onyxnya. "Ayolah, jangan pura-pura bingung seperti itu, Luce!"
"Aku tidak mengerti apa maksudmu? Apa maksudmu dengan 'aku juga mencintai Sting'? Kau sudah tidak waras ya?" Terang Lucy dengan nada datar.
"Lucy! Aku mohon katakan sebenarnya! Jangan menutupinya lagi dariku!" Bentak Natsu hingga membuat Lucy tersentak.
"Dengar Natsu, aku tidak mengerti maksudmu itu, tetapi aku tidak pernah mengatakan apa-apa apalagi cinta? Aku mencintai Sting? Sejak kapan? Astaga.." Jelas Lucy sambil berkacak pinggang.
Natsu mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia yakin—sekarang, gadis yang ada dihadapannya itu tidak berbohong.
"Tapi tadi kau—" belum selesai Natsu berbicara, Lucy pun memotongnya.
"Hah, kau pasti mendengar dialog itu. Dengar..kami sedang latihan drama, lebih tepatnya aku membantu Sting latihan drama. Jangan konyol Natsu! Kau menyeretku dan membentakku karena hal itu? Konyol sekali!" Omel Lucy sambil membuang wajahnya.
"Ja—jadi..itu hanya dialog drama?" Tanya Natsu.
"Yaaaa. Lagipula kenapa kau begitu peduli dengan hal seperti itu?" Jawab Lucy sambil memicingkan matanya. Ia masih berkacak pinggang, pandangannya menyelidik.
"Karena aku merasa sakit sekali disini" Natsu menurunkan tangannya dan meletakkan satu tangannya didadanya.
Lucy tercengang dan menurunkan tangannya. "Apa maksudmu?"
"Aku merasa sakit disini, saat kau bilang mencintai bocah pirang itu. Aku—aku begitu mencintaimu, Luce.. Sangat berat melihat seseorang yang kau cintai mencintai orang lain" jelas Natsu.
Lucy terdiam. Detak jantungnya berdetak dengan cepatnya. "Ya aku tahu, tapi itu kan hanya dialog—" belum sempat menyelesaikan kalimat yang diucapkannya, Lucy tersentak saat tiba-tiba Natsu memeluknya.
"Nat—su.."
"Sebentar saja.." Bisik Natsu.
Lucy diam dan detik kemudian, ia mengangguk. Diam-diam Lucy tersenyum. Didalam pelukan Natsu, ia bisa merasakan kehangatan dan juga merasakan wangi tubuh pemuda bersurai pink ini.
XXX
Minggu demi minggu pun berlalu, musim dingin pun telah usai dan berganti musim semi. Dimana bunga-bunga bermekaran. Dan Ohanami. Dimusim semi inilah, hal itu sangat ditunggu-tunggu oleh semua orang. Melihat bunga-bunga yang bermekaran bersama dengan keluarga, kerabat, sahabat dan orang-orang terdekat lainnya akan terlihat menyenangkan.
Berbeda dengan Lucy. Lucy sedang berada didepan makam sang Ibu. Ia sedang memanjatkan do'a disana. Ia menceritakan tentang kehidupannya yang mulai berubah, lalu ia juga membawakan bunga kesukaan Ibunya.
"Ibu kau tahu, aku mulai merasakan perasaan itu lagi" Ucap Lucy sambil tersenyum.
"Kasih sayang, cinta, kehangatan, sedih, bahagia..apa kau bahagia melihatku sekarang?" tambah Lucy sambil mengusap nisan yang bertuliskan nama Ibunya itu. Detik berikutnya, Lucy melihat kelangit dan tersenyum, tangannya ia letakkan didadanya. "Ibu..aku rasa..aku sedang jatuh cinta pada satu pemuda.." gumamnya.
Lucy kembali mengusap nisan didepannya itu dan menggeleng pelan, "Bukan—aku jatuh cinta lagi, untuk kedua kalinya pada pemuda itu.." ungkapnya.
Tiba-tiba ponsel Lucy pun berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Lucy segera mengambil ponselnya dan membukanya.
From : Natsu
Subjek : Ayo ikut aku!
Luce, kau dimana? Aku sedang dijalan ingin kerumahmu, aku ingin mengajakmu melihat bunga ditaman kota, ya bersama dengan yang lain. Kau setuju bukan?
Oh ya, tidak ada penolakan ya!
Sampai jumpa dirumahmu XD
Lucy terkikik membaca pesan yang dikirimkan dari Natsu, tanpa ragu Lucy mengetik untuk membalas pesan dari Natsu.
To : Natsu
Subjek: Re: ayo ikut aku!
Hey itu namanya pemaksaan!
Aku sedang ke makam Ibuku. Jika kau sampai lebih dulu, tunggu aku dirumah. Aku sedang dalam perjalanan pulang.
Oh ya, jangan membuat kekacauan disana. Disana tidak ada Michelle!
Lucy menutup ponselnya yang berbentuk flip berwarna merah muda sambil tersenyum.
"Ibu..aku pamit dulu ya..aku harus ikut melihat bunga ditaman kota bersama dengan hmm—Natsu dan yang lain. Sampai jumpa.." pamit Lucy sambil bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan makam.
Tanpa disadari Lucy, sosok Ibu yang dicintainya berdiri dengan menggunakan gaun putihnya disamping makamnya. Ibunya tersenyum melihat kepergian anaknya.
'Yokatta nee, Lucy..' ucapnya. Setelah itu, sosok itu hilang seiring hembusan angin yang menerpa.
XXX
Lucy berjalan masuk kedalam gang rumahnya. Ia bisa melihat mobil Natsu telah terparkir didepan gangnya. Lucy tersenyum. Dari kejauhan ia bisa melihat Natsu yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya.
"Hoy.." Panggil Lucy.
Natsu pun menoleh dan tersenyum. "Akhirnya kau pulang!"
"Ayo masuk dulu, aku harus berganti pakaian" Lucy membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Natsu masuk kedalam seiring Lucy masuk kedalam rumah.
"Loh, memangnya Michelle kemana?" Tanya Natsu.
"Kau tahu..hmm pemuda yang waktu itu..ah siapa namanya, Yoshino? Dia mengajaknya pergi" jawab Lucy datar.
"Waw hebat" komentar Natsu.
"Ambil minumannya sendiri ya kalau kau haus, aku kekamar dulu" Lucy pun masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.
XXX
Lucy berada didalam kamarnya dan segera membuka lemari pakaiannya dan mulai memilih.
"Aku harus memakai apa ya?" Ucapnya pada dirinya sendiri.
Lucy memilih berbagai macam pakaian dan akhirnya memutuskan untuk memakai flared short skirt berwarna hitam, dengan atasan blouse tanpa lengan berwarna mint dengan pita berada ditengah kerah blouse tersebut menambah kesan yang manis. Tidak lupa ia memakai cardigan berwarna pink pastel. Sangat manis dan kalem. Lucy meraih ankle bootsnya yang berwarna hitam dan memakainya. Setelah selesai dengan itu semua, ia mulai menyisir rambutnya, dan ia ikat dengan model ponytail. Ia juga memulas wajahnya dengan memakai bedak sedikit dan memakai lipgloss agar tidak terlihat pucat. Setelah selesai semuanya, Lucy menyambar tas kecilnya dan keluar dari kamar.
"Natsu? Aku sudah selesai. Ayo" ucap Lucy yang sudah berada diluar kamarnya dan sedang merapikan rok yang dipakainya.
Natsu menoleh dan tercengang—ralat, ia begitu terpesona melihat penampilan Lucy. Ya memang bukan pertama kali Lucy tampil cantik seperti ini. Bagi Natsu, Lucy selalu tampil cantik, tetapi setiap kali melihat Lucy, Natsu selalu terpesona akan Lucy.
"Kau sudah siap? Ayo, yang lain sudah menunggu disana" jawab Natsu sambil menyembunyikan keterpesonaannya pada Lucy. Rona merah menghiasi pipi Natsu.
Lucy pun mengangguk, dan mereka pun keluar dari rumah, lalu berangkat menuju taman kota untuk bertemu dengan teman-teman yang lain.
XXX
"Ice-head! Kau dimana?" Ujar Natsu dalam telepon.
Sekarang Natsu dan Lucy sudah berada ditaman kota, mereka sedang menyusuri taman untuk menemukan teman-temannya, dan pada akhirnya, Natsu menelepon sahabat sekaligus musuhnya, siapa lagi kalau bukan Gray.
"Aku didekat sungai, kau sudah sampai?" terdengar suara Gray dari seberang telepon.
"Yaaaaa, aku sudah didekat sungai, dimana dirimu hahhh!" Omel Natsu
Lucy memandangi setiap pengunjung dan akhirnya matanya menangkap sosok-sosok yang ia kenal—teman-temannya berdiri disana. "Natsu..itu dia!" Lucy menunjuk kearah dimana Gray berdiri.
Natsu melihat dan mengangguk.
"Aku melihat kejelekanmu, Ice-head! Tunggu aku!" Natsu pun menutup teleponnya dan menggenggam tangan Lucy. Lucy pun tersentak dan memandang Natsu. "Aku tidak ingin kita terpisah, disini sangat ramai" bisik Natsu. Lucy pun blushing dan mengangguk pelan. Mereka pun berjalan dengan saling bergandengan tangan.
Sesampainya ketempat tujuan mereka, Gray dan yang lainnya menyambut kedatangan mereka dengan heboh. "Akhirnya kau datang juga Flame-head!" Ujar Gray.
Natsu pun melepas genggaman Lucy dan bergabung dengan Gray dan Gajeel. Sedangkan Lucy bergabung dengan Levy, Erza, dan Juvia.
"Ah Lu-chan, kau cantik sekali~" puji Levy
"Arigatou, kau juga Levy-chan" sahut Lucy. Levy pun blushing.
"Jelas saja! Levy-san ingin tampil cantik didepan Gajeel-kun, Lucy-san" ledek Juvia. Sontak membuat wajah Levy memerah.
"Juviaaa!"
Mereka pun tertawa. Lucy dirangkul oleh Erza dan mereka pun tersenyum.
"Indah ya?" Tanya Erza. Lucy memandang kesekitar, ia bisa melihat didepannya, dihadapannya banyak pepohonan yang sedang berbunga. Bunga sakura. Sangat indah. Ia pun mengangguk, setuju akan pertanyaan Erza.
"Tahun pertama dimusim semi tanpa Ibuku..rasanya sedih sekali" ucap Lucy dengan pelan.
Erza yang mendengar hal itu pun tertunduk sedih.
Lucy tersenyum tipis dan menikmati hembusan angin yang membuat kelopak-kelopak bunga bertebaran di taman tersebut. "Tapi tidak apa..selama masih ada kalian, aku tidak merasa kesepian. Aku merasa sangat senang!" ucap Lucy yang kembali bersemangat.
Erza pun tersenyum dan merangkulnya kembali. "Baiklah! Ayo kita nikmati acara ini!" Ujar Erza dengan semangat.
"Hnn" Lucy mengangguk dan tertawa.
XXX
Lucy, Erza, Levy, Juvia, Gray, Natsu, dan Gajeel pun duduk di tepi sungai sambil bersenda gurau. Terdengar gelak tawa dari pemuda-pemudi yang sedang bersenang-senang disana.
"Aku hausss" ucap Levy dengan suara nya yang manja.
"Dasar udang" Gajeel mengacak-acak rambut Levy. Levy pun merengut kesal.
"Ah bagaimana kalau aku yang membelikan minum?" Tawar Lucy.
"Ah baiklah, aku bantu" timpal Natsu.
"Baik—aaah.." Tiba-tiba mata Lucy tertutup karena ada seseorang dibelakangnya yang sengaja melakukannya.
"Hoy!—" ujar Natsu yang kemudian dipotong oleh seseorang itu dengan suuut-an
"Coba tebak aku, Nona manis.."
Lucy menyentuh tangan sosok itu dan mendengar suaranya yang begitu familiar. Lucy pun tersenyum. "Sting! Lepas" ujarnya.
Sting pun tertawa dan menurunkan kedua tangannya. Ia memajukan sedikit wajahnya hingga sejajar dengan Lucy. Lucy pun menoleh dan mendapati wajahnya begitu dekat dengan Sting. Rona merah tipis menghiasi pipi mulus Lucy. Hal itu pun terjadi pada Sting.
Lucy akhirnya memutuskan untuk mundur dan memalingkan wajahnya. Ia menggigit bibir bawahnya. Dan yang lainnya hanya tertawa melihatnya.
"Aku dengar kau mau membeli minum? Bersama aku saja ya?" Tawar Sting untuk mengalihkan peristiwa yang tadi.
"Ah yasudah kalau begitu" jawab Lucy sambil bangkit berdiri dan menepuk beberapa kali rok bagian belakangnya.
"Okeee" Sting pun ikut berdiri dan mengulurkan tangannya pada Lucy. Lucy memandangnya. Sting hanya mengangkat sebelah alisnya melihat kelakuan Lucy.
Dengan mengiming-imingkan tangannya, Sting berkata "Ada apa, kau tak mau berpegangan? Kau lihat, disana-sini begitu ramai, nanti kalau kau hilang aku bisa digampar oleh Ayahmu" terang Sting dengan nada bercanda.
Lucy tersenyum dan menyambut tangan Sting. "Kami pergi dulu" pamit Lucy.
Natsu yang terlihat cemburu hanya merengut kesal melihat Lucy dan Sting bergandengan tangan. Gray dan Gajeel yang menyadari hal itu pun berinisiatif untuk menggoda Natsu.
"Waaaaahhh mereka cocok sekali ya~" ucap Gray. Semua yang mendengar ucapan Gray pun menoleh.
"Benar.. Serasi sekali, hmm pirang dengan pirang. Ahhhh serasinyaaa~~~" tambah Levy
"Dan tidak lupa, mereka sama-sama pintar.." timpal Gajeel
Ucapan-ucapan mereka membuat Natsu makin memanas. Amarahnya pun memuncak saat mendengar ucapan Erza.
"Bagaimana kalau mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih ya? Pasti cocok sekali" ujar Erza tanpa rasa bersalah.
"Aaaarrrgggghhh kalian ini! Aku tidak setuju dengan kalian. Apa bagusnya mereka berdua!hahhh! Apanya yang sepasang pirang-pirang itu? Lalu kenapa dengan sesama pintar? Lalu cocok darimana?!" Omel Natsu yang sekarang sudah bangkit berdiri dan menghentakkan kakinya dengan kesal.
Gajeel dan Gray pun ber-high five karena berhasil menggoda Natsu hingga amarah Natsu memuncak.
"Loh kenapa dengan Natsu-san? Cemburu ya?" Tanya Juvia dengan santai.
"Ap—apaa, tidak!" Ujar Natsu dengan amarah yang meledak-ledak.
"Jelas sekali kalau dia cemburu, ya kan Er?" Bisik Levy pada Erza. Erza pun mengangguk.
Gray dan Gajeel masih terus menggoda Natsu hingga Natsu kesal. Dan yang lainnya hanya tertawa.
"Kira-kira, Lucy akan memilih siapa ya?" Ucap Erza.
"Entahlah, tapi jika salah satu dipilih oleh Lu-chan, pasti itu yang terbaik baginya" Jawab Levy. Juvia pun mengangguk setuju apa yang dikatakan Levy.
"Benar.." Tambah Erza.
XXX
"Nee, Lucy" panggil Sting
Lucy yang sedang berjalan disampingnya pun menoleh, "Hnn?"
"Kau cantik sekali hari ini" puji Sting.
Lucy memutar bola matanya dan tersenyum sinis, "Kalau aku tampan, akan menyeramkan saat dilihat oleh orang-orang. Baka"
Sting pun tertawa mendengar jawaban Lucy. "Benar..kau benar hahaha"
Lucy memandangi Sting yang masih sibuk tertawa dan Lucy pun menghela nafasnya. "Aku pikir kau tidak datang" ucap Lucy
Sting akhirnya berhenti tertawa dan mengayunkan kantung belanja yang dipegangnya.
"Tadinya aku tidak bisa datang, tetapi pekerjaanku sudah dipegang oleh Loki, jadi aku bisa kesini" ungkap Sting.
"Ah Loki ya..apa kabar dirinya?" Tanya Lucy
"Dia baik-baik saja. Dia beberapa bulan lagi akan menikah" jawab Sting.
"Hah baguslah.." Sahut Lucy
Mereka pun terdiam, tidak ada lagi percakapan seperti beberapa menit lalu. Mereka berjalan beriringan dengan disalah satu tangan mereka memegang sebuah kantung belajaan.
"Kau senang hari ini?" Tanya Sting tiba-tiba dan memecah keheningan.
"Ah ya begitulah" jawab Lucy.
"Syukurlah.." Sahut Sting sambil tersenyum. Lucy menoleh dan memperhatikan Sting. Dia berpikir kalau Sting adalah orang yang sangat baik. Dia selalu peduli dengan sekitarnya, ia ramah pada semua orang, tetapi sayang, otaknya agak gesrek! Atau otaknya agak sedikit konslet.
Lucy tersenyum dan kembali melihat kedepan. Sekarang berganti, Sting yang memandangi Lucy. Didalam hatinya, Sting sangat memuja gadis yang berjalan disampingnya ini. Bukan hanya cantik dan pintar, gadis ini benar-benar sosok yang kuat dan memiliki pendirian. Ah ya, ia juga mandiri. Sting bersyukur, saat ini ia bisa melihat senyuman Lucy dan gelak tawa Lucy. Ia ingin melindungi itu semua, ia ingin sekali membahagiakan gadis ini jika ada kesempatan. Ia tidak akan membuat airmata gadis ini jatuh setetes pun dari mata karamel yang menurutnya sangat indah itu. Ia akan membuat Lucy bahagia. Tetapi kembali kepada kenyataan, perasaan cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Sting tersenyum.
'Tidak apa-apa..setidaknya aku masih bisa berdiri disampingnya, mendukungnya..' batin Sting.
XXX
Natsu pamit untuk pergi ketoilet. Lucy dan Sting belum juga kembali untuk membeli minuman, sekarang adalah tugas Gajeel dan Levy yang membeli makanan. Natsu menyusuri taman kota, membelah keramaian yang ada di taman tersebut dan secara tidak sengaja, ia menabrak seseorang yang berada didepannya.
Duuuk!
Sosok yang ditabrak Natsu pun terjatuh. Natsu yang menyadari hal itu pun mengulurkan tangannya.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Natsu.
Sosok tersebut menyambur uluran tangan Natsu dan bangkit berdiri.
"Ah iee, aku tidak ap—" sosok itu berhenti bicara saat melihat sosok Natsu didepannya. Natsu pun membulatkan matanya saat melihat sosok dihadapannya. Sosok yang familiar untuknya. Sosok gadis yang begitu ia kenal, gadis dengan rambut pendek berwarna silver dan terlihat jelas kedua bola mata berwarna biru, sebiru langit yang begitu cantik.
"Lis—Lisanna?"
"Natsu?"
Gadis yang bernama Lisanna itu pun tersenyum dan langsung memeluk Natsu. Natsu pun tersentak. Dan pada saat itu pula, Lucy dan Sting pun ada dibelakang mereka.
'Siapa dia..' Pikir Lucy
"Hey..hey..lepas dulu" pinta Natsu
Lisanna pun melepas pelukannya dan senyum masih terpampang jelas diwajahnya yang cantik. "Hisashiburi neee, Natsu.." Ucap gadis itu.
"Yaa Lis, kenapa kau ada disini?" Tanya Natsu
"Loh, bukannya aku sudah mengirimimu email bahwa aku akan kembali kesini? Aku disini untuk melihat bunga yang bermekaran di taman ini" jelas Lisanna dengan riangnya.
"Natsu-san" Natsu yang merasa dipanggil pun menoleh dan mendapati Lucy dan Sting berada dibelakangnya.
"Hoy" jawab Natsu sambil memandang Lucy. Lucy memalingkan wajahnya dan tertunduk.
"Ah siapa nona manis ini? Bisakah kau mengenalkannya pada kami, Natsu-san?" Ujar Sting
"Ah, ini Lisanna Strauss, dia temanku saat SMP. Lisanna, ini Sting dan ini Lucy, temanku disekolah" terang Natsu sambil menunjuk satu per satu saat menyebutkan namanya.
"Salam kenal, Lisanna-san" sapa Sting.
Lucy pun menoleh dan memandang Lisanna dan ia pun tersenyum "Salam kenal"
Lisanna tercengang saat melihat Lucy. Ia mengagumi kecantikan yang dimiliki Lucy.
'Cantik..' Pikir Lisanna
Dan pada saat itu pula ia menyadari, bahwa gadis yang ada didepannya ini adalah gadis yang pernah—bukan pernah, tapi selalu diceritakan oleh Natsu saat itu. "Bagaimana kalau kau gabung bersama kami?" Tawar Sting pada Lisanna.
"Apa boleh?" Tanya Lisanna.
Lucy pun mengangguk, "Tentu saja!"
"Benarkah? Baiklah, aku bersedia" jawab Lisanna dengan riang.
"Sting, Natsu, dan Lisanna, aku ketoilet sebentar ya" pamit Lucy sambil berjalan meninggalkan mereka.
Baru beberapa langkah, Lucy pun tersentak kaget saat ada yang menggenggam tangannya. Lucy pun menoleh dan mendapati Sting yang menggenggamnya. "Aku ikut" ucap Sting
Lucy tersenyum dan mengangguk.
Lisanna dan Natsu terpaku saat melihat mereka berjalan pergi. "Mereka itu sepasang kekasih ya?" Tanya Lisanna. Natsu tidak menjawabnya, ia hanya mengepalkan tangannya—kesal.
Lisanna pun menoleh dan melihat raut kekesalan diwajah Natsu. Lisanna bergantian memandang kepergian Lucy dan Sting dan beralih lagi pada Natsu. Lisanna pun mengepalkan tangannya dan sedetik kemudian, gadis itu pun telah menggenggam tangan Natsu.
"Ayo kita ketempat teman-temanmu!" ajak Lisanna dengan gembira.
Natsu yang tersentak kaget pun langsung menoleh dan menyerap kata-kata yang diucapkan Lisanna. Dan akhirnya ia pun mengangguk. Mereka pun kembali ke tempat teman-teman mereka berada.
XXX
Lucy dan Sting sedang berjalan menyusuri taman kota setelah pergi ketoilet. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. "Apa kita tidak usah kembali saja?" Tanya Sting
Lucy terdiam dan sepertinya ia sedang melamun. Sting melihatnya dan menghela nafas. Tiba-tiba seseorang berlari dari arah belakang Lucy dan menabrak Lucy hingga terdorong kearah Sting.
"Aaah.."
Sting menangkap tubuh Lucy dan memandangnya. "Kau tidak apa-apa?"
Lucy mengangkat wajahnya dan mendapati wajah Sting yang begitu dekat dengan wajahnya. Terlihat semburat merah dikedua pipi Lucy, begitu pula dengan Sting. Lucy pun berdiri dan menggeleng pelan. "Aku tidak apa-apa"
Sting pun berdeham.
"Ayo kita kembali ketempat yang lainnya" ajak Lucy.
Lucy pun berjalan kembali tanpa bergandengan tangan dengan Sting. Beberapa langkah ia berjalan, Sting pun menahannya. Lucy pun menoleh.
"Kalau kau tidak mau kembali kesana, kita bisa berjalan-jalan sebentar" tawar Sting.
Lucy tersenyum tipis dan menggeleng. "Tidak apa-apa, ayo" jawab Lucy sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Sting.
Sting mengangguk dan mereka pun berjalan untuk kembali ketempat yang lainnya.
XXX
"Ah akhirnya kalian kembali, makanannya ingin dihabiskan oleh Gray, Natsu dan Gajeel. Dan kami sangat hauuusssss" ujar Levy
Lucy tertawa pelan dan duduk disebelah Levy, sedangkan Sting bergabung dengan Natsu dan kawan-kawan.
"Kenapa kau lama sekali, Lucy?" Tanya Erza.
Lucy mengambil beberapa cemilan dan memakannya. "Aku tadi berjalan-jalan sebentar dengan Sting"
"Jalan-jalan?" Semuanya mengatakan hal yang sama, kecuali Natsu, Sting, Lisanna dan juga Lucy.
Lucy pun mengangguk.
"Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Sting, keheranan.
"Kyaaaa! Lalu apa yang terjadi Lu-chan?!" Tanya Levy dengan antusias.
"Iya, benar Lucy-san. Lalu apa kalian hanya berjalan-jalan? Tidak ada yang spesial? Begitu?" Timpal Juvia
"Loh, aku pikir, Lucy dan Sting berpacaran" tambah Lisanna.
Semua pun terdiam mendengar pernyataan Lisanna dan juga menoleh kearah Natsu. Terlihat raut kekesalan diwajah pemuda bersurai pink itu. Levy pun mendekati Lisanna dan membisikkan sesuatu. "Kau tidak boleh berbicara seperti itu, lihat Natsu disana, ia terlihat menyeramkan kan?" bisik Levy
Lisanna menoleh dan benar saja apa yang dikatakan Levy. Lisanna pun mengepalkan tangannya lagi dan menoleh kearah Lucy.
"Lucy, apa kau menyukai Sting? Kalian itu cocok loh" ujar Lisanna.
Lucy pun terkejut mendengar pertanyaan Lisanna.
Erza memicingkan matanya saat melihat Lisanna, ia memergoki Lisanna yang mengepalkan tangannya saat melihat ekspresi Natsu. "Jangan bertanya-tanya yang tidak-tidak, Lisanna" ujar Erza.
Lucy menoleh dan tersenyum.
"Tidak! Lucy memang harus menjawab pertanyaan Lisanna" ujar Natsu dengan serius.
Lucy menoleh dan memandang sinis Natsu. Sting hanya mengangkat tangannya dan bilang kalau ia tidak tahu apa-apa. Lucy menghela nafasnya. "Aku menyukainya" Ujar Lucy dengan datar.
Natsu tersentak kaget, Lisanna pun tersenyum. Begitupun dengan yang lainnya.
"Tapi—" saat Lucy ingin melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Natsu berdiri. "Aku pamit pulang lebih dulu" Natsu pun berjalan dan akhirnya berlari. Lucy melihatnya pun menjadi panik.
"Kejar dia, Lucy" bisik Erza.
Lisanna sudah berdiri dan bermaksud untuk mengejar Natsu, tetapi ditahan oleh Levy. Levy menggeleng. "Kau harus tetap disini, karena aku ingin mendengar ceritamu, Lisanna" ucap Levy.
Lisanna pun mengepalkan tangannya.
XXX
"Natsu..hey Natsu!" Panggil Lucy yang sekarang sudah ada dibelakang Natsu.
Natsu masih berjalan tanpa memperdulikan Lucy yang mengejarnya. Lucy berlari dan menangkap tangan Natsu dan menahannya.
"Natsu! Dengar aku!" Ujar Lucy.
Natsu pun berhenti dan menoleh. "Apa? Kau menyukai bocah pirang itu? Hah" sahut Natsu.
"Tunggu dulu! Kenapa kau jadi marah-marah seperti ini! Aku tidak mengerti dengan dirimu, baka!" ucap Lucy dengan nada tinggi.
"Heh, kau tidak mengerti? Kau tidak mengerti dengan apa yang aku lakukan selama ini padamu?! Ya! Aku menyu—bukan! Aku mencintaimu, Lucy Heartfilia! Puas?!" jawab Natsu dengan emosi.
Lucy terdiam dan genggaman tangannya pada Natsu terlepas. Ia kaget dengan pernyataan Natsu. Ya dia tahu, kalau Natsu menyukainya. Tapi itu sudah beberapa bulan yang lalu. Lucy berpikir kalau Natsu tidak memiliki perasaan lagi padanya setelah ia tolak.
"Kau tak bisa menjawabnya kan? Karena memang pada dasarnya kau tidak memiliki perasaan yang sama sepertiku!" bentak Natsu.
Lucy segera menggeleng, "Dengarkan aku, kalau tadi..aku ingin mengatakan kalau aku menyukainya, tetapi hanya sebagai teman, Natsu. Bukan menyukai seperti yang kau maksud" jelas Lucy.
Natsu pun kaget mendengarnya. "Ja—jadi kau.."
"Iya! Makanya dengerin dulu. Lagi pula kenapa kau malah kabur?" Potong Lucy.
Natsu memutar bola matanya dan menarik Lucy untuk ikut dengannya. "Hey Natsu! Mau kemana! Heeey!"
Natsu tidak mengindahkan teriakan Lucy. Natsu berjalan menuju mobilnya. Lucy pun masuk kedalam mobil dan disusul Natsu. "Kenapa kita malah kemobil? Kita harus kembali ketempat teman-te—"
Tiba-tiba Natsu mencium bibir Lucy. Lucy membulatkan matanya. Beberapa detik kemudian, Natsu melepaskan ciumannya dan memandang Lucy. Tangannya membelai pipi Lucy.
"Kau hampir saja membuat jantungku lepas, Luce.." gumam Natsu.
"Eh?"
Natsu pun menarik Lucy kedalam pelukannya. Lucy diam, tak berkata apapun. Jantungnya serasa ingin lepas dari tempatnya. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Astaga.
Natsu melepaskan pelukannya dan kembali memandang Lucy dengan tatapan lembutnya. Sedikit demi sedikit Natsu menghapus jarak antara Lucy dan dirinya. Natsu mendekatkan bibirnya pada Lucy. Dan Natsu kembali mencium Lucy. Lucy masih terdiam. Ia tidak tahu apa-apa lagi, tetapi ia merasakan ketenangan dan juga kehangatan. Lucy pun memejamkan matanya.
Setelah berciuman, semburat merah terlihat jelas dikedua pipi Natsu dan Lucy. Mereka pun tersenyum.
"Aku mencintaimu, Lucy Heartfilia. Will you be my girlfriend?" Tanya Natsu.
Lucy tersenyum dan mengangguk, "Yes, I will.."
Setelah mendengar jawaban Lucy, Natsu pun membelai pipi Lucy dan tersenyum, begitu pula dengan Lucy. "Sekarang, ayo kita pulang!" ajak Natsu.
"Eh? Kenapa kita pulang? Bukankah kita harusnya kembali ketempat dimana lainnya berada?" Tanya Lucy.
Natsu menyalakan mobilnya, "Memangnya kau mau di interogasi dengan yang lainnya? Kalau aku sih, tidak mau. Kau tahu kan, mereka itu resek sekali" ucap Natsu.
Lucy terkikik dan mengangguk, "Baiklah..ayo kita pulang.." jawab Lucy.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan taman kota, meninggalkan teman-temannya yang masih asyik ditengah keramaian taman kota.
XXX
Disisi lain..dimana yang lainnya berada. Lisanna sedang bercerita dan didengarkan oleh semuanya.
"HA?! JADI KAU INI ADIKNYA MIRA-SENSEIIII?!"
Lisanna tersenyum dan mengangguk. "Begitulah.."
"Pantas saja, saat aku melihatmu, sepertinya aku familiar.." timpal Levy.
Lisanna hanya tersenyum, "Dan mungkin dalam waktu dekat aku juga akan pindah ke sekolah kalian.." ungkap Lisanna.
"Benarkah? Wahhh.." ucap Levy dan Juvia.
Erza dan Sting merasa akan ada masalah yang akan datang disekolah jika Lisanna masuk kedalam sekolah yang sama dengan mereka. Entah mengapa, mereka berdua bisa merasakan perasaan tidak enak.
Lisanna memalingkan wajahnya dan tersenyum licik. 'Kita akan bersama lagi ya..Natsu...' batinnya.
.
.
.
.
.
.
To be continued
HALLOOO MINNAAAA! Author balik lagi niiiiih dengan update yang baru yuhuuuu..dan untuk kalian yang sudah menanti chapter terbaru fanfic ini, kalian bisa bahagia karena hari ini author kasih spesial buat kalian!
UPDATE DUA CHAPTER SEKALIGUUUUUSSSSS!
Dan untuk review chapter sebelumnya, Author balesnya lewat pm aja. dan untuk para Guest aku bales reviewnya di chapter selanjutnya!
Oke, Author gamau banyak-banyak berbicara. Kalian cuss ke chapter berikutnya yaa~~
