… Previous Chapter …
.
.
"Kuantar kau ke rumah sakit ya?" tawar Kyuhyun. "Kau terlihat—"
"Pulang…" gumam Sungmin pelan. "Aku mau pulang saja… Aku tidak mau… ke rumah sakit… Aku tidak apa-apa… Aku hanya sedikit—"
"Ming! Ming!" panggil Kyuhyun panik ketika Sungmin tak sadarkan diri secara tiba-tiba.
.
.
.
~ FALL IN LOVE ~
.
By Mei Hyun15
Genre :
Romance
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : T
Warn : genderswitch, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
!DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
Enjoy reading ^^
.
.
~ Chapter 13 ~
.
.
"Uuuhh…"
Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya untuk membiasakannya dengan cahaya yang masuk dari celah kaca jendela yang masih tertutup tirai.
"Eenghh… Kepalaku pusing sekali… Sinar dari kaca jendela itu benar-benar mengganggu tidur— Mwo? Tunggu dulu…! Sinar dari kaca jendela? Ini dimana? KYAAA!" jerit Sungmin tiba-tiba ketika mendapati dirinya sedang berada di sebuah kamar yang masih belum disadarinya.
"YA! Kau ini kenapa?" terdengar suara seseorang menginterupsi jeritan Sungmin.
"KYAAA!" jerit Sungmin lagi ketika mendapati siapa pemilik suara itu.
"YA! Ada apa denganmu? Kyaa… Kyaa… Pagi-pagi begini sudah berisik! Kau mau membuat tetangga-tetangga sebelah rumahmu berdemo di depan pintu rumah sekaligus café milik Heechul noona ini?" ujar Kyuhyun—sang pemilik suara—yang baru saja masuk ke kamar Sungmin dengan semangkuk bubur ditangannya.
"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Sungmin setengah menjerit kepada Kyuhyun sambil menudingkan jari telunjuknya pada namja itu.
"YA! Dasar tidak sopan! Bukannya berterima kasih, kau malah membentakku" sahut Kyuhyun sebal sambil mendudukkan dirinya dipinggir ranjang Sungmin.
"Kemarin setelah manager hyung berbicara padamu, aku menghampirimu dan kau bilang kalau kepalamu sakit. Kemudian kau terlihat sangat kesakitan dan memegangi kepalamu. Ketika kutawari ke rumah sakit, kau menolak dan memintaku mengantarmu pulang. Tapi sebelum aku sempat mendudukkanmu di dalam mobilku kau sudah pingsan, apa kau tidak ingat?" tanya Kyuhyun sambil mengaduk bubur yang masih mengepulkan asapnya tersebut dalam mangkuk yang dibawanya.
"Mwo? Benarkah kejadiannya seperti itu?" tanya Sungmin dengan nada bingung. "Lalu kenapa kau masih ada disini sampai sekarang? Kau tidak berbuat macam-macam denganku selama aku pingsan kan? Kau tidak—"
"Aish… Kau ini… Kau pikir aku ini namja macam apa? Sudahlah… Jangan berpikiran macam-macam. Ini… Makanlah…" Kyuhyun menyodorkan mangkuk yang sedari tadi diaduknya kepada Sungmin.
Sungmin yang menerima mangkuk itu hanya memandangi mangkuk itu dan Kyuhyun secara bergantian.
"Aish… Kau ini…" desah Kyuhyun setengah kesal. "Tenang saja… Bubur itu tidak beracun… Makanlah… Heechul noona sudah bersusah payah membuatkannya untukmu. Tadi pagi dia ada disini dan membuat bubur ini. Katanya hari ini dia ada urusan lain di suatu tempat, jadi dia minta tolong padaku untuk menjagamu"
"Kenapa harus kau yang menjagaku? Lagipula aku juga tidak apa-apa kalau sendirian. Aku sudah terbiasa" ucap Sungmin sambil menyuap satu sendok penuh bubur ke dalam mulutnya.
"Hari ini hanya aku saja yang tidak punya jadwal. Kau tidak suka? Ya sudah… Aku akan pergi setelah kau selesai memakan bubur itu dan meminum obatnya" ujar Kyuhyun sambil beranjak dari posisi duduknya dan keluar dari kamar Sungmin.
.
-Kyuhyun POV-
Aish… Ada apa denganku? Kenapa waktu yeoja itu bertanya seperti itu aku jadi sedikit tersinggung seperti ini?
Ayolah… Sungmin itu hanya hoobae-ku… Dia bahkan tidak termasuk dalam kriteria yeoja idamanku. Lagipula perilaku yang ia tunjukkan padaku sangatlah buruk. Tidak mungkin aku menyukainya. Tidak mungkin!
Ahh… Baiklah… Daripada aku memikirkan hal ini lebih lama lagi, lebih baik aku membuatkan teh hangat untuknya dan mengambilkan obatnya supaya dia bisa langsung meminumnya saat buburnya sudah habis nanti.
-000-
"Gwenchana?" tanyaku padanya. Ia baru saja menghabiskan teh hangat yang kubuat untuknya tadi, setelah sebelumnya ia menelan obat yang kuberikan.
"Hmm… Kepalaku jadi terasa lebih ringan… Gomawo" ucapnya sambil mengulas senyum manisnya.
Ahh… Aku senang sekali saat melihatnya tersenyum seperti ini
"Ne… Cheonma… Ahh iya… Aku lupa… Kau tidak suka kalau aku berada disini kan? Kalau begitu aku pamit du—"
"Jadi kau serius menanggapi kata-kataku tadi?" ucapnya sambil mengerutkan keningnya.
"Apa maksudmu? Bukankah tadi kau mengatakannya sendiri kalau kau sendirian juga tidak masalah?" tanyaku sambil menaikkan satu alisku.
"Bukan begitu maksudku… Yang tadi itu aku hanya bercanda… Kenapa kau jadi serius menghadapinya? Dasar payah!" gerutu Sungmin sebal.
"Hei… Beraninya kau mengataiku" dengusku sambil memasang wajah marahku yang tentu saja kubuat-buat. "Habis… Tadi itu wajahmu terlihat serius sekali… Kupikir kau benar-benar menginginkanku pergi dari sini"
"Jinjja? Ah…Mungkin karena aku sedang sakit ya?" gumam Sungmin dengan pose berpikirnya.
Aish… Yeoja aneh ini selalu saja membuatku bingung dan kesal seperti ini. Ck!
-Kyuhyun POV end-
.
"Jadi bagaimana?" tanya Kyuhyun.
"Bagaimana apanya?" Sungmin balas bertanya pada Kyuhyun dengan wajah heran.
"Tawaran dari manager kami… Kau mau menerima tawaran itu kan?" tanya Kyuhyun sambil memandang Sungmin dengan wajah seriusnya.
"Umm… Kurasa… Aku… Ahh…" Sungmin tiba-tiba memegangi kepalanya.
"Sungmin-ah, gwenchana? Kepalamu sakit lagi?" tanya Kyuhyun khawatir.
Sungmin hanya mengangguk sekilas sambil memegangi kepalanya. "Kepalaku terasa agak… Emm…"
"Sudahlah… Lebih baik kau istirahat lagi saja. Mungkin sekitar 1 sampai 2 jam lagi Heechul noona pulang" Kyuhyun membantu Sungmin untuk rebahan kembali di ranjangnya dan membenarkan letak selimut Sungmin.
"Aku ada di ruang tengah. Kalau butuh apa-apa kau bisa memanggilku"
"Ne… Gomawo" ucap Sungmin sebelum memejamkan matanya.
-000-
-Heechul POV-
Aish… Saengie… Kau benar-benar membuatku khawatir setengah mati. Kau ini kenapa sih? Sejak kemarin tingkah lakumu jadi aneh. Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu?
"Heechul-ah"
"N-ne… Wae Han? Mianhae… Aku melamun lagi…" ujarku sambil menundukkan wajahku.
Aish… Entah ini sudah yang keberapa kalinya aku ketahuan melamun seperti ini oleh Hankyung… Ck! Benar-benar memalukan!
"Sudahlah… Gwenchana… Aku tahu kalau saat ini kau sedang mencemaskan keadaan Sungmin. Mianhae karena telah merepotkanmu"
"Gwenchana Hankyung-ah… Sungmin tidak akan kenapa-kenapa. Ada Kyuhyun yang menjaganya. Lagipula aku senang karena bisa membantu disini hari ini"
"Mwo? Kyuhyun?" tanya Hankyung dengan wajah terkejutnya.
"Ne…" anggukku pelan. "Tadi aku meminta Kyuhyun untuk menjaga Sungmin. Kyuhyun bilang tidak masalah karena hari ini dia tidak memiliki jadwal apa pun"
"Oh… Pantas saja tadi dia keluar dari dorm sepagi itu"
Mwo? Jinjjayo? Kukira dia terpaksa menjaga Sungmin karena permintaanku. Apa Kyuhyun tertarik pada Sungmin? Ah… Kurasa tidak mungkin… Tapi bisa saja dia tertarik… Tapi… Ahh… Sudahlah! Mau tertarik atahu tidak, itu bukan urusanku.
"Heechul-ah… Gwenchana?" Hankyung menepuk bahuku pelan.
"N-ne… Gwenchana… " anggukku yang lagi-lagi terlihat kikuk di depannya.
Aish… Hari ini aku benar-benar terlihat begitu memalukan di depan Hankyung…
"Baiklah kalau begitu… Kajja!" Hankyung tiba-tiba menggandeng tanganku.
Omo! Omo! Bagaimana ini? Jantungku… Jantungku… Ya Tuhaaan… Ini sangat tidak baik untuk jantungku… Tangannya menggandengku? Oh… Bahkan bermimpi saja aku tidak berani. Tapi sekarang? Dia benar-benar sedang menggenggam tanganku saat iniii~~
"Kau benar tidak apa-apa?" tanya Hankyung lagi padaku dengan wajah khawatir.
"N-ne… A-aku… Benar-benar tidak apa-apa" jawabku terbata.
Oh Tuhaaann~~ Saat ini aku benar-benar merasa sangat gugup. Bagaimana ini? Semoga saja dia tidak menyadari kegugupanku.
"Tapi… Kita mau kemana?" tanyaku hati-hati padanya.
"Tentu saja pergi ke rumahmu. Aku tahu kalau kau sangat mengkhawatirkan keadaan Sungmin" ucapnya sambil membelai lembut kepalaku.
"Ta-tapi disini—"
"Tenang saja… Yesung sudah datang. Dia yang akan meng-handle semuanya. Kau tidak perlu mencemaskan keadaan disini"
"U-umm… Baiklah kalau begitu" sahutku sambil mengagguk kecil.
"Kajja!" ujarnya lagi sambil menggandeng tanganku menuju pintu ruangan café milik seluruh anggota Super Junior ini.
-000-
"Annyeoong" salamku saat aku memasuki rumahku yang terletak tepat di belakang Alstromeria Café, café kecilku.
"Annyeong noona—Mwo? Kenapa hyung juga bisa ada disini?" tanya Kyuhyun heran sambil menatap Hankyung yang berjalan di belakangku.
"Aku yang mengantar Heechul" jawab Hankyung sambil melepas sepatu yang dikenakannya. "Dimana Sungmin? Dia baik-baik saja kan?"
"Ne… Tentu saja… Dia ada dikamarnya. Tadi aku menyuruhnya untuk istirahat lagi setelah ia memakan bubur dan meminum obatnya" jawab Kyuhyun sambil menutup pintu rumah ini kembali setelah aku dan Hankyung masuk.
Kulihat wajah Sungmin yang sedang tertidur. Wajahnya masih terlihat pucat seperti kemarin malam. Tapi sudah tak terlalu pucat lagi. Kurasa Kyuhyun benar-benar menjaga dan merawat Sungmin dengan baik.
"Eonnie…" gumamnya sambil mengusap matanya pelan.
"Saengie… Mianhae sudah mengganggu tidurmu" Aku mengulas senyumku padanya sambil mengelus kepalanya pelan.
"Gwenchana eonnie… Kau sama sekali tidak menggangguku… Aku juga sudah lelah beristirahat" ujarnya sambil bangun dari posisi tidurnya untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjangnya.
"Kau sudah tidak apa-apa kan, saengie? Apa ada yang sakit?" tanyaku sambil menempelkan punggung tanganku di dahinya.
"Gwenchana eonnie… Hanya masih sedikit pusing saja… Aku tidak demam" ujarnya sambil menurunkan tanganku dari dahinya.
"Untung saja ada Kyuhyun disampingmu, jadi kau langsung diantar pulang saat itu juga olehnya. Berterima kasihlah padanya. Dia juga yang menghubungiku dan mengabariku tentang semua hal yang terjadi pada dirimu"
"Ne eonnie… Arraseo… Aku sudah mengucapkan terima kasih padanya" angguk Sungmin pelan.
"Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa bisa sampai pingsan seperti kemarin?"
Sungmin tampak berpikir sebentar. "Entahlah… Kemarin tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat pusing dan—ehm… Aku benar-benar tidak ingat dengan kejadian setelah aku mengeluh pada Kyuhyun tentang sakit kepalaku saat itu" sahutnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Haahh… Kau ini… Selalu saja membuatku khawatir…. Jangan banyak berpikir lagi. Untunglah kau sudah tidak apa-apa"
"Mianhae…" ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
"Lain kali, ceritakan semuanya padaku… Jangan kau pendam sendiri seperti itu. Aku benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu"
"Mian…" gumamnya lagi pelan.
"Ne… Gwenchana… Oh iya, bagaimana dengan tawaran perekrutan itu? Kau mau menerimanya?" tanyaku saat aku tiba-tiba teringat dengan perekrutannya kemarin malam.
"Aish… Eonnie… Kau ini sama saja dengan Kyuhyun… Kenapa setelah menanyakan keadaanku pasti langsung menanyakan tentang masalah perekrutan itu?" desahnya sambil mempoutkan bibirnya.
Aku hanya terkekeh kecil melihat tingkahnya. Bagaimana bisa remaja menjelang dewasa seperti dirinya masih bertingkah seperti balita lucu nan menggemaskan? Ckckck…
Aku mencubit gemas kedua pipinya. "Aku hanya bertanya… Apa salah?" tanyaku dengan nada sedikit bercanda.
Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Bukankah eonnie sudah tahu jawaban apa yang akan kuberikan nanti?"
"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu itu, saengie" ucapku sambil mengernyitkan dahiku bingung.
"Tentu saja aku akan—"
"Menerimanya! Kau pasti akan menerimanya kan?" ujarku memastikan.
"Salah!" sanggahnya. "Jawabannya adalah tidak!" jawabnya tegas.
"Mwo?" Apa tadi katanya? Mau membuang kesempatan emas ini? Yang benar saja! "Kau serius dengan ucapanmu?" tanyaku heran padanya.
"Tentu saja aku yakin" jawabnya mantap.
"Tapi bukankah ini adalah kesempatan yang bagus? Cita-citamu memang ingin menjadi penyanyi terkenal kan? Kenapa kau tidak mau menerima tawaran itu?" Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran anak ini.
"Ne… Benar… Agensi kami jarang sekali merekrut orang. Jadi kau itu termasuk orang beruntung yang bisa masuk dalam daftar perekrutan agensi kami. Kenapa kau tidak mau menerima tawaran itu?" tanya Kyuhyun yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar ini, sambil memandang Sungmin heran.
"Yah… Aku memang sangat terkejut dengan tawaran itu dan kuakui kalau aku juga merasa menjadi orang yang sangat beruntung bisa masuk dalam daftar perekrutan SMEnt. Tapi aku tidak akan menerima tawaran itu" ujar Sungmin dengan mata menerawang.
"Sejak dulu aku memang bercita-cita ingin menjadi seorang penyanyi terkenal. Tapi aku sadar kalau hal itu benar-benar tak pantas untukku" lanjut Sungmin lagi.
"Apa maksudmu, saengie?"
"Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Kenapa tak mencobanya terlebih dahulu?" tanya Kyuhyun sambil menatap Sungmin heran.
"Karena aku tidak suka menonjol" jawab Sungmin singkat sambil menoleh dan tersenyum padaku dan Kyuhyun.
"Mwo?" ujar Kyuhyun dengan pandangan bingung.
"Ne… Bukankah kalian tahu sendiri aku ini orang yang bagaimana? Kalian pasti mengerti maksudku kan?"
Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung mendengar penuturan Sungmin. Sepertinya ia tak terlalu mengerti dengan ucapan Sungmin barusan.
"Iya Cho Kyuhyun-ssi… Jadi singkatnya, aku ini adalah orang yang sangat-sangat pemalu dan sangat-sangat tidak percaya diri, arraseo?" ujar Sungmin menegaskan maksudnya.
Mwo? Jadi hanya karena alasan itu saja dia tidak mau menerima tawaran yang sangat langka itu? Dasar pabbo!
"Hei… Kalau masalah kepercayaan diri, itu bisa kau kembangkan seiring dengan berjalannya masa trainee-mu nanti. Jadi kenapa kau tak mencoba untuk menerimanya saja?" Kyuhyun mencoba meyakinkan yeosaengku yang keras kepala ini.
"Benar saengie… Kenapa kau tidak mau mencobanya dulu?"
"Kalian ini kenapa? Yang menjalaninya nanti kan aku, bukan kalian. Kenapa sepertinya kalian ingin sekali kalau aku menerima tawaran itu?" ucap Sungmin sedikit meninggikan suaranya.
"Ahh… Kau ini benar-benar pabbo saengie… Kalau aku jadi kau, aku pasti akan menerima tawaran itu. Apalagi kau sampai dijanjikan akan segera debut. Bukankah itu kesempatan yang sangat langka? Aku saja sangat iri denganmu" ujarku sambil mempoutkan bibirku. Mencoba untuk mencairkan suasana yang mulai sedikit menegang ini.
"Hmm… Aku setuju denganmu noona… Dulu saja aku sampai datang jauh-jauh ke Seoul ini untuk ikut audisi dan bersusah payah supaya bisa lolos dari audisi. Kenapa yeoja ini malah menolak tawaran langka tersebut begitu saja? Dasar payah!" gerutu Kyuhyun.
"Huuhh… Terserah kalian sajalah… Pokoknya aku tidak akan menerima tawaran itu" ucap Sungmin dengan wajah sebal.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut seperti ini?" Hankyung tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan mendekat ke arah kami.
"Mereka berdua memaksaku supaya aku menerima tawaran perekrutan dari manager kalian, oppa" sahut Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
"Jangan memaksa Sungmin seperti itu… Biarkan dia menentukan keputusannya sendiri…" ucap Hankyung sambil mengelus lembut rambut Sungmin.
Ahh… Aku benar-benar iri dengan anak ini… Padahal yang mengidolakan Hankyung itu aku, kenapa malah Sungmin yang mendapatkan perlakuan seperti itu?
"Ne… Arraseo hyung… Aku kan hanya mengucapkan pendapatku saja" Kyuhyun memanyunkan bibirnya sesaat. "Oh iya, aku kembali ke dorm dulu ne? Tadi aku sudah berjanji dengan Yesung hyung mau menyusul Siwon ke gym" ucap Kyuhyun sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Ah… Kebetulan… Aku juga harus pamit sekarang. Tadi manager hyung meneleponku saat aku dan Heechullie masih di café kita. Dia memintaku untuk membantunya menyusun jadwal show kita" sahut Hankyung. "Bagaimana kalau kita pergi bersama saja? Tadi kau kemari diantar Yesungie kan?"
"Ne" angguk Kyuhyun.
Ahh… sayang sekali… Padahal aku baru saja akan memasakkan makan siang untuk mereka berdua.
"Umm… Ya sudah kalau begitu… Hati-hati di jalan, ne?"
"Ne… Kalau begitu kami berdua pamit dulu" ucap Hankyung sambil tersenyum padaku dan Sungmin. Begitu pula dengan Kyuhyun.
Haahh… Aku benar-benar tidak menyangka bisa sedekat ini dengan idolaku. Mereka benar-benar tampan.
"Cepatlah sembuh Sungmin-ah… Kami pamit" ucap Kyuhyun sebelum mereka berdua pergi meninggalkan kami.
Kami berdua hanya menganggukkan kepala kami sambil membalas senyum mereka.
"Jadi bagaimana saengie?"
"Apa maksudmu eonnie?" Sungmin mengernyitkan dahinya bingung.
"Jadi… Cho Kyuhyun atau tetap Kim Kangin?" godaku padanya.
"Mwo?" kaget Sungmin dengan tatapan tak percaya. "Yak! Eonnie! Jangan menggodaku!" ucapnya sambil memukuliku dengan bantal yang sedari tadi di dekapnya.
Aku hanya terkikik geli mendengarnya.
"Kau ini benar-benar menyebalkan sekali! Apa kau tidak kasihan denganku yang sedang sakit ini?" ujarnya dengan wajah cemberut.
"Hahahaha… Arraseo… Jangan manyun begitu… Sudah… Lebih baik kau tidur lagi saja. Aku akan membuatkan bubur untuk makan siangmu"
"Ne eonnie… Jeongmal gomawo" ucapnya sambil membaringkan tubuhnya yang masih sedikit lemas itu di ranjangnya lagi.
"Ne… Cheonma saengie…" sahutku sebelum meninggalkannnya ke dapur.
.
-000-
.
Beberapa bulan kemudian…
"Hae-ya?" panggil Hankyung pelan.
"Ne hyung… Ada apa?" sahut Donghae yang masih sibuk menyisir dan menata rambutnya di depan cermin.
"Kau mau kemana pagi-pagi begini?"
"Aku mau ke tempat favoritku hyung… Mencari inspirasi untuk lagu baru yang kuciptakan" jawab Donghae.
"Mwo?" Hankyung mengernyitkan dahinya bingung. "Dimana?" tanya Hankyung.
"Rahasia" ucap Donghae sambil menolehkan wajahnya dan menatap Hankyung dengan senyum jahil yang terpatri di wajah tampannya.
"Hae hyung, kau merindukannya eoh?" tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar Donghae tersebut.
"Mwo?" Donghae menolehkan wajahnya ke arah Kyuhyun dengan dahi mengernyit. "Apa maksudmu?" tanya Donghae tak mengerti.
"Jangan kau kira aku tidak mengetahuinya hyung… Kau pasti akan ke tempat itu. Iya kan?" ucap Kyuhyun sambil menaik-turunkan kedua alisnya dengan evil smirk yang terulas di wajah yang tak kalah tampan dari kedua hyung-nya itu.
"Mwo? Dimana? Dan siapa orang yang kalian maksud itu?" Hankyung mengernyit bingung mendengar percakapan kedua dongsaengnya yang sama sekali tidak ia pahami maksudnya itu.
"Itu hyung… Yeoja yang—Mmmpphh…" Donghae segera membekap mulut Kyuhyun dengan tangannya.
"Apa-apaan kau ini? Apa maksudmu?" tanya Donghae setengah berbisik pada Kyuhyun.
"Aish… Kau ini hyung… Masa begitu saja tidak mengerti? Hei… Kau tak perlu berpura-pura tak mengerti seperti ini… Aku sudah tahu… Kau pasti mau ke Alstromeria Café untuk—"
"Ya! Apa maksudmu? Kau—"
"Hahahaha" tiba-tiba saja Hankyung terkikik.
Kyuhyun dan Donghae yang mendengarnya seketika menoleh ke arah Hankyung dan menatap heran pada Hankyung.
"Arra… Arra… Lakukanlah sesukamu Hae-ya… Waah~ ternyata dongsaeng-dongsaengku sudah besar" ucap Hankyung sambil menepuk-nepuk bahu Donghae dan Kyuhyun secara bergiliran.
"Maksud hyung apa?" tanya Donghae dengan wajah polosnya.
"Nona Lee" celetuk Kyuhyun sambil terkikik geli.
"YA! Aku kesana karena aku ingin mencari inspirasi untuk menyelesaikan lagu untuk album baru kita nanti. Dasar pabbo!" sahut Donghae kesal sambil melempar Kyuhyun dengan bantal guling miliknya.
"Tapi kau juga ingin bertemu dengannya kan hyung? Sudahlah… Aku tahu kalau kau menyukainya" ucap Kyuhyun disela-sela kegiatannya menghindari lemparan-lemparan bantal dari Donghae.
Yeah… hitung-hitung balas dendam—menurut Kyuhyun—atas tingkah Donghae beberapa bulan yang lalu saat kegiatan drama musikal di SM University.
"Diam kau! Asal kau tahu saja, aku tidak menyukainya!" jawab Donghae yang seratus persen salah karena rona merah tipis sudah menghiasi kedua pipinya.
Kyuhyun tertawa gembira sambil menunjuk-nunjuk wajah Donghae, sementara Donghae yang kesal dengan kelakuan magnae di grup itu terus mencibir sambil sesekali memukul Kyuhyun dengan gulingnya.
'Ckckck… Dasar!' batin Hankyung sambil tersenyum kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua dongsaeng-nya yang seperti anak kecil itu.
-000-
"Hyung… Aku pergi dulu, ne?" pamit Donghae pada Hankyung.
"Ne… Hati-hati di jalan" sahut Hankyung sambil tersenyum.
"Hae hyung… Nanti jangan bersama nona Lee terus ya? Kau harus menyelesaikan lagu baru itu hari ini" ucap Kyuhyun dengan cengiran jahilnya.
"Aish… Kau ini… Cerewet!" dengus Donghae kesal sambil membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya meninggalkan pintu depan dorm tersebut.
"Sampaikan salamku untuk mereka ya~ Jangan lupa oleh-oleh cake strawberry-nya~" ucap Kyuhyun lagi sedikit keras sebelum tertawa lepas melihat wajah kesal Donghae yang menurutnya sangat lucu itu.
"Berisik!" sahut Donghae tak kalah keras, sambil mempercepat langkahnya.
.
-Donghae POV-
Aish… Dasar magnae sialan! Kenapa pagi-pagi begini malah merusak mood orang? Awas saja dia nanti! Kalau sampai dia protes gara-gara lagu ini belum selesai, akan kurobek mulutnya itu. Dasar sial!
Tak terasa mobilku sudah terparkir di halaman Alstromeria Café, tempat favoritku sejak beberapa bulan yang lalu, tepatnya seminggu setelah drama musikal di SM selesai ditampilkan. Dan sudah hampir 2 bulan ini aku tidak mengunjungi café ini.
Kulihat suasana Alstromeria yang masih belum terlalu ramai… Ahh… Ternyata dugaanku tepat! Aku memang sengaja datang pada jam-jam ini supaya aku tidak perlu khawatir kalau ada orang yang mengenali siapa aku sebenanya.
"Ah… Itu dia…" gumamku saat melihat satu sosok yang tengah mengantarkan pesanan seorang pelanggan.
Dia begitu cantik dan manis… Senyuman yang ia sunggingkan saat mempersilahkan pelanggan tersebut untuk menikmati pesanannya entah kenapa membuat dadaku menghangat.
Tanpa sadar aku menyunggingkan senyumku sesaat sebelum aku melangkahkan kakiku menuju pintu masuk café tersebut.
Ah… Benar-benar awal bulan yang menyenangkan
-Donghae POV end-
.
"Ahh… Annyeong Sungmin-ah…" Donghae yang saat ini menggunakan style menyamarnya yang seperti biasa—khas dirinya—menyapa ramah Sungmin yang baru saja selesai menghidangkan pesanan salah seorang pelanggan.
"Ne…" sahut Sungmin singkat sambil menoleh ke arah Donghae dan tersenyum sekilas sebelum ia melangkah mendekati Donghae.
Donghae mengerutkan keningnya heran. 'Eh? Kenapa responnya biasa sekali? Aneh… Apa dia tidak menyadari kalau ini aku? Kenapa ekspresinya biasa saja seperti itu?' batin Donghae sedikit kecewa.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong~~ ^^
Mian saya telat update lagi *bow*
Lagi sedih sedih bergembira nih saya, jadi angin-anginan deh ngelanjutin ff-nya #plakk
Tapi tenang… Fict ini bakal saya lanjutin sampai tamat kok :D
.
Untuk readers yang kemarin ikut ujian nasional, gimana hasil UN dan SNMPTN kalian?
Memuaskan kah? #kepo mendadak XD
Saya lulus UN, tapi ga lulus SNMPTN, makanya jadi angin-anginan gini :(
*malah curcol*
.
Untuk yang nunggu-nunggu KyuMin jadian, ntar dulu ya?
Saya mau slight-in HaeHyuk dulu untuk membantu kemajuan hubungan KyuMin
Sabar yah? Mereka pasti jadian kok #plakk
Hehe :p
Untuk yang nunggu momen dari couple lain, tenang aja…
Walaupun sedikit-sedikit, saya pasti bakal nyelipin momen couple-couple itu ^^
.
Oke, ini balesan untuk yang udah nge-review di chap sebelumnya ^^
Maximumelf : Ming punya alasan tersendiri chingu. Nanti pasti akan dibuka sedikit demi sedikit ^^
nova137 : Kkk~ Jatuh cintanya nanti ya? masih slight HaeHyuk dulu demi kelancaran hubungan mereka #plakk *apa deh ni :p*
NadhaSparkyuMin : Iya ^^ Wah… saya belum ngitung ini sampai chap berapa. Chap aslinya sih ada 13 chap. Tapi di versi remake ini saya buat 1 chap menjadi 2 chap karena chara-nya juga kebagi menjadi 2. Mungkin sampai ini bisa sampai chap 20 atau lebih ^^
Tiasicho: Hehehe… Ne ^^ Bukan chingu… Kangin kisseu-nya sama Teukkie. KyuMin momennya ditunggu aja ya? Saya mau slight HaeHyuk dulu :p Ini udah lanjut. Semoga suka ^^
Cho Kyuri Mappanyukki: Enggak kok… Dia cuma kecapekan aja ^^
Lilin Sarang Kyumin : Iya ^^ Tuh dia udah jagain Ming *lirik cerita di atas* ^^
Hikmajantapan : Wah… Jahat Ming-nya ga dikasih makan *di deathglare Kyupil :p* HaeHyuk-nya ada di chap depan ne? ^^
Heldamagnae : Hehehe… Iya ^^
Kang Shin Ah : Yang jelas tidak untuk waktu dekat ini #plakk *ditoyor* Ne, ini udah lanjut. Semoga suka ya ^^
SNSA : Saya bales review kamu disini aja ya? Iya… ^^ Terima kasih sudah mereview ^^
ajid kyumin : Saya bales disini aja ya? Hehe… Yang ketemu sama Ming di taman akan dijelasin di chap akhir ^^ Tenang aja… KyuMin pasti bakal bersatu kok ^^ Terima kasih sudah mereview ^^
.
Terima kasih banyak untuk readers yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^
Review lagi ne? ^^
GamshaHAE *bow*
.
-Mei Hyun-
