Title : Vampire

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M.

Pairing : KrisTao/TaoRis

Genre : Romance and Mystery..maybe?

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : sebuah penelitian seorang peneliti telah berhasil membangunkan vampire yang telah lama tertidur. IT'S KRISTAO/TAORIS! YAOI!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

.

.

.

Author's note : Annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai. Maafkan Rai karena

Rai ucapan terima kasih sebesar-besarnya buat yang udah nge-review, buat yang udah baca.

Jeongmal khamsahamnida.

*Kissu atu2**dibakar

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

.

Wajah pria itu yang semulanya menunduk mulai mengangkat dan menampakkan wajah yang dia kenal.

"KAU HARUS MATI, LUHAN!" pekik pria itu.

PRIA ITU! pria yang membuatnya tidak memiliki kekuatan sekarang! Sialan! Luhan mulai cemas.

Demi apapun! Bahkan kekuatan telepatinya tidak terlalu berfungsi baik! Apa yang harus dia lakukan?!

"H..hyung…siapa dia..?" tanya Sehun gemetar. Luhan menggeleng.

"Sehun, hyung memiliki rencana." Ucap Luhan pelan yang matanya masih tertuju pada pria yang terlihat sangar itu.

Sehun mulai mendengarkan meski dia tidak bisa menyembunyikan diri kalau dia benar-benar ketakutan.

"Mundurkan mobilnya agak jauh, lalu tabrak pria itu dengan kecepatan penuh. Ke rumah Kris, sekarang!" ucap Luhan dengan pelan.

"Kau gila hyung?! Dia bisa mati! Kita artis hyung! Paparazzi akan memuat berita kita!" ucap Sehun yang menolak ucapan Luhan. Luhan menatap Sehun.

"Kau ingin kita yang mati?! Percayalah denganku! Kita tidak akan masuk media massa!" ucap Luhan. Sehun menggeram kecil.

Sehun langsung memundurkan mobil tersebut dengan tiba, dan setelah dirasa cukup, Sehun langsung menginjak pedal gas dengan kencang dan..

BRUK!

Tubuh namja itu terpental jauh. Sehun menatap ngeri lewat spion itu.

"Hyung! Dia tidak mati, kan?!" tanya Sehun cemas yang sedang berkendara ngebut menuju rumah Kris sesuai perintah Luhan.

"Tidak! Dia tidak akan mati! Percayalah!" ucap Luhan. Sehun merasakan keanehan yang mengerikan.

"Sebetulnya ada apa ini, hyung?!" pekik Sehun. Luhan menatap kedepan dengan tajam.

"Aku akan menjelaskannya denganmu ketika sampai dirumah, dan siapa yang baru kau tabrak. Semua akan aku jelaskan dirumah Kris! Yang penting sekarang, kita harus kerumah Kris!" ucap Luhan yang sedikit lebih mirip membentak.

Sehun meneguk liurnya kasar. Nafasnya memburu, adrenalinnya menantang dirinya.

.

.

.

.

.

Chen terlihat sedang berkeliling Seoul bersama Xiumin. Terakhir kali, Xiumin ternyata sempat meminta nomor ponsel Chen, dan tentu saja Chen memberikannya.

Keduanya terlihat tertawa kecil sambil bercerita yang entah apa yang mereka ceritakan.

"Jinjjayo? Huahahhahahaha, jadi adik sepupumu secara tidak sengaja memakan makanan basi itu?" tanya Chen dengan tawa riangnya. Xiumin terus menahan geli di perutnya.

"Ne! aku sampai panic pada awalnya! Aku kira dia hamil, walaupun dia namja. Karena, pada saat pemeriksaan laboratorium dirumah sakit, dia positif hamil." Ucap Xiumin. Chen terkikik kecil.

"Lalu?"

"Aku melayaninya dengan memberikan makanan apapun yang dia inginkan, lalu pada hari ke-3, ternyata kami mendapat laporan dengan rumah sakit kalau hasil labnya tertukar. Adikku hanya keracunan makanan. Astaga..hahahhahahaha!" ucap Xiumin. Keduanya tertawa lagi.

"Sekarang, bagaimana dengannya?"

"Sepertinya dia menginap dirumah pacarnya, Chen. Hahahahhahha" tawa Xiumin lagi. Chen tersenyum jahil.

"Ha~ bagaimana kalau ternyata dia akan hamil dirumah pacarnya, hyung?" goda Chen.

PLOK!

"Aduh.." Chen mengusap kepalanya.

"Baboya! Itu mana mungkin! Mereka sesama namja, tahu." Ucap Xiumin lalu mempoutkan bibirnya.

Keduanya tertawa lagi.

Chen tiba-tiba menunduk sedikit dan melebarkan matanya. Sebuah telepati dari Kris.

Chen, pulang sekarang! Keadaan gawat!

"Hyung, aku harus pulang. Aku ingat kalau ada yang harus aku lakukan. Bye!" ucap Chen lalu berlari pergi.

"Y..Ya! Jongdae! YA!" panggil Xiumin.

.

.

.

.

.

Semuanya terlihat berkumpul diruang tengah. Iris mata Kris terlihat merah menyala. Chanyeol sama seperti Kris. Kai berwarna ungu terang, dan Chen hijau terang.

Sehun ada disana, dan tidak mengerti.

"Aku disini, menuntuk penjelasan, Luhannie hyung!" ucap Sehun. Luhan menghela nafas.

"Sehun, aku harus mengatakan hal yang jujur padamu." Luhan menarik nafas sejenak.

"Aku, Kris, Chanyeol, Kai dan Chen adalah makhluk Neraka..orang yang tadi kau tabrak, adalah Jung Yunho yang sudah membuatku kehilangan kekuatanku. Dan, kami akan bertempur dengannya nanti…" ucap Luhan. Luhan melirik jam. Jam 12 malam.

Luhan menyeringai. Matanya langsung bersinar menjadi warna hijau violet.

"Ah~ aku pikir aku sudah mendapatkan kembali kekuatanku.." bisik Luhan.

"Come on..kita akan membasminya…sekarang!" ucap Kris.

.

.

.

.

.

Kris, Chanyeol, Kai, Luhan dan Chen ada disebuah gedung tak terpakai yang ada di ujung Seoul.

Gedung itu terlihat mengerikan, kotor dan mencekam. Malam membuatnya semakin mengerikan. Jam sudah menunjukkan angka 00:35 waktu setempat.

Kris terlihat begitu tampan dan mengerikan. Matanya berwarna merah darah. Menatap tajam kedepan. Rambutnya berwarna blonde sedikit merah. Taringnya terlihat mencuat.

Sama halnya dengan Kris, Chanyeol pun begitu.

Matany berwarna merah bersinar, taringnya sudah mencuat mengerikan.

Luhan terlihat mengerikan. Seluruh matanya berwarna hitam, sementara pupilnya berwarna merah darah. Pakaiannya serba hitam. Tanduk merahnya mencuat dari rambut golden brown miliknya.

Kai menatap juga objek didepannya. Kai terlihat Half naked. Hanya mengguanakn celana jean miliknya. Kulitnya berwarna tan eksotis, semakin sexy karena dia berkeringat. Matanya berwarna violet, tanduk berwarna hitam mencuat dari kepalanya.

Chen?

Dia biasa saja. Matanya berwarna kehijauan terang, sayap berwarna hitam mencuat dari punggungnya.

Didepan mereka, terlihat sosok namja bernama Jung Yunho yang ternyata adalah keturunan murni Lord Min.

Yunho terlihat dengan tombak perak panjangnya. Yunho menyeringai.

"Pasukanmu, Kris?" tanya Yunho dengan nada remeh. Kris tersenyum pelan.

"Bukan." Jawab Kris. Yunho mengangkat sebelah alisnya heran.

"Lalu?"

"Mereka teman, yang merangkap keluarga baruku." Ucap Kris dengan nada tenang. Teman-temannya menatp Kris lalu menatap Yunho.

Yunho terkekeh kecil. Remeh.

"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Yunho. Kris tersenyum kecil.

"Setidaknya aku tidak kesepian seperti dirimu, keturunan terakhir Lord Min…ah~ padahal dulu kau tidak sendirian, bukan?" tanya Kris. Yunho membelak kaget.

"Kau…"

"Ah~ namanya…. Joongie?" tanya Kris dengan seringai kecilnya. Yunho membelak kaget.

"Hentikan…"

"Harusnya dia sedih melihatmu membasmi kami..karena..dia bahkan mengikat dirinya untuk memiliki kekuatan seperti kami, kan?" tanya Kris.

"Hentikan…"

"Dia ada bersama kami sekarang." Final.

"HENTIKAN!" Yunho memekik garang. Semuanya menatap tidak percaya. Yunho terkikik kecil.

"Kau pikir…dengan mengingatkanku pada Boo, aku akan melemah? Tidak." Tanya Yunho.

Semuanya menatap Yunho.

Yunho menjentikkan jarinya.

Tap…

Tap..tap..

Sesosok namja mungil nan manis terlihat berdiri disebalah Yunho. Wajahnya manis dengan mata doe miliknya dan pipi chubbynya. Chen membelak.

"Xiu..Xiumin-ge?!" Chen tidak percaya.

Mata namja manis itu berwarna merah seluruhnya, dan pupilnya berwarna putih. wajahnya tanpa ekspresi.

"Kau kaget, Dark Voice?" tanya Yunho.

"Brengsek! Apa yang kau lakukan dengan Xiumin?!" pekik Chen penuh amarah. Yunho menyeringai.

"Aku menemukannya ketika kau pergi meninggalkannya untuk mengikuti panggilan Kris."

.

.

FLASHBACK

.

.

"Hyung, aku harus pulang. Aku ingat kalau ada yang harus aku lakukan. Bye!" ucap Chen lalu berlari pergi.

"Y..Ya! Jongdae! YA!" panggil Xiumin.

Xiumin menghela nafas. Namja itu melirik jamnya. Gawat, karena mereka bersenang-senang dirumah Xiumin, dan keluar untuk beli cemilan, Xiumin tidak sadar kalau jam sudah sangat larut.

"Aish! Aku harus pulang!" ucap Xiumin.

Tubuhnya berlari kencang karena jalanan sudah mulai sepi, dan dia takut sekali.

Tiba-tiba, didepannya ada sosok namja tinggi yang ternyata adalah Yunho.

Xiumin mulai meneguk liur. Gawat.

"Aku pinjam tubuhmu."

DUAK!

Tubuh Xiumin langsung terjatuh. Sesuatu seperti peluru yang tak terlihat masuk ke kepalanya dan bersarang dikepalanya.

Ya, tubuh itu diambil alih oleh sesuatu dikepala Xiumin.

.

.

.

END of flashback

.

.

"BRENGSEK! Lepaskan dia!" pekik Chen. Yunho menyeringai.

"Dia akan mengikuti segala ucapanku..apapun itu…termasuk..MEMBUNUHMU!"

.

.

.

TBC

.

.

.

Please review ^^

Please no flame, and no bash. And please no silent readers ^^/