My Annoying Boy

.

.

Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Drama, Friendship.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning:YAOI, Typo(s), AngryKyu! SuperInnocentMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

CHAPTER 14

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

Dua namja yang memang tak mengerti akan situasi yang tengah terjadi hanya bisa berdiri diam dengan mata saling memandang satu sama lain. Yesung dan Ryeowook yang samar-samar mendengar umpatan Kyuhyun langsung menyusul maknae Cho itu mengingat tadi Kyuhyun terlihat sangat emosi saat mengatakan akan pergi ke rumahnya.

"Itu~ siapa ya hyung?" tanya Ryeowook sambil menunjuk sosok yang tengah dipeluk Kyuhyun. Ah! Bahkan mereka masih berada di pintu, bagaimana bisa berpelukan seperti itu?

Yesung mengedikkan bahunya.

"Aku tidak bisa lihat wajahnya. Tapi dari instingku sepertinya itu namja, jangan-jangan Cho kecil itu benar-benar sudah pindah aliran ya?" ujar Yesung dengan wajah berbinar-binar.

Ryewook yang mengerti kemana arah pikiran Yesung langsung mencubit kesal pinggang 'suami'nya.

"Jangan begitu, Kyuhyun kan baru saja jatuh cinta. Kalau ajjuma, hyung, dan Eunhyukkie terus-terusan mengejeknya, kapan dia bisa jujur dengan perasaanya. Berhenti seperti itu hyung~"

Yesung terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya menoleh pada Ryeowook.

"Ah, bahkan maknae menyebalkan seperti dia masih saja mendapat pembelaan."

"Hyung~"

"Iya baby, aku akan berhenti. Kasihan juga maknae itu," cibir Yesung setengah malas.

Ryeowook tersenyum kemudian menepuk pelan lengan Yesung.

"Aku tahu kalau kau sangat menyayangi Kyuhyun, hyung."

Yesung hanya berdecak kemudian mengeluarkan jurus sindirian halus namun tepat sasaran dengan nada agak keras.

"Ya Wookie, bocah yang menjadi tetangga kita di rumah kan memang begitu tingkahnya. Pacaran di pintu, memangnya yang ingin lewat pintu hanya dia ya?"

Kyuhyun tersentak. Namja bermata tajam itu langsung menolehkan kepalanya dan mendapati wajah Ryeowook yang tengah tersenyum ramah padanya berbanding terbalik dengan Yesung yang terlihat menatapnya dengan pandangan khas yang selalu ia layangkan saat menatap Kyuhyun, tatapan malas khas candaan.

"Ah~" Kyuhyun melepaskan pelukannya dengan gerakan kikuk.

Sungmin hanya tersenyum kemudian menatap dua orang yang kini tengah menatap padanya.

"Annyeong hyung~" sapanya ramah.

"Annyeong~" balas Ryeowook dengan nada ramah sementara Yesung terlihat diam sambil mengerutkan kening pada Kyuhyun seolah bertanya 'siapa bocah yang kau bawa?'

"Annyeong hyung," kali ini Sungmin melambaikan tangannya pada Yesung karena namja itu belum menjawab sapaannya.

"Sudah, jangan menyapa orang aneh!" sembur Kyuhyun saat Yesung tak kunjung membalas sapaan Sungmin.

Yesung mendengar itu, ingin rasanya menggerakkan tangannya untuk melayangkan geplakan jarak jauh pada Kyuhyun, tapi mengingat Ryeowook yang tengah berdiri di sebelahnya sambil melayangkan pandangan 'hyung menyayangi Kyuhyun kan?' akhirnya Yesung memilih diam.

"Ayo masuk, hyung~" ajak Sungmin buru-buru menarik lengan Kyuhyun.

Yesung memperdalam kerutan di keningnya saat melihat Sungmin-lah yang antusias menarik lengan Kyuhyun untuk masuk apartemen.

Eh? Tunggu!

Yesung mulai mengamati kondisi apartemen Kyuhyun, matanya memicing, menatap ke segala sudut ruangan. Ini benar apartemen Kyuhyun kan?

Loh? Lalu sosok yang tadi? Kenapa sosok itu seperti penghuni apartemen ini? Seharusnya Kyuhyun yang mempersilahkan masuk, tapi sosok yang tadi?

Yesung menolehkan kepalanya ke samping dan tak mendapatkan siapapun di sebelahnya.

'Eh? Kemana Wookie?' pikirnya.

"Heh pabo! Apa yang kau lakukan di situ?" suara ketus Kyuhyun menyadarkan Yesung, namja bermata segaris itu langsung menolehkan kepalanya ke arah tiga sosok yang kini tengah menatapnya.

"Siapa?" tanya Yesung memfokuskan pandangannya pada Sungmin.

"Ah, aku Sungmin. Hyung siapa?"

Yesung mengerjab sesaat. Dimana-mana orang berkenalan itu menunggu lawan bicara menyebutkan nama bukan bertanya langsung seperti yang Sungmin lakukan.

'Bocah ajaib,' pikir Yesung.

Ryeowook mencubit lengan Yesung kemudian melotot kecil sebelum melengos kesal.

"Ah, Aku Kim Ryeowook dan yang ini Kim Jongwoon," ucap Ryeowook mengenalkan.

"Ya~ kenapa Jongwoon?" protes Yesung.

"Salah hyung tidak mau berkenalan sendiri," sahut Ryeowook.

Yesung menghela napas kemudian menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya.

"Karena Kim Jongwoon sama dengan nama anak presiden Korea Utara jadi namaku Kim Yesung, lagipula Jongwoon sudah banyak."

Sungmin mengerjab sejenak memikirkan kalimat Yesung.

"Owh, jadi hyung punya saudara kembar?" tanyanya.

"HUH?"

Kyuhyun berdecak kemudian menyentil pelan kening Sungmin.

"Jangan bicara yang tidak-tidak, cukup panggil Yesung. Jadi, jangan pikirkan apakah dia kembar dengan Jongwoon di negeri lain ataupun Jongwoon di negeri antah berantah."

Sungmin mengelus keningnya kemudian tersenyum pada Kyuhyun. Walaupun tiga hari, rasanya seperti bertahun-tahun tidak bertemu dengan hyung tampannya.

"Hyung, bogoshipposeoyo~"

GREP!

Yesung dan Ryeowook saling berpandangan saat lagi-lagi dua makhluk di hadapan mereka kembali berpelukan, bahkan Cho sok nan angkuh itu tersenyum kecil beberapa saat sebelum membalas pelukan Sungmin.

'Jangan-jangan Kyuhyun benar-benar sudah pindah aliran,' pikir Yesung.

"Aduh hyung~ jangan terlalu erat, aku sesak," keluh Sungmin.

Kyuhyun tertawa pelan kemudian melepas pelukannya.

"Itu hukuman untuk bocah nakal sepertimu."

Sungmin kembali tersenyum kemudian mengangguk setuju.

"Aku suka dihukum Kyuhyun hyung~"

"Ya~ anak itu gila ya? Mana ada orang sehat jiwa yang mau berdekatan dengan maknae satu itu," bisik Yesung pada Ryeowook.

Ryeowook yang tak mengerti situasi hanya bisa mengedikkan bahunya.

"Aku rasa~ dia anak ajaib hyung."

"Bbbffffttt!"

"Ya! Apa yang kalian tertawakan?" seru Kyuhyun.

Ryeowook hanya melempar tatapan 'aku tidak melakukan apapun', sementara Yesung terlihat mengulum bibir untuk menahan tawanya.

"Ah, ini tamu hyung ya?" tanya Sungmin.

"Bukan , mereka hanya dua mahkluk aneh yang tak tahu harus pergi kemana kemudian terdampar di apartemenku," jawab Kyuhyun membuat Sungmin mengerjab satu kali kemudian menatap Yesung dan Ryewook.

"Tapi kan hyung, yang terdampar hanya ikan, yang sering hyung panggil ikan kan Donghae hyung. Jadi, yang terdampar itu Donghae hyung."

"Tapi dia kura-kura," sahut Kyuyun.

Sungmin kembali mengerjab kemudian mengangguk sok paham. Sedetik kemudian ia mengingat sesuatu.

"Ah, Yesung hyung dan Ryeowook hyung duduk dulu, aku buatkan minum sebentar."

"Tidak usah Ming, biar aku saja," sergah Kyuhyun.

"Ya! Tadi aku minta minum tidak kau buatkan!" protes Yesung.

"Ah, Yesung hyung pasti haus sekali. Biar aku saja, hyung duduk di sini saja ne?" ucap Sungmin dengan nada memohon.

Kyuhyun menghela napas, kalau sudah begitu mau bagaimana lagi, padahal dia sudah berniat tulus akan membuatkan minum –hanya- untuk Sungmin.

"Jamsiman gidariseyo hyungdeul," ucap Sungmin kemudian berlalu ke dapur.

Kyuhyun menatap siku Sungmin yang tampak dibalut sebuah plester luka. Ringisan pelan Kyuhyun rasakan dalam hatinya, Sungmin masih saja bersikap seperti itu padahal semua yang ia lakukan selama ini tak bisa dikatakan baik untuk Sungmin. Seharusnya Sungmin bersama Siwon ataupun Changmin yang sejak awal memang menyayangi bocah sembilan belas tahun itu, tapi kenapa Sugmin lebih memilihnya?

Kyuhyun meneguk salivanya dengan gerakan pelan saat mengingat bagaimana sosok itu mengatakan perasaannya.

'Seharusnya aku memikirkan kalimatnya sejak awal.'

"Cho?"

Kyuhyun terhenyak kemudian menatap Yesung dan Ryeowook yang sudah duduk nyaman di sofanya, jangan lupakan banyaknya tanda tanya yang tergambar di wajah hyung kura-kuranya.

"Apa?"

"Aku tidak pandai basa-basi apalagi berkilah sepertimu. Intinya, aku ingin bertanya, dimana kau menemukan bocah sepolos itu?"

"Entahlah~" jawab Kyuhyun kemudian menyusul Sungmin ke dapur meninggalkan Yesung yang kini menambah intensitas tanda tanya di wajahnya.

Kyuhyun berdiri di pintu dapur, menatap Sungmin yang tengah mondar mandir di dalamnya. Samar-samar Kyuhyun tersenyum kecil, rasanya sudah lama tidak melihat sosok itu berkeliaran seperti ini di apartemennya. Selama tiga hari terakhir, Kyuhyun hanya bisa berdiam diri di meja makan menatap bayang-bayang Sungmin yang tengah mondar-mandir di sekitarnya.

Tapi, saat ini sosok itu benar-benar berada di dapurnya, mondar-mandir dengan wajah polos nan seriusnya yang benar-benar terlihat menggemaskan. Namja jangkung itu benar-benar tengah berbunga-bunga saat ini.

"Sungmin~"

Sungmin menolehkan kepalanya dan sedikit menampakkan raut terkejut.

"Hyung kenapa ke sini?"

Kyuhyun tersadar dari kegiatan berpikirnya kemudian menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya.

"Tidak boleh? Ini kan dapurku."

"Ehehehe, iya sih! Sebentar lagi ya hyung, hyung tunggu di luar saja."

"Tidak mau, aku mau di sini membantumu."

Sungmin yang tengah menuang orange juice instan pada gelas langsung menolehkan kepalanya.

"Membantuku?"

Kyuhyun menaik turunkan alisnya membuat putra bungsu keluarga Lee itu tertawa pelan sebelum menyerahkan botol yang dipegangnya pada Kyuhyun.

"Hyung tuang minumannya, aku siapkan kue-kue kering."

Namja Cho itu langsung mengambil alih tugas Sungmin sambil sesekali mencuri pandang ke arah Sungmin yang tengah serius menata beberapa penganan ringan. Sekali lagi matanya menatap plester di siku Sungmin.

"Soal lukamu~"

Sungmin menatap Kyuhyun saat menyadari Kyuhyun tengah bicara padanya.

"Kenapa hyung?"

Kyuhyun menunjuk luka di siku Sungmin membuat namja innocent itu mengintip apa yang ditunjuk Kyuhyun.

"Oh, tidak apa-apa hyung."

Kyuhyun terdiam, tangannya terlihat memegang kuat botol berisi orange juice sebelum akhirnya kembali menatap wajah Sungmin.

"Maaf."

Sungmin menahan napas untuk beberapa saat, sejak kapan Kyuhyun menatapnya se-teduh itu? Apa dia tengah bermimpi? Hyung tampan yang selalu menggunakan intonasi nada tinggi setiap bicara dengannya bisa menatapnya seperti itu?

"Hyung, hyung sedang sedih ya? Aku tidak apa-apa. Aku juga tidak pernah marah pada hyung, jadi hyung tidak perlu minta maaf," ujar Sungmin tulus.

Kyuhyun menghela napas, meletakkan botol yang dipegangnya sebelum memutar tubuhnya menghadap Sungmin. Sosok di depannya memang terkesan bodoh mungkin, tapi memang begitulah Sungmin, sejak awal Sungmin selalu seperti Sungmin yang saat ini berada di hadapannya. Selalu berkata jika ia tak pernah marah pada Kyuhyun, jadi Kyuhyun tak perlu meminta maaf padanya.

Kyuhyun tidak tahu sejak kapan hatinya berubah melankolis seperti saat ini.

"Kemari," ujarnya sambil mengulurkan satu lengannya.

Sungmin menatap bergantian pada wajah dan lengan Kyuhyun.

"Aku menyuruhmu kemari," ulang Kyuhyun membuat Sungmin yakin kalau kalimat yang tadi Kyuhyun ucapkan memang tertuju padanya. Dengan langkah sedikit ragu, Sungmin melangkah untuk menyambut uluran tangan Kyuhyun.

Namja jangkung itu menarik pelan lengan Sungmin hingga tubuh namja yang lebih pendek itu berada di hadapannya. Tepat di hadapannya.

Sungmin menatap bingung pada Kyuhyun saat namja jangkung itu meletakkan telapak tangan Sungmin di pipinya sendiri. Kyuhyun butuh menegaskan perasaanya saat ini juga.

"Hyung sakit?" tanya Sungmin yang berpikir Kyuhyun menyuruh Sungmin untuk merasakan suhu tubuhnya.

Kyuhyun menggeleng.

"Lalu?"

"Cium aku."

Sungmin melebarkan matanya. Tangannya yang tengah berada di pipi Kyuhyun mendadak terdiam kaku. Mata bulatnya melemparkan tatapan bingung pada Kyuhyun.

"Hyung kenapa?"

"Tidak dengar apa yang ku katakan?"

Sungmin mengangguk.

"Aku dengar, tapi kenapa hyung ingin itu?"

Kyuhyun menghela napas.

"Kalau kau memang tak ingin melakukannya-"

"Bukan hyung, aku mau! Tapi~"

Kyuhyun yang masih menangkap raut bingung di wajah Sungmin kembali menghela napas sebelum akhirnya menurunkan tangan Sungmin yang berada di pipinya.

"Lupakan, aku mengerti kau bingung," ucap Kyuhyun sambil tersenyum kecil. Namja jangkung itu berniat melanjutkan tugas menuang juice-nya saat Sungmin menarik lengannya pelan.

"Walaupun aku tidak mengerti, aku akan melakukan apapun yang bisa membuat hyung senang."

CHUP!

Yesung dan Ryewook melebarkan mata dan menutup mulut mereka bersamaan. Sungmin benar-benar mencium Kyuhyun dan Cho mesum itu terlihat memejamkan mata bahkan menelusurkan tangannya untuk menekan tengkuk Sungmin. Jangan lupakan tumpahan juice yang sudah mengotori lantai dapur.

"Anak itu~" gumam Yesung saat matanya menangkap bagaimana rahang Kyuhyun bergerak mendominasi adegan di hadapannya.

"Hyung, itu Kyuhyun~"

Yesung hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menarik lengan Ryeowook untuk menyingkir perlahan dari tempat pengintipan mereka. Oh ayolah! Kyuhyun dan Sungmin terlalu lama jika hanya ingin membuat minuman.

"Dia benar-benar menyukai namja sekarang!" pekik Yesung nyaris tercekik.

"Ah hyung, bukannya tadi namanya Sungmin, apa itu Sungmin yang Kyuhyun tanyakan tadi?"

"Eh iya juga ya. Sepertinya mereka benar-benar menjalin hubungan."

"Tapi, sepertinya aku pernah dengar Hyukkie bercerita soal namsaengnya Donghae, namanya-"

KLING!

Jika Yesung dan Ryeowook terlonjak karena masih terkejut dengan apa yang mereka lihat, maka Kyuhyun dan Sungmin terlonjak kemudian buru-buru menjauhkan wajah mereka berdua dengan gerakan salah tingkah.

"A-ada tamu lagi hyung," kata Sungmin kikuk.

Kyuhyun hanya mengangguk kemudian berjalan keluar dapur sambil memegangi dadanya yang masih berdentam kuat.

"Loh Hae?"

Kyuhyun mengerutkan keningnya saat samar-samar mendengar suara Yesung.

Donghae bertamu?

'Pasti dengan monyet gila itu!' pikir Kyuhyun dan tumben-tumbennya dua namja itu masih menyempatkan diri untuk menekan bel?

Emosi yang tadi sudah surut saat melihat Sungmin kembali sendiri ke apartemennya, kini kembali meluap ke permukaan ketika nama pasangan menyebalkan itu mampir di telinganya.

Dengan gerakan kesal namja jangkung itu menyeret langkahnya lebar-lebar menuju pintu apartemen. Otak jeniusnya langsung bekerja sama menyusun kalimat yang akan ia lontarkan untuk menahan Sungmin jika Eunhyuk ataupun Donghae berniat kembali membawa Sungmin.

"Ayo masuk," ajak Ryeowook membuat Kyuhyun sengaja berdiri menyambut siapapun yang berada di pintu sana dengan tatapan marahnya.

"Ah Kyu!" seru Yesung saat melihat Kyuhyun sudah berdiri dengan sambil menyilangkan dua lengannya di depan dada. Mengabaikan Yesung, mata Kyuhyun langsung tertuju pada Donghae dan Eunhyuk yang masih berdiri dengan canggung di hadapannya. Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali menaikkan sebelah alisnya untuk mengejek raut wajah Donghae dan Eunhyuk. Jika Donghae memasang wajah frustasi penuh permohonan, maka Eunhyuk sudah siap dengan wajah sembabnya.

'Dasar penipu!' umpat Kyuhyun dalam hatinya.

"Aku ke sini untuk menjemput Sungmin," ujar Donghae pelan.

Kali ini Kyuhyun menurunkan lengannya kemudian memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana.

"Ya? Kau mengatakan sesuatu?" tanya Kyuhyun dengan nada angkuh.

Yesung dan Ryeowook yang lagi-lagi tidak mengerti situasi hanya bisa menatap bingung pada sosok-sosok yang kini terlihat berada dalam situasi canggung itu.

Donghae menghela napas panjang sebelum akhirnya menatap tepat di mata Kyuhyun.

"Sungmin. Aku harus menjemputnya untuk pulang."

Kyuhyun menarik satu sudut bibrinya kemudian berdecih pelan.

"Dia yang kembali kes ini, itu sudah membuktikan kalau Sungmin sendiri yang ingin tinggal bersamaku."

"Ada beberapa hal yang harus kita selesaikan, Kyu~" sahut Eunhyuk dengan suara paraunya.

"Apa? Mau menipuku lagi? Katakan padaku, di mana kau menyembunyikan Sungmin selama ini? Rumah siapa yang kau maksud waktu itu?"

Eunhyuk benar-benar ingin menangis lagi saat ini, tadi ia menangis karena perbuatannya selama ini sudah tercium oleh Kangin dan ia ingat dengan jelas bagaimana Lee Kangin berbicara dengan nada kelewat dingin seolah menghakimi dia dan Donghae. Dan saat ini, nada bicara Kyuhyun benar-benar serasa menusuk perasaannya membuat Eunhyuk benar-benar ingin menangis, Kyuhyun bahkan tidak menyebut kata 'hyung' dalam kalimatnya.

"Kita selesaikan itu nanti, kami harus membawa Sungmin sekarang."

Kyuhyun memasang wajah datar kemudian menoleh pada Sungmin yang sejak tadi memang berdiri dengan tangan memegang nampan berisi 4 gelas orange juice.

"Mau ikut dengan mereka?" tanya Kyuhyun dengan nada sinis.

Sungmin langsung menggelengkan kepalanya.

"Min~"

"Aku tidak mau hyung, aku tidak mau pulang dengan hyung. Kalau hyung mau pulang hyung pulang saja, aku tidak mau!"

Donghae benar-benar merasa ruang bernapasnya semakin menyempit saja, Sungmin menantangnya, bahkan mata yang dulu selalu bersinar polos itu berubah menjadi tatapan tajam.

"Min-"

"Sungmin akan di sini bersamaku. Kau dengar sendiri?" potong Kyuhyun.

"Dan kau~ waktu itu kau bertanya apa hak-ku atas Sungmin kan?" tatapan mata Kyuhyun beralih pada Eunhyuk yang kini terlihat menundukkan kepalanya.

"Sungmin kekasihku mulai saat ini. Panggil eomma sekarang, katakan padanya kalau aku jatuh cinta pada seorang namja. Kau, eomma, tunanganmu dan mungkin Yesung hyung yang juga kebetulan ada di sini bisa mengejekku habis-habisan. Aku tidak peduli lagi."

Isakan pelan mulai terdengar dari Eunhyuk. Kyuhyun benar-benar marah dan ini bukan waktunya bermain-main lagi. Mereka tidak punya banyak waktu.

Donghae menurunkan tubuhnya perlahan, namja yang biasanya selalu bertingkah konyol itu terlihat berlutut sambil menundukkan kepalanya.

"Pulang sekarang Min~" pinta Donghae.

Sungmin memundurkan langkahnya.

Kyuhyun ingin sekali berteriak marah, kenapa otaknya merasa ada hal aneh yang terjadi saat ini?

"Pergi kalian," usir Kyuhyun.

"Kyu, ini bukan waktunya untuk marah. Hyung minta maaf-"

"Aku tidak peduli!" bentak Kyuhyun.

Yesung dan Ryeowook menolehkan kepalanya ke arah pintu apartemen saat mendengar bunyi pintu terbuka. Keterkejutan mereka bertambah saat melihat dua namja dengan lima namja berbaju hitam-hitam memasuki apartemen Kyuhyun.

'Bagaiamana bisa mereka masuk?' pikir Yesung.

Donghae hanya bisa memejamkan matanya, menghitung mundur teriakan bercampur tangis keras Sungmin saat Kangin menyeretnya nanti. Sementara Eunhyuk hanya bisa menjatuhkan tubuhnya, memeluk Donghae erat-erat saat bunyi hentakan sepatu mahal itu terdengar jelas di telinga mereka.

"Lee Sungmin."

PRANG!

"Ajushi?"

"Appa?"

Kyuhyun terhentak. Hanya Sungmin yang memiliki suara se-halus itu. Siapa yang Sungmin panggil appa?

Mengabaikan fakta bahwa Donghae dan Eunhyuk tengah terisak-isak seperti orang bodoh, Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati Sungmin tengah berdiri dengan wajah pucat, terkesan berlebihan mungkin, tapi wajah itu benar-benar seolah tak teraliri darah sedikitpun.

Keanehan yang Kyuhyun rasakan makin kental saja saat melihat Sungmin semakin melangkah mundur dengan tatapan masih mengarah fokus pada sosok yang tadi Kyuhyun panggil dengan sebutan 'ajushi'.

Kyuhyun tidak mungkin salah dengan ingatannya, sosok yang dia panggil ajushi itu Lee Kangin, ayah Donghae, atau mungkin lebih cocok Kyuhyun katakan sebagai calon mertua hyung-nya. Tapi masalahnya bukanlah siapa status Kangin bagi Donghae ataupun Eunhyuk, yang menjadi masalah disini adalah siapa Kangin bagi Sungmin?

'Appa?' sebut Kyuhyun dalam pikirannya.

"Berhenti disitu, Lee Sungmin!" perintah Kyuhyun membuat Sungmin tersadar akan gerakannya.

Sungmin memang berhenti, tapi matanya bergerak mencari apapun yang bisa ia gunakan untuk melindungi dirinya.

"Min, kita pulang sekarang!" Donghae tiba-tiba berteriak.

"Tidak mau!" tolak Sungmin tak kalah keras berteriak.

"Kau tidak bisa melakukan ini!" satu suara lain muncul.

Kangin menolehkan kepalanya dan mendapati Leeteuk, Heechul dan Hankyung datang bersamaan.

"Kukira kau tak berniat melihat pertunjukannya," ucap Kangin dengan nada meledek.

Heechul yang tadi sempat berdebat habis-habisan dengan Kangin kembali maju dengan melayangkan tatapan menantangnya pada Kangin.

"Katakan di mana otakmu? Sungmin ingin di sini bersama Kyuhyun!"

Kangin hanya berdecih pelan.

"Jangan konyol hyung."

"Jangan memanggilku hyung, brengsek! Aku tak sudi mendapat sebutan itu darimu!"

Hankyung bergerak menenangkan Heechul.

"Apa salahnya aku membawa putraku sendiri?"

"Tutup mulutmu sebelum aku benar-benar membunuh anak-anakmu di depan mata sialanmu itu! Apa yang kau lihat sekarang?"

Kangin menatap Donghae yang masih terisak pelan kemudian beralih menatap Sungmin yang tengah menatap Kyuhyun seolah putra Cho Hankyung itu adalah dunianya walau faktanya memang begitu.

Kyuhyun masih berdiri di posisinya, matanya menatap Sungmin namun telinganya seolah tepecah belah mendengar suara-suara yang terus bersahutan di sekitarnya.

"Minnie."

Sungmin mundur satu langkah saat suara Kangin terdengar memanggilnya.

"Tidak mau, aku tidak mau appa."

Sungmin putra Kangin? Dan itu berarti Sungmin adalah saudara Donghae, saudara kandung –adik lebih tepatnya. Kyuhyun mengatupkan bibirnya membuat giginya bergemeretuk saling menjepit. Ketololan apa yang sedang terjadi sekarang. Apa ada orang tolol selain dirinya?

"Kau harus pulang."

Sungmin menggelengkan kepalanya saat suara dingin Kyuhyun kembali menyambar gendang telinganya. Namja manis itu berniat melangkah mendekati Kyuhyun namun Kyuhyun membuang pandangannya ke arah lain.

"Jangan mendekat."

"Hyung~"

"Kau bilang kau akan melakukan apapun yang membuatku senang. Sekarang lakukan itu. Pulang ke tempat dimana seharusnya kau berada."

Sungmin menggelengkan kepalanya saat air matanya menetes perlahan.

"Aku ingin disini hyung~"

"Atas dasar apa aku membiarkan kau tinggal bersamaku? Siapa kau? Bahkan aku tak mengenalmu sama sekali."

"Kenapa hyung bicara seperti itu?"

Kyuhyun membuang udara lewat mulutnya. Pandangan masih terfokus pada raut sedih yang terlukis di wajah Sungmin.

"Kau~"

Kyuhyun meneguk ludahnya kemudian menatap Sungmin dengan pandangan kecewa.

"Aku bahkan berpikir kau serius soal perasaanmu padaku, Ming. Tapi apa? Mereka benar-benar pintar karena sudah memilihmu untuk semua ini."

Satu tawa hambar mengalun dari bibir Kyuhyun.

"Aku tidak tahu, kau benar-benar polos hingga terlihat bodoh atau semua itu hanya akting, aku tidak tahu itu. Yang aku tahu, kau sama saja dengan mereka, penipu yang pandai memainkan perasaan orang lain."

"Aku tidak begitu hyung~" sangkal Sungmin.

"Berhenti menyangkal! Kalau tujuanmu sejak awal memang seperti ini, aku hanya bisa mengucapkan selamat. Kau berhasil membuatku lebih dari sakit hati."

Semuanya terlalu cepat. Kyuhyun hendak beranjak meninggalkan situasi konyol itu saat Sungmin berlari ke arahnya mengabaikan pecahan gelas yang terinjak kakinya.

"Sungmin!" jeritan Kangin-lah yang terdengar paling keras.

Kyuhyun berdiri diam, namja jangkung itu mendengar dengan jelas isak tangis Sungmin yang teredam kuat di punggungnya. Sungmin menangis terlalu kuat sampai Kyuhyun merasakan dua lengan Sungmin yang tengah melingkari perutnya bergetar hebat.

"Tidak hyung, aku tidak seperti itu."

Dalam hati kecilnya, Kyuhyun berharap Sungmin memang tidak seperti apa yang ia bayangkan. Tapi, untuk saat ini akalnya tidak bisa menerima apapun yang menjadi alasan terjadinya situasi ini.

"Aku tidak mau ikut appa, aku mau disini bersama hyung, jangan bicara seperti itu padaku. Appa, aku berjanji tidak akan meminta taman bermain sebesar Disneyland, aku berjanji tidak akan nakal, tidak akan bermain terlalu jauh, tapi biarkan aku disini bersama Kyuhyun hyung~" racau Sungmin.

Wajah Kangin mendadak memucat. Sungmin memohon padanya? Sampai seperti itu demi Kyuhyun. Leeteuk hanya bisa menangis mendengar suara Sungmin yang benar-benar terdengar putus asa.

"Kau benar-benar telah menjadi monster mengerikan!" teriak Heechul pada Kangin.

Yunho menolehkan kepalanya pada Kangin.

"Sudah cukup~" ucapnya pelan.

Kangin menatap Yunho kemudian medesau pelan.

"Baiklah, setelah puas menghakimiku. Katakan sesuatu yang lebih menyudutkanku setelah kalian tahu apa tujuanku kemari," ujar Kangin sambil memberi isyarat agar Tuan Hong menarik koper Sungmin ke hadapannya.

Leeteuk mengawasi semuanya dengan pandangan waspada membuat Kangin menatap 'istri'nya dengan pandangan 'Apa aku terlihat seperti musuhmu?'

"Cukup bermain-main Kangin-ah!" seru Yunho kesal.

"Baiklah, baiklah~ aku kemari untuk mengantarkan barang-barang Minnie."

"HUH?"

.

~(*o*)~

.

FLASHBACK

"Nah, sekarang giliranmu."

"Huh? Apa?" sahut Changmin bingung.

"Aku sudah menceritakan siapa aku. Sekarang giliranmu."

Changmin menatap Siwon seolah menimbang-nimbang sesuatu.

"Tenang saja, aku bisa jaga rahasia."

"Oke, akan kuceritakan kalau kau mau berjanji."

Siwon mengangguk membuat Changmin memulai ceritanya.

"Kau kenal Lee Kangin dengan baik tidak?"

Siwon mengedikkan bahunya.

"Aku hanya tau infonya dari surat kabar ataupun televisi. Apa itu bisa disebut mengenal baik?" tanya Siwon balik.

Changmin langsung mengibaskan tangannya.

"Tidak, itu hanya mengikuti berita. Bukan mengenal dengan baik."

"Lalu darimana kau akan memulai cerita?" tanya Siwon tak sabaran.

Changmin mengeluarkan satu cengiran konyol kemudian menyamankan posisi duduknya.

"Apa kau tahu kalau aku dan Kyuhyun adalah maniak game?"

Siwon kembali mengedikkan bahunya.

"Aku tidak pernah terlalu ikut campur urusan orang lain."

"Iya sih, kau kan tidak peka."

"Kapan kau memulai ceritanya?"

Changmin menghela napas.

"Aku tak tahu apa yang terjadi saat itu, aku dan Kyuhyun kebetulan keluar bersamaan dari game center. Memang sih kami sering ngobrol urusan game, tapi selebihnya dia sudah seperti manusia-manusia penganut sinisisme."

Siwon tergelak membenarkan kalimat Changmin.

"Kau tahu, saat Kyuhyun sudah pergi aku tiba-tiba di kepung oleh kawanan pagar berjalan keluarga Lee. Seandainya kau berada disana, kau pasti melihat dengan jelas bagaimana terkejutnya aku. Bahkan saat itu aku sudah merasa seperti buronan yang akhirnya tertangkap basah, orang-orang di sekitarku juga tak terlihat mau menolongku. Satu hal yang aku ingat saat itu, salah satu dari pegar berjalan itu mengatakan padaku kalau Lee Kangin ingin bertemu denganku."

Siwon memasang tampang terkejut.

"Apa selanjutnya?"

"Ya, aku terkejut sekali walau faktanya aku bangga bisa bertemu dengan orang paling kaya di negaraku. Tapi siapa yang menyangka kalau pertemuan itu menjadi titik awal dimana aku harus selalu melaporkan kegiatan Sungmin maupun Kyuhyun selama di kampus ataupun diluar kampus sejauh yang bisa ku jangkau."

"Mwo? Jadi kau?"

Changmin langsung menatap situasi di sekitarnya.

"Kau ini! Jangan terlalu keras!"

"Ah, baiklah, maaf. Tapi kau?"

Changmin mengangguk.

"Aku melihat tumpukan kaset limited edition yang bisa aku dapatkan satu buah jika aku menabung selama enam bulan, dan satu lagi, uang saku –aku sih menyebutnya uang saku karena aku tidak bekerja padanya dan Tuan Lee juga tidak mau menganggap aku bekerja padanya. Uang yang bisa kudapatkan itu hampir sepuluh kali lipat dari uang saku yang biasa aku minta pada orang tuaku. Aku seperti mimpi saja saat itu, kaset game ku dapatkan tanpa harus menabung dan nilai plusnya aku bisa memiliki tabungan sendiri hanya dengan mengerjakan tugas-tugas kecil. Walaupun Kyuhyun sinis padaku, tapi aku merasa masih bisa mendapat informasi."

"Kau mata duitan ya?" ejek Siwon.

"Aish! Aku tidak pernah lihat uang sebanyak itu! Memangnya kau, sudah biasa~"

Siwon tergelak kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Berarti dari awal kau tahu kalau Sungmin akan tinggal dengan Kyuhyun."

Changmin menggeleng.

"Awalnya tidak, kupikir Sungmin itu teman Kyuhyun atau apalah~ jadi aku terkejut setengah mati saat Tuan Lee mengatakan kalau Sungmin itu putranya. Aku berpikir Kyuhyun melakukan penculikan terhadap putra keluarga Lee, ternyata tidak sama sekali. Sedikit banyak aku mengerti kalau Donghae hyung dan Eunhyuk hyung masuk dalam daftar nama orang yang paling tidak harus kulaporkan juga. Kalau soal Sungmin, aku tidak tahu awalnya, sampai bertemu langsung sekalipun aku pikir dia masih siswa tingkat pertama."

"Memangnya Lee Kangin tidak mengatakan kalau putranya sudah kuliah?"

Changmin menggeleng.

"Tidak sama sekali! Makanya aku terkejut. Dia hanya mengatakan kalau Sungmin itu putranya. Itu saja, selebihnya aku yang bekerja keras mencari info hingga harus mengabaikan kekasihku. Tapi, biar begitu aku senang bisa kenal dekat dengan Sungmin, dia sosok polos yang benar-benar tulus."

Siwon menatap Changmin sebelum mengeluarkan pertanyaannya.

"Menurutmu Lee Kangin keterlaluan tidak?"

"Sedikit keterlaluan, tapi apa yang kau ucapkan memang benar. Pasti ada alasan dibalik semua itu."

"Apa kau tahu alasannya?"

Changmin menggeleng.

"Satu hal penting yang aku tahu."

"Apa?"

"Tuan Lee sangat menyukai Kyuhyun. Mungkin dia berniat menjodohkan Kyuhyun dengan Sungmin. Jadi, jangan harap kau bisa jadian dengan Sungmin."

Siwon menganggukkan kepalanya.

"Aku sadar itu sejak awal. Tenang saja, aku tidak terlalu patah hati~"

"Ya, aktor sepertimu bisa mendapatkan kekasih sesuai keinginanmu," sindir Changmin.

"Tidak begitu juga Changmin-ah. Ah~ aku pikir Lee Kangin benar-benar sudah berubah, ternyata~"

FLASHBACK END

.

~(*o*)~

.

"Apa yang kau bicarakan?" suara Leeteuk mengalun sengit.

Kangin langsung berdecak.

"Kau dan Heechul hyung masih saja membenarkan diri seperti ini? Bahkan aku tahu sejak awal kalau kau dan Heechul hyung mendukung rencana Donghae."

"A-apa?"

Kangin hanya bisa menghela napas.

"Aku tahu Sungmin menyukai Kyuhyun sejak Donghae membawakannya foto keluarga saat kita berfoto bersama untuk pesta pertunangan Donghae dan Eunhyuk."

Konyol. Konyol. Dan konyol. Hanya itu yang ada dipikiran Kyuhyun.

"Sudah, langsung intinya saja Kangin-ah. Kau terlalu berbelit-belit!" omel Yunho.

"Ah~ baiklah~ intinya aku tahu semua yang kalian lakukan sejak awal, bagaimana rencana kalian untuk Sungmin dan Kyuhyun, aku tahu semuanya sejak awal. Aku akan jujur agar kalian berhenti menghakimiku, aku memang berniat menjodohkan Sungmin dengan Kyuhyun karena aku menyukai putra cuekmu itu hyung. Dan sepertinya Kyuhyun juga menyukai Sungmin. Jadi, kupikir ini sudah saatnya berhenti bermain-main. Kalian tak bisa mengelabuhiku selama orang-orang kepercayaanku berkeliaran di sekitar kalian. Sudah kuputuskan Sungmin akan tinggal disini bersama Kyuhyun."

Baiklah, ini terlalu pendek untuk disebut sebagai pidato. Tapi apa yang Kangin ucapkan benar-benar membuat Donghae, Eunhyuk, Leeteuk dan Heechul terpekur untuk beberapa saat.

Hankyung bergerak maju kemudian menepuk pundak Kangin.

"Sejak awal aku yakin, kau punya cara tersendiri untuk menyenangkan putramu."

Heechul berdesis kesal.

"Tidak lucu!" gertaknya kesal bercampur malu.

Leeteuk terdiam di posisinya sampai suara Kangin terdengar.

"Yeobo, sejak awal aku mengatakan padamu, kebahagiaan putra kita nomor satu bagiku. Seandainya aku tidak menyayangi putraku, mungkin aku sudah menyeret Sungmin ke Jepang saat itu juga. Asal kau tahu saja, aku tahu lebih dulu kalau putra kita tengah menyukai seseorang."

Setetes air mata lega kembali meluncur dari mata Leeteuk sebelum namja cantik itu menghambur memeluk 'suami'nya.

"Terimakasih~"

Donghae dan Eunhyuk masih terdiam di posisinya.

"Ya anak nakal!" seru Kangin membuat Donghae menoleh pada ayahnya.

"Da-darimana appa tahu?" dari sekian banyaknya pertannyaan yang berputar-putar di kepala Donghae, hanya itu lah yang bisa keluar.

Kangin hanya mengedikkan bahunya ke arah Tuan Hong membuat Donghae mengerang pelan sementara Tuan Hong hanya bisa membungkuk sambil mengucap maaf dalam bahasa formal.

"Sampai mati sekalipun dia pasti setia pada appa! Seharusnya aku tahu itu!" sungut Donghae entah pada siapa. Namun, beberapa saat kemudian senyum lega terlukis di bibir tipisnya membuat Eunhyuk terpengaruh untuk ikut mengukir senyum lega.

Yesung dan Ryeowook memang tak terlalu mengerti duduk persoalannya, hanya saja melihat senyum lega yang terlukis di bibir orang-orang di sekitarnya membuat pasangan manis itu ikut menyunggingkan senyum lega.

"Sudah selesai?"

'HUH?' dengungan dari batin tiap-tiap orang di ruangan itu langsung menyentak mereka dari kelegaan.

"Hyung!" Sungmin berseru panik saat Kyuhyun berusaha melepas lengannya yang tengah melingkari perut Kyuhyun.

"Lepas!" bentak Kyuhyun sambil menarik kasar lengan Sungmin sebelum melangkah marah meninggalkan apartemennya.

"Hyung!" Sungmin berusaha mengejar Kyuhyun namun perih di kakinya benar-benar tak bisa di ajak kerja sama.

"Hyung!"

Kyuhyun mengabaikan teriakan Sungmin. Dia butuh sendiri untuk saat ini.

"Sungmin-ah~ sudah, kakimu berdarah~" bujuk Ryeowook.

Sungmin hanya bisa menangis, menatap pintu apartemen yang baru saja mendapat bantingan keras dari Kyuhyun.

"Kenapa situasinya jadi begini ya?" keluh Kangin.

"Tidak apa-apa. Kyuhyun butuh sendiri," kata Hankyung menenangkan.

"Kau sih! Sok mau memberi kejutan," omel Heechul yang masih saja tak terima dengan pengakuan Kangin.

"Aku tahu kau kesal padaku hyung~" sahut Kangin sambil terkekeh pelan.

Sungmin memejamkan matanya mengingat kata-kata Kyuhyun.

Penipu yang pandai memainkan perasaan orang lain.

Sungmin tak pernah merasa dirinya menipu Kyuhyun. Donghae yang menyuruhnya berbohong. Jadi semua ini salah Donghae! Namja manis itu langsung melayangkan tatapan tajamnya pada Donghae.

"Minnie, nanti Kyuhyun-"

"Hyung yang menyuruhku berbohong! Bukan aku penipunya!" tunjuk Sungmin tiba-tiba membuat Kangin urung melanjutkan kalimatnya.

"Minnie? Ada apa?"

Sungmin langsung berjalan kesal menuju Donghae mengabaikan rasa sakit yang menyerang telapak kakinya. Dengan kekuatan penuh Sungmin memukul tubuh Donghae.

"Hyung yang mengatakan kalau aku harus jadi anak baik selama bersama Kyuhyun hyung! Tapi hyung sendiri yang membuat Kyuhyun hyung menganggapku penipu! Aku benci hyung! Pergi kalian semua!" seiring dengan teriakan kesalnya, Sungmin melangkah tertatih-tatih memasuki kamar Kyuhyun sebelum membanting pintunya dengan gerakan kasar.

Donghae memegangi bahunya yang benar-benar terasa nyilu, ruang bernpasnya memang sedikit lebih luas dibanding kemarin namun yang menjadi masalah saat ini adalah Sungmin –adiknya dan Kyuhyun –calon adik iparnya. Namja bermata indah itu menghela napas saat matanya menatap bercak darah sepanjang jalan yang Sungmin lewati.

"Ah, kenapa jadi begini?"

TBC

Annyeong~ Annyeong~ Annyeong~

Ada yang nungguin ini ep-ep gaaaakkk? #banyaaaaakkkk *bagus-bagus* #kumat *LOL*

Ah~ gimana chapter ini? Aneh? Membosankan? Atau? Kasih tanggapan yah!

Dikit ajah cuap-cuapnya, kekenyangan soalnya #plak Mian buat Typos!

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/