Mendengar penuturan anak dan menantunya membuat eomma Choi dan Cho tidak kuasa menahan tawa mereka. Siwon dan Kyuhyun saling berpandangan heran, Kyuhyun yang masih lemas saja tiba - tiba duduk.

''Kami serius eomma, eommanim.'' kata Siwon membuat kedua eomma cantik itu berhenti tertawa.

''Tidurlah lagi Kyu, kau masih lemas.'' Eomma Choi berjalan mendekati Kyuhyun dan memintanya kembali berbaring. Siwon yang duduk ditepi ranjang menatap ibu kandungnya, ''Kami serius!'' ulang Siwon. Ibunya menatapnya lembut, ''Eomma juga serius.'' ucapnya.

Ibu Kyuhyun yang duduk di sofa sisi ranjang pun masih terlihat geli dan terus tersenyum. ''Eomma~'' panggil Kyuhyun. Eomma Cho berhenti tersenyum.

Ibu Siwon kembali duduk disamping besannya, ''Jadi kalian kira kami akan melakukan semua hal itu? Apa-apaan kalian ingin menyembunyikannya sampai 3 bulan? Baru sehari saja sudah ketahuan, kalian hampir membuat cucuku dalam bahaya.'' kata Ibu Siwon jengkel.

''Kyuhyun itu memiliki tubuh seperti Bayi. Sedikit saja mengalami perubahan akan terlihat. Dia terlalu sensitif apalagi mengalami perubahan yang besar seperti sekarang. Coba Siwon kau cubit tangannya, apa yang akan terjadi.'' kata Ibu Kyuhyun. Siwon menurut lalu mencubit lengan istrinya, ''Awww, sakit Siwon!'' teriak Kyuhyun. Siwon langsung panik, ''Maaf Baby, aigo tanganmu langsung memerah.''

''Anak muda terlalu berpikiran pendek. Kami hargai alasan kalian yang tidak ingin membuat orang tua kecewa. Lebih banyak yang tahu akan lebih banyak yang menjaga.'' kata Ibu Siwon lagi.

''Pasangan muda yang mudah dibodohi,'' tambah ibu Kyuhyun.

''Jadi? Maksud eomma dan eommanim apa? Tertawa saat kami mengatakan jika kami bukan bayi yang harus diperlakukan seperti itu. Apa kami memang terlihat seperti bayi?'' kata Siwon disetujui Kyuhyun, ''Aku tidak suka tinggal dengan banyak orang. Aku hanya butuh Siwon,'' kata Kyuhyun. Siwon menatapnya haru, ''Baby~'' ekspresi haru Siwon mengundang rasa sebal Kyuhyun.

''Eomma wajah Siwon seperti kuda!'' Kyuhyun berteriak pelan lalu menjauhkan wajah suaminya dengan bantal.

''Baby jaaaa-hhaaattt,'' kata Siwon bicara terhalang bantal.

''Eonnie lihatlah keduanya memang bertingkah seperti bayi kan?'' kata Eomma Cho pada Eomma Choi.

''Memang terlihat seperti itu, menggemaskan sekaligus menjengkelkan.'' jawab Eomma Choi.

Siwon dan Kyuhyun berhenti saling ledek. Siwon kalau dipanggil kuda selalu meledek Kyuhyun kucing. Soalnya istrinya suka menggeliat sambil berputar diranjang saat bangun tidur. Kadang dia menendang wajah bahkan 'privasi' Siwon, ck!

''Jangan pegang!'' kata Kyuhyun menjauhkan tangan Siwon yang ingin menyentuh perutnya. ''Kenapa? Aku ingin berbicara dengan Babies,'' kata Siwon.

Kedua Eomma akhirnya turun tangan. ''Jika kalian masih seperti itu, kami akan mengirim perawat dan baby sitter untuk kalian.'' ancam Eomma Cho disertai tawa Eomma Choi.

''Tidak mau, katakan tidak mau Wonnie, tidak mau.'' Kyuhyun memeluk suaminya sambil merengek, dia paling benci mendengar perawat. ''Kata Kyuhyun tidak eomma, tidak mau!'' kata Siwon pada kedua eomma. ''Kau juga tidak mau kan?'' tanya Kyuhyun. ''Aku sih mau, kan jarang tinggal dengan banyak wanita.'' jawab Siwon bercanda.

''Siwon!'' teriak Kyuhyun marah. Kedua eomma sudah pusing melihat tingkah anak dan menantunya itu.

''Kyu, Kyu dengar eomma. Kau jangan emosi sampai berteriak seperti itu, tidak baik sayang~'' Eomma Cho langsung menenangkan anaknya.

''Anak nakal, bicara sembarangan!'' Eomma Choi memukul punggung Siwon. Kyuhyun jadi menangis, ''Huks, huks, Siwon jahat,'' adu Kyuhyun pada ibunya.

''Ugh! Sakit eomma, berhenti. Kyu baby aku hanya bercanda,'' kata Siwon meminta ampun ibunya. Kyuhyun tidak peduli dia ikut memukuli Siwon dengan boneka anjing, ''Akkkh, hentikan hentikan,''

Eomma Choi membiarkan anaknya dipukuli Kyuhyun, ''Baby~ ampunnn..'' mohon Siwon. Siwon akhirnya menahan tangan Kyuhyun yang terus memukulinya, tidak kehabisan ide Kyuhyun menendang adik Siwon -pelan-

Bugh! ''Uggh,'' Siwon melepaskan genggamannya di pergelangan tangan Kyuhyun dan balik memegangi miliknya, ''Jeongmal~ linu.'' katanya. Kyuhyun menjatuhkan diri dan berbaring asal. ''Baby sakit,'' kata Siwon meminta pertanggung-jawaban.

Saat keduanya sibuk berkelahi, kedua eomma memilih keluar. Melihat kemesraan seperti itu membuat mereka iri saja. Kedua eomma mengobrol di ruang makan sembari meminum teh yang di campur bunga melati.

''Apa kau percaya? Mereka yang masih kekanakan itu akan punya anak?'' kata Ibu Siwon pada Ibu Kyuhyun.

''Mau bagaimana lagi, mereka memiliki sifat yang sama. Tapi dibalik itu keduanya terlihat siap, jangan khawatir.'' jawab Ibu Kyuhyun.

''Jadi apa rencana kita kedepannya? Menggelar pesta sudah tidak mungkin. Aku punya ide,'' kata Ibu Siwon.

''Ide apa?''

''Soal pernikahan dan perkawinan perusahaan cukup saat konferensi pers saja. Setelah itu kita adakan pesta atas kehamilan Kyuhyun, tidak akan membuatnya lelah. Dia hanya perlu santai saja.'' usul ibu Siwon.

''Kolega yang terlanjur di undang bagaimana?''

Benar juga, ibu Kyuhyun sudah terlanjur mengundang kolega dari luar negeri saat berkunjung ke Beijing beberapa waktu lalu.

''Iya juga, apa sebaiknya pesta penyatuan perusahaan saja yang di adakan. Pernikahan cukup konferensi pers dan syukuran kehamilan kita adakan khusus keluarga.''

''Semua ide Eonnie briliant. Menurutku pesta perkawinan tidak perlu besar, bisa saat syukuran kehamilan disatukan.''

Disaat kedua eomma sibuk membicarakan perayaan, kedua pasangan yang berbahagia malah asyik diam - diaman. Siwon diam karena masih sakit, Kyuhyun juga diam karena masih kesal. Pasangan childish sudah kembali, kemana Kyuhyun yang dewasa?

''Mau makan, lapar.'' kata Kyuhyun bicara sendiri, dia berharapnya sih Siwon langsung paham dan membawakan makanan.

Siwon diam karena tidak disuruh apapun walaupun dia mendengar ucapan Kyuhyun itu. Kyuhyun meliriknya dan cemberut, ''Bayi kau lapar tidak? Tunggu sampai Eomma tidak pusing lagi. Oke?'' kata Kyuhyun bicara sendiri.

''Mau makan apa?'' tanya Siwon pada akhirnya.

''Apa ada yang bicara? Hey, kau bicara?'' Kyuhyun sengaja mencuekan Siwon. Siwon menghela napas, ''Jangan berpura-pura tidak dengar, ayo makan.'' Siwon langsung menggendong Kyuhyun membawanya keluar kamar, ''Turunkan aku!'' pinta Kyuhyun.

Kedua eomma menoleh mendengar suara Kyuhyun, mereka saling tersenyum melihat Siwon menggendong istrinya. Siwon mendudukan Kyuhyun di kursi. ''Mau makan apa?'' tanya Siwon.

''Eomma~ aku mau ramen buatan eomma,'' kata Kyuhyun pada ibunya -dia mengabaikan Siwon-. Siwon geleng - geleng dan duduk disebelah Kyuhyun.

''Ramen? Tidak sehat Kyu, kau butuh asupan giji yang baik. Eomma buatkan sup saja, ya?''

''Jangan pakai sayuran, aku tidak suka.''

''Bukan untukmu sendiri tapi bayiku.'' kata Siwon, Kyuhyun cemberut ''Kau saja yang hamil kalau begitu, jadi makanan masuk tidak melalui mulutku.'' kata Kyuhyun.

''Kalian masih belum akur eoh? Hentikan, jangan bicara keras dan dingin. Siwon, mengalah pada istrimu.'' kata Eomma Siwon.

''Eomma mau tanya, siapa yang mengatakan jika kami akan mengirim ahli giji dan perawat untuk kalian?'' tanya Ibu Kyuhyun masih belum tahu sumber yang memberitahu hal itu.

''Kata Minho, dia sendiri kata pengajar yang setiap minggu datang. Lalu Dokter Jung juga mengatakan itu.'' jawab Kyuhyun.

''Minho? Dokter Jung? Astaga kedua orang yang tidak seharusnya kalian percaya. Kau kan tahu bagaimana adikmu itu Kyu, lalu dokter Jung itu bukankah suka bercanda?'' kata Eomma Kyuhyun.

''Maksud eomma, Minho berbohong padaku?'' tanya Kyuhyun.

''Tentu iya! Kami tidak akan seprotektif itu. Jika kami ingin melakukan yang terbaik untuk anak kalian, tidak dengan cara seperti itu. Mencukupi gizi cukup menjaga pola makan Kyuhyun. Perawat tidak perlu, asal rutin cek up saja.'' jelas Ibu Siwon disetujui Ibu Kyuhyun, ''Jangan kkhawatirkan itu. Cukup kalian nikmati moment bersama. Nikmati hari - hari menuju status yang baru,''

''Astaga aku sudah panik, untung saja tidak jadi~'' kata Kyuhyun berniat memeluk Siwon namun sadar dia sudah membuat Siwonnya kesakitan. Dia mengerjapkan mata bulat kecil lucunya di depan Siwon.

''Apa? Mau meluk? Kemari,'' kata Siwon lalu menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya. ''Suster Siwon, maaf ya.'' kata Kyuhyun. ''Eh, aku jadi suster lagi?'' tanya Siwon. ''Ne, suster pervert.'' jawab Kyuhyun santai. ''Aku tidak pervert,'' kritik Siwon.

''Aku buatkan makanan,'' kata Ibu Kyuhyun berjalan ke dapur, ''Biar aku bantu,'' kata ibu Siwon mengikuti besannya.

-Social Level-

Malam itu Kibum baru tahu kalau dia juga hamil. Changmin bahagia dan tidak percaya kalau istrinya akan cepat mengandung. ''Chwang kau senang tidak?'' tanya Kibum saat diperjalanan pulang dari rumah sakit.

''100% bahagia. Terima kasih sayang,'' jawab Changmin.

''Aku akan mengundang Kyuhyun makan malam besok, boleh kan?''

''Boleh, undang juga Donghae Hyung.'' kata Changmin membuat Kibum menatap bahagia suaminya, ''Chwang,''

''Kenapa? Kita harus membuat dia iri agar dia segera menikahi kekasihnya.'' kata Changmin dengan senyuman jahilnya, Kibum mengiyakan rencana suaminya. ''Kau benar juga Chwang,'' kata Kibum.

-Social Level-

''Suster, aku malas mandi. Langsung tidur saja ya,'' kata Kyuhyun pada Siwon. Setelah kedua eomma pulang, keduanya memilih istirahat. Hari sudah malam dan Kyuhyun belum mandi sore.

''Tidak gerah? Kau keringatan begini Baby.'' kata Siwon menyetuh area leher Kyuhyun, ''Engh~'' Kyuhyun malah kegelian dan mengeluarkan suara sexy itu. Siwon menelan saliva melihat leher putih menggoda itu.

''Mandikan aku suster,'' kata Kyuhyun. Siwon menatapnya tidak percaya, ''Aku memandikanmu, begitu?'' ulang Siwon. ''Ne, mandikan aku.'' kata Kyuhyun menjelaskan.

''Dengan senang hati Baby~'' Siwon semangat. ''Aku siapkan air hangat dulu,'' kata Siwon lalu masuk ke kamar mandi. Kyuhyun tersenyum saja, ''Anggap permintaan maaf karena tadi siang.'' gumam Kyuhyun lalu melepas pakaian dan memakai bathrobe.

Siwon sudah selesai mengisi bathtub dengan air hangat, dia juga menyiapkan sabun khusus yang disarankan dokter. Kata Dokter Jung aroma sabun itu bisa merilekskan pikiran dan itu baik bagi wanita hamil.

''Wonnie~'' panggil Kyuhyun dengan suara husky yang dibuat sexy. Siwon menoleh dan kembali menelan saliva, glup! ''Baby, kemari.'' Kyuhyun melapas jubah mandinya lalu masuk kedalam bak berisi air hangat tersebut. ''Ugh, hangatnya~'' katanya Kyuhyun mulai bersender di dalam bak.

Siwon bisa melihat tubuh polos dan bersih Kyuhyun di dalam air. Benar - benar membuatnya semakin kesulitan menelan saliva, terlalu sempurna dan bisa membuatnya kehilangan kendali.

''Sabunnya Wonnie,'' pinta Kyuhyun. Siwon menuangkan sabun cair itu diatas spons yang Kyuhyun pegang. Kyuhyun meremas spons itu sampai busa - busa itu memenuhi tangannya. Kyuhyun mulai menyabuni area leher, turun ke ketiak dan dadanya. Memejamkan mata, Kyuhyun terlihat menyukai hal tersebut.

''Sabuni kakiku, aku malas bangun.'' kata Kyuhyun pada Siwon.

Siwon mengambil spons lagi, menuang sabun lalu mengangkat sebelah kaki Kyuhyun. Menyabuninya sampai di pinggang, ukh bagian sensitif Kyuhyun terlihat menggoda sekali. Kyuhyun sudah sampai diperut, menyabuni area perutnya dengan lembut.

Setelah selesai membilas Siwon memakaikan Kyuhyun bathrobe dan mengelap area tangan dan wajah dengan handuk. Siwon melepas menutup kepala yang melindungi rambut Kyuhyun agar tidak terkena air. Siwon membawa Kyuhyun sampai di depan wastafel, dia menyiapkan sikat gigi yang telah diberi pasta gigi.

''Buka mulutmu,'' pinta Siwon. Kyuhyun menurut dan membiarkan Siwon menggosok giginya. Siwon begitu terlihat total melakukan semua itu kenapa dia mengaku dirinya suster.

''Selesai, ayo pakai baju nanti Babies kedinginan.'' kata Siwon menuntun Kyuhyun keluar dari kamar mandi.

Kyuhyun duduk diranjang, sementara Siwon mencari baju. Tangan Kyuhyun menekan remote televisi, dia melihat berita yang menampilkan persiapan konferensi pers besok.

''Kau siap untuk besok Siwon?'' tanya Kyuhyun. Siwon mendengar berita itu menjawab, ''Tentu siap. Itukan hari kebebasan kita Baby,'' jawab Siwon.

''Ne, setelah hari itu kita bisa bebas melakukan apapun bersama. Bagaimana dengan karyawanmu, pasti mereka semua shock.'' kata Kyuhyun. Siwon membawa piyama hijau Kyuhyun lalu ikut duduk di samping Kyuhyun.

''Semua akan tahu, Choi Kyuhyun adalah istriku. Tidak ada lagi yang bisa merebutmu dariku,'' kata Siwon. Kyuhyun mengangguk, ''Dan Choi Siwon adalah milikku.''

Keduanya tersenyum lalu sama - sama tertawa, ''Ya, you're mine and I'm yours!'' kata mereka bersamaan. Setelah tidak tertawa, Siwon mendekatkan wajahnya. Mencium lembut bibir Kyuhyun dengan penuh cinta, Kyuhyun meremas rambut belakang Siwon saat suaminya memainkan lidah nakalnya.

-Social Level-

Konferensi Pers kali ini ditayangkan secara Live oleh stasiun televisi swasta yaitu SBS. Dengan mengambil tema, ''Martial Company of Hyundai & Cho Group'' Itu artinya acara peresmian diangkatnya Siwon menjadi direktur sekaligus memberitahuan jika sekarang Hyundai dan Cho Grup resmi bersatu.

Berbagai media datang untuk meliput acara besar dari kedua perusahaan yang memiliki Income and Branch yang hampir sama besar dan banyak diseluruh negeri. Sekalipun berbeda bidang jika keduanya bersatu akan menghasilkan perusahaan yang tidak terkalahkan di Korea dan Asia.

Siwon dan Kyuhyun masih di backstage menunggu acara di mulai. Appa Cho dan Choi mulai di wawancarai oleh berbagai media. Pemegang saham, investor dan klien sudah banyak yang memenuhi area pers conference.

''Acara akan dimulai, kalian berdua masuk.'' kata staff SBS. Siwon menggenggam erat tangan Kyuhyun dan membawanya memasuki tempat acara. Jepretan kamera langsung menyoroti mereka, kamera standbye mengambil gambar mereka.

Siwon dan Kyuhyun sudah mengambil posisi. Manajer Hwang yang sudah ditunjuk sebagai pembicara memulai acara. Beberapa pengumuman dan kebijakan sudah dijelaskan di depan semua orang.

Saatnya memperkenalkan Siwon sebagai pengganti tuan Choi. Kamera langsung menzoom wajah Siwon, beberapa stasiun mulai menyorotinya seperti wartawan dari KBS dan MBC. Siwon mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ayahnya yang besar lalu dia juga berterima kasih pada Cho Group yang mau bekerja sama dengannya.

Dia juga membagi kisah jika dia pernah bekerja sebagai mahasiswa magang di perusahaan Cho Corp, dia memuji Tuan Cho yang memiliki sifat disiplin tinggi. Wartawan mulai bertanya jika kedua perusahaan memilih bersatu apa akan ada pernikahan antar kedua putra-putri. Mereka tahu kalau wanita di samping Siwon adalah putri Cho Young Hwan atau ketua Cho Group

Kamera menyoroti Kyuhyun, jepretan kamera mulai berlomba mengabadikan wajahnya. Bahkan beberapa wartawan mulai bertanya padanya. Kyuhyun tidak terbiasa dengan hal tersebut, jepretan kamera membuatnya pusing.

Kesempatan ini di pakai oleh kedua belah pihak untuk mengumumkan jika kedua belah keluarga sudah melangsungkan pernikahan disusul foto - foto dibelakang punggung mereka. Banyak pertanyaan soal kerahasiahan acara tersebut. Pengacara keluarga menjelaskan jika acara pernikahan berlangsung tertutup untuk media.

Siwon menambahkan jika dia sangat ingin melindungi privasi istrinya yang tidak lain adalah wanita disebelahnya. Wartawan meminta Kyuhyun berkomentar tapi dia terlihat mulai pucat. Siwon memberitahu hal ini pada ayahnya, ayah Siwon memilih mengakiri wawancara dengan Siwon.

Siwon dan Kyuhyun meninggalkan tempat. Kamera terus mengabadikan mereka. Ayah Kyuhyun mengalihkan dengan mulai mengumumkan kebijakan - kebijakan baru untuk karyawannya nanti. Tidak ada yang berubah diperusahaan hanya saja penambahan nama baru dan sedikit aturan baru.

Siwon membawa Kyuhyun ke backstage, dia meminta staff membawakan air untuk Kyuhyun. ''Kyu, kau baik - baik saja?'' tanya Siwon sembari memberikan botol air mineral.

''Aku hanya tidak biasa dengan jepretan kamera, kepalaku pusing.'' jawab Kyuhyun meneguk minumannya. Siwon mangambil tissue lalu mengelap wajah Kyuhyun yang berkeringat.

Acara yang secara live ditayangkan itu mengejutkan semua orang, terutama karyawan di kedua perusahaan. ''Siwon, mantan pegawai magang itu sekarang menantu presdir?''

''Aku tidak menyangka, Kyuhyun ternyata istri direktur,''

''Dia memilih mengumumkan semua saat waktu magangnya telah habis, dia benar - benar ingin professional saat bekerja.''

Banyak komentar posistif prihal hal tersebut. Banyak yang berdecak kagum dengan bersatunya dua perusahaan besar tersebut. Dan banyak juga yang menantikan sepak terjang kedua pasangan suami - istri itu di dunia bisnis.

-Social Level-

Changmin dan Kibum begitu serius menonton konfersi pers besar yang masih berlangsung. ''Kau liat Chwang, Kyuhyun terlihat berbeda saat di televisi. Dia begitu mewah, cantik dan eksklusif.'' kata Kibum kagum.

''Jagi, kau kira dia ponsel. Bagiku istriku yang tengah hamil lebih menawan,'' kata Changmin. Kibum berwajah merah mendengarnya, ''Chwang~'' dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Changmin, menyenderkan kepalanya di dada bidang Changmin.

''Aku jujur Jagi. Malam ini kita tidak bisa mengundang mereka, mereka pasti masih sibuk.'' kata Changmin ingat rencana mereka kemarin. ''Ne, kita makan dengan Eunhyuk dan Donghae Oppa saja.'' kata Kibum.

''Nanti kalau Kyu tahu, dia pasti marah. Dia mengira kita tidak menganggapnya lagi, dia bisa salah paham.''

''Iya kau benar. Lalu?''

''Makan dengan Jae eonnie dan keponakanku saja!'' usul Changmin.

''Kau benar, ayo kita ke rumahnya.'' kata Kibum semangat. Changmin mencuri cium dulu, ''Hmmm, Chwang lepas.'' Kibum mendorong - dorong bahu Changmin.

Akhirnya mereka pergi kerumah Yunho. Jaejoong tidak diijinkan keluar rumah di saat kandungannya sudah hampir 9 bulan itu, dia hanya boleh diam dirumah saja.

-Social Level-

Usai konferensi pers, kedua keluarga dan pemegang saham makan malam bersama di hotel. Saling bersulang dan bergembira atas semua yang telah terjadi hari itu. Banyak juga yang baru tahu Kyuhyun, putri yang selama ini tidak pernah tersorot media. Banyak yang memuji kecantikan Kyuhyun dan kepribadiannya yang luar biasa.

Minho dan Sulli juga diperkenalkan sebagai penerus keluarga selanjutnya. Soal rapat pemegang saham selanjutkan, Siwon ditunjuk sebagai pemimpin dan itu kesempatan terakhir Siwon untuk menentukan keputusan.

''Kau lelah tidak? Kita bisa pulang duluan, biar Siwon yang tetap disini.'' kata Eomma Siwon bertanya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk karena sudah mengantuk, tapi dia tidak bisa pulang tanpa Siwon.

''Aku ingin pulang tapi dengan Siwon,'' jawab Kyuhyun menatap Siwon yang tengah berbincang dengan klien.

''Sayang, Siwon sepertinya masih harus disini. Kau pulang dengan eomma atau kau mau Minho dan Sulli menemanimu.'' kata Ibu Siwon memberikan pengertian.

''Tidak mau, aku ingin Siwon.'' kekeh Kyuhyun. Lalu dia sadar jika dia telah manja pada mertuanya, dia mulai menundukan kepala. ''Maaf Eommanim,'' kata Kyuhyun.

Sulli mendekati meja Kyuhyun, ''Eonnie makan ini. Ini enak sekali~'' kata Sulli memberikan sponge cake warna warni pada Kyuhyun.

''Jangan dimakan, terlalu banyak butter. Lebih baik ambilkan Eonniemu buah.'' kata Ibu Siwon menolak.

''Kenapa memangnya Eomma?'' tanya Sulli.

''Eonniemu sedang hamil Ssul, tidak baik memakan makanan yang mengandung butter,''

''Maaf Sulli-ya, sekarang eonnie tidak sebebas dulu.'' kata Kyuhyun menyesal.

''Tidak apa- apa eonnie. Hy Babies, auntie minta maaf ne.'' kata Sulli pada perut Eonnienya. Minho datang dengan membawa handycam, ''Noona katakan hallo,'' ucapnya menyorot Kyuhyun.

''Ya, Minho-ya kau ada - ada saja.'' kata Kyuhyun tersenyum.

''Ayo, katakan hallo Noona.'' pinta Minho lagi.

''Baiklah, Hy Hallo!'' kata Kyuhyun didepan kamera, ''Kau cantik sekali Noona.'' kata Minho melihat hasil rekamannya. ''Katakan apa perasaan Noona hari ini,'' Minho menyorotkan kembali kameranya. ''Sudahlah Minho, Noona tidak suka direkam.'' Kyuhyun menutup lensa kamera.

''Baiklah, aku akan mewancarai Siwon Hyung.'' kata Minho lalu pergi menemui Siwon.

''Ayo kita pulang,'' ajak Eomma, Kyuhyun terus menatap suaminya. Eomma mengerti jika Kyuhyun ingin pulang dengan Siwon. ''Baiklah, Ssul panggil Oppamu.''

''Okay, eomma!'' Sulli langsung menghampiri Oppanya. Kyuhyun menatap mertuanya, ''Apa tidak masalah kalau Siwon pulang?''

''Tidak apa - apa, sebentar lagi pesta selesai.'' jawab Eomma.

Siwon datang mendekat, ''Mau pulang? Kau sudah lelah Baby?'' tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk, ''Ne, aku ingin tidur Siwon.'' jawab Kyuhyun.

''Aku beritahu Appa sebentar,'' kata Siwon lalu mendekatinya ayahnya. ''Ayo, kita tunggu Siwon diluar,'' kata Eomma.

-Social Level-

Keesokan Harinya, Hospital.

Untuk pertama kali Siwon membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Mereka berniat melakukan USG untuk melihat kondisi bayi mereka di dalam rahim Kyuhyun. Kali ini yang memeriksa adalah dokter Jung Ji Hoon.

''Kemarin aku melihat konferensi pers kalian, luar biasa keren.'' kata dokter Jung sembari mempersiapkan alat.

''Biasa aja Daddy, aku sangat gugup kemarin.'' kata Siwon.

''Tidak! Kau keren sekali. Kau juga Kyu, kau keren.''

''Aku keren apanya, aku kan hanya diam. Habisnya kepalaku pusing terlalu banyak di foto.'' kata Kyuhyun, Dokter Jung tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun.

''Dia memang menggemaskan Daddy, setiap hari aku rasanya ingin memakan Kyuhyun.'' kata Siwon, Kyuhyun memelototkan mata ke arahnya. ''Kau ini menyebalkan,'' kata Kyuhyun.

''Sudah jangan bermesraan.'' instrupsi dokter.

''Kami bertengkar Daddy!'' kata WonKyu bersamaan.

''Hahaha baiklah - baiklah, angkat kaosmu Kyu.'' kata dokter Jung. Kyuhyun mengangkat kaosnya sedikit, dokter mengoleskan jel khusus yang terasa dingin di kulit.

''Nah, sudah terlihat bukan? Kira - kira ukurannya hanya setengah telunjuk kalian.'' kata Dokter menjelaskan. ''Sebesar ini? Kecil sekali.'' kata Siwon menunjukan telunjuknya.

''Baru satu bulan, kalian datang lagi bulan depan.'' kata dokter Jung.

''Selesai'' dokter mematikan layar dan meminta Kyuhyun turun. Kyuhyun turun dari ranjang dengan Siwon yang membantunya.

''Jangan sampai kelelahan lagi, untung kalian segera jujur kalau tidak aku yang harus terus berakting tidak tahu.'' ucap dokter Jung. Siwon yang duduk di depannya tersenyum sesekali menatap Kyuhyun disebelahnya.

''Bagaimana tidak jujur, kami tertangkap basah.'' jawab Siwon.

''Kalian tidak akan bisa membohongi orang tua. Mereka jauh berpengalaman dari kalian,'' kata Dokter Jung lagi.

''Mereka bilang tidak akan mengirim perawat kerumah, aku bebas dokter.'' kata Kyuhyun mengundang tawa dokter paruh baya itu, ''Hahaha kau lucu sekali.'' katanya. Kyuhyun jadi malu dan menunduk. Siwon juga gemas pada istrinya itu.

''Bagus kalau begitu. Tapi kalian ingat ya, harus banyak berhati - hati.'' nasihat dokter.

''Iya, kami mengerti dokter.''

-Social Level-

Setelah dari rumah sakit keduanya pulang ke rumah baru mereka. Sejak kemarin keduanya sudah pindah ke rumah mereka sendiri. Hadiah dari orang tua, itung - itung ucapan terima kasih.

''Mau aku gendong?'' tawar Siwon.

''Hmmm, boleh!'' jawab Kyuhyun. Siwon turun dari mobil, membuka pintu untuk Kyuhyun lalu menggendongnya. ''Kau berat Baby,'' ledek Siwon bercanda.

''Ugh! Aku tidak berat,'' kata Kyuhyun cemberut. Siwon tersenyum melihatnya, ''Bercanda sayang,'' kata Siwon mencium gemas pipi Kyuhyun.

Saat membuka pintu mereka disambut seorang pelayan, ''Selamat datang Tuan.'' sapa perempuan berpakaian pelayan. Siwon dan Kyuhyun saling berpandangan, ''Kau siapa?'' tanya Siwon. Kyuhyun minta turun dari gendongan Siwon.

''Kenalkan, saya kepala asisten rumah tangga disini. Saya ditugaskan oleh Nyonya Choi untuk mulai bekerja hari ini.''

''Kepala asisten, maksudnya dirumah ini ada lebih dari satu orang asisten?'' tanya Kyuhyun.

''Iya, Nyonya. Saya panggilkan ketiga rekan saya yang lainnya.'' wanita itu memanggil asisten lainnya. Keluar dua orang gadis dan seorang pria. Siwon dan Kyuhyun saling tatap lagi, ''Ini pasti Eomma yang kirim.'' kata Siwon lalu menghubungi ibunya.

Keempat orang itu membungkuk dengan sopan lalu memperkenalkan nama masing - masing. Mereka semua adalah asisten yang terampil dan pintar. Setiap orang memegang kendali berbeda - beda. Ada yang khusus mengelola makanan, ada yang khusus merapihkan rumah sampai supir khusus.

''Eomma, kenapa eomma mengirimkan 4 orang asisten sekaligus.'' kata Siwon pada ibunya melalui telepon, dia menloudspeaker agar Kyuhyun bisa mendengar.

''Kalian bilang tidak mau perawat dan ahli gizi. Eomma kan sudah bilang, tidak perlu perawat asal semua kebutuhan kalian terpenuhi dengan baik. Makanya eomma kirimkan orang - orang yang ahli di bidangnya.''

''Eommanim~ rumahku terlalu ramai, kenapa eomma mengirim sebanyak ini.'' kata Kyuhyun.

''Menantu cantikku dengar, itu untuk kebaikan kau dan calon bayimu. Kau hanya perlu sehat dan bahagia sayang, jangan pikirkan soal ini.''

''Tapi...''

''Sudah ya, kalian istirahat. Jangan lupa pesta syukuran akan diadakan lusa dirumah kalian. Sampai jumpa!''

''Eomma / Eommanim~''

Kyuhyun menatap satu persatu asisten di rumahnya itu. ''Hy, aku tidak bisa langsung hapal kalian. Jangan lupa pakai nametag mulai besok,'' kata Kyuhyun.

''Ne, kami mengerti.'' jawab mereka kompak.

Kyuhyun dan Siwon saling tatap lagi, ''Oke, kami ingin istirahat.'' Kyuhyun menuntun tangan Siwon membawanya ke kamar.

-Social Level-

''Ini gila, kita harus tinggal dengan banyak pelayan. Itu tidak akan nyaman Siwon, lagipula kita tidak perlu pelayan sebanyak itu kan?'' kata Kyuhyun.

''Kau benar, bagaimanapun caranya aku harus meminta eomma membawa mereka pergi. Dan kenapa harus ada supir pria? Kemanapun kau pergi kan ada aku.'' protes Siwon.

''Aku pusing memikirkan itu. Aku mau tidur,'' Kyuhyun naik ke tempat tidur. Siwon berniat mengganti pakaian sebelum pintu kamar diketuk.

Tok~ Tok~

''Biar aku buka,'' Siwon berjalan membuka pintu.

''Selamat siang tuan, makan siang sudah siap.'' kata seorang pelayan.

''Iya, kami akan segera turun.'' kata Siwon. Pelayan itu pamit kembali meninggalkan kamar.

''Baby, kita makan siang dulu.'' kata Siwon pada Kyuhyun. Kyuhyun duduk ditempat tidur, ''Tepat sekali, tepat jam 1 siang.'' kata Kyuhyun melihat jam di tengannya.

''Mereka on time sekali,'' kata Siwon.

Keduanya turun ke ruang makan. Sudah banyak makanan di meja makan, tertata dengan rapi dan terlihat lezat.

''Sebelum tuan dan nyonya makan aku perintahkan Ah Jung untuk mencicipi terlebih dahulu,'' ucap kepala pelayan. Pelayan bernama Ah Jung itu mencicipi masakan dari piring kecil, satu persatu dia coba. ''Ini aman, silahkan dinikmati.'' ucapnya. Koki yang memasak itu pun lega. Siwon dan Kyuhyun menghela napas lalu mulai makan.

-Social Level-

Sore harinya, keduanya tengah menikmati teh dengan menonton televisi. Siwon tertawa geli melihat acara komedi itu sementara Kyuhyun sudah terlihat memerah karena tertawa terus. ''Aigo, dia terjebak!'' tunjuk Kyuhyun sambil tertawa.

''Haha... Dia bodoh sekali ya, Baby.'' kata Siwon ikut tertawa. Sudah lelah tertawa, Siwon mengambil kesempatan untuk menyender dengan manja di bahu Kyuhyun. Tangan Kyuhyun mengelus kepala Siwon, ''Besok aku harus menyelesaikan laporan. Semuanya sudah selesai hanya tinggal berkonsultasi dengan pembimbing.'' kata Kyuhyun.

''Semangat Baby! Satu langkah lagi kau wisuda,'' kata Siwon. Kyuhyun memiringkan kepalanya, kedua tanganya menangkup pipi Siwon. ''Iya suamiku,'' ucapnya mencium bibir tipis Siwon. Menekan lalu menariknya lagi, Siwon memeluknya lagi dari samping. Kepalanya mulai menyeruak di perpotongan leher Kyuhyun, ''Baby,'' panggilnya.

''Hmm,'' sahut Kyuhyun kembali fokus menatap televisi.

Siwon menciumi leher Kyuhyun, semakin berani lagi sampai belakang kuping Kyuhyun. Kyuhyun merasa geli karenanya, ''Hmmp, geli Siwon.'' katanya bergerak gelisah. Saat berdua terkadang Siwon hampir lupa kendali seperti itu.

Kyuhyun menjauhkan kepala Siwon saat melihat seorang pelayan sudah berdiri di dekat mereka. Siwon kesal dan berniat protes namun dia juga melihat pelayan itu berdiri disana.

''Nyonya sudah saatnya olahraga sore.'' ucap pelayan itu.

''Olahraga?'' heran Kyuhyun.

''Ne, olahraga jalan kaki disore hari akan melancarkan darah diarea kaki dan membuat tidur lebih nyaman. Saat kualitas tidur baik itu baik untuk kehamilan.'' jawab pelayan itu. Kyuhyun menatap suaminya meminta penjelasan, Siwon mengangkat bahu tidak tahu apa - apa.

''Aku merasa hidup dikelilingi CCTV dan aturan,'' pikir Kyuhyun yang mulai hari itu harus lebih berhati - hati setidaknya jangan sampai pelayan melihat hal seperti tadi.

-Social Level-

TBC.

DON'T BASH GOOD PEOPLE.