CHAPTER 13
*
*
-:-:-:-:-:-
*
*
Malam sudah tiba, namun sosok laki-laki tinggi itu masih betah duduk dikursi kerjanya dengan kepala menengadah keatas. Bahkan helaan nafas pelannya terus terdengar sedari tadi. Chanyeol akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan gedung yang menjulang tinggi itu. Ia mengemudikan mobilnya kesalah satu tempat tujuannya malam ini. Hanya butuh beberapa waktu untuk Chanyeol sampai disalah satu Klub malam milik sahabatnya 'Oh Sehun'.
Ia membawa langkah lebarnya masuk dan langsung disambut oleh musik yang memekakan telinga lebarnya. Beberapa orang wanita dengan pakaian seksinya tengah menikmati malamnya. Chanyeol langsung mendaratkan bokongnya disalah satu sofa kosong disudut ruangan itu dengan segelas wine yang berada digenggaman tangan kanannya. Namun seperkian detik dua wanita datang menghampirinya dan mencoba untuk menggodanya.
"Tuan kau sendirian?"
"Aku tidak menginginkan kalian!" ucapnya dingin, namun dua wanita itu malah tertantang dengan tangan nakalnya terus menyentuh dada bidang Chanyeol yang masih terbalut kemeja kerjanya.
"Kalian pergilah dan jangan mengganggunya." itu Sehun.
"Jika tuan membutuhkanku, tuan bisa memanggilku." bisik salahsatu wanita itu dengan suara menggodanya dan berlalu pergi meninggalkan dua laki-laki tampan itu. Chanyeol hanya berdecih mendengarnya.
"Chanyeol, tumben kau datang ketempatku. Kau tidak menemui Baekhyun?"
"Aku sedang bingung saat ini, Sehun." sahut Chanyeol dengan menenggak wine nya, sedangkan tatapannya ia bawa untuk menatap wajah Sehun. Laki-laki albino itu hanya menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti dengan apa yang dilontarkan sahabatnya itu.
"Apa maksudmu, aku benar-benar tidak mengerti!"
"Sepertinya.. Aku sudah terjebak."
"Terjebak?" ulang Sehun, ia benar-benar tidak mengerti.
"Aku sudah mulai mencintai seseorang selain Irene."
"Apa orang yang kau maksud itu.. Baekhyun?" namun Chanyeol tidak menyahutnya, ia malah menatap kosong kearah depan.
"Ah, dan aku ingin bertanya tentang hal ini. Karena Luhan menduga kau yang melakukannya. Apa kau yang berada dibalik siswi yang hari ini tengah ramai diperbincangkan karena sebuah video itu?"
"Ya, itu aku. Aku hanya memberinya pelajaran karena dia sudah berani mengusik milikku."
'Baekhyun milikmu hanya saat dia terikat kontrak denganmu, Chanyeol' batin Sehun.
"Kau tahu, bukan hanya gadis itu yang mengusik hidup Baekhyun." Chanyeol langsung membawa tatapannya kearah Sehun.
.
.
Seorang laki-laki dengan seragam sekolahnya terduduk direrumputan hijau ditemani dengan terpaan angin yang membuat helaian rambutnya melambai-lambai. Luhan yang sudah kembali kesekolahnya hari ini, langsung membawa langkahnya untuk menghampiri Daniel yang kini tengah menatap langit biru dengan tatapan kosongnya. Namun Daniel tersadar dari lamunannya, saat ia merasakan tepukan seseorang dipundaknya.
"Kau melamun?"
.
.
"Eomma, bagaimana kalau kita datang kembali kerumah itu. Siapa tahu hari ini kita bisa menemukan Baekhyun disana." wanita itu mengangguk setuju dengan lontaran anak laki-lakinya.
Tanpa banyak berbicara lagi wanita dan anak laki-lakinya keluar dari gedung hotel dengan mengemudikan mobil hitamnya. Hanya sekitar hampir 40 menit keduanya menempuh perjalanan untuk sampai dirumah sederhana yang ditempati oleh Baekhyun. Namun lagi-lagi hanya kesunyianlah yang menyambut keduanya.
"Sepertinya Baekhyun memang benar-benar tidak ada dirumah ini, Jinki."
"Iya eomma." namun saat kedua mata Jinki melihat seorang wanita keluar dari dalam rumahnya, akhirnya ia menghampiri orang itu dan mencoba untuk bertanya.
"Ahjumma, boleh saya bertanya sesuatu?" wanita itu tampak mengangguk.
"Apa rumah itu memang sudah kosong?" tanya Jinki dengan menunjuk rumah sederhana itu.
"Ah, mereka sudah meninggal."
"Meninggal?" ulang Jinki dengan nada keterkejutannya dan wanita itu tampak mengangguk kembali.
"Hyoyeon meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit, sedangkan Eunhyuk meninggal 3 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan." jelas wanita itu.
"Lalu Baekhyun?"
"Baekhyun? Ah, gadis yang kini menjadi simpanan pengusaha kaya itu, dia sudah pindah!"
'Simpanan? Pengusaha kaya?' batin Jinki.
Setelah Jinki mendapat jawabannya dari wanita itu, ia kembali membawa langkahnya ke arah wanita yang kini masih berdiri didepan rumah yang pernah Baekhyun tinggali.
"Bagaimana Jinki?"
"Sepertinya Baekhyun sudah pindah eomma."
"Lalu Hyoyeon dan Eunhyuk?" Jinki nampak kebingungan haruskah ia menjelaskan semuanya atau tidak.
.
.
Hari ini Chanyeol kembali ketempat dimana ia menghabiskan waktunya dengan dokumen yang selalu menjadi pemandangannya diatas meja. Jari-jarinya nampak mengetuk-ngetuk meja kerjanya, saat ia teringat dengan obrolannya semalam bersama Sehun.
"Xiumin? Haruskah aku melakukan hal yang sama padamu gadis kecil!"
Chanyeol bangkit dari duduknya dan berjalan kearah jendela kaca, ia membawa tatapannya lurus menatap langit cerah dengan warna birunya.
Flasback
"Aku tahu seperti apa dirimu, Chanyeol. Kita bersahabat bahkan sejak kita masih kecil. Sejak dulu kau selalu memberikan cinta mu untuk Irene sepenuhnya. Jika sekarang kau mulai goyah dengan perasaan mu sendiri, menurut ku itu tidak salah! Karena kebersamaan mu dengan Baekhyun bisa membuat perasaanmu perlahan tumbuh. Tapi.. Kau tidak bisa mencintai dua orang dalam waktu bersamaan Chanyeol. Karena kau bisa menyakiti salahsatu dari mereka atau bahkan keduanya.""Aku tidak tahu jika ketertarikan ku pada gadis itu sejak awal akan membuat perasaanku tumbuh dan aku terjatuh padanya."
"Ku harap, kau tidak memberikan cinta itu pada Baekhyun. Karena kau tahu sendiri, kau dan Baekhyun hanya terikat kontrak. Aku tidak mau melihat Baekhyun pada akhirnya tersakiti karena cintamu."
"Kontrak?" ulang Chanyeol dengan senyuman miringnya.
Flashback end
"Aku mencintai mu Baekhyun." gumam Chanyeol dengan menatap langit biru.
"Tapi, aku tidak bisa memilikimu untuk waktu yang lama." gumamnya lagi.
.
.
.
Setelah Baekhyun mendapatkan sebuah panggilan dari Daniel 20 menit yang lalu, kini gadis cantik itu duduk dibangku taman seorang diri dengan loose dress merahnya. Baekhyun tampak menunggu kedatangan Daniel yang memintanya untuk bertemu sore ini. Baekhyun langsung menoleh saat ia merasakan sebuah tepukan pelan di bahunya, kedua mata sipitnya bisa melihat sosok laki-laki tampan dengan hoodie hitamnya tersenyum manis ke arah Baekhyun.
"Maaf aku terlambat, kau pasti menunggu ku cukup lama?"
"Itu bukan masalah, ada apa kau mengajak ku bertemu Daniel?" tanya Baekhyun pada sosok laki-laki yang kini duduk disampingnya itu.
"Baek." Daniel menggenggam kuat kedua tangan Baekhyun, sedangkan mata sipitnya menatap tepat kearah mata sipit Baekhyun.
"Besok, aku akan pergi ke London bersama orangtua ku."
"Pergi?"
Daniel tampak mengangguk "Kami akan pindah kesana dan aku terpaksa harus ikut dan pindah sekolah. Baek.. Apa tuhan memang tidak menakdirkan aku untuk memilikimu? Dan bahkan sekarang tuhan menyuruhku untuk menjauhi mu."
Baekhyun hanya tersenyum dengan apa yang dilontarkan Daniel "Pergilah, cari kebahagiaan mu disana. Kau akan menemukan kebahagiaan sejatimu."
Daniel langsung menarik tubuh Baekhyun dan memeluknya begitu saja "Kau harus berjanji untuk hidup baik-baik saja di Korea, Baek. Aku tidak bisa berada disamping mu lagi saat kau terluka."
"Aku akan baik-baik saja, Daniel. Kau tidak perlu khawatir."
Daniel semakin mengeratkan pelukannya dengan setetes cairan bening turun dari kelopak matanya "Aku mencintaimu."
.
.
.
Malam ini Chanyeol tidak menemui Baekhyun kembali, ia memarkirkan mobil hitam mengkilap miliknya tepat dihalaman luas rumahnya. Chanyeol keluar dari dalam mobilnya dan melangkah untuk memasuki rumah besar itu. Saat pintu utama ia buka, seorang wanita cantik langsung menyambutnya dengan senyuman cantik miliknya. Kedua tangan Chanyeol langsung menarik tubuh wanita itu kedalam pelukan hangat miliknya.
"Yeobo, kau pulang cepat?" Chanyeol tampak mengangguk dan mengecup pucuk kepala Irene seperti biasanya. Keduanya kini melangkah bersama kearah lantai atas menuju kamar mereka.
"Yeobo, aku akan pergi ke Cina besok sore." Chanyeol yang tengah sibuk membuka pakaiannya langsung menoleh kearah Irene yang kini duduk ditepi ranjang.
"Ke Cina, Besok. Kenapa sangat mendadak Irene?"
"Ya, ini memang sangat mendadak Chanyeol karena teman-teman designer ku baru memberitahu ku hari ini."
"Perlu aku temani?"
Namun Irene menggelengkan kepalanya dengan senyuman cantik miliknya "Bukankah kau sangat sibuk dengan pekerjaanmu, aku akan pergi sendiri seperti biasanya."
"Baiklah, jaga dirimu selama di Cina dan aku akan mengantarmu besok sore ke bandara." Irene langsung mengangguk. Dan Chanyeol kembali melepaskan pakaiannya, wanita itu hanya menatap punggung Chanyeol dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskannya.
.
.
Seorang laki-laki dewasa yang tampan duduk diatas ranjang bersama kekasih cantiknya. Malam ini Sehun tidak datang ke Klub malam karena ia diminta untuk menemani kekasihnya 'Xi Luhan'. Keduanya duduk dengan punggung menyandar di bahu ranjang, sedangkan kedua tangan Luhan sibuk memegang sebuah komik yang tengah dibacanya.
"Kemarin Chanyeol datang ke Klub malam oppa."
"Si brengsek itu!" desis Luhan tanpa menolehkan tatapannya dari komik yang tengah dibacanya.
"Kau benar chagi, Chanyeol lah yang berada dibalik video itu."
Luhan langsung menolehkan tatapannya, saat kedua telinganya mendengar apa yang dilontarkan oleh Sehun "Jadi benar-benar si brengsek itu dalang dari apa yang terjadi pada Yuju?" Luhan berucap dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Astaga chagi, bisakah jangan memanggil Chanyeol dengan panggilan brengsek." namun Luhan malah berdecih.
"Kau tahu, Irene adalah cinta pertama Chanyeol. Kami bersahabat sejak masih kecil, Chanyeol memberikan seluruh hatinya untuk Irene dan Irene. Dia bukan laki-laki brengsek seperti yang kau katakan chagi." ucap Sehun dengan merengkuh wajah Luhan.
"Irene meminta Chanyeol untuk berkencan dengan wanita lain sejak dulu, saat Irene dinyatakan ia tidak bisa mengandung seorang anak. Tapi Chanyeol tidak pernah menuruti apa yang diinginkan Irene, karena Chanyeolpun tahu itu adalah hal gila. Tapi, saat Chanyeol bertemu dengan Baekhyun dengan unsur tidak kesengajaan di Growl High School, Chanyeol tertarik pada Baekhyun hingga Tuhan mempertemukan mereka kembali di Klub malam oppa. Kau tahu, Chanyeol sekarang terjebak dengan perasaannya sendiri."
Namun Luhan langsung menggelengkan kepalanya diakhir kalimat Sehun "Tidak, dia tidak boleh mencintai Baekhyun. Dia tidak bisa mencintai Baekhyun."
.
Kini Luhan tertidur dipelukan Sehun dengan nyaman setelah keduanya kembali memperdebatkan sahabat mereka. Sedangkan sebelah tangan Sehun terus mengelus kepala Luhan dengan sayang "Oppa sama halnya seperti dirimu chagi, oppa pun tidak mau melihat Baekhyun lebih tersakiti."
.
.
.
Drrrtt.. Drrrtt.."eunghh." lenguh seorang gadis cantik yang terbalut selimut tebalnya. Tidur lelapnya terganggu begitu saja, saat kedua telinganya mendengar suara dering ponsel miliknya. Jari-jari lentiknya terus mencari ponsel yang kini berdering dengan mata tertutup, hingga ponsel itu ia temukan. Kedua mata sipit miliknya perlahan terbuka untuk melihat siapa yang menelponnya sepagi ini dan itu adalah sahabatnya "Luhan." gumam Baekhyun.
"Ada apa Lulu menelponku sepagi ini?"
"Jadi Daniel benar-benar akan pergi!"
"Sore?"
"Baiklah, kau bisa menjemputku?"
"Aku menunggumu."
Pippp...
Setelah percakapannya bersama Luhan, Baekhyun turun dari tempat tidurnya dan mencepol rambutnya dengan asal. Gadis cantik itu langsung membawa langkahnya keluar dari kamar dan memasuki area dapur.
.
Sedangkan ditempat lain seorang wanita tengah sibuk dengan tas koper miliknya, tangannya sibuk memasukan beberapa pakaian dan barang yang ia butuhkan. Namun kesibukannya ia hentikan begitu saja, saat kedua telinga miliknya mendengar knop pintu yang terputar. Itu Chanyeol yang baru saja keluar dari rutinitas mandi paginya. Irene akhirnya melangkahkan kakinya menuju lemari untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.
"Jangan terlalu lama." ucap Chanyeol dengan merengkuh wajah Irene.
Wanita itu mengangguk "Aku akan cepat kembali."
Tangan Irene akhirnya membantu Chanyeol untuk memakaikan pakaiannya seperti biasanya.
.
.
Saat ini Baekhyun tengah sibuk memasak diruangan dapur miliknya, aroma nasi goreng kimchi yang kini tengah sibuk Baekhyun aduk dengan spatulanya menguar menggoda perut kosongnya.
"Seandainya daddy ada disini, daddy pasti akan sangat menyukainya." gumam Baekhyun dengan senyuman kecil miliknya.
"Daddy bahkan sudah beberapa hari tidak datang kesini. Ah, Baekhyun apa kau lupa nyonya Irene adalah hal yang lebih penting dari dirimu yang hanya seorang simpanan." lanjut Baekhyun.
Baekhyun akhirnya hanya menikmati sarapan paginya seorang diri.
.
.
Waktu terus berjalan, hingga sore ini Chanyeol kembali ke rumahnya untuk memenuhi janjinya semalam kepada Irene. Mesin mobil miliknya ia matikan tepat dihalaman luas rumahnya. Langkah lebarnya Chanyeol bawa untuk masuk kedalam rumah, dan ia langsung membawa langkahnya kelantai atas dimana letak kamarnya berada. Saat sebelah tangan miliknya memutar knop pintu kamar itu, kedua mata besar Chanyeol melihat Irene tengah bersiap untuk segera pergi.
"Kau sudah siap?"
"Sudah, aku hanya sedang menunggumu." saat Irene hendak membawa tas kopernya tiba-tiba tangan Chanyeol mengambil alih tas koper itu.
"Biar aku yang membawanya."
Keduanya melangkah bersama menuruni anak tangga dan meninggalkan rumah besar dan mewah milik Chanyeol.
.
Chanyeol dan Irene saat ini tengah diperjalanan, sedangkan mata Irene sesekali menoleh dan memandangi wajah suami tampannya itu.
"Kenapa terus memandangi wajah suami mu ini, eoh?"
"Aku pasti akan merindukanmu."
Chanyeol langsung mengelus surai milik Irene "Cepatlah kembali jangan terlalu lama disana."
.
"Kau sudah siap?"
"Sudah, aku akan mengambil tas ku sebentar." Luhan langsung mengangguk mengiyakan.
Baekhyun dan Luhan membawa langkahnya meninggalkan gedung apartemen Baekhyun dengan mengendarai mobil hitam milik kekasihnya Luhan 'Oh Sehun'.
Luhan mengemudikan mobil dengan alunan tak jelas yang keluar dari bibir miliknya. Sedangkan Baekhyun ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Luhan. Namun Luhan dengan seketika menghentikan alunannya, saat isi kepalanya teringat kembali dengan obrolan semalam bersama kekasih tampannya.
Luhan menoleh kearah Baekhyun beberapa detik dan memfokuskan kembali pandangannya kearah depan "Baek."
Dan Baekhyun sontak langsung menolehkan tatapannya kearah Luhan "Hn."
"Bagaimana.. Jika si brengsek itu mencintaimu?"
Baekhyun hanya terdiam dengan pertanyaan Luhan, namun hatinya jelas merasakan detakan itu kembali. Detakan yang membuat jantungnya berdebar dengan bunga yang bermekaran, namun dalam waktu bersamaan Baekhyun juga merasakan duri tak kasat mata menusuk tepat dijantungnya.
"Baekhyun." panggil Luhan kembali saat ia sadar sahabatnya itu malah melamun.
Baekhyun langsung berucap dengan senyuman palsunya "Itu tidak akan pernah terjadi Lu."
"Tapi bagaimana jika itu memang terjadi?"
Baekhyun memang tidak bisa membohongi hatinya, jika ia memang menginginkan hal itu terjadi. Dimana Baekhyun dan daddy nya ' Park Chanyeol' saling mencintai dan memiliki satu sama lain, hidup dalam satu atap yang sama bersama malaikat-malaikat kecilnya. Namun sayang itu semua tidak akan pernah terjadi pikir Baekhyun.
.
.
Chanyeol menyeret koper Irene dengan berjalan saling berdampingan, sedangkan sebelah tangannya menggenggam tangan istrinya. Mereka terlihat serasi, bahkan beberapa wanita berdecak kagum saat melihat keduanya.
.
"Daniel, kenapa kau malah berdiri disitu? Ayo."
"Eomma dan appa duluan saja, aku sedang menunggu seseorang."
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama atau kita akan ketinggalan pesawat." anak laki-laki itu hanya mengangguk menyahuti ucapan eommanya.
.
"Cepatlah kembali dan jangan terlalu lama di Cina, aku akan sangat merindukan istri cantik ku diatas ranjang bersama ku." ucap Chanyeol dengan merengkuh wajah istri cantiknya.
"Aku akan kembali dengan cepat yeobo."
Chanyeol langsung menarik tubuh Irene dan membawanya kedalam pelukan hangat laki-laki tinggi itu.
.
Dua orang gadis tampak melambaikan tangannya kearah Daniel yang kini masih berdiri menunggu kedatangan seseorang yang di cintainya itu. Daniel langsung tersenyum dengan lebar, saat mata sipitnya melihat sosok Baekhyun yang terlihat begitu cantik dan memang selalu terlihat cantik.
"Ternyata kau benar-benar pergi." ucap Baekhyun tiba-tiba.
"Maaf aku menyuruh Luhan untuk mengajakmu menemui ku sebelum aku pergi. Aku takut jika aku tidak kembali ke Korea dan tidak bisa melihatmu lagi."
"Kenapa kau berbicara seperti itu, kita masih bisa melakukan VCall bukan?" Daniel hanya mengangguk.
Kedua tangan Daniel langsung menggenggam tangan Baekhyun dengan mata sipit miliknya tepat menatap manik gadis cantik yang kini berdiri dihadapannya itu.
"Jaga dirimu baik-baik disini, karena aku tidak bisa berada disampingmu lagi. Aku akan merindukanmu, Baekhyun." dan Daniel dengan tiba-tiba menarik tubuh Baekhyun dan membawanya kedalam pelukan hangatnya. Sedangkan Luhan ia hanya menonton drama mini dihadapannya saat ini tanpa mengganggu. Tidak lebih dari satu menit Daniel akhirnya melepaskan pelukannya.
"Luhan, tolong jaga Baekhyun."
Gadis rusa itu mengangguk dengan senyumannya "Sebelum dirimu, aku adalah orang pertama yang akan selalu berada disampingnya. Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu menjaga Baekhyun."
"Aku percaya padamu, Luhan. Baiklah, eomma dan appa sudah menungguku, aku harus pergi sekarang."
"Pergilah dan kabari kami saat kau sudah sampai." sahut Baekhyun, Daniel hanya mengangguk dan perlahan melangkah pergi. Mereka saling melambaikan tangan tanda perpisahan.
Setelah sosok Daniel benar-benar hilang dari pandangan keduanya, dua gadis itu hanya menghela nafas pelannya.
"Seharusnya kau memang bersama Daniel, dia sangat mencintaimu Baek bukan.. Si brengsek itu ada disini juga!" desis Luhan diakhir ucapannya, sontak Baekhyun langsung mengikuti tatapan Luhan. Dan benar saja kedua mata sipit miliknya melihat sosok laki-laki tinggi dan tampan itu berjalan kearahnya.
"Ingin sekali aku memukul wajah so tampannya itu!" desis Luhan kembali. Baekhyun hanya mengelus punggung Luhan untuk menenangkan emosinya. Hingga jarak yang semakin dekat Chanyeol berjalan menghampiri Baekhyun dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kalian ada disini?" Baekhyun langsung mengangguk, sedangkan Luhan ia malah berdecak dengan pertanyaan Chanyeol.
"Kami baru saja..." bahkan ucapan Baekhyun belum selesai ia ucapkan, namun Luhan dengan tiba-tiba memotong ucapannya begitu saja.
"Kami baru saja mengantar seseorang yang mencintai dan amat sangat mencintai seorang Byun Baekhyun, namun sayang laki-laki brengsek malah merebut miliknya!" ucap Luhan dengan nada sinisnya. Chanyeol langsung membawa tatapannya kearah Baekhyun.
"Lulu!" Baekhyun mencoba untuk mengingatkan sahabat cantiknya itu.
"Lalu apa yang daddy lakukan disini?" lanjut Baekhyun.
"Daddy baru saja mengantar Irene yang akan pergi ke Cina." Baekhyun mengangguk mengerti dengan senyuman kecilnya, sedangkan Luhan ia malah berdecak kembali mendengarnya.Dan tanpa Baekhyun ataupun Chanyeol duga, Luhan dengan tiba-tiba menendang kaki Chanyeol hingga sosok laki-laki tinggi itu mendesis nyeri karena tendangan kuat yang ia terima.
"Ck, ingin sekali aku menendang kejantananmu itu ahjussi."
"Ayo kita pulang, Baek." sebelah tangan Luhan menarik tangan Baekhyun meninggalkan Chanyeol seorang diri disana dengan rasa sakitnya. Sedangkan Baekhyun ia terus menoleh kebelakang menatap sosok laki-laki tampan itu dengan rasa kasihan.
"Astaga, bagaimana bisa Sehun memiliki kekasih seperti itu!"
Chanyeol melangkahkan kakinya dengan sedikit desisan nyeri akibat ulah Luhan.
.
.
Setelah Chanyeol meninggalkan bandara, ia berniat untuk kembali ke perusahaannya. Namun apa yang terjadi ia malah memarkirkan mobil mewah miliknya disalahsatu toko perhiasan ternama di Seoul.
"Kenapa aku malah datang kesini?" gumam Chanyeol. Namun ia membawa langkahnya untuk masuk ke toko perhiasan itu.
Bermacam-macam perhiasan berjajar dan dipamerkan dengan rapih. Kedua mata besar Chanyeol menelusuri untuk mencari sesuatu yang ia inginkan.
"Saya ingin sebuah cincin dengan..." Chanyeol berhenti ditengah ucapannya, ia teringat dengan manik hitam milik seseorang.
"Berlian hitam." wanita itu mengangguk mengerti dan mengambil tiga cincin dengan berhiaskan berlian hitam yang indah.
"Apa itu untuk istri anda?" tanya wanita itu saat melihat laki-laki matang dihadapannya. Chanyeol sempat terdiam, namun beberapa detik ia menganggukan kepalanya.
"Seperti apa istri anda, mungkin saya bisa membantu untuk memilihkan cincin yang cocok untuk jari istri anda tuan."
Chanyeol langsung tersenyum "Dia mempunyai wajah yang cantik, senyuman yang manis dan tatapan lucu seperti puppy, jarinya mungil dan lentik."
Wanita yang tengah melayani Chanyeol itu langsung tersenyum dengan lontaran laki-laki tampan dihadapannya "Cincin ini akan sangat cocok dijari istri anda tuan, ini cincin dari eropa dengan batu berlian merah muda menandakan sebuah kecantikan, pengertian dan cinta yang tak bersyarat. Tetapi batu berlian berwarna hitam juga akan sangat cocok untuk istri anda menandakan sebuah ke eleganan untuk pemakainya."
.
.
"Kau tidak akan mampir dulu?"
Luhan langsung menggelengkan kepalanya "Kekasih tampanku sedang menunggu, Baek."
"Ish, kau ini. Baiklah jika kau tidak bisa mampir, hati-hati mengemudinya." Luhan mengangguk dan kemudian melambaikan tangannya meninggalkan gedung apartemen milik Baekhyun. Begitupun dengan gadis cantik itu, tangannya melambai hingga sosok Luhan hilang dari pandangannya.
Baekhyun membawa langkahnya untuk memasuki gedung apartemen.
.
.
Setelah meninggalkan toko perhiasan, Chanyeol memarkirkan mobilnya di basement apartemen miliknya. Namun laki-laki tinggi itu tidak beranjak dari dalam mobilnya. Sebelah tangannya mengambil sesuatu didalam saku jasnya, itu sebuah kotak merah beludru dengan cincin di dalamnya. Kedua mata besar milik Chanyeol memandangi cincin untuk ia berikan pada seseorang yang seharusnya tidak ia cintai.
"Kecantikan, pengertian dan cinta tak bersyarat." gumam Chanyeol.
"Cinta tak bersyarat?" gumam Chanyeol kembali dengan senyuman kecilnya.
Ia akhirnya keluar dari mobilnya dan membawa langkahnya untuk masuk ke gedung apartemen itu. Hanya beberapa menit untuk Chanyeol sampai didepan pintu apartemen yang tinggali Baekhyun. Sebelah tangannya membuka pintu itu dengan perlahan, Chanyeol berjalan dengan mengendap-endap untuk mengejutkan Baekhyun. Namun saat Chanyeol membuka pintu kamar itu, ia tidak mendapati sosok cantik Baekhyun. Chanyeol hanya mendengar sayup-sayup gemericik air dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya dia sedang mandi." gumam Chanyeol dengan mengeluarkan smirk tampannya. Sebelah tangannya menarik dasi dan melepaskan jas hitamnya. Lalu setelah itu, Chanyeol melepaskan kemeja putihnya hingga kini ia bertelanjang dada diatas tempat tidur. Hingga beberapa menit menunggu, kedua telinga lebarnya mendengar suara knop pintu yang terputar dan benar saja sosok cantik itu keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut tubuh mulusnya.
"Dad.. Daddy disini?" ucap Baekhyun dengan nada keterkejutannya. Chanyeol hanya tersenyum tampan dengan anggukannya. Kedua mata besarnya memandangi tubuh Baekhyun yang masih berdiri diambang pintu kamar mandi.
"Ayo, kemarilah." Baekhyun membawa langkahnya untuk menghampiri Chanyeol yang terduduk diatas tempat tidurnya dengan punggung bersandar dibahu ranjang.
"Sejak kapan daddy disini?"
Chanyeol mengelus wajah basah Baekhyun "Baru saja." dan..
Cuppp..
Chanyeol mengecup bibir tipis Baekhyun begitu saja.
"Sentuh daddy, daddy merindukanmu." bisik Chanyeol tepat dihadapan wajah Baekhyun dengan deru nafas hangatnya.
sebelah tangan Baekhyun mulai menyentuh kulit Chanyeol dengan sangat lembut "Aku pun merindukan daddy."
Dan kini keduanya saling melumat dengan sebelah tangan Baekhyun terus mengelus kulit Chanyeol hingga kebawah. "Kau merasakannya, dia membutuhkanmu baby."
Baekhyun mengangguk dengan tangan mulai membuka resleting celana Chanyeol dan mengeluarkan kejantanan besarnya yang kini sudah mengeras. Sedangkan lumatan itu masih terus berlanjut. Sebelah tangan Baekhyun menggodanya dengan mengelusnya hingga mengocoknya membuat Chanyeol melepaskan pagutan itu. "Kau pintar baby."
Perlakuan Baekhyun membuat Chanyeol menengadahkan kepalanya. "Kulum baby, daddy menginginkan mulut mungilmu mencengkramnya."
Chanyeol melepaskan celana hitamnya dan kini ia berdiri ditepi ranjang dengan kejantanannya yang siap untuk dilahap Baekhyun. Gadis itu mulai memasukannya dengan susah payah karena mulut mungilnya. Namun dengan perlahan Baekhyun melakukannya, "Eurghhh, bagus baby."
Baekhyun mulai memaju mundurkan mulutnya, membuat Chanyeol kembali mengerang keenakan dengan kuluman Baekhyun. Sedangkan sebelah tangan mungilnya mengurut kejantanan Chanyeol yang tidak masuk kedalam mulut mungilnya. Hingga Baekhyun merasakan kejantanan Chanyeol yang semakin membesar dan berkedut, laki-laki tampan itu melepaskan kejantanannya dari mulut mungil gadis cantik itu. "Baby menungginglah."
Baekhyun menuruti apa yang diucapkan Chanyeol, sebelah tangan Chanyeol menarik handuk yang membalut tubuh Baekhyun dengan sekali tarikan dan melemparkannya begitu saja. Dan..
Jlebbbb
Chanyeol memasukan kejantanannya dengan sekali hentakan, membuat Baekhyun mencengkram seprai itu dengan sangat erat. Sedangkan kepalanya tampak menengadah keatas merasakan sakit yang luar biasa. Chanyeol mulai memaju mundurkan kejantanannya dengan ritme cepat, membuat sosok yang berada dibawahnya terhentak-hentak. Namun rasa sakit itu mulai tergantikan dengan rasa nikmat karena hujaman Chanyeol.
"Aughhh dadhh oughhh oughh aughh"
"Daddy menyukai lubang sempitmu baby, eurgh"
"Lebihh dadhh cepathh lagi."
Chanyeol terus menghujamnya "Aku aughh oughhh inghh ingin keluarhh dadhh."
" Kita keluarkan bersama baby."
Chanyeol terus menghujam lubang sempit Baekhyun hingga kejantanannya semakin membesar dan berkedut tanda ia siap menyemburkan cairan panasnya. Hingga hujaman terakhirnya cairan panas itu menyembur bersamaan, cairan panas milik Chanyeol menyembur dengan deras membuat Baekhyun lagi-lagi menengadahkan kepalanya merasakan tubuhnya terasa penuh dengan cairan panas milik Chanyeol, sedangkan laki-laki tinggi itu mengerang nikmat. Chanyeol menjatuhkan tubuhnya tanpa melepaskan kejantanannya dari lubang sempit Baekhyun dan menindih punggung telanjang gadis cantik itu, sedangkan bibir tebalnya menjatuhkan kecupan-kecupannya.
"Sepertinya daddy sangat merindukanmu, hingga daddy tidak bisa bertahan lama menghujam lubang mu."
"Daddy..." sahut Baekhyun dengan rengekan malunya, sedangkan Chanyeol yang mendengar suara lucu Baekhyun hanya terkekeh.
"Jangan bergerak baby atau dia akan terbangun dan menghujam lubang mu lagi."
.
.
Slurrrrrpp"Aughhh"
Sepasang kekasih kini tengah menikmati malamnya diatas tempat tidur. Sehun yang kini sudah bertelanjang dada, sedangkan kekasih rusa cantiknya yang sudah tanpa sehelai pakaianpun terus mendesah nikmat saat kekasih tampannya terus menghisap puting payudaranya.
"Aughh oppahh oughh pelanhh"
Kamar temaram itu menggema dengan suara desahan indah yang keluar dari mulut Luhan.
.
.
.
.
.
Hingga pagi menjelang, bahkan sinar matahari mulai menerobos masuk kedalam kamar. Namun pagi ini Baekhyun merasakan enggan untuk terbangun dari tidur nyaman nya, saat kedua tangan seseorang memeluk tubuhnya dengan erat. Mata sipit Baekhyun dengan perlahan terbuka, dan hal pertama yang di lihatnya adalah dada bidang milik laki-laki tampannya. Bibir tipis milik Baekhyun langsung tersenyum memandangi wajah tampan Chanyeol dengan kedua matanya yang masih terpejam. Jari lentiknya menyentuh bibir tebal Chanyeol dan hingga kewajahnya dengan sangat pelan agar tidak membangunkannya.
"Daddy tahu, Luhan bertanya padaku. Bagaimana jika daddy mencintaiku, tapi itu tidak mungkin bukan? Tapi, aku mencintai daddy. Aku tidak tahu sejak kapan aku mencintai daddy. Aku..."
Gumaman Baekhyun terhenti begitu saja, saat sebelah tangan Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun yang berada diwajahnya. Kedua mata besar Chanyeol terbuka dengan perlahan "Daddy memang mencintai mu. Daddy ingin memilikimu sebagai pasangan hidup daddy, tapi itu tidak mungkin terjadi."
Chanyeol mengelus wajah Baekhyun "Maafkan daddy."
Baekhyun hanya mengangguk dengan senyuman palsunya "Aku mengerti daddy."
.
Setelah Chanyeol membersihkan tubuhnya, ia keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dalam keadaan basah. Sedangkan Baekhyun gadis itu sudah tidak ada diatas ranjang. Akhirnya Chanyeol membawa langkahnya keluar kamar menuju area dapur, kedua mata besar Chanyeol melihat sosok cantik Baekhyun tengah membuat kopi.
Greppp
Chanyeol memeluk tubuh mungil Baekhyun begitu saja dari arah belakang, sontak Baekhyun langsung terkejut karena ulah laki-laki tampan itu.
"Bagaimana kalau kita pergi berlibur?"
"Berlibur?" ulang Baekhyun.
"Kita pergi ke pulau jeju."
"Tapi, bagaimana jika nyonya Irene pulang ke Korea dan daddy tidak ada dirumah?"
Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya "Irene akan berada di Cina beberapa hari. Dia akan menghabiskan waktunya bersama teman-teman designernya. Kau tidak perlu khawatir, baby."
Akhirnya Baekhyun pun mengangguk menyetujui permintaan Chanyeol.
.
.
Seorang laki-laki berdiri di jendela kaca, memandangi jalanan kota Seoul dari lantai 10 hotelnya, sedangkan tatapannya tampak kosong memikirkan seseorang yang sedang ia cari.
"Simpanan, pengusaha kaya." gumamnya.
Jinki langsung menggelengkan kepalanya "Tidak mungkin Baekhyun seperti itu."
Ia menarik nafas beratnya berkali-kali. Saat isi kepalanya kembali teringat dengan suara sang ayah.
'Jika appa pergi, appa mohon jalankan perusahaan appa. Cari eomma mu dan Baekhyun, bawa mereka ke Cina bersamamu.'
"Aku sudah membawa eomma, appa. Tapi Baekhyun, aku tidak tahu dimana dia sekarang." gumamnya.
.
.
Hingga siang ini Baekhyun menyiapkan tas koper miliknya, sedangkan Chanyeol yang baru datang beberapa menit yang lalu hanya duduk ditepi ranjang dengan kedua tangan yang ia lipat di dadanya. Namun kedua mata besarnya memandangi gadis cantik itu yang sibuk menyiapkan pakaian yang akan ia bawa.
"Baby, kau terlihat seperti seorang istri." wajah Baekhyun sontak langsung merona dengan lontaran sederhana dari Chanyeol.
"Hey, kenapa wajahmu memerah?" kekeh Chanyeol.
"Daddy..." Baekhyun kembali merengek lucu, membuat Chanyeol gemas.
Dan tanpa diduga kedua tangan Chanyeol menarik tubuh Baekhyun dan mendudukan gadis cantik itu dipahanya. "Jangan menggemaskan seperti itu, nanti daddy bisa-bisa menerjangmu dan kita tidak jadi pergi kepulau jeju."
Cuppp
Chanyeol mendaratkan kecupan singkatnya diatas bibir tipis Baekhyun.
.
.
.
.
.
TBC
Putri Rahmi Aryanti, chogiwagirl, dytdyt, baekin236, babee.ch, hyunie86, Ekayoon, 1004teuk, ruixi1, YourOnlyMoon, loeyaBee, veraparkhyun, Loeybee61, BaekHill.