Ini chap terakhir... ^^
semoga kalian menyukainya dan terima kasih untuk semua reviewnya ^^Dan rieview buat yang terakhir kali ya ^^
See yoo in the next story :D
*Bawa kabur changkyu*
I'm alone
I know
n
I cant smile
Semua tahu jika suatu saat nanti mungkin kita akan menghilang dengan sendirinya hanya meninggalkan kenangan dan nama yang akan selalu ada untuk orang-orang yang mencintai kita. Suatu saat nanti kita tidak akan bisa membuka kedua mata indah ini lagi untuk melihat matahari dan wajahnya.
Tak ada napas yang berhembus dengan hangatnya.
Tak ada jantung yang berdetak dengan indah sesuai dengan iramanya.
Tak ada wajah yang dapat tersipu malu dan pipi yang merona indah.
Tak ada seyuman indah darinya.
Tak ada kebersamaan yang dapat dibagi dibawah hangatnya selimut.
Tak ada kecupan ringan yang selalu menyambut.
Dan takkan ada lagi dirinya disini.
Kyuhyun membuka kedua bola matanya saat changmin mengecup kedua bibirnya yang sedikit pucat pagi ini. Matahari sudah cukup tinggi sekarang, bahkan cahayanya memasuki ruangan itu melalui jendela yang terbuka cukup lebar. Diluar masih ada buliran salju yang turun namun tidak terlalu lebat seperti kemarin, dan tak terlalu dingin.
"Pagi kyunnie, chagy!" Ucap changmin dengan senyum lima jarinya. Dia terlihat sangat lucu dengan celemek yang dipakainya, Celemek kyuhyun. Changmin menarik selimut dari tubuh kyuhyun, lalu menarik kyuhyun turun dari ranjang mereka.
"Kita mau kemana?" Tanya kyuhyun dengan matanya yang masih setengah terbuka.
Changmin tidak menjawab ia menarik kyuhyun ke kamar mandi, lalu membuat namja itu mencuci wajahnya dan menyikat giginya. "Bangun,kyunnie."
"Iya." Kata kyuhyun sambil menyikat giginya dengan mata yang terpejam.
"Kau bahkan tidak membuka kedua matamu." Changmin mendekap kyuhyun dari belakang, lalu mengambil sikat gigi kyuhyun dari tangan kyuhyun dan dengan perlahan mengosok gigi kyuhyun. Setelah selesai dengan kegiatan menggosok ginginya changmin mendorong tubuh kyuhyun yang masih dengan mata terpejam itu keluar dari kamar mandi mereka, masih dengan memeluk kyuhyun dari belakang menuntunnya menuju ruang makan.
Dengan perlahan kyuhyun duduk diatas kursinya, changmin berada disampingnya sibuk dengan makannan yang akan diberikannya pada kyuhyun. "Jangan tertidur lagi. Setelah ini aku ingin mengajakmu keluar. Kita butuh udara segar." Changmin meletakkan mangkuk kyuhyun yang telah diisinya dengan nasi.
Kyuhyun memalingkan wajahnya mentap changmin dengan mata berbinar. "Jinjja?" Katanya penuh kebahagiaan. "Kita kemana?" Kedua matanya terbuka dengan berbinar-binar. "Minnie,jjang!"
"Ehm..." Changmin mencoba berpikir sebentar. "Bagaimana jika kita pergi ke bioskop menonton film, lalu berbelanja baju baru, kemudian makan malam romantis, lalu pulang ke rumah kita yang nyaman ini setalah itu menutup malam ini dengan this n that." Jawabnya lalu meraih mangkuk dan lauknya.
"Aku ingin ke taman sakura yang dulu itu,minnie." Kyuhyun meraih mangkuknya dan mulai memakan makanannya dengan perlahan. Dia tidak mau terlalu menanggapi soal this n that changmin.
"Tapi salju masih turun. Taman itu pasti hanya bongkahan pohon yang tertutup salju. Tidak ada yang menarik,kyu." Kata changmin setelah menelan makanannya. "Bagimana jika kita ke taman bermain indoor?"
"Aku tetap ingin ketaman itu." Jawab kyuhyun masih bersih keras ingin melihat puluhan pohon sakura yang memiliki banyak kenangan untuknya.
"Baiklah." kata changmin mengalah. Mungkin akan ada hal indah yang akan dilihatnya disana. Siapa tahu?.
.
.
.
Keduanya memakai baju hangat yang tebal, topi rajut berwarna biru pupus, dan sebuah syal berwarna biru pupus juga yang saling menyambung menyatukan mereka berdua. Syal couple karena syal itu dibuat cukup panjang dan bisa dipakai dua orang sekaligus. Tidak lupa sepasang sarung tangan hangat yang menghiasi kedua tangan mereka.
Changmin menyetir mobilnya perlahan, penuh kehati-hatian karena jalanan yang licin akibat salju, dia juga menyalakan penghangat didalam mobil, dan tidak lupa obat kyuhyun pada tas ranselnya. Ketika mereka sampai ditaman sakura itu dan benar saja tidak ada apapun kecuali pepohonan dan tumpukkan salju yang mengelilinginya.
"Hanya pohon dan salju."
"Tapi tempat ini benar-benar memiliki banyak kenangan. Indah seperti biasanya, lain kali kita harus kesini lagi seperti waktu itu jika aku bisa melewati musim dingin ini." Kyuhyun menatap ke luar jendela. Matanya memandang lurus, membayangkan jika pohon-pohon itu kembali dilingkupi oleh bunga-bunga sakura yang indah, rumput yang hijau, dan mereka berdua yang sedang duduk dibawah pohon diatas bukit.
"Kau pasti bisa melewatinya,kyunnie. Dokter bahkan mengatakan keadaan kyuhyun semakin membaik setiap harinya dan kita disini sekarang. Itu menandakan jika kyunnie akan sembuh." Kata changmin walaupun namja itu tahu jika tidak semua yang ia katakan dapat terjadi. Apa mukzijat itu ada? Jika benar mukzijat itu ada bolehkan seorang cho changmin memilikinya? Bolehkan ia mendapatkannya? Bolehkan ia serakah untuk meraihnya? Dan bila memang ada bisa kah hanya pada kehidupannya mukzijat itu sekarang datang untuk menyembuhkan kyuhyun? Kedua matanya takkan pernah bisa lepas dari sosok yang ada disampignya.
"Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya." Kyuhyun memutar tubuhnya menjadi menatap changmin yang sedang menatapnya dengan wajah sedih. "Minnie, kenapa?" Tanyanya sambil mengelus pipi chabi changmin.
"Aniyaa. Aku tidak bersedih,kok." Dustanya. "Kyunnie, ingin keluar melihat salju?" Ajaknya, berusaha mengalihkan ppembicaraan. Kyuhyun hanya mengangguk saja. Changmin keluar dari dalam mobil setelah melepas syalnya lalu berjalan setengah memutar untuk membukakan pintu mobil bagi kyuhyun, tangannya mengenggam tangan kyuhyun.
Mereka berjalan pelan disekitar area taman itu dengan saling bergenggaman tangan. Menikamti waktu yang mungkin tidak akan lama lagi. Saling menghangatkan satu sama lain dibawah salju yang turun sedikit demi sedikit. Walapun tanpa sepatak kata yang keluar dari keduanya namun rasanya sungguh menenangkan, menikamti saat-saat indah dengan hangatnya. Kyuhyun mengeratkan gengaman tangannya, mengukir semua yang mungkin akan ditinggalkannya, merekam segalanya didalam benaknya, menikmati saat-saat yang mungkin tidak dapat diulangnya lagi, merasakan hal-hal yang akan menjadi sebuah kenangan manis baginnya, hanya untuk dikenang tanpa bisa dinikmati lagi.
.
.
"Wajahmu memucat kyu." Changmin meraih tubuh kyuhyun yang berada disampingnya, mengesek-gesekkan kedua tangannya hingga terasa hangat lalu meletakkannya dikedua pipi kyuhyun. "Hangatkan?" Tanya changmin.
"Ya, minnie selalu hangat." Senyum menghiasi wajahnya. "Mungkin karena terlalu lama berada dibawah salju jadi seperti ini." Kyuhyun juga mengesek-gesekkan kedua tangannya lalu menepelkannya pada pipi chabi changmin, "Semakin terasa hangat."
"Hangat sekali."
Keduanya tersenyum lebar. Saling menatap satu sama lain. Saat ini, keduanya sudah duduk didalam mobil mencoba menghatkan diri. "Rambut minnie sudah mulai memanjang, seperti dulu."
"Benarkah?" Changmin menarik topi rajutnya, meletakkan benda itu diatas stir mobilnya, lalu membuka penghalang matahari pada mobilnya dan menatap wajahnya dengan kaca kecil yang ada disana. "Iya, sudah lebih panjang."
"Tampan."
"Aku kan memang selalu tampan."
"Aku juga tampan,minnie."
"Aniya, kyuhyun itu manis."
"Aku tampan. Lebih manisam minnie lagi."
"Kyuhyun itu manis tidak cocok dibilang tampan. Apa lagi jika memakai wig yang pajang pasti akan terlihat seperti yeoja."
"Kalau begitu aku eommanya dan minnie appanya."
"Iya, nyonya cho." Kata changmin sebelum tertawa pelan. "Aigo, cantiknya nyonya disamping saya ini." Goda changmin dengan tawanya yang mengikuti.
*Changkyu
"CHO GRUP MENGALAMI KRISIS"
"Dikabarkan jika pemilik perusahaan cho yang bernama Cho sunny telah menjual saham miliknya dan dibeli oleh perusahaan Choi karena desakkan akan dana cair yang diperlukan oleh perusahaan tersebut."
Yunho mematikan benda persegi yang memunculkan berita tentang detik-dekit kebangkrutan dari perusahaan cho. Ia berjalan pelan menuruni tangga, menuju dapur yang telah menyeruakkan aroma sedapnya. Disana seorang yeoja sedang berdiri mencampurkan bahan-bahan untuk sarapan pagi mereka. Perlahan yunho melangkahkan kakinya lalu memeluk yeoja itu dari belakang dan diakhiri dengan kecupan ringan dipipi sang koki cantik.
"Jauhkan tanganmu dari tubuhku." Katanya ketus.
"Ehm, baiklah." Namja itu menjauh lalu duduk diatas kursi yang ada pada meja dapur itu. "Kau kenapa boojae. Galak sekali!"
"Moodku tidak baik pagi ini karena mu semalam." Jaejoong mengaduk-aduk suopnya perlahan.
"Maaf, untuk yang kemarin malam. Kita kan sama-sama mabuk karena itu melakukan hal itu."
"Sudah. Jangan membicarakannya lagi." Yeoja itu mematikan kompornya, lalu memindahkan soup itu pada dua buah mangkuk, dan meletakkanya diatas meja makan. "Lupakan itu semuanya." Ucapnya dingin.
"Baiklah."
*Changkyu
Keduanya duduk disebuah caffe yang terkenal dengan coklat hangatnya. Mereka berada di lantai dua, sebuah tempat yang sudah changmin siapkan. Tempat yang memiliki sudut paling indah untuk melihat pemandangan keluar dan tidak terlalu dekat dengan pengunjung lainnya, seakan tempat itu tidak menarik nampun ketika duduk disana rasanya akan berbeda. Keduanya memesan coklat hangat dan berbagai cemilan yang manis, changmin menyukai benda-benda manis itu apa lagi dengan bentuk yang beraneka ragam dan terlihat sangat lezat baginya.
"Dari mana kau tahu tetang tempat ini?"
"Dari jae noona. Katanya coklat hangat disini sangat lezat dan bagus jika datang pada musim dingin." Kata changmin lalu menyerup coklat hangatmya. "Cakenya juga lezat, cobalah."
"Aku tidak begitu suka makanan manis minnie."
Changmin mengambil sebuah cake kering kecil bergambar kelinci dengan senyuman yang lebar, lalu memasukkan cake itu setengahnya kedalam coklat hangatnya, dan memakanya sekali lahap. "Ehmm.. Rasanya seperti cake itu melebur seketika dan lagi coklat itu bagus kyunnie untuk membuat mood lebih baik karena itu banyak gadis yang patah hati memakan coklat."
"Aku tidak tahu tentang itu."
"Kau kadang mirip yunho hyung terlalu kaku dengan benda-benda seperti ini." Lagi-lagi changmin melahap cake yang lain dengan santainya. Wajahnya seperti begitu bersinar hari ini. Senyum kecil itu tidak pernah menghiasi seakan selama ini.
Kyuhyun menikmati saat-saat ini. Saat-saat menatap wajah changmin yang sedang menikmati makanan yang disukanya. "Makan perlahan nanti kau bisa tersedak,minnie." Tegurnya.
"Aku tahu." Jawab changmin keras kepala.
Kyuhyun memalingkan wajahnya dari changmin lalu memperhatikan seluruh isi cafe itu perlahan, ada satu rak disudut ujung cafe yang berisi mainan dan banyak remaja atau pasangan yang datang hanya untuk sekedar bertemu atau menghabiskan waktu mereka, sementara diluar sana salju sudah mulaii agak sedikit berhenti menghujani Tokyo. Banyak juga pejalan kaki yang berlalu lalang saat ini, dari anak sekolah hingga pekerja yang memakai pakaian tebal mereka dan payung jika memang mereka membutuhkannya.
"Apakah pelayan disini dan pengunjungnya tidak merasa terganggu dengan keributan yang diakibatkan oleh orang-orang yang bermain permainan itu?"
Changmin memutar tubuhnya untuk melihat para remaja yang asik bermain. "Aniyo, memang mungkin konsepnya sendiri seperti itu makannya diberikan permainan disana. Kau ingin memainkannya?"
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aniyo." Lalu menyerup coklat hangatnya. "Aku ingin ke korea jika sudah sembuh. Ingin pergi ke pantai melihat sunset pasti sangat menyenangkan."
Changmin memajukan bangkunya perlahan lalu mengenggam tangan kyuhyun. "Ya, kita akan ke korea melihat sunset, lalu dinner dipinggir pantai, dan menutup hari itu dengan sebuah kecupan." Changmin sudah berkhayal yang tidak-tidak sekarang.
"Karena itu aku harus sembuh." Kata kyuhyun lalu menyesap cangkir yang berisi coklat hangatnya dan lelehan coklat itu menempel disepanjang bibirnya.
Changmin tersenyum sedikit memperhatikan sepanjang garis bibir yang tertutup coklat. "Kyunnie ingin dibersihkan dengan jari-jari tanganku." Changmin mengerakkan jari-jari tangan kanannya didepan kyuhyun. "atau dengan kedua bibirku?" Katanya lalu menjilat kedua bibirnya dengan gaya sexy.
Kyuhyun mengerutkan keningnya lalu memajukan bibir bawahnya. "Apa maksudnya?" Tanya kyuhyun dengan raut wajah bingung sekarang.
Akhirnya changmin lebih memilih mengusap bibir kyuhyun dengan ibu jarinya. "Lelehan coklatnya tersisa pada bibirmu,chagi." Ucap changmin dan sukses membuat kyuhyun blushing ria, pipinya memanas seperti ada yang menaburkan bubuk pink diatas kedua pipinya. "Aku tidak mungkin menghilangkannya dengan bibirku. Bisa saja sih! Tapi seluruh isi caffe ini akan iri pada kita. Itu bukan hal yang baik."
Sekarang kyuhyun yang terkikik pelan mendengar ucapan changmin. "Lain kali minnie bisa menghapusnya tanpa bertanya, lebih terasa romantis jika melakukannya tiba-tiba."
Changmin mengaruk tengkuknya setelah mendengarkan kyuhyun berbicara. Kikkuk itu yang mendominasi perasaannya sekarang. Jika tahu seperti itu reaksinya, bagus sejak tadi changmin menghapusnya dengan menggunakan bibirnya saja.
"Baiklah lain kali akan ku lakukan."
Apakah ada kata lain kali? Apakah ada kesempatan lain untuk berkencan seperti ini? Apakah ada saat-saat bahagia untuk selamanya setelah ini? Tidak ada yang mengetahuinya. Changmin membawa kamera yang selalu dibawanya didalam tasnya, sebenarnya ia tidak begitu ingat dengan benda itu namun didalamnya ada begitu banyak fotonya dan kyuhyun sebelum ia mengalami operasi. Menurut kyuhyun itu adalah benda yang penting sejak itu changmin selalu membawanya yang memotret segala hal yang ia dan kyuhyun lakukan. Dengan perlahan ia mengarahkan kameranya pada kyuhyun yang sedang memilih cemilannya terlihat sangat lucu dan perlahan ia mengambil moment idah itu didalam kameranya. Kemudian dia merangkul kyuhyun dan memotret dirinya bersama kyuhyun. Setelah itu banyak foto yang tercipta. Anehnya changmin tidak pernah membongkar isi kameranya melihat foto atau video apa saja yang ada disana.
.
.
.
Keduanya berjalan dibawah salju yang turun dengan tangan yang saling mengenggam didalam saku jaket changmin yang tebal, syal yang saling mengikat satu sama lain, dan dibawah payung berwarna kuning cerah. Terlalu mencolok untuk mereka yang berjalan keluar dari sebuah biokop, salah sendiri meninggalkan mobil mereka di depan caffe.
"Bukankah payung ini terlihat terlalu mencolok?" Kyuhyun melirik sekelilingnya tapi hanya mereka yang berjalan disepanjang jalan itu dengan payung berwarna kuning cerah dibawah langit malam.
Changmin menatap lurus kedepan. Dia tidak perduli orang lin mau berpendapat apa tentangnya. "Biarkan saja. Sekali-kali membuat sensasi kan tidak bermasalah. Kadang jika orang memperhatikan dengan baik seharusnya firasat mereka bisa lebih peka,kyunnie."
"Aku tidak mengerti."
"Kau memang tidak mengerti apapun,kyunnie." Changmin mengenggam tangan kyuhyun dengan eratnya didalam saku jaketnya. "Bukannya apa yang kita lakukan selama ini begitu aneh buat sebagian orang?"
Kyuhyun menghentikan langkah kakinya,membuat gengaman tangan mereka terlepas begitu saja, lalu terdiam didepan sebuah pohon yang telah penuh dengan salju itu pada dahannya, dan kemudian menatap changmin yang berada didepannya. "Aneh?" Rasanya sebuah jaruh menusuk hatinya dan seseorang menambahkan perasan lemon tepat diatas lukanya, hingga terasa memenuhi tubuh. Begitu menyakitkan.
Changmin menundukkan wajahnya untuk menatap mata bening kyuhyun. "Mungkin orang akan merasa aneh jika mengetahui aku mencintai hyungku sendiri tapi aku tidak bisa kembali berputar menghindari ini semua, Saranghae." Changmin mengeliminisi jarak diantara mereka, lalu membuat payungnya menutupi dirinya dan kyuhyun, dengan perlahan ia membuat kecupan singkat pada bibir pucat kyuhyun. "Jangan pernah pergi dariku." Ucapnya sambil mengeluarkan sebuah cincin dari dalam sakunya. "Ini mungkin tidak romantis dan sekarang kita berada dijalanan yang penuh sesak dengan manusia, namun kau harus tahu kyunnie jika dari begitu banyak hal yang menarik didunia ini. Kau adalah yang paling menarik, jadi maukah kau menjadi yang paling spesial untukku?" Tanya changmin setalah sedikit mengangkat payungnya dan meletakkan cicin yang terukirkan namanya itu diatas tangan kanannya.
Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa saat ini, rasa perih itu berganti dengan perasaan lain. Perasaan dimana seperti dirinya memiliki sayap dan dapat terbang keatas langit, membuat iri semua orang yang melihatnya. "Tentu, nado saranghae." Kyuhyun mengambil cincin yang ada diatas tangan kyuhyun lalu menyuruh changmin memasangkannya dijari manisnya.
"Maaf, karena ini tidak romantis sama sekali." Kata changmin setelah memasangkan cincin kyuhyun dan kyuhyun memasangkan milik changmin.
"Aniya, ini hal yang paling indah. Ini hari terindah sepanjang kehidupanku." Kyuhyun tersenyum lebar pada changmin,lalu mengengam tangan changmin, memasukkan kedua tangan yang saling terkait itu didalam sakunya. "Ayo, kita pulang." Kyuhyun menarik changmin untuk kembali berjalan menuju mobil mereka.
Changmin terus mengenggam tangan kyuhyun saat mereka harus meyebrang jalan dengan puluhan oranglainnya, kau dapat saja tersesat karena ini adalah persimpangan tersibuk yang ada di tokyo karena itu changmin mengenggam tangan kyuhyun dengan kuatnya dan memastikan kyuhyun selalu berada disampingnya.
*Changkyu
Kyuhyun duduk diatas ranjang tempatnya dirawat saat ini. Setelah tiga hari berlibur dengan indahnya. Rasanya ia benar-benar ingin berada dirumah kembali menikamati hari-hari indahnya tanpa obat-obatan. Rasanya tidak ada perkembangan yang berarti terjadi pada dirinya. Rasanya sama saja seperti dulu. Ia hanya butuh udara segar, rasa nyaman, dan rumahnya bersama changmin untuk membuatnya bertahan. Berada disini hanya membuatnya semakin menderita setiap saatnya. Walaupun changmin selalu ada disampingnya dan memberikanya begitu banyak semangat serta cinta tetap saja ada rasa bosan yang begitu menganjal setiap melakukan pengobatan yang menyakitkan itu sendirian. Ya, pada akhirnya dirimu yang harus melawannya sendirian tanpa oranglain.
Kyuhyun menghembuskan napasnya panjang, lalu mengambil buku kecil yang ada di laci nakasnya, dan mengores-goreskan sesuatu diatasnya. Setelah merasa cukup ia memasukkan benda itu kedalam laci nakasnya, dan mengambil kertas origaminnya. Melipat kertas itu perlahan satu sudut demi satu sudut hingga membentuk sembuah burung-burungan.
Tiba-tiba kepala kyuhyun terasa begitu berdenyut dan semakin menyakitkan. Tangannya berusaha sedikit memijat kepalanya, membuat rasa sakit itu sedikit menghilang, namun semakin terasa menyakitkan sekali, perlahan kyuhyun mengambil obat penghilang rasa sakitnya lalu meminumnya dengan bantuan segelas air dan rasa sakit itu menghilang seketika.
.
.
.
Changmin berlari sepanjang koridor rumah sakit, napasnya sudah tidak teratur sama sekali, langkah kakinya terhenti ketika sampai diruangan gawat darurat rumah sakit. Lampu mereh itu seketika mati dan dokter keluar dari dalamnya.
"Bagimana keadaanya,dok?"
"Maafkan kami." Ucap sang dokter sambil menepuk pundak changmin sebelum meninggalkan changmin sendirian.
Tubuhny terasa lemas seketika. Akal sehatnya tidak akan mempercayai perkataan sang dokter. Kyuhyunnya pasti baik-baik,saja. Ya, kyuhyun pasti baik-baik saja. Tadi pagi ia bahkan masih tersenyum lembut mengucapkan selamat pagi dan mengecup pipi changmin. Bahkan ia memakan sarapannya dengan lahap berbeda dengan hari-hari yang lalu, ia juga sudah membuat 980 origami yang tersimpang didalam toples kacanya. Ia bahkan yang paling semangat saat meminta changmin untuk mengambil kamera changmin yang tertinggal dirumah hanya untuk melihat isi kameranya. Tidak mungkin kyuhyun yang telah hampir pulih pergi begitu saja.
Changmin tidak dapat menerimanya hingga tubuh kyuhyun dikeluarkan dari dalam ruangan bersama beberapa perawat yang mendorong ranjang itu perlahan dan tubuh yang tertutup kain putih itu menghilang seketika dari pandangan changmin yang kehilangan kesadarannya.
*Changkyu
Terlalu egois memang, namja itu kembali kerumahnya setelah memberikan pemberkatan terakhir sebelum kyuhyun beristirahat ke tempat terakhirnya. Tubuhnya seakan tidak kuat menerima segalanya. Hanya ada yunho, jaejoong, siwon, kibum, serta kedua assisten yunho yang hadir disana. Tidak ada yang lain dan changmin pergi begitu saja.
Kamar itu terlihat begitu berantakkan seperti kapal pecah. Changmin memang membiarkan rumahnya seperti ini sama seperti terakhir kali kyuhyun berada disini tidak ada satupun yang diubahnya. Tempat tidur itu masih tetap sama dengan selimut yang setengah mengantung, bantal yang tidak pada tempatnya. Disampingnya kedua nakas itu terdapat pulihan jenis obat dan foto kyuhyun serta changmin yang tersenyum lebar, dilantainya ada sebuh karpet tebal yang terdapat bantal diatasnya, kyuhyun duduk disana saat malam terakhirnya berada dirumah menonton televisi dengan changmin yang memeluknya hangat. Terdapat begitu banyak cemilan disamping kerpet, kyuhyun yang meletakkannya katanya agar changmin dapat memakanya kapan saja. Begitu juga ruangan yang lain. Changmin membiarkan ruangan yang lain sama seperti kamarnya.
Changmin memeluk sebuah boneka beruang besar yang pernah kyuhyun beli hanya karena beruang itu terasa hangat dan lembut saat dipeluk. Tangannya menekan erat memeluk boneka itu dan menyesap khas aroma tubuh kyuhyun yang tertinggal disana. Alasan utama changmin tidak membersihkan kamarnya hanya karena aroma tubuh kyuhyun akan hilang jika ia membersihkannya, tidak akan ada yang tertinggal.
Jaejoong baru saja pergi satu jam yang lalu setelah mengirim kembali semua barang-barang milik kyuhyun dan changmin yang ada dirumah sakit. Yeoja itu bahkan menangis terlalu banyak hingga matanya sembam. Apalagi melihat keadaan changmin yang begitu terpukul membuatnya semakin terluka.
Tangan changmin menekan asal remotenya untuk memutar lagu yang didengarnya terakhir kali bersama kyuhyun, namun ia menemukan hal yang lain. DVD itu terputar seketika dan menampakkan sosok kyuhyun disana.
"Apa kau sedih,minnie?" Tanyanya. "Aku juga bersedih harus pergi seperti ini tapi tidak ada pilihan yang lain untukku." Ucap kyuhyun. Ia menampakkan jari tangannya yang terpasang cincin dari changmin. "Cincin ini indah sekali. Terima kasih telah memberikannya padaku. Kau yang terbaik yang pernahku miliki."
Changmin mengusap air matanya dengan tangan kirinya. Butiran bening itu turun tanpa perlu dikomandoi oleh pemiliknya. "Aku merindukanmu.." ucap changmin terbata.
"Berjanjilah padaku kau akan hidup dengan baik selanjutnya. Aku akan mengawasimu dari sana. Jangan membuatku khawatir,oke." Sebuh senyum lebar menghiasi wajahnya. "Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih karena kau mau terlahir barsamaku. Terima kasih karena kau selalu menjagaku. Terima kasih karena kau selalu membuatku tersenyum. Terima kasih karena kau selalu menghangatkanku dan terima kasih karena kau selalu mencintaiku. Saranghae." Kata-kata terakhir yang begitu tipis namun memiliki begitu banyak makna didalamnya. Video itu mati dan berganti dengan gambar kyuhyun yang sedang memaikan gitar dan bernyanyi.
"Aku menyukai lagu ini karena saat aku mendengarkannya. Minnie sedang memelukku dengan hangatnya."
I love you
Eui mee uhp neun mahl ee dwae uht ji mahn
Saranghaeyo
Ee jae wa suh
Mooseun so yong eet gaet ssuyo
Dashin bohl soo uhp neun ee byul een dae
Do lee keel soo uhp neun guhl
Jahl ahlgo eet ji mahn
Uh ddu kae deun geudael
Ja ba doo go shipeun guhl
Hoo hoo hoo
Ee sae sang ah nee la do uhn jaen ga
Oo lee da shi mahn nahl taen dae
Noon mool han bang ool do
Bo yu suhn ahndwae gaetjyo
Sarang ae bba ji gae mahn deul uht duhn
Mi so loh nahl dduh na yo
Geu mi so ha na lo
Uhn jae la do geudaereul
Ha ja nael soo eet gae
I love you
Gi uk hanayo
Chu eum geudae ae gae
Geu ggeem geu dduhl leem
I love you
Oh laen hoo ae suhya
Naegae hae joon
Geudae geu han mah di
Oo lee sarang
Ahndwael guhla saenggak haetjyo
Nuh moo na do ah leum da wut gi ae
Do la suh lyu hae ssut duhn
Nae ah pae geu dae neun
Ggoom mahn ga teun sarang euloh
Da ga wa ssut jyo
Hoo hoo hoo
Ee saesang ahnee lado uhn jaen ga
Oo lee da shi mahn nahl taen dae
Noon mool han bang ool do
Bo yu suhn ahndwae gaetjyo
Sarang ae bbaji gae mahn deul uhtduhn
Mi so loh nahl dduhna yo
Geu mi so ha na lo
Uhn jae la do geu dae reul
Cha ja nael soo eet gae
Uhn jaen ga
Oo lee da shi mahn na myun
Yak sok ha na mahn hae yo
Ee luh kae ah peu gae
Nuh moo shwip gae hae uh jil
Sarang ha jeen mahyo
Lagu itu terasa lebih menyayat saat kyuhyun menyanyikannya. Ada raut bahagia diwajahnya seperti tidak memiliki beban sama sekali. Ya, kadang ketika kita siap akan semua konsukuensi yang harus kita hadapi mungkin akan membuat kebahagian datang walaupun duka mengiringi disampingnya.
"Lucukan jika dimainkan dengan gitar. Seharusnya dengan piano tapi aku tidak bisa memaikannya." Kata kyuhyun lalu tertawa setelah menyanyikan lagu yang mewakili kisahnya sendiri. "Aku pergi.. Anyeong..." Layar itu menjadi gelap sesaat sebelum memunculkan foto-foto changmin dan kyuhyun bergantian satu demi satu. Foto ketika mereka kecil, foto ketika kyuhyun tertawa lebar melihat changmin terjatuh diatas salju. Umur keduanya sekitar 4 tahun saat itu. Kemudian berganti dengan foto changmin yang terlelap diatas karpet tebal rumah mereka, lalu foto kyuhyun yang sedang menaiki sepeda kecil. Digantikan dengan foto keduanya meniup lilin ulangtahun mereka yang ke sembilan, dan begitu berubah menjadi foto kyuhyun yang tersenyum dibawah langit kota london hingga foto kyuhyun tertawa di caffe yang mereka datangin untuk terakhir kali.
Saranghae,...
Foto changmin yang memeluk kyuhyun dibawah payungnya dengan cincin ditangan keduanya.
*Changkyu
THE END by Afta Junya
02/03/2013 -changkyu
Ini translatenya :
TRANSLATION
I love you
The only words I have to say to you are I love you
I love you
They've become such meaningless words, but I love you
But what good is it now
We'll never see each other again..
I know it's pointless, but I want to hold you back..
ho~ho~ho~
Even if it's not in this world
We'll see each other again
Not a single tear should be shed
Put on that smile that stole my heart as you walk away
That way I can find you wherever you are
Love you, Do you remember
The fluttering that was felt when we first met
I love you,
Those words were the last you gave me
Throughout our long relationship
We thought our love wasn't possible
Because it was so wonderful
You approached me like a dream
You looked like you'd turn away any moment..
ho~ ho~ ho~
Even if it's not in this world
We'll see each other again
Not a single tear should be shed
Put on that smile that stole my heart as you walk away
That way I can find you wherever you are
If we meet again, promise me one thing
Let's make our love continuous
So we don't have to say such painful goodbyes ever again...
Thanks to :
-someone –pinKyu – –wishycks -3002marya –guest –rikha-chan –blackyuline -sparkyu –kyukyu72 –reita – –dinilyu –xoxoxo -0704minnie –minniechangkyu56
-wishycks –blue minra - –blackyuline –changkyu shipper –guest -0704minnie –lee gyuraaa –aisah92
-guest - -0704minnie –wishycks
-ochaviosa –kyukyu712 –blackyuline -0704minnie –guest –yolyol
-viosgetz –yolyol –aisah92 –guest – -0704minnie –blue minra –sparkyu
-ki chaeri –terunobozu –yolyol –kyukyu712 -0704minnie –ratnasparkyu
-viosgetz –sparkyu –jmhyewon –ratnasparkyu –reegirlz0312 –aisah92 –kkyu32 –yolyol –augesteca -0704minnie
-iloyalty1 –kyukyu712 –viosgetz -0704minnie –reegirlz0312 – –anne –okta1004 –guest -jmhyewon
-augesteca –js-ie –jmhyewon –anne - -0704minnie – –yolyol –okta1004
-yolyol –jmhyewon –iloyalty1 –viosgetz - -0704minnie –kkyu32
-riekyumidwife -0704minnie –shinminkyu –ratnasparkyu - –jmhyewon –augusteca –okta1004
-aya babykyu – –yolyol –viosgetz –jmhyewon –kkyu32 –riekyumidwife - –okta1004
-ratnasparkyu –viosgetz –trutututu –yolyol –iloyalty1 –riekyumidwife –sparkyu –sarang –jmhyewon
