.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

Penulis

[]-Lightning Shun-[] ((Ellie Noclight))


Mereka menunggu bukan untuk diam

mereka menunggu untuk mencari jawaban


KOTLANG!.

Suara Desingan Jeruji-besi terdengar,hingga sampai disebuah ruangan, terlihat sosok wanita sekitar 40-tahunan nampak lusuh didalam jeruji, dengang luka-luka berat, mata hijau-nya menyorot datar, pada pemandangan hampa penjara bawah tanah, ia menghembuskan nafas berat mana kala- tubuhnya terikat dengan tali, dengan tubuh yang nampak penuh dengan luka sayatan yang berdarah segar ada pula yang tampak hanya membiru.

"Tubuh yang luar biasa,"Suara seseorang lelaki algojo nampak terdengar mendekati sel-penjara memandang sinis dari balik jeruji. "Andai kau bisa mati dengan mudah,"Desis orang itu menguma.

"Ji...Jika! Kau ingin aku mati maka Akhirilah sekarang juga, aku...siap!,"Desis Wanita itu datar.

"Tapi kau belum memberikan apa yang aku mau!,"Desisnya tajam.

"Sa..sayang sekali aku tak akan membuka apa-pun tentang hal itu, Klan-busuk seperti kalian tidak pantas mendapatkanya,"Ucap Wanita itu dengan nada mengancam.

"WANITA JAHANAM!,"Pria itu membuka pintu sel dengan kasar, lalu dengan cepat mendekat mendekati wanita yang diikat dan menendang perutnya, tendangan demi tendangan diarahkan pada titik yang sama tampa ampun, darah mengucur terus menerus sepanjang malam desisan kesakitan terus bergulir sepanjang hari tampa pasti.

BUAHK!

PHANGG!

DUAAAGHH!

Aku sudah berusaha! maafkan aku...aku tak bisa menepati janjiku!

Aku mencintaimu...Kau bagian utuh dimana aku melihat keutuhan diriku sebagai manusia!

Aku merima jati diriku apa adanya!

Hanya kau yang kuangap penting! Dimana aku bisa melihat dunia yang fana dari sisi terangnya!

Air matanya merembes perlahan dari matanya, kenangan indah dengan sosok lelaki anak kecil disampingnya, muncul kembali. Sosok lelaki yang menatapnya dengan lembut dan satu satunya menjadi tujuan hidupnya, ia menerima sisi jiwanya yang penuh senyuman dibalik tanganya yang tersimbah darah dari tubuh yang orang-orang yang mati, Anak lelaki itu selalu tersenyum dan menerimanya apa adanya.

Tiba-tiba bayangan gelap menerpa sekelilingnya, bersama dengan mekarnaya dedaunan dari atas langit tampa warna semua nampak hitam, terlihat sosok gadis muda, berambut panjang-hitam lurus dengan raut wajah datar muncul menatap dirinya dengan bingung, gadis itu mengenakan kemeja putih dengan rok-lipit hitam sekolahan (Terlihat terlalu moderen untuk jaman dinasti).

"Ini dimana?'

Gadis itu berguma bingung, menatap Wanita itu seolah tampa ancaman, sebaliknya wanita itu memandang terkejut saat mereka saling memandang mereka bagai cerminan yang sama namun usia yang berbeda.

"Dunia-yang jauh dari Dunia nyata,"

Gadis itu memandang bingung saat menatap wanita itu lebih dekat tampa sadar jarak mereka semakin mendekat, bersamaan tetesan air mata yang keluar secara otomatis dari dari mata mereka masing-masing. "Akhirnya aku bisa menemuimu, Aku...tak menyangka!,"

"Menemuiku?, Kenapa!,"Ucap Gadis itu bingung.

"Kau akan tau nanti,"Ucap Wanita itu lalu memeluk-nya erat dengan air mata menguras dengan isakan lemah, Air mata misterius dari keduanya seolah tak terbendung sebelum sebuah hempasan angin memisahkan keduanya.

"AHHH!,"

"EHHHH,!,"


[PROTOKOL PENYELAMATAN]

[ATAS PERSETUJUAN BILL-VIRTUAL]

[PENETRALAN RACUN AKTIF]

[PERLINDUNGAN DAYA TUBUH AKTIF]

[AKTIFKAN DAYA TAHAN SERTA REGENARASI]

[PENANGANAN DARURAT AKTIF]


O{Anda harus tetap hidup Mam, Karna anda masih punya keinginan itu}O

O{Anda harus bangkit...Selama Intruksi akan dilakukan selama sehari, jadi saya akan melakukan kejut bius pada anda}O

Suara oprator muncul dikepala Kirie, namun gadis itu tidak kunjung memberikan respon saat ini gadis itu kembali terbaring didalam ruangan penyembuhan, dengan kondisi lebih parah bukan hanya luka pada Kirie, yang terjadi tapi juga keadaan istana nampak sangat kacau.

Akibat kejadian ini pengawal dari Cao-Cao nampak berjaga dan beberapa diletakan di area penginapan, begitu pula beberapa penjaga nampak dikerahkan menjaga diarea penyembuhan atas perintah General Lu Bu. Sejak kejadian kemarin wajah Cao tun Pangeran dari Wei nampak beberubah berbeda, dilain hari biasanya menunjukan sisi santai yang nampak hangat pada semua orang, namun dia tetap saja sosok seorang Wei yang tak bisa diabaikan jika dia orang yang berbahaya.

"Nampaknya ada yang keluar jalur!,"Suara helaan nafas terdengar dari sosok seseorang lelaki berambut panjang hitam, bermata hijau menatap kondisi Kirie. "Keseimbangan mulai runtuh, Alasanmu datang kedunia ini sudah ada dan aku mulai tahu penyebabnya,"Desis orang itu menatap tajam Leontin yang ada di leher Kirie, Leontin berbentuk bulir-air. "Dan akutak tahu dia mengambil jalan ini, untuk menarikmu,"

"Apa yang anda lakukan disini Tuan Shun,"Desis General Lu Bu menatap datar, ia melirik serius sosok Shun yang sudah ada didekat ranjang Kirie, serta memberi tatapan waspada padanya. "Tempat ini sedang dilarang untuk dikunjungi-tamu,"Desis Lu Bu datar.

"Maafkan aku,tadi aku datang kemari dan tak ada dayang atau para tabib,"Ucap Shun.

"Mereka nampanya sedang membuat obat diruangan sebelah,"Desis General Lu Bu, sementara Shun nampak lalu memeriksa suhu temperatur tubuh-nya Kirie.

"Pengobatan tabib utama kerajaan memiliki hasil yang memuaskan,"Ucap Shun datar sebelum berbalik menuju kearah pintu ruangan. "Omong-omong Aku dengar Tuan Cao-tun memotong tangan dari salah satu penjahat-wanita yang berhasil diringkus, apa anda sudah tahu,"Ucap Shun datar.

"Li Yingqi sudah aku tugaskan untuk mengurus masalah Introgasi, dia bisa dipercaya dan kurasa sifat keduanya cocok untuk menangani masalah ini,"Ucap General Lu Bu. "Saya akan bertugas untuk perlindungan Kaisar serta dewan tamu petinggi,"

"Aku harap demikian, Jika terus begini perjanjian perbatasan akan batal,"Ucap Shun menghelah nafas, lalu melirik kembali wajah Kirie yang tertidur. "Kirie kau tidak boleh mati setelah beberapa perubahan kecil yang terjadi disekitarmu,"

Sepeninggalan Shun ruangan kembali sepi diisi oleh satu pasien dan seorang penjenguk(?). Kondisi itu nampak, kembali hening tampa ada suara. Ditempat itu, bersamaan sebuah tatapan dingin-teguh pada sesosok Gadis yang terbaring.

Suara langkah-kaki terdengar perlahan melewati pijakan tak berdasar, sosok seorang anak lelaki yang bertubuh hollogram, berusia sekitar 15 tahun nampak mendekati sosok Gadis yang tertidur dikelilingi beberapa hollogram melayang dengan beberapa cahaya komputer disekitarnya. {Welcome Mam..!}

"Tei..yang?," Panggil Kirie menatap anak Lelaki hollogram, itu namun ia langsung berdecih dan menghelah nafas karna salah merespon. "Rupanya kau Billy?," Ucap Gadis itu menatap anak lelaki itu nampak tersenyum.

{Sudah lama terakhir saya mengunakan sosok ini! Untuk mengobati anda} Ucap anak itu tersenyum manis lalu menghelah nafas{ Sosok Original saya sejak saya bersatu dengan tubuh anda, apa ada yang salah?} Tanyanya dengan polos.

"Tidak,"Ucap Kirie datar ia lalu menatap Billy. "Billy selama aku tertidur apa tak ada masalah pada tubuhku?,"Ucapnya.

{Ya!} Ucap Billy mengangguk. {Saya lupa menyampaikan jika Segel dipunggung anda Aktif kembali} Jelasnya menghelah nafas. Kirie menatap kearah sebuah pintu kecil bercahaya kuning.

"Baiklah aku akan bangun, tolong tangangani dari dalam,"

{Tapi tubuh anda butuh waktu} Sementara Kirie lalu memijakan kakinya dilantainya lalu membelai pucuk kepala Billy dan memberi senyuman tipis.

"Aku, bisa mengatasinya,"Ucap Kirie. Lalu menatap sebuah pintu bercahaya satu-satunya dipusat gelap tempat ini. "Dan soal pertarunganku dengan Fenghuang, maaf jika aku memintamu untuk melepas perlindunganku,"Ucap Kirie.

{Aku mengerti Mam, Saya akan menangani semuanya dari dalam,}Ucap Billy memberikan senyum cerianya, senyuman yang terpampang Familiar yang selalu menguatkanya sejak dia kehilangan orang yang penting baginya dari dulu.

Kirie terdiam langkanya nampak dipercepat menuju pintu bercahaya kuning. Semakin dia merasa mendekati pintu itu, ia tahu semakin dia mendekatinya semakin merasa ia akan memperoleh kesadaran tubuhnya kembali atas tubunya, ia tahu akan menghadapi banyak persoalan yang menurutnya rumit, tentang Segelnya, luka ditubuhnya, mimpi aneh, Pertarunganya dengan Fenghuang, juga pertemuanya dengan He Taiyang entah kenapa ia merasa belum nyaman dengan kenyataan, bukan dia benci sosok lelaki masa-lalu yang selalu tersenyum seperti matahari dimasa kecilnya yang suram, hanya belum siap dan uhhh...canggung Maybe.

DEG!

Mata Kirie membulat merasakan sebuah sentuhan jemari seseorang diwajahnya, karna terlalu dekat dengan pintu-bawah sadarnya, dan mengetahui apa yang dirasakanya tubuhnya meski kesadaranya hilang, perlahan jemari seseorang terasa di pipinya.

Jemarinya dingin, kasar, namun lentur

Tampa cairan atau sesuatu yang dipegangnya.

Kirie bermaksut berlari kearah pintu- Alam bawa sadarnya untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum merasakan tubuhnya tiba-tiba me-ngaku memegang pinggiran pintu, ia merasakan sentuhan suhu tubuh yang dingin, dan berakhir sebuah benda kenyal sesuatu yang menempel tepat di bibirnya.

DEG!

"Siapa yang-!,"Ucap Kirie menatap Shock, mengebrak pintu dengan cepat. Bersamaan sinar indah menyilaukan menyerbuh dan merasuki matanya. "UHG!,"

"Kau sudah bangun?!,"Kirie membuka matanya dengan melotot namun pandanganya menyengit saat ia merasakan tubuhnya merasakan rasa sakit secara bersamaan, ia melirik Sosok lelaki yang baru saja nampak memasuki ruangan. "Bagaimana perasaanmu?, Kau tak sadar selama 3 hari, sejak duel latihan itu,"Ucap Orang itu.

"Tei..yang?!,"

"Aku baru saja, Datang, hei kenapa wajahmu merah kau baik-baik saja Kizu?,"Panggil Pria itu mendekati ranjang dengan penuh kebingungan. Sementara Kirie masih kaku ditempat dan menatap lelaki itu tajam. "Kau baik-baik saja?,"Ucapnya dengan muka tak berdosa.

"Bukan Teiyang!,"Ucap Desis Kirie dalam hati."Ngomong-ngomong kenapa tubuhmu penuh darah begitu?,"Tanya Kirie membuang muka menghadap jendela. "Mood-mu nampak buruk!,"Ucapnya lagi.

"A-Aku Baik-baik saja! Hari ini aku sedikit sibuk! Tenang ini bukan darah-ku,"Ucap Cao Tun lalu mengambil kursi disudut ruangan lalu menatap Kirie-datar."Kau belum menjawab pertanyaanku bagaimana keadaan-mu?,"Tanyanya lebih serius lalu meletakan senjata miliknya disamping tempat tidur dan Kirie menatap penuh minat aura mematikan dari senjata Cao Tun.

"Lebih baik, Terimakasi..."Ucap Kirie mengerakan kedua lenganya yang terasa pegal kemungkinan karna tidur berhari-hari. Lalu ia memandang sekeliling sebentar lalu mengambil sebuah kain-bersih yang entah ada disamping bantal-nya. "Lap wajahmu penuh dengan darah,"Ucap Kirie.

"Ketampanan-ku tak akan memudar hanya karna wajahku terkena darah,"Ucapnya tertawa mengibur sementara Kirie memutar matanya lelah, menangapi semua respon pria itu.

"Aku tak-mengeritik soal fisikmu, tak perlu memutar pembicaraan langsung saja pada intinya?,"Ucap Kirie datar, sementara Cao Tun nampak memutar mata bosan kali ini. "Bagaimana soal kejadian setelah adu-latihan dengan Fenghuang?,Dan Aku tak sadarkan diri?," Tanya Kirie datar, sembari melipat tangan didepan dada.

"Huuhhh!Intinya semua tak terlihat baik-baik saja saat kamu taksadarkan diri Li Yingqi membubarkan latihan, sementara General Lu Bu membawamu ke tempat herbalis secepat mungkin, meski Fenghuang masih tak menerima pertandingan ini, aku sudah menjelaskan beberapa-hal padanya membuat dia tak akan protes tentang apa-pun?,"Jelasnya.

"Hanya itu?,"Ucap Kirie cepat.

"Ada lagi yang ingin kau tanyakan?,"Tanya-nya dengan tangan yang tengah melapwajahnya dengan Kain pemberian Kirie. "Sepertinya aku harus banyak menjelaskan hari ini,ya?,"Ucapnya.

"Lalu soal musuh yang menyerang itu, apa sudah ketahuan?,"Tanya Kirie. "Aku sedikit kepikiran,"Jawabnya serius, dan respon dari pria itu juga nampak terlihat lebih serius dari sebelumnya, Narator : Hei-hei kemana aura santai tadi?.

"Soal itu, kejadian kemarin nyaris membuat warga panic dan membuat pihak-kerajaan istana ditutup saat ini hanya tamu istana, yang boleh masuk itu pun dengan kertas izin, sementara warga lokal dilarang memasuki Istana tampa persetujuan Kaisar,"Jelasnya panjang kali lebar.

"Ternyata bisa serumit ini kejadianya?,"Ucap Kirie membuang pandangan kearah jendelah. "Lalu adik-mu Fenghuang?,"Tanya-nya lagi.

"Fenghuang saat bersama dengan para-putri yang datang dari berbagai wilayah di paviliun dibawah kekuasaan Permaisuri Fu, dan para pria juga dipindahkan di kawasan yang berbeda menghindari penyusupan,"Ucap Cao Tun.

"Huh...Kupikir Kaisar tak akan mertindak seperti ini,"Respon Kirie. "Orang itu pasti ada dibelakangnya?,"Desisnya menambahkan dalam hati.

"Kizu?,"

"Ya?,"

"Kita baru saja ngobrol setelah bertahun-tahun! Ummm..Aku ingin berbicang akan berapa hal kau setuju?,"

"Tentu? Apa itu!,"

"Mau bertanya apa?,"

"Setelah perpisahan kita berapa usiamu dan keadaanmu saat ini?,"Tanyanya dengan tatapan penuh rasa keingi-tahuan.

"Usiaku umm...saat ini 17 tahun, dan keadaan-ku tidak terlihat spesial saat ini aku bekerja sebagai Prajurit disekolah Militer untuk pemerintahan dan keamanan masyarakat-apocalpse,"Ucap Kirie menghelah nafas, seketika berbeda dengan Reaksi Cao Tun yang nampak terkejut lalu memeluknya dengan spontan.

"KIZU AKU SENANG SEKALI MENDENGARNYA!,"Jerit Bahagia wajah Ceria tak sesuram sebelumnya,membuat Kirie gugup, namun ia menunduk menyembunyikan senyuman-naif yang dia punya, jika He Taiyang belum berubah sama sekali, sejak mereka terpisah 10 tahun lalu. "Lalu apa yang terjadi dengan keluargan-mu,"Tanya Cao Tun diselah tubuhnya memeluk Kirie.

"Mereka...Sudah...Mati!,"Desis Kirie menyorotkan tatapan suram dan aura positif tadi terpancar langsung memudar dengan cepat. "Klan itu sudah hancur, setelah itu aku menyerahkan diri pada pemerintah,"

"Klan Shinzu Hancur,"Ucap Cao Tun kaget ia melonggarkan pelukan-nya menatap wajah Dingin Kirie yang menatap kearah armor dada milik Cao Tun, dan memutuskan tidak niat untuk menatap pria itu. "Apa yang terjadi! Bagaimana mungkin,"

"A...Aku membantai Klan Shinzu dan membunuh Pemimpin,"Ucap Kirie dingin. "Aku-lah yang membantainya- A..ku," Desis Kirie diam lalu Cao Tun tidak berniat untuk bertanya pada akhirnya hanya memeluknya, sementara Keberadaan Li Yingqi yang mendengar pembicaraan kedua kakak beradik hanya diam dan sedikit mengingatkanya dengan seseorang.


Aku harap aku bisa bertemu denganmu Lagi setelah bertahun-tahun...

Kita punya alasan untuk hidup dengan jalan kita masing masing kan...

Karna kau dan aku bagai Hitam, putih dan Abu-abu...

Tunggu dan lihat apa bagian dari kita bertiga dapat saling memahami...

Ata justru kita Rival di pertempuran...

Apa aku bisa memanggilmu

Saudari


Sebuah langkah kaki terdengar tergesa-gesa sosok seorang gadis-pelayan memasuki sebuah ruangan sembawa tumpukan banyak scorl ditanganya, lalu memasuki ruang indah nan agung. "Hormat saya yang Agung Yang muliaPermaisuri,"Ucapan sang pelayan wanita menatap sosok anggun duduk disingasana.

"Angkat wajahmu, lalu bicara! Apa yang ingin kau sampaikan?,"Ucap Permaisuri dengan tatapan serius.

"Ayahanda anda memberikan sebuah gulungan dan meminta saya menyerahkan amanat beliau pada anda,"Ucap Sang Dayang lalu menjulurkan sebuah Scorl bertali-emas dengan pose menunduk.

"Apa! kalau begitu serahkan padaku,"Ucap Permaisuri Fu. Bersamaan dayang utama sang Permaisuri nampak bergerak untuk mengambilkan barang pemberian Sang dayang lalu

Dengan lekas memberikanya pada Sang Permaisuri. Permasuri langsung membuka pesan dengan singkat tampa aba-aba.

Jika kau sudah mengecek semua kondisi

Ingatlah putri-ku kau satu satunya yang bisa mengatasi permasalahan di Area Pafiliun Utama

Lakukan apayang harus kau lakukan

Saat ini kau bukan lagi selir-rendah lagi

Kau punya alasan untuk menjalankan rencana sekte

Manfaatkan itu!

Sang permaisuri meremas surat dengan tatapan cemas lalu memandang kosong, saat seorang dayang memasuki ruangan mengungumkan sesuatu, jika seorang tamu datang ingin menemuinya."Yang mulia Dong Zuo ingin bertemu dengan anda?," Ucap Dayang itu.

"Persiapkan semuanya, pertemukan aku denganya,"Ucap Permaisuri Fu. "Kuharap pergerakan mereka tidak mencurigakan," Ucap Fu menambahkan diakhir kalimat dengan suara yang sangat rendah.


"Mereka sudah bergerak!,"Ucap Gema berjalan pelan mengitari sebuah meja dan menatap beberapa lembar kertas-talas berisi laporan kecurigaan dalam masalah yang terjadi akhir-akhir ini, ditengah meja juga terdapat pasir hitam yang disimpan dalam sebuah guci-mungil. "Apakah ini!,"Dengan pose berpikir Gema kembali memeriksa laporan tampa kenal waktu.

"Bagaimana Hasilnya,"

"General Lu Bu, anda habis darimana?,"Ucap Gema menatap datar. Sosok Lu Bu berjalan mendekati Gema dengan tatapan dingin, dan tak menjawab pertanyaan itu.

"Pergi! Memeriksa penjara dimana mata-mata ditahan."Ucap Lu Bu datar lalu menatap guci berisi pasir hitam itu diatas meja. "Kau masih menyimpan pasir-hitam itu?,"Ucap Lu Bu.

"Untuk penyelidikan! Mmmm! Lalu apa anda menemukan sesuatu di Penjara!?,"Tanya Gema.

"Saat di-penjara saat bernegosiasi! Pangeran Cao Tun, Memenggal tangan dari mata-mata-wanita yang tak mau memberikan kesaksian tersebut,"Ucap Lu Bu.

"Ke-Kenapa Pangeran itu ikut campur!,"Tanya Gema dengan tatapan datar. "Tidakseharus-nya jika seorang tamu kerajaan lain turut ikut campur dalam masalah kerajaan kita,"Ucap Gema menghelah nafas dalam-dalam.

"Sepertinya karna ini soalpertarungan putri-Cao Fenghuang sehingga sebagai salah satu kakak yang turut hadir keistana dia punya tanggung jawab penuh terhadap saudaranya,"Ucap Lu Bu. "Apa lagi bisa jadi mereka memiliki kesimpulan jika musuh-luar nampaknya mengincar orang penting Yang-mulia Cao-Cao selama mereka diluar istana mereka,"Jelas Lu Bu.

"Aku merasa itu bisa jadi alasan yang cukup dalam dugaan sementara,"Ucap Gema lalu mengambil salah satu kertas berisi laporan dan seketika rautnya berubah. "General Lu Bu,"Panggil Gema.

"Ya ada apa GeneralGema?,"Tanya Lu Bu seketika menatap Gema.

"Apakah mungkin? ada, kemungkinan ada konspirasi terselubung yang melibatkan kerajaan Han dalam rencana ini?,"Ucap Gema bangkit dengan tegap lalu mengeluarkan belati-nya lalu menusuk salah satu kertas laporan dengan wajah kesal.

"A-apa maksut anda General Gema?,"Tanya Lu Bu dengan pandangan serius, saat Gema tengah memainkan Belati itu ditanganya sendiri. "Apa kau tak mempercayai Kerajaan-mu sendiri?,"Tanyanya Lu Bu.

"Aku tak mempertanyakan itu!, tentang jabatan, kepercayaan terhadap istana ini atau apa yang berhubungan dengan kita, tapi pemikiran itu muncul dikepala-ku saat aku memeriksa semua laporan ganjil ini, yang menjurus pemikiranku pada Apakah ada penghinanat di sekitar kita, atau jangan jangan di dia orang kita sendiri!,"

[Bersambung]

[Sabtu-15-september]


Hai semuanya aku mau menyampaikan akan ada perobakan besar besaran cerita mau dari Fanfic dan Wattpad karna jenis cerita di akun Wattpad akan memiliki tema Manhua bukan lagi Dynasty warrior,

Kenapa?

Alasanya adalakarna tema ceritanya adalah Story general Lu bu

Dan juga !

beberapa diantara cerita sengaja dilakukan perobahan karna beberapa insident yang terjadi beberapa bulan belakangan eh enggak setahun lalu malah.

Saya mendapat kabar dari rekan jika cerita saya di-Plagiat 78% menyebabkan saya dapat laporan dari pembaca jika saya dituduh melakukan tindakan Plagiat atas Karia saya ini. Dan akun saya siapditutup, saat di lihat orang cerita yang di plagiat dari chapter 1 sampai 7 chapter, ini sungguh keterlaluan.

Dia mengopi setiap alur, karakter pendukung, bahkan karakter Kirie juga.

Makanya semenjak ada kebijakan anti playgiat mulai di Fanfic saya mulai menulis lagi, saya juga sudah memberi keasaksian pada Admin jika cerita ini murni buatan saya dan bersaksi jika semua karakter yang ada didalamnya ada atas perijinan setiap crater-oc dan sudah disetujui.

Nah mari kita kepembahasan perubahan cerita yang sudah berubah dari chapter 8.

(Spoiler awal emang tapi gak apa-apa toh alurnya mulai dirubah dan juga dirobak kearah lebih sesuai)

Diceritan awal perencanaan Kirie memiliki trauma masa-lalu karna berteman dengan anak dari musuh utama klanya dan dia bukan seorang laki-laki (He Taiyang) melainkan kakak perempuan bernama (Yaona Seul) ceritanya adalah kakak-angkat perempuan Kirie meninggal ditangan Ayah Kirie serta dipenggal hidup-hidup didepan matanya. Dan ketika sampai Kirie ditarik oleh pusaran Waktu Kirie di-pertemukan oleh Li Yingqi yang merupakan murit-utama dari General-Lu Bu yang memiliki kemiripan baik rupa bagai sisi cermin, pembawaan, sikap yang mirip dengan Yaona Seul kakak angkatnya yang meninggal dimasa depan.

Awalnya :(Tampa sadar Kirie dekat sebagai sosok kakak dalam masalalunya) dan Li yingqi adalah salah satu Karakter yang bisa merubah sisi pendirian Kirie sekeras batu lebih lunak.

Tapi

karna perubahan cerita dan aku merasa, agak janggal dibeberapa sisi dengan plotnya kurang memuaskan, aku merubah karakter kakak-angkat kirie menjadi Cao Tun seorang yang terdampar dari masa depan dan nasip membawanya menjadi Putra-angkat Cao Cao diusia 15 tahun oleh Wei. Diplot awal Sisi dimana Shock Kirie masih sama tak berubah, tapi insident-nya berubah Ayah Kirie menusuk Jantung Kakak-angkatnya , dan melempar tubuhnya ke jurang saat Kakaknya bermaksut membawa Kirie kabur meninggalkan klan masing-masing, setelah itu jasat He Taiyang tidak pernah ditemukan dan Kirie menganggap laki-laki itu sudah meninggal.

Awalnya :dari catatan lama (sebelum laptop lama dicuri T_T) Karakter Cao Tun muncul sebagai Rival Lu Bu dan bertanggung jawab atas kematian Adik kandung Li Yingqi serta bertanggung jawab juga dalam eksekusi mati para selir dan permansuri fu, warga Dinasty Han saat perang terjadi karna Permaisuri dianggap Penghianat Cao Cao.

Jadi Li Yingqi punya alasan jadi Rebels dan punya alasan hidup untuk balas dendam (tapi gak jadi...:V) kalau sekarang dia punya urusan lebih rumit dari sebelumnya dengan Joule dan Cao Tun, serta satu orang lagi.

Sebenarnya banyak perubahan yang terjadi juga pada karaker Fenghuang, Gema,Pao Tao, Joel namun dan beberapa karakter lain juga yang ikut berubah untuk memperbaiki . Akan saya bahas di chapter selanjutanya.

Bye bye minaaa!