Previous

"Yixing-ah maafkan aku ne, aku tahu aku salah maafkan aku. Jangan seperti ini"

"Hiks... Hiks... Hiks..." bukan menjawab Lay hanya menangis dan memukul dada di depannya kasar

"Maafkan aku, maafkan aku" Suho mengatakan kata - kata itu terus menerus mencoba menyakinkan kekasihnya hingga orang di dalam pelukan itupun berhenti memberontak dan tertidur karena lelah di bahu Junmyeon

Tak ada pergerakan dari namja Kim disana. Ia membiarkan kekasihnya menumpahkan rasa lelah dan tertidur pulas. Setidaknya langkah untuk memperbaiki hubungan mereka sedikit terbuka

.

.

.

Chapter 14

HeartBreaker

By : D' eXcrusius Paripachuka

.

.

.

Title : HeartBreaker

Cast : Kim Junmyeon x Zhang Yixing (SuLay)

Other Cast : HunHan, Kaisoo, ChanBaek, ChenMin, KrisTao

Romance, Crime

Yaoi, BDSM, Typo (s)

Rate : T - M

.

.

.

Summary

Suho seorang tuan muda tampan dengan kekuasaan bak pangeran berdarah dingin tiba - tiba terjerat permainan seorang yang membuatnya jatuh. Tidak tidak, bukan jatuh cinta, tapi jatuh karena kebodohannya

Kebodohan membiarkan logikanya dipermainkan dengan manis yang membuatnya lupa bahwa ini semua hanyalah sebuah game

Menyerahkan seluruh hidupnya, ambisi, arogansi, harga diri. Sekarang apa yang ia punya? Hanya penyesalan dan tekat untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya. Termasuk 'dia' seorang yang berani membuang dan mencampakannya di tengah keterpurukan. Ya hanya 'dia' Zhang Yixing

Keluarga Mafia / kekerasan / pelecehan / Yaoi / BxB / DLDR / BDSM / harap berfikir dewasa / SULAY area

.

.

.

SM high school kembali memiliki nyawanya saat para penguasa mereka memasuki area tersebut

Sudah beberapa hari ini memang Suho and the genk tidak mengikuti rutinitas sekolah karena hal - hal pribadi yang mereka lakukan

Hari ini semuanya kembali seperti semula, Suho memasuki sekolah itu disambut teriakan dari banyak sekali pasang mata yang menatapnya berbinar

Kai dan Kyungso menyusul di belakangnya dengan langkah berat dan pelan, mengingat kaki namja berkulit tan itu masih bengkak dan nyeri

Begitu pula Sehun dan Luhan yang menjadi full obyek pembicaraan karena Luhan memasuki sekolah dengan sebuah kursi roda yang didorong oleh sang kekasih. Mencoba cuek keduanya lebih senang menatap depan dengan angkuh dan kharisma bertebaran

Sedang Chanyeol? Yeah, si happy virus itu terlihat sangat bangsat dengan style baru miliknya, wajah yang biasanya tersenyum 5 jari betransformasi menjadi dingin, angkuh dan tak berperasaan

Sungguh pemandangan aneh namun tetap menjadi pusat perhatian dan teriakan penjuru koridor

Kelimanya pun berpisah di kelas masing - masing kecuali Sehun yang masih dengan setia mendorongkan kursi roda kekasihnya menuju kelas senior di lantai tiga

Untung saja sekolah ini bertaraf internasional dan elit, jadi terdapat lift khusus yang dapat mereka gunakan dari pada bersusah payah menaiki anak tangga

Sesampainya di kelas, Sehun meninggalkan Luhan dan menitipkannya pada sosok senior gembul kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Xiumin. Dan sama seperti Chanyeol, aura ketenangan yang biasanya di pancarkan namja ini berubah menjadi sedikit kelam bak upacara kematian

"Hyung, aku titip Luhannie ku ya. Jangan biarkan dia berkeliaran dengan kursi roda ini sendirian"

"Yak Sehunna! Apa kau pikir aku bisa jalan - jalan menjelajahi lorong koridor dengan kursi ini hah?" ucap Luhan sarkas

Xiumin hanya menatap keduanya tanpa ekspresi lalu mengangguk menanggapi Sehun

Luhan dan Sehunpun yang melihat raut Xiumin hanya mengedikkan bahu. Mungkin perang dingin yang ia lakukan dengan Chen masih berlaku hingga sekarang pikir keduanya

Sehunpun pergi beranjak kembali kekelasnya dengan langkah mengayang, karena jujur saja ia masih ingin menemani kekasih rusanya itu setiap waktu

Suho memasuki ruangannya yang sepi, walaupun banyak anak yang sudah duduk rapi di tempat masing - masing menunggu datangnya saem namun ketidak hadiran Lay di salah satu kursi penghuninya membuat hati kecil Junmyeon hampa

Dengan berat ia melangkah menuju bangkunya namun baru dia berbelok menuju tempat singgahsananya itu seorang namja menabrak dirinya tanpa sadar membuat orang itu mengaduh kesakitan

BRUGH!

"Akh! appo" pekiknya lucu tak sadar dengan siapa yang baru ia tabrak

"Mianh- " ucapannya tak ia lanjutkan saat kepala itu mendongak dan menemukan sosok yang ia hindari tengah menatapnya dari jarak dekat membuat Lay reflek mundur 2 langkah

"Yixing-ah ap-" belum Suho menyelesaikan katanya namja yang baru saja menabrak tubuhnya itu berlari menghindar lagi dan mengahmbur memeluk Luhan dengan mata berkaca - kaca

Greb!

"Luhaaaaaaannnnnnnn"

Luhan yang di serbupun hanya mampu membalas pelukan namja berdimple itu mencoba membuatnya tenang agar tak menangis lagi di hari yang cerah ini

Bahkan dapat Luhan dan Xiumin lihat bahwa ada sebuah kantong hitam di pelupuk mata namja tersebut, belum lagi wajah sembab dan bengkak di beberapa sudut rasinya karena terlalu banyak menangis

"Sstt, tenanglah Lay. Kami bersamamu" Xiumin mengelus punggung sahabatnya lembut

Luhanpun menatap Suho dan memberinya kode agar membiarkan Lay sendiri untuk beberapa saat. Membuat Suho mau tak mau menghembuskan nafas kasar dan beranjak pergi keluar kelas menuju basecamp mereka agar Lay tak merasa terganggu lagi atas kehadirannya

.

.

.

Kantin yang biasanya ramai kini masih terlihat sepi. Tentu saja, jam masih menunjukkan pelajaran aktif sekarang namun sepasang insan disana malah asyik meletakkan kepalanya di salah satu meja kosong yang tersedia

"Chen-ah, bagaimana hubunganmu dengan Xiumin hyung?"

Namja yang di maksudpun menghela nafasnya kasar

"Haahh, sama seperti hubunganmu dengan Chanyeol"

Kedua insan tersebut masih berkutat dengan masalah masing - masing tanpa ada niatan beranjak sedikitpun. Hingga seorang lagi ikut nimbrung tanpa ijin di samping Baekhyun dan langsung meletakkan kepalanya di meja, sama seperti yang di lakukan dua orang lainnya

Chen dan Baekhyun pun mendongak, berbalik melihat siapa sosok asing itu

"Hyung, apa yang kau lakukan disini?" Baekhyun membuka suara

"Merenung. Aku bosan di basecamp sendirian"

"Kenapa kau membolos? Bukankah kelas akhir segera ujian?" Chen berujar

"Haaah, Yixing sedang menghindariku sekarang. Jadi aku memberikannya sedikit waktu untuk sendiri"

Kedua insan tadipun hanya mangguk dan kembali melanjutkan aktifitasnya meletakkan kepala di meja dalam diam mencoba menerka penyelesaian masalah mereka

Masih Junmyeon ingat saat kemarin ia menemukan Yixing tertidur dibahunya, wajah yang begitu polos dan tanpa dosa. Dengan pelan di baringkannya tubuh itu

Junmyeon menyusul Yixing di sampingnya. Tak ada yang ia lakukan, hanya masih menatap kosong objek didepannya dengan sayang

Nyonya Kim masuk kedalam kamar Yixing membawa sebuah nampan berisi beberapa makanan namun suguhan di hadapannya membuat langkah itu terhenti dan berbalik

Pasalnya ia melihat Suho sedang menikmati pemandangan wajah Yixing dengan tangan mengusap pipi mulus disana. Tatapannya begitu teduh dan tulus

5 jam berlalu dengan cepat, Yixing mulai menggeliat dalam tidur. Ada aroma mint yang kentara di ujung penciuman miliknya, ingin ia membuka mata

Namun sebuah lengan mengunci pergerakannya dengan mata masih tertutup. Hal pertama yang Yixing rasakan adalah 'Nyaman'. Tanpa sadar diresapinya lebih lama aroma yang keluar dari tubuh Junmyeon tersebut

Hingga suara dengkuran halus membuatnya dengan cepat membuka mata. Reflek Lay mendorong tubuh dihadapannya membuat orang itu terjatuh

BRUGH!

Nafasnya terengah melihat namja yang baru saja ia dorong. Suho meringis merasakan tubuhnya menghantam lantai dengan elit

Lay menarik selimutnya sampai ke leher dengan posisi masih terduduk bersiap untuk mengeluarkan lengkingannya

Suho secara pasti berdiri dan mendekati kekasihnya yang tengah terguncang itu

"Yixing-ah tenanglah, aku tidak akan menyakitimu aku janji"

Lay menggeleng cepat

"Pergi... Pergi..." Lay bersiap mengucurkan air matanya lagi. Sungguh ia trauma, ingatannya saat alat - alat laknat itu memasuki tubuhnya terasa amat ngilu

"Bi-bi.. Hiks bibi..." Lay mencoba memanggil nyonya Kim yang entah dimana

Suho mulai panik melihat kondisi Lay yang mengerikan

"Yixingie, maafkan aku kumohon" Suho berusaha meraih kekasihnya

Lay masih menggeleng

"Geeeegggeeeee! Hiks maaammaaaa!" teriak Lay anarkis memanggil orang terdekatnya

Nyonya Kim yang mendengar teriakan itupun segera berlari menemui putra keduanya yang tengah menangis takut menatap Junmyeon dan langsung memberikannya pelukan

Suho terdiam, ini kelewatan. Ia harus bisa membuat kekasihnya itu kembali seperti semula. Dan sekarang tekatnya sudah bulat!

BRAKK!

Suho menggebrak meja di hadapannya membuat dua orang lain yang tengah galau itu keget bukan main

"Yak hyung! Kau ingin membunuh kami hah?" Baekhyun bercrocos ria

Suho masih diam dan beberapa saat kemudian menatap dua komplotannya tajam

"Kita harus bisa membuat mereka kembali"

Chen dan Baekhyun saling bertukar pandangan, mencoba memahami jalan pikiran seorang Kim Junmyeon selaku ketua mereka

.

.

.

Xiumin tengah berdiam diri di sudut belakang ruang penuh buku disana. Mencoba mengalihkan perhatiannya dari sosok sang kekasih yang beberapa hari lalu berhasil membobol keperjakaannya

Ia bukannya marah, hanya kecewa karena hal yang paling ia prioritaskan telah hilang meninggalkan bekas tak terlihat

Sedari tadi ia hanya sibuk membolak - balik halaman demi halaman sebuah buku tanpa niat membacanya sedikitpun hingga seorang dengan tumpukan buku di tanggannya mendekat dan tak sengaja menjatuhkan diri

Membuat Xiumin yang wataknya memang suka membantu reflek mengambil dan menata satu per satu buku itu di atas meja

Namun ada hal aneh yang ia temukan, tiap buku itu memiliki judul saling bertautan

'Cintaku bukanlah bualan'

'Hati tercipta tuk kehidupan'

'Maaf adalah pencerahan'

'Pendosa itu aku'

'Cinta hidup di antara kita'

'Maafkan aku'

'Mencintaimu segenap hati'

'Kau tujuan hidupku'

Xiumin terhenyak, mengapa buku - buku itu mengingatkannya pada sosok Kim Jongdae kekasihnya

Buku terahir yang ia pungut terbuka di tengah halamannya dengan sebuah sticky note berwarna cerah menarik perhatian

'Perpustakaan - tempat kita bertemu untuk pertamakalinya. Ingatkah rak mana yang menjadi saksi pertemuan itu?'

Xiumin berfikir sejenak kemudian berdiri dan berlari menuju sebuah rak panduan bahasa asing di sisi ruang luas yang ia singgahi mengabaikan orang yang ia bantu tadi

Sebuah note ia temukan lagi terselip di sekat pemisah antar kategori

'Apa kau sudah menemukan catatan ini? Aku senang ternyata kenangan kita belum kau lupakan. Ah! Aku masih kesulitan menyelesaikan tugas aritmatik apa kau tahu?'

Dengan cepat Xiumin berlari menuju sebuah rak besar dengan berbagai buku dengan banyak angka di sampulnya. Dengan teliti ia mulai mencari beberapa buku dalam tumpukan itu, dan sebuah catatan kecil lain ia dapat

'Dari berbagai rumus ini kenapa tak ada satupun yang memberiku cara agar bisa membuatmu tertawa? Itu menyebalkan. Bahkan saat novel family yang kapan lalu kau berikan padaku, masih membuatku berfikir mengenai arti didalamnya'

Xiumin bagai tak lelah mencari lagi sebuah buku di dalam urutan rak bertajuk novel itu dan menarik satu sambul berwarna tosca dengan cover sebuah keluarga didepannya

'Aku masih tak mengerti tentang buku ini. Tak bisakah kau mengajariku langsung? Rumah ini perlu pondasi yang kuat, dan aku tak mampu menopangnya sendiri. Maafkan aku sudah menyakitimu, itu caraku menunjukkan bahwa

AKU

.

KIM JONGDAE

.

MENCINTAIMU

.

KIM MINSEOK'

Xiumin menitihkan air matanya menatap catatan itu,

Hingga sebuket bunga muncul dihadapannya dengan seseorang yang begitu ia kenal bersembunyi di baliknya

"Aku tahu akan kesalahanku, aku tidak ingin memaksamu memaafkanku. Tapi, bisakah aku mendapatkan kesempatan kedua darimu?-"

"-Tak ada yang spesial memang dari hidupku, hanya cinta yang kupunya untukmu, dengan sebuah janji dan tanggung jawab" lanjut Chen berbicara pada Xiumin

Xiumin tak dapat menahan lagi air matanya yang sedari tadi terbendung. Dengan cepat dipeluknya namja kotak itu dan menumpahkan segala kerinduan yang ia rasakan

"Maafkan aku chagia, seharusnya aku tidak memaksamu waktu itu"

"Diamlah! Cukup peluk aku!" ucap Xiumin final

Suasanya perpustakaan yang heningpun berubah riuh dengan teriakan yang menggema akibat live show keromantisan pasangan di tengah sana

.

.

.

Chanyeol menghabiskan waktu istirahatnya di dalam ruang musik dengan sebuah gitar yang ia beri nama monica

Jarinya dengan lihai memetik satu persatu benang penghasil bunyi itu dengan merdu dan mendayu

Ia sendirian disana, mencoba menghapuskan memori tentang sosok yang selama ini ia cintai. Hatinya masih tersayat mengingat pengakuan namja yang beberapa malam lalu beradu jotos dengannya

'Kau tidak berfikir bahwa kau yang pertama mendapatkan Baekhyun bukan?'

Kata - kata pemuda itu masih terngiang jelas di otaknya membuat hasratnya mendidih. Ia tak percaya, namun keraguan selalu mampu menarik seluruh logikanya untuk berkata bahwa itu benar

Tangannya kini sibuk mencoret sebuah kertas, menulis lirik menuangkan seluruh perasaannya didalam

Baekhyun yang sedari tadi melihat Chanyeol dari balik pintupun dengan perlahan mulai berani melangkahkan kakinya lebih masuk

Hingga beberapa langkah di belakang Chanyeol, ia berlari kecil dan langsung merampas kertas hasil coretan pemuda alien itu

Membuat Chanyeol kaget dan menatap Baekhyun dengan tajam

Yang ditatapun mencoba tak perduli dan melanjutkan aksinya

"Hm, kau membuat lagu lagi? Ini bagus. Tapi aku tidak suka bagian ini" ucap Baekhyun entah pada siapa mengoreksi hasil pekerjaan digenggamannya

Chanyeol hanya menatap pemuda cantik itu heran segera dirampasnya kembali kertas tersebut kemudian berdiri melangkahkan kakinya keluar ruangan dengan meremas kertas ditangannya kuat hingga tak berbentuk dan membuangnya ketempat sampah lalu berlalu dalam diam

Baekhyun cengo melihat reaksi Chanyeol atas dirinya. Jujur hingga sekarang kesalahan apa yang sudah dia lakukan pada Chanyeol, dirinya sendiripun masih tak tahu

.

.

.

Junmyeon berjalan mencari Lay di penjuru lapangan baseball, mencoba menelusuri dimana keberadaan namja berlesung pipi kesayangannya

'Itu dia' batin Suho menemukan sosok tersebut tengah menyaksikan latihan tim baseball sekolah dari balik sebuah pohon rindang dengan sebuah earphone di telinga

Dengan langkah pasti, di dekatinya namja itu dan langsung memeluknya dari belakang. Membuat Lay terhenyak kaget dan menengok arah belakang

Belum sempat ia menoleh, orang dibelakangnya lebih dulu menempelkan bibirnya di leher Yixing -tempat paling sensitifnya- menyesap dan mengecup kecil permukaan itu membuat Lay mau tidak mau terdiam dan mempertahankan tubuhnya agar tak terjatuh

Tangan Junmyeon melepas satu tautan earphone tersebut dan berbisik pelan

"Aku merindukanmu"

Sontak Yixing dengan segenap tenaga, mendorong tubuh dibelakangnya keras dan langsung berlari pergi meninggalkan sosok yang memandangnya lemah

.

.

.

Baekhyun tak gentar, dimanapun Chanyeol berada maka tak jauh darinya si ratu gosip itu ada

Baekhyun mengukuti kemanapun Chanyeol pergi. Mulai dari ruang seni, auditorium, lapangan basket bahkan ketoilet sekalipun

Chanyeol tahu kelakuan aneh namja cantik incaranya itu, namun mencoba mengabaikan dan terus melangkah kedepan hingga rasa jengah menangkup hatinya

Melihat sekelompok yeoja di depan lab bahasa yang sedang menatapnya dengan sedikit teriakan kecil, membuat Chanyeol tersenyum. Dengan mode playboy nya ia tanpa sungkan memeluk salah seorang yeoja disana dari belakang dan memberikan sebuah kecupan di bibir

Baekhyun yang melihat perbuatan Chanyeolpun merasakan sakit teramat di hatinya. Tanpa sadar ia melangkahkan kakinya ringan dan menarik Chanyeol dari interaksinya tersebut kemudian menyeretnya menuju sebuah lorong sepi

.

.

.

Junmyeon masih memperhatikan Yixing dari kejauhan, ia tak ingin pemuda Chinese itu kabur lagi saat melihatnya

Namun tak dapat dipungkiri, ia amat merindukan sosok kekasih itu. Ia ingin memeluknya, menghabiskan waktu bersama dan pergi berkencan layaknya pasangan lain

"Huufftt" hanya helaan nafas yang keluar dari mulutnya

Hingga sebuah ide masuk kedalam pikirannya cepat, membuat Suho tersenyum dan mulai berlari menuju ruang broadcase di lantai 5

Tanpa permisi Suho masuk kedalam ruangan penuh alat siaran itu dan meminta seseorang merekam suaranya

Setelah cukup iapun bergegas pergi meninggalkan sekolah tanpa sepatah katapun

.

.

.

Chanyeol menghempaskan pergelangan Baekhyun kasar membuat tarikan diantara keduanya terlepas, Baekhyun menatap pemuda tinggi itu dengan mata berkaca. Berbeda dengan Chanyeol yang menatapnya nyalang

"Berhentilah mengikutiku!" ucap Chanyeol penuh intonasi kemudian berbalik berniat pergi

"KENAPA KAU MENJAUHIKU?" teriak Baekhyun tak tertahankan menatap punggung orang didepannya

Chanyeolpun terdiam di tempatnya urung beranjak sesaat, kemudian melanjutkan langkahnya lagi mencoba tak peduli

"KENAPA KAU MENGABAIKANKU HIKS!" Chanyeol tersentak mendengar isakan Baekhyun di belakangnya

"KENAPA? HIKS KENAPA?" rancau Baekhyun menatap Chanyeol dengan air mata berlinang

Chanyeol masih terdiam di tempatnya

Baekhyun mendekat pada punggung itu dan mulai memukulinya membabi buta, namun tak mendapat respon

"Kenapa hiks? apa kesalahanku? Kenapa kau menjauh? Hiks hiks" ucap Baekhyun lirih mengutarakan isi hatinya namun masih dapat terdengar oleh Chanyeol

Chanyeol ingin berbalik dan memeluk namja di belakangnya, namun masih ia urungkan niat itu

"Kenapa Chanyeol? Kenapa? Hiks.. Beri tahu kesalahanku kumohon"

Chanyeolpun yang mulai kehilangan sabar membalik tubuhnya dan memepet namja mungil itu ke tembok

"Kau ingin tahu kesalahanmu?" ucap Chanyeol menatap lurus iris didepannya

Baekhyun mengangguk sesengukan

"Kesalahanmu adalah berhasil menghancurkan hatiku dengan tidur bersama laki - laki lain dibelakangku!" ucap Chanyeol dengan gigi gemeretak

Baekhyun tercekat mendengar tuduhan itu

"A-apa?"

Smirk mengerikan itu muncul di sudut bibir si happy virus

"Berhentilah mengacaukan hidupku dan pergi sejauh mungkin!" tandas Chanyeol berbalik dan berjalan pergi

Kesadaran Baekhyun yang melayang mendengar ucapan Chanyeol tadipun kembali dengan cepat membuatnya tersendat dan

"AKU TIDAK PERNAH TIDUR DENGAN LAKI - LAKI LAIN SELAIN DIRIMU HIKS"

Chanyeol terdiam dari langkahnya. Sangat kentara ucapan yang baru ia dengar penuh dengan penekanan

"AKU HANYA TIDUR DENGANMU! BAHKAN KAU ORANG PERTAMA YANG MENYENTUHKU!" lanjut Baekhyun

Chanyeol tetap diam

"AKU HANYA MENCINTAIMU PARK BODOH CHANYEOL! HANYA KAU!"

Chanyeol berbalik dan menatap wajah berpeluh namja didepannya, mencoba mencari semburat kebohongan dari kata - kata yang terlontar itu

"Aku tidak pernah menghianatimu hiks... Aku hanya mencintaimu"

Cukup! Tak ada kebohongan dari ucapan tersebut dan Chanyeol tahu keraguannya selama ini adalah sebuah ilusi

Dengan segera di rengkuhnya tubuh mungil itu, membawanya dalam kehangatan sebuah pelukan

"Aku juga mencintaimu Baek, maafkan aku. Maafkan aku karena meragukanmu"

Kedua anak adam inipun mencurahkan isi hari mereka masing - masing dalam diam. Kesalah pahaman yang keduanya rasakan telah hilang berganti pernyataan cinta tulus dari lubuk hati

.

.

.

Jam terakhir pelajaran hari ini masih berlangsung. Lay menatap papan didepannya malas, matanya sangat perih dan membutuhkan istirahat

Suho tak menunjukkan batang hidungnya lagi sejak siang, itu sedikit membuat namja berdimple tersebut lega. Sepertinya dia harus pergi ke psikiater, karena hell! Tak mungkin ia terus bersembunyi dari musuh yang ingin ia habisi bukan. 'takut dari musuh' itu konyol batin Yixing menertawakan dirinya

Srt... Srt... Srt...

Kotak suara yang menempel di tiap kelas dan lorong sekolah itu berusaha mengeluarkan bunyinya yang sedikit serak

Seluruh kegiatan belajar mengajar itupun terhenti seketika mencoba memfokuskan pendengaran mereka. Biasanya sebuah pengumunan akan tersiar setelah ini

Namun bukan pengumuman yang keluar dari kotak di pojokan itu, melainkan sebuah lantunan lagu yang begitu menyedihkan

Lay dan seluruh penghuni sekolahpun terhipnotis atas syair lagu lawas berjudul gray paper milik Yesung super junior. Arti liriknya begitu dalam dan menyentuh

'Aku mengatakan ini karena aku (meminta) maaf

Aku mengatakan ini karena kau menangis

Aku mengatakan ini karena aku kehabisan nafas

Kata-kata yang membodohi hatiku keluar

Aku mencoba menahannya dan menghadang itu

Aku menutupi mulutku dengan tanganku tapi

Kata "Aku mencintaimu" tersisa sebagai tulisan di hatiku'

Arti sepenggal bait yang terkandung dalam nyanyian itu mampu membuat tiap orang meneteskan air matanya. Bahkan Lay bergetar mendengar tembang tersebut

Hingga setelah lagu itu selesai dibawakan, sebuah suara lain menginflasi dan membuat Lay tercekat

"Yixing-ah" ini suara Junmyeon

"Aku sadar jika aku salah dan kau berhak untuk marah. Akupun siap menanggung akibat dari apa yang sudah kuperbuat-"

Orang - orang dipenjuru sekolahpun mulai sibuk berbisik satu sama lain

"-Aku dihantui perasaan bersalah karena melakukan hal itu, tapi ku mohon jangan membenciku"

Apa ini? Tuan muda itu benar - benar konyol. Tapi mengapa ia terenyuh? Kenapa hatinya bergetar mendengar pengakuan itu?

"Aku akan menunggumu disini. Di tengah lapangan, hingga kau mau memaafkanku"

Sontak ucapan itu membuat berjimbun - jimbun murid SM menengok di balik cendela kelas mereka yang menghadap langsung hamparan hijau di tengah sana

Dan benar saja pemuda itu, Kim Junmyeon tengah berdiri menanti kekasihnya memberikan ucapan maaf dengan beberapa balon berbentuk hati dan unicorn lucu ia genggam

Menatap ujung ruang kelasnya menanti sang pujaan menghampirinya dengan senyum

Puluhan namja dan yeoja yang melihat ke keukeuhan Junmyeonpun bersorak tak percaya. Seorang Suho sang penguasa sekolah bersikap seromantis ini? Damn!

Lay masih terdiam di tempat duduknya. Walaupun sedari tadi matanya mulai mencuri - curi pandang kearah luar melihat kegilaan seorang Suho Kim

"Saem aku rasa pelajaran kita belum selesai" ucap namja berdimple itu mendapat tatapan tak percaya dari seluruh teman sekelasnya, begitupula Xiumin dan Luhan

Luhan iba menatap Suho disana. Perasaan ketuanya begitu tulus, namun apakah benar tak ada sedikitpun rasa di miliki Lay untuk Suho? Itulah pertanyaan yang masih tak dapat dinalar olehnya

"Ehem!"

Kim saem pun berdeham menarik perhatian seluruh siswanya agar kembali bersiap melanjutkan pembelajaran mereka

Suho masih setia menanti dengan sabar, bahkan ini sudah lebih dari setengah jam berlalu dan ia tak gentar. Awan diatas sana yang tadi begitu cerah kini mulai menggelap dan menjatuhkan muatannya

Lay menatap rintik hujan yang membasuh deretan kaca besar di kelasnya. Matanya mencuri pandang pada sosok musuh yang masih ia hindari

'Kenapa kau masih disitu?'

Lay menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan rasa cemas yang mulai ia rasakan untuk tuan muda itu

Teeettt... Teeettt... Teeettt...

Bel pulang berbunyi membuat seluhuh warganya berbondong berhamburan. Bukan gerbang yang mereka tuju kali ini, melainkan lapangan hijau di tengah bagunan sekolah mereka. Memandang sang penguasa yang masih setia menunggu di tengah derasnya hujan

Kai yang melihat sepupunya basah kuyup mengambil inisiatif untuk menghampiri hyungnya membawakan sebuah payung

Payung tersebut langsung diarahkan ke atas kepala Junmyeon, mencoba menampik air yang mengguyur seluruh tubuhnya

"Hyung, apa yang kau lakukan ditengah hujan begini?"

"Pergilah Kai"

"Tidak hyung, ayo kita pergi. Kau bisa sakit"

Kai menarik lengan hyungnya itu. Namun segera ditampik oleh Suho

"Pergilah, aku tetap disini"

"Hyung?"

"Pergilah" final Suho menatap adik sepupunya dengan sebuah senyum

Kaipun menurut dan kembali ke kerumunan orang ditepian

Lay menatap suho dari balik punggung siswa - siswi yang tak ia kenal. Pandangannya lurus pada namja bodoh di tengah hujan itu

'Kau bodoh Kim'

Ia berbalik mencoba mengabaikan dan pergi berlalu. Namun baru 2 langkah ia berjalan, langkahnya terhenti

Ia bimbang, kenapa kakinya terasa sangat berat. Kenapa dia harus perduli dengan musuhnya itu? Kenapa hatinya berkecamuk?

Luhan menatap Lay dengan tatapan penasaran. Kentara sekali namja berdimple yang sedang ia pandangi tengah larut dalam pikirannya

'Kau peduli padanya Lay, walaupun tubuhmu menolak namun hatimu mulai menerimanya tanpa kau sadari' batin Luhan menatap Lay yang jauh disampingnya

Lay bimbang, akal sehatnya tak berfungsi. Dengan langkah pelan ia berbalik dan berjalan mendekati pemuda bodoh disana menggunakan payung yang tadi Kai pegang

Seluruh penghuni SM pun berbisik menanti apa yang akan segera terjadi di tengah lapangan itu

Lay berjalan semakin dekat kemudian berhenti tepat di depan Junmyeon

"Apa yang kau lakukan?"

Segala ketakutan dan trauma yang selama ini ia rasakan tiba - tiba menghilang entah kemana. Membuat namja berlesung pipi itu berani menatap lawan dihadapannya

Suho menampilkan senyum angelicnya

"Menunggu kekasihku"

Lay miris mendengar ucapan itu

"Kau membuang waktu"

"Tidak, buktinya penantianku tidak sia - sia" ucap Suho lantang

Dengan senyum masih mengembang itupun, diserahkannya balon - balon yang sedari tadi ia genggam pada Yixing

"Sebagai ucapan permintaan maafku untukmu"

Lay menatap balon - balon itu sekilas

"Aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi dengan balon - balon ini"

Suho tersenyum mendengar ungkapan itu. Padahal pada kenyataannya namja yang ia tunggu itu memang bersifat kekanakan teramat

"Aku tahu, tapi kau menyukainya kan? Maafkan aku Yixing-ah, aku akan menerima semua amarahmu tapi jangan menjauh dariku"

Entah dorongan dari mana yang Lay rasakan. Hatinya menghangat mendengar pernyataan tulus orang di depannya

"Aku akan menunggumu, sampai kau mau memaafkanku" kata Suho dengan raut memohon

"Di tengah hujan?" tanya Lay merespon

"Bahkan di tengah badaipun aku akan tetap disini"

Tanpa diduga Lay langsung memeluk namja didepannya tulus tak berbeban. Entah apa yang ia rasakan sekarang, namun hal ini sungguh membuatnya nyaman

Tangannya melepaskan payung yang sedari tadi digenggamnya. Membuat kedua insan itupun berpelukan di bawah deras hujan

Suho yang kagetpun langsung melepaskan benda ditangannya, membiarkan balon - balon berbentuk hati dan unicorn itu terbang keatas di antara deru rintikan air

Suho membalas pelukan Yixing dengan erat, melepaskan rindu yang ia alami selama ini

"Kau bodoh Kim"

"Aku bodoh karenamu"

"Aku belum memaafkanmu, ingat"

"Apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkan maafmu hm?"

"Belikan aku unicorn, baru kumaafkan" ucap Lay polos dengan mulut cemberut

Suho tertawa mendengar permintaan aneh kekasihnya

"Aku akan melakukan operasi plastik dan menanam tanduk di dahiku kalau begitu"

Lay memukul dada bidang itu kesal mendapat jawaban gila seorang Kim Junmyeon

'Kau konyol Kim, bagaimana bisa kau membuatku tersenyum seperti ini? Aku- tidak mulai menyukaimu kan?'

Batin namja bermarga Zhang itu masih dalam dekapan Suho ditengah lapangan hijau sekolah mereka, di antara derasnya rintik hujan yang membawa perasaan baru bagi keduanya

Luhan, Tao dan teman - teman mereka yang lainpun tersenyum senang melihat pemandangan manis di depan sana. Sungguh hal yang indah

'Kau kalah atas perasaanmu sendiri Lay' Luhan tersenyum bahagia di atas kursi beroda miliknya

'Hah! Permainan ini akan segera berakhir sepertinya. Kau menemukan orang yang pantas ge' batin Tao di antara kerumunan

.

.

.

"Tuan-" Tael menatap bosnya dengan sebuah kertas di tangan

"-Kita mendapatkan kerja sama itu" lanjutnya

"Bagus-" ucap Siwon dengan seringainya

"-Pastikan rencana ini berhasil dan buat si nomor 10 itu keluar"

"Baik bos, Jungkook yang akan menangani pertemuan besok"

Siwon mengangguk menanggapi dengan sebuah wine di tangannya. Tael pun membungkukkan badan lalu pergi dari ruangan itu

'Ayo kita lihat siapa penggertak yang selalu mengganggu urusan putraku'

.

.

.

"Haaahh, transaksi obat ilegal ini benar - benar menguras waktu ku" Taeyong mengeluh di antara pekerjaannya

"Bukankah memang selalu seperti itu?" Taehyung menanggapi teman seperjuangannya

"Besok ada pertemuan dan aku malas sekali"

"Kalau begitu istirahat saja. Aku yang akan datang ke transaksi itu" ucap Taehyung mantap

"Benarkah?" Taeyong berbinar

"Tapi belikan banyak kudapan saat aku kembali"

"SIAP!" balas Taeyong semangat

Keduanyapun berakhir dengan gelak tawa keras tak memperdulikan seorang lagi diantara mereka

"BERISIKKKK!" Jaehyun menggertak terganggu. Membuat dua namja itu makin terkikik

.

.

.

TBC

.

.

.

A/n :

Yeeyyyy! I'm comeback on the odd days. Ini uda malem sih tapi masih tanggal ganjil kok, hehehhehe

Balik lagi di jadwal normal hari ganjil wkwkwkwkwkk

Ok, ini aku buatnya agak nggak yakin. Soalnya bukan ahlinya buat fluffy fluffy moment

Diharap semuanya pada bisa nangkep ya. Aku bacanya datar gitu jadi nggak yakin kalo ini di post bakalan banyak yang suka nggak ya? Apa aku delete trus upload ulang?

Huft

Maaf banyak typo dan kata - kata aneh diatas harap maklum ya. So happy reading teman - teman

Jangan lupa baca Ace by Pearl Luce yak!

Jangan lupa review ya. Jadi aku tahu, respon kalian terhadap ff ini gimana? Soalnya jujur aku uda mulai jenuh sendiri nungguin minat kalian hehehhehe

So, selamat bermalam kamis

R&R

D'Xp

7 Desember 2016