chap 14

*Mamori*

Hari ini adalah hari minggu. Hari dimana saatnya untuk beristirahat bagi orang-orang biasa tapi tidak untukku. Hari ini tim Wizard mengadakan latihan pagi mengelilingi wilayah kampus. Aku dan Hiruma sedang menuju kesana dengan menaiki sebuah sepeda -sebenarnya itu sepedaku- . Keranjang besar yang berada di depan, di jadikan tempat menaruh tasku juga tas 7:25 pagi, kami sudah di tengah perjalanan

"kamu berat sekali sih manajer sialan ! kurangi makan makanan menjijikan kesukaanmu itu !" katanya sambil mengayuh sepedaku. Kupikir dia hanya ingin membuka topik pembicaraan.

"Mou ! bagaimana bisa ?! aku hanya makan 2 kotak pagi ini"

"kekekeke kau bilang 2 kotak itu cuma 'hanya' ? itu bukan jumlah makanan untuk seorang perempuan normal !" kini dia membelokkan stang sepeda memasuki wilayah yang memang di khususkan untuk pengendara sepeda. Sepertinya cuma naik sepeda saja yang dia kendarai dengan 'normal'

"Apa ?! kau pikir aku gak normal?!" kataku menaikkan sedikit nada bicaraku

"kalau kau tau gak usah nanya kekeke"

Dengan sigap aku mencubit ringan pinggangnya, yang daritadi memang aku genggam supaya tidak jatuh ke belakang.

"aduuh ! sakit bodoh !' dia berhenti mendadak dan sukses membuat wajahku menabrak punggungnya, lalu dia membalikkan badannya.

"kau mau macam-macam hah ?!"

"mou ! siapa suruh kau terus mengejekku ?!"

"itu kan kenyataan !"

"aku gak seperti itu !"

"kapasitas makan kue sialanmu itu jauh di atas gendut sialan tau !"

"tapi aku ini normal Yoichi Hiruma !"

"tidak kau gak normal ! manager gendut sialan !"

"aku langsing begini kau bilang gendut?!"

"kau tak percaya ? kekekeke lihat ini..." dia menekan kedua pipiku, membuatku terlihat seperti orang yang benar-benar gendut

"lihat kan? pipi sialanmu menggumpal seperti adonan kue sialan yang belum jadi ! kekeke"

"uugghh... afa khau fhilaang?!" aku mengenggam kerah baju kaus putihnya. Dengan pertigaan jalan yang muncul di dahiku, aku menggenggamnya dengan kuat.

"kau berani sekali manager sialan !"

"fhau yang mulai duluan !" dia malah menambahkan tekanan di pipiku, mulutku manyun sekali saat ini. Pertengkaranku di lihat beberapa orang yang memang sedang lari pagi, ada pula pasangan yang melihat kami lalu berbisik-bisik

"siapa yang suruh mencubitku hah?!"

"siafa fyang suruh mengejekku hah?!" dengan mulutku yang manyun gara-gara di tekan Hiruma, cara bicaraku jadi berantakan begini.

"makanya ku bilang kau itu tidak normal !"

"kenafa fhau melarangku hah?"

"kalau kau keracunan, aku juga yang repot !"

"cream fuff gak ada facunnya Hifuma kun !"

"cih.. pokoknya kurangi aja makan makanan sialan itu !" katanya final lalu kembali mengayuh sepedaku setelah melepas tangannya dari pipiku

"aku gak akan mengikuti saranmu weee" kataku sambil memegang pipiku yang agak merah gara-gara perbuatan Hiruma

"APAAA?!" dia kembali menghentikkan sepedanya, lalu berbalik lagi. "kau ini gak sadar juga ya heh?!" bukannya menekan pipiku lagi seperti tadi, dia malah mencubit pipiku lalu menariknya "lihat ! pipi sialanmu aja bisa di tarik kaya pipi sialannya si gendut sialan ! kekekeke Pipi melar sialan"

"mou Hiruma kun ! hentikan ! sakit tau" sebenarnya bukan karena sakit, tapi aku malu di liat banyak orang

"haah?! sakit apanya? aku mencubitmu tidak sekeras kau mencubit pinggangku !"

"eeh.. sakit yaa? maaf Hiruma kun"

"cih.. sialan.. kalau seperti ini terus kita bisa terlambat" akhirnya dia kembali mengayuh lagi.

"huh.. kau yang mulai duluan" kataku yang terus memegang pipiku, mungkin sekarang jadi benar-benar merah dan juga jadi tambah 'besar'

Setelah melewati 2 lampu merah, akhirnya kami sampai lewat pintu belakang kampus. Lalu memarkirkan di tempat parkir khusus sepeda. Hiruma sedang mengunci sepedaku, sedangkan aku mengambil tasnya juga tas ku di keranjang depan.

"heey.. kalian kenapa baru datang?" sapa seseorang, aku menoleh dan ternyata itu adalah Yamato

"kekeke tadi di tengah jalan ada sedikit masalah" kata Hiruma sambil memberikan kunci sepeda padaku, aku juga memberikan tasnya

"oh.. begitu.. hmm.. Anezaki?"

"ya?"

"kenapa pipimu merah? apa kau terkena campak?"

"eeh... yang benar?" kataku sambil memegang pipiku, aku melihat ke arah Hiruma. Dia hanya melihatku tanpa ekspresi "ini semua pasti gara-gara kau !"

"haah? gara-gara aku? memangnya aku melakukan apa padamu?" katanya sambil memamerkan gigi taringnya

"tadi kau mencubit pipiku kan? lihat.. ini buktinya kalau kau mencubitku dengan keras !"

"KEKEKEKEKE !" dia pergi sambil menenteng tasnya, ketawanya lepas sekali. Dasar setan yang tidak bertanggung jawab !

"hoo.. jadi gara-gara Hiruma yaa.. "

"eeh.." sekarang aku menoleh ke arah sumber suara alias si Takeru Yamato

"tidak apa-apa.. aku menyetujui hubungan kalian kok" katanya sambil menggenggam pundakku di tambah dengan senyum absolutnya.

"EEEHHH ?!" setelah puas tersenyum, dia pergi menyusul Hiruma "Kalian ini !" aku pun berlari kecil menyusul mereka

"YAHAAA !"

Kami bertiga sekarang sedang menyusuri halaman belakang Saikyoudai, Hiruma sedang mengobrol dengan Yamato. Aku hanya diam karena aku memang tidak di ajak ke obrolan mereka. Hingga ku dengar "hey Hiruma.. kali ini apa yang akan kau pertaruhkan dengan Clifford?"

"kekeke kata siapa aku bertaruh dengannya?"

"aku hanya mendengar kabar angin saja"

"kekekekeke kau super bodoh kalau percaya pada hal semacam itu" Kemudian aku tidak mendengar lagi adanya suara, sepertinya mereka diam "heh.. kau nguping ya manajer sialan?"

"eeh.. kata siapa eng... enggak !" kataku bohong

"kekekeke kau tidak bisa membohongiku~ ternyata manager sialan suka menguping pembicaraan orang yaa.. waah.." katanya sambil menuliskan sesuatu di buku laknat itu.

"Hiruma kun ! "

"kekekeke apa manager sialan?"

"berikan aku buku terkutuk itu !"

"ambil saja kalau kau bisa" dia menaikkan buku itu tinggi-tinggi agar aku tidak bisa menggapainya.

"kalian ini.. seperti anak kecil saja" kata Yamato sweatdrop

"oi sampah.. kau lama sekali !" sapa (?) Agon

"Hiruma san ! apa yang kau lakukan pada Mamori ku !" kata Ikyuu geram

"haah? sejak kapan dia jadi milikmu Ikyuu?" tanya Agon

"eeh.. um...aku hanya.. kelepasan" sekarang nyalinya menciut

"aah.. teman-teman.. kalian sudah datang" kataku malu.

"selamat pagi Anezaki" salam yang lain, mereka semua berada di belakang Agon. Hiruma memasukkan buku itu ke dalam tasnya, lalu melempar tasnya ke arahku.

"kita mulai saja latihan sialan ini ! 50 putaran kelilingi halaman kampus sialan ! yang jalan akan di makan Cerberus !" Cerberus sudah di belakang Hiruma dengan garpu, pisau, celemek dan mangkuk makanan yang sudah siap di pakai. Aku hanya sweatdrop melihat anjing unik yang satu ini

"YAAAHAAAA !" drt drt drt drt Hiruma menembakkan senjatanya ke sembarang arah

"ini dia latihan spartan ala komandan dari neraka" Ucap Jumonji yang sudah mulai berlari

"jadi seperti ini latihan yang sering kalian alami ya" jawab Ikyuu dan mereka pun berlari sambil mengobrol

Aku pergi ke ruang club untuk menyiapkan minuman dan handuk seperti biasa. Tasnya Hiruma cukup berat untukku, entah apa yang selalu dia bawa ini. Sepertinya barang-barang yang tidak lazim.

"kak Mamori, mau ku bantu?" tawar seseorang di belakangku, aku menoleh.

"aah.. kamu kan..." yang menawarkan bantuan itu adalah Neo, rambutnya yang berwarna biru langit benar-benar berbeda dari orang lain. Jadi gampang mengingatnya

"iyaa.. ini aku" jawabnya sambil tersenyum lalu mengambil tas Hiruma yang besarnya hampir seukuran dengan tubuhnya, dia memeluknya dengan erat agar tas setan itu tidak terjatuh.

"ah..tidak usah Neo kun, aku bisa sendiri kok"

"tidak apa-apa kak, aku kan laki-laki" anak ini agak mirip Sena tapi dengan sedikit kepercayaan diri seperti Rikkun

Kami berjalan berdampingan menuju ruang Club

"emm.. Neo kun, maaf yaa.. waktu itu aku tidak bisa menemuimu.. aku..."

"melihatmu seperti ini, aku mengerti kok kalau kakak super sibuk" kalimatku di potong olehnya. Wajahnya sedikit tertutup tasnya Hiruma

"jadi.. karena aku disini... apa yang ingin kamu bicarakan?" tanyaku

Wajahnya tiba-tiba langsung merah.

"emm... etto... aku..." aku terus menunggu kelanjutan pembicaraan ini "aku... ingin tau... apa Kak Hiruma sedang menyukai seseorang?" tanyanya sambil malu-malu. Wajahku jadi ikutan memerah, Hiruma sedang menyukai seseorang.. mungkin itu aku.

"emm.. apa maksudmu?"

"ah.. maksudku.. tipe perempuan seperti apa yang kak Hiruma suka?"

Tipe perempuan yang Hiruma suka... Dia pernah bilang kalau dia menyukai tipe perempuan yang gampang di manfaatkan, contohnya seperti seorang manager. Aku ini seorang manager, berarti aku ini adalah tipe yang disukain Hiruma. Aduuh Mamori... kenapa kamu jadi geer gini sih (-_-)

"maaf.. aku tidak tau" jawaban ini lebih baik

"begitu..." tiba-tiba saja dia jadi lesu

"memangnya ada apa?" tanyaku sambil membuka pintu ruang club

"ah.. sebenarnya aku di mintai tolong... sama managernya Demon, dia suka sekali dengan kak Hiruma... aku..."

aah... aku mengerti ujung pembicaraan ini

"kau suka dengan managermu ya?" tanyaku jahil. Dia hanya menundukan kepalanya dalam-dalam dengan muka yang memerah

"ku sarankan, lebih baik kamu cepat mengajaknya pergi... untuk sekedar makan atau apa lah~" kataku sambil mengambil tas Hiruma darinya lalu menaruhnya di atas meja seperti halnya tasku

"tapi... pasti nanti dia menolakku" katanya lagi

"tidak salahnya mencoba kan?" Aku pun tersenyum ke arah pemuda di sampingku ini "lebih baik kau mencobanya sekarang daripada kau menyesal nantinya" kataku lagi sambil pergi meninggalkannya.

Dia mengangkat kepalanya, sebuah pancaran kebahagiaan tercermin di wajahnya.

"kamu benar kak, aku akan mencobanya.. terima kasih kak atas sarannya" dia membungkuk lalu "aku pergi dulu ya kak" whuuusshh dia melesat tanpa sempat aku mengucapkan selamat tinggal. Dasar...

Aku pun pergi ke dapur kecil -letaknya di dalam ruang rapat- setelah kepergiannya Neo(?) aku mengisi botol air minum, lalu menyiapkan semuanya

"aah.. selamat pagi kak Mamori :)" sapa seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan ini, suaranya sangat ku kenal. Aku menoleh dan menemukan sesosok perempuan mengenakan sweater putih dengan celana pendek sport coklat selutut lalu sepatu gladiatornya yang berwarna coklat pula

"Yourichi.. sedang apa kamu disini?"

"aku sedang tak ada kerjaan saja, makanya aku mampir kesini :) boleh aku membantumu?"

"kalau kau tak merasa keberatan, silahkan saja ^^"

"hehehe terima kasih kak Mamori :)" Akhirnya pekerjaanku menjadi lebih ringan karena di bantu adiknya Hiruma. Setelah semua siap, ruangan club juga sudah di bersihkan, yang kami lakukan tinggal menunggu mereka datang. Karena aku merasa gerah, aku menguncir rambut panjangku dengan kuncir kuda

BRAAK !

Sebuah pintu di buka dengan amat sangat super duper kasar.

"itu pasti kakakku" kata Yourichi sweatdrop

"hahaha siapa lagi yang membuka pintu seperti itu selain dia, ayo kita bagikan minuman ini" aku beranjak ke lapangan luar dengan Yourichi mengekor di belakangku.

"manager sialan ! mana airnya?! anak-anak sialan itu bakalan mati kehausan !"

"iyaa.. ini aku bawa.. nih satu untukmu" aku menyodorkan jatah minum dan handuk pada Hiruma, dia pun mengambilnya. Keringat bercucuran di seluruh tubuhnya, nafasnya memburu. Dia selalu memaksakan dirinya seperti ini.

"kenapa kau melihatku seperti itu?" kemudian dia melirik ke belakangku "kau... ngapain kesini?!" aku menoleh ke arah Yourichi

"suka-suka aku kan weee :p"

"cih.. daripada kau disini, lebih baik bagikan saja itu semua ke anak-anak sialan disana"

"iya iyaa" jawab Yourichi sambil berlalu

"aku juga harus bergegas"

"tidak.. kau disini dulu.. heh ! adik sialan, gantikan dulu tugasnya" Hiruma mengambil minum dan handuk dari tanganku lalu melemparnya dengan akurat ke arah Yourichi dan dengan mudah pula Yourichi menangkapnya

"aku mengerti" dia pun pergi ke lapangan luar

"ada apa sebenarnya?" tanyaku, tapi bukannya di jawab, dia malah menarikku masuk ke dalam lapangan indoor. Lalu menutup pintu rapat-rapat

"aku melihat anak kecil sialan Demon keluar dari tempat ini"

"maksudmu Neo?"

"siapa lah namanya, aku gak peduli"

"kenapa dengannya?"

"apa yang kalian bicarakan tadi?"

"eeh..."

"CEPAT JAWAB !" dia menaikkan nada suaranya

"kenapa kamu jadi membentakku Hiruma?!"

"pokoknya jawab saja !" dia menggenggam pundakku dengan kasar

"kalau aku tidak mau jawab bagaimana?!"

"..."

"aku tidak suka caramu seperti ini" aku menoleh ke arah lain

"kau..."

"maaf Hiruma kun, aku harus pergi membantu Yourichi." aku melepas tangannya dari pundakku lalu aku pun meninggalkannya di dalam lapangan indoor. Sebenarnya aku tak tega meninggalkannya seperti itu, tapi aku tak suka jika dia kasar padaku. Apa perbuatanku ini benar?

ane : fyuuh lama gak update nih

Hiruma : memang lama~

ane : lu penasaran ye bang?

Hiruma : enggak tuh, kata siapa?

ane : kata rumput yang bergoyang *jongkok sambil ngeliatin rumput*

Hiruma : *flame rumput sialan* kekeke rumput yang mana?

ane : aah.. sudah hilang.. uhuk *muka penuh dengan serbuk abu *

Hiruma : kekekeke *jepret* ekspresi yang bagus adik sialan

ane : haa~ nanti juga bisa ku ambil *pergi ke kamar mandi terus cuci muka*

Hiruma : RnR kekekekeke *todong flame ke readers sialan*

Typo? maaf hehehehe (^^)/

RnR yaa...

Jawaban masih di tunggu sampai tgl 28, jadi tetep searching ya..

See you next chapter :))