Tonari
Disclaimer @ Masashi Kishimoto
Genre: Romance, Humor
Pair: Sasusaku
Warning: OOC, banyak typo!!!
Don't like don't read
Chapter 14
Tidak lama Sakura sudah sembuh dari demamnya dan pagi inipun dia berjalan menelusuri trotoar bersama Sasuke. Pemuda raven itu dengan sengaja menyentuh pipi Sakura, membuat gadis merah muda itu memalingkan wajahnya untuk menatap Sasuke.
"Ada apa, Sasuke?" tanya Sakura dengan tatapan kesal. Selagi Sakura menatapnya, dia mencubit pipi Sakura dengan gemas.
"Akh, Sasuke. Itu sakit... " ringis Sakura yang langsung memegang tangan Sasuke yang tadi mencubitnya.
"Sebenarnya ada apa, baka?" sudah ada perempatan di dahi Sakura.
"Aku tidak bodoh" ucap Sasuke dengan datar.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, baka" Sakura kini sudah benar-benar kesal.
"Ah, aku hanya masih tidak percaya kau sudah sembuh" Sasuke tersenyum pada Sakura.
"Memang kau tidak mau aku sembuh apa" Sakura menundukkan kepalanya dan kembali berjalan.
"Hei, jangan murung begitu. Aku malahan senang kau kembali ke sekolah bersamaku" Sasuke berlari mengejar Sakura dan berhasil berjalan disamping gadis merah muda itu. Dia merangkul pundak Sakura dengan lembut.
"Kau mau apa merangkulku, baka?" Sakura mendongakkan kepalanya dan menatap Sasuke.
"Aku hanya ingin berada didekatmu" ucap Sasuke yang sukses membuat wajah Sakura memerah.
"Kuso... " gumam Sakura yang menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
.
.
.
Sakura duduk dengan lemas saat berada di kursinya. Ino yang berada dibelakangnya, menepuk pundaknya. Membuat Sakura membalikkan badannya dan memandang kearah Ino.
"Ada apa, Ino?"
"Kau sudah sembuh, Sakura? Aku sangat mengkhawatirkanmu saat mendengarmu sakit" ucap Ino yang memberikan sekantung kecil kue.
"Eh, untukku?" Ino hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa Sasuke menjengukmu?" tanya Ino yang membuat Sakura tersedak karena sedang memakan kue itu.
"Ini minum" Ino menepuk-nepuk punggung Sakura dan memberikan botol air minum miliknya.
"Arigatou" ucap Sakura saat setelah meminum air.
"Lagipula kenapa kau makan kuenya sekarang?" Ino menatap datar.
"Aku 'kan maunya sekarang"
"Ya, terserahmu. Jadi... Apa Sasuke menjengukmu?" tanya Ino sekali lagi dengan pandangan jahil.
"Ya... Tapi, terakhiran" ucap Sakura yang menghela napasnya.
"Eh, berarti kalian berduaan di kamar. Ah, so sweet... "
"Ino, dia cuman sebentar menjengukku" pipi Sakura bersemu merah.
"Walaupun hanya sebentar. Tapi, dia peduli padamu lho. Kalian memang pasangan yang serasi" Ino terlihat menikmati ucapannya itu yang membuat wajah Sakura benar-benar memerah.
"Ino... Dia bukan pasanganku. Lagipula mana mungkin aku berpasangan dengan orang yang selalu bertengkar denganku" Sakura sekarang sengaja memalingkan wajahnya.
"Kau ini... Meskipun kalian bertengkar, kalian pasti punya saat saat kalian berdua" Ino sedikit mencubit pipi Sakura.
"Ah, iya, iya" Sakura memutar bola matanya bosan sambil mengusap pipinya yang sedikit terasa sakit.
.
.
.
Sakura duduk didepan Ino saat berada di kantin. Ia membuka bekal yang ia bawa. Ino memandang heran kearah Sakura.
"Ada apa, Ino?" tanya Sakura yang merasakan mendapat pandangan heran dari sahabatnya itu.
"Etto, kau membawa bekal. Tidak seperti biasanya, Sakura" Ino memakan kembali bekalnya.
"Ah, bekal ini. Iya, kaa-san membuatkan bekal untukku dan juga... "
"Dan juga?"
Sakura melirik kearah Sasuke yang kini tengah berjalan menuju kearah mejanya. Dia melirikkan matanya dan memberitahu Ino lewat lirikkannya itu. Mengerti hal itu Ino menganggukkan kepalanya.
"Dia. Kaa-san juga membuatkan bekal untuknya" ucap Sakura pada Ino saat Sasuke duduk disampingnya beserta Naruto yang duduk di depan pemuda itu.
"Eh, benarkah?" ucap Ino yang terkejut.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Sasuke dengan sorot mata yang mengancam.
"Tidak ada kok, Sasuke" ucap Sakura yag memasang senyumnya.
"Kau bohong" Sasuke mendekatkan wajahnya kearah Sakura.
"A-aku tidak bohong kok. Iya kan, Ino?" ucap Sakura yang menjauhkan wajahnya dan melirik Ino.
Gadis berambut pirang dengan kuncir kuda itu menganggukkan kepalanya. Melihat hal itu Sasuke kembali duduk dan membuka bekal yang ia bawa. Sakura pun kembali duduk dengan bernapas lega.
-flashback on-
Pagi itu Sakura sudah bersiap-siap untuk menuju sekolah. Dia menuruni tangga dari kamarnya untuk menuju ruang makan. Di depan meja makan sudah ada Sasuke yang terlihat sedang menunggunya disana.
"Kaa-san, kenapa dia ada disini? Lagi?" tanya Sakura pada Mebuki yang saat itu sedang memasak.
"Ara, sayang. Rupanya kau sudah kesini. Duduklah dulu" ucap Mebuki yang melanjutkan acara memasaknya. Sakura yang mendengar itu hanya menurut dan duduk didepan Sasuke dengan muka yang masam.
"Kenapa kau memasang muka masam begitu?" tanya Sasuke dan yang ditanya hanya memalingkan wajahnya.
"Ini, untukmu, Sasuke-kun. Nah, ini sarapanmu, sayang. Kalian berdua sarapan dulu, setelah itu berangkat bersama" ucap Mebuki yang tersenyumsetelah meletakkan sarapan untuk Sasuke dan Sakura.
"Kaa-san, kenapa dia disini?" Sakura rupanya masih ngotot tentang hal itu.
"Ah, Sakura. Sasuke-kun ingin sarapan disini seperti biasa"
"Padahal kan ada Itachi-nii"
"Dia kesiangan makanya aku kesini, Sakura" jelas Sasuke yang rupanya merasakan aura yang aneh dari Sakura.
"Hm, begitu rupanya" ucap Sakura yang sekarang mulai memakan sarapannya.
.
.
.
"Ini bekal untukmu, sayang" Mebuki memberikan bekal pada Sakura. Gadis merah muda itu terlihat senang dengan dibiarkannya bekal.
"Nah, ini untukmu, Sasuke-kun. Ini mungkin hanya sedikit. Tapi, setidaknya kau bisa makan siang dengan bekal buatan ba-san ini"
Rupanya Mebuki juga memberikan sekotak bekal pada Sasuke dan itu kembali membuat Sakura memasang wajah masamnya.
"Arigatou, ba-san" Sasuke memasang senyumnya.
"Kaa-san harusnya tidak membuatkannya" ucap Sakura yang sekarang memandang ke arah lain.
"Jangan berkata seperti itu, Sakura" Sasuke mengacak-acak rambut Sakura.
"Tidak apa-apa, Sasuke-kun. Sakura paling cemburu karena kaa-san nya ini juga perhatian dengan kekasihnya" canda Mebuki yang membuat Sasuke sedikit menahan tawanya.
"Aku tidak cemburu" Sakura menepis tangan Sasuke.
"Aku berangakat, kaa-san" ucap Sakura yang pergi meninggalkan Sasuke.
"Jangan pasang muka masammu itu didepan teman-teman mu" ucap Mebuki sedikit keras agar Sakura mendengar.
"Kalau begitu, aku juga berangkat"
"Sasuke-kun, tolong jaga Sakura. Sepertinya dia kesal pada ba-san karena membuatkanmu bekal. Dia mungkin beranggapan ba-san lebih menyayangimu daripada dia" ucap Mebuki sebelum Sasuke pergi. Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum dan akhirnya keluar dari rumah itu.
-flashback off-
"Begitulah ceritanya" ucap Sakura yang sekarang sudah berada didalam kelas dan duduk dengan menghadap Ino yang berada dibelakangnya.
"Eh, jadi kaa-san mu menang membuatkan bekal untuk Sasuke?" ucapan Ino hanya mendapat anggukkan dari Sakura.
"Kaa-san mu tidak mungkin kan menikungmu dengan mendekati Sasuke?" tanya Ino dengan curiga.
Tuk!
"Itte... " ringis Ino yang mengelus keningnya yang memerah. Rupanya Sakura menyentil kening Ino.
"Kau ini konyol, Ino. Aku masih mempunyai Tou-san. Lagipula mana mungkin kaa-san menyukai anak kecil. Ada juga kaa-san pasti menyayangi Sasuke seperti anaknya sendiri... " jelas Sakura yang menundukkan kepalanya.
"Eh, kau takut kaa-san mu lebih menyayanginya daripada dirimu?" Sakura menganggukkan kepalanya.
"Hei, tidak mungkin begitu, Sakura. Kaa-san mu pasti lebih menyayangimu, karena kau adalah buah hatinya. Aku lihat tadi, bekalmu lebih banyak dari Sasuke lho"
"Be-benarkah begitu?" Sakura mendongakkan kepalanya. Ia masih tidak percaya.
"Iya, itu membuktikan kalau kaa-san mu lebih menyayangimu" ucap Ino yang akhirnya membuat Sakura tersenyum lega.
Daritadi rupanya Sasuke melihat keduanya berbicara. Dia berdiri didepan pintu kelas Sakura yang sedikit tertutup. Karena kelas itu sedang minim orang didalamnya. Jadi, percakapan Sakura dan Ino dapat didengar oleh Sasuke. Ia tersenyum lega saat mendengar Ino dapat menjelaskan segalanya pada Sakura.
"Hei, teme. Apa yang sedang kau lakukan disana?" tanya Naruto yang melihat Sasuke berada didepan pintu kelas Sakura.
"Ah, tidak ada" Sasuke berdiri dengan sigap dan berjalan menuju kelasnya.
Naruto melirik kearah kaca pintu kelas Sakura. Disana ia melihat Sakura yang sedang berbicara dengan Ino. Pemuda pirang itu hanya tersenyum saat menyadari siapa yang sedang diperhatikan oleh sahabatnya itu.
.
.
.
.
To be continue
Hai, hai, minna *o*
Aku kembali lagi dengan chap baru nih...
Demo, maaf ya banyak typo nya...
Aku tunggu review nya ya...
sampai jumpa dichap selanjutnya (*)
