Kyuhyun terpaku di tempat saat mendapati sekelompok geng mengepungnya. Mereka bersenjata dan jelas-jelas dirinya tak bisa melawan. Ia berusaha kabur dan berlari, namun seseorang menahannya dan mengarahkan pedang ke arah dadanya. Ia sudah bersiap untuk yang terburuk. Sekali lagi, ia tak merasakan apapun.
Suara pedang yang saling berhadapan begitu mengganggunya dan ia merasakan cairan hangat di wajahnya. Di hadapannya, Alex menghadang orang yang menyerangnya dan membalasnya dengan merebut pedang orang itu.
"Lari. Sekarang." Pemuda itu mendengar suara Alex yang khawatir.
Ia tidak tahu bagaimana Alex bisa di sana dan menolongnya. Tapi ia percaya padanya. Kyuhyun melihat jalan yang terbuka ketika Alex membunuh beberapa dari mereka. Tanpa ragu, ia segera melarikan diri dari sana.
Alex melihat pemuda itu sudah menjauh. Ia menarik nafas dalam-dalam. Tatapannya menjadi dingin dan membunuh. Tanpa ampun, ia mengambil sebuah pedang lagi dan membunuh satu persatu di antara mereka, termasuk boss geng yang meminta belas kasih.
Namun, Alex mengacuhkannya. Sebaliknya, ia menusukkan pedang yang ia pegang tepat di tenggorokkannya. Menyisakan seorang anggota lagi. Orang itu sudah bercucuran air mata meminta ampun dan membebaskannya.
Lelaki bermata hijau itu menarik kerah orang itu, mencekiknya. "Siapa yang mengirim kalian?" Suaranya begitu dingin, membuat orang itu semakin ketakutan. "Ja—Jangan bunuh aku! Kumohon!", pintanya.
Namun lelaki itu terlarut dalam dunianya. Ia mengambil pematik yang berasal dari saku orang itu, menyalakannya. Ia mengarahkan api pematik itu ke wajah orang itu.
Orang itu semakin terpaku dan tak bisa bernafas. "Co-Corp. Kim! Pewaris Daeguk Family! Kumohon—"
Tepat setelah mendapat jawaban yang ia inginkan, Alex membiarkan api pematik itu membakar wajah orang itu dan menusukkan pedang tepat di jantungnya.
"Hee... Ternyata memang dia..."
-o-
Setelah mengganti pakaiannya dan membersihkan dirinya yang penuh darah, Alex kembali ke apartemen Kyuhyun dan menemukan pemuda itu meringkuk di depan pintu apartemennya. Ia menarik nafas, mendekatinya perlahan.
"Kyuhyun-ssi?"
Pemuda itu mengangkat kepalanya. Ia menatap sedih ke arah Alex yang terlihat khawatir. "Alex."
"Kau baik-baik saja? Kau tak terluka?" Alex berjongkok untuk melihat keadaan pemuda itu. Tapi Kyuhyun menghindarinya. Tatapannya ragu dan penuh tanda tanya.
"Siapa kau sebenarnya?"
