Please, Look At Me!
Author : BunnyJungie12
Cast : VKook, MinYoon, NamJin, Hoseok
Genre : Hurt, Family, Brothership
Summary : Aku mohon lihat aku hyung –Jeon Jungkook – Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu –Kim Taehyung

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Preview

.

"Hari ini aku akan ke rumah eomma untuk membicarakan masalah perceraian kita, kau tidak perlu ikut cukup aku saja. Kau tenang saja aku tidak akan memberitahu eomma dan appa tentang hubunganmu dengan Yoongi hyung, aku akan bilang kalau kita memang tidak saling mencintai. Kau hanya perlu setuju maka semuanya selesai. Kau cukup diam dirumah sampai surat cerai akan sampai ditanganmu dalam minggu ini." ujar Jungkook dengan nada dinginnya lalu kembali melangkah menuju kamar mandi.

"Aku mencintaimu hyung/Kookie" ucap keduanya bersamaan dalam rasa yang sama namun berbeda ruang.

.

Part 14

.

.

Jungkook POV

.

.

The Day

.

Aku melangkah dengan yakin menuju pintu utama rumah kedua orangtuaku, aku sudah sangat yakin dengan semua keputusanku. Merelakan cinta pertamaku untuk Yoongi hyung dan yang paling penting adalah demi kebahagiaannya, demi tuhan aku tidak rela melepaskan Tae hyung untuk orang lain tapi jika dia tidak bahagia bersamaku. Aku bisa apa? Yang harus kulakukan hanya melepasnya meskipun aku terluka selama ia bahagia aku ikut bahagia. Dan biarpun itu harus melihatnya dengan kakak sepupuku sendiri. Sebelum benar-benar masuk aku menarik nafasku perlahan saat rasa pening semakin menyerang kepalaku, entah kenapa sudah seminggu ini rasa pening selalu menyerangku setiap pagi bahkan tubuhku terasa lemas membuka pintu utama rumah lalu masuk ke dalam untuk mencari kedua orangtuaku, kebetulan mereka ada di rumah saat ini setelah lama berada di Paris. Aku melangkah pelan karena mataku terasa semakin memburam, samar-samar aku mendengar suara teriakan dari arah ruang keluarga dan aku seperti mengenal suara itu. Dengan langkah sedikit cepat aku menuju asal suara, tidak perduli lagi dengan rasa pening yang menyerangku.

"Eomma, ada apa?" tanyaku saat melihat eomma menangis.

"Jungkook! Jangan kemari nak!" bukannya menjawabku eomma malah menyuruhku untuk pergi.

"SIALAN KAU!" aku tersentak kaget begitu suara appa terdengar sangat menakutkan.

Aku langsung saja menerobos masuk untuk melihat apa yang terjadi, aku semakin membelalakkan mataku begitu melihat pemandangan di ruang keluarga. Aku tida bisa mengerakan seluruh tubuhku begitu mataku bertabrakan dengan hazel tajam pria yang bersama appa, aku semakin kalut melihat luka di wajah dan juga tubuhnya.

"Tae hyung?" lirihku.

"Appa! Apa yang kau lakukan pada Tae hyung!" teriakku seraya berlari menuju ke arah pria yang kucintai itu.

Brukk ...

"JUNGKOOK!"

Namun belum sempat aku di tempat Tae hyung terduduk, aku merasa penglihatanku semakin buram dan setelahnya hanya gelap yang melingkupiku dan suara teriakan dari eomma juga Taehyung.

.

.

POV End

.

.

Author POV

.

.

Taehyung berlari panik di koridor rumah sakit dengan Jungkook dalam gendongannya, di belakangnya kedua orangtua Jungkook berlari mengikutinya. Pemuda itu tidak memperdulikan tatapan semua orang yang melihatnya, jelas saja ia menjadi tontonan jika wajah tampannya babak belur belum lagi penampilannya begitu berantakkan. Setelah Jungkook ditangani oleh dokter Taehyung terus saja berjalan mondar-mandir di depan ruang Jungkook diperiksa, ia begitu terlihat khawartir dengan istrinya itu. Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa Taehyung berada di rumah orangtua Jungkook dan mengapa bisa ia babak belur seperti itu, tapi lebih baik kalian simpan rasa penasaran itu karena saat ini keadaan Jungkook lebih penting dari apapun.

Cklek ..

"Keluarga Kim Jungkook?" tanya seorang dokter yang dibalas aggukkan kepala oleh kedua orangtua Jungkook dan Taehyung.

"Bagaimana keadaan anak saya uisanim?" tanya seorang yeoja paruh baya.

"Anda tidak perlu khawatir Nyonya. Jeon! Jungkook hanya kelelahan sebentar lagi juga dia sadar dan ..." dokter Lee menghentikan sejenak ucapannya lalu menoleh pada Taehyung yang berdiri di samping ibu Jungkook. "Selamat Tn. Kim istri Anda tengah hamil saat ini." lanjutnya yang membuat ketiga orang di sana terkejut.

"Ham..il?" tanya Taehyung memastikan.

"Ya, istri anda hamil. Usianya baru satu minggu! Saya sarankan untuk menjaga Jungkook dengan baik karena kehamilan seorang namja sangat renta, dan tolong jangan buat ia kelelahan atau tertekan jika ingin kandungannya baik-baik saja. Kalau begitu saya permisi." ujar Lee uisanim pada Taehyung.

Taehyung benar-benar tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya saat mendengar Jungkook hamil, binar bahagianya terpancar jelas di wajah tampannya meskipun penuh dengan luka memar. Pemuda itu jelas sangat mengharapkan janin yang ada di dalam perut Jungkook dan hal ini mampu membuatnya lupa dengan rasa sakit di wajahnya juga masalah yang melingkari dirinya. Tanpa pikir panjang pemuda itu segera berjalan cepat menuju kamar rawat Jungkook, ia sudah tidak sabar menunggu istrinya untuk sadar dan memberitahu kabar gembira ini. Namun belum satu langkah ia beranjak lengannya sudah ditahan oleh sebuah lengan pria baru baya yang menjabat sebagai ayah mertuanya.

"Aku benar-benar akan membunuhmu jika aku tahu kau kembali menyakiti anakku Kim!" ujarnya memperingati.

"Aku mencintai Jungkook appa! Demi tuhan aku tidak akan pernah menyakitinya lagi, Appa bisa membunuhku jika itu terjadi" balas Taehyung dengan yakin membuat kedua orangtua Jungkook tersenyum kecil padanya lalu melepaskan lengan Taehyung.

"Bagus! Kupegang omonganmu! Masuklah, temui Jungkook dan perbaiki semuanya. Kami mempercayaimu" seru appa Jungkook memunculkan senyum lebar muncul di wajah Taehyung.

"Terima kasih Appa, Eomma!" ucap Taehyung lalu berlalu masuk ke kamar Jungkook.

Taehyung memandang wajah teduh milik Jungkook yang masih terlelap di ranjang rumah sakit, ia berjalan mendekati ranjang Jungkook dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Menarik kursi di samping ranjang Jungkook, lalu menjatuhkan bokongnya di sana. Diraihnya telapak tangan Jungkook untuk memberikan kecupan lembut di sana, dibawanya sebelah tangan Taehyung pada surai ungu milik Jungkook. Mengelus dengan sayang dan hati-hati.

"Cepatlah sadar Kookie. Aku berjanji setelah ini aku akan memperbaiki semuanya, hyung akan membawamu kembali ke rumah dan menunggu uri aegi bersama. Jadi cepat bagun" ucap Taehyung pada Jungkook yang menutup matanya.

Taehyung merapikan poni Jungkook yang jatuh menutupi mata indahnya lalu bangkit dan menundukkan wajahnya agar mempermudahnya untuk mengecup kening Jungkook, mengecupnya cukup lama hingga membuat sang korban terusik dan perlahan membuka matanya.

Jungkook mengeliat tak nyaman saat merasakan benda kenyal dan hangat menyentuh keningnya cukup lama, ia membuka matanya perlahan untuk melihat apa yang terjadi. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Taehyung yang tengah tersenyum lembut padanya dan juga ruang serba putih juga bau obat yang menyengat, menyadari ini bukan rumah orangtuanya ia kembali menatap Taehyung penuh tanya.

"Ini di dimana hyung?" tanyanya pelan.

"Kau tadi pingsan sayang, lalu hyung membawamu ke rumah sakit ini" balas Taehyung dengan senyumnya.

Taehyung diam membeku begitu tangan halus Jungkook menyapa wajahnya, menyelusuri luka lebamnya dengan begitu lembut. Membuat pemuda Kim itu merasakan desiran hangat yang pernah ia alami dulu di hatinya, ia memejamkan matanya agar bisa merasakan desiran-desiran menyenangkan itu.

"Apa yang terjadi hyungie? Kenapa kau babak belur dan bagaimana bisa kau ada di rumah orangtuaku?" tanya Jungkook

"Kekeke... bertanyanya satu-satu saja sayang, hyung jadi bingung mau menjawab yang mana dulu." balas Taehyung dengan kekehan gemas pada Jungkook.

"Baiklah, jadi kenapa hyung ada di rumah eomma dan appa? Setahuku hyung pergi ke kantor" tanya Jungkook kembali.

Taehyung mengelus surai Jungkook sebelum menjawab pertanyaan namja manis itu.

"Hyung .. Hyung mengakui semuanya pada appa. Tentang aku, kau dan juga Yoongi hyung! Appa marah besar dan akhirnya memukuli hyung sebelum akhirnya kau datang" jelas Taehyung masih dengan senyum lembutnya.

Jungkook begitu terkejut mendengar pengakuan Taehyung padanya, ia tidak bisa menahan air matanya karena pengakuan itu. Jungkook memandang sendu pada Taehyung yang masih saja tersenyum manis padanya.

"Seharusnya hyung menunggu aku saja yang bicara pada appa? Agar hyung tidak terluka seperti ini, tapi hyung tenang saja aku akan bicara pada appa kalau kita akan berpisah. Aku janji hyung" ujar Jungkook dengan air mata yang terus mengalir.

Rahang Taehyung mengeras mendengar kalimat Jungkook barusan, ia baru saja merasakan kebahagiaan lalu sekarang harus rusak karena ucapan itu. Tanpa sadar Taehyung menatap Jungkook dengan mata tajamnya, tatapan lembut itu hilang begitu saja hingga membuat Jungkook ketakutan.

"Dengan Kim Jungkook! ..." Taehyung berhenti sejenak untuk menarik nafas agar emosinya tidak meledak dan semakin menakuti Jungkook, ia pasang tatapan lembutnya kembali lalu mengenggam tangan hangat yang lebih muda.

"Aku sudah berjanji pada Appa untuk memperbaiki semuanya! aku mohon, sangat mohon padamu untuk tetap tinggal disisiku. Aku tidak mencintai Yoongi hyung sama sekali, aku minta maaf atas perlakuanku belakangan ini tapi demi tuhan Aku mencintaimu. Aku mencintai Kim Jungkook juga bayi yang kau kandung." jelas Taehyung final.

Jungkook tertegun mendengar ungkapan Taehyung, pemuda itu bahagia sangat bahagia mendengar seluruh pengakuan itu. Apakah seluruh penantiannya berakhir sekarang? Atau ini hanya mimpi? Dan jika iya tolong jangan bangunkan dia. Tapi tunggu, bayi? Apakah Taehyung baru saja bilang bayi yang Jungkook kandung?

"Bayi?" tanya Jungkook ragu.

Taehyung kembali mengecup kening Jungkook lalu mengelus pipi tembam dengan rona merah alami itu dengan sayang, Taehyung membalas tatapan bertanya Jungkook dengan tatapan lembut miliknya.

"Ya bayi, kau tadi pingsan bukan hanya karena kelelahan sayang. Tapi ... karena di sini ada uri aegi dan sudah satu minggu dia ada" ucap Taehyung seraya mengelus perut Jungkook.

Pecah sudah tangis Jungkook begitu Taehyung menyelesaikan ucapannya, kebahagiannya bertambah karena kabar kehamilannya. Jungkook sungguh tidak bisa berkata apapun lagi, dia tidak bisa menahan tangis bahagianya. Dia berhasil mengenggam Taehyung dan sekarang kebahagian itu bertambah dengan adanya malaikat kecil di perutnya. Jungkook bangkit untuk masuk ke dalam pelukkan lengan kokoh Taehyung, ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang nan hangat suaminya. Menangis haru dalam dekapan pemuda yang begitu ia cintai dan dekapan yang begitu ia rindukan.

"Hyungie, terima kasih. Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku lagi" seru Jungkook pelan namun mampu didengar oleh Taehyung.

Taehyung semakin mengeratkan pelukannya pada Jungkook lalu mencium pucuk kepala pemuda manis itu, menumpu kepalanya pada kepala Jungkook setelahnya.

"Jangan khawatir, hyungie janji tidak akan meninggalkanmu dan aegi. Aku juga mencintaimu Kookie" jawab Taehyung.

.

.

Sepasang hazel cokelat menatap sendu ke dalam ruang rawat Jungkook dari balik pintu yang sedikit terbuka, hatinya kembali terasa perih melihat kedua pemuda di dalam sana. Menarik nafasnya pelan lalu beranjak pergi sebelum keduanya menyadari keberadaannya, melangkah dengan langkah berat penuh luka. Pemuda itu berpikir apakah harus selalu seperti ini? apa salahnya mencintai, tapi mengapa rasanya begitu sulit hanya untuk meraih kebahagian dari orang yang dicintainya. Waktu bahkan sudah berlalu dua tahun dan ia masih terjebak dalam perasaan yang sama, bahkan mungkinn pemuda dengan hazel cokelat ini sudah kebal dengan rasa sakitnya.

Bruk ...

Terlalu larut dalam kesedihn membuat pemuda itu tidak memerhatikan lorong koridor rumah sakit itu, membuatnya menabrak seorang pemuda mungil dengan jas putih khas seorang dokter.

"Maafkan aku apa kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir sembari mengulurkan tangannya untuk membantu sang dokter.

"Ya, aku baik. Terima .. ehh kau kan ..."

"Hai, kau yang di coffe shop waktu itu kan?" tanya pemuda dengan hazel cokelat.

"Ya, aku ingat kau yang aku tabrak di coffe shop dan kita kembali bertemu dengan saling menabrak lagi. Lucu sekali" jawab pemuda yang lebih kecil.

"Ngomong-ngomong kita belum berkenalan, aku Jung Hoseok. Kau ?" tanya pemuda yang yang ternyata Hoseok.

"Aku ...

"Lee uisanim!" panggil sebuah suara membuat sang pemilik nama menoleh dan melupakan sesi perkenalannya.

"Eoh, ada apa Hansol-ssi?" tanyanya pada seorang perawat laki-laki berdarah barat.

"Itu, pasien kamar nomor 07 sudah sadar." Jawabnya.

"Arraso, kita segera kesana. Kajja" ucapnya lalu berlalu begitu saja dari pandangan Hoseok.

.

.

POV End

.

.

Jimin POV

.

.

Malam ini begitu terasa lambat berjalan menuju pagi hari, aku masih terjaga sejak Suga hyung berhenti menangis dua jam lalu. Ya, malam ini adalah malam terberat yang pernah aku lalui, menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana hancur dan menyesalnya orang yang kucintai itu. Sejak kejadian di lapang tempo hari Suga hyung selalu murung dan hingga akhirnya dia mencapai batasnya hari ini, dia terus menangis dan berkata bahwa hancurnya hubungan Jungkook dan Taehyung adalah karena ulahnya. Jelas-jelas dalam kasus ini adalah kami semua salah, bukan hanya Suga hyung tapi Taehyung, Jungkook juga aku ikut adil dalam kekacauan ini.

"Eughh~"

Aku menundukkan wajahku untuk melihat laki-laki manis yang ada dalam dekapanku saat suara lenguhan tak nyamannya mengalun dari bibirnya, Suga hyung terus bergerak gelisah dalam tidurnya mungkin ia mimpi buruk pikirku.

"Sssstttt ... hyung" seruku pelan seraya mengelus surainya yang kini berubah warna menjadi silver.

Kurasa sudah kembali terlelap dengan tengan, aku mengecup lama kening Suga hyung. Lamat-lamat kutatap wajah sembabnya yang terlelap membuatku meringis kecil mengingat kembali wajah penyesalannya, membuat dadaku sesak dan begitu sulit hanya untuk menarik nafas. Oh tuhan, aku benar-benar mencintai laki-laki dalam pelukanku ini, hingga rasanya dadaku sesak karena tak bisa lagi menampung rasa cintaku ini. Terdengar berlebihan memang tapi inilah kenyataannya, meski harus menanggung sakit selama lima tahun tapi perasaanku masih sama seperti pertama kali melihatnya secara live. Aku bersumpah tidak akan pernah melepaskan Suga hyung selamanya, aku akan benar-benar menjadi orang tolol jika melepaskan Suga hyung nanti.

"Aku mencintaimu Park Yoongi" ucapku sebelum menyusulnya ke alam mimpi.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Guys, sorry karena terlambat bahkan terlambat banget update. Serius Bunny sibuk banget belakangan ini plus tiba-tiba ide hilang begitu aja, ini aja ffnya tambah jelek. Ahh ancur malah mungkin. Tapi karena kalian setia nunggu Bunny tetep next meskipun kalian pasti kecewa karena ffnya nggak sesuai harapan kalian. Arghhh Vkook bertebaran sekarang, bikin prustasi liatnya. Jungkook manja banget sama V sekarang ahhh entahlah ...

Last, review juseyo