LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for AFED 2016 : Kotak Drabble

.

.

.

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


Kotak Drabble:

.

.

Hi Aidi

.

.

.

Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love.


Kalau mau tahu rasanya punya pacar jenius itu ... cobalah jadi Furihata Kouki. Dia merupakan orang yang berpacaran dengan seorang jenius, Akashi Seijuurou namanya. Jangan tanya bagaimana jeniusnya, pelajaran sekolah, kecil. Olahraga, woah, dia prodigy! Ekonomi sampai cara berkomunikasi? Mana mungkin dia menjadi pewaris perusahaan Akashi bila tidak ahli dalam bidang ini. Pokoknya pemuda itu adalah paket lengkap kejeniusan, termasuk—jenius memanfaatkan kesempatan menjadi modus yang kelihatan tak ada salahnya, meski liciknya luar biasa.

Mereka tengah duduk berdua—dipaksa Akashi tentu saja—di kantin sekolah. Dengan sepiring takoyaki serta omurice tersaji di depan.

"Kouki."

Makan yang tenang diusik oleh suara Seijuurou, tapi Kouki berusaha menulikan telinga.

"Kouki."

Kali ini lebih dekat, hembus nafas membelai tengkuk. Kouki otomatis merah hingga ke ujung rambut. Kemudian ketika Kouki menoleh masih dengan pipi memerah hendak marah, Seijuurou malah tersenyum – sok—polos.

"Apa? Kau tidak menjawabku sih. Jadi kukira aku berbicara kurang dekat."

Kouki membuka mulut ingin menyela.

"Memang kau mau aku mengajakmu untuk C dan kedengaran mereka?"

Kouki langsung bungkam, wajahnya 100 kali lipat lebih merah dari sebelumnya.

.

Di lain kesempatan, Kouki sedang makan es krim sembari mendengarkan musik. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya pelan mengikuti irama lagu hingga melihat wajah seseorang sangat dekat dengannya.

"Es krimmu sepertinya enak. Boleh minta."

Bagian polos dalam dirinya akan langsung mengiyakan. Tapi sisi lain yang makan asam garam kemodusan sadis seorang Akashi Seijuurou tentu waspada. Ini pasti akal-akalannya agar dapat mencium Kouki! Jadi dia menggeleng, menyembunyikan es krimnya posesif.

"Oh."

Kouki bernafas lega. Selamat.

"Kouki, ada sesuatu di wajahmu."

Sontak ia mendongak, panik.

"Eh, apa?"

Seijuurou mendekat, Kouki mulai panik lagi tapi belum menemukan kemungkinan modus. Jadi diam saja, sampai—

Cup.

"Ada sesuatu yang mengundang untuk dikecup."

—begitu kata Seijuurou sambil menyeringai, membiarkan Kouki membatu dan rona kini merajai wajah, telinga sampai badan.

.

"Aku tidak mau memakai ini di depan umum!" Kouki berteriak, kesal pada Akashi yang seenaknya menyuruhnya memakai kostum maid. Ia cemberut, menekuk wajah dan melipat kedua tangan di depan dada.

Yang diteriaki hanya diam, lalu menatap kekasihnya tenang.

"Jadi, kalau di kamar mau?"

"TIDAK JUGA!"

Dasar Seijuurou ini, dikasih hati malah minta jantung. Padahal Kouki berbaik hati membiarkan dia memilih hadiah sendiri.

"Oke. Kalau begitu."Seijuurou menunjuk bibirnya."Ini bagaimana?"

Kouki mengangguk, malu-malu mendekat pada Seijuurou yang malah menahannya.

"Tunggu dulu."

"Eh, kenapa?"

Seijuurou menyeringai, Kouki merasa tak enak. Jelas ini lebih dari isyarat Sejuurou akan menciumnya dengan ganas.

"Kalau blowjob kan harus buka dulu."

Kouki membatu.

"Ta-tapi tadi—"

"Ciuman? Bukannya bibirmu juga biasa digunakan untuk selain itu."

"Ku-kupikir—"

"Lagipula kau tidak tanya aku mau cium atau yang lain." Seringai Seijuurou makin lebar. "Saa, Kouki. Ayo puaskan kekasihmu ini."

Dan Kouki kembali masuk ke dalam jebakannya.

Punya pacar jenius itu susah, bahkan modus saja bukan abal-abal dari buku yang dijual gocap. Tapi walau begitu Kouki mungkin maso menikmatinya, karena itu menunjukkan Seijuurou itu menyukainya, iya kan?


~Fin~


Special thanks: Hi Aidi

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)