HaruHaru

Kim Mingyu | Jeon Wonwoo | de el el | Meanie | GyuWon | SEVENTEEN

Genre romance, fluff, drama

Rating T

Plagiat? Kesenangan boleh dipikul, dosa jinjing sendiri /?

.

[Chapter 13 –17.00]

.

.


Sudah lewat jam 17.00

Wonwoo bosan.

Sudah sejak 30 menit yang lalu dia duduk di salah satu tribun kosong lapangan basket indoor dengan buku di pangkuannya. Ini bukan sedang pertandingan, kalau saat pertandingan pasti seluruh tribun hampir penuh oleh lautan mahasiswa dan suara akan jadi begitu bising. Omong-omong, saat ini Wonwoo sedang meluangkan waktu kosongnya untuk menunggu Mingyu latihan basket dengan beberapa teman dan kakak tingkatnya, mata rubah itu dapat melihat Seungcheol dan Seokmin disana, ada Jaehyun juga, sementara di pinggir lapangan juga ramai. Wonwoo mendengus sedikit kesal ketika melihat 11 anak cheers yang berlatih. Dan Wonwoo tak habis pikir mengapa mereka selalu berlatih saat anak basket juga latihan.

Latihan apanya? Cari perhatian sih iya!

Dari balik kacamata Wonwoo yang bulat dia bisa melihat Mingyu melempar senyum sekaligus melambaikan tangan pada Wonwoo dan sialnya membuat anak-anak dengan rok sepaha itu makin meneriaki nama kim Mingyu keras-keras, lupa pada kenyataan bahwa lelaki yang mereka gilai itu sudah punya pacar.

Lelaki yang tengah menggunakan kemeja garis-garis dan jaket itu mendengus, menunduk lagi dan fokus pada buku, sebuah marker berwarna biru di tangannya dia putar-putar sebentar sebelum dia tenggelam lagi pada pekerjaannya. Lupakan Mingyu, dia sudah punya banyak fans yang siap berteriak dan memberinya semangat.

Wonwoo cemburu?

Sudah jangan tanya, kalau kau bertanya, si emo ini pasti akan jawab tidak.

Perlu diketahui, Wonwoo itu hobi berkelit kalau masalah cemburu-cemburuan.

.


Mingyu terkekeh kecil, dia berlari dengan dua kaleng soda di tangannya menghampiri Wonwoo yang menyendiri di tribun sebelah barat. Dengan sengaja, ditempelkannya kaleng soda dingin itu di pipi lembut Wonwoo membuat konsentrasi namja itu buyar, dia memekik.

"Ya!" Wonwoo menoleh, mendengus melihat lelaki yang masih mengehakan jersey tanpa lengan dengan keringat yang belum surut. Sebuah handuk melingkar di lehernya dan dua tangannya membawa minuman kaleng.

"Kau lupa sedang menungguku hm?" Mingyu mengambil tempat tepat di sebelah kiri Wonwoo dan terkekeh pelan melihat kekasihnya itu masih mengusap-usap pipinya yang terasa dingin karena bersentuhan dengan kaleng soda.

"Aku kira kau yang lupa sedang aku tunggu," Wonwoo mendengus kesal, Mingyu memang bilang dia akan berlatih sekitar 45 menit saja, tapi sekarang sudah lewat satu jam.

"Maaf maaf, jangan marah hyung, tadi seru sekali," ucap Mingyu ringan, lalu menyodorkan kaleng soda dingin itu, "Mau cola atau pepsi?"

"Cola," Mingyu membuka kaleng cola tersebut dan memberikannya pada Wonwoo, yang lebih tua hanya menerimanya dengan diam dan langsung meneguknya.

Mingyu menumpukan pipinya dengan telapak tangan, mengamati wajah lembut Wonwoo dan tersenyum kecil. Sedangkan Wonwoo yang merasa diperhatikan menoleh dan memasang wajah penuh tanya.

"Kenapa?"

"Lain kali kalau menungguku latihan, kau harus melihatku benar-benar hyung, aku sangat keren kalau di lapangan," Mingyu tertawa, lalu membuka kaleng pepsinya sendiri.

Wonwoo mendengus, "Malas. Memangnya aku tidak punya pekerjaan lain?"

"Ya ampun galaknya…"

"….lagipula buat apa aku ikut-ikut berteriak juga, kau sudah punya banyak manusia yang rela berteriak-teriak menyemangatimu."

Lelaki berkulit tan itu mengedip, "Aku tidak menyuruhmu berteriak."

Wonwoo mengedip, benar juga!

"Po…pokoknya tidak mau!"

Mingyu terkekeh melihat Wonwoo membuat wajah, dia tahu apa yang kekasihnya itu risaukan, dan apa yang membuat Wonwoo sepanjang menunggunya hanya diam dan mempoutkan bibirnya tanpa sadar. Sebenarnya Mingyu susah payah menahan diri untuk tidak berlari ke tribun tempat Wonwoo berada dan mencium bibirnya. Ya Tuhan, Mingyu gemas sekali.

"Iya iya, sini aku yang memperhatikanmu kalau begitu," Wonwoo merasakan usakan di rambut lembutnya dan dia menyalak kecil.

"Apasih Gyu!"

"Lagipula memang tim cheers itu tugasnya berteriak hyung, kau kira aku saja yang disemangati? Mereka menyemangati tim, sudah, berhenti cemburunya," Mingyu berdiri, mengambil buku-buku dan marker Wonwoo lalu memasukkannya dalam tas, dia menyampirkan tas milik Wonwoo yang agak berat di bahu kanananya.

"Aku tidak cemb…"

Cepat-cepat Mingyu menyela, "Iya iya, Jeon Wonwoo tidak cemburu, tapi kesal. Kesal beda dengan cemburu. Sudah, aku sudah paham, ayo pulang!"

Tanpa sadar pipi Wonwoo memerah. Setiap kali Wonwoo cemburu dan Mingyu memergokinya, maka Wonwoo akan melontarkan kalimat yang sama dengan nada yang sama juga 'aku tidak cemburu Mingyu, aku cuma kesal. cemburu dan kesal itu beda.' Mingyu sampai hafal dibuatnya.

"Tumben tidak mandi dulu?" Wonwoo bertanya lalu mengikuti langkah Mingyu di sebelah kanannya.

Mingyu menggeleng, "Malas."

"Dasar jorok!" Wonwoo tidak menolak saat Mingyu menggenggam tangannya, begitu hangat dan sedikit basah karena keringat. Tapi meskipun Wonwoo bilang Mingyu itu jorok, Wonwoo tetap menyukai bagaimana bau keringat namja di sampingnya ini.

"Aku mau mandi di apartemen saja, denganmu!"

Wonwoo mendelik, "Kenapa bawa-bawa aku?"

"Hyung kan juga belum mandi, aku bisa mencium bau formalin dari kemejamu, pasti habis praktikum kan?" Mingyu menunjuk kemeja garis-garis Wonwoo dan namja bermata sipit itu mengendus kemejanya sendiri, "Baunya lebih parah dari keringatku."

"Kau benar, aku harus langsung mandi," Wonwoo mengeluh, "Padahal aku sudah pakai jaket, masih bau sekali ya?"

Mingyu terkekeh kecil, "Tidak apa-apa sih, hidungku saja yang tajam."

Mereka berdua masuk ke ruang ganti dan Wonwoo menunggu Mingyu berganti pakaian disana. Kalau sedang mood Mingyu biasanya akan langsung mandi di sini. Tapi nampaknya lelaki jangkung itu hanya butuh ganti baju dan membawa kembali barang bawaannya.

"Biar aku yang bawa tasku, Mingyu!" Wonwoo mengambil tasnya dari bahu Mingyu dan mengamit lengan kekar kekasihnya.

"Pulang nanti jangan kabur," Mingyu mengacak rambut Wonwoo sekali lagi membuat yang lebih pendek menghembuskan nafas, sedikit kesal.

"Iya iya, aku tahu, lagipula aku kabur bagaimana? Biasanya juga kau langsung membawaku seperti karung ke kamar mandi."

Mingyu terkekeh, mereka berjalan menyusuri koridor, berbelok ke arah kanan dan melihat segerombol manusia dengan pom-pom di tangannya berbisik-bisik begitu melihat Mingyu. Dan Wonwoo hanya memutar bola matanya malas, sepertinya manusia-manusia itu tak melihatnya. Heol, Wonwoo jadi berasa invisible.

Tiba-tiba langkah Wonwoo terhenti, badannya di tarik paksa dan sebuh ciuman mendarat di bibirnya. memakan waktu sepersekian detik sampai Wonwoo menyadari apa yang dilakukan Mingyu padanya, yang mengundang jeritan histeris dan tatapan mata terkejut dari beberapa orang.

"Berhenti mempoutkan bibirmu Jeon Wonwoo, aku gemas sekali!" Mingyu menarik hidung Wonwoo dan pria bertubuh pendek itu gelagapan, bingung. Sejuta omelan ingin Wonwoo semburkan pada Mingyu yang berani menciumnya di tempat seperti ini, namun seolah ada yang menahan kata-katanya di tenggorokan.

Dan mata rubah itu membola saat Mingyu lagi-lagi menciumnya, sedikit lebih lama dan Wonwoo hanya bisa berkedip seperti orang bodoh, "Sekarang sudah tidak perlu cemburu lagi, lihat, mereka sudah tahu kan, kalau aku milikmu."

Wonwoo menoleh, anggota cheers itu menatap mereka berdua dengan tatapan yang tidak bisa Wonwoo jelaskan, namun dalam hati, entah kenapa Wonwoo merasa lega.

"Sekarang ayo pulang," Mingyu menautkan jemarinya dengan milik Wonwoo yang mungil sebelum mereka berdua berjalan beriringan menuju tempat parkir.

.


"Aduh!"

Mingyu meringis kecil saat melihat Wonwoo mencubit pinggangnya.

"Jangan lakukan itu lagi, aku malu," bisiknya pelan. Dan Mingyu seketika paham apa yang Wonwoo maksud. Melihat pipi lembut yang sekarang berubah dengan semburat merah muda bahkan sampai ke telinganya.

"Aku tidak tahan," Mingyu terkikik dan Wonwoo malah menatapnya tajam, "Tapi kau menyukainya kan?"

Wonwoo diam.

"Mau coba di tempat sepi? Tempat parkir ini sepi hmm," terkutuklah Mingyu yang menggodanya, Wonwoo hampir saja menendang tulang kering kekasihnya itu dengan kakinya yang kecil.

"Di rumah…"

Mingyu mengedip, "Apa?"

"Jangan disini, lakukan di rumah nanti kim Mingyu!"

"…"

"…"

"Jangan mengelak kalau nanti aku melakukannya di rumah."

Wonwoo memutar bola matanya malas, namun pipinya makin memerah "Iya iya, dasar mesum."

.

.

17.00 – END

Mau lagi?

.


Halooo…..update selanjutnya setelah ujian gua kelar ya hehe. Doain ujian lancar /bow/ kalian juga yang lagi ujian juga semoga dilancarkan / . btw, kemarin banyak yang minta meanie liburan, hem boleh sih, tapi ndak janji di chapter depan ya, soalnya gua juga rencananya bikin ff chapter lagi hehe :'v

Tolong reviewnya dooong, ide dan saran juga boleh sekali, buat penyemangat huhu TT_TT

Terima kasih yang sudah baca haru-haru sampai disini, kedepannya akan berusaha lebih baik lagi.

Dadaaah!

.

raeyoo