Home
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan
Cast : DBSK Family, dll
Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi
Typos bertebaran, membosankan, alur suka"
Rate : T
Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow dan Chap ini alurnya lambaaaaaaaaatttttt bgt.
.
D.L.D.R yaaa... Ga tau singkatnya?
Don't Like, Don't Read. Ga tau artinya?
Ga Suka Ga Usah Baca, simple kan?
.
.
.
.
.
Yunho masuk ke dalam kamar dan langsung duduk di sisi lain tempat tidur, memunggungi Jaejoong. Jaejoong sendiri sudah dalam keadaan terbaring.
" Yakin kau bisa Yun?" Tanya Jaejoong yang hanya melihat punggung Yunho
" Hum" Yunho hanya mengangguk dan ikut berbaring
Jaejoong gemas sendiri melihatnya, jadi dia memutuskan untuk menggenggam tangan Yunho dan membuat Yunho tersentak kaget.
" Aku ingin menggenggam tanganmu agar aku tahu ini bukan mimpi" Lirih Jaejoong
Yunho tersenyum, matanya menatap langit – langit kamar yang berwarna putih itu, tangan Jaejoong terasa hangat digenggamannya.
" Besok..."
Jaejoong menoleh saat mendengar suara Yunho, jantungnya berdebar halus dan menyenangkan. Dia menatap Yunho yang masih menatap langit – langit kamarnya.
" Kita pergi ke taman hiburan dan ke tempat yang Changmin inginkan" Lanjut Yunho
" Lalu? Kapan ke tempat yang aku inginkan?"
" Memang kau mau kemana?"
" Kemana saja asal bersamamu"
Yunho terkekeh mendengarnya, kenapa jadi Jaejoong yang menggombal dan terkesan agresif?
" Kau mau kemana?" Tanya Yunho sekali lagi
" Aku tidak tahu, ini kali pertamanya aku datang kemari untuk berlibur jadi aku menyerahkan semuanya padamu saja. Kau yang menyusun semua rencana ini bukan?"
" Ya. Lebih baik kita tidur saja"
" Ne" Jaejoong menguap namun matanya tidak lepas dari wajah Yunho " Aku mencintaimu Yun"
" Hum..."
" Tidak mau membalasnya?" Tanya Jaejoong dan bibirnya mengerucut tapi sayang Yunho tidak melihatnya
" Kau tahu kan jawabanku"
" Katakan saja"
" Aku juga Jaejoong ah, aku mencintaimu"
" Hehehehe"
Jaejoong tertawa tidak jelas, percakapan mereka sebelum tidur ini pasti bisa membuatnya bermimpi indah bukan? Hahahahaha...
Jaejoong jadi tidak sabar menunggu besok, kalian juga?
.
.
.
.
.
.
~ Chapter 12B ~
.
.
.
.
.
.
Jaejoong bangun dari tidurnya dengan sebuah senyuman terpantri indah pada wajah mulusnya, dia menoleh kesamping dimana sang suami masih memejamkan matanya. Jaejoong merasa gemas dengan wajah polos yang ditunjukkan oleh Yunho. Ingin memberikan sebuah kecupan tapi nanti Yunho kaget, eh...
Akhirnya dia putuskan untuk beranjak menuju kamar anak tersayangnya, dia membuka pintu dan melihat tempat tidur Changmin berantakan. Saat jaejoong berjalan mendekat dia melihat Changmin menggeliat, waktu yang tepat!
" Eommaa..."
Lirihan Changmin membuat Jaejoong tersenyum kemudian menghampiri Changmin dan menggendong sang anak yang matanya mulai terbuka.
" Pagi baby"
CUP
Sebuah kecupan didaratkan Jaejoong pada kening Changmin dan membuat sang anak tersenyum lebar kemudian balas mencium sang eomma tepat dibibirnya.
" Ayo cuci mukamu lalu sikat gigi dan kita akan sarapan"
" Hum"
Usai mereka mencuci wajah dan menyikat gigi, Jaejoong membawa Changmin menuju dapur yang ada di villa itu. Jaejoong bersyukur kulkas di sana terisi penuh bahan makanan yang sepertinya baru disedikan kemarin malam.
" Eommaa... Mau omelet"
" Arasseo"
Changmin dengan ceria menemani sang eomma memasak sesekali menceritakan kesehariannya yang dia lewati tanpa sang eomma beberapa hari lalu.
" Kyu bilang, Min ganteng kayak appa. Iya kan eomma?"
" Iya, kau itu sangat tampan"
" Ganteng mana Min atau appa?"
" Tentu saja Minnie"
" Horreeeeee! Padahal, Kyu bilang appa lebih ganteng daripada Min! Tapi tapi tapi tapi~ Min lebih ganteng dari appa kan eomma?"
" Iya, Min lebih tampan"
" Pagi..."
Jaejoong menoleh mendengar suara rendah nan seksi di telinganya itu, Yunho memasuki area dapur dan duduk disamping Changmin yang menyambut sangat gembira kedatangan sang appa.
" Pagi Yun"
Yunho hanya mengangguk.
" Teh atau kopi?" Tanya Jaejoong
" Teh saja"
" Oke"
Lima menit kemudian Jaejoong menyelesaikan pekerjaannya dan meletakkan omelet di depan Yunho dan Changmin.
" Kau mana?" Tanya Yunho yang tidak mendapati makanan di depan Jaejoong
" Aku ingin makan roti gandum pagi ini" Jawab Jaejoong
" Oh..."
Jaejoong kemudian kembali ke konter dapur untuk mendapatkan apa yang dia mau, menyeduh susu vanilla dan kembali ke meja makan membawa roti dan susunya itu.
" Min, makan yang benar"
" Iya eomma"
Yunho tidak sanggup berkata apapun saat melihat porsi omelet yang diberikan Jaejoong pada Changmin. Omelet untuknya berbeda ukuran dengan omelet Changmin yang bisa dimakan untuk dua orang! Astaga...
" Apa Changmin selalu sarapan sebanyak itu?" Tanya Yunho
" Tidak, hanya jika sarapannya omelet Changmin akan meminta banyak"
" Oh..." Yunho mengangguk, dia mencoba untuk menghafalkan kebiasaan anaknya itu
" Eommaaa aaaaaaaaaaa"
Changmin menjulurkan senduk berisi omeletnya pada Jaejoong dan Jaejoong menyambutnya dengan gembira. Yunho tersenyum tipis menatap sang anak, tapi... Dia harus membicarakan sesuatu pada Jaejoong setelah ini. Hal yang sangat penting untuk Changmin.
Usai sarapan Yunho meminta Jaejoong dan Changmin untuk bersiap, Yunho akan mengajak Jaejoong berkeliling hari ini. Dengan kaos warna putih dilapisi kemeja couple berwarna biru muda, Yunho mengajak Jaejoong dan Changmin masuk ke dalam mobilnya.
Changmin terpekik senang sepanjang perjalanan karena dia memakai pakaian yang sama dengan kedua orangtuanya. Ini pertama kali baginya!
" Whooaaa... Tedi bel!" Teriak Changmin saat mereka tiba dipintu museum teddy bear, dia menarik tangannya yang digandeng oleh Yunho dan bertepuk tangan senang
" Ne"
" Eomma kan cuka banget cama tedi bel!"
Jaejoong tersenyum pada sang anak yang terlihat sangat gembira itu, nyatanya bukan hanya dia yang menyukai boneka beruang itu. Tapi Changmin pun juga sama, mungkin karena Changmin selalu melihat banyak boneka teddy bear di dalam kamar sang eomma sejak dulu.
Jaejoong tentu saja sangat gembira melihat anaknya itu berjingkrak riang di dalam museum. Senang juga sih Yunho mengajaknya kemari, hehehehe...
" Whooaaa... Eomma! Bonekanya gede yaaa!" Changmin berteriak pada satu boneka beruang yang tingginya melebihi Yunho
" Ne, mirip appa ya"
" Iyaa! Hahahahaha"
Yunho yang berdiri dibelakang dua orang itu mengerutkan keningnya, bagian mana dari dirinya yang mirip dengan boneka beruang itu? Coba katakan?
" Milip appa lagi yang ituuu!" Changmin menunjuk sebuah boneka beruang yang besar kemudian berlarian meninggalkan Yunho dan Jaejoong
" Tidak, appa lebih tampan" Ucap Yunho
" Boneka beruang itu mirip denganmu Yun" Itu ucapan Jaejoong
" Mwo?"
" Iya! Lihat, tinggi besar tapi hangat saat dipeluk"
" Eh?"
" Omo!" Jaejoong membekap mulutnya yang keceplosan bicara
Yunho membulatkan matanya sesaat kemudian tersenyum setelah mendengar ucapan Jaejoong, bagaimana bisa Jaejoong mengatakan hal itu? Yah... Paling tidak dia sedikit bangga saat Jaejoong mengucapkan dirinya hangat saat dipeluk. Eaaa~
" Itu imut! Kayak Kyunie!"
Changmin kembali berlari menuju sebuah boneka beruang yang ada di dalam kaca, boneka beruang yang sedang membaca dan sebuah pita ada di atas kepala boneka itu.
" Oh... Kyunie imut seperti itu?" Tanya Jaejoong yang lari dari Yunho karena masih merasa malu
" Ne eomma!"
" Aigo..."
Perjalanan mereka berlanjut untuk mengelilingi museum itu. Jaejoong dan Changmin berjalan bergandengan tangan di depan Yunho yang tersenyum melihat keluakuan mereka. Yunho bersyukur, setidaknya dia tidak salah mengajak mereka berdua kemari.
Setelah puas berjalan – jalan di dalam museum, Yunho mengajak Jaejoong dan Changmin untuk makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Yunho sudah memesankan tempat untuk mereka di sebuah restoran keluarga.
Mereka duduk di sebuah ruang makan dimana pemandangannya adalah laut Jeju yang terlihat sangat bersih. Yunho duduk bersila di lantai sedangkan Jaejoong sedang pergi ke toilet untuk mencuci tangan Changmin yang terkena jus apel kotak yang diminumnya di dalam mobil tadi.
" Yun..."
Jaejoong masuk ke dalam ruangan itu dan melihat banyak makanan yang sudah tersaji di atas meja, makanan Korea sesuai dengan keinginan Changmin yang tadi ingin makan samgyetang juga daging bakar.
" Whoaaaa... Ayam!" Pekik Changmin saat melihat isi samgyetang-nya
" Ne, duduk dan mari makan" Ucap Yunho dan diangguki oleh Changmin dan dengan gembira dia duduk di atas pangkuan Yunho
" Ayo makan!" Pekik Changmin senang
" Minnie ah" Panggil Yunho dengan lembut
" Ne appa?"
" Duduklah sendiri dan makan makananmu"
" Tapi Min mau dipangku appa, dicuapi eomma"
" Mulai saat ini, coba makan sendiri. Appa mau lihat Minnie makan sendiri"
" Yun, Minnie bisa aku pangku" Ucap Jaejoong, sedikit kecewa juga Yunho tidak memanjakan Changmin siang ini
" Tidak, biarkan Minnie duduk sendiri. Oke?"
" Tapi appa-"
" Kalau Minnie bisa, appa akan berikan hadiah untuk Minnie"
" Jinjja?"
" Tentu"
CUP
Yunho mengecup puncak kepala Changmin dan membantu anaknya untuk duduk disampingnya menggunakan bantal tambahan agar Changmin bisa mencapai meja. Jaejoong duduk dihadapan mereka hanya memperhatikan bagaimana Yunho memperlakukan Changmin.
" Makanlah Jae" Ucap Yunho
" H-hum"
" Jangan lupa berdoa ya Minnie ah" Ucap Yunho kemudian mengusap pelan kepala Changmin
" Ne appa"
Jaejoong memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yunho, namja itu membantu Changmin dengan memberikan sebuah sumpit anak – anak. Jaejoong berpikir bahwa Yunho mulai ingin membuat anaknya itu mandiri dengan makan sendiri. Oh, jangan lupakan bahwa Changmin pun tidur sendiri semalam.
.
.
.
.
" Laaaauuuuutttttttttttttttttttttttt!"
Changmin berlari gembira setelah mereka sampai di sebuah laut indah Jeju, Jaejoong terkekeh melihatnya begitu juga Yunho yang sekarang berjalan disamping Jaejoong.
" Jangan main terlalu jauh ne Min!" Teriak Jaejoong
" Ne eomma!"
Changmin berlarian tapi tidak jauh dari keluarganya, dia mengikuti ucapan sang eomma. Jaejoong bersyukur anaknya penurut disaat seperti ini. Jaejoong akhirnya duduk beralaskan pasir bersama Yunho sembari memperhatikan Changmin bermain.
" Hey Jae..."
" Hum?"
Jaejoong menatap Yunho yang menatap laut indah di depannya, namja itu masih belum mau menatapnya lama.
" Besok, jangan datang ke kamar Changmin" Ucap Yunho
" Eh?" Jaejoong mengerutkan keningnya
" Biarkan dia bangun dengan sendiri"
" Ta-tapi... Yun... Changmin..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya
" Biarkan dia bangun dan mencari apa yang dia inginkan"
" Dia akan menangis nanti" Lirih Jaejoong, dia tidak setuju dengan apa yang diucapakan Yunho
" Tidak apa – apa"
" Tapi-"
" Aku ingin dia tahu, jika dia bangun sendirian... Tidak mendapati siapapun disampingnya, dia bisa berjalan keluar mencari apa yang diinginkannya. Biarkan saja dia menangis, karena itu adalah proses mandirinya"
" Apa kau tega?"
" Dia harus tahu Jae, kita tidak akan kemana – mana untuknya. Saat dia mencari kita, kita selalu ada untuknya"
" Yun, aku tidak tega"
" Biasakanlah mulai besok"
" Ugh..." Jaejoong mengerucutkan bibirnya
" Aku mulai melatihnya untuk mandiri Jae, semua ini aku lakukan untuknya, untukmu dan untuk kita"
Jaejoong tertegun mendengar ucapan Yunho, untuk kita Yunho bilang? Untuk kita... Dirinya dan Yunho. Benarkah?
" Seperti aku yang mulai membiasakan diri berhadapan denganmu, Changmin pun harus mulai membiasakan dirinya untuk mandiri. Apa kau mau Changmin tidur bersama kita sampai usianya dua puluh tahun?"
" Mwo? Ani... Aku.. Aku memang ingin membiasakannya tidur sendiri hanya saja apa tidak terlalu cepat?"
" Menurut Jihyun noona dan Joohyuk hyung, usia Changmin sudah tepat untuk dibiasakan untuk mandiri"
" Aku hanya takut Changmin malah..."
" Mulai sekarang percayalah padaku, ya?"
Jaejoong perlahan menggumam setuju dan menganggukkan kepalanya perlahan. Ternyata sosok Yunho memang sangat diperlukan untuknya. Kalau Jaejoong mana bisa melakukan hal itu, dia pasti akan melakukan apapun yang diinginkan oleh Changmin. Memanjakan sang anak tanpa batas, hal itu dia lakukan karena dia merasa mampu. Tapi Yunho tidak, dia terlihat tegas saat meminta Changmin untuk tidur dan makan sendiri.
.
.
.
.
.
.
Usai berendam bersama Changmin, Yunho memakaikan piyama berwarna biru laut dengan motif teddy bear pada sang anak. Mereka turun bersama dimana Jaejoong sudah menyiapkan makan malam untuk mereka.
" Daging!" Pekik Changmin senang
" Hum, makanlah yang banyak ya"
" Ne!"
Changmin memakai sumpit khusus untuknya dan mulai mengambil daging di depannya dengan semangat. Sesekali dia menatap lucu sumpitnya itu.
" Min cuka cama cumpitnya! Pololo" Ucap Changmin
" Dan pororo suka kalau Minnie menghabiskan makan makan hari ini" Ucap Yunho
" Ne"
Yunholah yang membelikan sumpit khusus itu, ada lima set dengan motif yang berbeda dengan gambar yang pasti Changmin suka.
" Abis makan, temenin Min maen pajel ya appa"
" Ne, appa temani"
Sesuai janji, Changmin bermain puzzle di ruang keluarga dengan Yunho, namja itu membantu Changmin untuk menemukan tempat yang sesuai dengan puzzle. Agak sulit karena Changmin menyatukan pecahan seratus puzzle menjadi satu. Tapi Changmin menyukainya! Apa lagi dia bermain dengan appanya!
" Yun, tehnya"
Jaejoong datang membawakan teh untuk Yunho dan segelas susu coklat untuk Changmin. Changmin langsung saja meminum susunya dan kembali memainkan puzzle-nya dengan semangat.
" Jangan tidur malam - malam ya Min" Ucap sang eomma
" Kau pergilah ke kamar terlebih dahulu, aku akan menemani Changmin" Ucap Yunho dengan mata menatap puzzle yang ada di depan mereka
" Tapi..."
" Kau pasti lelah, tidurlah duluan"
" Apa tidak apa - apa?"
" Tentu, kami akan segera menyusul"
" Arasseo, Minnie ah... Cium eomma dulu"
Changmin menghentikan permainannya kemudian berdiri dan menghampiri sang eomma. Dia mencium kedua pipi Jaejoong dan bibir Jaejoong kemudian meneluk erat sang eomma.
" Aigoo..."
Cup
Cup
Cup
Jaejoong mengecup kedua pipi Changmin dan bibir sang anak, dia mengusap pelan puncak kepala Changmin.
" Jangan tidur terlalu malam ne? Jika sudah selesai langsung cuci mukamu dan sikat gigi"
" Alaceo eomma"
" Aku tidur duluan ya Yun"
" Hum"
Jaejoong akhirnya meninggalkan pasangan appa dan anak yang langsung menyambung permainan mereka yang tertunda barusan. Jaejoong memasuki kamar mandi untuk membersihkan wajah dan giginya.
Setelahnya, dia berbaring di atas tempat tidur. Hari ini adalah hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan untuk Jaejoong, dia sangat senang bisa pergi bersama suami dan anaknya walaupun Yunho terlihat canggung saat berhadapan dengannya.
Besok, kemana lagi ya? Jaejoong memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi besok hingga dia ketiduran dan terlelap.
" Nghhh..."
Namja itu melenguh dan membuka matanya, membiasakan matanya kemudian menoleh ke samping. Di sampingnya seorang namja tampan tengah tertidur dengan lelapnya. Namja itu, Jaejoong. Dia menaikkan tangannya yang sejak semalam gatal ingin menyentuh wajah sang suami.
Jari telunjuk Jaejoong perlahan menyentuh hidung mancung Yunho, jantungnya berdebar takut Yunho terbangun dan memergoki aksinya itu tapi Jaejoong ingin lebih dari ini. Perlahan jarinya turun menuju bibir tipis milik sang suami. Jaejoong gemas! Dia mengelus pelan bibir tipis itu dan terkekeh tanpa suara sampai...
" Apa yang kau lakukan?"
Degh!
Jaejoong langsung menjauhkan tangannya dari wajah Yunho saat mendengar suara Yunho menginterupsi kegiatannya barusan. Dia jadi gugup tahu!
" Ma-maaf mengganggu tidurmu Yun" Ucap Jaejoong pelan
" Jam berapa ini?"
" Eung?" Jaejoong melirik jam yang ada di atas meja nakas " Jam dua pagi" Lanjutnya
" Kau terbangun?"
" N-ne"
" Lalu apa yang kau lakukan padaku barusan?"
" An-ani, ak-aku hanya..."
Blush
Jaejoong merasakan panas menjalar pada seluruh wajahnya dan itu pertanda tidak baik untuknya!
" Wae?" Tanya Yunho dengan lembut
" Tidak... Aku hanya... Ng... Bolehkan aku mengatakannya?"
" Tentu"
" Aku merindukanmu" Lirih Jaejoong dengan malu - malu
" Ta-tapi seharian ini kita bersama bukan?" Entah kenapa Yunho jadi ikut gugup
" Ng... Itu Yun..."
" Apa?"
" Itu..." Wajah Jaejoong sekarang berwarna merah padam
" Apa?" Yunho mengerutkan keningnya bingung
" Tidak"
" Apa sih?"
" Ish"
Cup
Dengan cepat Jaejoong memiringkan kepalanya dan mengecup bibir Yunho. Setelahnya dia berbaring memunggungi Yunho dengan wajah merah padam.
" E-eoh? Ehem"
Yunho berdehem menghilangkan rasa canggungnya, yang barusan terjadi dengan cepat hingga Yunho diam saja. Yunho mencoba menatap Jaejoong, namja itu tidur memunggunginya, harusnya Yunho lebih peka jika Jaejoong ingin lebih dekat dengannya. Bukan hanya harus mendekatkan diri pada Changnin tapi dia juga harus mendekatkan dirinya dengan Jaejoong bukan?
Namun, bagaimana bisa menyentuhnya jika berdekatan dengannya saja membuat Yunho gemetar. Tapi, Yunho menyadari sesuatu... Gemetarnya tidak seperti dulu, tapi apa bisa dia melakukannya sekarang? Tidak apa - apa kan?
Selagi sibuk dengan pemikirannya, tangan Yunho merambat naik sampai ke puncak kepala Jaejoong dan menepuknya pelan. Jaejoong yang belum tidur tentu saja kaget saat sebuah tangan menepuk puncak kepalanya.
" Aku juga merindukanmu, sangat"
Suara itu terdengar lirih tapi Jaejoong bisa mendengarnya dengan jelas. Dia segera membalikkan tubuhnya dan menatap Yunho yang langsung membuang wajahnya, tidak mau menatap Jaejoong.
" Y-yun..."
" Aku tidak apa - apa"
" Kalau begitu, bisa kau coba pandang wajahku? Melihat ke arahku? Karena aku sangat merindukan tatapanmu itu"
Yunho memejamkam matanya dengan perlahan kemudian menghadapkan wajahnya ke arah Jaejoong. Sudah waktunya dia menghadapi rasa takutnya, dia sudah berubah. Tidak akan menyakiti Jaejoong-nya lagi kali ini. Perlahan Yunho membuka matanya...
Degh
Mata bulat nan jernuh itu menatap Yunho dengan polos, Yunho seakan bisa menyelami apa yang ada di dalam mata polos itu. Dia bisa melihat sesuatu yang menyakitkan di sana, dia bisa melihat bagaimana dulu dia sering menyakiti Jaejoong hingga membuat namja cantik itu mengeluarkan air mata dari kedua mata bulatnya itu.
" Tetap seperti ini Yun, aku tidak apa - apa karena kau tidak akan menyakitiku" Ucap Jaejoong dengan lembut
Yunho mencoba menuruti perkataan Jaejoong tanpa menyadari Jaejoong bergerak maju dan menaruh tangannya pada bahu Yunho.
" Jae..." Yunho seakan merasakan sebuah sengatan saat Jaejoong menempelkan tangannya pada bahu Yunho
" Apa traumamu muncul?" Tanya Jaejoong dengan lirih
" Sedikit"
Sedikit demi sedikit Jaejoong mengikis jaraknya dengan Yunho hingga mereka benar - benar dekat. Jihyun memang pernah berkata bahwa Jaejoong harus membiasakan diri untuk mendekat pada Yunho hingga namja itu terbiasa dengan kehadirannya seperti saat ini, mereka benar - benar dekat.
Hup
Tangan Yunho menangkup pipi Jaejoong dan mengelusnya, merasakan kelembutan dari kulit Jaejoong.
" Lembut..." Lirih Yunho
Jaejoong memejamkan matanya menikmati elusan itu sedangkan Yunho tetap menatap wajah Jaejoong. Dia gemetar, sungguh! Tapi tidak segemetar sebelumnya, dia perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Jaejoong, matanya menatap lembut bibir Jaejoong sampai...
Cup
Bibir Yunho menempel pada bibir Jaejoong, hanya menempel. Mungkin Yunho tengah membiasakan dirinya untuk mencium Jaejoong yang kini membuka matanya perlahan.
Jaejoong bisa melihat sang suami memejamkan matanya, pasti takut traumanya kambuh kalau menatapnya. Katakanlah Jaejoong agresif karena saat ini dia menggerakkan bibirnya untuk mengulum bibir bawah sang suami.
Terus dan terus hingga dia mendapatkan sebuah jawaban dimana Yunho membalas ciumannya dengan perlahan. Jaejoong senang bukan main, sebuah kemajuan yang harus dia laporkan pada Jihyun setelah mereka sampai di Seoul nanti. Apa lagi dia tidak terlalu merasakan tubuh Yunho gemetar lebih dari lima menit setelah menyentuhnya!
" Nghh..."
Jaejoong melenguh saat memutuskan ciuman itu saat dia merasa tidak bisa bernafas. Bagaimana pun sifat Yunho yang satu ini tidak berubah, sejak dulu namja tampan itu sangat kuat jika berciuman. Dulu bahkan Yunho tidak mau melepaskan ciumannya walaupun Jaejoong sudah kehabisan nafas!
" Gomawo" Ucap Jaejoong dengan sangat senang
" H-hum"
" Mimpi indah Yun, saranghae"
Cup
Jaejoong membalikkan tubunya memunggungi Yunho dan memejamkan matanya dengan paksa, dirinya sangat malu saat ini!
" Mimpi indah, nado saranghae" Ucap Yunho dengan pelan dan diakhiri dengan sebuah senyuman di bibirnya
Lihat... Dia bisa melakukannya walaupun tubuhnya sedikit gemetar. Ini sebuah kemajuan, terima kasih pada Jaejoong yang bersikap agresif agar dirinya terbiasa dengan keberadaan Jaejoong disampingnya.
.
.
.
.
.
.
.
Jaejoong terbangun pagi ini dengan sebuah senyuman mengembang lebar pada wajahnya (lagi), menoleh ke samping, dia mendapati wajah damai sang suami. Jaejoong bangkit kemudian mengecup bibir Yunho sebelum pergi dari area kamarnya. Ingin pergi ke kamar Changmin, namun dia ingat pesan Yunho jadi dia mengurungkan niatnya dan pergi ke dapur.
Jaejoong sedang meletakkan sandwich-nya saat Yunho masuk ke area dapur dan duduk pada salah satu kursi yang ada di area dapur itu.
" Sudah bangun?" Tanya Jaejoong
" Hum, aku memang biasa bangun pagi"
" Arasseo. Mau susu, teh atau kopi, Yun?" Tanya Jaejoong lagi
" Teh saja"
" Oke"
Yunho menyesap teh manis hangatnya dengan perlahan saat Jaejoong selesai membuatkannya, dia mengamati Jaejoong yang kembali berkutat dengan dapurnya setelah membuat sandwich.
" Sedang apa?" Tanya Yunho
" Membuat pancake manis untuk Changmin"
" Lho? Sandwich-nya?"
" Takut kurang"
" M-mwo?"
" Biasa Yun... Dia memang sepe-"
" EOOOMMMAAA! HUUWWWEEEEEE"
" Yun... Minnie..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya
" Tenanglah..."
" Tapi..."
" MINNIE BABY... APPA DAN EOMMA ADA DI RUANG MAKAN, KEMARILAH" Yunho berteriak agar suaranya sampai ke kamar tidur Changmin
" EOOOMMMMMAAAAA!"
"..."
Jaejoong sungguh tidak tega mendengar teriakkan memilukan yang dikeluarkan oleh Changmin, ingin menghampiri Changmin namun dia ingat kembali pesan Yunho.
" Tenanglah Jae"
Bagaimana bisa tenang jika suara tangisan Changmin makin kencang dan terdengar sesenggukkan! Bagaimana jika asma Changmin kambuh karena terlalu lama menangis?
"..."
Jaejoong tersentak saat tidak mendengar suara tangisan Changmin, dia takut Changmin kenapa - napa. Jantung Jaejoong berdebar kencang tidak karuan, dia berdiri dari duduknya bersiap untuk pergi ke kamar Changmin tidak peduli jika nanti Yunho memarahinya tapi...
Tap
Tap
Tap
Tap
" Hiks... Eo-eomma... Ap-ap-appa..."
Namja kecil berpakaian piyama berwarna baby blue itu berdiri diujung tangga dengan tangan kirinya mengusap kasar matanya yang sembab. Changmin, namja kecil itu berdiri disana mencari sosok yang sejak tadi diteriakinya
" Aigo... Kemarilah baby"
Changmin yang memeluk boneka teddy bear yang kemarin dibelikan oleh Yunho itu berjalan mendekat ke arah appanya yang kini membuka tangannya untuk merengkuh tubuh Changmin.
" Appa... Hiks..."
Changmin menangis dalam pelukan Yunho dan Yunho memberikan pelukan sangat hangat untuknya. Jaejoong yang melihatnya tersenyum lembut, tidak menyangka semua ini terjadi. Dia terharu tapi menahan tangisnya saat memandang Yunho yang memeluk anaknya penuh kasih sayang dan memberikan pengertian kenapa mereka berdua tidak menghampirinya ke kamar.
" Ssshhh... Tenang ne? Nanti asmamu kambuh" Ucap Yunho lembut
" Appa dan eomma gak ada di samping Min pac bangun hiks..." Rajuk Changmin
" Bukannya appa sudah jelaskan hum? Minnie harus bisa mandiri?"
" Min mau pelukan appa cama eomma"
" Kau akan selalu mendapatkannya kalau berhasil menemukan kami Minnie ah... Oke?"
" Aniiii~~"
" Baby ah..."
" Hiks... Hiks..."
" Shh... Kau pasti bisa baby kesayangan appa"
Changmin memeluk erat appanya dan tak lama dia mengangguk dengan pasrah, menyerah pada appanya dan itu membuat Yunho tersenyum.
" Ayo makan, eommamu membuatkan sarapan spesial untuk Minnie" Ucap Yunho
" Cepecial?"
" Iya, lihat sudah ada sandwich spesial untuk Minnie yang bangun tidak ditemani eomma maupun appa"
Changmin melepaskan sedikit pelukannya pada sang appa dan melirik meja makan dimana sang eomma sudah menyodorkan sebuah piring berisikan sandwich isi tuna.
" Hum" Changmin menggumam kemudian menganggukkan kepalanya
Yunho kemudian membawa Changmin menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi sang anak.
Kembali oada Jaejoong yang menatap piring berisikan sandwich tuna milik Changmin, dia tersenyum tipis. Ternyata memang benar bahwa Changmin membutuhkan sosok yang membuatnya mandiri, Yunholah orangnya. Jaejoong tidak berhenti untuk mengucapkan terima kasih pada Tuhan pagi ini.
Hari ini mereka pergi ke sekitar saja, ke perdesaan ciri khas Korea Selatan dan diakhiri berbelanja di pasar ikan tradisional di sana, Jaejoong membeli beberapa ikan, kerang, cumi, fiahcake, sosis dan oden karena Changmin ingin memakan semua itu dengan cara dibakar. Tentu saja Jaejoong dengan senang hati menurutinya karena dia pun menyukai makanan seperti itu.
" Appaaaaa aaaaaa~~"
Changmin menyumpitkan dagung ikan pada sang appa yang duduk di depannya. Sesuai rencana mereka membakar semua yang bahan yang mereka beli di pasar tradisional tadi siang. Mereka menghabiskan waktu di halaman belakang villa dengan pemandangan indah terlihat dari sana.
" Min suka!" Pekik Changmin dengan senang
" Makan yang banyak ya"
" Ne eomma! Oh ya eomma"
" Hum?"
" Min boleh minta hadiah natal taun ini?"
" Eh? Tapi itu masih lima bulan lagi baby"
" Iya, Min bilang sekalang cupaya eomma bisa ciap - ciap buat nyali hadiahnya"
" Memang Minnie mau apa?" Tanya Yunho, tangannya menyumpit daging cumi di depannya
" Min mau adek bayi"
" UHUK! UHUK!"
" BRRUUUSSHHHHH"
" OMO! Eomma, appa gwaenchana?" Tanya Changmin sedikit panik saat sang appa tersedak dan sang eomma menyemburkan minumnya hingga sedikit mengenai wajah Changmin
" Mianhae baby!" Ucap Jaejoong, dia mengambil tisu dan membersihkan wajah Changmin
" Hum, Min gak apa - apa" Ucap Changmin " Tapi tapi tapiiiiii~~ Min minta dedek bayiii yaa eommaaaa~~" Lanjutnya dengan nada penuh rengekan
Jaejoong bingung menjawab pertanyaan Changmin, bagaimana bisa memberikan Changmin adik kalau Yunho saja masih gemetaran jika bersentuhan dengannya? Aigo...
" Memang Min bisa melihat appa menggendong adik Minnie nantinya? Memang Minnie mau melihat adik Minnie tidur dengan eomma Minnie setiap malam? Minnie sudah siap jika nanti diikuti kemana pun oleh adik Minnie?" Tanya Yunho dengan lembut
" Ung?"
Changmin menaikkan salah satu alisnya, jadi jika dia punya adik dia akan membagi semuanya? Pelukan eomma? Gendongan appa? Main bersama eomma dan appa? Perlahan Changmin menggelengkan kepalanya, dia belum mau berbagi kasih sayang kedua oranngtuanya dengan yang lain.
Yunho tersenyum, dia mengusap pelan puncak kepala Changmin dan menyuapi anaknya dengan cumi bakar di depan mereka tanpa tahu seseorang menghela nafas kecewa pada kedua namja di seberang meja makannya.
.
.
.
.
.
Ceklek
Yunho baru saja meninabobokan Changmin dan beranjak menuju kamarnya dan Jaejoong. Changmin sedikit cerewet karena tidak mau ditinggalkan tadi.
" Changmin sudah tidur?" Tanya Jaejoong
" Ya, dia sedikit... Rewel"
" Oh..."
Jaejoong kembali berbaring dan memunggungi Yunho, Yunho langsung saja merasa ada yang salah karena setelah makan malam namja cantiknya itu tidak banyak omong dan seperti memikirkan sesuatu.
Yunho membaringkan tubuhnya menghadap langit - langit kamarnya, dia masih belun terlalu mengantuk sebenarnya.
" Yun..."
Panggilan Jaejoong membuat Yunho menoleh, namja cantik itu baru saja memanggilnya namun masih tidur membelakanginya.
" Ya?"
" Kenapa tadi kau bicara begitu pada Changmin?"
" Bicara apa?" Tanya Yunho bingung
" Kau bicara seakan tidak mau Changmin memiliki adik" Lirih Jaejoong
" Eh?"
" Apa Changmin masih beban untukmu hingga kau berpikiran jika Changmin memiliki adik maka bebanmu semakin bertambah?"
"..."
" Selain itu, berarti kau tidak mau menyentuhku juga? Begitu?" Tanya Jaejoong dengan suaranya yang terdengar parau
" Hey, jangan menangis"
" Aku tidak menangis"
" Aku memang belum ingin Changmin memiliki adik, ingat ya... Belum" Ucap Yunho dengan lembut
" Kenapa?"
" Aku ingin memanjakan anakku itu Jae, sepanjang lima tahun hidupnya dia belum merasakan kasih sayang dariku bukan? Aku ingin melimpahkan semua kasih sayang yang belum pernah dia dapat dariku. Aku ingin memanjakannya, memberikan kasih sayang untuknya sebanyak yang aku bisa berikan"
"..."
" Soal menyentuhmu... Aku kan memang belum bisa, menyentuhmu saja gemetaran apa lagi..."
Blush
Wajah Yunho memerah dan dia tidak bisa melanjutkan ucapannya dan Yunho bersumpah sepanjang dirinya menjadi playboy dulu... Wajahnya tidak pernah memerah hanya karena membicarakan sentuhan! Astaga...
" Y-yah... Begitulah" Lanjut Yunho
" Ja-jadi bukan karena kau tidak mau menyentuhku?!" Jaejoong membalikkan tubuhnya untuk menatap Yunho
" N-ne"
" Benar?!"
" Ya"
Greeppp!
Jaejoong langsung menerjang tubuh Yunho dan memeluk erat Yunho-nya. Yunho membulatkan matanya dan tubuhnya sangat kaku, astaga! Ini terlalu intim untuknya!
" J-jae"
" Ups! Maaf"
Jaejoong langsung duduk setelah sadar dia memeluk erat Yunho, tidak sadar dengan apa yang dia lakukan tadi. Dia terlalu senang dengan jawaban yang Yunho berikan tadi.
" Tidurlah"
Itu suara Yunho dan dia tidur membelakangi Jaejoong, jantung terpompa sangat kencang dan wajahnya memerah sangat parah. Jaejoong yang mendapati hal itu bukannya kecewa karena Yunho tidur membelakanginya tapi dia malah tersenyum sangat lebar dan tidur didekat Yunho dan dengan cepat dia memeluk Yunho dari belakang.
" Omo!"
Tentu saja Yunho tersentak kaget saat sepasang lengan memeluk pinggangnya erat. Jantungnya yang belum berdetak normal itu makin berdetak dengan kencang.
" Ja-jae!"
" Kalau begitu biarkan aku memelukmu setiap malam agar kau terbiasa dengan sentuhanku!" Pekik Jaejoong dengan senang
"..."
" Ne?"
" Ar-arasseo"
Jaejoong menyusupkan kepalanya pada punggung Yunho dan memeluk erat suaminya itu, Jaejoong bahkan bisa merasakan seberapa kencang detak jantung Yunho saat ini. Sangat kencang!
" Aku senang! Terima kasih Yunho!"
Cup
Jaejoong mengecup punggung Yunho dan memejamkan matanya, semoga saja dia bermimpi indah dalam tidurnya malam ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Eommaa! Tambah"
" Ne"
Jaejoong memberikan dua buah panekuk untuk anaknya, dia terkekeh melihat mata sembab Changmin. Anaknya itu kembali menangis saat bangun tidur tadi tapi tidak butuh waktu lama seperti kemarin, Changmin berlari ke ruang makan dan memeluk appanya di sana.
Jaejoong juga senang saat bangun pagi tadi dia mendapati Yunho masih tertidur dalam pelukannya. Dia mengecup bibir Yunho lama sebelum akhirnya membuat sarapan untuk kedua namja kesayangannya itu.
" Hali ini kemana?" Tanya Changmin
" Minnie mau kemana?"
" Hmm... Maiiinnn!"
Yunho tertawa mendengar jawaban penuh semangat dari bibir Changmin. Anaknya benar - benar kelebihan energi hingga tidak ada lelahnya!
" Arasseo"
Ting tong~
" Eoh?"
Ting tong~
" Siapa pagi - pagi begini?" Jaejoong hendak bangkit namun Yunho menahan
" Biar aku saja, kau temani saja Minnie"
" Gomawo"
Yunho beranjak dari ruang makan untuk membukakan pintu depan villa yang belnya tidak berhenti berbunyi.
Ceklek
" Eh?"
" Annyeong Yun, dimana Jaejoong?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Tap
Tap
" Siapa Yun?" Tanya Jaejoong saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah ruang makan
" Hyung, annyeong~~"
Jaejoong dan Changmin tersentak kaget mendengar suara cempreng itu, keduanya menoleh dan menatap kaget pada tiga orang yang masuk ke dalam ruang makannya.
" Chwangminnieee~~~"
Changmin yang namanya dipanggil oleh sosok yang sering menemaninya di sekolah langsung tersenyum lebar sampai matanya tertutup.
" Kyuunniiiieeeee~~" Panggil Changmin dengan semangat pada Kyuhyun yang ada dalam gendongan Yoochun
" Suie, Chunnie? Kenapa kemari?" Jaejoong mengerutkan keningnya
" Annyeong" Sapa Yoochun
Yunho yang ada di belakang Yoochun langsung berjalan ke arah Jaejoong dengan tatapan penuh tanya namun Jaejoong sama bingungnya dengan Yunho. Ada apa mereka kemari bahkan membawa Kyuhyun bersama mereka! Apa orangtua Kyuhyun tahu hal ini?!
" Eoh hyung tidak baca pesanku ya? Atau tidak terkirim?"
Junsu mengbil ponselnya dari dalam kantong celananya kemudian membuka aplikasi pesannya kemudian tersenyum gaje.
" Ups, sepertinya aku lupa menekan tombol kirim hehehehe"
Jaejoong tahu bahwa Junsu sedang merencanakan sesuatu, karena ucapannya yang tadi seperti dibuat - buat.
" Ada apa?" Tanya Yunho
" Begini hyung, Kyunie datang ke rumah kemarin dan dia bilang merindukan Minnie, iya kan Kyu?" Tanya Junsu pada Kyuhyun
" Ne?" Kyuhyun menatap bingung pada Junsu
" Tuh kan, dia jawab iya. Maka dari itu kami membawa Kyunie kemari untuk menemui Changmin dan kami akan membawa Changmin bersama kami hari ini!" Ucap Junsu dengan cepat
" Oh... MWO?!" Pekik Jaejoong kaget sementara Yunho masih memproses ucapan Junsu
" Hari ini kami akan membawa Changmin bersama kami" Ulang Junsu
" Maksudmu, kita akan berlibur bersama?" Tanya Jaejoong dan Junsu memutar bola matanya jengah
" Hanya aku, Chunnie hyung, Kyunie dan Minnie. Apa kata - kataku cukup jelas?" Junsu mengakhiri kalimat tanyanya dengan sebuah senyuman lebar
" Yyaaaaaaayyy~~"
" MWO?!" Ini pekikan Jaejoong dan Yunho kalau kalian mau tahu
Jadi? Apa yang akan terjadi kalau Jaejoong dan Yunho ditinggal Changmin? Mereka hanya akan berdua saja? Hmmmm...
.
.
.
~TBC ~
.
.
.
Annyeong lagi... semoga ga bosen ya Cho update ff lg kkkkk~
.
Special Thanks :
.
jiraniatriana (gpp, maacih udah baca, lelah ya sama skripsi? Fighting ya! Cho juga kangen sama author yunjae yang pada ngilang huweee~~~), jejevan (sipp, maacih), kyulkulator (dia kan emang cinta matinya sama abang Kyukyu. Tiati caps jebol eoh), auliaMRQ (eaaa~~ Kemana perginya Yunpa si playboy kkkk), Hasti Hyuang (konfliks ya? Cho sih mau aja masukin konflik tapi mau fokus ke Yunpa n Jaemma biar bisa naena, gimana dong? Galau Cho tuuuu~~), ismi mimi (Cho juga belom konek, chap depan Cho bagi rahasianya deh. Mungkin bebeb Mimin dijanjiin sama Yunpa bisa nikah sama Cho kalo bisa mandiri hahahaha), epykudo (amiiinnn, asal jangan gemeter aja pas naena eeaa),
Cynta533 (maacih yaa, love yuuu tuuu~~~), Im150391 (pasti kok, Cho bakal terus maju hahahahah fighting!), yunhyme (maacih udah baca ff abal Cho ya hehehehe), cici fu (sipoo), Guest (Jaemma mah gitu.. mesti agresip biar cepet dapet jatah hahahaha, iya kok... Cho selalu positif dua garis #plaakkk ga sekali dua kali Cho dapet komen negatif kok, tapi Cho mah lanjuuutttt! hahahaha), yuunhi (sipp juga), Guest (pengennya Cho kecup reader satu – satu tapi takut bebeb Mimin cemburu jadi Cho flying kiss aja kkkk~ fighting selalu kok!), strawberryshortcakes (yoi, trauma mereka berbeda tapi harus dihilangkan biar cepet ff ini end eaa~~ kkkk),
LittleOoh (sipp), eL Ree (pasti kok, selalu positif dua garis! hahahaha), nylee (pasti, maacih udah baca), wulanjoyer (sabar yaaa... #hug #modus seperti biasa kok, Cho abaikan karena Cho pengen terus nulis hahaha sip sip sip, Cho selalu semangat!), elite minority. 1111 (nyamuk di rumah Cho rasaan lebih jinak dari pada di ffn wkwkwkwk. Bebeb Mimin punya Cho jangan envy kalo Cho kecup – kecup dy ya... fotonya maksud Cho), Guest (yoii~~ Cho pasti terus nulis kok, namanya juga fanfic. maacih yaaaaa~~~), uknowme2309 (Eiii~~ Bebeb Mimin punya Choooo! macama, maacih udah baca), hanny fitriani (Iya, soalnya Jaemma hadapin traumanya ga sendirian. Jadi dia bisa hilangin traumanya lebih cepat dibandingin Yunpa yang sendirian gitu penjelasan cantik dari Cho kkk~),
Yunjae Heart (sabar kok eonn~ yunjae n changkyu utama eonn, mau kyk gimana kek tuh komen, jiwa fighter tetep utama biar ceritanya kelar n ga gantung hohohohoho~~ maacih ya eonn), kimRyan2124 (pasti jauh lebih baik di chap depan hahahaha), ruixi1 (sipooo), MyBooLoveBear (Iya, Cho tetep semangat kok. Maacih yaaaa~), Bebbie Kyu (Iya, usaha biar dapet saeng yang imut kayak Cho #hueekk), Adityaaja (pasti!), PepsiFandom (ehem ehem maaf, tapi bebeb Mimin cuma milik Cho jadi ga bisa disentuh orang lain kkkkkk~~~), teukiangle (pasti kok, selalu semangat), Avanrio11 (iya dong, mereka ngelebihin gula manisnya hahaha), GaemGyu92 (walah, yang ada ga ngapa – ngapain kan diiket mereka hahahahaha), Park Rinhyun-Uchiha (Cho juga gemes sama Jaemma yang manja – manja gituuu~ Eiii~~ jurus playboy Yunpa belom keluar semua hahahaha. Cho selalu semangat kok maacih yaa~~)
.
Buat yang udah follow, fav, para Guest, SiDer
.
Sekali lagi maacih
.
.
Cho ga nyangka dukungan kalian banyak banget smp Cho terhura + terharu nge liatnya hahahahaha, terus kasih cho dukungan kalian yaaaa!
.
Udah 3 ff Cho update daaaannn... tinggal 1 lagi! Kita ketemu lagi di minggu depan atau depannya ya?
See u next chap?
Chuuuu~~~
.
.
.
.
.
.
.
Jum'at, 7 Juli 2017
