Chapter 14: In The End
Warning: Sad Chapter, sedikit humor, dll.
.
Hai minna! Maaf saya lama update lagi ya...maklum, anak sekolahan banyak tugas gitu lho~
Sebelum itu, terimakasih sebanyak- banyaknya para readers setia hingga saya bisa membuat FF ini menjadi 14 chapter! Arigatou! Arigatou!
.
Ini dia chapter 14!
.
"Hahaha! Mau apa? Melawanku?" tantang Kabuto dengan cengiran mautnya.
"Jangan sok, Kabuto!" persimpangan empat di kepala Itachi mulai muncul. "Kau telah membuat mereka menjadi zombie- zombie ini! Dan sekarang, karena aku yang telah membunuh mereka, maka aku akan menghentikan ini semua!"
"Hahaha! Mana bisa seorang kakek muda yang sudah mati menghentikan mereka yang menjadi Edo Tensei? Hahaha! Kau itu hantu, Itachi! Hanya sesosok hantu yang penasaran!" Kabuto tertawa lepas. Itachi mulai habis kesabaran. Aura berwarna merah mengelilinginya. Konan dan Sasuke yang sebelumnya mengumpat di balik punggungnya, segera meninggalkannya entah kemana.
"Aku tak peduli walaupun aku hantu atau tidak," ujar Itachi. Aura merah telah sempurna menyelimuti tubuh Itachi. "Tetapi, aku akan melawanmu semampu kekuatanku!"
"Hentikan omong kosongmu! Edo Tensei tak akan bisa dihentikan!" Kabuto mulai emosi. Tak lama kemudian, ia memanggil ular- ular kuchiyose yang rupanya Orochimaru. "Kau tak akan menang dariku, baka! Kau sendiri!"
"Sasuke? Sini kau," panggil Itachi sambil menengok ke belakang. Tak lama kemudian, ia sweatdrop sendiri. Semua orang yang tadinya utuh(?) berkumpul dibelakangnya, kini menghilang begitu saja. Termasuk Sasuke. 'Bener juga sih Kabuto...gue sendiri...' innernya.
"Sudah kubilang apa, Itachi? Kau sendiri! Lagian, mana ada yang mau membantu seonggok hantu kakek muda penasaran sepertimu!" Kabuto meremehkan Itachi dengan sadisnya. Sementara itu, mayat- mayat edo tensei yang dibangkitkan Kabuto menatap tajam Itachi, seolah ingin membunuhnya saat itu juga(*lho?*). Namun, ia mengabaikan hal itu. Ia terfokus pada Kabuto.
"Semuanya! Serang!" Shit. Kabuto memerintahkan dahulu mayat edo tensei itu untuk mengalahkannya terlebih dahulu. Gila! 3 zombie(baca:Hidan, Kakuzu, Pein) melawan seorang hantu bernama Itachi sendirian? Dan juga para susano'o menghilang begitu saja? Oh goshh...
Itachi memejamkan mata sebentar.
"Sringgg!" tiba- tiba, mangekyou sharingan muncul.
"Hyaaa!" zombie Pein itu menyerang Itachi dengan menggajah buta(?)(p.s: babi buta bosen-_-). Namun, dengan sigap, Itachi mengelak pukulan Pein.
Melihat ada celah kesempatan, Itachi menendang muka Pein dan Pein pun mental dari medan perang(?) itu. Dari kejauhan, Itachi yakin Pein sedang tepar dengan mulut tersumpal Mirai Ocha.
"Slurrr!"
"Wuits!"
Hampir saja Itachi terkena sulur Kakuzu. Namun, nasib baik tak berpaling padanya. Hidan melayangkan sebuah sabetan sabitnya dan berhasil melukai perutnya. Hantu itu memegangi perutnya yang terluka. Anehnya ia tak melihat ada darah setitik pun(kan hantu mas-_-). Namun, ia merasakan rasa sakit yang amat.
Dengan berusaha mengabaikan rasa sakitnya, ia bangkit menyerang Kakuzu dan Hidan.
"Bruaghhh!"
"Prangg!"
"Ctarr!"
"Jeduaghhh!"
Hidan dan Kakuzu berhasil dilumpuhkan Itachi. Kaki hilang, muka penyok, mulut sobek, bibir dower, rambut kribo, gigi ompong, tangan di jidat, bibir dower, itulah penggambaran Kakuzu dan Hidan sekarang. Cukup nista bukan? Ckckck.
"Hah...hah!" hantu itu kelelahan. Ia menatap Kabuto yang kini tengah minum teh dan makan talas goreng.
"Nyam nyam nyam..."
"Woi! Udahan makannya! Cepetan nih! Gua udah kebelet!" teriak hantu itu sambil menahan rasa laper+gondok.
"Males." dengan santai, Kabuto menjawab teriakan Itachi.
"Jelgerrr!" hanya karena sebuah kata 'mutiara' Kabuto, Itachi kehilangan kesabaran. Menurut penelitian author sedeng, kesabaran Itachi sudah rata- rata dibawah nol derajat.
"KABUTO!"
"WOAAAAA!"
tiba- tiba, Itachi teriak pake toa bervolume 100000000000000000000000Hz tepat pada telinga Kabuto. Kabuto pun jungkir balik dari kursi yang sedang ia duduki, lalu berguling- guling menuruni tebing curam, mental ke antara pohon- pohon dan nyangkut disana.
"Adauwww!"
Entah karena apa, Kabuto berteriak dan ia mental lagi entah kemana. Itachi yakin, pasti karena duri pohon kaktus yang tumbuh disana. Tak mau kehilangan jejak Kabuto, Itachi mengkuti Kabuto.
Akhirnya, Itachi melihat Kabuto akan terjatuh di bantaran sungai Konohancol, tepatnya ditengah- tengah sebuah...err...lingkaran obor? Yang dikelilingi orang- orang? Eh?
"Tuingg..." dengan kecepatan 150 km/ menit, Kabuto sukses terjatuh tepat ditengah- tengah orang yang sedang duduk bersila mengelilinginya. Obor- obor di bantaran sungai Konohancol itu tiba- tiba mati.
"Demi Hashirama-chan, apa yang terjadi!"
"Eh ada Sasuke ganteng! Sasuke kece!"
"Pein gila eh Pein sarap eh Pein edan!"
"Art is a Big Bang, un!"
Oh! Rupanya mereka menghilang karena sedang berdiskusi di bantaran sungai! Itachi pun lega.
"Ugh..." Kabuto bangkit. Konan, Sasuke, Deidara, dan juga Madara menjauh dari Kabuto. Mereka berlindung dibalik tubuh Itachi. Itachi pun sweatdrop lagi.
"Hei, jangan kalian tinggalin aku lagi dong...ntar aku kalah gimana?" tanya Itachi.
"Nasib! Un!" sorak semua yang ada disitu(-Itachi). Itachi pun pundung di dalam air sungai(?).
"Hayo! Pegel nih gue!" keluh Kabuto. Ia menarik rambut Itachi dan Itachi pun berada di daratan.
"Sialan lu! Rambut gua ntar rontok begoo!" Itachi gondok.
"Salah sendiri. Siapa suruh lama-lama? Gak lihat noh, si author gila udah gigit- gigit keyboard saking keselnya?" ucap Kabuto sambil nunjuk si author yang lagi menggigit keyboard.
"Iya iya. Ayo! Kita mulai!"
"Yo!"
Akhirnya, pertarungan dimulai. Kabuto vs. Itachi.
"Woi! Tunggu!" tiba- tiba, Sasuke nongol. Itachi dan Kabuto menghentikan aksi perang lempar duit(?).
"Lho? Kenapa Sasuke?" tanya Itachi heran. Ia kesal diganggu terus dari tadi.
"Kan di komik vol. 61 kan ada aku dan nii-san lawan Kabuto?"
"Oh iya hahaha gua lupa,"
"Yasudah ayo!" Sasuke memasang kuda- kuda.
Pertarungan dimulai...
.
Tiba- tiba, Kabuto membentuk segel di tangannya. Seketika itu juga, batu- batu di dinding bantaran sungai pun mulai menghujani Itachi dan Sasuke.
Anehnya, susano'o yang seharusnya muncul pun tak muncul juga.
"Woi author! Stop dulu!" ujar Itachi. Author menghentikan hujan batu itu.
"Eh, itu bukannya susano'o kita ya?" tanya Sasuke sambil menunjuk para susano'o yang rupanya...
.
.
TBC to Chapter 15!
hehehe maaf ya minna-san kalo makin gaje. Bye!
-sign, Syerrent-
