My Nerdy Yunie ( ChangKyu Side )

.

.

.

Disclaimer : mereka cuma milik Tuhan, Changmin milik Cho seorang. Hehehehehehe

Pairing : ChangKyu, Yunjae, Yoosu

YAOI, typos, membosankan, aneh, pasaran

Rating T

.

.

.

.

Aku mengemudikan mobil Yoochun hyung dengan cepat menuju rumah sakit persetan dengan larangan dilarang menyetir sebelum tujuh belas tahun! Aku sungguh ketakutan melihat Jae hyung pucat seperti itu. Sekarang dia dalam dekapan Kyu. Jae hyung langsung dilarikan ke ruang UGD begitu sampai. Dan kami menunggu didepan ruang itu dengan penuh kekhawatiran.

" Hyung, kau sudah memberitahu Kim ahjumma dan ahjusshi?" Tanyaku pada Yoochun hyung

" Ne, mereka sedang kemari"

" Kyu, sudah beritahu hyung?"

" Ne, tadi Jung ahjumma yang mengangkat ponsel milik Yunho hyung. Dia sedang berlatih untuk final besok. Dan ahjumma akan memberitahunya setelah selesai lalu langsung kembali ke korea" Jawab Kyu

" Dan apa - apaan kau bebek hyung! Kenapa malah menangis histeris seperti itu?!" Ucapku sedikit keras

" Hueee... Chunnie...! Kenapa Changmin hiks... Malah membentakku huueeee... Aku hanya khawatir pada Jae hyung!" Histeris Junsu lalu menghambur kedalam pelukan Yoochun hyung. Yoochun hyung mengelus rambut Junsu kemudian menatapku tajam

Untukku tatapan seperti itu tidak akan mempan!

Hah...

Aku duduk disamping Kyu. Menunduk dan menyesali perbuatanku yang meninggalkan Jaejoong sendirian. Harusnya tadi aku suruh saja dia duduk bersama Kyu dipinggir lapangan.

" Hey, kau hebat Min... Kau tidak panik..."

" Tapi aku gagal Kyu... Hyung pasti kecewa padaku"

" Tidak akan ada yang kecewa padamu" Ucap Kyu kemudian memelukku. Aku membalas pelukan Kyu. Hanya dia yang hisa membuatku tenang. Aku mendekapnya sangat erat

" Changmin!"

Aku berdiri lalu membungkuk. Orangtua Jae hyung telah tiba. Namun dokter belum juga keluar. Setelah satu jam, sang dokter keluar. Yoochun hyung, aku dan Kim ahjusshi menahan isak tangisnya. Berbeda dengan Kim ahjumma, Junsu dan Kyu yang menangis mendengar berita dari dokter.

Jae hyung...

Keguguran...

Ini tidak nyatakan?

.

.

.

.

~ Chapter 14 ~

.

.

.

Malamnya aku mengantarkan Kyu pulang, aku tidak ingin dia sakit juga. Setelah turun dari mobil jemputanku aku mengantarkannya sampai depan pintu apartemennya.

" Jae hyung... Apa dia akan baik - baik saja Cwang?" Tanyaku dengan nada lemas

Grep

Aku memeluknya, menyelusupkan kepalaku pada lehernya menyesap wangi yang keluar darinya.

" Gwaenchana... Dia pasti kuat... Jangan khawatir ne? Besok kita akan menjaganya"

" Ne... Aku masuk Cwang"

SRRETTT

CUP

Aku menangkup pipinya dan mengecupnya sebentar untuk menghilangkan kegundahanku.

" Tidurlah" Ucapku

" Kau juga Cwang"

Aku mencoba tersenyum kemudian berbalik menuju mobil. Motor milikku ada di sekolah karena tadi aku langsung memakai mobil Yoochun hyung menuju rumah sakit. Dia panik dan berkata tidak mampu membawa mobil jadi akulah yang mengendarai mobilhya. Esoknya aku tidak pergi kesekolah, begitu juga Kyu. Dia menemaniku dikamar Jae hyung.

Sudah satu hari Jae hyung tidak sadarkan diri. Aku menunggu didepan ruangan bersama Kyu. Pasangan Yoosu sudah pulang tadi, kami bergantian menjaga Jae hyung. Sedangkan orangtua Jae hyung sudah aku suruh pulang karena mereka sudah menjaga Jae hyung semalaman.

" Minnie ah!"

Seseorang memanggilku saat membuka pintu rawat Jae hyung. Aku mendongak.

" Hyung!"

Aku bangkit lalu memeluk sang kakak dengan erat.

" Joongie eodie? Bagaimana?" Tanya Yunho hyung

" Mana Jaejoong Min?" Eomma datang dengan tergesa bersama Appa yang kelihatannya langsung terbang dari Jeju pagi ini

" Temuilah dokter hyung... Jaejoong hyung didalam eomma... Mianhae tidak bisa menjaga Jaejoong hyung" Ucapku menunduk menahan airmata yang siap keluar kapan saja

" Kau yang terbaik Min..."

Yunho beranjak menuju ruang dokter, sedangkan orangtuaku masuk menemui orangtua Jae hyung didalam. Aku mengikuti hyungku, namun aku berdiri didepan ruang dokter. Aku tidak akan mampu mendengarkan kata - kata dokter untuk kedua kalinya. Yunho yang baru saja keluar dari ruang dokter menahan isakannya walaupun airmata mengalir deras. Aku menghampiri dan kemudian memeluknya erat. Yunho hyung membalas pelukanku dan akhirnya isakan itu keluar dari mulut seorang Jung Yunho.

Aku bersumpah... Siapapun yang membuat hyungku seperti ini aku akan membalasnya. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya! Aku akan membalasnya!

Kami berjalan menuju ruang rawat Jae hyung, tanganku terus merangkul pundak Yunho hyung karena Yunho hyung sungguh terlihat lemas.

" Yun..."

Kami menoleh dan mendapati eomma memanggi hyung.

" N-ne eomma?"

" Jo-joongie mencarimu" Ucap Eomma, matanya sudah berkaca - kaca

" Joongie sudah sadar?"

" Ne, temuilah"

" Eomma..."

" Kau bisa Yun... Kau kuat"

Aku melihat hyung memejamkan matanya dan menghela nafas kemudian membuka knop pintu rawat Jae hyung. Kali ini aku merangkul eomma dan masuk kedalam ruang rawat Jae hyung. Kemudian berjalan menuju sofa tempat Kyu berada. Aku menggenggam tangan Kyu erat.

" Joongie ah..." Lirih Yunho hyung

"Yunie! Bogoshippo" Jae hyung membuka kedua tangannya Hyung berjalan perlahan kearah Jae hyung dan memeluknya erat.

" Nado Bogoshippo..."

" Joongie juga Aegya rindu padamu Yun..."

Aku tercekat mendengar kata - kata jae hyung barusan. Yunho hyung melepaskan pelukannya menatap perut Jae hyung sekilas lalu menatap Jae hyung kembali,

" Ah! Tadi malam Joongie bertemu dengan aegya di mimpi. Tapi, dia bilang akan pergi. Aegya ingin pergi kemana Yun? Aegya tidak akan meninggalkan Eomma kan?" Kata Jae hyung lalu mengelus perutnya.

Bertemu dengan bayinya? Astaga! Aku benar - benar membenci yeoja itu! Aku menoleh mendapati Kyu yang terisak kecil. Aku mengelus punggungnya, menenangkannya.

" Kau bertemu aegya?" Tanya Yunho hyung, aku menatap lekat adegan didepanku

" Ne, dia sangaaaaatt yeoppo..."

" Aegya yeoja ne?"

" Ne Yun... Tapi dia ingin pergi kemana ya?"

" Joongie, dengarkan Yunie ne?" Yunho hyung menangkup wajah Jae hyung, dan terlihat Jae hyung mengangguk " Aegya, sudah ke tempat yang... Indah sekarang" Yunho hyung sempat menahan nafasnya

" Tempat yang indah? Eodie?"

" Surga... Dia sudah tenang disana Joongie ah..."

" Sur... Ga?" Jae hyung membulatkan matanya menatap Yunho hyung " Ti-tidak mungkin! Kau jangan bercanda Yun! Ini sungguh tidak lucu!" Teriak Jae hyung menepis tangan hyung

" Joongie ah... Mianhae" Lirih Yunho hyung hampir menangis

" An-andwe! Eomma? Yunie bohongkan? Minnie ah!" Jaejoong hyung menatap kami namun kami pun tidak bisa menjawabnya

" Yunie! Bilang ini bohong!"

Yunho hyung memeluk Jae hyung, namun Jae hyung memberontak sangat keras.

" Lepas! Aku ingin bicara pada dokter! Aegya masih di perutku! Kalian bohong! Bohong! Lepaskan aku JUNG YUNHO!" Teriak Jae hyung lalu menjambak rambut Yunho hyung, namun Yunho hyung tidak bergeming. Dia tetap memeluk erat Jae hyung

Terdengar suara isakan. Jae hyung menangis histeris, dia berteriak sangat keras.

" Aegya! Aegya...! Hiks...!"

" Joongie ah..."

" Andwe Yun! Dia masih ada! Aegya masih ada!"

" Jae... Tabahlah demi kami" Kim ahjumma akhirnya maju menenangkan anaknya

" Eomma! Kenapa Tuhan jahat! Kenapa memisahkan Joongie dengan Aegya?!" Jae hyung masih terisak. Kim ahjumma mengelus kepala anaknya namun airmatanya terus mengalir dari matanya

" AEGYAAAA!" Jae hyung berteriak namun kemudian tidak terdengar isakannya

Kami panik dan langsung memanggil dokter. Tak lama Junsu dan Yoochun hyung datang. Mereka mendengar cerita dari Kyu. Junsu menangis mendengarnya, Yoochun hyung hanya bisa menenangkannya.

" Nah... Ceritalah apa yang terjadi" Ucap eomma

Aku dan teman - temanku memang belum menceritakan kejadian ini pada orangtuaku dan Jae hyung. Aku menceritakan apa yang terjadi pada Jae hyung semenjak Yunho hyung pergi. Eomma dan appa tidak menduga bahwa Ahra menjadi siswi pindahan kesekolahnya. Yunho hyung menggenggam tangannya sendiri dengan erat, dia terlihat sangat marah.

.

Esoknya kami datang dengan wajah suram. Aku sendiri masih terbayang - bayang wajah sedih Jae hyung. Sungguh, walaupu aku sudah melupakannya namun tetap sakit melihatnya seperti itu.

" Minnie... Suie... Kajja..." Ajak Kyu lalu menggandengku menuju kelas

" Aku tidak akan memaafkan yeoja gila itu! Lihat saja!" Desisku. Aku sungguh terpukul melihat hyung tersayangku menangis seperti kemarin. Bahkan dirumah dia tidak mau makan karena terus teringat Jae hyung

.

Jam istirahat tiba, aku bertemu hyung di kantin dan tak lama Yoochun hyung juga datang ke kantin. Sungguh tidak ada keceriaan diantara kami. Hah...

Namun tiba - tiba...

" Oppa... Aku ingin bicara..."

Aku menoleh mendapati Ahra berdiri disamping Yunho hyung.

" Bicaralah..." Ucap Yunho hyung tanpa melihat ke arah Ahra

" Jangan disini"

" Kalau bicara disini saja! Aku tidak mau ada hasutan ataupun gosip lagi" Ucap Yunho hyung

Rasakan!

" Ak-aku... Benar - benar tidak sengaja pada Jaejoong. Dia yang tidak mau berhenti dan mendengarkanku Oppa"

" KAU MASIH BISA MENYALAHKANNYA?" Yunho hyung berteriak, membuat penghuni kantin menengok kearah kami

" Lalu? Aku harus bagaimana?! Dia merebutmu dariku Oppa!"

" Dia tidak pernah merebutku dari siapapun! Aku bahkan hanya temanmu dulu! Aku tidak bisa memaafkanmu kali ini Ahra!"

" WAE? Wae? Kenapa membela namja aneh itu!"

PLAAKK

Aku menampar Ahra. Namja aneh katanya? Bahkan Jae hyung lebih cantik darinya. Aku ingin merobek mulut kasarnya itu. Aku menaikkan kembali tanganku hendak menamparnya namun Yunho hyung menahan tanganku. Aku menoleh, seluruh penghuni kantin sangat kaget melihat keadaan itu.

" Dia, mengandung anakku! Dan kau MEMBUNUH anakku saat mendorong Jaejoong dari tangga! Puas?!" Pekik Yunho hyung

" Anak?!"

Aku cukup kaget hyung berkata jujur namun entah mengapa aku senang dengan ekspresi syok yang ditunjukkan oleh Ahra.

" Ak-aku... Oppa..."

" Pergilah..." Lanjut Yunho

Aku lihat Ahra menangis lalu pergi dari tempat itu. Pulang sekolah aku bersama Yunho hyung dan yang lain berangkat menuju rumah sakit. Kim ahjumma mengabarkan Jae hyung sudah sadar.

Hyung memasuki kamar rawat Jae hyung begitu juga aku dan kemudian mengamati hyung. Dia duduk diatas tempat tidur Jaejoong.

" Joongie? Waeyo?" Tanya Yunho hyung, Jae hyung menengok lalu menatap jendela lagi

" Apa surga itu jauh Yun?"

" Eh?"

" Aku lelah, ingin tidur"

Deg

Jantungku berdebar tak nyaman saat melihat hyung menatap Jae hyung dengan pandangan sedih. Matanya sudah berkaca - kaca. Tidak ada Jae hyung yang ceria dan manja, sinar matanya redup tidak memancarkan keceriaan lagi. Yunho hyung mengelus kepala Jae hyung yang sudah berbaring.

" Tidurlah, aku akan menemanimu"

Yunho hyung menggengam tangan Jae hyung. Namun Jae yang mulai tertidur terus saja mengigau menyebutkan bayinya. Aku lihat Yunho hyung menunduk dan tak lama pundaknya bergetar. Yunho hyung menangis, menangis dalam diam.

Aku mendekat memegang bahunya mencoba memberikan kekuatan pada hyung dan mengatakan kalau dia tidak sendirian.

Setelah tenang, aku beranjak menuju pintu dan menemukan Kyu duduk menundukkan kepalanya.

Omo! Aku... Aku mengabaikannya!

Aku segera duduk disampingnya.

" Gwaenchana?"

Kyu hanya mengangguk menanggapi pertanyaanku.

" Mianhae?"

" Untuk apa?" Lirihnya

" Aku mengabaikanmu..."

" Gwaechana... Jae hyung jauh lebih penting sekarang"

Hah...

Aku menghela nafas. Sepertinya dia salah paham namun aku lelah untuk menejelaskannya, jadinya aku diam saja disampingnya. Sama - sama menundukkan kepala.

" Kyu..."

Kami mendongak.

" Kajja pulang" Ajak Junsu dengan lembut

Kyu tidak menjawab namun tangannya terulur menggapai tangan Junsu. Meninggalkanku sendirian disini.

.

" Kau tidak pulang Min?"

Aku menoleh mendapati hyung duduk disampingku.

" Jae hyung bagaimana hyung?"

" Dia... Masih tidur Min... Mana Kyu?"

" Dia... Pulang..." Ucapku lemas

" Wae? Kau ada masalah dengannya? Hmmm?"

Hyung membuat kepalaku bersandar pada bahunya. Hyung masih saja memperhatikanku walaupun dia sedang sedih.

" Kyu... Sepertinya salah paham padaku hyung..."

" Ng? Masalah apa?"

" Hanya masalah kecil"

" Kau jelaskan ne? Jangan biarkan Kyu marah berlarut -larut. Jja... Pulanglah... Shin ahjusshi menunggu dibawah"

" Hyung bagaimana?"

" Aku akan menunggu Joongie... Ne?"

" Baiklah hyung"

Setelah berpamitan aku berjalan menuju parkiran dan menyuruh Shin ahjusshi mengantarku kerumah Kyu. Aku ingin minta maaf padanya.

.

Mobil yang dikendarai berhenti didepan gerbang apartemen Kyu. Aku menyuruh Shin ahjusshi untuk menungguku. Kemudian aku melangkahkan kaki menuju lantai tempat Kyu tinggal dan menekan password apartemennya.

Aku memperhatikan sekeliling ketika ada didalam apartemennya, lampunya mati? Dia tidak pulang kesini? Dia kemana eoh?!

Aku mencarinya kedalam kamar dan meneriaki namanya namun tidak juga menemukannya. Akhirnya aku mencoba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif.

Kyu... Kau dimana eoh?

Ah! Junsu!

Aku meneleponnya.

" Yeobosseo?"

" Kyu eodie?!" Tanyaku langsung

" Memangnya aku eommanya! Cari saja sana!"

Pik

Junsu mematikan sambungan teleponnya. Sopan sekali! Aku yakin Kyu disana tapi setidaknya aku bisa tenang. Akhirnya kuputuskan untuk pulang. Dalam perjalanan aku mengetikkan pesan untuk bebek protektif itu.

' To : bebek ptotektif

Tolong jaga Kyu hari ini. Besok aku akan langsung menemuinya disekolah'

.

.

Besoknya disekolah tepat seperti dugaanku Kyu menghindariku. Dia bahkan tidak merespon ucapanku. Sampai pelajaran terakhir dia terus mendiamiku.

Aku merobek kertas bukuku dan menuliskan sesuatu disana.

' Mianhae... Jangan mendiamkanku... Aku sungguh menyesal'

Hanya satu kalimat dan itu membuat Kyu menoleh dengan wajah berkaca - kaca. Sepertinya ingin sekali memakiku.

' Jangan ganggu aku dulu Min'

Kesal, itu yang aku rasakan sekarang. Aku membuang mukaku. Hah... Apa yang harus aku lakukan? Aku kesal! Memikirkan hyung dan Kyu! Aarrggghh...!

Braakkk!

Aku menendang mejaku saat jam istirahat berbunyi dan langsung keluar dari kelas menuju lapangan basket dan menemui para sunbae di ekskul basket dan aku bermain dengan mereka.

" Hah... Hah... Hah... Waeyo Min! Kau kasar sekali hari ini!" Keluh Nickhun

" Hah... Gomawohh... Sudah hah... Menemanikuuhh sunbae..." Ucapku berbaring direrumputan

" Neehhh.. Jangan sering - sering kau seperti ini eohh!"

" Ne sunbae..."

Tak lama aku mendengar bel berbunyi namun aku tidak kembali ke kelas melainkan ke atap sekolah. Membaringkan tubuhku, memasang headset dan menyalakan musik kemudian menatap ke atas.

Aku sungguh mengkhawatirkan Jae hyung. Sungguh, bukan maksudku mengacuhkannya dan lebih mementingkan Jae hyung karena dulu aku menyukainya. Bukan...

Dari dulu aku selalu memegang janjiku pada hyung. Jika aku harus janji menjaga Jae hyung, aku seharusnya menjaganya dengan baik. Aku malah membuatnya masuk rumah sakit. Aku kecewa pada diriku sendiri karena tidak bisa menjaga Jae hyung. Itu semua karena kelalaianku jadi wajar bukan aku lebih mengkhawatirkannya? Bukan maksudku untuk mengabaikannya.

Hah...

Tidur saja deh...

.

~ Changmin POV End ~

.

.

Seorang namja membuka pintu atap dan menghampiri namja yang sedang tidur. Dia berjongkok disampingnya.

" Kau pabbo Cwang..." Lirihnya pelan

Dia mengelus namja itu dan menutupi wajah namja itu dengan sebuah buku yang tadi dibawanya.

" Hah... Jalja Cwang" Lanjutnya kemudian beranjak dari sana

.

~ Changmin POV ~

.

" Ngghh..."

Lho kok gelap? Sudah malam?

Tanganku menyentuh wajahku dan mengambil benda yang menutupi wajahku.

Eoh? Buku? Milik siapa?

Junsu?

Jam berapa ini? Aku melihat kearah jam tanganku. Eh? Sudah jam pulang sekolah!

Aku segera beranjak dan berjalan menuju kelas. Tanganku memegang buku Junsu, apa tadi dia yang menutupi wajahku?

" Eh! Kau kemanakan bukuku Kyu!"

Deg

Aku berhenti tepat disamping kelas dan mendengarkan Junsu. Jadi bukan Junsu?

" Molla... Mungkin tadi aku menjatuhkannya!"

Kyu?

" Aish! Kau pasti tadi mencari namja tidak tahu perasaan itu eoh?"

" Hyung... Jangan begitu"

" Wae? Aku jadi tidak suka padanya sejak dia mempermainkan perasaanmu Kyu!"

" Dia tidak mempermainkanku hyung"

" Buktinya dia terus menarik ulur perasaanmu Kyu! Bahkan hubungan kalian saja tidak jelas"

" Apa maksudmu hyung?"

" Apa kau namjachingunya? Kalian berpacaran?!"

" H-hyung..."

" Kau hanya dimanfaatkannya saja Kyu! Sadarlah! Dia hanya ingin tubuhmu saja!"

" Hyung!"

Degh

Degh...

Aku... Tidak seperti itu kan?

Aku menyandarkan tubuhku dan mengingat semua yang sudahku lakukan dengan Kyu. Memanfaatkannya?

Deg...

Ne... Awalnya memang aku memanfaatkannya bukan? Tapi... Dia membuatku menyukainya dan aku tidak mau melepaskannya.

" Bahkan dia tidak pernah mengucapkan saranghae padamu bukan?! Sampai kapan kau bertahan?!"

Kyu akan bertahan padaku bukan?

" Hyung..." Aku mendengar suara rendah Kyu " Aku... Jika semua yang ku lakukan semua tidak bisa membuatnya mencintaiku aku akan mundur hyung"

Mwo?

Apa katanya? Dia akan meninggalkanku?

Entah kenapa memikirkannya saja membuatku marah.

Brakkk

Aku membuka pintu kelas dan menatap mereka. Kyu dan Junsu terlihat kaget.

" Mana janjimu untuk terus disampingku dan membuatku mencintaimu hah?!" Pekikku

Aku berjalan menuju tempat dudukku dan mengambil tasku secara kasar dan membalikkan tubuhku untuk beranjak dari sana.

Grep

Aku merasakan sepasang tangan memeluk pinggangku. Kyu...

" Lepas" Ucapku datar

" Aku hanya merasa ragu untuk melanjutkannya karena kau belum juga membuka hatimu untukku" Lirihnya

Ne, dia benar... Selama ini aku bahkan belum mengucapkan saranghae padanya... Aku egois...

Aku membalikkan tubuh dan menangkup wajahnya yang sudah basah.

" Jangan pernah menyerah dan jangan pernah berpikiran untuk meninggalkanku Kyu"

" Kau... Hiks... Egois Min..."

" Ne... Aku egois!"

" Hiks... Mmhh!"

Aku langsung saja menyambar bibirnya dan menciumnya sangat dalam dan lama sampai akhirnya kebutuhan oksigen memisahkan bibir kami.

" Aku hanya membutuhkanmu. Jangan tinggalkan aku" Ucapku kemudian mengelus pipinya

" Hiks... Ne..."

" EHEM!"

Kami menoleh dan disana berdiri Junsu dan Yoochun hyung. Sejak kapan Yoochun hyung disana?

" Melupakan kami eoh?" Goda Yoochun hyung

Kyu menyembunyikan tubuhnya dibelakangku. Mungkin malu. Yah... Kali ini aku gagal mengucapkan kata itu namun pasti nanti aku bisa mengucapkannya.

" Kajja... Kita ke rumah sakit" Ajak Yoochun hyung

" Ne"

Kami pun akhirnya menuju rumah sakit, namun disana Jae hyung masih sama. Dia hanya akan menatap jendela dan tidur jika hyungku menggenggam tangannya.

Dua hari kemudian teman - teman Jae hyung datang untuk menjenguknya. Salah satu sunbae yang bernama Jessica menghampiriku dan Kyu. Kebetulan kami memang duduk diluar ruang rawat.

" Ng... Changmin ah..."

" Ne?"

" Jadi... Apa benar Ahra yang..."

" Ne Noona"

" Kenapa dia sejahat itu..." Lirih Jaessica noona

" Molla... Tanya saja padanya"

" Aku sungguh kaget Jae oppa berpacaran dengan Yunho oppa.. Namun aku dan beberpa temanku mendukungnya bahkan kami membuat fans club namanya YunJae Shipper!"

" YunJae Shipper?" Tanya Kyu

" Ne... Yunho Jaejoong disingkat jadi YunJae!"

" Oh..."

" Min... Aku ingin mengerjai Ahra jika benar dia pelakunya. Boleh? Aku tidak suka dia mengganggu oppa"

" Hm... Aku akan pikirkan dulu"

" Baiklah... Aku pulang ne?"

" Ne... Hati - hati noona"

Yeoja bernama Jessica itu pun pergi meninggalkan kami. Aku menatap Kyu yang sedang fokus pada pspnya. Tiba - tiba saja sebuah ide bersarang dalam otakku.

" Kyu..."

" Hmmm?"

" Kau ingin bermain?" Tanyaku

" Bermain? Kau ingin ke game center?"

" Aniya... Ucapan Jissaca noona tadi... Aku ingin membalas semua Kyu agar aku tenang karena tidak bisa menjaga Jae hyung dengan baik"

" Hah..." Kyu menghela nafas kemudian menatapku " Apa rencanamu?"

Aku menunjukkan senyumku.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeong! Terkesan ngebut kah? Hahahaha... Cho harus nyelesai in semua ff Cho sebelum bulan Juni...

Hah...

Hwaiting deh buat Cho...!

Mianhae ne kemaren Cho typos di penulisan nama anggotanya 2PM. Aigoo... Cho ga edit n liad - liad lagi. Hehehehehhehe...

.

liae. friezty : ne... bang mimin kan anak manja. Kkkk...

yla : sabar ne? Heheheheh...

CuteCat88 : abis... ngeselin. Kalo bukan kepala pa lg yang mau dipukul. Jangan junior na ne? #plaakkkkk mesum!

mufidatul andriani : jiah... Cho lagi kejar waktu jadi Cho kebut ne? Kkkk... aish... baca na nnti pulang dari ujian aje! Hohoho...

DM : gregetan sama sapa toh? Jambak aja sih... ga usah ragu! Wkwkwkwk... eii... kalo Kyu sama qm uri lovely bang mimin sama Cho aje ne? Cho lagi kejar waktu ne ToT n kemaren Cho typos sama nama si Taecyeon... film bang mimin yang cuma 8 episode itu lhoo... hah...

ditstysandra : eoh? Jangan sampe ga bisa buka ffn ne? Cho pake xl bisa kok. Di bb pake tri trus buka na pake opera mini... bisa kok... tri juga ga bisa buka ffn soal na. Jangan nyerah ne?!kkkk...

.

Ok... Cho lagi ketik chap 16... semoga bisa end di chap itu ne?

See u next Chap

^o^

CHHUUUUUU~~~~~