Fairy Tail Future Members

Disclaimer : I don't own FT

Pairing : All, mostly Jerza.

CHAPTER 11: QUEEN OF STRATEGIES


Tidak ada yang tahu apa yang direncanakan oleh Master Mavis, kecuali Gerard dan Erza, serta Master Makarov.

George POV

Hmf… Mom and Dad… mereka mau ke mana? Jeez, semua orang di ruangan ini mabuk, menyebalkan. Bahkan Gavin dan Jaxon tidur dengan cara memalukan seperti itu.

"George…", uh, sepertinya suara adikku memanggil melalui telepathy. Asal tau saja ya, telepathy kami tidak biasa, hanya aku dan Michelle yang bisa berkomunikasi dan tidak bisa disusupi orang lain, bahkan oleh ibuku.

"Michelle?" jawabku lewat telepathy juga.

"Kau tidak mabuk, kan?" tanya Michelle padaku.

"Tentu tidak. Kalau sampai aku tidak sadar dan terjadi sesuatu aku tidak tahu akan jadi apa kita setelah pulang", jawabku.

"Tidak usah banyak bicara. Aku, Levis, dan Elaine menunggumu di balkon Barat bagian belakang", kata Michelle.

"Eih, okay, aku ke sana segera", jawabku lalu segera meluncur ke tempat yang diberitahukan Michelle dan ingat, tetap waspada, jangan sampai ada yang mengikutiku.

Hem. OH! Itu dia mereka!

"U… dari sini bintang-bintangnya kelihatan indah sekali!" kataku dengan suara agak keras.

"Jangan berisik, bodoh!" kata Levis menegurku.

"Hoh. Sorry", jawabku.

"Jadi, sekarang Jaxon dan Gavin tidur?" tanya Elaine.

"Kita pastikan mereka akan dapat hukuman setelah pulang!" kataku bangga.

"Itu masalah gampang. Sekarang, bagaimana misi kita?" tanya Michelle.

"Tunggu. Aku akan gunakan sihir untuk membawa kita ke dimensi lain untuk sementara. Terlalu berbahaya di sini. Perasaanku tidak enak" kataku.

Dengan sihir khusus yang turun temurun hanya dapat dilakukan oleh daah keturunan terdekat dari Raja Mildian, aku memindahkan diriku dan yang lain ke dimensi lain sementara untuk membicarakan langkah selanjutnya.

"Bagus. Di sini aman", kata Levis.

"Okay. Master Jiemma telah mati. Tapi aku tidak yakin sepenuhnya. Bisa-bisanya orang seperti itu mati dengan mudah, kan? Apa tidak mencurigakan?" kata Michelle bertanya-tanya.

"Benar. Selain itu, aku pikir sebenarnya Daddy mengirim kita ke sini bukan hanya untuk menangkap Master Jiemma itu. Seperti ada sesuatu yang lain", kataku.

"Right. Kita tidak bodoh, kan. Jadi apa sebenarnya?" tanya Elaine.

"Dengar, tadi aku melihat Mom and Dad, sepertinya mereka akan menemui great granny Mavis. Aku mencoba menguntit, tapi Daddy menggagalkan sihirku", kataku curiga.

"Mereka tidak memberitahu kita?" tanya Levis.

Aku melihat ke arah Michelle. Wajahnya menunjukkan ekspresi yang aneh.

"Michelle. Aku sudah menjadi kakakmu sekian lama, dan aku tahu kau menyembunyikan sesuatu".

"Maafkan aku. Sebenarnya, kemarin aku menggunakan Thought Projection dan menyusup ke Kerajaan", kata Michelle.

"HOH! Kenapa kau tidak bilang padaku! Itu berbahaya sekali! Kalau sihirmu sampai ketahuan, kita bisa diincar dan bahkan Fairy Tail harus berurusan dengan Kerajaan tidak jelas itu" kataku agak marah. Aku juga menyesali diriku yang sampai tidak sadar bahwa adikku sedang menggunakan sihir itu. Entah kemampuannya yang meningkat atau aku yang bodoh.

"Sudahlah, George. Lalu, Michelle. Apa yang kau temukan?" tanya Elaine.

"Aku melihat seorang wanita muda dan seorang laki-laki tua dengan wajah menjijikkan. Mereka berdiri di depan sebuah pintu yang aneh, entah apa itu, tapi aku sempat mendengar namanya, 'Eclipse'. Mereka kelihatan serius, saat aku coba untuk mendekati dan menyekap mereka, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku dan mengajakku lari", cerita Michelle.

"HAH? Eclipse? Lalu, orang itu siapa?" tanyaku.

"Orang itu, sepertinya perempuan. Aku tidak sempat melihat wajahnya, karena dia menggunakan tudung kepala. Saat aku akan bertanya padanya, Thought Projectionku dihentikan oleh Great Granny Mavis", lanjut Michelle.

"Hah?! Jadi Great Granny Mavis tahu kalau kau pakai Thought Projection?!" tanyaku terkejut, karena ini bisa jadi masalah besar. Master Mavis, Queen Mavis of Mildian, My Great Granny… dia disebut sebagai Queen of Strategies. Kerajaan Mildian bisa sampai berjaya juga berkat dia.

Jadi, mungkin sekarang dia sedang membicarakan masalah ini juga dengan Mom and Dad.

"Hm. Menyebalkan, ini tidak mudah. Kita harus hati-hati karena jika salah langkah, sejarah bisa berantakan", kataku.

"Tenang. Kita pikirkan dengan tenang. Aku pikir Uncle Gerard pasti paham, dia pasti juga cari cara", kata Levis.

"Masalahnya sekarang, Apa itu Eclipse? Siapa wanita bertudung itu? Dan lagi, aku sempat mendengar bahwa Negara ini akan segera hancur. Oleh naga" terang Michelle.

"Hancur? Naga? Selama ini naga adalah penjaga Negara kita di empat penjuru mata angin, bagaimana bisa Fiore dihancurkan oleh Naga?" tanyaku tidak percaya. Pada masa kami, ayahku, Uncle Natsu, Uncle Gajeel, Auntie Wendy membuat perjanjian dengan naga-naga, aku tidak tahu bagaimana tapi Kerajaan Fiore di masa kami dijaga oleh Naga-Naga hebat di empat penjuru mata angin. Jadi, ternyata masa lalu jauh lebih rumit…


NEXT CHAPTER 12: ANOTHER TIME TRAVEL MAGIC?!

Thanks for reading, guys!

PS. This ff was made for enjoy. I don't own fairy tail after all. All hail 'Hiro Mashima' for making such an amazing manga!