Kibum terpaku, menatap tajam pada atap gedung kosong didepannya. Dilihatnya sekeliling, hanya ada pemandangan kelam akan kota tersebut. Gi Jeong, daerah yang lebih terlihat seperti kota mati. Beberapa gedung ataupun kedai yang tampak habis terbakar, ataupun tempat-tempat lain yang terbengkelai tak berpenghuni. Kibum tak mau berfikir keras kenapa tempat ini bisa dikatakan sebagai kota matinya Seoul, yang jelas saat ini.. 'Aku harus menyelamatkannya'.
Drrtt…drtt…
Kibum melirik handphone dalam genggamannya sejenak, lalu mengangkatnya..masih menatap tajam puncak gedung dihadapannya.
'Tampaknya kau begitu takut padaku?' ejek suara disebrang. Kibum tersenyum picik, "Dimana dia?" tanya Kibum. Donghae, lawan bicara Kibum melalui line telfon, ikut tersenyum picik menatap Kibum dibawahnya. 'Kau terlambat Kim Kibum..'
Klik..
Sambungan terputus. Kibum melotot sempurna saat sosok Donghae tak lagi ia gapai dalam penglihatannya. Dimana Donghae? Dimana? Kibum terus merutuk dalam hatinya, dan tanpa mengulur waktu lagi..Kibum berlari sekuat tenaga memasuki gedung dimana Donghae berada.
Brukk..
Kibum terjatuh saat satu pukulan mengenai pundaknya. Ia tersungkur dengan penglihatannya yang semakin memburam. Ditengoknya kebelakang siapa gerangan yang berani memukulnya. Tak ada lagi rasa terkejut yang senantiasa menghampirinya, yang ada hanya rasa benci yang luar biasa saat didapatnya gerangan yang memukulnya. Naoki. Namja yang mencoba membunuh hyung babo miliknya.
"Kau.." tutur Kibum dengan mencoba menahan sakitnya. Namja dingin itu berusaha beranjak dari posisinya yang terpuruk. Rasa sakit itu masih menghantuinya hingga ke sendi-sendi tulangnya yang membuatnya semakin nyeri.
"Dimana tuanmu?"
"Kau mencariku Kim Kibum?"seru Heechul yang berlenggang menemuinya dari arah kiri. "Bawa dia keatas.." tambahnya. Naoki mengangguk dan memukul Kibum sekali lagi, namun sayang..pukulannya itu dapat ditangkis dengan baik oleh Kibum.
"Aku bukan anjing liar yang harus dijinakkan. Aku akan kesana tanpa harus dipukul dahulu.." tuturnya dingin. Heechul tertawa seraya meremehkannya," Cha~ temui kekasihmu diatas sana.." ujarnya. Kibum mengangguk pelan. Dengan langkah yang tertatih, satu demi satu ia menaiki anak tangga yang senantiasa menunggunya. Diliriknya sejenak kebelakang, memastikan dengan baik bila kedua orang tak waras tersebut masih memiliki kewarasannya tanpa harus membunuhnya telak disini juga.
"Percepat langkahmu, apa yang kau lihat hah?" tanya Naoki dingin. Kibum tak menjawab, ia masih menaiki anak tangga tersebut dengan hati-hati. Pandangan yang luas ia dapati seketika tiba dilantai atas. Hanya ada puing-puing usang yang tergeletak begitu saja dilantai dan juga tiang-tiang penyangga dari bangunan tersebut. Kibum terus mengedarkan pandangannya mencari sosok yang harus diselamatkannya, namun naas.. tempat tersebut kosong!
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Main cast : Kim Kibum,
Kyuhyun – Ryewook,
Yesung,
Others
.
Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk
Warning : Gaje, Abal-abal, GS, OOC, TYPO, dll… Don't Read if You bash
.
.
"Eottoke? Eottoke? Dimana appa?" panic Kyuhyun menatap tajam pada oknum kepolisian dihadapannya. Polisi tersebut hanya mengangguk seolah berfikir menatap komputernya tanpa menghiraukan kekhawatiran Kyuhyun.
Kyuhyun bukanlah yeoja penurut. Disaat Sungmin memintanya untuk diam dirumah sakit menemani Yesung dan ia yang akan beraksi, yeoja manis tersebut menolak telak permintaan Sungmin. Tak peduli dengan tutur kata yang lembut ataupun bentakan yang dapat memekakkan telinganya, Kyuhyun tetap bersikukuh. Dia terlalu mengkhawatirkan keselamatan Kibum selaku ayahnya, dan hanya dia yang tau bagaimana picik dan sadisnya ibunya tersebut.
"Petugas Cha.. cepat kau hubungi Tim SWAT segera ke lokasi Gi Jeong! Dan siapkan petugas sekarang!" tegas oknum tersebut. Dan lagi-lagi Kyuhyun teracuhkan, oknum kepolisian tersebut tanpa memperdulikan Kyuhyun bergegas mengambil langkah seribu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku.
"Apa yang kau lakukan.. sebelum mereka meninggalkan kita, kita harus bergegas.." seru Sungmin, membuyarkan semua kekosongan yang ada difikiran yeoja tersebut. Kyuhyun tersadar dan mengangguk pelan hingga akhirnya ia mengikuti langkah besar dari petugas kepolisian tersebut.
.
Tak ada nyanyian nyaring yang dapat memekakkan telinga banyak orang saat laju kendaraan memecah jalanan. Mereka tau apa yang akan terjadi bila sirine yang biasa didendangkan kebanyakan oknum tersebut berlagu. Keselamatan dua sejoli itu yang akan terancam. Jas kesombongan yang sering mereka gunakan untuk membuat kepolisian semakin mencolok, takkan pernah mereka dendangkan.
"Sebagian kepung mereka dari sisi kanan~" seru detektif Yoon memberi arahan pada anak buahnya.
"Dibagian ini terdapat gang kecil yang dapat kita gunakan untuk meringkus mereka~" tambahnya lagi. Semua pihak yang berada didalam van hitam hanya mengangguk mengerti, termasuk Sungmin yang turut andil dalam penyelamatan Kibum dan juga Hyukkie. Hanya Kyuhyun yang masih setia berdoa dalam hatinya dengan sungguh-sungguh.
Laju kendaraan mereka berhenti dengan jarak kurang lebih 200 meter dari gedung tempat Kibum berada. Langkah merekapun seolah mengendap, berharap keberadaan mereka semua tak dapat didengar oleh mereka.
Cklek!
Kyuhyun terperangah dengan apa yang ia lihat. Tangan kanannya yang terborgol dan terhubung dengan ganggang pintu mobil, tak dapat ia lepaskan. "Dengan begini kau akan aman" ucap Sungmin yang memborgol pergelangan tangan Kyuhyun. Kyuhyun memberontak ingin dilepaskan, namun naas..usahanya hanya sia-sia. Mereka tak menggubris, lalu meninggalkan yeoja manis tersebut seorang didalam van. Kyuhyun hanya mendesah kesal, tetap memberontak didalam van dan berusaha melepas jeratan borgol yang mengalungi pergelangannya.
Satu persatu aparat kepolisian Seoul maupun Tim SWAT memblokade semua sisi gedung yang mereka duga adanya keberadaan mereka. Tim medis pun juga ikut bersiap, meminimalisirkan kemungkinan yang bakal terjadi. Parasut penyelamatpun juga turut disiapkan dan dipasang disetiap titik gedung, persiapan untuk hal buruk yang bakal terjadi pula. Kyuhyun hanya bisa meringis melihat pergelangannya yang dikunci Sungmin. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk menyelamat keselamatan ayahnya.
"Ada seorang yeoja .. srekkk.. yang terikat.. srekkk.. diatas gedung" seru sebuah suara yang berasal dari walkie talkie yang tersemat didekat kemudi. Kyuhyun terbelalak. Ia yakin betul dengan apa yang ia yakini bila yeoja tersebut adalah Hyukkie.. yeoja yang selalu menjadi teman bertengkarnya. Ia semakin memberontak, berusaha mencari apapun yang bisa ia gunakan untuk melepas borgolnya… dan hasilnya tetap nol!
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Ryeowook duduk termangu disamping ranjang Yesung dan menatap namja berkepala besar itu dengan tatapan sendu. Ryeowook berpangku tangan seraya memanyunkan bibirnya..Entahlah apa yang dirasakannya kini! Entah itu dia bosan atau sebagainya.. yang jelas, rautnya kini jelas terlukis bila hatinya tak begitu baik.
"Samchon.. Ppaliya! Kenapa kau begitu senang dimimpimu? Apa disana begitu banyak yeoja-yeoja cantik? Ayolah… Seoul juga punya simpanan yeoja cantik disini" ucapnya seraya menggerakkan jemarinya dengan abstrak pada sisi ranjang Yesung.
"Kau taukan Samchon bila Hyukkie noona diculik dan appa berusaha menyelamatkannya? Ditambah pula Sungmin oppa dan juga Kyunnie turut andil dalam penyelamatannya. Hah, aku juga ingin kesana.. tapi bila aku pergi, siapa yang akan menemani samchon?" celotehnya panjang dan hanya disahut mesin elektrokardiografnya Yesung.
"Aku bukan tak suka berada disisi samchon, tetapi aku sungguh khawatir pada mereka semua. Apa mereka semua baik-baik saja? Menurutmu bagaimana samchon? Kau pasti bisa melihat keadaan merekakan saat ini?" adunya yang mulai ngelantur. Ryeowook mendesah berat, membuang semua penat yang sedari tadi ia bawa.
"Ouh?" bingungnya saat jemari mungil Yesung bergerak seolah merespon ceritanya tadi. dengan sigap, Ryeowook berdiri dan mendekati kepala ranjang Yesung dan menekan sebuah tombol pemanggil dokter dan juga sekutunya. Senyumnya semakin mengembang, saat jemari-jemari tersebut seolah nyata dalam penglihatannya.
"Yoohhooo!" soraknya riang.
Satu persatu tim medis memasuki kamar Yesung dan mulai mengambil alih tubuh Yesung hendak memeriksanya. Senter kecil yang terselip dijas putih milik usia, ia pancarkan cahayanya pada manik Yesung berharap mendapat respon yang pasti dari pupil matanya.
Dokter tersenyum lembut menatap Ryeowook dan mengangguk, " Kim Jong Woon telah melewati masa komanya, dari reaksi yang ia timbulkan.. dia pasti akan cepat sadar"
Ryeowook merekah dalam senyumnya, tak dapat ia sembunyikan raut bahagianya itu dari siapapun.
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Hyukkie menangis dalam diam. Kaki dan juga tangannya terikat apik dalam balutan tali, tak terkecuali bibirnyapun ikut terkunci. Hanya isakkan tangis yang terdengar walaupun hanya sebuah lirihan. Manik coklatnya mengarah pada sebuah hanphone disamping kirinya yang kini tengah tersambung.
"Kekasihmu itu telah mati Kim Kibum…"
"Bangsat Kau! Uhuk..uhukk"
Hyukkie menggeleng keras merutuki dirinya seorang yang menjadi bodoh disini. Semudah itukah ia dibodohi? Dan dialah juga yang harus menggali lubang kuburannya dan juga Kibum.
"Kau pasti mendengarnya dengan sangat jelas bukan?" seru seseorang. Hyukkie diam dengan memandangi orang tersebut tajam. Naoki! Namja tersebut yang mencoba berbicara padanya. Didekatinya Hyukkie dan menurunkan sedikit penutup mulutnya, memberikan keleluasaan pada Hyukkie.
"Bahkan orang yang sangat rasional sekalipun, dalam situasi seperti ini akan menjadi tidak rasional dan berubah menjadi seorang idiot" tuturnya dan beralih duduk dipinggiran pembatas atap.
"A..apa yang sedang kalian coba lakukan sekarang? Apa rencana kalian?" tanya Hyukkie takut. Naoki tersenyum seraya menduduk. Ia memasukkan jemari-jemarinya pada saku celananya lalu tersenyum picik pada Hyukkie.
"Awalnya, aku hanya disuruh untuk membunuhmu dan juga namja itu. Tapi saat itu, orang itu mendorongku untuk menjadi sangat gila! Dia bilang bila adiknya tidak akan menjadi maklhuk jahat sepertiku. Dan aku penasaran, apakah benar yang orang itu katakan tentang adiknya? Lalu tuanku menyetujui rencanaku untuk mengubah namja itu menjadi maklhuk seperti kami"
"Kenapa kau juga harus hidup dalam lingkaran kelam mereka? Aku tau kau bukanlah orang yang jahat"
Naoki terkekeh. Ditatapnya Hyukkie tajam hingga membuat yeoja tersebut bergidik ngeri menatapnya. "Mereka itu adalah orang tuaku. Merekalah yang menyelematkanku dari rasa keterpurukkanku dan mengangkatku sebagai anak. Dan dengan cara inilah aku mengabdi terhadap mereka sebagai seorang anak."
Kini Hyukkie yang terkekeh,"Kisahmu memang tampak seperti sinetron sampah.." ejek Hyukkie. Naoki mengerang marah akan hinaan Hyukkie. "Tertawalah sepuasmu! Aku penasaran bagaimana kau akan menangis setelah ini…" ultimatumnya.
"Kalian tak akan mati.. kami mempunyai gambaran yang berbeda daripada membunuh kalian!"
"Ka..kau tidak akan mungkin~"
"Aku juga penasaran.. jika dia bisa benar-benar melakukan itu. Bukankah kau juga penasaran?" tanya Naoki dengan senyum piciknya.
"Membuatmu seolah mati dan membuatnya juga seolah sendiri dengan merutuki dirinya seorang dengan kehilangan orang-orang yang dicintainya, apakah ia mampu menahannya tanpa menjadi maklhuk jahat seperti kami? Kau pasti penasaran bukan? Kekkeeke…"
Hyukkie diam dengan maniknya yang semakin memerah. Tidak! Bukan ini maunya! Kibumnya tak boleh untuk menjadi seorang pembunuh! Kibumnya tak bersalah!
Dorrrr!
Hyukkie terlepas dari lamunannya akan bunyi tembakan tersebut. Ditatapnya Naoki yang bertekuk lutut dihadapannya. Tak dapat dihindari ia yang terkejut dengan apa yang dilihatnya. Naoki tersenyum kecut dalam jatuhnya.
"Agashi.. kau tak apa?" satu persatu tim penyelemat mendekati letak duduk Hyukkie dan memblokade Naoki yang terjatuh. Hyukkie menggeleng lemah. Satu persatu ikatan tali dari tubuhnya dilepaskan. Badannya lemah, lihat saja ia yang kerap hampir terjatuh karena sulit untuk menopang dirinya seorang. Salah satu petugas penyelemat menopang Hyukkie dalam langkahnya. " Kibum.. Kim Kibum.. selamatkan dia! Jangan biarkan dia berbuat gegabah!" tutur Hyukkie.
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Kibum bertekuk lutut dihadapan Donghae dan juga Heechul. Sudut bibirnya sudah mulai membiru, dengan menunduk dalam. Donghae tersenyum dengan melemparkan satu balok kayu padanya. Kibum diam, tak menggubris balok tersebut yang jelas berada dihadapannya dan merupakan kesempatan yang baik untuk membalas Donghae.
"Wae? Apa kau tak merasa sedih setelah kematian kekasihmu?" ledek Heechul. Kibum tertawa meremeh walau sesekali ia meringis karena sakit yang didapatnya.
"Ayo lakukan! Lakukan apa yang ingin kau lakukan pada kami. Bukankah itu yang kau mau? Membalas dendam atas kematian wanitamu" tambah Donghae.
Manik Kibum memerah menahan tangis dan juga amarahnya. Diraihnya balok tersebut dan digenggamnya erat hingga urat-urat dari kemarahannya mencuat ke permukaan. Ia berdiri bersama balok tersebut dalam genggamannya. Hatinya sudah memanas akan ungkapan mereka. Peluh-peluh akibat kemarahannya pun juga turut andil dalam keadaannya sekarang. Namun disisi lain, para tim kepolisian dan juga Tim SWAT telah memblokade mereka bertiga serta mengunci pergerakan mereka apabila sesuatu buruk akan terjadi.
Kibum mendekati letak mereka, menarik balok kayu tersebut yang terjuntai mengenai lantai. Srigala telah terbangun! Ungkapan itu yang cocok dengan kondisi Kibum sekarang. Semuanya telah panas! Ia tak dapat berfikir jernih lagi! Orang-orang yang ia sayangi telah hilang satu demi satu karena ulah biadab mereka. Tidak Kibum! Jangan lakukan hal yang konyol…!
Nafas Kibum sudah semakin terengah-engah. Bulir bening itu berhasil meloloskan diri dari jeratannya. Kibum menggigit bibir bawahnya dalam, memejamkan matanya dan menggenggam balok kayu tersebut dengan erat,
'Tak peduli seberapa bencinya kau pada mereka yang menyakitimu, jangan sampai kau melukainya..sampai sejauh kau ingin membunuhnya, jangan bunuh dia! Sekali kau melakukannya, alasan-alasan yang ingin kau katakan tak ada gunanya…Kau harus mengingatnya nae dongsaeng' Nasehat kecil yang selalu Yesung katakan padanya bermain dalam logikanya. Balok kayu dalam genggamannya terlepas dari genggamannya. Heechul dan Donghae terdiam akan sikap Kibum yang seolah menyerah. Kibum sedikit mengangguk dengan mengatur nafasnya pelan. Ia membuka matanya pelan dengan sedikit bergumam, "Dia hidup.."
"M..M..Mwoya?" tanya Heechul terbata. Kibum mendongak, menatap manik mereka satu persatu, "Tak ada mayatnya disini. Bagaimana mungkin aku bisa percaya dia telah mati…Biar bagaimanapun, kalian tak akan bisa menjebakku untuk menjadi makhluk jahat seperti kalian.." jelas Kibum.
"Dia masih hidup! Aku yakin itu" tambahnya dengan penuh keyakinan. HaeChull tergagap tak mampu untuk menjawab. Panik! Itulah yang mereka rasakan saat kebohongan yang mereka buat terbongkar sudah.
"Sudah kukatakan bila aku telah membunuhnya!" ujar Donghae. Kibum tak menanggapi. Dilihatnya sekeliling walau hanya sebuah ruang kosong yang diapatinya. "Lee Hyukjae~" teriaknya lantang.
"LEE HYUKJAE! KAU BISA MENDENGAR SUARAKU, BUKAN? KAU DENGAR DENGAN BAIK! AKU TIDAK AKAN MEMBUNUH MEREKA SEPERTI JANJIKU PADA YESUNG HYUNG! AKU TIDAK AKAN PERNAH HIDUP SEBAGAI MAKLHUK JAHAT! AKU AKAN MENEPATI JANJI YANG KUBUAT PADANYA! JADI JANGAN KHAWATIR DAN TUNGGU AKU! MENGERTIIII!" Pekiknya lantang. Nafasnya semakin memburu, tak dipedulikannya tatapan murka dari HaeChull yang seolah ingin memangsanya.
Laser merah yang berasal dari senjata Tim SWAT semakin liar membidik HaeChul. Donghae menyadari itu. Perlahan, ia mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan mengarahkan pistol tersebut pada Kibum.
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Kibum terjatuh, terjerembab dan tergeletak dilantai. Ia mengukir senyum dari sudut bibirnya. Senyumnya semakin melebar saat satuan kepolisian memblokade gedung ini dan juga Donghae yang sama terjatuh sepertinya. Heechul tak mampu mengelak lagi. Ia berteriak histeris melihat Donghae jatuh dengan bersimbah darah pada bahu dan juga kakinya. Yeoja cantik itu hanya bisa diam, saat beberapa kepolisian mengamankannya.
"Kim Kibum/Bummie…" teriak Sungmin dan juga Hyukkie. Mereka berlari mendekati letak terbaring Kibum. Kibum tersenyum. Bibirnya yang mulai memucat tersenyum pahit melihat kedatangan mereka.
"Jebal..bertahanlah.." seru Sungmin.
"Tolong! Panggilkan Ambulance! Cepat! Dokter!" teriak Hyukkie histeris. Manik Kibum terlihat sayu, ia terbatuk dengan memegangi perut disisi kanannya yang ditembak Donghae. Hyukkie ikut memegangi tangan Kibum dan menangis bersamanya. "Aku mohon.. bertahanlah Bummie hiks..hiks" tangisnya.
Tim medis berlari mendekati Kibum, dan sedikit mendorong Hyukkie agar menjauh. Hyukkie pasrah, tak seperti biasanya ia yang bersikap mengalah.
"APPAA!" Pekik Kyuhyun dengan sedikit berlari mendekati Kibum.
"Tuan! Kau jangan kehilangan kesadaran. Bertahanlah…" seru salah satu tim medis.
"Korban kehilangan banyak darah. Cepat hubungi pihak rumah sakit agar menyiapkan darah untuknya.."
Kibum semakin terbatuk dan perlahan kehilangan kesadarannya. Tanpa mengulur waktu yang lama, Kibum digotong menggunakan tandu dan dilarikan secepatnya kerumah sakit.
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
Beberapa Tahun Kemudian…
Riuh kebisingan terdengar mengalun dari penonton yang berisi yeoja-yeoja. Tatapan menerkam mereka menerjang pada satu sosok yang kini tersenyum ambigu menghadap mereka. Talk show pagi yang seharusnya hangat, dan juga menyenangkan harus berubah nuansa menjadi mencekam seperti ini. Sosok tersebut yang tak lain adalah Kim Kibum hanya bisa meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.
"Kim Kyuhyun dan juga Kim Ryeowook adalah anakku…"
Kalimat itu yang membuat dirinya menjadi perbincangan yeoja-yeoja tersebut. Bahkan pembawa acara talk show pun masih terperangah akan pengakuan Kim Kibum barusan. Hanya beberapa cameramen yang masih focus pada Kibum. Lihat saja dari pengambilan gambarnya? Potret Kibum jelas dapat mereka ambil.
"Ya! Fokus..fokus.." panggil pengarah acara dengan setengah berbisik kepada Mc acara tersebut. Pembawa acara tersebut terasadar dari lamunannya dan kembali menembak Kibum dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan membuat Kibum semakin terpojok nanti.
"Kenapa kau melakukan ini Kibum-ssi? Beberapa tahun yang lalu, kau pernah melakukan conferensi pers kepada media dan mengatakan hal yang sama seperti saat ini? Namun mereka mengatakan tidak dengan alasan ingin menipumu? Dan sekarang kau mengatakan iya? Apa kau tak takut anggapan negative dari masyarakat yang mengatakan kau actor pencari sensasi?"
Kibum tersenyum sembari menunduk. Tak ada alasan yang ingin ia sampaikan. Kenyataan harus dikatakan, walau berusaha unuk disembunyikan..kenyataan pasti terungkap. Dan inilah pilihannya. Kibum melirik Kyuhyun dan juga Ryeowook disebelahnya yang telah menunduk dalam. Dia tau, pasti sangat sulit untuk mereka berdua terima.
"Ahjumma.." sahut Ryeowook.
"A..Ahjumma?" sentak pembawa acara tersebut. ia tersentak dengan sesekali memegang tengkuk lehernya. Semua tertawa lebar akan panggilan Ryeowook yang terkesan innocent, tidak dibuat-buat.
"Mianhamnida..mianhamnida.." ujarnya dengan membungkukkan badannya sesekali, meminta maaf akan ucapannya tadi. Kibum tersenyum melihat kelakuan anak manisnya itu, begitupun Kyuhyun yang berusaha menahan tawanya seorang.
"Aigoo… Ryeowook-ssi, jangan terlalu sungkan padaku. Seharusnya kau memanggilku Eonnie? Eomma kurasa lebih baik…" godanya. Semua tertawa lebar termasuk Kibum. Ryeowook hanya mengerjap maniknya polos dengan sesekali melempar pandang pada Kibum dan juga Kyuhyun. "Tapi kami sudah punya calon eomma sendiri.." jawab Ryeowook.
"Jinjjayo?" kaget pembawa acara itu dengan terbelalak. Kibum juga kaget dan lansung membekap mulut Ryeowook dan menyuruhnya duduk. Ryeowook kelabakan dengan sikap Kibum padanya. Pembawa acara tersebut terus menggoda Kim sekeluarga dan semakin membuat Kibum malu karenanya.
"Kembali lagi kepertanyaan awal, apa alasan anda Kibum-ssi melakukan semua ini?"
"Aku hanya ingin kedua anakku mempunyai identitas yang jelas, tak dicemooh orang-orang akan keberadaan orang tuanya.." jawab Kibum.
"Lalu? Dimana ibu kandung mereka?"
Kibum menelan air liurnya takut. Haruskah ia jujur? Aigoo..sungguh dimabuk kepayang karenanya. "Kurasa tak sepantasnya kami menceritakannya disini. Itu terlalu pribadi buat kami.." jawab Kyuhyun dingin. Semua diam saat Kyuhyun berbicara. Aura setannya sudah meluap memenjarakan semua hati di studio tersebut.
"Wae? Kenapa kalian semua diam?" Tanya Kyuhyun sok polos.
"Itu karena aura hitammu Kyunnie.." jawab Ryeowook. Semua tersenyum, dengan jawaban Ryeowook. Kyuhyun hanya gleng-geleng kepala melihatnya.
"Ternyata keakraban ayah dan anak ini sungguh menakjubkan! Kalian mungkin mempunyai alasan yang pasti kenapa harus membeberkan kenyataan ini ataupun sebaliknya. Yang jelas, kalian semua yang mengaku sebagai fans dari uri oppa, harus menerima dengan lapang dada! Jangan bersikap anarkis hingga membuat oppa kita tercinta terluka.~" kata pembawa acara pada semua penonton di studio dan juga dirumah.
"Dan untuk kau Kibum-ssi.. aku bangga padamu! Kau berani menghadapi semua kabar buruk diluaran yang mungkin nanti menghujatmu atau langkah depan yang akan diambil anti fansmu, kau mampu mengambil semua konsekuensinya. Dan kalian Kyuhyun-ssi dan juga Ryeowook-ssi, banggalah padanya.."
KyuWook mengangguk pelan. Tanpa dijawab dan diumbar ke mediapun, mereka sudah bangga pada appa mereka. Tak perlu dikatakan lagi apa alasannya, semua sudah tau itu akan pengorbanan namja tampan itu pada mereka. Kim Kibum, adalah orang yang mereka sayangi tentunya.
"Satu lagi.. Kyuhyun-ssi, kau itu seorang model pendatang baru bukan?" Kyuhyun mengangguk.
"Aigoo…darah entertainment juga mengalir pada anakmu Kibum ssi.." puji pembawa acara dan hanya dibalas dengan senyum malu Kibum.
.
®KIBUM'S SCANDAL®
.
"Ahjumma-ahjumma.. ahjussi-ahjussi.. siapa yang punya anak bilang naega..naega yang tak laku-laku.." Yesung bersenandung mengikuti iringan lagu dari band asal Indonesia yang menarik hatinya. Kata demi kata terucap dari bibirnya seraya ia membersihkan apartemen Kibum dengan apron bunga-bunga yang dipakainya.
"Lagu apa yang kau nyanyikan?" Tanya Sungmin yang tengah menggigit memakan apel dimeja makan. Yesung menoleh, menatap Sungmin dengan manik sok polosnya yang author jamin gagal 100%. "Di SNS beredar link tentang lagu ini, dengan judul 'cari jodoh' dari Indonesia. Lagunya mengasyikkan.. Kau dengar ya~" jawab Yesung. Ia memegang kemoceng yang ia gunakan sebagai mic lalu menarik nafasnya panjang dan mulai bernyanyi.
"Ahjumma-ahjumma.. ahjussi-ahjussi.. siapa yang punya anak bilang naega..naega yang tak laku-laku..Ahjumma-ahjumma~"
"Diamm!" bentak Sungmin. Yesung lansung terdiam dengan mengerjap maniknya beberapa kali.
"Kurasa sejak kejadian beberapa tahun yang lalu, otakmu mengalami kesalahan! Bukannya berubah semakin baik, kau malah berubah semakin aneh. Pantas diumurmu sekarang kau tak punya yeoja chingu. Bertobatlah hyung, yeoja-yeoja akan semakin takut padamu…" celetuk Sungmin.
Yesung menganga dengan menggaruk kepalanya yang mungkin gatal. "A..aku aneh?"monolog Yesung. Sungmin mengangguk pasti dengan sikap acuh tak acuhnya.
"Oppa.. aku sudah siap?" potong Kyuhyun saat keluar dari kamarnya. Sungmin tersenyum lembut memandang Kyuhyun dan lansung beranjak mendekati yeoja manis tersebut. Yesung cengo melihat mereka, lalu menghalang letak gerak mereka untuk menuju pintu utama.
"Kalian akan pergi lagi? Bukankah tadi sudah? Kenapa aku selalu ditinggalkan seorang dirumah? Haruskah aku merasakan menjadi tuna asmara selamanya? Aku butuh perhatian dari kalian semua…. Kalian tega..!" tutur Yesung panjang lebar dengan sikap kealayannya.
PLETAK!
Satu jitakan berhasil mendarat dikening Yesung, dan kali ini bukan Sungmin yang melakukannya melainkan Kyuhyun. Yesung meringis kesakitan akibat ulah Kyuhyun. Ia terbelalak kesal menatap Kyuhyun yang tak kalah sengitnya Kyuhyun menatapnya.
"Kencan apanya? Aku ada sesi pemotretan!" kesal Kyuhyun. Yesung mengangguk seolah paham dan membiarkan mereka berdua pergi. Ditengah lorong apartemen, tanpa diduga Kyuhyun lansung mengapit lengan Sungmin dan tersenyum pada namja manis itu. Sungmin membalas senyum Kyuhyun dengan mengacak surai Kyuhyun pelan.
"Oppa.. ayo kita jalan bersama. Masih ada waktu 2 jam sebelum sesi pemotretanku, Cha~" ajak Kyuhyun dengan sikap manjanya. Sungmin tersenyum geli memandang Kyuhyun dan menjawab, "Aigoo.. Aigoo.. rupanya kekasih oppa satu ini bisa bersikap manis juga rupanya.." balas Sungmin.
"Satu ini? Jadi maksudmu kau punya yeojachingu lain? Mwo?" erang Kyuhyun. Ia merajuk dengan menghentakkan kakinya kesal dan pergi meninggalkan Sungmin seorang yang masih merutuki dirinya.
"Aigoo.. Kenapa dia mudah sekali berprasangka buruk. Chagiya! Tunggu!" pekik Sungmin namun Kyuhyun tak menghentikan langkahnya dan semakin mempercepat laju jalannya.
"Chagiya…" panggil Sungmin dengan nada membujuk namun tetap, Kyuhyun tak jua menggubris.
.
Disisi lain.. Kibum, Hyukkie, dan juga Ryeowook duduk mengelilingi sebuah ranjang di unit perawatan. Tampak Heechul yang tengah duduk dengan tatapan kosongnya tanpa peduli dnegan mereka bertiga yang mengerumuninya. Ryeowook tersenyum lembut, meraih telapak tangan Heechul dan menggenggamnya lembut. Lagi-lagi Heechul tak menggubris. Mereka semua diam, bermain dalam fikiran mereka masing-masing.
Sejak kematian Donghae, dan juga hilangnya semua ambisinya.. Heechul seolah kehilangan nafas hidupnya, enggan untuk beranjak dari dunia baru miliknya. Hari-harinya selalu diwarnai dengan diam, dan juga kosong. Entahlah, seberapa besar beban hati yang dipikulnya.
Jerat hukum sempat menemuinya, namun dengan kondisinya sekarang.. Hukum tak dapat berbicara. Memenjarakan Heechul dengan kondisinya sekarang, sama halnya bohong! Dan inilah pilihannya, memenjarakan yeoja cantik bernasib malang tersebut dalam unit rawat jiwa.
"Eomma.. Kau mendengarku?" Tanya Ryeowook sendu, masih dengan sentuhan hangatnya pada punggung tangan Heechul. Heechul diam, tatapannya kosong menatap lurus jauh kedepan. Kibum yang hanya melihat sedari tadi usaha anaknya untuk menarik perhatian Heechul hanya bisa mengelus dada. Percuma! Raganya memang masih hidup, namun tidak dengan jiwanya!
"Eonnie~" kali ini giliran Hyukkie yang berusaha mengajak Heechul berbicara.
"Cepatlah sembuh.." tambahnya. Heechul menoleh, tatapannya nanar memandang Hyukkie dan lansung menerjang yeoja cantik tersebut dengan pelukannya yang posesif. Hyukkie pasrah, membiarkan Heechul memeluknya dengan sesuka hati.
"Kyunnie.. maafkan eomma ne~" tutur Heechul. "Eomma janji tak akan memukulmu lagi. Eomma janji tak akan mengurungmu ditempat gelap lagi.. eomma janji akan menyayangimu.." Heechul semakin menggila. Maniknya terbelalak penuh keyakinan dengan apa yang ia kata sembari memeluk Hyukkie erat.
"Eomma.." lirih Ryeowook. Heechul melepas pelukannya dari Hyukkie, namun kedua tangannya masih memegang erat kedua lengan Hyukkie. " Ayo kita hidup bersama! Bersama Wookie-ah, kita bertiga akan hidup bahagia. Hanya butuh kita bertiga tanpa orang lain… kita akan tertawa bersama, cerita bersama, bahkan menangispun bersama.. ne..ne.." ajak Heechul.
Hyukkie tersenyum dan mengangguk pelan, "ne.." jawab Hyukkie.
"Sekarang eonnie istirahat ne.." bujuk Hyukkie. Ia melepaskan cengkraman Heechul lalu membaringkan Heechul untuk berbaring. Bibirnya masih saja berceloteh tak jelas alurnya, hingga membuat siapa saja hanya bisa merasa iba padanya.
"Cha~ biarkan dia istirahat.." tutur Hyukkie. KiWook mengangguk pelan, "Sia-sia jadinya kita kemari. Niat hati untuk memberitahu akan pernikahan kita, namun hasilnya? Huftt.." celoteh Hyukkie. Kibum tersenyum, mengelus punggung Hyukkie dengan sayang.
"Sudahlah.." ucapnya.
"Ahjumma~" panggil Hyukkie.
"Eomma! Sudah berapa kali eomma bilang untuk memanggilku dengan sebutan eomma, Wookie?" rutuk Hyukkie.
"Aigoo… Ne, Ne.. eomma.." jawab Ryeowook malas.
"Ada apa?"
"Anni.. tidak jadi" jawab Ryeowook enteng dan melesat meninggalkan couple labil tersebut.
"Aigoo.. jangan sampai lepas dari kandang singa harus terperangkap lagi ke kandnag monyet! Aigoo" monolog Ryeowook.
.
Sementara itu….
"You know me so wear.. girl I love you.. girl I need you.. girl I heart you.." Yesung melenggak lenggok didepan LCD, menirukan gaya tarian boy band Indonesia yang cukup menarik perhatiannya. Mulai dari kayang, tarian ubur-ubur, ulet keket, bahkan tarian tapak bangau? Turut ia apresiasikan dalam tariannya.
"Hatiku rasakan cinta.. yang buatku jadi gila Oh..oh.." Sudah! Lupakan! Namja berkepala besar itu menjadi semakin gila. Kadar ke4l4yannya semakin meningkat drastic akan sikap anarkis yang dilakukan Naoki. Wae?
"Hah, tarianku sudah semakin baik! Suaraku juga tak dapat ditandingkan lagi oleh siapapun! Dan sekarang tinggal mencari personil untuk membentuk 'the superman' impianku. Jangan hanya Kibum dan juga Kyuhyun saja yang bisa berkarir di dunia infotainmet, aku yang notabennya lebih tua dari mereka juga tak boleh kalah saing. Hahahah.." monolognya. Author harap, itu semua takkan terjadi! Jangan sampai boyband dengan nama yang aneh itu terbentuk dengan leader seaneh ini! Gag kebayang citra music Korea akan meredup. END!
.
ENDDdd!
Tadaaaaaa! Amoree come back! Moga chap end ini gak ngebuat semua kecewa, habis amoree takut bakal ilang mood buat dipanjangin. Jadi, segini aja.. ehhe
udah berapa lama hiatus akhirnya come back.
Mianhe, karena harus melakukan penelitian .. amoree ampe lupa ama efef atu ini ehhe..
Tapi tenang! Amoree gak bakal ngilang kok! Amoree udah nyiapin satu judul ff dan bakal amore publish minggu ini :D
.
Gomapta udah ngikutin selama ini :D
Tinggalkan jejak ne..
