Battle Music!
.
Disclaimer : all characters in this story aren't mine. Vocaloid, © Yamaha and crypton future media inc. ^^ but this story is originaly MINE! Don't you dare to copy this, okay? :) . . . HEY, I'M SERIOUS
.
Warning : OOC(maybe), some typo, bahasa sehari-hari, GJ, ini bakal panjang sepertinya?, dll~
.
A/N : maaf yah lama update! maaf banget! mungkin kalian udah bosen baca permintaan maaf ini (_ _)v tapi serius, aku abis UTS sih.. aku jujur aja, bego banget sama pelajaran sekarang wkwk. ya ga sebego itu juga sih.. (jadi gimana?) udahlah, kenapa jadi bahas aku sih? baca aja yah. maaf kalo chapter ini kebanyakan ngomongin basket. chapter depan lanjutnya di usahain cepet deh.
.
Don't like? Don't read :)
.
Like? Review~ ;D
.
.
Chapter 14
.
.
"Hajimete no kisu wa namida no aji ga shita~ maru.. eh, maro ya? eh, mayu? Eh! apa sih!"
"udah hafal lu, Mik, liriknya?" tanya Teto pada Miku yang sedang bernyanyi itu.
"belom, Tet. Lagunya galau. Jadi susah masuk ke otak. Hati Miku kan lagi berbunga-bungaaa~ mana cocok sama lagu 'Hajimete no koi ga owaru toki' ini." Omel Miku.
Sementara Teto hanya pasang muka (=v=)
"bosen ih tiap hari begini mulu.." omel Rin.
"iya~ bosen~ ngapain yuk?" tanya Gumi.
"bakar karantina~!" canda Miku dan langsung di tabok pelan sama Lenka.
"Ish! Hobi banget sih lu nabok gue!" Miku ngambek.
"mending di tabok gue ato di tabok juri-juri gara-gara lu bakar karantina?" Lenka ngejulurin lidahnya ke Miku.
"juri-juri kan lagi pada pulkam." Jawab Miku.
"Maen basket yuk?" ajak Rin.
"huh? Emang lu bawa bolanya?" tanya Rui.
"tenang~ ga ada bola, Miku siap di driblle kok." Ucap Lenka dengan mantapnya.
Dan Miku langsung meng-glare Lenka.
"ya elah, gua bawa kok. Tenang aja Mik, ga usah segitunya ngeliatin si Lenka. lu ga bakal di driblle kok. Emangnya lo bisa mantul?" ucap Rin sambil beranjak dari kasurnya untuk mengambil bola basket yang di simpannya di lemari.
"bisa ya, Mik? Itu nya bisa mantul yah?" Ucap Lenka.
"heh Lenka omes(otak mesum)." Ucap Teto.
"apa dih? Itu apa coba? Apa coba yang mantul? Bola basket nya da~ yeeei~ Teto yang ngeres pikirannya~" Lenka menjulurkan lidahnya pada Teto sementara Teto mengabaikan Lenka.
"mau maen dimana emang?"
Spontan semua anak cewek yang ada di kamar 2 itu noleh ke arah sumber suara, pintu.
Ternyata sedari tadi Kaito, Piko, Len, Rinto, Rei, dan Lui mendengarkan percakapan mereka di depan pintu kamar.
"di sini." Rui nunjuk idungnya.
"dimana weh~" jawab Lenka asal.
"dimana yaaah~?" canda Rin.
"di hati muuuu~" ucap Miku dengan lebaynya.
Semua langsung hening sambil natap Miku.
"err.. di hati Kaito maksud Miku~" ucap Miku sambil tersenyum imut-imut.
Sementara Len, Rei, dan Piko mulai menggoda Kaito dengan nyenggol-nyenggol dia. Kaito cuma diem.
"eh serius, dimana mainnya?" tanya Rinto.
"mau tau aja atau mau tau bangeeet?" tanya Miku.
"kepo ih~" ejek Rin.
"kepo it's me~ I'm proud to be kepoers~" Rinto menjulurkan lidahnya pada Rin.
"jadi kepoers aja bangga." Balas Rin.
"aku kan kepoers yang banyak cewek nya~" ucap Rinto.
"jadi playboy aja bangga." Balas Rin lagi.
"playboy tapi kece~" ucap Rinto lagi.
"berisik ah playboy kepo! Kapan kita mainnya nih kalo gini terus." Miku protes.
"lu juga berisik negi." Balas Rinto.
"playboy kepo~" ejek Lenka.
"diem lu. Kalo lu suka sama gue, tau rasa dah." Ucap Rinto pada Lenka.
Sementara Lenka hanya blushing.
"ayo ah, kita main." Miku menarik Rin keluar kamar, tapi Len menghalangi mereka.
"fufufu~ Len gagal PDKT sama Rinot, sekarang PDKTnya sama si negi. Ckckck." Rinto menggeleng-gelengkan kepalanya ngeliat Len yang deketan sama Miku.
"apa sih. Gue bukan negi. Lagian Miku senengnya sama Kaito tuh." Ucap Miku terang-terangan dan Kaito langsung dihujani cieciean oleh teman-temannya.
"siapa juga yang seneng sama si Miku." Ucap Len.
"terus ngapain lu ngehalangin jalan si Miku gitu? Sampe deketan gitu? Ahaha." Tanya Piko.
"niatnya sih, ke orang yang di sebelahnya." Len mengarahkan smirknya pada orang yang ada di sebelah Miku, Rin.
Rin yang ngerasa di liatin pun angkat bicara.
"Apaan?" tanya Rin dengan juteknya.
"masih jutek aja lu sama gue."
"biarin. Suka-suka gue."
"gini deh, gue cape di jutekkin mulu sama lo. Kita tanding aja. Kalo gue menang, lu harus ikutin semua yang gue pengen. Tapi kalo lu menang, gue yang ikutin semua yang lu mau. seminggu. gimana?" tantang Len.
"…lu ngajakkin gue tanding? Basket? Pfft—" Rin nahan tawanya, begitu juga dengan Miku, Lenka, Rinto, dan anak-anak lain yang satu sekolah dengan Rin.
"loh kenapa?" tanya Len.
"ga. Ga apa-apa. Gue terima kok." Ucap Rin sambil mengajak Len bersalaman.
"oke. Deal ya." Len menerima jabatan tangan Rin.
'ini kesempatan bagus buat gue.' Pikir Rin sambil smirk diam-diam.
"lu kenapa, Mik? Kok nahan tawa gitu?" bisik Teto.
"lu gatau? oh ya, lu kan beda sekolah sama kita. Kalo lu mau tau yah, si Rin sama gue itu, udah sering ngewakilin sekolah buat tanding basket. Dan selalu menang." Cerita Miku dengan bangganya.
Sementara Teto hanya manggut-manggut.
Dan di halaman belakang Yamaha itu, tepatnya di lapangan basket.
"Lu yakin Len? mau nantangin si Rin main basket?" tanya Lui khawatir.
"iya! gue udah yakin seyakin-yakinnya yakin." Ucap Len sambil mengikat tali sepatunya.
'uuh.. gue khawatir. Len cuma kayak mau ngebunuh dirinya sendiri kalo ngajakkin Rin tanding basket pake taruhan gitu. Apalagi, Rin pasti ngajakkin Miku buat se-tim sama dia.' Pikir Lui.
"terus, lu mau ngajakkin siapa aja buat jadi tim lu?" tanya Lui.
"mm.. Rinto, Rei, Kaito, sama…. Lu!" Len nunjuk Lui.
"eh? gue?" Lui kaget.
"iya. kenapa emang? Lu udah biasa main basket bareng Rin kan? Jadi pasti tau lah kelemahan dia dimana."
"Y-ya, boleh deh.."
'gue ga abis pikir. Gua bakal ngelawan Rin?' pikir Lui.
.
"Rin, gue yakin, lu pasti bakal ngajakkin gue buat se-tim sama lo kan?" tanya Lenka dengan PDnya.
"Rin, lu pasti milih gue lah! Gue kan udah lama se-tim sama lo kalo tanding ke luar." Ucap Miku.
"gue!" Lenka mulai ngajak berantem.
"ih apa sih lo! Gue!" Miku mulai nyolot.
"gue!"
"gue!"
"gue!"
"ih apa sih kalian? Berisik tau. Kalian pasti ikut gue lah. Si Rui juga. Gua udah tau skill kalian gimana. Tinggal cari satu orang lagi." Ucap Rin sambil celingak-celinguk.
"Gumi mau?" tanya Miku pada Gumi yang sedari tadi duduk manis di sebelah Rin.
"dia gamau. Katanya dia ga suka basket." Jawab Rin.
"Miku kan nanya ke Gumi, kok Rin yang jawab sih?" ucap Miku.
"biarin dong. Bagus di jawab, daripada di kacangin." Rin menjulurkan lidahnya pada Miku.
"iih pada ngapain nihhh~?" Iroha dan Aoki tiba-tiba datang menghebohkan suasana mereka berempat.
"nah, si ini aja." Ucap Rin sambil spontan nunjuk si Iroha.
"hah? Apaaaaaan?" tanya Iroha.
"ayo mulai!" ajak Miku yang langsung berlari ke tangah lapang.
"eh? apaan?" tanya Iroha kebingungan.
"ayo tandinggg!" Lenka segera menyusul Miku ke tengah lapang.
"apaaaaan? Mau pada ngapain?" tanya Iroha lagi.
"ayo Iroha!" ajak Rui.
"EH? APAAAAN? Kok tiba-tiba nunjuk guee?" Iroha masih kebingungan.
"udah jangan banyak blableblo. Ikut aja!" Rin pun menarik Iroha ke tengah lapang.
Sementara Aoki cuma cengo ditemenin Gumi yang masih duduk manis di situ.
.
Di tengah lapang, mereka sudah bersiap.
"main sportif yah! Inget!" ucap Rin yang kurang mempercayai Len.
"iya iya. tenang aja." Ucap Len.
"siap yah? Satu, dua, ti—" Piko yang bersiap melempar bola untuk memulai pertandingan, malah dihentikan oleh Miku.
"tunggu!"
"apaan Mik?" tanya Piko.
"mm.. Miku mau ngomong dulu ke Kaito." Ucap Miku dengan nada yang di imut-imutkan.
Sementara Piko hanya memutar matanya, malas.
"Kaito-kun~" sapa Miku dengan imut-imutnya.
"apa?" jawab Kaito.
"tau ga kenapa Miku mau main basket bareng Kaito?" tanya Miku dengan imut-imutnya.
"ngga. Kenapa?" jawab Kaito dengan malasnya.
"karena Kaito sudah men-shoot-kan cinta tepat ke ring hati nya Mikuuu~" Miku berusaha ngegombal pake bahasa basket.
Sementara suasana jadi hening.
Krik krik~
"iih jadi hening gini. Ga rame ah! udah ayo mulai aja!" Miku ngambek karena dia ngarepin sorakkan dari temen-temennya, tapi yang ada malah hening.
Semua bersiap di tempat nya masing-masing. Miku berdiri berpasangan dengan Kaito, Lenka dengan Rinto, Rei dengan Rui, Iroha dengan Lui, sementara Rin dan Len bersiap memukul bola setelah Piko melempar bolanya.
"Lenka, lu masih inget caranya nge-driblle kan?" ejek Rinto pada Lenka di sebelahnya.
"iyalah! Sepikun-pikunnya gue, gue ga bakal lupa cara nge-driblle bola!" balas Lenka.
"abis lu kan terkenal dengan julukkan orang yang paling sering melakukan travelling kalo basket. Ahaha."
"berisik." Ucap Lenka dengan dinginnya.
.
"Rui." Panggil Rei pada Rui yang di sebelahnya.
Sementara Rui menoleh pada Rei.
"hati-hati yah mainnya." Rei memalingkan wajahnya yang memerah.
"eh.. i-iya. kamu juga." Rui pun blushing.
.
"psst! Kaito-kun~" bisik Miku pada Kaito di sebelahnya.
"hm?"
"Kaito-kun jago lay-up yah?"
"gitu sih. Kenapa emang?"
"pantes tinggi. Sampe nyampe ke hati ku~" Miku ngegombalin Kaito lagi.
.
"Lui, ini Iroha di ajakkin main basket yah?" tanya Iroha pada Lui disebelahnya.
"iyalah." Jawab Lui.
"kok aku sih? Aku ga bisaaaa! Lui pelan-pelan aja yah mainnya. Biar aku menang." Ucap Iroha.
Sementara Lui hanya pasang wajah (-_-)
.
Sebelum pertandingan di mulai, Rin sudah memberi kode mata pada Miku. Sementara Miku hanya mengangguk mengerti.
Len yang melihat itu hanya diam sambil bertanya-tanya dalam hati.
.
"siap yah? Satu, dua, tiga!" Piko pun melemparkan bola basket itu tapi,
DUK
"aduuh!" teriak Aoki.
"ups. Maaf~ hehe." Piko cuma cengengesan saat dia salah melempar bola dan malah mengenai kepala Aoki yang ada di pinggir lapangan.
"maaf, maaf, maaf, kepala lu! Sakit nih!" Aoki melemparkan bola itu ke Piko.
"sori ah. ayo mulai. Satu, dua, tiga!" Piko pun melemparkan bola itu ke atas dan Rin menepuk bola itu ke arah depan, dan tepat di tangkap oleh Miku.
'geez.. sial. Jadi maksud kode mata Rin tadi itu untuk ini yah.' Pikir Len yang baru menyadari.
Miku tanpa menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja mendriblle bola menuju ring lawan. Sementara Kaito berlari mengejarnya, begitu juga yang lain.
Kaito berhasil mem-block Miku, Miku pun berhenti berlari dan mendriblle bola di tempat sambil mencari teman segrupnya.
"Miku!" teriak Rui yang sudah ada di dekat ring. Tidak ada yang menjaga Rui, maka Miku pun langsung melemparkan bola ke arah Rui.
Rinto yang berusaha mengambil bola itu gagal, dan Rui langsung men-shoot bola ke ring lawan.
"Yeeei~ masuk~ masuk~" Miku berteriak senang sambil berlari ke daerah asal untuk deffend bersama grup nya.
Dua point untuk tim cewek.
"Yeeei~ ayo semuanya semangaaat~!" teriak Gumi di pinggir lapang.
"go~ semangat~ semangat~ go~!" Teto yang duduk di sebelah Gumi pun ikut memberi semangat.
"ayo Irohaaa! Kamu pasti bisaaa~" Aoki memberi semangat pada sahabatnya itu.
"yang laen pada kemana?" tanya Piko pada mereka bertiga.
"Seeu, Ring, Mayu, dan Zatsune sibuk sendiri di kamar mereka. Miki, IA, dan Prima lagi main di dapur. Si Ryuuto lagi ngabisin sekotak tissue buat nangisin Yuki yang pergi. si Meiko sama Gumiya gatau kemana." Jawab Aoki.
"mm.. Oliver kemana?" tanya Piko.
"gatau. ngapain ngurusin anak aneh kayak dia." Jawab Aoki sambil mengangkat kedua bahunya.
"siapa yang lo bilang anak aneh?"
Spontan semua pun menoleh pada sumber suara.
"G-GYAAA! Oliverrr!" Aoki kaget, begitu juga dengan yang lainnya.
Kini giliran tim cowok yang melakukan open(penyerangan).
Lui bersiap mengoper bola pada teman segrupnya.
Iroha mem-block Lui.
"Lui! Kasih bolanya ke aku!" paksa Iroha.
"ngga mau ah." Lui pun mengoper bolanya pada Len.
"Lui!" Iroha ngambek, Lui hanya menjulurkan lidahnya dan lari menyusul Len yang sedang mendriblle bola ke arah ring lawan.
Len yang sedang mendriblle itu pun dihalangi oleh Lenka. terpaksa Len pun berhenti dan mencari teman segrupnya yang sedang kosong alias tidak di jagai oleh lawan.
Rei, Lui, dan Kaito sedang di block. Tinggal Rinto yang kosong.
"hoi Pisang!" panggil Rinto.
Len pun mengoper bolanya pada Rinto, tapi Rin segera mengambil bolanya sebelum bola itu ditangkap oleh Rinto.
"aaah! Sial! Si Rinnot selalu aja ngerebut bola orang!" gerutu Rinto sambil mengejar Rin.
Rin yang sedang mendriblle bola itu pun dihalangi oleh Rinto.
"wahaha~ mau kemana lu." ucap Rinto.
Tanpa bingung-bingung Rin langsung mengoper bola pada Miku yang ada di sebrang sana.
"wlee~" Rin menjulurkan lidahnya pada Rinto dan berlari mengejar Miku.
"aagh! Kuso." Gerutu Rinto.
Miku yang sedang mendriblle itu di halangi lagi oleh Lui.
"Miku! Miku!" Teriak Rin.
'yaah. Si Rin lagi di block sama Rei. Tapi yang laen pada di belakang. Ga ada pilihan.' Pikir Miku.
Miku pun melempar bola itu pada Rin, dan ditangkap oleh Rei.
"aah!" Rin kesal.
Tapi Rui langsung merebut bola itu dari Rei dan mengopernya pada Rin.
"Rui.." Rei cengo.
"hehehe~ maaf~ ini pertandingan kan?" ucap Rui.
Rin yang baru saja mau mendriblle bola menuju ring, di halangi oleh Len.
"gue ga bakal biarin lu ngedeketin ring!" ucap Len.
"kenapa? Takut gue ngeshoot? Tenang aja, gue ga bakal ngedeketin ring kok." Rin pun melakukan threepoint.
Dan grup cewek mendapat lima point.
"yeaaai~" Gumi, Teto, dan Aoki pun bersorak lagi.
"si Rin sama Miku udah biasa main basket yah?" tebak Piko.
"iya. baru tau yah? Ckckck. Kasiaan~" ejek Teto.
"si Oliver kemana?" tanya Aoki sambil celingukan.
"gatau. biar ajalah." Jawab Meiko yang sudah ada di sebelah Aoki.
"GYAAAA!" pantas Aoki, Gumi, dan Teto pun kaget.
Sejak kapan Meiko ada di situ?
Kini giliran grup cowok lagi yang melakukan open.
"hosh.. hosh.. Lui, si Rin sama Miku itu, jago maen basket yah." Tanya Len sambil mengatur nafasnya.
"hosh.. hosh.. iya. kamu harusnya jangan nantangin si Rin main basket. Salah banget!" ucap Lui sambil masih mendriblle bola di luar garis lapang.
"sial. Gua salah bikin keputusan yah."
"harusnya kalo mau nantangin Rin, tantang aja dia soal matematika! Dia paling ga suka yang gituan." Ucap Lui sambil mengoper bola pada Len.
'uhh.. tapi gua ga boleh nyerah!' pikir Len sambil mendrible bola dengan pelan.
Saat melewati garis, Miku pun maju mendekat berusaha menghalangi Len.
Tapi Len langsung mengoper bolanya pada Kaito yang ada di seberangnya.
Kaito pun maju mendekat ke arah ring, berusaha melakukan lay-up, tapi Iroha menghalanginya dengan cara memukul tangan Kaito.
"Eh! eh! pelanggaran woi!" teriak Piko.
"eh? apaan?" tanya Iroha kebingungan.
"si Iroha hari ini hobi banget ngomong 'apaan' yah." Ucap Rin di sertai anggukkan dari Rui.
"kamu jangan mukul tangan Kaito. Kalo halangin, ya halangin aja." Jelas Lenka.
"ooh~ maklum Iroha ga bisa main basket~ hehe~" Iroha cengengesan.
Miku pun menjitak Iroha.
"aduuh!" Iroha mengelus-ngelus kepalanya.
"jangan pukul Kaito-kun!" ucap Miku.
"iya iya maaf~"
Kaito pun harus melakukan tembak dua atau fit throw. Yang artinya di beri kesempatan untuk menshoot bola sebanyak dua kali ke ring lawan. Seperti penalti pada sepak bola.
"ayo Kai!" Rei memberi semangat pada Kaito.
"ayo Kaito-kun pasti bisa~" ucap Miku.
Lenka pun mengglare Miku.
"apa?" tanya Miku dengan polosnya.
"lu di pihak siapa sih!" Lenka geram.
"emm.. Rin. Tapi, Miku sayang Kaito~ ayo Kaito-kun~" teriak Miku.
"Mei, jangan di ambil hati yah omongan Miku itu." ucap Gumi pada Meiko.
"tenang aja. Gua orangnya enjoy-enjoy aja sih. Dibawa easy aja." Ucap Meiko, pacar Kaito itu.
Kaito pun melakukan shoot pertama nya, dan masuk!
"Yes!" kelompok Kaito pun senang, karena kini mereka mendapat dua poin.
Kaito pun melakukan shoot yang kedua, dan masuk lagi.
"YEAAAI~!" teriak Miku.
Semua heran menatap Miku. Kelompoknya Kaito aja biasa aja, si Miku lawannya malah lebay.
Piko pun mengakhiri babak pertama, semua pun menepi ke pinggir lapangan.
Empat poin untuk cowok. Lima poin untuk cewek di babak pertama.
"Rin, Miku, Rui keren bangeeet!" puji Gumi pada mereka yang menepi ke pinggir lapangan itu.
"hosh.. hosh.. capek." Iroha langsung tepar di samping Aoki.
"payah lu, Iroha. Gitu aja langsung capek." Ejek Aoki.
"ih emang capek! Kalo ga percaya, lu coba aja sendiri!" ucap Iroha pada Aoki.
"oke, siapa takut. Mik, gua ganti si Iroha yah di babak kedua!" ucap Aoki pada Miku yang dibalas anggukan oleh Miku.
"eh, woi, woi! Udahan istirahatnya! Jangan lama-lama! Langsung mulai aja!" ucap Piko pada mereka semua.
"lu gila? Kita baru aja duduk!" protes Lenka.
"udahlah, biar aja. Biar cepet! Ayo langsung weh!" Rei pun beranjak dari tempat duduknya.
Dengan langkah berat Lenka pun terpaska main lagi.
"semangat yah Aoki!" ucap Iroha.
"siap! Gua pasti bisa ngeshoot bola ke ring! Wahaha! Wahahaaa! Wahahahaa! Wahahaa—aw!" Aoki yang sedaritadi berjalan mundur, menabrak ring basket.
"ahahahaa! Bukan cium ring basket nya! Tapi masukkin bolanya ke ring! Ahahaha!" Iroha menertawai Aoki.
"hah? Aoki cium si Ring? Ring kelompok C?" tanya Piko dengan muka horornya.
"bukaaan! Ring basket maksudnya!"
Sementara Piko hanya ber-o-ria.
Mereka pun langsung memulai babak kedua.
"siap yah? Satu, dua, tiga!" Piko pun melempar bola lagi seperti tadi.
Mereka pun bermain dengan cepat.
"ayo~ ayo~ semangat~" Teto, Gumi, dan Iroha pun memberi semangat.
Singkat cerita, kini grup cewek sudah mencetak 11 angka, sedangkan grup cowok 8 angka.
"butuh empat angka lagi lah! Ayo lah!" ucap Len.
"susah Len. waktunya mepet. Tiga menit lagi!" ucap Rei sambil mendriblle bola di luar garis lapang.
"kalo gitu, selesaiin serangan dalam waktu 3 menit! Secepatnya!" ucap Rinto sambil minta bola ke Rei.
Rei pun mengoper bola pada Rinto.
Rinto maju dan melempar bola jarak jauh, niatnya pada Kaito. Tapi Rui langsung mengambil bola itu dan membawanya lari ke ring lawan.
"block! Block!" teriak Rei.
"Rei tega yah." Ucap Rui sambil mengoper bolanya pada Aoki.
"hehe~ pertandingan~" Rei cengengesan.
"aku dapet! Aku dapet! eh!" Aoki pun tak berhasil mendapat bolanya, malah di ambil oleh Rinto.
Rinto pun berlari mendekati ring tapi bola pun direbut oleh Miku dan di oper pada Aoki.
"Aku dapet yeei~" Aoki pun senang karena berhasil mendapat bola.
"Aoki! Oper sini!" teriak Rei.
"okaaay~" Aoki pun melempar bolanya pada Rei.
"AAAAA! AOKIIII!" teriak Lenka, Rui, Rin, dan Miku.
"ke-kenapa?"
"DIA MUSUH TAUUUU!"
"o-oh! Maaaf!"
"thankyou bolanya~!" Rei pun mendriblle bola menuju ring lawan.
"cepet cepet! Sebentar lagi!" teriak Piko.
Rin pun menghalangi Rei, tapi Rei langsung melakukan three point, dan masuk.
"Yeaaaai~" teriak grup cowok.
"aagh! Sial! Seri!"
"point nya 11, 11. Jadi seri yah." Ucap Piko.
"fufufu~ ampir aja gue menang." Ucap Len pada Rin.
"apaan! Gua yang ampir menang!" ucap Rin.
"ih~ itu gue sengaja ngalah buat lu~ ahahaha!"
"bilang aja ga mau kalah."
"yeh. Gini-gini juga berarti gue jago main basket kali? Gua baru pertama nyoba loh. Udah bisa nyamain point sama lu yang udah sering main."
"so jago~ wlee~" Rin menjulurkan lidahnya pada Len.
"biarin wlee~" Len pun balas menjulurkan lidahnya.
"dia pikir dia yang paling hebat~ merasa paling jago~ dan paling dasyat~" Rin menyanyikan salah satu lagu Sherina yang jagoan.
"dia memang jago~" balas Kaito.
"Ayam jago~ kukuruyuk~ petokpetok~ hahaha~" balas Rin.
"Dia memang kuat~" balas Rei.
"tapi dijegal cewek jatuh~ hahahaha~" balas Rui.
"he? Kata siapa?" tanya Len.
"kata si Rui." Ucap Rin.
"um.. tepatnya gua cuma nyanyiin lagu doang. Hehe~" ucap Rui sambil cengengesan dan ngebentuk peace dari jarinya.
"Dia pikir dia yg paling hebat~ Merasa paling pintar~ Dan paling kuat~" balas Len.
"Dia memang pintar~" balas Miku.
"Pintar ngibul~ hahaha~" balas Len.
"Dia memang kuat~" balas Teto.
"kuat makannya alias rakus~ hahahaha~" balas Rinto.
"gue ga rakus ya, playboy!" Rin memarahi Rinto.
"iya! walaupun Rin rakus, dia tetep imut dan cantik kok!" ucap Lui spontan.
Semua kebingungan menatap Lui.
"um.. Cuma ngebela!" Lui pun menyembunyikan mukanya yang memerah dan langsung kabur.
"Yang namanya jagoan harus membela yang lemah~" lanjut Rin, Rui, Teto, dan Miku.
"Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai rok~" balas Len, Rei, Kaito, dan Rinto.
"Yang namanya jagoan harus rela berkorban~"
"Yang namanya jagoan biasanya nggak pakai perban~"
Hening~
Hening~
Rin, Rui, Teto, dan Miku ngeliatin dirinya masing-masing.
Karena bingung, Len, Rei, Kaito, dan Rinto pun bertanya.
"ngapain lo pada? Nyari apaan?" tanya Rinto.
"perban. Siapa juga yah yang make perban?" tanya Rui.
Hening sejenak~
Rei menepuk jidat Len, Len menepuk jidat Rinto, Rinto menepuk jidat Kaito, dan Kaito bingung mau nepak jidat siapa. Masalahnya Lui udah kabur tadi.
"itukan lagunyaaaaa! Grrrr!" teriak mereka berempat serempak.
"oh iya~ eheehe~" Rui, Rin, Miku, dan Teto cengengesan.
Sementara yang lain hanya pasang wajah -_-
"Kaito-kun~" panggil Miku.
"hm? Apalagi?" tanya Kaito.
"Kaito-kun jago main basket yah~?"
"kenapa memang?"
"pantes. Kaito-kun jago main basketnya, sampe hatiku aja di driblle-driblle sama Kaito-kun~ ciatciat~" Miku ngegombalin Kaito lagi.
Sementara Kaito pasrah dan berjalan pergi.
TBC
A/N: di chapter kemaren itu, Glori lupa ngomong. walaupun Neru Haku Momo sama Yuki di ff ini harus kalah, bukan berarti mereka itu lebih jelek dari mereka-mereka yang masih ada di ff aku ini ya. ini kan cuma fanfic, imajinasi aku aja, jadi.. ya ngertilah. *plak. oke oke, maaf kalo chapter ini SG abisss. (Super Geje). kalian boleh ngasih saran atau pendapat atau apalah. sekian dan terimakasih jangan lupa review yah. wkwk byee~
