Disclaimer : Naruto dan semuaaa karakter Naruto punyanya Masashi Kishimoto
Pairing : Namikaze Minato x Uzumaki Kushina
Genre : Romance, Hurt/comfort
Rated : T
Summary : "Nanti kalau Kushina-neechan kembali ke Konoha, kalian harus rukun-rukun saja ya, penuhilah harapan orang tua kalian, jadilah anak yang penurut bagi orang tua kalian, karena hal yang paling tak dapat ditunda adalah mengabdi pada orang tua."/ "A-aku menyesal, aku sudah terlanjur jengkel padanya, padahal kejengkelanku tak ada artinya, aku malah seperti anak kecil yang merengek-rengek, aku ternyata masih terlalu manja."/ "Kakek, aku sudah memutuskan suatu hal."
A/N : Kyaa :D akhirnya saya kembali lagi dan menyempatkan untuk menulis fic ini meski sedang sibuk :* selamat membacaaa :D selamat hari paskah Minna-san :D
Our Promise
By : Haruno Kira
Namikaze Minato, siapapun yang mendengar namanya pasti akan hormat dan tunduk kepadanya. Dia adalah pria berumur 21 tahun yang sudah menjabat sebagai direktur termuda Namikaze Group ini, ia bahkan menyelesaikan kuliah S1+S2 dalam waktu 4 tahun saja. Dia adalah sosok yang berwibawa dan bijaksana.
"Pak, Tuan Danzou menunggu Anda di lobby," ucap sang sekretaris Minato, Minato melepas kacamatanya dan mengangguk, wajahnya sangat serius. Ia mengenakan jas berwarna hitam dengan dasi merah tua beserta kemeja berwarna biru muda, warna celana yang dikenakannya senada dengan warna jasnya.
"Suruh dia menunggu sebentar, aku masih harus mengurus rapat jam 4 nanti," sang sekertaris itu hanya mengangguk dan beranjak dari kantor Minato. Minato menghela nafasnya, kepalanya berdenyut, ternyata menjadi direktur tak semudah yang ia kira. Tapi ia harus bertahan, ia harus bertahan demi janjinya pada kekasihnya sampai saat ini, Uzumaki Kushina.
'Trilililit trililit' ponsel Minato berbunyi, ia harap-harap cemas, semoga saja bukan dari kliennya, karena ia sudah jenuh mengurusi berbagai macam urusan di sini, tapi raut mukanya menjadi cerah ketika melihat nama 'Kushina-chan' terpampang pada layar ponselnya, itu adalah telepon dari Kushina.
"Minato-kun, akhir-akhir ini kamu jarang menghubungiku, aku khawatir kamu kenapa-kenapa," ucap suara lembut yang terdengar bagai nyanyian di telinga Minato.
"Maaf ya, Kushina-chan, aku sangat sibuk akhir-akhir ini, maaf kalau aku tidak sempat sms ataupun telepon kamu, tapi terima kasih ya sudah mau menelponku," ucap Minato, ia mendengar suara menghela nafas dari seberang sana.
"Ya, tak apa sih, asal kamu jaga kesehatanmu saja ya, Minato-kun, jangan terlalu memaksakan dirimu ya," ucap Kushina, Minato tersenyum, ia membuka mulutnya untuk membalas ucapan Kushina tetapi ia mendengar suara ketukan di pintu kantornya, ia berdecak kesal.
"Masuk," ucapnya dengan nada dingin, ia tidak suka waktunya bersama Kushina diganggu, kemudian tampak sekretaris memasuki kantor Minato dengan sopannya.
"Pak, Tuan Danzou sudah tidak sabar lagi," dahi Minato berkerut, kepalanya berdenyut, tanda-tanda ia mulai kesal.
"Sudah sudah, ini juga salahku menelepon saat jam kerja, Minato-kun bereskan semuanya dulu saja, ya, lagipula Ruri dan Kuroru dari tadi tidak sabar untuk mengajakku jalan-jalan, padahal di luar cuaca sangat panas-ttebane," keluh Kushina, Minato tertawa.
"Ya sudah, maaf ya, Kushina-chan, kamu hati-hati ya, jangan terlalu lama jalan-jalannya, sayang kamu," Kushina tersenyum, kemudian Minato menutup panggilan ponselnya.
"Sayang kamu juga," ucap Kushina meski panggilan itu sudah ditutup oleh Minato, bahkan Kushina belum sempat membalasnya, Minato sudah mematikannya, ia tersenyum pahit, Minato memang akhir-akhir ini berubah, lebih sibuk, jarang mengiriminya sms, sms saja hanya untuk menanyakan kabarnya, apalagi telepon, ia hanya menelpon seminggu sekali, padahal dulu, ia menelpon tiap hari. Tetapi Kushina tidak boleh mengeluh, ia bukanlah anak kecil yang suka merengek-rengek bila ditinggal Ibunya pergi.
"Kushina-neechan! Teleponnya sudah kan? Ayo kita jalan-jalan!" seru Ruri, sekarang anak itu sudah tumbuh dewasa, rambut coklatnya sudah lebih panjang dan dandanannya lebih feminin untuk anak seumuran dia, ia sudah menginjak umur 10 tahun sekarang.
"Iya, ayo!" Kushina harus memaksakan dirinya untuk tersenyum di depan Ruri dan Kuroru, karena ia tidak mau mereka khawatir, lalu selama ini dirinya juga tidak banyak berubah, yang berubah hanya penampilannya saja, ia jadi tampil lebih feminin sekarang.
"Kushina-neechan, ayo ikut kami jalan-jalan," tampak seorang anak laki-laki yang lebih dewasa sekarang, Kushina tersenyum, Kuroru juga banyak berubah dibanding saat umur 5 tahun dulu, tak terasa dirinya sudah hidup di Keluarga Senju selama 5 tahun terakhir.
"Kaa-san, Ruri dan Kuroru akan pergi berjalan-jalan dengan Kushina-neechan," ijin Ruri saat ia memasuki kamar Shion dan Kiba, Shion tampak sedang terduduk di ranjang dan menatap fotonya bersama Almarhumah Mina saat mereka kecil.
"Ya, hati-hati di jalan ya," Shion berusaha untuk tersenyum, padahal ia sedih karena ia sedang mengenang saat-saatnya bermain bersama Mina dulu.
"Kaa-san habis menangis?" tanya Ruri, ia mendekat ke ibu sedarah sedagingnya itu, Shion menggelengkan kepalanya, matanya sembab.
"Sudahlah, katanya mau pergi jalan-jalan? Sana pergi, jangan merepotkan Kushina-chan ya," Ruri mengangguk kemudian ia keluar dari kamar ibunya dengan rasa agak bersalah.
~Our Promise~
Sosok berambut merah panjang terlihat sedang bercengkrama dengan kedua sosok anak kecil berambut coklat yang masing-masing berada di sisinya. Terkadang angin menghembuskan rambut mereka bertiga, gadis berambut merah itu tersenyum.
"Kaze, huh?" ucapnya, sesosok bayangan pemuda dengan rambut berwarna pirang dengan mata yang berwarna senada dengan biru langit muncul di pikirannya, lelaki yang sudah merajut kisah cinta dengannya selama 5 tahun terakhir ini. Lelaki yang dapat menaklukkan hati sang gadis dengan pribadinya yang berwibawa dan lembut. Lelaki yang menjadi pelabuhan cinta pertama dan terakhir dari sang gadis.
"Kushina-neechan, kenapa diam saja? Ayo jalan, Ruri tiba-tiba saja ingin makan takoyaki yang ada di seberang jalan sana," rengek anak kecil dengan rambut berwarna coklat dengan warna mata amethyst.
"Ruri, sabar dulu dong, mungkin Kushina-neechan merasa tidak enak badan, akhir-akhir ini kuliahnya juga semakin sibuk kan?" tanya anak kecil yang satunya lagi.
"Kushina-neechan beneran sakit? Aduh, maafkan Ruri ya! Ruri tidak tahu kalau Kushina-nee sedang tidak enak badan!" sahut anak kecil yang bernama Ruri tadi, Kushina tersenyum dan menggeleng.
"Tidak kok, kuliahku mungkin memang memasuki tahap sibuk-sibuknya karena saat ini aku kan hampir lulus, Ruri-chan, aku masih mengurus skripsi kemarin, tapi sekarang sudah tidak lagi, sebentar lagi aku akan di wisuda S1, Ruri-chan, dan maaf kalau sudah menghawatirkanmu, Kuro-chan," ucapnya, tetapi anak laki-laki yang dipanggil Kuro-chan itu menggembungkan pipinya.
"Aku sudah besar, aku tidak mau lagi dipanggil Kuro-chan, panggil aku Kuro-kun," ucapnya, Kushina tersentak, ia tiba-tiba mengingat Minato yang dulu juga tidak suka dipanggil 'Mina-chan' oleh Ayah dan Ibunya.
"Baiklah, Kuro-kun, semoga nanti kamu menjadi lelaki yang kuat ya, jangan lupa, lindungi adikmu ini, sepertinya ia akan kesulitan mengurus dirinya sendiri tanpamu," ucap Kushina sembari mengelus rambut Ruri, Ruri tersenyum.
"Ya, Kuro-oniikun memang sangat baik kepadaku," muka Kuroru menunjukkan semburat merah, ia tersenyum kecil, ini baru pertama kalinya ia dipanggil dengan suffix –oniikun oleh adiknya yang satu ini.
"Kalian mau berjanji satu hal pada Nee-chan?" tanya Kushina, Kuroru dan Ruri mengangguk cepat, Kushina berjongkok, ia menyejajarkan tingginya dengan tinggi mereka, kemudian ia tersenyum.
"Nanti kalau Kushina-neechan kembali ke Konoha, kalian harus rukun-rukun saja ya, penuhilah harapan orang tua kalian, jadilah anak yang penurut bagi orang tua kalian, karena hal yang paling tak dapat ditunda adalah mengabdi pada orang tua," tutur Kushina, ia menyentuh pipi Ruri dan Kuroru, mata mereka berkaca-kaca, membayangkan sosok Kushina pergi dari hadapan mereka.
"Ta-tapi, Kushina-nee tidak akan pergi kan?" tanya Ruri, ia sedih kalau sosok yang sudah ia anggap sebagai Kakaknya sendiri akan pergi, padahal mereka sudah bersama selama 5 tahun belakangan.
"Aku harus pergi, cepat atau lambat, karena aku juga masih mempunyai keluarga di Konoha sana, kalian menyusul Kushina-nee saja bagaimana?" tanya Kushina, Kuroru mengangguk.
"Ya, aku akan tumbuh dewasa dan akan menyusul Kushina-neechan, aku akan menuruti ucapan Kushina-nee," ucap Kuroru, Kushina tertawa dan mencubit pipi Kuroru.
"Bagus! Kamu memang Kakak yang baik, jaga Ruri ya, Kuroru," tutur Kushina, Kuroru tersenyum menatap adik semata wayangnya itu dan mengelus rambutnya.
"Ya sudah, kalian mau makan takoyaki?" tawar Kushina, Kuroru dan Ruri mengangguk cepat, kemudian, Kushina menggandeng tangan mereka berdua dan menuntun mereka ke stand takoyaki.
~Our Promise~
"Kyaaa, takoyakinya enak sekali, Kushina-nee," ucap Ruri, mukanya terlihat berbinar sembari memakan takoyaki yang ia bawa, Kuroru menatap adiknya dengan penuh rasa sayang dan membelainya, sementara permata violet Kushina tak luput melihat pemandangan tersebut.
'Gawat, jangan-jangan Kuroru mempunyai potensi incest terhadap Ruri,' batinnya, kemudian ia menggelengkan kepalanya.
'Tidak mungkin, percayalah pada mereka berdua, Kushina,' batinnya lagi, Kuroru dan Ruri kemudian melahap takoyaki mereka dengan nikmat sembari menikmati angin yang berhembus pelan dan pemandangan senja yang menakjubkan.
"Sudah lama sekali tidak menikmati sore hari seperti ini bersama Tou-san dan Kaa-san ya, Kuro-nii," tutur Ruri tiba-tiba, mata amethystnya terlihat sendu, Kushina kemudian mengelus rambut Ruri berusaha untuk memberikan dukungan.
"Hei, jangan berkata seperti itu, Ruri-chan, lagipula Tou-san dan Kaa-san sedang sibuk bekerja akhir-akhir ini, mereka juga pasti lelah, meski Kaa-san sedang libur sekarang, baiknya juga kita membiarkan Kaa-san beristirahat kan?" ucap Kuroru dan ia tersenyum, Ruri tertawa pelan.
"Iya juga ya, lagipula bersama Kushina-nee sudah cukup, tetapi bagaimana ya kalau Kushina-nee kembali ke Konoha?" tanya Ruri, Kuroru mendengus.
"Meski Tou-san dan Kaa-san atau Kushina-nee tidak ada waktu untuk Ruri-chan, tetapi Kuro-nii selalu ada untuk Ruri-chan," dukung Kuroru, Ruri menggenggam tangan Kuroru.
"Janji ya?" ucap Ruri, Kuroru mengangguk, Kushina tertegun.
"Sudah sudah, tidak usah sedih seperti itu, Ruri-chan, bagaimana kalau kita pulang saja?" tanya Kushina karena takoyaki mereka berdua sudah habis mereka lahap, Ruri dan Kuroru mengangguk bersamaan, kemudian mereka membereskan tempat takoyaki mereka dan membuangnya ke tempat sampah. Sementara Kushina mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Taman Kiri. Permata violetnya melihat sekilas sosok bayangan yang sangat ia kenal. Sosok berambut biru tua serta mata yang senada tampak menatapnya.
DEG
Tidak mungkin kan? Mata Kushina segera kembali menatap sosok itu, berusaha meyakinkannya kalau penglihatannya tidak salah. Ternyata sosok itu masih berada di sana, malah sekarang ia melambai-lambai padanya.
"Kushi-chan!" teriaknya, merasa kalau Kushina dipanggil, ia segera berlari menghampiri sosok tersebut, menghiraukan Ruri dan Kuroru yang menatap Kushina dengan pandangan terheran-heran.
"Miko-chan!" seru Kushina, tak menyangka bahwa sang sahabatnya akan pergi ke Kota Kiri, langkah-langkahnya begitu cepat, tak sabar untuk menggapai sosok tersebut.
Ternyata benar, itu adalah Minawa Mikoto. Sahabatnya sejak dulu, orang kedua yang paling ia rindu sehabis Minato, Kushina merentangkan tangannya dan memeluk sahabatnya erat, begitu pula dengan Mikoto.
"Kamu bertambah dewasa ya, Kushi-chan," ucap Mikoto, Kushina segera melepas pelukannya dan tersenyum, matanya berkaca-kaca.
"Hei, kau tak berhak untuk berkata seperti itu-ttebane, tentu saja aku bertambah dewasa, kau juga sudah bertambah dewasa, Miko-chan, lalu, kenapa rambutmu kamu potong pendek begini?" tanya Kushina, Mikoto tertawa, ya, memang rambutnya ia potong pendek sebahu sekarang.
"Yah, aku hanya ingin ganti penampilan, kau tahu? Aku bosan dengan rambut panjangku, tapi ku lihat, kamu tak bosan-bosan dengan rambut panjangmu itu ya? Malah rambutmu ini semakin panjang, apa tidak berat?" tanya Mikoto, Kushina menggeleng.
"Tidak, aku tidak ingin memotong rambutku ini, Miko-chan, sekarang aku menjaga rambutku baik-baik, demi Minato," Kushina berkata sembari tersipu, Mikoto menatapnya dan tertawa keras.
"Oh ya, kamu tidak bersama Fugaku? Lalu kenapa kamu pergi ke Kiri?" tanya Kushina runtut.
"Hei, aku baru saja sampai di Kiri dan kamu menanyaiku berbagai macam pertanyaan seperti itu? Bagaimana kalau kamu menunjukkan tempat di mana kita dapat berbincang dengan leluasa? Lalu soal Fugaku, ia sedang berada di toilet tadi, aku menunggunya di sini," jelas Mikoto.
"Kushina-nee, ini siapa?" Kuroru memegang baju Kushina, Kushina tersadar bahwa ia telah melupakan Kuroru dan Ruri serta meninggalkannya di tempat yang tadi.
"A-Ah! Maaf ya, aku meninggalkan kalian berdua, ini, perkenalkan, ia adalah teman lamaku, ia bernama Minawa Mikoto, kalian boleh memanggil Mikoto-nee," ucap Kushina, Mikoto menundukkan tubuhnya, kemudian ia mengulurkan tangan kepada mereka berdua.
"Aku Inuzuka Ruri, dan ini Inuzuka Kuroru, kami berdua kembar!" ucap Ruri semangat, ia merangkul lengan Kuroru, sedangkan Kuroru menjabat tangan Mikoto.
"Namaku Minawa Mikoto, senang bertemu dengan kalian, kalian pasti sepupu dari Kushi-chan ya? Ia sering bercerita tentang kalian," ungkap Mikoto sembari tersenyum, muka Ruri dan Kuroru memerah, senyuman dari Mikoto ini sangat indah.
"Iya, Nee-chan cantik sekali!" seru Ruri, Mikoto tertawa.
"Terima kasih, oh ya, kalian mau ikut aku dan Kushina-nee berbincang-bincang sebentar?" tanya Mikoto, Kushina menatap Ruri dan Kuroru.
"Tidak, hari sudah mulai malam, nanti Kaa-san akan khawatir, Kushina-nee pergi saja, nanti aku ijinkan Kaa-san, aku akan pulang, lagipula rumah kita hanya 2 blok dari kini," jelas Kuroru.
"Benar tidak apa-apa? Aku antar saja ya?" tanya Kushina khawatir kalau di jalan mereka ada apa-apa.
"Kushina?" suara bariton terdengar dari belakang Kushina, muka Mikoto mencerah, mata Ruri terbelalak kaget.
"Fu-Fugaku?" seru Kushina, ya, dia adalah Uchiha Fugaku, suami dari Minawa Mikoto, ia memiliki tubuh yang tegap dan tinggi, dan wajah yang keren membuat para gadis tergila-gila padanya. Ia sudah menikahi Mikoto sejak 3 tahun yang lalu dan mereka sudah diberkahi anak satu, Uchiha Itachi. Meskipun saat itu Mikoto belum selesai kuliah tetapi Fugaku sudah melamarnya terlebih dahulu. Tetapi Fugaku dan Mikoto menitipkan Itachi kepada Bapak dan Ibu Fugaku. Sayang sekali Kushina tidak dapat hadir karena saat itu sedang masa sibuk-sibuknya.
"Kyaa! Onii-san ini keren sekali!" seru Ruri, kemudian ia melompat pada Fugaku, membuat Kuroru cemberut.
"Hei hei, ini saudaramu, Kushina?" tanya Fugaku, Kushina mengangguk.
"Ya, Ruri-chan tidak boleh begitu, kasihan Fugaku-san," nasehat Kushina, sedangkan Ruri yang memang menurut pada Kushina menggembungkan pipinya dan akhirnya turun dari pelukan Fugaku.
"Maaf ya, Kuro-kun, kamu bisa kan mengantar Ruri pulang ke rumah?" tanya Kushina, Kuroru mengangguk dan segera mengandeng Ruri dan berjalan menuju kompleks perumahan mereka.
"Hati-hati di jalan ya, Ruri, kamu harus menurut pada Kuroru ya-ttebane," ucap Kushina sembari melambaikan tangan kepada mereka, Kuroru tersenyum kecil, lalu Kushina beralih ke Fugaku dan Mikoto.
"Nah, sampai di mana kita tadi?"
~Our Promise~
Café Mizu, kafe paling laris yang berada di Kota Kiri dengan interiornya yang mewah tetapi dengan harga yang tak menguras kocek. Tampaklah tiga sosok manusia, yang satu berambut merah, yang satu berambut biru tua lalu hitam. Mereka sedang asyik berbincang-bincang.
"Lalu, kenapa kamu pergi ke Kiri tanpa berkata apa-apa padaku?" tanya Kushina sembari menyeruput es kopi krimnya. Mikoto memakan kue Snow Whitenya sejenak kemudian menjelaskan.
"Kami memang berencana berangkat ke Kiri dari dulu, untuk liburan, tapi karena Fugaku jarang berlibur jadi liburannya harus kami tunda terlebih dahulu. Lalu kami memang berencana untuk tidak mengabarimu, hitung-hitung kan kejutan, lalu saat kami sedang mencari rumahmu, Fugaku ingin buang air kecil dan akhirnya aku menyuruhnya untuk buang air kecil di dekat taman tadi, eh, malah bertemu kamu dan juga sepupumu," jelas Mikoto panjang lebar, kemudian ia menyeruput Jus jeruknya hingga habis.
"Ne, jadi begitu ya? Kalian itu, kalau kalian bilang-bilang dulu kan aku sudah ada persiapan-ttebane, lalu kalian menginap di mana?" tanya Kushina, Fugaku tersenyum tipis, Mikoto kemudian meliriknya dan terkikik.
"Jujur saja ya, aku belum mendapat penginapan, jadi kami memutuskan untuk pergi ke rumahmu terlebih dahulu," ungkap Mikoto jujur, mulut Kushina membentuk huruf 'o'.
"Kalian mau menginap di rumahku?" tawar Kushina, Fugaku menggeleng.
"Tidak, kami mau mencari penginapan saja, lagipula itu akan merepotkanmu, Kushina," ucapnya dengan wajah dingin.
"Wah ya sudah, ku sarankan Penginapan Sapphire, di sana kalian dapat menginap dengan harga murah dan fasilitasnya terjamin," jelas Kushina.
"Lagipula, penginapan itu dekat dari sini kok, pemandangannya juga indah," jelas Kushina lagi, sementara Fugaku dan Mikoto hanya menyimak penjelasan Kushina.
"Baiklah, kami akan mencoba ke sana, tapi harus ada satu hal lagi yang akan kami sampaikan," ucap Fugaku dengan nada yang serius, ia melirik Mikoto, Mikoto menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Ya, bagaimana menurutmu tentang Minato akhir-akhir ini?" tanya Mikoto.
"Minato? Akhir-akhir ini dia sangat sibuk, aku selalu merasa kesepian, dia tidak ada seperti dulu lagi, dia serasa menghilang dari genggamanku, dia sms saja jarang-jarang, menelpon? Paling hanya satu minggu sekali," wajah Kushina berubah sendu, ia menatap gelas yang berisikan es kopinya.
"Sebenarnya, Minato memang sedang sibuk-sibuknya, karena kamu tahu Kushina? Minato adalah direktur termuda di Namikaze Corp, jadi banyak yang meragukan kemampuannya, terkadang ia malah dicaci oleh petinggi-petinggi Namikaze Corp, tapi ia tetap bertahan, ia ingin membuktikan bahwa janjinya padamu bukanlah suatu omong kosong, Kushina-chan."
"Sebenarnya kami di suruh untuk merahasiakan hal ini, tapi kami rasa penting juga untuk kami menyampaikan padamu," Kushina membelalakkan matanya, ia tertunduk, jadi itu dia penderitaan Minato selama ini, pantas saja ia jarang mengiriminya pesan, karena ia sibuk bertahan dan mempelajari semua intrik yang ada di Namikaze Corp.
"A-aku menyesal, aku sudah terlanjur jengkel padanya, padahal kejengkelanku tak ada artinya, aku malah seperti anak kecil yang merengek-rengek, aku ternyata masih terlalu manja," Mikoto tersenyum lembut, ia mendekat ke Kushina dan ia menarik pipi Kushina ke atas dengan kedua jarinya, membentuk senyuman yang dipaksakan.
"Tidak apa! Tapi jujur saja ya, dia sedang butuh orang yang mendukungnya sekarang, lagipula, ia sudah amat sangat merindukanmu, apa kamu tidak mau kembali ke Konoha? Lagipula kuliahmu sudah selesai bukan?" tanya Mikoto.
"Belum, aku tinggal menunggu wisuda, aku diwisuda besok lusa, aku akan membicarakannya pada Kakekku, aku akan coba untuk meminta ijin agar diperbolehkan untuk kembali ke Konoha, tapi kalian jangan berkata pada Minato-kun, ya."
~Our Promise~
Tok tok tok
"Masuk," nada berat terdengar dari balik ambang pintu, Kushina segera memasuki kamar tersebut dan bertatap muka langsung dengan Kakeknya yang tadinya sedang membaca buku.
"Kenapa Kushina?" tanya Hashirama Senju, ia tersenyum melihat putri semata wayang dari anaknya itu masuk ke kamarnya.
"Kakek, aku sudah memutuskan suatu hal," Kushina duduk di ranjang Kakeknya dengan muka serius, sedangkan Hashirama mempunyai perasaan yang tidak enak dengan wajah Kushina yang serius, biasanya ia bertemu dengan cucunya itu saat cucunya memasang wajah bahagia dan selalu ceria.
"Aku akan kembali ke Konoha setelah aku diwisuda nanti," JDERR perit bagai menyambar hari-hari Hashirama, padahal ia berharap kalau cucunya akan selalu bersamanya di Kiri, tapi ia juga merasa tidak mungkin karena sebelumnya cucunya itu sudah mengajukan syarat agar tinggal di Kiri hanya sebentar saja, hanya untuk memenuhi wasiat Sang Nenek.
Hashirama membeku di tempat, ia tahu, sangat tahu kalau hari ini akan terjadi juga. Padahal ia sudah merasa amat sayang terhadap cucunya yang satu ini. Hashirama kemudian menggelengkan kepalanya, menatap violet Kushina yang sudah menunjukkan rasa khawatir.
"Aku memutuskan agar kamu…..,"
~To Be Continued~
A/N: Kyaa! Maaf kalau chapter ini pendek, karena chapter ini memang hanya memiliki satu inti saja, hehehe, cliffhanger yaa? Gantungg ya? Jawaban apa ya yang bakal dikasih kakek Kushina ini? Baca saja chapter selanjutnya! :D kalau kuliah Kushina yang sekitar 5 tahun itu aku tak tahu benar atau tidak :3 dan Mikoto dan Fugaku yang menikah pada umur 18 itu… sebenarnya di sana juga ada kan nikah muda? Hehe, memang jarang sih, tapi ini agar perbedaan umur Itachi dan Sasuke agak jauh seperti di animanga aslinya jadi perbedaan umur Itachi dan Sasuke. Kira-kira seperti itulah, aku sendiri juga tidak mengerti :P
Emm dan author berencana untuk menambah Ichigo dan Rukia sebagai anak dari pasangan MinaKushi dan FugaMiko, meskipun itu tak akan author golongkan menjadi crossover sih, karena mereka hanya akan muncul pada saat terakhir saja, jadi bagaimana menurut pembaca sekalian? Apakah fic ini chapter terakhir akan menjadi crossover atau menetap di fandom Naruto saja? Mohon jawabannya-ttebane! *Kushina : jangan meniru trademarkku-ttebane!*
Balasan review :D
Kira Daisuki
Kaalau umurku 16 tahunn lhoo :D *ga ada yg tanya~* aku juga deh pengen punya pacar kaya Minato, udah pengertian, lembut, ganteng lagi, perfect banget XD
Yups ini udah update XD Thanks reviewnyahh :D thanks follownya juga d twit, udah ku follback :D
Vincy Raviella de Mitchell
Hohoho, ini juga sudahh update :D udah update lhoo, review yahh XD
Iya, dari dulu author juga udah pengen ngeluarin adegan Minato nyanyi eh baru bisa chapter ini ;3 tak apa deh, thanks reviewnyaa :D
Jielly N.S
Iya chapter kmaren manis semanis madu, tapi mungkin chapter ini akan berending sepahit obat(?) masa terharu sihh? Masaa? XD terima kasihh reviewnyahh~
Common Fall
Iyahh, ini sudah datang chapter barunya XD, thanks reviewnyaaa yaa XD
Ryuuta Kagami
Ini sudah diupdatee ^o^/ thanks reviewnyaaa :D
Yudha mutho
Wah, maaf sekali kalau updatenya agak lama karena author sibuk skolah ;3 tapi ini udah diupdate karena libut, thanks reviewnya :D
Rika K
Salam kenal juga Rika-san XD terima kasih reviewnyahhh XD ini udah update~
Last word(s)
Setelah membaca mohon tinggalkan jejak dengan memncet tombol review XD oh ya, ada kabar baik untuk pembaca XD *bisa juga buruk* cerita ini mungkin akan berakhir 3 chapter lagii, mohon dukungannya yah XD
Sign,
Haruno Kira
