Title : Mommy Boy and Baby Ballon
Author : BabyBluebunny137
Genre : Family and Romance ( mungkin sedikit Humor)
Rating : T
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Taemin as Cho Taemin as baby ballon
Super junior and Shinee member
other
Disclaimer : All them belong to themselves, family and GOD. But story is mine.
Warning : Typos yang bertebaran, Boys love, Geje , cerita yang pasaran, NO BASH! Tidak menerima bash yang ditujukan untuk siapapun terlebih pairing.
DON'T LIKE IT? DON'T READ IT PLEASE. ^^
Summary :
Cho Taemin (3) putri semata wayang Cho Kyuhyun (25) kepengen punya mommy. Kyuhyun sang daddy menganggap lelucon niat putri kecilnya untuk mencarikannya mommy baru. Sedangkan Lee Sungmin (17) namja ceroboh, pelupa dan kekanakan yang tiba-tiba melupakan gender dan dirinya malah bertemu Taemin yang saat itu melantunkan sumpah di taman /"Ciapapun yang bica tiup balon bilu mimin, ntal mimin jadiin mommy. Halus!"/
Let's go to read, guys!
Chapter 14
::Mommy Boy and Baby Ballon::
" Jadi apa yang ingin daddy ahjusshi ceritakan?"
Sungmin meminum pelan milkshake rasa vanila itu dengan bersemangat. Sedangkan Kyuhyun cukup menikmati secangkir kopi. Karena masih pagi Kyuhyun mengajak Sungmin ke sebuah cafe yang letaknya tak jauh dari sekolah Taemin
" Aku khawatir dengan Taemin" lirih pelan Kyuhyun terdengar jelas di pendengaran Sungmin. Sungmin menyedot pelan milkshakenya. Dia memandang bingung kearah Kyuhyun seakan meminta penjelasan yang logis untuk pemikirannya yang yah~ lemot ini.
" Yeoja tadi adalah Hyuna. Teman semasa kuliah ku dulu. Dia sangat mencintaiku. Bahkan terobsesi dengan ku." Pandangan Kyuhyun masih seperti pertama kali datang ke kafe ini. datar dan terlihat raut kecemasan yang mengukir. Sungmin terdiam. Dia sekarang hanya akan menjadi pendengar yang baik.
" sudah lama aku tak melihatnya. Semenjak Taemin hadir dalam hidupku dirinya bak ditelan bumi. Tanpa kabar sama sekali. aku tak membencinya tapi aku sangat tidak menyukai sikapnya yang terlalu berlebihan kepadaku. Dan dia terlalu memaksakan dirinya. Mencintaiku yang tak pernah bisa dicintai olehku."
Sungmin menggigit bibir bawahnya pelan. Kata terakhir Kyuhyun mengena di hatinya. Apakah pada akhirnya dia akan bernasip sama dengan si Hyuna itu.
"aku jatuh cinta" sungmin yang setengah melamun sontak terkaget mendengar kata sakral itu. Tapi sungmin cukup pandai mengendalikan dirinya.
" aku pernah jatuh cinta. Dia anak yang baik meski sangat pemalu dan tertutup. Aku jatuh cinta padanya sejak aku kecil. Tapi aku membencinya. Dia meninggalkanku begitu saja. membawa rasa sakit itu hingga aku remaja. Dan itu membuatku tak bisa untuk menerima perasaan cinta untukku lagi. Jadi ku harap kau bisa mengerti jika untuk sekarang aku tak bisa membalas perasaanmu padaku. "
Sungmin menghela napas pelan. yah dia sudah tau. Bahkan tanpa kejelasannya tadi dia sudah sangat paham. Kyuhyun adalah milik masa lalunya. Dan perasaannya di masa kini tak ada apa-apanya.
" aku tau daddy ahjusshi. Tapi~ kenapa daddy ahjusshi mengkhawatirkan Mimin. Meski tadi dia menangis sekarang pasti dia asyik bermain-main dengan temannya. Jadi daddy ahjusshi kau tak perlu khawatir"
" aku merasa akan terjadi sesuatu dikemudian hari"
Di teguknya kopinya kembali. Mengecap rasa pahit itu. Menyalurkan kehatinya. .
.
.
.
Taemin menekuk wajahnya. Efek muram karena kedatangan nenek sihir –menurut Taemin- itu sukses membuat mood Taemin pagi ini super buruk. Ayunan itu hanya mengayun pelan.
" Ish.. itu nenek cihil capa cih... mengelikan. Cepeltinya nenek cihil bakalan buat jahat deh. Ah mimin keljain aja nanti. Tapi mimin tanya mommy dulu deh. Awas aja nenek cihil. Cupel helo Mimin belaksi" sedikit smirk itu mengembang dari sudut bibir mungil gadis manis itu.
" Taeminnie!" taemin menoleh mendapati Minho yang datang menghampirinya.
" Oppa? Kenapa kecini?" tanya mimin penasaran
" habisnya oppa lihat mimin murung jadi oppa kesini deh. Mimin ada masalah?" Tanya Minho perhatian
" ani oppa. Gwenchana. Mimin cuman mau belpelang lawan nenek cihil nanti. Doakan mimin belhasil ne. Dadah oppa" Taemin segera berlari saat melihat guru kelasnya memanggil masuk kekelas. Meninggalkan Minho yang masih bingung dengan ucapan taemin tadi.
" perang dengan nenek sihir?!"
Tak jauh dari sekolah Taemin, Sungmin dan Kyuhyun masih menyesap hidangan sarapan di hadapan mereka. Sungmin bingung ingin mengatakan apa. Sedari tadi mereka hanya diam satu sama lain.
' huh. Katanya mau curhat? Tapi kok jadi diam begini. Menyebalkan' bisa dipastikan ini suara hati Sungmin
" Daddy ahjusshi, ngomong dong. Minnie bosan nih" bibir itu terpout imut. sungmin merajuk. Mungkin dia tak akan bosan jika saja dia memilih kesekolah. Tapi, dia akan sangat menyesal jika menolak ajakan kyuhyun. Kyuhyun menghela napas panjang lalu menarik pelan tangan sungmin setehnya mengenggam jemari sungmin hingga terlihat dengan jelas kedua jemari itu bertautan.
" Kita jalan hari ini"
Dan benar saja disinilah mereka di sebuah taman bermain. Terlihat kekanakan memang tapi menurut Kyuhyun, sungmin memang bocah jadi disinilah tempat bocah-bocah berkumpul.
" Dady ahjusshi aku pengen permen kapas disana" tunjuk sungmin semangat. Tautan mereka memang tak pernah lepas. Kyuhyun mengangguk. Saat ini dia membiarkan sungmin membawa tubuhnya kesana kemari. Rasanya saat ini ada raga lain yang mengendalikan ego nya.
Kyuhyun menatap tangan mereka. Dia merasakan sedikit percikan kenyamanan saat tangan sungmin menggenggam jemarinya. Hatinya benar-benar kalut saat melihat Hyuna tadi. Itu sebabnya dia tak ingin melepaskan jemari tangan sungmin. Sedikit bibirnya mengulas senyum. Melihat sungmin yang merengek untuk lekas memasuki wahana permainan ataukah melihat sungmin yang begitu antusias melihat pernak-pernik yang dijajakan itu mengingatkannya akan anak kesayangannya Taemin. Satu hal lagi yang kini melayang di pikirannya. Sebuah hal yang selalu ingin diketahui kebenarannya. Mungkinkah Sungmin itu Vincent? Beberapa penyelidikannya memang menuju kearah sana. Tapi dia tetaplah si pengecut dengan segala ketakutannya. Yah, dia takut kecewa jika saja dia salah. Dan dia takut akan segala kesalahannya yang telah mengecewakan vincent jika benar adanya kalau sungmin adalah vincent.
Sampailah mereka diatas bianglala yang berputar pelan. sungmin menempelkan wajahnya penuh dikaca.
" Wahh.. indahnya~" pekik Sungmin semangat
" Pemandangan dari sini memang selalu indah. Kau jangan berlebihan begitu" ujar Kyuhyun menarik Sungmin untuk duduk kembali diperaduannya.
" Daddy ahjusshi~ apa sekarang daddy ahjusshi sudah tenang?" tanya sungmin dengan raut polosnya.
' dari mana bocah ini tau aku mencari ketenangan? Apa begitu kentara ya?'
" aku sudah tenang sedari tadi. Jangan sok tau kau bocah"
" uh ketus sekali. daddy ahjusshi bersikap manislah terhadap Minnie. Apa kau tak kasian melihat namja semanis diriku diketusi setiap saat olehmu?" protes Sungmin. hal itu cukup membuat Kyuhyun membuang napas kasar
" pede sekali kau bocah" jawab Kyuhyun singkat.
" Yeayy!" sungmin menaikkan tangannya membentuk jogetan lucu yang membuat kyuhyun mengerutkan dahi.
" daddy ahjusshi selamat kau sudah normal kembali hari ini" tangannya meraih tangan sungmin lalu menjabat tangani Kyuhun.
" normal?!" kernyitan seksi menghias didahi lebar Kyuhyun.
" yup karena daddy ahjusshi sudah ketus lagi dengan minnie itu artinya daddy ahjusshi sudah normal kembali hehehe..." cengenges Sungmin bahagia. Kyuhyun mendaratkan jitakan di kepala Sungmin.
" kau mengatakannya seolah-olah aku ini jahat sekali" dan segera saja sungmin meneriakkan kata " MEMANG!" dengan sangat kencang. Dasar -_-
" Sungmin bolehkan aku meminta satu hal padamu?" kyuhyun menggulung lengan kemejanya saat mendapati lirikan tanya dari sungmin.
" apa yang daddy ahjusshi ingin kan? Minnie kabulin kok" kata Sungmin senang
" Cium Aku"
DEG!
.
.
Eunhyuk menganga tak percaya mendengar ucapan langsung dari bibir Victoria. Sungmin, Hyung merangkap sahabat kesayangannya itu memiliki masa lalu yang cukup kejam. Dia tak menyangka dibalik sosok Sungmin dengan segala kebodohannya itu memiliki kisah yang jauh dari kata indah.
" Ja-jadi seharusnya umur Minnie Hyung itu 27 tahun?" pertanyaan Eunhyuk di angguki Victoria. Ya tuhan bagaimana mungkin namja yang sifat dan wajahnya menyerupai bocah TK itu sepuluh tahun lebih tua ketimbang dirinya dan lainnya. Ini benar-benar kabar yang mengejutkan.
" Aku terpaksa memalsukan identitasnya" jelas Vic Seonsaengnim lirih.
" Apa appa dan umma ku tau mengenai hal ini?" tanya Eunhyuk lagi.
" Tentu saja. Paman dan bibi satu-satunya yang baik pada kami. Bahkan paman lah yang mengusulkan menyekolahkan Vincent oppa bersamamu."
" huh appa umma curang... pantas saja aku bingung tiba-tiba mendapatkan sepupu seperti Sungmin" eunhyuk memanyunkan bibirnya kesal. Donghae yang melihat hal itu langsung menarik pelan bibir eunhyuk karena gemas..
" appo... kau kejam sekali hae.. bibirku tak seksi lagi karenamu." Lengan Donghae akhirnya mendapatkan serangan cubitan dari eunhyuk. Donghae hanya tertawa terbahak. Menggoda eunhyuk adalah kesenangan yang benar-benar menyenangkan. Meski tak ada kata yang terlontar namun dari tatapan mereka terpampang suatu benang tak kasat mata.
" seonsaengnim, apa rencana mu selanjutnya?" tanya siwon serius
" yang jelas aku harus menyelamatkan Changmin, Kekasihku dari sekapan wanita itu" geram Vict. Siswa-siswanya yang melihat hanya mengangguk patuh.
.
.
.
" Cium Aku"
" HAHHHH?!" sungmin memandang tak percaya mendengar ucapan kyuhyun tadi.
Cium? Apa dia tak salah dengar. Ya ampun bagaimana bisa namja yang baru beberapa saat mengatakan tak bisa menerima cinta itu meminta cium padanya.
" A-apa harus?" tanya sungmin gugup. Kyuhyun yang ditanya hanya tersenyum. Jangan lupa sudut bibirnya yang sedikit tertarik keatas.
Plakkk
"aduhh" benjolan samar sudah menaungi kepala indah Sungmin. Sungmin hanya bisa mengelus kepalanya yang mendapat jitakan.
" buahahaha Dasar bocah. Mau saja ditipu." Tawa kyuhyun membuncah seketika. Sungmin yang jadi objek penyiksaan mencibir saja.
" huuu. Daddy ahjusshi benar-benar kejam. Kenapa bisa ya minnie suka sama daddy ahjusshi" binar-binar mata rubah sungmin seakan menghipnotis Kyuhyun sesaat. Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Setelahnya mengacak surai hitam sungmin yang sudah mulai lebih panjang.
" karena aku memang mempesona" balas Kyuhyun dengan percaya diri.
" Rambutmu sudah memanjang sekali min. Kau tau aku seperti membawa Mimin saja saat bersamamu. " kata Kyuhyun lagi. Pembicaraan pun berlanjut. Sungmin sesekali menimpali ucapan Kyuhyun sampai pada akhirnya bianglala kembali ketempat semula. Kyuhyun kembali menyeret Sungmin menuju kesekolah Taemin.
" Daddy ahjusshi waktu pulang Mimin kan masih lama, kenapa dijemput?" katanya penasaran
" Apa salah kalau aku merindukan anakku. Jadi diamlah. Kau seperti kelinci saja yang terlalu aktif. Jadi kelinci kecil be silent okay..." dan sungmin entah keberapa kalinya mendengus akibat ucapan-ucapan menjengkelkan kyuhyun itu.
" Mommy!" suara Taemin membuat Sungmin yang memang menunggu pasangan Daddy dan Aegya itu sedari tadi di mobil menoleh dan mengembangkan senyum indahnya.
" Kyaaaa Mimin~~ huwa bogoshippo" dengan ganas diciuminya tiap jengkal wajah Taemin. Kyuhyun mendecih lalu menarik Taemin kegendongannya.
" Daddy Ahjusshi~ mimin kok di ambil sih. Kan minnie belum puas nyiumnya."
" kasihan Pipi anakku yang cantik ini. Dia bisa saja terinfeksi akibat ciuman mautmu itu." Kyuhyun lalu mengambil posisi menyetir setelah menempat kan Taemin duduk manis dibelakang.
" Huh padahal tadi siapa yang minta dicium olehku kalau ternyata ciumanku mengandung virus infeksi" gerutu Sungmin Kesal. Taemin yang mendengar memajukan wajahnya menghadap ke daddynya.
" Jinja? Daddy tadi mau poppo mommy? Ihh daddy genit~" ledekan-ledekan dari bibir kecil anaknya tak pelak membuat wajah Kyuhyun memerah.
" ne baby, daddy ahjusshi yang minta loh.. nappeun kan?" balas Sungmin. Taemin dan Sungmin berbicara seolah-olah ahjumma-ahjumma yang bergosip ria.
"taemin duduk dengan baik.. daddy lagi menyetir" ucapnya mencoba mengalihkan perhatian. Tapi dasar Taemin, dia tetap gencar menggoda daddynya.
" Mommy, dali mana caja cih cama daddy? Uhhh... daddy ama mommy pacti abic pacalan.. ayo ngaku~" mata Taemin berkeip-kedip genit
" Cho Taemin duduk dengan baik lalu pasang sabuk pengamanmu. Kau Juga Min" perintah Kyuhyun tanpa menoleh ke samping.
" chilleo dad. Mimin mau duduk cama Mommy caja" Sungmin memeluk Taemin yang ada dipangkuannya itu dengan gemas.
" Nah kajja berangkat Daddy ahjusshi" teriak Sungmin Semangat.
" Ini juga baru mau berangkat Min" Mobil itu lalu melaju keluar dari halam sekolah Taemin. Taemin memiringkan kepalanya berpose layaknya berpikir.
" Dad?!"
" Hm"
"Daddy!"
" iya kenapa sayang?" senyuman Kyuhyun terkembang sembari mengelus surai kecoklatan anaknya itu.
" Cejak kapan daddy manggil Mommy, Min? Pelacaan daddy kalau manggil Mommy itu celalu bocah deh" meski pertanyaan yang dilontarkan Taemin bernada serius versi balita tapi cukup membuat Kyuhyun tergagap.
" Eh iya Minnie baru sadar kalau daddy ahjusshi manggil Minnie Itu Min" ujar Sungmin mangut-mangut.
" eh i-itu terserah padaku kan. Kau saja memanggilku daddy ahjusshi. Jadi sekarang dua kelinci bandel diam. Dan jangan ganggu daddy menyetir"
Meski pada akhirnya taemin dan sungmin diam tapi itu hanya berlangsung sesaat karena dengan jailnya Taemin terus melontarkan ledekan-ledekan untuk Kyuhyun.
" Daddy wajahnya memelah tuh, pellu di poppo cama mommy gak?"
.
.
.
.
" Yeoja itu benar-benar gila!" suara umpatan itu terdengar dari sebuah gudang tua. 2 orang berbadan besar dengan wajah sangar tengah menikmati Bir nya.
" Tapi Yeoja itu Bos kita, Ah Jong hyung" ujar namja yang lebih pendek itu.
" Aku tau In Soo ah, tapi tapi coba kau pikir, dia menyuruh kita menunggu namja yang bahkan berdiri pun sudah tak sanggup. Buang-buang waktu saja" gerutunya.
" kasihan juga artis itu. Dia harus berhadapan dengan boss kita. Cinta benar-benar buta yah hyung. Bahkan si Boss tak segan-segan akan menghabisi anak dari namja yang disukainya itu. Kejam "
" Mih uhuk~ mihminh~"
Dari arah dalam nampak namja yang begitu menyedihkan. Terdapat luka ditubuhnya beberapa bagian. Darah disudut bibirnya sudah mengering namun menimbulkan bekas memar keunguan. Bangkitlah ia dengan perlahan. Mengabaikan rasa nyeri ditubuhnya. Dari tadi yang dia gumamkan adalah nama Mimin, anak Kyuhyun itu. Dengan gerakan cepat dia berusaha melepas ikatan yang terikat erat di pergelangan tangannya. Ruam-ruam akibat gesekan mulai terlihat. Merah dan tentu saja menyakitkan.
' tuhan tolong aku'
Praaangg
Meong~
Matanya yang telah sayu itu membulat sempurna takkala melihat bagaimana tuhan menjawab doanya dengan cepat.
" thanks god. Thanks Cat"
.
.
.
" Zhou, apa Changmin memang tak pernah menghubungimu?" pertanyaan dengan nada khawatir itu menembus indera pendengaran zhoumi. Zhoumi menggeleng lesu. Dia benar-benar tak dapat menghubungi sahabat kulkasnya iyu.
" aku tak tahu kyu dia sekarang dimana. Kau tahu konsernya saja batal karena rupanya dia telah menghilang"
"Hilang katamu? ChangFood awas saja kalau sampai kau pergi liburan dengan yeoja-yeoja tidak jelasmu itu"
" No kyu. Changmin tidak pergi liburan. Pasport, visa dan apapun itu masih ada dikamarnya. " jelas zhoumi lagi.
" ah iya Kyu ada keperluan apa kau kemari. Membawa Mimin beserta Mommy nya lagi?"
" Kau tau hyuna kembali." Ucapan pelan Kyuhyun menyentak Zhoumi
" Hyuna? Kenapa bisa? Dan apa yang kau cemaskan?"
" Zhou bodoh, kau tau kan orang seperti apa itu Hyuna. Dan entah kenapa aku begitu mencemaskan Mimin."
" Kau berfikir Hyuna Akan mencelakai Taemin begitu?" kyuhyun tak menjawab dia hanya menyesap minuman yang disajikan Zhoumi tadi
" entahlah. Hanya firasat buruk seorang appa"
" lalu bagaimana kabarnya victoria? Kapan kalian menetapkan tanggal pernikahan?"
" aku tak tahu. Kau tau sendiri kan selama ini aku masih mencari vincent. Dan victoria juga sepertinya tak mengekangku untuk menikahinya segera."
" kau tahu kyu, aku semakin berpikir bukan vict lah ibu Taemin."
" Zhou, entah ini konyol atau tidak, tapi beberapa hari ada yang seakan menjerit kepadaku dan mengatakan kalau vincent hyung ada disekitarku."
" siapa? Dan dimana vincent?"
" kau boleh berkata gila kepadaku kalau perasaanku berkata vincent adalah sungmin"
" mwo? Apa karena kedatangan hyuna pikiranmu koslet begini. Sungmin masih anak SMA kyu. Sadarlah. Kau benar-benar konyol" tawa Zhoumi namun kyuhyun makin tenggelam dalam dunia hayalnya yang entah sejak kapan dimulai.
' bahkan zhoumi tak percaya hal itu. Jadi apa yang harus ku percayai'
" Daddy AHJUSSHI~" Minnie abis tangkep kupu-kupu loh liat... Zhoumi Hyung rumahnya bagus banyak Kupu-kupunya" suara sungmin tertawa bahagia membuat dua namja dewasa itu menoleh dan meperhatikan tingkah yang menurut zhoumi imut itu.
" Sungminnie kenapa kau bisa begitu imut. Beritahu hyung resepnya.."
Baru saja Sungmin ingin membalas perkataan Zhoumi namun satu-satunya bayi yang ada alias si baby cantik Taemin yang lebih dahulu melontarkaan jawban ke pada Zhoumi.
" Itu kalena Mommy cuka makan cayul juci makanya mommy cantik. Gak cepelti daddy mukanya banyak bolong-bolongnya" Oh tuhan sejak kapan Hobby Temin meledek Daddynya ini. Kyuhyun yang mendengar terlihat menggeram lemas. Dan hap Taemin kini sudah ada dalam pelukan Kyuhyun dengan tawanya yang menggelegar.
" Buahahahaha... daddy geyii dad.. geyiii hahahah.. mommy tolong Mimin hahahha.. daddy lepass!" Kyuhyun sangat menyadari anaknya kegelian namun dia hanya ingin memberi "balas dendam" kecil untuk putrinya.
" daddy bakalan terus gelitiki anak yang suka meledek daddy nya. Jadi terima balasan daddy" Kata Kyuhyun namun Sungmin yang melihat Taemin mengap-mengap seperti ikan langsung bertindak. Dorongan naluri mungkin yang ekhem Keibuan ekhem.
"Yaa! Daddy ahjussi Mimin sesak... ayolah lepaskan.." dan terjadilah adu tarik menarik. Gelitik menggelitiki dan entah lah apa yang terjadi dengan mereka bertiga. Bahkan Zhoumi sang tuan rumah hanya bisa tertawa bahagia melihat tontonan bahagia didepannya.
'Keluarga Bahagia. Huh bikin iri saja. tuhan kapan aku punya jodoh?' batin Zhoumi nelangsa. Poor Zhoumi :p
Drrrtt
Drrrttt
Dering handphone Kyuhyun menghentikan tingkah laku mereka. Dengan tk rela Kyuhyun melepaskan jemarinya yang sedari tadi dipinggang putrinya dan menyerahkan Mimin yang masih mengap-mengap dalam dekapan Sungmin. Dan setelahnya menyambar Handphonenya secepat kilat dan berlalu dari hadapan orang-orang.
" Huh, Mommy Mimin haus.. capek.. hiks Daddy Kejam" gerutu Taemin dengan mayta berkaca-kaca. Bibir Sungmin terpout sempurna mendengar keluhan Taemin. Dihapusnya peluh yang mengalir di pelipis Taemin dengan sayang.
" Jangan heran baby. Daddy ahjusshi memang Daddy yang durhaka. Lain kali kita hukum dia.. ok?" sungmin mengedipkan matanya ke partner in crime sejatinya yang disambut tepukan ceria ari Taemin.
"Tentu Mommy!"
" Ah kalian ini. Kalian lebih cocok menjadi partner ketimbang ibu dan anak. Jadi Minnie menikah denganku saja Yah!" canda Zhoumi.
" tak mau. Minnie maunya sama daddy ahjusshi. Lagian hyung terlalu tinggi. Kalau di poppo tak sampai." Gerutu Sungmin mengundang tanda tanya besar dikepala Zhoumi.
" Poppo? Ya tuhan aku tak menyangka orang polos sepertimu bisa berfikir begitu. Lagian tinggiku dengan Kyuhyun hanya beda sedikit. Lalu apa masalahnya?" ujar Zhoumi tak terima.
" Tidak mau. Pokoknya Minnie tak mau. Minnie kan imut. Daddy ahjusshi tampan jadi cocok. Kalau Minnie nikah sama Hyung nanti dikiranya Minnie jalan dengan Tiang listrik"
Nyut. Cubitan tak kasat mata mendera Zhoumi. Dengan ekspresi seolah-olah terluka untuk menarik perhatian Sungmin dilancarkan tapi nihil sungmin hanya memandangnya dengan tatapan polos penuh tanya.
" aku patah hati" ujar Zhoumi
" Hyung hatinya patah? Di plester saja hyung. Nih Minnie punya plester obat warna-warni tapi sepertinya hyung cocok dengan plester yang ini" Sungmin mengayunkan tangannya tinggi sembari memegang plester obat berwarna pink dengan gambar bunga.
" cih bocah yang benar saja. entah apa jadinya kalau Kyuhyun benar-benar memperistri dirimu. Minnie ah kau polos-polos begini tapi super menyebalkan. Aku ngambek"
Sungmin yang melihat ekspresi ngambek ala kadarnya Zhoumi tertawa. Taemin turut tertawa.
" Hyung tidak imut." Kata itu membuat zhoumi semakin kesal saja.
" dasar bocah pendek" balas Zhoumi.
" Hey ada apa ini?" Kyuhyun yang telah menerima panggilan itu kembali berbaur dengan mereka.
" Kau tahu Kyu, bocah itu ternyata menyebalkan" ujar Zhoumi sembari memperhatikan Sungmin dan Taemin yang kembali bermain bersama. Kyuhyun mendecih sebentar " cih Kau baru tau?" ujarnya sembari memperhatikan wajah Zhoumi disampingnya.
" Tapi dia cukup menggemaskan untuk kugoda" cengiran lebar itu membuat Kyuhyun Jengah.
" dia tak mempan untuk di goda oelh namja playboy sepertimu. Jadi tak usah kau goda."
" kenapa? Kau cemburu Kyu?" alis Zhoumi naik turun mempermainkan Kyuhyun. Kyuhyun yang tadinya gelagapan dengan cepat memasang wajah datar.
" Aku masih cukup sadar untuk cemburu Tuan Zhoumi"
" benarkah? Kau betul tak memiliki rasa pada sungmin? Berarti aku masih berpeluang. Bukan hanya aku tapi semua orang berpeluang mendapatkan sungmin. Dan kuharap saat itu terjadi kasarnya kau dan mimin harus siap kehilangan sungmin"
.
.
.
"Ah-ahkuh harhus bisha le-lephashkan inih" deru nafas yang pelan nan berta itu benar-benar memilukan. Seorang namja yang dalam keadaan terikat itu tengah berjuang memutus ikatan di tangannya dengan pecahan kaca yang tadi didapatnya berkat bantuan kucing. Pecahan kaca dari botol yang tak sengaja di senggol sang kucing menjadi berkah yang luar biasa untuk super star itu. Meski wajahnya menampakkan noda darah dan memar biru tak dapat memudarkan mata untuk tak mengenal sosok Shim Changmin. Ya. Changmin kini tengah berjuang keras melepaskan ikatannya. Namun dia cukup kesulitan dikarenakan tubuhnya yang benar-benar lemah dan lemas. Serta simpulan yang terlalu kuat.
Tap tap tap.
Langkah kaki itu membuat changmin terkesiap. Meski dia sungguh khawatir sebiasa mungkin dia akan menampakkan wajah tenang dibaliki kecemasan dan ketakutannya. Tak lupa digenggamnya erat pecahan kaca itu demi menyembunyikan alat penyelamatnya dari komplotan penjahat yang dengan tega menyekapnya.
" wow. Sang superstar kita terlihat sangat menyedihkan. Apa kata kekasihmu nanti jika melihat wajah tampanmu menjadi mengerikan seperti ini. Tapi kurasa jalangmu akan segera berpindah kelain hati. Dengan pria yang bermandikan uang tentunya." Changmin mengenggam erat tangannya. Tak peduli darah yang kini merembes akibat ciuman mesra kaca dengan daging di genggaman tangannya. Hatinya mendidih mendengar ucapan sampah dari wanita dihadapannya.
" cih harhus-nyah kahu lebih tha-uh siapah jalhang disinih. Cih aku bersyu-kurh Kyuhyun bah-kan tak sudih melirikmuh, Hyuna-sshi. Akuh berharap Vincent Hyungh se-gera ditemukan dan kauh sela-manyah akan hidup da-lam mimpih." Ucap Changmin dengan tersengal. Dia berusaha agar suaranya tetap terdengar tak bergetar meski dia sangat kesulitan.
"berani sekali kau berkata begitu dihadapanku, brengsek. Kau dengar, jaga mulutmu sialan mu itu. Karena bisa saja mulutmu itu yang membuat tempat ini menjadi pemakamanmu. Hidup tinggal mati saja kau begitu sombong." Cela Hyuna. sorot matanya yang tajam memandang remeh tubuh changmin yang tergeletak dilantai berdebu itu.
" Aku tak ak-an membiar-kan-muh membunuhkuh sebeh-lum kau di penjarah. Manu-siah ular" teriak Changmin penuh amarah.
" Diamlah. Kau Hanya bisa berteriak begitu saja. jadi jangan bersikap seolah-olah aku manusia terbejat dimuka bumi ini. Berbicara lama denganmu membuatku muak. Nikmati saja harimu disini." Dan hentakan kaki yang membuat amarah changmin dalam level tinggi itu semakin menghilang diujung jalan. Darah yang tadinya menetes semakin banyak saja hingga sedikit menciptakan genangan. Bahkan bisa dijamin Rasa sakit di tangannya telah kebas tertutupi amarah dihatinya.
' aku harus segera keluar dari tempat ini. Aku harus bisa membuka tali ini. Demi keselamatan vincent hyung dan mimin'
.
.
.
"Hoam... celamat malam daddy.. celamat malam mommy. Hap e nais dlim " Kyuhyun mengecup kening Taemin lama. Dan Sungmin membiarkan tangannya digenggam Taemin. Dia berbaring dikasur Taemin. Sembari sedikit mengelus rambut wangi strawberry yang dimiliki Taemin.
" Have a nice dream baby. Tidurlah. Dan Min, kau juga tidurlah. Hari ini cukup melelahkan bukan. Seragammu telah dicuci ahjumma dibelakang jadi besok aku akan sekalian mengantarmu kesekolah."
" Ne daddy ahjussi. Hoam... tidurlah juga. Jangan larut ne." Kyuhyun berjalan pelan meninggalkan kamar Taemin. Esok hari kan menjelang lagi. Sang bulan akan terlelap membangunkan fajar yang menyongsong. Menjadi awal teka-teki kehidupan terarungi lagi. Dan Kyuhyu, entah kenapa dia seakan tak rela waktu telah habis untuk penanggalan ini. Dia berharap hari ini cukup panjang bahkan tak akan ada habisnya. Dia tersenyum kecil mengingat apa saja yang terjadi tadi Bersama sungmin. Dengan terkekeh pelan disentuhnya gelang yang baik Zhoumi dan Taemin tak menyadari keberadaan gelang berwarna biru itu dilengan kiri Kyuhyun.
Flashback
" Gelang cantik perekat cinta. Bagi pasangan yang membeli cintanya akan bertambah seribu kali -dibeli." Sungmin menghentikan diri memakan permen kapas yang ada ditangannya. Dengan amat sangat tak rela Kyuhyun melepaskan Sungmin ditaman demi melegakan tenggorokannya yang kering kerontang. Dan disinilah sungmin sekarang berada disalah satu jualan yang berada disekitar taman.
" Cantiknya..." pekik sungmin girangng.
" ahjumma, apa ini benar-benar merekat cinta?" tanya sungmin kepada ahjumma penjual gelang. Mata rubahnya berbinar-binar indah. Untuk sesaat sang ahjumma terhipnotis mata itu. Namun dia akhirnya tersadar setelah sungmin memperbesar volume suaranya.
"i-iya gelang ini sudah terbukti kebenarannya. Bakan pangeran wiliam dan putri kate membeli ini dan lihatlah mereka semakin mencintai bukan. Bahkan memiliki pangeran kecil george yang tampan." Sungmin mengernyit bingung mendengar ucapan sang penjual.
'Pangeran? Putri? Apa ahjumma sedang membahas barbie?'
" ahjumma. Minnnie ingin membelinya tapi sayang minnie tak memiliki pasangan."ahjumma penjual memandang sedih sungmin. Di usapnya kepala sungmin sayang sembari melihat sungmin mencoba memakai satu gelang berbentuk hati. Sunggu cantik namun Sungmin tetap merasa tak cocok menggunakan gelang perekat cinta. Lagian jika dia membelinya cinta siapa yang akan direkat.
" ah ahjumma, apa kau memiliki gelang yang bisa membuat jatuh cinta?" tanya sungmin lagi dengan penuh harap. Sang ahjumma menggeleng pelan.
" mian nak, tapi gelang itu tak ahjumma miliki. Apa kau ingin seseorang mencintaimu?"
" ne jumma, jumma tau tidak minnie sukaaaa sekali dengan daddy ahjusshi. Dia tampan dan juga baik. Meski sering menghina, meledek, menjaili, dan ketus sama minnie, tapi minnie malah semakin suka menjurus ke cinta sih jumma. Makanya minnie butuh gelang yang bisa membuat jatuh cinta. Yah siapa tau daddy ahjusshi langsung jatuh cinta sama minnie." Sang ahjumma tertawa keras mendengar kata tiap kata yang sungmin lontarkan. Nadanya yang polos tak dibuat-buat. Dan ada ketulusan didalamnya membuat sang ahjumma tanpa sadar melantunkan doanya.
" semoga saja daddy ahjusshimu itu bisa cepat jatuh cinta padamu. Tapi kamu masih anak-anak mana boleh pacaran. Nah kalau boleh ayo ceritakan tentang pujaan hatimu"
"Minnie sudah besar ahjumma. 17 tahun umur minnie sekarang. Bahkan teman-teman minnie sudah berpacaran sejak di junior high school. Jadi benar-benar tak ada yah gelang seperti yang minnie minta?" sungmin menunduk lesu setelah melihat gelengan pelan sang ahjumma. Sang ahjumma juga terlihat sedih karena tak bisa memberikan gelang yang diinginkan.
" hehe minnie bodoh yah berharap ada barang seperti itu. Tak perlu khawatir minnie hanya bercanda ahjumma. Karena sebanyak apapun gelang perekat cinta ataupun gelang yang bisa membuat jatuh cinta mengikat dilengannya hatinya sudah lebih dahulu mengikat orang lain. ahjumma tahu, rasanya sangat sakit bila dia menyebut nama orang lain. Dia menangisi orang lain. Namun minnie sadar kok siapa minnie. Meski orang berkata minnie bodoh, idiot bahkan tak berguna sekalipun, minnie bisa merasakan bahwa cinta tak harus memiliki. Namun cinta akan bahagia jika melihatnya cinta bahagia bila bersama orang yang bisa membuat seluruh organ tubuh ini melantangkan satu nama jika mereka berada bersisian. Seluruh tubuhku melantangkan namanya dengan keras. Namun aku yakin tak sekalipun bahkan lidah nya akan enggan menyebut namaku. Yah karena daddy ahjusshi hanya bisa marah dan kesal jika berhadapan denganku.. hehehehehe hiks hiks" tawa paksa itu berupa jadi segukan pelan. Yah sungmin hanya merasa ingin berbagi dengan ahjumma didepannya. Karena sungmin tak pernah salah memilih orang yang menjadi tempatnya berbagi. Setidaknya sekarang hatinya sedikit berdesir dikarenakan angin kelegaaan.
" Hey jangan terlihat sedih begitu. Tenanglah kau pasti akan bersamanya. Dan aku akan selalu mendoakanmu anak manis. Jadi hapuslah air matamu dan tersenyumlah. Karena dengan senyumanmu pun orang gila akan normal kembali akan pesonamu. Ah iya Aku memang tak bisa memberimu gelang yang bisa membuat jatuh cinta tapi aku mempunyai gelang ini" sang ahjumma menyodorkan sepasang gelang cantik berwarna Pink dan biru kepada sungmin.
" gelang ini berbentuk daun semanggi dan aku menyebutnya gelang keberuntungan. Nah pakailah untukmu dan orang yang kau cintai itu. Semoga kalian beruntung. Dan aku tetap berharap kau dapat bersama dengannya anak manis" gelang cantik itu menjadi sorotan mata sungmin.
" benarkah jumma? Ini benar-benar indah dan sangat cantik. Berapa yang harus aku bayar. Keliatannya ini sangat mahal."
" untuk anak manis, baik, dan tulus sepertimu gelang itu aku gratiskan. Karena aku pikir gelang itu memang cocok untukmu. Anggaplah ini hadiah karena telah mau melihat daganganku" Sungmin meloncat-loncat senang ditempat. Dia tak lupa menghaturkan ucapan terima kasih atas hadiah yang diberikan untuknya. Sebelum pada akhirnya di seberang jalan Cho Kyuhyun dengan langkah tergesanya menghampiri Sungmin. "YAKK LEE SUNGMIN" mendengar namanya diteriakkan membuat sungmin tak butuh kamus tebal untuk mengetahui kalau orang itu adalah kyuhyun.
"Sudah kukatakan bukan tetap ditempatmu tapi dasar kelinci nakal kenapa terdampar disini hah?"
" aku bukan ikan hyung jadi tak mungkin terdampar. Tapi bisa saja minnie jelmaan putri duyung. Iya kan ahjumma?" sang ahjumma hanya mengangguk dan tertawa saja.
"eh dia siapa min? Kau mengenalnya?" tanya Kyuhyun terang-terangan.
" dia ahjumma penjual gelang disini. Nih aku dikasih 2 gelang cantik." Pamer Sungmin kepada Kyuhyun.
" ah terima kasih atas pemberiannya ahjumma. Biar ku tebak, bocah nakal ini pasti merengek ingin barang gratisan kan? Aku harap kau memakluminya. Atau adakah yang harus ku bayar?" sungmin sengaja menendang kecil kaki kyuhyun saking kesalnya. Siapa bilang dia merengek barang gratisan. Tuan cho kyuhyun tercintanya memang sangat berbakat dalam kecepatan mulut. Untung saja hatinya penuh gumpalan cinta jika tidak entah mungkin sehalus debulah hatinya berpuing.
" Tidak tuan. Aku memang memberikannya"
" terima kasih ahjumma." Mereka lalu pamit dan lekas meninggalkan stan tersebut. Disepanjang jalan menuju wahana sungmin terus memperhatikan tangan Kyuhyun yang menggenggamnya. Kyuhyun menyadari itu. Dan dengan cepat mengangkat tangan mereka mengacung tinggi hingga dihadapan keduanya.
"Katakan apa masalahmu jika aku menggenggammu seperti ini?" tanya Kyuhyun spontan. Dia merasa sungmin risih namun sungmin hanya menjawab "terasa Kosong"
" jadi kau tau mau ku genggam. Baiklah aku akan melepaskannya"
"andwaeee!" dengan cepat sungmin yang kini mengacungkan tangan mereka dengan jari bertaut sempurna tanpa menyisakan celah kosong itu.
" aku hanya merasa tangan kita kosong. Dan aku tau bagaimana membuat tangan ini cantik. Dengan tangan kirinya sungmin merogoh saku celananya mencari gelang tadi. Setelah merobek bungkusannya dan menyodorkan kepada kyuhyun sebelah simpulan.
" daddy ahjusshi tolong aku"
" untuk apa? Kau menyuruhku mengait gelang itu. Kait saja sendiri"
" aku tak bisa. Ish daddy ahjusshi jangan pelit-pelit daddy ahjusshi juga harus memakainya." Paksa sungmin.
"terserahlah" dan begitulah entah kenapa Kyuhyun seperti kerbau yang dicucuk moncongnya sampai mengikuti intruksi sungmin. Tangan kiri sungmin bekerja sama dengan tangan Kanan Kyuhyun saling membentuk simpulan. Dan akhirnya tanpa kedua tautan dijemari mereka terlepas kedua gelang itu menghias tangan masing-masing. Sungmin tersenyum puas. Namun dia seakan menyadari sesuatu.
"Tadi daddy ahjusshi menanyakan masalahku kan? Hm, a-aku ish disini bunyinya kencang sekali. Rasanya sampai aku mendengar deg-deg. Apa daddy ahjusshi mendengarnya?" dengan tangan kirinya sungmin menyentuh dadanya sedangkan kyuhyun yang ditanya hanya mengulum senyum samar sembari berkata tidak. Kembali mengelak eoh.
Flashback off
Kyuhyun terbangun dari lamunannya. tangannya menyibak gorden memandang lurus ke arah bulan yang kini bersinar. Kakinya spontan melangkah kearah balkon. Sinar rembulan menculik perhatiannya. Saat jendela balkon dibuka angin malam yang digin menerpa kulih putih pucatitu. Dinginnya udara memberi tamparan samar di tubuh kyuhyun yang semakin mempertahankan kesadarannya. Tak sekalipun dia menguap.
" bulan bisakah kau mengatakan padaku garis takdirku? Aku tak paham akan hidupku sendiri. Siapa aku? Dimana aku? Apa aku ini? Dari hari kehari yang kudapati hanya diri seorang pecundang setiap aku bercermin." Monolog kyuhyun ditengah dingin malam kelam.
" Lee Sungmin. Dia bocah yang bisa membuatku gila. Terlepas dia Vincent hyung ataupun bukan tetapi darah ini , degupan jantung ini, irama napas yang kuhembaskan seakan mendeteksi Sungmin untuk berada disisiku. Hari ini cukup ku buktikan. Harus aku akui semakin lama anak itu menarikku kedalam pusaran bola matanya. Sungguh ini bukan drama yang bagus untuk kujalani." Kyuhyun masih asyik mengeluh tanpa sadar sungmin yang tengah duduk disampingnya sembari mengucek kedua bola matanya. Sungmin semakin mendekat danmasih mendapati kyuhyun yang asyik merangkai curhatan ke sang bulan.
"Hyung kenapa masih disini?" Kyuhyun terlonjak mendengar bisikan pelan ditelinganya. Deru napas sungmin yang hangat seakan mencairkan beku telinga kyuhyun menjalar menuju sesuatu disebut perasaan.
" ini sudah malam. Nanti hyung sakit lagi."
" kau memanggilku hyung?" sungmin mengangguk dan menaikkan kedua kakinya untuk duduk bersila.
"wah bulannya indah. Pantas saja minnie tak bisa tidur" alasan apa itu? Ada yang bisa jabarkan dan analisan dari uraian sungmin. Mungkin semakin malam maka semakin tipis juga kapasitas otak sungmin itu.
" panggil aku hyung" pintaa atau bisa dikata perintah itu kepada sungmin.
" huu lagi-lagi memerintah. Baiklah, Kyuhyun Hyung"
" sekali lagi Sungmin. Katakan Hyung!"
" berapa kali minnie harus mengatakan kata Hyung?" tanya nya. Tak mendapat jawaban dari kyuhyun sungmin menghela napas pasrah.
" baiklah minnie akan mengucapkan seribu kali kata hyung hingga daddy ahjusshi bisa puas"
Sementara itu Kyuhyun hanya membiarkan Sungmin berbicara sendiri. Dia kini tengah memantapkan hatinya. Yah malam ini dia harus bisa memilih. Melepaskan masa lalunya untuk meyambut masa depannya ataukah dia akan beruntung jika benar dia tengah meraih masa lalu yang tetap menjadi masa depannya. Ini pilihan dan hati Kyuhyun telah memilih. Mungkin dia tak menyadarinya dulu. Namun semakin dia menyangkal maka akan semakin rapuh pula langkah hatinya untuk menapak. Dia butuh kekuatan. Dia butuh apa yang merengkuh organ tubuhnya untuk seakan magnet akan tetap berada disisinya. Dan hari ini dia mendapatkannya. Dan dia akan meraihnya. Meraih apa yang sudah seharusnya diraihnya sejak dulu. Jangan tanya padanya kapan awal mula rasa itu ada karena dia tak bisa menjawabnya dengan gamblang. Yang dia tahu rasa itu tumbuh dihatinya. Tanpa mengikis ukiran nama siapapun namun menempati sebuah tempat teristimewa. Daerah paling dalam disudut hatinya mulai terketuk. Dan akan segera terbuka
" Hyung hyung hyung hyung hyung . aish ini sudah keberapa kalinya sih. Hyung minnie harus menyebut hyung berapa kali? Bibir minnie pegal monyong-monyong dari tadi." Gerutunya. Baiklah ini kata hyung terakhir yang akan sungmin ucapkan. Di persiapkan lah dirinya untuk berteriak sekencang mungkin. Masa bodo tetangga bangun.
" HYUUUUUUUUUUU-"
CHUP
"YUUNGGG?! Nggh!" dan lagi entah sudah keberapa kali sungmin dikejutkan dengan ciuman Kyuhyun yang tiba-tiba. Namun rasanya sungguh beda. Kali ini ciuman kyuhyun pelan, tulus dan terkesan menggebu. Dikecapnya tiap jengkal bibir Sungmin. Mata keduanya tak terpejam. Mereka saling menyelami bola mata. Sungmin berniat melepas namun tangan kiri kyuhyun mengangkat tangan kanan sungmin keatas. Dan tangan kanannya merengkuh pinggang sungmin untuk mendekat. Kedua tangan berhiaskan gelang itu seakan terkena pias cahaya bulan. bagaikan sebuah mahakarya mereka telah menciptakan lukisan alami sang maestro. Begitu indah moment yang terjadi kali ini. Dengan bertautnya kedua bibir itu, bertautnya kedua jemari itu maka bertaut pula hati kedua adam yang di mabukkan pesona cinta.
"Min, Aku Mencintaimu"
Namun ingat cinta sama halnya dengan jalanan yang tak selamanya lurus dan tentu saja akan ada banyak polisi tidur yang menghalang.
oOoOoOoOoOoOoOoOo
TE~~BE~~CE~
Ekhem...
Tes tes 1 3 7.. 1 3 7..
Oke... Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Hm. A-aku eh bebebelue ha-dir la-a-gi #gugup
Terakhir publish tanggal 27 sekarang 28 jadi gak telat ya kan? *dideath glare sekampung
Maapin blue teman-teman asli deh ide buat nulis harus dikesampingkan beberapa saat demi ide untuk tugas semester. Dan aku udah prnah bilang di fb kalau nulisnya saat liburan. Dan alhamdulillah saya sudah liburan. Jadi untuk merayakan liburan dan menepati janji saya chapter 14 akhirnya menetas hari ini.. saya ngakak dengan beberapa review yang bilang nih ff ampe bulukan ditungguin. Hahaha
Terima kasih sudah menunggu ff saya. Bahkan sampai lewat Pm dan beberapa review yang menanyakan keberadaan ff ini. Maaf juga jika ada yang kecewa karena tak bisa update dengan teratur. Dan seperti niat saya sebelum menulis, saya ingin menyajikan hiburan. Karena saya senang membaca dan saya ingin orang lain juga senang akan karya saya. Meski yah sekali lagi untuk masalah typo saya nyerah kkkkk.
Saatnya balas bberp pertnyaan yg bnyk muncul... cekidot!
R: ini ff gak akan dilanjutin lagi?
B: ini udah aku lanjutin. Cuman yah aku memng harus ngumpulin ide untuk tugas jd mommy boy baru bisa sekarang. Maaf. *sodorin sogokan kkk
R: Kenapa Milih Hyuna?
B: hm... aku ngambil hyuna bukan karena gak suka trouble maker. Semua cast yang aku pake karena aku suka. Ada yang nanya kenapa gak pilih seohyun yang lebih cocok dan sering jadi penghalang kyumin? Karena menurutku tak harus dia yang selalu jadi pihak ketiga. Dan karena aku emang gak suka dia makanya gak aku pilih.
R: BANYAK TYPOOOOO!
B: Itu pasti karena faktor U, faktor ngantuk dan faktor si typo terlalu sayang sama aku hehehe... mian.. gak tau kenapa deh kadang apa yang ada di otak malah salah penulisan. *mwek dipelukan sungmin*
R:konflik berat?
B: gak berat kok. Keliatan dr luar aja berat tp nyatanya flat... *authorgagal *pundung T_T
R: sampai chapter?
B: maunya sih gak mpe 20an karena kayaknya pd bosen nungguin hehehe...
R: Apa misi siwon dkk?
B: tanya siwon aja deh. Aku gak diksih tau masa :3
R: KAPAN LANJUTTT?!
B: Hiks mian hiks ini baru lanjut... jangan tabok saya... *plakk
Marhaban ya ramadhan semuanya...
Maaf jika blue ada salah-salah kata. Semoga bulan ramadhan ini kita menjadi orang yang lebih baik. Dan ingat harus Puasa Makan, Puasa Minum, dan Puasa baca Rate M wkwkwkwk.
Keep calm and ship kyumin ^_^
Super Junior jjang! \(^0^)/
Taemin : cilahkan di lipyu unnideul, oppadeul, readerdeul ^^.. calanghaeee 3
SungTaeBlue: lipyu pwisss! *kedip-kedip *aegyo power attack^^
Kyu : *Die
See you in next chapter ^^
South Sulawesi, 28 Juny 2014. 2:45
Sign
** BLUE **
