Chapter 13 FAQ:
Q: Tidakkah Naruto bisa mengendalikan 5 Elemen karena dia bisa menggunakan Rinnegan alami? (koga-san)
A: Bisa. Tetapi, Naruto baru seminggu mempunyai Rinnegan, artinya, ia masih harus berlatih dulu sebelum bisa menggunakan 5 elemen. Karena ga mungkinkan Naruto langsung bisa menggunakan Rinnegan sepenuhnya dalam waktu seminggu? Disini aku buat konsep Rinnegan sama seperti Sharingan, walaupun udah dapat Rinnegan, Naruto masih perlu waktu untuk menguasai sepenuhnya dan menuju level berikutnya. Disini Rinnegan Naruto masih level 1. Disini Rinnegan aku bagi jadi 3 level.
Q: Jika Naruto punya Rinnegan alami, bukankah ia bisa menggunakan Amaterasu, Tsukuyomi dan Susano'o? (koga-san)
A: Amaterasu, Tsukuyomi dan Susano'o pada dasarnya adalah 3 nama dewa Shinto dan ekslusif hanya untuk beberapa pengguna Mangekyou Sharingan karena tidak semua pengguna Mangekyou Sharingan bisa menggunakan Amaterasu, Tsukuyomi dan Susano'o (Contoh: Shisui, Kakashi dan Obito). Tapi, aku liat Madara bisa menggunakan ketiganya pas menggunakan Rinnegan alami ya? Itu karena dia punya Mangekyou Sharingan apa Rinnegan ya? Aku pikir-pikir deh buat Naruto bisa menggunakan tiga kekuatan itu.
Q: Apakah author akan memasukan pair di fict ini? (TobiAkatsukiID)
A: Iyap. Main pairnya adalah NaruShion dan SasuOC. Maaf kalau ga suka, dan juga romancenya Cuma dikit kok.
Q: Apakah Naruto akan melawan Yondaime? (Namikaze rikudou)
A: Pertanyaannya akan terjawab di chapter ini.
Q: Siapakah yang melawan Gaara dengan mode Shukaku?
A: Tobi.
Q: Rasanya akan aneh kalau Naruto tiba-tiba bisa mengalahkan Hokage.
A: Naruto disini engga mengalahkan Minato. Sebaliknya, ia kalah karena Minato lebih punya pengalaman dan tentunya lebih hebat. Level Naruto mungkin masih setingkat Kakashi sekarang.
Q: Disini yang ngejar Kankurou dan Temari adalah Tobi ya? Bukan Sasuke dan Naruto? (NuruHime-chan19)
A: Iyap.
A/N: Ohya, aku punya konsep Rinnegan disini. Rinnegan level 1, level 2, dan level 3. Rinnegan level satu ciri-cirinya adalah satu lingkaran yang meneglilingi pupil mata. Level 2, dua lingkaran yang mengelilingi pupil, level 3, tiga lingkaran mengelilingi pupil.
Kekuatannya Rinnegan level 1: Interval Tendou (Deva path) adalah 15 detik. Kekuatan Ningendo (Human path) hanya bisa membaca pikiran dan tidak bisa. Chikusudo (Animal path) hanya bisa mensummon 2 makhluk yaitu badak dan anjing berkepala dua. Kekuatan Shurado (Asura path) hanya bisa mensummon dua pedang dan beberapa roket. Tidak bisa menggunakan Gakido (Preta path) dan Jigokudo (Naraka path)
Kekuatan Rinnegan level 2: Seperti kekuatan Rinnegan Nagato di canon. Interval Tendou 5 detik, Ningendo bisa membaca pikiran dan mencabut nyawa, Chikusudo bisa mensummon 4 binatang yaitu Burung, Panda, Anjing berkepala dua dan badak. Shurado bisa memakai beberapa roket, pedang dan senjata lain, lalu Gakido bisa menghisap chakra dan Jigokudo bisa mensummon King of Hell.
Kekuatan Rinnegan level 3: Interval Tendou hanya 3 detik. Ningendo bisa mengontrol seseorang dari jarak tertentu, Chikusudo bisa mensummo 8 binatang dan beberapa orang yang sudah 'ditandai', lalu Shurado bisa menggunakan berbgai macam senjata, lalu Gakido bisa menghisap suatu jurus, dan kemudian menggunakan jurus itu (kecuali kalau jurus itu adalah Kekkei Genkai seperti Hyouton, atau Mokuton dll), Jigokudo bisa memakai King of Hell untuk bertarung. Dan terakhir, bisa menggunakan kekuatan Gedo (Outer path) kalau di canon bisa menghidupkan seseorang yang mati, disini hanya bisa mengontrol tubuh orang yang sudah mati dan menghidupkannya untuk beberapa saat (Seperti Edo Tensei, Cuma lebih lemah).
Setuju ga kalau konsep Rinnegannya begitu aja? Soalnya informasi soal Rinnegan dikit banget. Dan btw, ada satu Rinnegan lagi. Seperti Mangekyou Sharingan yang notabene adalah versi sempurna dari Sharingan, Rinnegan juga bakal aku buat versi sempurnanya. Namanya? Fufufu~ Masih rahasia. Dan cara mendapatkannya… rahasia. Yang pasti cara mendapatkan versi sempurna Rinnegan itu bukan membunuh seseorang yang kita sayang seperti Mangekyou Sharingan karena Naruto gak mungkin aku suruh membunuh Arata atau mungkin Sasuke dan Yahiko.
Dan satu lagi, mata Rinnegan Yahiko adalah mata transplantasi yang artinya ia tidak bisa menaikan level Rinnegannya atau mendapatkan Rinnegan versi sempurna. Dan, Rinnegan Yahiko hanya sampai level 2 disini.
Udah deh, kebanyakan ngomongnya. Kita mulai storynya ajadeh.
Selamat Membaca!
.
The Tale of Uzumaki Naruto
.
Chapter 14: The Invasion!
.
"Kau…." Suara Genma tertahan ketika melihat dua orang di depannya. "Uchiha Sasuke dan…."
"Uzumaki Naruto, dattebayo!" Seru Naruto sebelum Genma menyelesaikan perkataannya. "Kau lawan pengawas saja, Sasuke-nii. Aku akan melawan yang lain." Ucap Naruto dan langsung melesat pergi.
Sasuke tersenyum arogan. Genma masih berada di posisi bertarung. Genma mengambil kuniainya, ia kemudian meelsat ke arah Sasuke, Sasuke bersalto ke belakang dan kemudian membuat handseal, "Katon: Ryuka no Jutsu!" Seru Sasuke. Dari mulutnya, ia menyemburkan naga api yang mengarah ke Genma.
Genma loncat ke belakang dan membuat handseal, "Suiton: Suiryuudan!" Seru Genma. Ia menyemburkan air dari mulutnya agar api padam.
Setelah apinya padam, Sasuke langsung melesat ke arah Genma, ia menendang kepala Genma, Genma menunduk dan bersalto kebelekang. Masih di udara, Genma melemparkan 3 buah Shuriken. Melihat 3 buah shuriken ke arahnya, Sasuke mengambil kunai dan menepis 3 buah shuriken itu. Ia langsung melesat dengan cepat ke arah Genma.
Saking cepatnya, tanpa disadari, Sasuke sudah berada di belakang Genma. Ia menendang Genma ke samping. Mengandalkan refleks, Genma berhasil memblok tendangan Sasuke dan terlempar ke samping sedikit.
Sasuke masih tersenyum dan lompat ke belakang. "Baiklah. Sudah cukup main-mainnya. Akan kutunjukan kekuatan Uchiha yang sebenarnya…" Sasuke menutup matanya. "Mangekyou Sharingan!" Seru Sasuke. Matanya kini tampak berbentuk bintang dengan pola shuriken di dalamnya karena hasil transplantasi mata Itachi yang membuatnya mendapatkan Eternal Mangekyou Sharingan.
Kecepatan Sasuke bertambah cepat, ia tiba-tiba langsung berada di samping Genma. Ia menendang Genma. Genma terlempar, dan Sasuke kembali muncul di depan Genma, ia menendang Genma dengan keras lagi.
Brukh!
Tubuh Genma terhantam dinding arena. Genma kemudian berusaha berdiri dengan susah payah. Melihat itu, Sasuke tersenyum. Ia kemudian menatap mata Genma. "Itu masih permulaan. Akan kutunjukan kemampuan Mangekyou Sharingan lainnya… Tsukuyomi!" Seru Sasuke.
Dan, Genma langsung ada di dunia ilusi milik Sasuke. Genma kini sedang terikat. Di depan Genma ada Sasuke. "Ini adalah dunia Tsukuyomi. Aku yang mengontrol waktu dan apapun di dunia. Mari kita mulai hukumanmu… Hukumanmu akan berlangsung selama 72 jam!" Seru Sasuke. Ia langsung menusuk Genma berkali-kali dengan pedang yang ia pegang.
Sementara itu, di dunia nyata, Genma langsung ambruk. Sementara Sasuke masih tersenyum menyeringai melihat keadaan Genma.
Beralih ke Naruto, ia kini sedang ada di tengah-tengah pusat Konoha dengan jubah Akatsuki dan hitai-ate Amegakure. Ia menutup matanya dan mengaktifkan Rinnegannya. Rinnegan level satu. Hanya ada satu lingkaran yang mengelilingi pupilnya. Ia kemudian membuat handseal, "Chikusudo: Kuchiyose no Jutsu!" Seru Naruto sambil menghentakan kedua tangannya ke tanah.
DI tanah, muncul segel Kuchiyose dan keluarlah badak dengan Rinnegan dan anjing berkepala dua. Ia kemudian melesat kembali ke arena untuk menemui Sasuke.
Sementara itu di podium arena..
Duar!
Pukulan keras Gai langsung membuat ninja dari Oto tak sadarkan diri. Ia kemudian menyeringai. "Bagaimana Kakashi? Aku sudah 27!" Seru Gai semangat.
Sementara itu di Kakashi, ia kini menedang keras ninja Oto sehingga ninja itu terlempar dan tak sadarkan diri. Setelah itu, ia melemparkan kunai yang dialiri chakra petir dan dilemparnya ke ninja Oto. "28." Ucap Kakashi sementara Gai langsung cemberut.
"Kalau aku kalah aku akan lari keliling Konoha dua ratus kali dengan tanpa kaki!" Seru Gai. Ia langsung memukul salah satu musuh dan kemudian menendang musuh yang lain.
Sementara itu di atap arena…
Orochimaru dan anak buahnya telah membuat barrier agar tidak ada yang menghalangi pertarungannya dengan mantan gurunya. Ia kini masih menatap mantan gurunya dengan seringai penuh percaya diri. Ia kemudian menatap ke arena dan melihat Sasuke. 'Sasuke?! Kukuku Sasuke… Akan kuambil tubuhmu nanti.' Pikir Orochimaru. Ia menatap Sandaime lagi.
Keduanya sama-sama berlari ke arah satu sama lain dan sama-sama membuat handseal. Sarutobi melemparkan 3 buah shuriken, "Tajuu Shuriken Kagebunshin!" Serunya. Dan, dari 3 shuriken kini menjadi 300 buah shuriken ke arah Orochimaru.
Orochimaru tidak tinggal diam saja, "Kuchiyose: Edo Tensei!" Serunya. Muncullah dua buah peti bertuliskan kanji satu dan dua. Peti ketiga muncul, tetapi kembali ke dalam lagi entah mengapa.
Dari kedua peti itupun muncul Hashirama Senju dan Tobirama Senju. Shodaime dan Nidaime Hokage.
Kembali ke arena…
Kini Naruto berada di atas dinding pembatas arena. Ia melihat beberapa Jounin Konoha bertarung melawan beberapa pasukan dari Oto dan Suna. Ia juga melihat Sasuke masih diam saja. Seperti menunggu seseorang untuk bertarung dengannya. Mata Rinnegannya kini tertuju ke atap arena. Ia melihat barrir dan di dalamnya terlihat siluet Sandaime Hokage sedang bertarung dengan Orochimaru. 'Dimana Yondaime?' Pikirnya. Ia kemudian menatap ke arah hutan. 'Kuharap Tobi berhasil.' Batinnya. Tak lama setelah itu, beberapa kunai bercabang tiga langsung tertuju ke arahnya. Ia meloncat ke belakang dan menghindarinya. Dan datanglah pria berambut kuning seperti Naruto dan memakai jubah berwarna putih dengan kanji Yondaime di belakangnya.
"Lama tak bertemu…. Tou-san." Ucap Naruto sambil memasang tampang stoic pada wajahnya.
Minato menatap Naruto sebentar. Yang menarik perhatiannya adalah jubah berwarna hitam dengan pola awan merah, hitai-ate Amegakure dan mata merahnya dengan pupil hitamnya yang dikelilingi satu lingkaran.
"Naruto. Ternyata selama ini kau bersembunyi di Amegakure?" Tanya Minato memasang tampang tertarik.
Naruto, masih dengan wajah tanpa ekspresinya tidak menjawab. "Aku missing-nin. Alasan aku memakai hitai-ate Amegakure adalah karena aku lulus menjadi shinobi di Amegakure. Bukan di Konoha." Ucap Naruto.
Minato menunduk. Wajahnya memasang tampang sedih. "Naruto… Maafkan aku…" Lirihnya pelan.
Naruto agak terkejut mendengar itu. "Untuk apa?" Tanyanya.
"Untuk.. segalanya. Ketika kau pergi, Kushina selalu menghantuiku dalam mimpi selama 7 tahun ini. Aku mencoba menyangkalnya, tetapi, perasaan bersalah ini selalu meningkat. Maafkan aku." Lirih Minato.
Naruto diam. "Aku maafkan. Tetapi aku tidak akan melupakan semua dosamu padaku." Ucap Naruto.
Minato agak kaget ketika mendengar pernyataaan maafnya diterima Naruto. "Baiklah. Aku tahu itu akan sulit. Kembalilah… Aku janji aku akan menjadi ayah yang baik untukmu."
"Tidak," Jawab Naruto. "Kau tahu? Ambisiku selama ini adalah untuk membunuhmu. Dan, melihat kau sudah berusaha meminta maaf padaku, kurasa aku dapat mengubah ambisi utamaku. Akan kuberi tahu, ambisiku adalah menciptakan kedamaian bersama Sasuke. Jika aku tidak menerima permintaan maafmu, aku akan sanagt terbakar oleh dendam dan membunuhmu. Ketika kau terbunuh, Konoha akan menyatakan perang denganku dan Sasuke dan berusaha mencariku dan Sasuke dan membunuhku. Ketika Sasuke dan aku dibunuh, orang-orangku akan marah dan akan mempunyai dendam pada Konoha dan menciptakan rantai kebencian." Lanjutnya.
Minato agak tersentak mendengar itu. Naruto benar. Ia agak tersenyum. "Kau mempunyai ambisi yang sangat besar, Naruto. Baiklah. Kurasa hari ini kita musuh. Ayo, tunjukan kekuatanmu." Ucap Minato.
Sementara itu, kembali di arena, Sasuke kini berhasil menghantam beberapa Chuunin Konoha.
Sret!
Satu Chuunin yang tidak beruntung itu tersayat oleh kunai yang dialiri chakra Raiton oleh Sasuke. Ia menyeringai. "Itachi, orang yang kau lindungi lemah." Ucap Sasuke pelan, dari depan, tanpa Sasuke sadari ada orang yang mengayunkan kunainya ke arah Sasuke, Sasuke menpis kunainya dan meloncat ke belakang. "Kakashi?" Ucapnya mencoba memastikan.
"Sasuke." Ucap Kakashi. Ia menutup mata kanannya agar bisa fokus pada mata Sharingan di mata kirinya. "Kenapa kau menyerang Konoha, Sasuke? Dan, kenapa kau mempunyai Mangekyou?" Tanya Kakashi.
"Balas dendam." Jawab Sasuke. Ia langsung melesat ke arah Kakashi dan mengayunkan kunainya, sayangnya, kunainya kembali ditepis oleh Kakashi.
"Apa maksudmu balas dendam?" Tanya Kakashi lagi. Ia melesat ke arah Sasuke dan kembali menyunkan kunainya ke arah Sasuke, Sasuke menunduk dan mencoba menendang dagu Kakashi dari bawah, tetapi Kakashi berhasil meloncat ke belakang.
"Danzou. Ia membunuh Itachi." Jawab Sasuke. Ia kembali berlari ke arah Kakashi dan mengayunkan kunainya. Kakashi menghindari kesamping dan mencoba menendang kepala Sasuke, Sasuke menunduk dan kemudian mencoba memukul perut Kakashi, sebelum terkena perutnya, Kakashi melompat ke belakang.
"Bukankah selama ini kau ingin Kakashi mati?" Tanya Kakashi lagi yang kebingungan. Ia tahu selama ini Sasuke ingin membunuh Itachi, lalu, kenapa ia ingin balas dendam pada Konoha ketika Itachi dibunuh Danzou?
Sasuke meloncat ke belakang. "Kau tidak tahu apa-apa. Kau tanya saja kebenaran dibalik pemataian itu pada para tetua council brengsek itu." Ucap Sasuke. Ia kembali melesat ke arah Kaakshi, mencoba menendang perut Kakashi, sayangnya Kakashi sudah meloncat ke belakang. Ia kembali melesat ke arah Sasuke dan mencoba melakukan roundhouse kick ke kiri, Sasuke memblok tendangan Kakashi dengan kedua tangannya. Ia meloncat ke belakang dan melemparkan 3 buah shuriken. Kakashi menghindari shuriken itu.
"Apa maksudnya kebenaran?" Tanya Kakashi. Ia melemparkan 2 buah kunai ke arah Sasuke, Sasuke dapat menepisnya dengan kunai yang dipegangnya, Kakashi kembali melesat ke arah Sasuke dan mencoba meninju Sasuke, sayangnya, kepalan tangan Kakashi langsung ditangkap oleh Sasuke. Memanfaatkan kesempatan, Sasuke menendang perut Kakashi dan membuat Kakashi terlempar ke belakang.
"Kau tidak tahu? Baiklah, biar aku beritahu. Danzou dan para tetua brengsek itu memberikan misi kotor pada Itachi. Karena klan Uchiha terlalu kuat, Danzou menyuruh Itachi untuk membunuh semua anggota klan Uchiha demi keselamatan desa." Ucap Sasuke. Semua yang ada di podium kursi penonton yang mendengar pernyataan Sasuke, langsung shock. Mereka tidak tahu kebenaran dibalik Itachi Uchiha.
Gai juga sedikit shock ketika mendengar itu. "Kau tahu darimana? Bisa saja yang memberi tahumu itu berbohong." Tanya Gai sambil meninju satu musuh dan menghantamnya ke dinding.
Sasuke melihat ke arah Gai sebentar. "Karena yang memberitahuku adalah Danzou dan Itachi sendiri." Jawab Sasuke. Semuanya kembali shock.
Sudah sadar dari shocknya, Kakashi kembali berdiri. "Baiklah. Aku tidak punya hak untuk mengubah keputusanmu. Sasuke, lihat ini. Sebenarnya aku ingin mengajarimu jurus ini, tetapi karena kau sudah pergi terlebih dahulu, aku tidak sempat. Mungkin kau bisa mengcopynya dengan sharinganmu." Ucap Kakashi. Ia kemudian membuat handseal, dan dari tangan kanannya muncul tegangan listrik.
"Aku sudah mendengar jurus itu… Chidori. Jurus original buatan Kakashi no Sharingan. Baiklah, akan kuperlihatkan jurus andalanku juga…" Sasuke langsung membuat handseal, dari tangannya ia mengeluarkan tegangan listrik yang sangat kuat seperti Kakashi. Tegangan listrik itu berbentuk seperti kepala naga yang terbuat dari listrik.
Keduanya langsung berlari dan mencoba menghantam jurus mereka masih-masing untuk membuktikan mana yang lebih kuat.
"Chidori!"
"Raigan!"
Kedua listrik di tangan mereka menghantam satu sama lain dan membuat ledakan yang sangat besar. Beberapa Chuunin dan Jounin yang tak beruntung ikut terluka dalam ledakan itu. Gai, Asuma dan Kurenai beruntung bisa menghindari ledakan itu dan menghampiri Kakashi yang terlempar.
Sementara itu Sasuke dengan jubah Akatsukinya juga terlempar dan menghantam dinding.
Naruto melihat itu. "Jadi, Sasuke menggunakan Raigan. Untuk memaksanya menggunakan tekhnik itu.. Pasti musuhnya lumayan kuat." Ucap Naruto pelan. Ia sedang beradu kunai dengan Yondaime Hokage.
"Lawannya adalah Kakashi no Sharingan. Kakashi juga menggunakan Chidori. Mereka sama kuat." Ucap Minato. "Sebenarnya.. Apa itu Raigon? Apa itu jurus terkuat Sasuke?" Tanya Minato dan kemudian ia menghilang dan muncul lagi di samping Naruto. Ia mencoba menendang Naruto tetapi sayangnya tendangannya diblok Naruto. Naruto melompat ke belakang. Mereka berdua sedang bertarung di atas pembatas arena ujian Chuunin.
"Raigon. Jurus Raiton tingkat tinggi. Sama seperti Chidori, itu adalah jurus yang menggunakan manipulasi chakra dan manipulasi elemen yang sangat tinggi. Itu adalah jurus yang Sasuke buat setelah berlatih tentang manipulasi chakra dan manipulsi elemen. Seperti Chidori, itu digunakan untuk membunuh seseorang secara instan. Tapi sayangnya, jurus itu masih belum sempurna." Ucap Naruto. Ia membuat handseal, "Ninyami: Wanhandreddo Sasu!" Seru Naruto. Di atas Yondaime, langsung terbentuk 100 spear runcing berwarna hitam yang mengarah ke Yondaime. Sebelum dapat menusuk, Yondaime dengan cepat langsung berpindah degan Hiraishin ke salah satu kunainya yang ada di dekat Naruto dan menendang perut Naruto. Naruto terlempar ke belakang dan terbaring.
Naruto mencoba kembali berdiri dan menyeka darah yang ada di ujung bibirnya. Ia menyeringai. "Aku akan serius sekarang." Ucap Naruto. Ia melihat sekeliling. 'Di setiap kunai tertempel segel summon ya? Jadi itu adalah rahasia dibalik kecepatan super Hiraishin. Untuk mengalahkannya, aku tidak boleh berada di dekat kunai-kunai itu.' Pikir Naruto. Ia meloncat ke belakang untuk keluar dari jangkauan ratusan kunai Hiraishin yang sudah di lempar Minato.
'Jadi dia sudah tahu rahasia Hiraishin?' Tanya Minato dalam hati. Ia mencoba menerjang Naruto.
Naruto yang melihat Yondaime menerjang ke arahnya tersenyum menyeringai. Ia mengarahkan telapak tangannya ke depan dan membuka telapak tangannya. "Shinra Tensei!" Serunya. Dan beberapa detik kemudian, yang bisa diingat Minato adalah terjangan angin super tinggi yang menghempaskannya dan kunai-kunainya. Ia terjatuh dari atas dinding pembatas arena dan kini ada di dalam arena.
'Apa itu?!' Pikir Minato. (Note: Minato tidak tahu kalau Naruto adalah Akano yang menyamar.) 'Apakah itu jurus Futon?' Tanya Minato dalam hati. Ia melihat ke atas, disana masih terlihat Naruto yang berdiri dengan jubah Akatsukinya di pembatas arena. 'Kalau kau berpikir untuk menghindari kunai-kunai itu untuk menghindari Hiraishin-ku, kau salah besar, Naruto…' Batin Minato. 'Hiraishin!' Batinnya dan dalam sekejap, ia sudah berada di belakang Naruto dan menendang Naruto dan membuat Naruto terhantam ke dalam arena.
'Bagaimana bisa?!' Tanya Naruto dalam hati. Ia kemudian mencoba berdiri dan melihat Minato. Di tangan kanan Minato, ada rotasi chakra berwarna biru yang lumayan besar. 'Rasengan?' Itu adalah yang terakhir kali Naruto pikir sebelum dalam kedipan mata, Minato muncul di belakangnya dan menghantam Rasengannya ke punggung Naruto.
"Hiraishin Rasengan!"
Sementara itu di hutan di dekat perbatasan Negara Api…
Tobi berlari mengejar Gaara. Ia kini telah semakin dekat. Di dalam topengnya, Tobi menyeringai. 'Ichibi…' Pikirnya.
Sementara itu, Temari yang menggendong Gaara kini semakin berkeringat. "Ia semakin dekat!" Seru Temari.
Kankurou menggertakan giginya. "Biar aku yang melawannya." Ucap Kankurou. Ia langsung berhenti dan mencoba menunggu Tobi. Tobi kini sudah tidak dalam wujud perempuannya dan kini mengenakan jubah Akatsuki beserta topeng spiralnya.
Tobi berhenti untuk melihat Kankurou yang memegang kugutsunya dan bersiap melawan Tobi. Tobi hanya diam saja tak menunjukan ekspresi. "Hm, bukankah itu Kugutsu buatan Sasori-san?" Tanyanya.
Kankurou hanya memasang ekspresi shock ketika mendengar Tobi. Dari nadanya, orang ini telihat seperti mengenali Sasori. "Kau mengenal Sasori si Pasir Merah?" Tanyanya dengan ekspresi tidak percaya.
Dan beberapa detik kemudian, seseorang yang memakai jubah yang sama dengan Tobi, Sasuke, dan Naruto muncul. "Maaf aku telat, Tobi. Ada beberapa Jounin Suna yang mesti kuurus." Ucapnya. Ia kemudian menatap ke arah Kankurou dengan wajah shocknya dan perhatiannya kini teralihkan pada Kugutsu yang dipakai Kankurou. "Hoo.. Tak kusangka aku akan melawan salah satu mainanku…" Lanjutnya.
Tobi yang melihat itu hanya diam saja. "Kuserahkan dia padamu, Sasori. Aku akan mengejar Ichibi." Ucap Tobi ia langsung melewati Kankurou yang bergumam sial.
Sasori tersenyum menyeringai, ia kemudian mengeluarkan gulungan. "Baiklah nak, akan kutunjukan salah satu mainanku…" ucap Sasori sambil membuka gulungannya, setelah memberi gulungan itu sedikit chakra, bunyi pof dengan asap langsung keluar dari gulungan itu.
Kankurou yang melihat Kugutsu, atau mungkin Hitokugutsu itu shock. Itu adalah salah satu Jounin Suna yang dikabarkan menghilang bertahun-tahun lalu. Ia mempunyai Kekkei Genkai Hyouton. Kankurou langsung mengambil kuda-kuda bertarung.
Sementara itu di suatu tempat di Konoha….
Rookie 12, kecuali Sasuke kini sedang berhadapan dengan beberapa Chuunin dari Oto dan Suna. Terlihat Kiba yang menggunakan Gatsuga ke beberapa ninja Oto. Lalu Tenten yang mengerahkan semua senjatanya kepada beberapa Chuunin Suna. Lalu Neji yang menggunakan Jyuken ke beberapa Chuunin musuh. Shikamaru juga terlihat sedang berpikir strategi ketika semakin banyak musuh yang datang.
Sementara itu, Arata membuat handseal, "Mokuton: Shibu Shuriken!" Seru Arata. Disaata yang bersamaan, dari tanah muncul pilar-pilar kayu yang melemparkan puluhan Shuriken dari kayu kepada musuh. Semua Rookie 12 yang melihat Mokuton terlihat shock.
"Hoy Arata, sejak kapan kau bisa menggunakan Mokuton?" Tanya Kiba sambil memblok beberapa serangan musuh.
"Dua minggu yang lalu, Kakashi-sensei menyadari bahwa aku berpotensial menggunakan Mokuton. Jadi dia menyuruh satu-satunya pengguna Mokuton yang masih hidup di Konoha selain aku, Yamato-sensei untuk melatihku. Jadilah aku seperti ini." Jawab Arata. Ia kemudian kembali membuat handseal, "Mokuton: Soutei Hashira!" Seru Arata. Dari tanah muncul beberapa pilar kayu yang mengikat pergerakan beberapa musuh sebelum dibunuh oleh ratusan kunai Tenten. "Bagus sekali, Tenten!" Seru Arata. Tenten hanya tersenyum mendengar pujian itu.
Sementara itu, kembali ke arena ujian Chuunin…
Sasuke kini sudah berdiri, begitupun juga dengan Kakashi. Kakashi menutup mata Sharingannya agar tidak membuatnya kehabisan Chakra sementara itu Sasuke sudah mendeaktifkan Mangekyou Sharingannya. Terlihat darah keluar dari mata Sasuke dan kini Sasuke memegang mata kanannya yang sepertinya mengeluarkan darah paling banyak.
Sasuke kemudian melihat ke arah Naruto sebentar yang kini juga sudah kelelahan karena jurus Yondaime. Yondaime sendiri kini sudah berada di atas atap mencoba melihat keadaan Sandaime dan mungkin menerobos barrir yang dibuat Orochimaru.
Sasuke kemudian berdiri. "Baiklah Kakashi. Kali ini kau kubiarkan menang." Ucap Sasuke. Ia kemudian menghilang dan muncul kembali di dekat Naruto yang kini sedang memegang punggungnya yang kesakitan. Ia melepaskan jubah Akatsukinya dan memperlihatkan baju berwarna hitam. "Terlalu banyak Jounin disini. Kita harus kembali ke Tobi." Perintah Sasuke.
Naruto mengangguk. Ia kemudian melihat ke atas dimana Orochimaru dan Sandaime bertarung. "Tak adakan yang bisa kita lakukan untuk membantu Sandaime-jii-san? Selama ini ia selalu membantu kita." Ucap Naruto.
Sasuke juga sedang berpikir. Perkataan Naruto benar. Sandaime selalu menyayangi mereka berdua bagaikan cucu mereka sendiri. Sasuke selalu mendapat kunjungan dari Sandaime di rumahnya untuk memberinya makanan atau mungkin hanya menanyai kabarnya. Awalnya Sasuke kira Sandaime hanya bertingkah begitu karena kasihan padanya. Tetapi tidak. Sandaime melakukan itu dengan sepenuh hatinya untuk membantu Sasuke.
"Dari yang kudengar, barrir itu tahan terhadap semua Ninjutsu." Ucap Sasuke. Ia juga sebenarnya ingin menolong Sandaime, tetapi, mau bagaimana lagi?
Naruto tersenyum tipis. "Hanya Ninjutsu? Kalau begitu, ini mungkin bisa membantu." Ujar Naruto. Ia kemudian berdiri dan mencoba pergi ke atap arena.
Kini Naruto dan Sasuke sudah berada di atap arena. ANBU yang menyadari mereka berusaha membuat kuda-kuda bertarung untuk menjaga Yondaime.
"Kita tidak datang untuk bertarung," Ucap Naruto dan membuat ANBU sedikit melepaskan kuda-kudanya. "Aku hanya ingin membantu Sandaime karena selama ini ia yang selalu membantuku." Lanjutnya sambil memberikan deathglare ke arah Minato. Minato hanya diam saja dan merasa bersalah ketika Killing Intent yang sangat besar tertuju padanya.
"Bagaimana caranya? Barrir ini tahan semua ninjutsu." Ucap salah satu ANBU.
"Heh," Naruto menyeringai. 'Kalau memakai ini, Interval Tendouku akan berlangsung selama beberapa jam. Baiklah…' Pikir Naruto. Ia membuka telapak tangannya dan mengulurkan tangannya ke arah barrir itu. "Shinra Tensei!" Serunya. Dan hasilnya, barrir itu retak, semuanya terlihat shock kecuali Naruto dan Sasuke. "Selesaikan dengan Rasengan." Lanjutnya sebelum kembali berlari dari saa bersama Sasuke.
Minato mengangguk dan kemudian membuat Rasengan, ia menghantamkan Rasengannya ke dinding barrir, "Rasengan!" Teriaknya sambil menghantamkan Rasengannya. Dan benar apa kata Naruto, barrirnya langsung pecah dan memperlihatkan wajah Orochimaru yang shock dan Sandaime yang akhirnya lega.
"Bagaimana bisa Shinra Tensei-mu bisa membuatnya retak?" Tanya Sasuke pada Naruto. Mereka kini telah berada dalam kawasan hutan untuk menyusul Tobi.
"Shinra Tensei bukanlah Ninjutsu. Itu adalah tekhnik Samsara yang diberikan Rinnegan. Mungkin itu seperti Amaterasu-mu. Amaterasu itu bukan Ninjutsu." Jawabnya. Sasuke hanya mengangguk.
Sementara itu, di hutan di dekat perbatasan Konoha, dua orang bertudung terlihat sedang mengawasi Konoha.
"Jadi, bagaimana? Apakah kita akan mengejar Kyuubi?" Tanya seseorang yang sedang menyender di batang pohon.
"Ia sudah keluar dari Konoha. Ayo ikuti dia, Madara."
To Be Continued…
A/N: Karena udah buat para readers nunggu lama untuk chapter 13, jadi, aku publish chapter 14 secepatnya. Maaf ya kalau pendek. Last, review?
