Present

-a ChangKyu drabble by winterTsubaki-

*inspired by Kyuhyun's improptu-showing up on Tohoshinki's concert in Nagoya alone without any noticement before-

A/N: it's not fair ChangKyu! Why you always had a moment when I was supposed to be busy with something else T^T Now that I cannot calm, I need to vent this fangirl imagination into words before I can function again.

Warning: no proofread, amen the error.


.

.

.

Ruangan itu sederhana, hanya terdapat dua buah sofa, satu buah coffe table dan dua buah meja rias lengkap dengan cermin besar di depannya. Changmin yang sejak tadi telah selesai dengan make-up juga tatanan rambutnya tengah duduk santai di sofa dengan earpiece menyumbat lubang telinganya. Kedua matanya tertutup rapat, pungung dan kepalanya ia sandarkan pada sandaran sofa. Pria tinggi itu tampak menikmati alunan lagu yang tengah terputar dari iPod touchnya, suara merdu mengalun lembut dari ujung earpiecenya, membuat dirinya terhanyut dan rindu. Ya, ia merindukan si pemilik suara lembut yang lagunya sejak tadi terus terputar on repeat dari iPod touch hitam milik tersebut, ia merindukan sosok itu-Kyuhyun.

Sudah berminggu-minggu sejak terakhir kali ia dan Kyuhyun bertemu, pria tinggi itu masih sedikit kesal karena tak bisa menghabiskan hari ulang tahun Kyuhyun yang jatuh pada tanggal 3 Februari lalu berdua. Schedulenya yang berbenturan dengan jadwal keberangkatan Kyuhyun-juga KyuLine-ke India membuat Changmin harus rela tidak menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun pada Kyuhyunnya-ya, si kodok Minho lah yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun hari itu-bukan hanya itu saja, bahkan schedulenya dan Kyuhyun yang sama-sama padat membuat Kyuhyun lagi-lagi tidak bisa bersama dengannya di hari ulang tahun Changmin, 18 Februari lalu. Kyuhyun memang tetap menjadi orang pertama yang mengucapinya selamat-pria itu menghubunginya melalui video call tepat pukul 12 malam-tetapi Changmin ingin Kyuhyun berada di sisinya, bisa ia sentuh, bisa ia rengkuh.

"Changmin-ah"

Changmin membuka matanya saat merasa kalau seseorang tengah mengguncang bahunya. Ternyata Yunho telah selesai dengan riasannya dan mereka harus segera ke backstage untuk memulai konser. Dalam diam Changmin menekan tombol stop di layar iPodnya, memasukkan iPod itu kedalam ranselnya yang ia letakkan tak jauh dari tempatnya duduk. Ruang tunggu itu sudah sepi, hanya ada dirinya di dalam sana, sepertinya para crew dan staff lain sudah pergi terlebih dahulu ke backstage. Changmin melirik pantulan dirinya di cermin, merapikan rambutnya sedikit sebelum sebuah ketukan di pintu menginterupsinya.

"Masuklah"

Pintu itu terbuka dan Changmin bisa mendengar suara langkah kaki seseorang masuk ke dalam ruangan tetapi ia tak berbalik untuk melihat siapa gerangan orang tersebut.

"Tak perlu menata rambutmu lagi, kau sudah terlihat begitu tampan"

Mendengar suara yang sangat ia rindukan secara langsung dan dari jarak yang dekat Changmin langsung memutar tubuhnya dan ia menemukan Kyuhyun tengah berdiri di sana, hanya sejauh satu rentangan tangan darinya. Pria manis itu mengenakan matching overcoat berwarna navy yang sering mereka kenakan dan didalamnya ia memakai sweater berwarna biru.

Changmin yang terlalu kaget melihat Kyuhyun disana hanya bisa melongo dengan mulut terbuka. Melihat ekspresi aneh Changmin itu Kyuhyun pun tertawa kecil.

"Tak perlu sekaget itu kan, Chwang" ucapnya.

"Kenapa kau bisa ada disini? Bukankah jadwalmu penuh sampai bulan depan? Apa yang kau lakukan di Nagoya sendirian?" rasa kaget rupanya membuat Changmin keceplosan bertanya panjang lebar dan hal itu dirasa Kyuhyun cukup lucu, buktinya pria manis itu justru kembali tertawa.

"Aku disini untuk memberikanmu hadiah ulang tahun"

Changmin mengerutkan dahinya "Hadiah ulang tahun?" tanyanya bingung.

Kyuhyun menunjuk sebuah pita merah yang melilit di lehernya "Happy belated birthday Chwang" katanya sambil mengedipkan sebelah mata.

Changmin mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya ia sadar maksud dari perkataan Kyuhyun-pria manis itu mengatakan kalau dirinyalah hadiah ulang tahun untuk Changmin-, magnae TVXQ itu tertawa, iapun mengulurkan tangannya, menarik lengan Kyuhyun untuk semakin mendekatkan jarak mereka.

"Terima kasih untuk hadiahmu, tapi…ini tidak bisa disebut hadiah" Changmin menarik ujung pita di leher Kyuhyun.

"Eh? Maksudmu? Kau tak mau kalau hadiahnya hanya aku?" tanya Kyuhyun.

Changmin menarik pita di leher Kyuhyun hingga terlepas lalu mencium ujung pita tersebut, wangi Kyuhyun.

"Karena kau kenyataannya adalah milikku jadi itu tak bisa dihitung sebagai hadiah, kan?" Changmin memeluk pinggang Kyuhyun, pria tinggi itu menundukkan kepalanya sedikit, mendekatkan jarak antara wajahnya dengan kekasihnya tersebut lalu dalam hitungan detik kedua bibir itupun bertaut, seperti menemukan pasangannya, kedua belah bibir itu menempel dengan sangat pas.

Ciuman itu polos, tanpa urgensi, tanpa dominasi. Changmin dan Kyuhyun berciuman dengan pelan dan lembut, menikmati sensasi hangat di tubuh masing-masing saat bibir mereka bertemu.

Setelah beberapa detik ciuman itupun terlepas, Changmin meneliti sosok Kyuhyun dalam pelukannya, pipi chubby itu memerah karena ciuman mereka tadi membuat wajah Kyuhyun terlihat semakin imut dan manis.

"Kau curang, ini kan hadiah ulang tahun untukmu tapi kenapa justru aku yang merasa sesenang ini?" tanya Kyuhyun dengan pipi merahnya.

Changmin tersenyum "Saranghae, Kyu" dan mencium pria manis pemilik hatinya itu sekali lagi.

.

.

.

END