Sebuah siluet hitam terlihat tengah berjalan di terowongan yang cukup besar dan gelap, sosok itu terlihat berjalan santai sampai akhirnya sosok itu menghentikan langkahnya didepan sebuah pintu yang terlihat terbuat dari besi tebal dengan aksen tengkorak-tengkorak manusia yang menempel di pintu tersebut.
Dengan perlahan, Sosok itu membuka pintu itu. Setelah terbuka sepenuhnya, sosok itu langsung masuk dan kembali menutup pintu itu.
Kini dihadapan sosok itu, duduk seorang sosok yang ukurannya dua kali lebih besar dari sosok yang membuka pintu tadi. Sosok tersebut tidak terlihat jelas karena ruangan itu hanya diterangi oleh dua Obor kecil yang menempel disamping pintu tadi. Sosok itu membuka matanya dan terlihatlah sepasang mata berwarna Orange yang bersinar terang. Sosok itu duduk disebuah singgasana yang cukup besar.
Sosok pertama tadi langsung bersujut didepan sosok yang ada didepannya. Beberapa detik setelahnya, sosok itu menarik tubuhnya yang tadinya bersujut menjadi berjongkok layaknya seorang Ksatria yang sedang menghadap rajanya.
"Bagaimana Yamibozu, apa kau sudah menemukannya?" tanya sosok yang duduk di Singgasana tersebut dengan nada berat nan mengerikannnya.
"Hamba sudah menemukannya tuan, dia adalah pemuda yang terlihat cukup tangguh. Hamba menemukannya di wilayah Elemental Nation, tepatnya di desa Konohagakure. Dia sekarang tengah mengikuti suatu pertandingan yang disebut Ujian Chuunin." Ucap sosok yang tengah berjongkok tersebut.
"Bagus, untuk saat ini kau terus pantau apa yang dilakukan olehnya." Ucap sosok itu lagi.
"Baik tuan." Setelah mengucapkan kata barusan, sosok yang sedang berjongkok itu menghilang dari tempatnya tanpa meninggalkan bekas apapun, meninggalkan sosok bermata Orange itu sendiri yang kini tengah menampilkan seringaian keji miliknya.
"Khu.. khu.. khu.. tak lama lagi, dunia ini akan kembali ku kuasai seperti dulu. Aku juga akan membalas kekalahanku waktu itu pada penerusmu, Inazuma.. Kagami." Desis sosok tersebut, sambil melebarkan seringai Iblisnya.
.
.
The Knight Of Black Thunder
Disclaimer : Masashi Kishimoto.
Pairing : [Naruto U. X OC (Amaterasu and Tsukuyomi) ]…[ Menma U. X Karin U.]
Genre : Adventure, Fantasy, Family, Romance. And little Bit Techno and Western (From Kira Brothers)
Summary : Susano'o, sang Dewa penguasa Laut dan Badai ini akhirnya mengangkat seorang Murid untuk menjalankan sebuah tugas. Mampukah sang Murid menjalankan tugasnya. (Main Summary)
Warning : OC, OOC, Abal, Gaje, Typo's, Godlike!Naru, HyperStrong!Menma, Smart!NaruMenma, etc..
Terima kasih untuk Review para Reader untuk Chapter kemarin. Nah, Sebelum membaca kelanjutan isi Chapter 14, kita terlebih dahulu masuk kedalam sesi Tanya-Jawab untuk chap 13 kemarin..
Q : Apa nanti minato akan menjadi hokage lagi thor?
A : Jadi Hokage lagi, masih saya Fikirkan. Entah iya atau tidak nanti, soalnya fikiran sayaselalu berubah-ubah,hehe.
Q : Neh apa ada musuh selain akatsuki dan raja iblis ?,dan saat naru vs sanbi kan naru tau klo sanbi di kendalikan nah kenapa naru seperti ketakutan "menurutku"di tandai dg perkataan hati naru saat pertarungan dg sanbi. Dan sebagai murid dewa pasti taulah permasalahannya ,lanjut
A : pertanyaan pertama, tidak ada, terlalu rumit nantinya. Untuk yang kedua, Naruto tidak ketakutan kok, Cuma terkejut saja, karena dia baru tau kalau ada yang seperti itu didunia shinobi, selama dia berada di dunia para dewa, dia hanya fokus berlatih tanpa ingin mengetahui keadaan dunia Shinobi.
Q : apa orochimaru bakal mati? atau malah kabur dari naruto?
A : pertanyaannya, terjawab di chapter ini, hehe.
Q : keren sih improvisasinya, tapi apa gak terlalu overkill? soalnya cheytac M200 (yang asli) kan memiliki jangkauan tembak sekitar 1 - 3 KM, dan bagi yang sudah ahli, bahkan sampai 5 - 6 KM, apa gak curang ya?
A : gak kok,disini Cheytac M200 jangkauan tembaknya hanya 3 KM, jadi meurutku itu tidak terlalu Over kok, hehe.
Q : pertanyaan nya simpel aja "Fic ini kira tamat di chapter berapa dan apa akan ada season 2 nya jika Fic ini dah tamat"...?
A : fic ini tamat kira-kira 30-40 keatas deh, tapi gak tau juga, soalnya tergantung jalan ceritanya. Soal Seasson 2nya, kita lihat saja nanti ya, hehe.
Q : kapan AmaTsuki no Megami ketemu ama Naruto lagi?
A : tnang aja, tak lama lagi mereka bertemu kok.
Q : Author san saya mau nanya apakah menma punya hyuton dan jinton
A : tidak, soalnya dah terlalu mainstream, hehe. Cukup elemen Api sama Angin saja, ditambah lagi kan nanti Menma bisa gunain semua kekuatannya yang ada di RTN.
Q : kenapa si mbah oro gx ngasih segel yang ngacauin cakra di perut menma..?
A : tidak harus begitu kan, ini kan AU, jadi saya gak terlalu bergantung ama Canonnya, memang jalan ceritanya sementara ini ngikutin canon, tapi nanti akan akan lain ceritanya.
Q : Sebenarnya thor, saya kurang suka ngeliat takayuki melawan memakai sentajat api sih.
A : sorry deh. Soalnya disini Takayuki saya buat menjadi spesialis senjata api, berbanding terbalik degan Takehiko yang menjadi spesialis senjata tajam.
Q : bukankah ANBU Root itu kagak punya perasaan...? perasaan yang dimaksud itu seperti rasa takut, terkejut dan lainnya...Nah entah diparagraf keberapa gue lupa tapi disitu dikatakan " Kedua rekannya yang melihat kejadian itu pun tak pelak membuat mereka membulatkan mata mereka masing-masing"...bukankah "membulatkan mata" itu sama saja dengan terkejut...?
A :memang, semua orang yang walaupun tak punya emosi pun bisa terkejut kalo ngelihat hal-hal yang seperti itu, hanya dengan senjata kecil bisa membunuh satu orang, pastinya orang awam macam Anbu Root pun terkejut.
Yup. Sesi Tanya-Jawab berakhir sampai disini. Selamat membaca kelanjutan isi Chapter 14…
[:+:]
[:+:]
[:+:]
Jdeerrr!
Sebuah petir hitam muncul dan menyambar ujung gagang Zanbatou itu, dan setelah petir hitam itu hilang, Kini tampak Naruto tengah berdiri diatas gagang Zanbatounya dengan satu kaki sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Dia memandang sekelilingnya untuk melihat keadaan Team Adiknya, dan pandangannya terakhir mengarah ke Orochimaru, dan pandangan yang tadinya datar sekarang menjadi sangat dingin dan berkilat.
"Sepertinya aku terlambat."
Orochimaru yang melihat Naruto tengah memandang dirinya dengan tajam hanya menampilkan raut wajah kesal. Ya, dia kesal karena kehadiran Naruto membuat dirinya gagal menanamkan segel Kutukan pada tubuh Menma.
"Siapa kau!?" desis Orochimaru sambil menajamkan matanya.
"Siapa aku? Manusia ular tak berguna sepertimu tak pantas mengetahui siapa aku ini." Ucap Naruto sambil menampilkan seringai mengejeknya. Dia mencoba untuk membuat emosi Orochimaru meledak.
"Khu..khu..khu.. Kau menarik anak muda. Tapi sayang, kau tidak tau dengan siapa kau bicara." Ucap Orochimaru agak kesal mendengar ucapan Naruto barusan.
"Oh ya. Biar aku tebak. Kau adalah Orochimaru, salah satu dari tiga legenda Sennin selain Tsunade Senju dan Jiraiya. Kau keluar dari Konoha dan menjadi Missing-nin karena kau sudah melakukan percobaan-percobaan yang tidak Manusiawi dengan beberapa orang Konoha. Apa aku benar?" ucap Naruto sambil kembali melebarkan seringaiannya.
"Khu..khu..khu.. kau benar Bocah. Dan sepertinya aku harus membunuhmu karena kau sudah mengetahui siapa aku ini. Sekarang, ucapkan hallo pada gerbang kematianmu!" Ucap Orochimaru sambil melesat dengan cepat kearah Naruto.
'Heh, seharusnya aku yang bilang begitu.' Batin Naruto lagi-lagi melebarkan seringaiannya. Dan dengan cepat Naruto melompat sambil mencabut Zanbatounya lalu melesat kearah Orochimaru.
"Sen'eijashu!"
Orochimaru yang sudah dekat dengan naruto langsung mengeluarkan salah satu jutsu miliknya berupa puluhan Ular yang keluar dari lengan bajunya.
Ular-ular itu langsung melesat dan mengincar tubuh Naruto yang saat ini sudah 5 meter didepan Orochimaru. Naruto sendiri hanya menatap datar puluhan Ular yang menyerangnya.
Jrraassshhhhhh! Jrraassshhhhhh!
Naruto menghindari terkaman ular-ular itu dengan lincahnya, sesekali dia juga menggunakan Zanbatounya untuk menebas kepala ular-ular milik Orochimaru tersebut.
Orochimaru yang melihat jutsunya tidak mempan akhirnya kembali menarik Ular-ular itu masuk kembali kelengan bajunya.
"Khu..khu..khu.. kau lumayan juga Bocah, dan sepertinya kau mempunyai pedang yang unik." Ucap Orochimaru dengan seringai Ularnya.
Naruto yang mendengar ucapan itu hanya terdiam. Tidak mempedulikan ucapan Sennin Ular itu, Naruto lebih memilik melesat dengan Zanbatounya yang sudah siap memotong maupun membelah tubuh Orochimaru.
"Wahh, kau sepertinya tak sabaran melawanku heh." Setelah ucapannya selesai, Orochimaru juga ikut melesat dengan sebilah katana tipis yang cukup panjang yang berada di genggamannya.
Trankk!
Krekk!
Orochimaru melotot saat melihat bagaimana katana miliknya retak hanya dengan sekali bertabrakan dengan Zanbatou milik Naruto. Melihat posisinya yang sekarang tidaklah menguntungkan, Orochimaru langsung melompat agak jauh kebelakang menjauh dari Naruto yang masih memandangnya dengan seringai dan tatapan tajam yang keluar dari manik Emasnya.
'Pedang itu sangat kuat. Aku harus bisa memilikinya.' Batin Orochimaru dengan pandangannya yang lurus kearah Blade of Artemis yang sedang digenggam oleh Naruto.
Naruto yang mendengar isi kepala Orochimaru kembali menyeringai. "Dari pandanganmu, kau terlihat tertarik dengan Zanbatou milikku eh Orochimaru? Zanbatou ini bukanlah Zanbatou biasa. Zanbatou ini terbuat dari besi Murni dan Mutiara Naga Hitam yang sangat langka. Dengan kekuatan dari Mutiara Hitam yang menjadi bahan dasar Zanbatou ini, aku bahkan bisa membelah Gunung dengan hanya sekali tebas." Ucap Naruto berbohong mengenai Zanbatounya karena ingin melihat reaksi Orochimaru.
Orochimaru yang mendengar ucapan naruto barusan cukup terkejut, Mutiara Naga Hitam? Dirinya bahkan baru mendengar perihal tentang Mutiara tersebut. Perlahan seringai menyeramkan tercetek dbibirnya, keinginannya untuk mendapatkan Zanbatou tersebut kini semakin besar.
"Khu..khu..khu.. Zanbatoumu sangat menarik Bocah. Aku dengan senang hati akan mengambilnya darimu."
Setelah menyelesaikan ucapannya barusan, Orochimaru langsung melesat dengan cepat menuju arah Naruto, katana yang tadinya terlihat retak kini kembali seperti semula karena Orochimaru mengalirkan Chakranya ke Katana yang digenggamnya.
Naruto yang melihat itu hanya berdiri mematung tanpa bergerak seincipun dari posisinya, seringai miliknya kembali tercipta, bahkan lebih lebar dan menyeramkan dari yang sebelumnya.
Wuusssshhh!
Kecepatan Orochimaru yang sangat cepat bahkan bisa menciptakan suara Gesekan Udara diekitarnya. Katana yang ada digenggamnya pun kini mengarah tepat kearah Jantung Naruto.
Trank!
Naruto dengan gerakan yang sangat cepat langsung menangkis tebasan Katana Orochimaru yang mengarah ke jantungnnya degan Zanbatou miliknya.
Trank! Trank! Trank!
Seakan tak puas karena Naruto dapan menghalau tebasannya, Orochimaru kembali melesatkan tebasan-tebasan Katananya kearah tubuh bagian-bagian Vital miik Naruto. Namun Naruto menangkis tebasan-tebasan itu dengan cukup mudah.
Trank!
Dentingan Logam itu kembali terdengar saat Orochimaru melesatkan tebasan Katana miliknya kearah leher Naruto. Namun lagi-lagi Naruto dapat menghalau tebasannya dengan cepat.
Buagh!
Naruto tak menyia-nyiakan celah yang dibuat Orochimaru. Dengan sangat cepat Naruto melesatkan tendangan kaki kanannya kearah pinggang Orochimaru dengan cukup kuat. Orochimaru yang terkena tendangan Naruto itu pun tubuhnyaa terseret kebelakang. Naruto yang melihatnya langsung menancapkan Zanbatounya ketanah yang ada disampingnya dan langsung membuat Handseal dengan sangat cepat pula.
"Katon : Gokkakyuu no Jutsu!"
Naruto langsung memuntahkan Bola Api yang ukurannya 3 kali lipat dengan ukuran Normal kearah Tubuh Orochomaru yang masih terseret akibat efek tendangannya.
DDUUUAAARRRRR!
Bola api itu meledak dengan cukup besar ketika menabrak tubuh Orochimaru, asap tebal berwarna hitam membumbung tinggi ditempat ledakan tersebut. Naruto yang melihatnya pun masih menyiapkan posisi siaganya karena dia yakin kalau serangannya barusan tidak mungkin membuat Orochimaru yang menyandang gelar Sennin mati karena serangan A Rank barusan (A Rank karena ukuran Bola Api itu 3 kali lebih besar).
Menma yang melihat serangan yang dibuat Naruto barusan kagum. Baru kali ini dia melihat seorang Shinobi bisa memuntahkan Bola Api yang lebih besar dari ukuran Normalnya.
Berselang beberapa saat, asap hitam yang mengelilingi area tempat ledakan Bola Api itu akhirnya menghilang. Naruto sekarang bisa melihat Orochimaru berdiri dengan kedua tangannya dan kaki Kirinya menghilang akibat Jutsu Naruto tadi.
Naruto menyerngitkan Alisnya ketika Orochimaru membuka mulutnya tiba-tiba, kebingungannya terganti dengan sedikit terkejut karena melihat sebuah tangan muncul dari dalam mulut itu dan berlanjut kesebuah tubuh yang keluar dari mulut terebut. Benar, Orochimaru menggunakan Body Shedding nya.
"Wah-wah, sama seperti Ular pada umumnya, kau bisa berganti Kulit eh Orochimaru? Kau tau, aku Jijik melihat bagaimana caramu berganti kulit itu." Ucap Naruto dengan seringai yang masih menempel di bibirnya.
"Kau! Akan ku bunuh kau Bangsat!" teriak Orochimaru geram. 'Brengsek! Aku sudah dua kali menggunakan Jutsu ini, saat melawan Bocah Kyuubi itu dan sekarang saat melawan Genin yang bahkan belum kuketahui namanya. Chakraku sudah terkuras lebih dari setengahnya.' Batin Orochimaru menyambung perkataannya.
Dengan cepat, Orochimaru melepas tubuhnya dengan Kulit sebelumnya dan langsung berlari dengan sangat cepat sambil Kusanagi no Tsurugi yang sudah berada digenggamannya.
Naruto yang melihat keseriusan dan niat membunuh yang dikeluarkan Orochimaru pun ikut melesat dengan kecepatan yang sama seperti kecepatan sang Sennin.
Trank! Trank! Trank!
Dentingan logam kembali terdengar saat kedua Logam tersebut saling berbenturan. Kecepatan mereka dalam bergerak dan menebaskan senjata mereka masing-masing sangat cepat, Menma yang melihat pertarungan itu pun matanya tak henti-hentinya bergerak kesana kemari mengikuti kemana kedua orang Shinobi itu bergerak dan saling beradu Kenjutsu tingkat tinggi.
Trank!
Setelah kedua senjata itu kembali berbenturan, kedua pemilik senjata itu kambali bergerak dengan sangat cepat hingga menampilkan Blur-blur berwarna hitam saking cepatnya gerakan mereka.
Wuuussshhhh!
Wuuussshhhh!
Kedua Shinobi tingkat tinggi itu muncul di Udara secara bersamaan dan melesat kearah satu sama lain secara bersamaan juga. Senjata Naruto maupun Orochimaru ini berada di belakang tubuh mereka, bersiap untuk melesatkan tebasan mereka masing-masing.
CRAASSSHHH!
Muncul bunyi seperti sebuah tebasan yang mengenai tubuh saat mereka berdua saling menebaskan senjata mereka masing-masing, entah siapa yang terkena tebasan tersebut.
Tap! Tap!
Naruto dan Orochimaru mendarat bersamaan dengan posisi saling membelakangi. Posisi Naruto saat ini sedang berjongkok dengan Zanbatounya berada didepannya dan tangan kirinya lurus kebelakang. Sedangkan Orochimaru saat ini berdiri dengan Kusanaginya yang masih teracung kedepan.
Selama beberapa saat, mereka berdua masih dengan posisi masing-masing. Sampai..
Bruk!
"AARRRGGGHHHHH!"
Tangan kanan yang menggenggam Kusanagi no Tsurugi tersebut tiba-tiba terpotong dan jatuh ketanah yang ada dibawahnya. Orochimaru sang pemilik tangat itu pun berteriak karena merasakan sakit yang luar biasa di area tempat potongan tersebut.
Menma yang melihat itu pun kembali terkejut, dia tak menyangka kalau temannya itu bisa membuat Shinobi sekaliber Orochimaru berteriak kesakitan.
Memang, tebasan yang dilesatkan oleh Naruto tadi dilumuri oleh Aura Destruction yang dia dapat dari Iparnya, Susano'o. dan hasil tebasan itu juga tak main-main, selain terpotongnya tangan Orochimaru barusan, tebasan itu juga memberikan rasa sakit yang luar biasa pada korbannya.
Naruto yang mendengar ucapan Orochimaru tadi langsung berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap kearah Orochimaru yang masih membelakanginya. Tak lupa Zanbatounya yang sekarang ditaruh di pundaknya.
"Kheh, Ayolah Orochimaru. Jangan bilang kalau luka kecil seperti itu kau sudah tak bisa bertarung lagi." Ucap Naruto dengan Nada meremehkan.
'Bangsat! Baru kali ini aku merasakan sakit yang luar biasa ini, sebenarnya seberapa kuat Zanbatou milik Bocah itu hingga hanya dengan tebasan biasa saja sakitnya sangat luar biasa seperti ini?' sungut Orochimaru dalam hati.
Orochimaru pun perlahan membalikkan badannya kearah Naruto. Saat melihat seringai meremehkan dari bibir Naruto, Orochimaru semakin Geram seakan dirinya dihina dengan kasat mata oleh Naruto, bahkan dia menyingkirkan rasa sakit dan darah segar yang terus mengalir dari lukanya.
"Kau! Berani-beraninya kau membuatku seperti ini!" teriak Orochimaru.
Setelah itu pria bergelar Sennin itu melakukan sebuah jutsu yang kembali membuat Naruto menaikkan alisnya. Dari tubuh Orochimaru, Muncul beberapa ular yang membungkus tangannya yang terpotong, beberapa detik setelahnya ular-ilar itu berubah menjadi tangan Baru yang sama persis dengan tangan Orochimaru yang terpotong.
"Lantas apa maumu? Apa kau mau bermain lagi denganku?" tanya Naruto dengan nada menantang.
'Apa? Pertarungan sebelumnya dia anggap hanya permainan, bedebah! Seberapa kuat Genin itu sebenarnya?' ucap Orochimaru terkejut bertanya-tanya dalam hati.
"Khu..khu..khu.. kau sangat sangat menarik Gaki, aku baru tau kalau Desa Kirigakure mempunyai Genin yang sehebat dirimu. Baiklah, karena tujuan utamaku sudah terpenuhi. Aku pergi dulu, dan ingat bocah, pertarungan kita belum selesai disini. Mufufufu.."
Setelah ucapannya barusan perlahan tubuh Orochimaru masuk kedalam tanah tempatnya berdiri, tentunya setelah dia memungut kembali Kusanagi miliknya yang tergeletak bersama tangannya yang terpotong. Naruto yang melihat itu tentu tidak akan diam saja. Dia pun langsung melempar Zanbatou miliknya kearah Orochimaru yang tubuhnya sudah masuk setengah kedalam tanah.
Jlebb!
Sayangnya, sasaran ketajaman Zanbatou itu terlebih dahulu menghilang. Zanbatou itu pun menancap di tanah tempat Orochimaru berdiri sebelumnya. Naruto yang melihat itu tentu saja geram bukan main.
Namun dengan cepat dia menenangkan dirinya mengingat kondisi adik serta Team adiknya dalam keadaan tidak baik. Dia pun dengan cepat menghilangkan Zanbatounya dan berjalan menuju tempat adiknya yang masih terduduk tak jauh dari sana.
"Kau tidak apa-apa Menma?" tanya Naruto yang sudah sampai dan lengsung mengulurkan tangan kanannya kearah Menma.
"Aku tidak apa-apa Naruto-san," Jawab Menma sambil menerima Uluran tangan Naruto dan berdiri dari duduknya. "Dan terima kasih telah datang menolongku dan Tim ku Naruto-san." Lanjutnya.
"Tidak perlu berterima kasih Menma, sudah sepantasnya seorang kak— Ehem, ma-maksudku seorang teman menolong temannya bukan." Ucap Naruto. 'Sial, aku keceplosan, semoga Menma tidak menyadarinya.' Batin Naruto sambil was-was kalau-kalau Menma tau akan apa yang diucapkannya barusan.
Menma yang mendengar ucapan Naruto barusan langsung menautkan alisnya, dia pun memandang Intens Naruto yang kelihatan gugup dimatanya. Dilihat seperti itu tentu saja Naruto semakin Gugup, untungnya dia punya cara untuk mengalihkan perhatian adiknya.
"Ehem, lebih baik sekarang kita menolong Anggota Teammu yang kelihatannya kurang baik itu." Ucap Naruto berusaha mengalihkan perhatian Adiknya.
Dan berhasil, Menma langsung mengalihkan perhatiannya kearah rekan-rekannya dan berakhir di kekasihnya, karin yang saat ini masih tak sadarkan diri.
"Kau benar Naruto-san, kumohon padamu untuk menyadarkan Sasuke dan Sakura yang pingsan, biar aku menyadarkan Karin-chan." Ucap Menma terlihat panik saat melihat kekasihnya.
"Baiklah, serahkan padaku." Balas Naruto dengan senang hati.
Lalu mereka berdua pun melakukan tugas masing-masing, Menma yang langsung saja berjalan kearah Karin terbaring tak sadarkan diri. Begitupun Naruto, dia melangkah kearah sang Uchiha terakhir dan Remaja Haruno tersebut.
"Yo Boss! Kami kembali!" teriak Takehiko yang berlari menuju Naruto dan Team 7 tak jauh dari jangkauan pandang Naruto.
Naruto yang melihat kedua anak buahnya pun tersenyum, begitu pun Menma yang melihat kedua teman barunya.
"Kebetulan kalian sudah kembali. Sekarang aku ingin kalian berdua menyadarkan Sasuke dan Sakura sementara aku akan pergi Meeting sebentar. Dan juga karena Hari mulai Sore, kita akan bermalam disini, kalian mengerti?" ucap Naruto setelah Kira bersaudara sudah sampai didepan Naruto.
Takayuki maupun Takehiko Sweatdrop mendengar kata Meeting yang keluar dari mulut Boss mereka, namun dengan cepat mereka menggukkan kepalanya saat melihat perubahan pada raut wajah Boss mereka.
Naruto yang melihat anggukan kedua anak buahnya tanpa basa-basi langsung berlari menjauh dari tempat TakaTake dan Team 7. Menma yang melihat tingkah Naruto dan mendengar kata Asing yang diucapkan Naruto itu pun kembali menautkan alisnya. Pandangannya yang tadi mengarah kearah tempat dimana Naruto sebelum menghilang tadi kini beralih kearah Kira Bersaudara.
"Hey, Meeting itu artinya apa sih, aku baru mendengar kata itu?" tanya Menma kepada Kira bersaudara.
Takayuki dan Takehiko saling sejenak saling pandang, 3 tetik setelahnya mereka kembali memandang Menma.
"Meeting itu sebenarnya berarti Pertemuan, namun Boss suka sekali menyalah gunakan kata-kata Asing itu. Yah seperti barusan, Meeting yang dimaksud Boss bukan berarti pertemuan pada umumnya, tapi err.. Buang Air Besar." Ucap Takayuki sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak Gatal.
Dan Menma yang mendengar penjelasan Sulung Kira itu pun ikut Sweatdrop seperti Kira bersaudara setelah mengetahui apa maksud Naruto tadi.
[:+:]
[Skip : Malam Harinya di Hutan Kematian]
Suasana malam di Area 44 atau disebut Hutan kematian sungguh menyeramkan, sama seperti Namanya. Dimana dihutan itu tak jarang terdengar suara Lolongan maupun Raungan Binatang Buas yang mendiami Hutan tersebut, tak jarang juga terdengar suara teriakan dan jeritan para Genin yang melakukan aksi merebut Gulungan pada malam Hari.
Oke, lupakan tulisan diatas karena semua yang disebutkan sebelumnya itu tak berpengaruh pada tokoh-tokoh cerita ini, Team Knight dan Team 7.
Mereka saat ini sedang duduk dalam posisi melingkar dengan Api Unggun yang ada di tengah-tengah lingkaran yang mereka buat. Oh ternyata tidak semuanya, salah satu diantara mereka tidak ikut duduk disana, siapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke, Uchiha trakhir itu sampai sekarang belum juga sadar setelah pingsan karena Segel Kutukan yang ditanam Oleh Orochimaru beberapa jam yang lalu. sekarang ini Uchiha terakhir itu dibaringkan didalam salah satu tenda yang mereka siapkan.
Mereka ber 6 sedari tadi bercengkrama untuk mengakrabkan diri mereka, tak jarang juga mereka menceritakan pengalaman menarik yang pernah mereka alami. Obrolan mereka cukup lama, dan mereka menghentikan Obrolan mereka karena malam sudah semakin larut, dimana jam sudah menunjukkan jam 11 Malam.
Kini yang masih duduk didepan Api Unggun itu hanya Naruto dan Menma, mereka berdua tampak terdiam dengan Fikiran mereka masing-masing sambil tetap menatap nyala Api yang ada didepan mereka. Namun naruto yang tak betah lama-lama berdiam diri akhirnya memandang adiknya.
"Kau tidak tidur Menma?" tanya Naruto sambil memandang Intens adiknya itu.
"Ah, aku tidak bisa tidur Naruto-san, entah kenapa malam ini aku kembali merindukan seseorang yang sangat aku sayangi." Balas Menma sambi tersenyum Miris dengan kedua Manik Shappirenya yang menatap Bulan purnama.
"Siapa Maksudmu Menma?" tanya Naruto yang sebenarnya sudah tau kemana arah adiknya berbicara.
"Aku rindu dengan.. kakakku." Ucapnya. "Entah dimana dirinya saat ini, aku hanya berharap kakakku baik-baik saja." Lanjutnya lagi.
Naruto yang mendengar ucapan Menma pun menciptakan sebuah senyum tulus dibibirnya. "Bisa kau ceritakan tentang kakakmu itu Menma? Emm, kalau kau mau sih, tidak mau pun tidak apa-apa." Ucap Naruto lagi, dia ingin tau apa tanggapan Adiknya itu tentangnya yang nyatanya sudah meninggalkan adiknya selama 7 tahun lamanya.
"Maaf Naruto-san, aku tidak bisa menceritakannya padamu. Terlalu sakit jika aku menceritakan Masa laluku padamu." Ujar Menma sambil tersenyum miris memandang sang Bulan Purnama.
Naruto yang mendengarnya pun nampak kecewa karena Adiknya itu tidak mau menceritakan bagaimana kondisi adiknya itu setelah dia pergi.
"Tidak apa-apa Menma, aku mengerti. Nah, sebaiknya kau Tidur bersama yang lainnya." Ucap Naruto lagi.
"Tapi kau sendiri bagaimana Naruto-san? Apa kau tidak ngantuk?" tanya Menma sambil berdiri dari duduknya.
"Aku nanti saja, aku belum ngantuk." Jawab singkat Naruto.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi Naruto-san." Ucap Menma, setelah itu dia melagkah kearah Tenda miliknya tanpa menoleh kebelakang.
'Kenapa kalau jika aku berada didekat atau bersama Naruto-san, rasanya seperti sedang bersama Kakak Ya?' batin Menma sambil menggaruk kepala belakangnya. 'Ahh, mungkin itu hanya perasaanku saja.' Lanjutnya.
Naruto yang mendengar suara batin Menma hanya tersenyum simpul. Senyumnya berubah menjadi miris setelah Menma masuk ke tenda miliknya. Yah, bagaimanapun dia tau apa yang dirasakan Menma setelah kepergiannya, terlihat jelas dari Iris Blue Shappire milik adiknya itu.
"Oyasumi Otouto. Sutekina yume o Motte iru nee." ucap Naruto pelan sambil tetap memandang Tenda milik Menma.
Naruto mengalihkan pandangannya kearah Bulan Purnama yang terus mengeluarkan Sinarnya. Naruto kembali tersenyum saat melihat, wajah Tsukuyomi yang sedang menampilkan senyumnya kearah Naruto. Penampakan wajah Tsukuyomi itu hanya 4 detik saja, setelah itu bentuk bulannya kembali seperti semula.
Tak lama kemudian, Naruto berdiri dari duduknya sambil meregangkan Tubuhnya yang agak kaku. Lalu Naruto membuat single Handseal. Tujuannya? Tentu dia harus membuat Kekkai di sekitaran tempat Teamnya dan Team 7 agar para Genin tidak menyerang mereka secara tiba-tiba, bagaimanapun Malam adalah saat yang pas untuk mengambil atau mencuri gulungan team Lain.
Setelah selesai membuat Kekkai pelindung tak terlihat, Naruto pun berjalan kearah Tenda miliknya. Oh iya, Naruto tidur sendiri di tenda miliknya, Kira bersaudara tidur satu tenda, begitupun Menma dan Sasuke dan Karin dengan Sakura.
[[:::::]]
[Skip : Pagi hari, jam 08.33 a.m]
Pagi yang cerah telah tiba di sebagian permukaan bumi yang dijangkau oleh Sinar sang Mentari. Suara burung-burung berkicauan menyambut hari baru yang sudah datang, begitupun Bunga-bunga yang tadinya terkatup kini terbuka dan mengembang seolah memperlihatkan keindahannya masing-masing.
Begitupun di Hutan Kematian, sebagai tempat Ujian Chuunin tahap kedua. Kita beralih ke tokoh-tokoh dalam cerita ini yang sekarang tengah melakukan persiapan masing-masing.
Mulai dari sang Demigod, Uzumaki Naruto atau sementara kita panggil saja Naruto no Mikoto. Pemuda 17 tahun tersebut kini tengah mempersiapkan peralatan-peralatan miliknya, mulai dari Suriken, Belati, sampai kedua Pistol Magnum miliknya.
Kembar Kira pun begitu, kini mereka sedang sibuk dengan peralatan mereka masing-masing. Takehiko yang sedang mempoles kedua Katana dan kedua belati miliknya. Sedangkan Takayuki, Sulung Kira tersebut kini sedang memasukkan Peluru-peluru yang terbuat dari Timah panas itu kedalam kedua FN 57nya serta mengganti Amunisi Cheytac M200 nya karena peluru Amunisi yang sebelumnya sudah habis karena berburu Hewan Liar untuk menjadi makanan mereka tadi malam.
Lain halnya dengan Team 7, team yang terdiri dari 4 orang Ninja Konohagakure itu kini terlihat sedang membereskan tenda mereka masing-masing.
4 menit setelahnya, kedua Team Genin tersebut akhirnya mulai berlari beriringan menuju ke menara yang menjadi Pusat Hutan itu. Team Naruto lah yang berada didepan dan Team Menma yang berlari dibelakang mereka.
"Boss, setelah kita sampai di Menara itu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Takehiko sambil terus berlari disamping Naruto dan Memandang Naruto.
"Hmm, entah lah, kita lihat saja Nanti." Balas Naruto tanpa mengalihkan pandangannya. Takehiko yang mendengarnya pun terdiam sambil tetap berlari.
Akhirnya, Team Knight dan Team 7 sampai didepan Menara Pusat Hutan Kematian tanpa hambatan. Tanpa basa-basi, Naruto dan teamnya bersama team 7 masuk ke Menara tersebut.
Belum ada saupun Team Genin yang sampai disana. Yang ada hanya beberapa panitia yang tengah menunggu mereka, panitia-panitia tersebut nampak terkejut melihat Team Knight dan Team 7 yang sudah selesai dengan Ujian Tahap kedua hanya dalam waktu kurang dari 48 jam.
"Wah-wah, aku terkejut melihat kalian yang ternyata sudah sampai di menara ini dalam waktu kurang dari 28 jam, aku sangat kagum." Ucap Anko yang muncul tiba-tiba didepan Naruto dan yang lainnya.
"Baiklah, sekarang kalian buka Gulungan kalian masing-masing secara bersamaan." Lanjut Anko sambil memandang Naruto dan yang lainnya dengan seringai khasnya.
Naruto yang sedang tidak ingin membuang-buang suara pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Takayuki. Takayuki yang dipandang pun mengerti maksud dari pandangan Naruto. Langsung saja dia merogoh Kantung Ninja yang ada di belakang pinggangnnya dan mengambil gulungan langit dan Bumi. Kemudian Takayuki menyerahkan gulungan Surga kepada Bossnya. Setelah itu, Naruto memberikan aba-aba dengan menganggukkan kepalanya kearah Takayuki dan..
Pofff!
Saat kedua gulungan tersebut dibuka, muncul ledakan asap kecil ditengah-tengah Takayuki dan Naruto. Setelah asap tipis itu hilang, kini terlihatlah Minato yang sudah berdiri didekat Naruto dan Takayuki. NaruTaka pun sedikit terkejut melihat kemunculan sang Yondaime Hokage.
"Selamat, kalian telah menyelesaikan Ujian tahap kedua ini dengan cepat." Ucap Minato sambil menatap ketiga murid dadakannya.
"Tentu saja, sensei!" ucap Takehiko semangat.
Pofff!
Team Knight beserta Anko langsung mengalihkan pandangan mereka kearah tempat asap tipis yang tiba-tiba muncul tersebut, asap itu berasal dari tempat Menma dan Sasuke yang tengah membuka kedua gulungan mereka, (Naruto memberikan satu gulungan Bumi pada Menma saat mereka asik berkumpul didepan Api unggun kemarin malam.)
Dari balik asap itu, terlihatlah kakashi yang sedang berdiri sambil membawa buku Orange bersampul seorang wanita tengah dikejar-kejar oleh seorang lelaki.
"Yare-yare, aku tidak menyangka kalian tiba disini lebih cepat dari perkiraanku." Ucap kakashi dengan nada malas sambil menyimpan buku ajaib miliknya di kantung Ninjanya.
Semua yang ada disana Sweatdrop mendengar ucapan malas Kakashi barusan, terutama Minato. Dia tak menyangka kalau sifat mantan Murid didiknya itu tidak berubah sama sekali.
"Baiklah. Untuk kedua Jounin pembimbing Team, karena team asuhan Kalian sudah menyelesaikan tahap dua ini, silahkan kalian bawa murid-murid kalian dari sini kerena kedua Team ini lolos ke Ujian tahap ketiga yang akan berlangsung 3 hari lagi." Minato dan Kakashi langsung mengangguk setelah mendengar perkataan Anko Barusan.
Kakashi pun langsung memegang tangan Sasuke dan Sakura lalu menghilang dari sana melalui media Shunsin.
"Baiklah, sampai bertemu di Ujian tahap ketiga nanti Naruto-san, Takayuki-san, dan Takehiko-san." Ucap Menma.
Naruto dan Kira bersaudara yang mendengar ucapan Menma itu pun tersenyum dan menganggukkan kepala masing-masing. Menma yang melihat itu pun mengangguk dan menghilang menggunakan Shunsin bersama dengan karin.
"Baiklah, sekarang kita juga pergi Team! Aku tinggu kalian di Bukit Hokage." Ucap Minato sebelum menghilang dari hadapan NaruTakaTakeAnko.
"Oke! Let's Go Big Bro!" ucap Takehiko sambil memegang pundak kakaknya dan mereka berdua menghilang dibalik Kobaran Api yang dibuat oleh Takehiko.
Anko dan beberapa Panitia yang ada disana terkejut melihat cara menghilang kembar Kira barusan. Sungguh, baru kali ini mereka melihat seorang Genin yang sudah bisa menghilang menggunakan Shunsin Element (Menurut mereka).
Naruto yang melihat keterkejutan Anko bersama rekan Panitianya hanya memasang wajah datar dengan seringai tipis di bibirnya. Lalu dia mengangkat tangan kanannya dan membentuk Single Handseal.
Jdeeerrr!
Petir hitam yang muncul entah dari mana langsung menyambar tubuh Naruto. Lagi-lagi Anko dan Panitia-panitia yang ada disana terkejut mendengar sambaran Petir barusan. Setelah petir itu menghilang, mereka tidak melihat Naruto yang tadinya berdiri disana.
"Apa-apaan mereka itu! Mereka yang masih Genin sudah bisa menggunakan Shunsin Element? Yang benar saja!" teriak salah satu panitia yang ada disana.
Anko yang melihat kejadian barusan benar-benar tak habis pikir. Namun tak lama kemudian, seringai menyeramkan kembali terbentuk di bibirnya. 'Kalian bertiga memang benar-benar Menarik.' Batinnya.
[[[:::::::::::]]]
[Skip Again : 3 Day Later]
Tiga hari telah berlalu, dan hari ini adalah hari dimana Ujian Chuunin tahap ketiga dimulai. Dan sekarang kita lihat, semua Genin yang berhasil lolos ke tahap ini sedang berkumpul di tengah-tengah Arena yang cukup luas.
Semua Team Genin berbaris dengan Rapi. Dihadapan mereka kini terlihat seorang Jounin yang bernama Gekko Hayate yang menjadi wasit di babak ketiga ini, dibelakang hayate juga terdapat beberapa Jounin dan sang Sandaime Hokage sendiri.
Pertama-tama Hokage berpidato mengenai sejarah diadakannya ujian Chuunin serta arahan-arahan lainnya. Setelah selesai dengan Bagiannya, Sandaime Hokage menyerahkan sisanya kepada Hayate tentang peraturan babak ketiga ini.
"Baiklah, langsung saja. Di tahap ketiga ini, kalian akan bertanding satu lawan satu diarena ini. Karena peserta yang lolos ketahap ini terlalu banyak, maka akan diadakan babak penyisihan untuk mengurangi jumlah peserta. selanjutnya siapa lawan siapa akan ditentukan oleh papan Elektrik yang ada disana." Ucap Hayate menjelaskan sambil menunjuk sebuah papan Elektrik yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Karena pertandingan ini menggunakan Sistem Acak, bisa saja lawan kalian nanti adalah rekan team kalian sendiri. di babak penyisihan ini, tidak seperti ditahap sebelumnya, kalian dilarang membunuh dibabak ini, pertandingan selesai apabila kalian nanti sudah tidak bisa bertarung lagi atau pingsan. Kalaupun kalian sampai membunuh lawan kalian, otomatis Team kalian akan di Diskualifikasi." Lanjut Hayate sambil menggulirkan pandangannya kearah semua Genin yang ada dihadapannya.
"Satu lagi, sebelum Babak penyisihan ini dimulai, apakah ada yang ingin mundur dari babak ini?" tanya Hayate lagi.
Salah satu dari sekumpulan Genin tersebut terlihat mengangkat tangannya. Genin itu pun menjadi Objek pandangan Hayate.
"Yakushi Kabuto, apa kamu yakin ingin mundur dari babak ini?" tanya Hayate memastikan.
"Ya, saya sudah sangat lelah untuk mengikuti babak ini." Jawab Kabuto.
"Baiklah, sekarang kami persilahkan untuk meninggalkan Arena ini." Ucap Yahiko sambil tetap menatap Genin berkacamata tersebut.
Kabuto pun mengangguk lalu pergi dari arena tersebut, tanpa seorangpun yang menyadari, Kabuto menyeringai misterius sambil tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Arena. Hayate yang melihat Kabuto telah pergi kembali mengalihkan pandangannya kearah para Genin yang masih dengan posisi masing-masing.
"Baiklah, sekarang semua peserta dan Jounin pembimbing harap naik keatas."
Para Genin yang mendengar Ucapan Jounin tersebut langsung melesat ketempat yang telah yang disediakan, begitupun para Jounin pembimbing mereka. sekarang yang tersisa di Arena tersebut hanya Hayate karena Sandaime Hokage juga ikut meninggalkan Arena.
"Dan sekarang, pertandingan pertama akan segera dimulai." Ucap Hayate.
Papan Elektrik itu pun langsung mengeluarkan dan mengacak Nama peserta, setelah beberapa saat, papan Elekrtik itu mengeluarkan dua buah Nama Genin yang akan bertanding.
[Uchiha Sasuke Vs. Akado Yoroi]
"Baiklah, untuk Uchiha Sasuke dan Akado Yoroi, silahkan turun ke arena." Ucap Hayate sambil memandang kedua Genin tersebut.
Sasuke dan Yoroi pun langsung turun ke Arena, dan seteah itu mereka berdua saling berhadapan dengan hayate yang berada di antara mereka.
"Baik. Sasuke, apa kau siap?" tanya Hayate menatap Sasuke, dan dibalas dengan anggukan oleh sang Uchiha. "Yoroi, apa kau siap?" Akado Yoroi juga menganggukkan kepala tanda dirinya siap.
"Baik, Hajime!" ucap Hayate memulai pertandingan, lalu dirinya menjauh dari kedua peserta itu.
Beralih ke Team Knight.
Naruto beserta kembar Kira asik menonton pertarungan Sasuke dan Yoroi yang sudah dimulai. Cukup lama mereka menonton pertarungan itu sampai beberapa saat kemudian, Takehiko membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari Teamnya.
"Hey, kau mau kemana?" tanya Naruto heran melihat anak buahnya itu.
"Err, aku ingin mencari minuman segar, melihat pertarungan Uchiha itu membuatku haus." Ucap Takehiko sambil menengok kearah bossnya.
Naruto, Takayuki, dan Minato yang ada di dekat Naruto pun menaikkan alisnya. Apa lagi yang ingin dilakukan oleh anak itu? Pikir Takayuki.
"Tapi bagaimana dengan pertandingannya Takehiko?" tanya Naruto lagi.
"Ahh, kalau Giliranku dimulai nanti, suruh saja Amigos memberitahu Demios, mereka berdua kan terhubung." Ucap Takehiko dengan gampangnya tanpa tau malu dengan siapa dirinya berbicara.
Team Knight Sweatdrop mendengar ucapan bungsu Kira itu, Takayuki sendiri memijit pelipisnya yang berdenyut akibat ucapan adiknya barusan. Naruto sendiri, tangannya entah kenapa tiba-tiba gatal ingin menghajar wajah anak buahnya itu.
Naruto pun hanya menghela Nafas ketika Takehiko sudah lenyap dari penglihatannya, dia juga melihat beberapa Genin yang sepertinya kaget melihat cara menghilang milik si Bungsu Kira itu.
[:::::]
Takehiko muncul di gang kecil yang cukup sepi di antara rumah penduduk. Dengan santainya, dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari Gang tersebut. Namun baru 4 langkah setelah keluar dari Gang tersebut.
Brukk!
Dia di tabrak oleh seorang wanita berrambut pirang pucat berdada besar yang berlari berlawanan arah dengannya sambil membawa tas yang cukup besar du punggungnya. Keduanya pun terjatuh dengan cukup kasar. Wanita itu dengan cepat berdiri sambil menatap Takehiko dengan raut wajah menyesal.
"Maafkan aku anak muda, aku tidak sengaja menabrakmu. Aku harus pergi karena aku sedang buru-buru, sekali lagi maafkan aku." Ucap wanita itu yang ternyata adalah ibu angkat Uzumaki Karin, Tsunade Senju.
Setelah mengucapkan kata itu, Tsunade langsung kembali berlari menjauh dengan cukup cepat meninggalkan Takehiko yang terlihat masih linglung.
"Apa-apaan wanita tadi, seenaknya saja dia pergi setelah menabrakku dengan seenak dada besarnya."
Takayuki misuh-misuh tak jelas karena Tsunade menabraknya tadi. Namun sedetik kemudian, dia mengerutkan alisnya ketika melihat sebuah botol bening berukuran besar yang menampung air yang hampir penuh berwarna bening kehijauan.
Takayuki pun mengambil botol tersebut sambil melihat air yang ada didepannya. "Sepertinya ini minuman milik wanita berdada besar tadi." Ucap Takehiko sambil tetap menatap botol tersebut. "Tapi air apa ini? Kelihatannya seperti air putih tapi kok agak kehijau-hijauan ya?" tanyanya pada diri sendiri.
Takehiko yang penasaran dengan air Aneh itu pun membuka tutup botolnya dan mendekatkan hidungnya ke mulut botol itu dan mulai mengendus-endusnya.
"Wiihhh, Mint!" ucap Takehiko yang sepertinya antusias ketika mengetahui bau cairan dalam botol tersebut.
[Hey Partner, Amigos memberitahuku kalau sekarang giliranmu bertarung. Jadi lekaslah kita kesana.] ucap Demigos dikepala Takehiko.
"Hey! Aku belum membeli minuman secuilpun, kenapa harus sekarang sih!" Protes Takehiko.
[Apa mau dikata, sekarang sebaiknya kita pergi sebelum kau di diskualfikasi.] ucap Demigos lagi.
Takehiko yang mendengarnya pun agak panik. Lalu pandangannya beralih kebotol yang dipegangnya. Dan tanpa pikir panjang lagi, Takehiko langsung menenggak air didalam botol itu dengan cepat sampai isi botol itu kandas.
[Apa yang kau lakukan Takehiko! Kenapa kau meminum air yang bahkan kau tidak tau apa air itu!] bentak Demigos didalam kepalanya.
"Persetan air apapun itu, aku haus. Dan sebaiknya kita pergi." Balas Takehiko cuek. Lalu dia pun membuat tekhnik Teleport andalannya dan menghilang dari situ.
Tempat Ujian Chuunin tahap ketiga beberapa detik sebelum kepergian Takehiko.
"Ck, kemana perginya si bodoh itu, tak taukah kalau sekarang gilirannya bertanding." Ucap Takayuki Prustasi karena tingkah adiknya itu.
Ya, setelah pertarungan Sasuke melawan Yoroi yang dimenangkan oleh Sasuke dan pertarungan antara Shino melawan Zaku yang dimenangkan oleh Shino, sekarang giliran Takehiko yang akan bertanding melawan Ninja dari Kumogakure, Akio Arata.
Naruto dan Minato juga sedikit khawatir kalau-kalau Takehiko tidak sampai datang sekarang dan akhirnya di diskualifikasi.
Hayate yang tidak melihat Takehiko turun kearena pun menghela nafas lalu mengalihkan pandangannya kearah Arata yang ada didekatnya, kemudian kembali mengalihkan pandangannya kearah para penonton.
"Baiklah, Karena Takehiko Kira tidak ada disini. Maka saya nyatakan, Takehi—"
Wuuusssshhhhh!
Perkataan hayate terpotong karena sebuah kobaran api yang cukup besar tiba-tiba muncul 5 meter didepannya. Dan setelah kobaran api itu menghilang, kini terlihatlah Takehiko yang sedang berdiri sambil menatap Hayate.
Semua yang melihat kemunculan Takehiko pun terkejut kecuali Team Knight. Takayuki yang melihat adiknya itu pun menghela nafas lega, begitupun dengan Naruto dan Minato.
"Akhirnya si Bodoh itu muncul juga." Ucap Takayuki.
Hayate yang tadi terkejut berdehem setelah untuk menghilangkan keterkejutannya, dia pun kembali melihat Arata dan Takehiko bergantian.
"Baiklah. Karena Takehiko Kira sudah ada di sini, maka pertandingan ini akan dimu—"
Brukk!
Ucapan Hayate kembali terpotong ketika Takehiko tiba-tiba ambruk dan duduk bersimpuh sambil menggelengkan kepalanya sedikit keras.
'A-ada apa dengan tubuhku? Dan ke-kenapa mataku ti-tidak bisa fokus seperti seperti ini?' batin Takehiko sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya lagi. Dan setelah menyadari sesuatu yang tengah terjadi pada dirinya, matanya langsung melebar. 'J-jangan bilang k-kalau aku.. Mabuk!' batinnya lagi.
Hayate yang melihat apa yang terjadi dengan Takehiko langsung berjalan kearah si bungsu Kira yang masih bersimpuh ditempatnya.
Takayuki, Naruto, dan Minato bingung dengan apa yang terjadi dengan Takehiko. Apa lagi yang terjadi dengan Takehiko sekarang? Itulah yang difikiran mereka bertiga.
"Hey ada apa denganmu? Apa kau sakit atau apa?" tanya Hayate berjongkok dan menepuk bahu Takehiko.
Takehiko yang tadinya menundukkan kepala kini perlahan mengangkat kepalanya dan memandang Hayate sambil menampilkan seringai tipis dibibirnya.
"Yeah, aku baik-baik saja. Sekarang sebaiknya kau memulaikan pertarungannya." Ucap Takehiko sambil bangkit dari duduknya.
Hayate yang mendengar ucapan Takehiko barusan hanya mengangkat bahunya, lalu dia juga ikut berdiri. Kemudian Hayate berjalan menjauh dari Takehiko dan berhenti pas di tengah tengah jarak antara Takehiko dan Arata yang jaraknya sekitar 7 meter.
"Baiklah, Hajime!" seru Hayate memulaikan Pertandingan antara Takehiko dan Arata.
Arata yang mendengar itu pun langsung melesat kearah Takehiko dengan sebilah Kunai yang ada ditangan kanannya.
"OOPPPP!"
Arata langsung menghentikan langkahnya ketika Takehiko berseru sambil mengulurkan tangan kanannya kedepan dengan telapak tangan yang terbuka. Arata bingung dengan apa yang dilakukan lawannya itu.
"Sebuah Pertarungan tidak akan seru tanpa ada musiknya! Hik." seru Takehiko dengan tubuh yang sedikit linglung dan cegukan diakhir kalimatnya.
"Apa maksudmu?" tanya Arata bingung dengan perkataan Takehiko barusan.
"Aku bilang sebuah pertarungan Hik.. tidak akan seru tanpa Musik Bodoh! Jadi Hik.. tunggu sebentar." Ucap Takehiko lagi.
Setelah mengucapkan perkataannya barusan, Takehiko langsung membuat sebuah Portal yang berdiameter cukup besar di samping tubuhnya, lalu Takehiko memasukkan tangan kanannya kedalam Portal tersebut dan kembali menariknya. Tangannya keluar sambil memegang sebuah benda persegi panjang yang agak besar berwarna Hitam.
Takayuki yang melihat apa yang dikeluarkan oleh Adiknya itu kaget bukan main, bukan kaget karena melihat benda yang dipegang oleh Adiknya itu, melainkan kaget karena menyadari kalau tengah terjadi sesuatu yang sangat tidak diinginkan olehnya. Tubuhnya lemas seketika. Naruto yang melihat apa yang terjadi dengan Sulung Kira itu kembali bingung.
"Ada apa denganmu Takayuki?" tanya Naruto sambil memandang Iris Turquoise beku milik Takayuki.
"T-takehiko. D-dia Mabuk." Ucap Takayuki lemas sambil tergagap.
Naruto, Minato, dan beberapa orang yang mendengar ucapan Takayuki langsung terkejut. Terutama Naruto sendiri. dia terkejut dengan apa yang diucapkan oleh anak buahnya itu.
"Apa maksudmu Takayuki? Dan kenapa kalau Takehiko mabuk? Apa ada masalah serius kalau Takehiko mabuk?" tanya Naruto bertubi-tubi.
"Mabuk adalah hal yang tabu bagi Takehiko. Dia akan kehilangan Kontrol tubuhnya dan tingkat Emosionalnya akan Naik sampai tingkat teratas. Dia yang sedikit gila akan menjadi semakin gila kalau dia Mabuk. Dan yang paling buruk kalau dia mabuk apalagi dalam kondisinya yang sekarang akan bertarung, dia akan menggunakan Tekhnik beladiri yang sangat susah dihadapi dalam pertarungan Beladiri mengingat tekhnik beladiri itu mengandalkan alunan Musik, kecepatan, kelenturan dan keseimbangan Tubuh, serta kekuatan Fisik yang berpusat di kedua kakinya." Ucap Takayuki sambil memandang adiknya.
Naruto dan beberapa Orang yang mendengar ucapan Takayuki barusan semakin bingung, seingatnya dia tidak pernah mendengar Tekhnik bela diri yang mengandalkan lima Komponen yang disebutkan Takayuki barusan. Dan sempat juga Naruto Sweatdrop saat mendengar Takayuki mengatai adiknya Gila tadi.
"Beladiri macam apa itu? Aku baru mendengar kalau ada tekhnik beladiri yang seperti itu." Tanya Naruto semakin binging.
"Nama Tekhnik beladiri itu adalah.. StreetFighting."
.
.
.
[To Be Continue]
.
.
.
[Omake]
Rumah sakit Konoha.
Brakk!
Sebuah tas punggung yang cukup besar dibanting dengan cukup keras oleh Wanita berrambut Pirang pucat berdada jumbo di Ruangan Kepala Rumah Sakit Konoha. Terlihat wanita itu tengah marah, terbukti dengan Raut wajahnya yang mengeras.
Seorang gadis muda berrambut hitam sebahu dengan seekor babi didekapannya hanya bergidik ketakutan melihat wanita yang ada didepannya itu. Sebenarnya dia tau apa yang terjadi dengan wanita yang ada didepannya, namun melihat kemarahan wanita itu, gadis itu hanya terdiam tak berani mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya.
"Brengsek! Kenapa bahan penelitianku itu tidak ada disini! Aku yakin kalau aku sudah menaruhnya di tasku tadi." Ucap wanita itu, atau sebut saja Tsunade.
Tsunade langsung terduduk di kursi kebesarannya sambil memegang keningnya, dia tengah memikirkan dimana bahan penelitiannya itu.
Setelah beberapa saat, mata Tsunade melebar saat mengingat-ingat apa yang telah terjadi padanya beberapa saat yang lalu. 'Jangan-jangan, botol terjatuh saat aku menabrak Bocah di jalan tadi.' Fikirnya.
Dan langsung saja Tsunade berdiri dari duduknya kemudian menatap gadis Muda yang ada di ruangan itu.
"Shizune! Cepat kau pergi ke distrik 7 dan cari Botol itu di Gang samping toko senjata Hagane!" seru Tsunade agak keras.
Gadis muda yang di panggil Shizune itu pun langsung mengangguk dengan cepat lalu keluar dari ruangan itu dengan langkah yang cukup cepat, Tsunade yang melihat kepergian Asistennya itu pun kembali duduk di Kursinya.
"Jangan sampai Botol itu ditemukan oleh Orang lain dan meminum isinya, Itu adalah Sake Herbal yang tingkat alkoholnya 80% lebih banyak dari Sake biasa, aku saja yang menjadi pembuatnya belum bisa memastikan sejauh mana Efek Sake itu." Gumam Tsunade dengan pandangannya yang menyiratkan kekhawatiran.
[Omake End]
.
.
.
Yo! Saya kembali dengan Chapter baru dan Penname baru. Gimana chap 14 ini? Bagus atau jelek? Semoga bagus ya, hehe.
Oke, penjelasan chapter ini ada dua hal yang agak penting, mungkin.
Pertama, Streetfighting atau StreetdanceFighting. Neon sebenernya hanya iseng membuat Takehiko bertarung memakai Streetfighting karena neon sendiri suka dengan gaya bertarung yang satu ini, kalau ada yang masih bingung apa itu Streetfighting/StreetdanceFighting, lihat deh gaya bertarung Cristie Mountiero dan Eddy Gordo di Tekken 5/6, itulah StreetdanceFighting yang neon maksudkan.
Oke yang kedua, masalah update. Mungkin untuk 3 bulan kedepan Neon agak lambat untuk Update Fic-fic Neon karena Kesibukan. Yang udah ngerasain gimana sibuknya Kelas XII di semester genap ini, mungkin bisa memakluminya, hehe.
Oke, sebelum Neon Log Out, neon hanya meminta Review anda semua untuk chapter 14 ini, tidak peduli apakah itu Kritik, Saran, pujian, maupun Flame (Asalkan Flamenya bersifat membangun, tidak hanya untuk menjatuhkan Fic ini maupun menjatuhkan Mental Neon sendiri), kalaupun ada yang ingin bertanya masalah Chapter 14 ini, Neon sangat mempersilahkannya dengan menyampaikan pertanyaan anda semua melalui kolom Review.
Baiklah, akhir kata.. SEE YAA!
Blue Neon Phantom Out!
