Chapter 14#

.

Kisah Hikiko dilatar belakangi oleh pembullyan dari lingungan sekolah dan keluarga yang menimpa seorang anak perempuan bernama Mori Hikiko.

Mori Hikiko seorang gadis yang lemah, bertubuh kurus, berwajah buruk , berambut hitam lurus dan berkulit pucat.

Disekujur tubuhnya penuh dengan luka luka bekas penyiksaan. perasaan tidak berdaya dan teraniaya membuat Hikiko mempunyai dendam yang besar terhadap orang orang disekitarnya hingga ia mati.

.

.


√ Gosuto Hanta © Aisya-chan √

Disclaimers : Masashi Kishimoto

Pair : Sakura & Sasuke

Genre : Horor/Fantasy/Mysteri/Romance

Rate : T

OC : Yokai

Warn : Typo, OOC , Gaje dll.

********** DLDR ***********


.

.

Sesuai janji Sakura pagi ini berkunjung kerumah orang tuanya. sejak menjadi dokter Sakura memutuskan hidup mandiri dengan tinggal di apartemen sendirian.

"Ibu sangat merindukanmu Saki" ujar Mebuki Haruno seraya memeluk Sakura sebagai pelepas rindu terhadap putri satu satunya.

"Hn" respon Sakura membuat sang ibu mendengus kesal dan melepas pelukannya kasar.

"Putri kita semakin dingin saja ya tidak berubah" komentar Kizashi Haruno Ayah Sakura.

"Ya beginilah jika dia hidup sendirian dan jauh dari kita" cibir Mebuki.

Sakura hanya memutar bola matanya "Ayah Ibu aku lapar ,apa kalian tidak ingin memberi putri semata wayang kalian makanan? aku belum sempat sarapan tadi" kata Sakura.

Kizashi dan Mebuki diam sejenak dan saling berpandangan lalu mereka kembali memandangi putri semata wayangnya, seulas senyum terpatri diwajah kedua orang tua Sakura.

"Tentu ,Putri kecil ibu kelaparan ayo ikut ibu" Mebuki merangkul bahu Sakura dan menuntun nya ke meja makan.

"Kalau putri kecil kita datang aku selalu dilupakan" keluh Kizashi seraya berjalan menyusul anak dan istrinya.

.

.

Uchiha's Hospital 09.10

Sebuah ambulan tiba dirumah sakit Uchiha's Hospital. para perawat menyambut kedatangan pasien dengan membawa pasien tersebut keruang Otopsi. Ya pasien tersebut sudah tak bernyawa lagi.

dan tubuhnya benar benar sudah hampir tak utuh lagi. tangan kanannya sudah hilang dan organ dalamnya pun juga tidak ada keadaannya benar benar mengenaskan.

Dari keterangan polisi kemungkin ini adalah kasus pembunuhan yang sadis karna memutilasi korbanya.

pra duga sementara mungkin tujuan tersangka adalah penjualan organ dalam manusia yang akhir akhir ini marak di bicarakan.

Saat ini dokter muda nan tampan Uchiha Sasuke bertugas memeriksa korban mutilasi tersebut.

Pemuda Uchiha bungsu itu memperhatikan dengan seksama jasad dihadapanya saat ini.

"Apa ini ulah Yokai?" pikirnya dalam hati.

Sasuke mendekatkan wajahnya kearah jasad perempuan tersebut membuat suster dan para dokter lainya yang ada diruangan tersebut menatapnya heran dan bertanya tanya.

Sasuke mengendus endus "Tidak salah lagi ini ulah Yokai" bisiknya.

"Maaf ada apa dokter Uchiha-san?" tanya dokter lain tersebut.

"Perempuan ini seorang pelajar bukan? dan jasadnya ditemukan di jembatan penyebrangan ,organ dalamnya juga sudah tidak ada serta tubuhnya juga tidak utuh. benar benar sadis" ujar Sasuke.

"Kau benar dokter Uchiha-san menurut polisi kemungkinan gadis SMA ini korban dari organisasi penjualan organ dalam manusia" kata dokter tersebut.

"Hn mungkin saja" wajah Sasuke berubah dingin dan ia segera keluar dari ruang otopsi tersebut seraya merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.

.

.

.

Sakura dan kedua orang tuanya mengobrol diruang tengah pasca sarapan pagi.

"Saki tak bisakah nanti malam kau menginap disini? temanilah ibumu ini selama ayahmu pergi" pinta Kizashi.

"Baiklah tapi aku akan kesini nanti malam setelah aku pulang dari pesta" ujar Sakura.

Kizashi dan Mebuki mengerutkan dahinya "Pesta? kau akan menghadiri pesta siapa? dan dengan siapa? apa putri kecil ayah sudah punya kekasih?" tanya Kizashi bertubi tubi.

"Hn, tidak ayah aku hanya menemani rekan kerjaku saja karna dia tidak mempunyai pasangan untuk ke pesta" terang Sakura.

"Dan putri ibu mau menemaninya?" tampak Mebuki tak percaya saat Sakura menganggukan kepalanya.

"Siapa rekan kerjamu itu? dia dokter dibagian apa? siapa namanya" tanya Kizashi antusias.

Sakura hendak menjawab dan mengomeli kedua orang tuanya karna rasa penasaran mereka yang berlebihan tapi sebuah getaran ponsel disakunya membuat ia mengurungkan niatnya dan menjawab telephone tersebut.

"Dokter Uchiha?" gumamnya saat melihat nama sang penelphone dilayar ponselnya.

"Ya dokter Sasuke-san?" jawab Sakura.

Mendengar nama seorang pria disebut oleh putrinya membuat Kizashi dan Mebuki bisik bisik dan ingin tahu siapa itu Sasuke ? apa dia rekan kerja yang mengajak putrinya ke pesta nanti malam? itulah yang ada dipikiran mereka saat ini.

"Hn aku mengerti aku akan segera kesana" Sakura pun memutuskan sambungan telephonenya dan berdiri untuk pamit kepada kedua orang tuanya.

"Ibu Ayah aku pergi dulu nanti malam aku akan menginap disini" kata Sakura.

"Baiklah, hati hati dijalan dan-

.." Mebuki mengantungkan ucapannya.

"Hn?"

"...Ajak sekalian dokter Sasuke kesini ya biar ibu tahu wajahnya" lanjut Mebuki.

"Ibu!" seru Sakura kesal dengan godaan ibunya.

"Sayang sekali nanti malam ayah tak dirumah jadi tak bisa melihat calon mantu ayah" gumam Kizashi pura pura sedih.

"Ayah!" Sakura benar benar di buat kesal pagi ini dengan kedua orang tuanya yang sering menggodanya.

"Baiklah aku pergi dulu " Sakura pun pergi menuju Uchiha's Hospital tempat ia bekerja.

.

.

"Dokter Sakura" panggil Sasuke di sebuah lobi rumah sakit ,kentara sekali Uchiha bungsu tersebut menunggu kedatangan Sakura.

"Aku ingin melihatnya"

"Hn, ikut aku" Sakura pun mengikuti Sasuke menuju ruang jasad korban mutilasi tersebut.

.

.

Ditempat lain disebuah jembatan penyebrangan yang kini nampak sepi terlihat sesosok perempuan bertubuh kurus dengan kulit pucat yang penuh luka .

Rambut hitamnya yang panjang menjuntai menutupi sebagian wajahnya. sosok perempuan tersebut memakai baju berwarna putih kusam dan cara ia berjalan agak sedikit pincang.

Sosok perempuan misterius yang terkesan menyeramkan tersebut berjalan diatas jembatan penyebrangan ,seringai menyeramkan terukir dibibirnya tatkala melihat seorang gadis sekolah berjalan kearahnya.

"Hah~ menyebalkan" gerutu gadis berambut orange tersebut sambil menghentak hentakan kakinya tanda bahwa ia sangat kesal "Naruto-sensei benar benar keterlaluan kenapa aku discor selama tiga hari? yang salah itu kan Tayuya bukannya aku dia yang menyerangku duluan" gadis yang berseragam sekolah tersebut masih menggerutu disepanjang jalan tanpa menyadari didepan sana ada sosok perempuan menyeramkan yang berjalan kearahnya.

SREKKK

SREEKK

Suara langkah kaki sosok perempuan tersebut terdengar karna cara jalannya yang menyeret kakinya yang pincang.

"Arghhh...dasar Naruto-sensei menyebalkannnn!" teriak gadis bersurai orange tersebut yang bernama Moegi.

.

.

"Yokai? kau yakin?" tanya Sakura pada Sasuke yang saat ini berada diruang otopsi.

"Hn dari bau yang tercium dari mulutnya aku yakin ini ulah Yokai, karna sebelum gadis ini mati Yokai tersebut menyerap rohnya" terang Sasuke.

"Hn, lalu dimana gadis ini ditemukan?" tanya Sakura mengamati tubuh jasad gadis tersebut.

"Dijembatan penyebrangan dekat gedung tua yang tak terpakai"

Sakura menoleh menatap Sasuke "bukankah itu letaknya tak terlalu jauh dari gedung sekolah tempat Naruto mengajar?"

"Hn"

"Yokai itu sepertinya mengincar siswi sekolah" ucap Sakura.

"Ayo kita basmi Yokai itu sekarang" ajak Sasuke.

Sakura tersentak "Sekarang?" tanya Sakura tak percaya.

"Hn, kita selesaikan sebelum malam tiba ,kau tau kan alasannya" ujar Sasuke sarkastik.

"Hn, baiklah tapi bagaimana dengan kerja mu? biar aku saja yang menghadapi Yokai itu hari ini aku shiff siang"

"Tidak apa apa aku tidak ada jadwal operasi hari ini jadi aku bisa pergi" tukas Sasuke.

"Baiklah" Sakura dan Sasuke pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju jembatan penyebrangan dimana Yokai itu berada.

.

.

.

"S-siapa kau?" pekik Moegi bergidik ngeri melihat sosok perempuan menyeramkan tepat didepannya.

"Hikiko"

DEG

.

.

Bersambung...