Cast : KookMinTae with Yugyeom Bambam
Rated : T
NB : Gantian momentnya sehabis Markson
ACCIDENT
Etsuko Ai
Liburan musim panas telah tiba, sebenarnya juga itu tidak berpengaruh pada mereka karena Taehyung yang memang belum bersekolah dan Jungkook yang tidak mendapat hari libur. Tapi semalam orang tua Jimin yang diketahui Jungkook sebagai tembok penghalang kemesraan Jungkook bernama Yugyeom itu menelfon bahwa dirinya sedang sakit. Jungkook percaya? Oh tentu tidak Jungkook tidak percaya kalau mertuanya yang super protective itu sakit dengan mudahnya. Tapi berhubung ini juga permintaan Jimin jadi Jungkook mengabulkannya.
"Hah aku juga ingin menginap di rumah Appa"
"Kau ada tugas keluar kota Kookie"
Jungkook mendengus kesal tapi dia masih fokus menyetir walaupun dia kesal dia masih ingat keselamatan istri dan putranya. Jimin sendiri hanya terkekeh melihat wajah kekanakan Jungkook.
"Berapa lama Chim kau menginap disini?"
"Emmhh hanya seminggu"
"MWO SEMINGGU?" sekilas Jungkook menoleh ke arah Jimin tapi kembali fokus ke jalanan
"Ayolah Kookie ini hanya seminggu bukan setahun lagipula aku lebih banyak menghabiskan waktu di Seoul kan?"
"Terserah"
Jimin hanya memandang Jungkook maklum suaminya memang kekanakan kalau sudah berurusan dengan dia yang tinggal sendirian di rumahnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah minimalis dengan halaman yang cukup luas taman yang masih terawat dan tertata rapi. Jungkook membantu membawakan beberapa barang-barang Jimin dan Taehyung karena Jimin yang harus menggendong Taehyung. Bocah itu bahkan sudah tertidur sesaat setelah mereka berangkat.
"Jimin-ah"
"Eomma"
Bambam sedikit berlari ke arah Jimin dan sedikit memeluk tubuh putranya mengabaikan sosok namja yang masih tampan di belakang Jimin.
"Omo cepat bawa Tae masuk!"
"Ne Eomma, dimana Appa. Apa Appa baik-baik saja" tanya Jimin khawatir
"Eh memang Appamu kenapa Jimin-ah?" tanya Bambam bingung
Jungkook memutar bola matanya malas benar kan dugaannya itu hanya tipuan Yugyeom untuk menjauhkan Jungkook dari kehangatan Jimin.
"Appa bilang dia sakit Eomma"
"Jinjja? Dia hanya demam tapi pagi tadi dia sudah bermain golf"
Benar kan? Walaupun Jungkook sudah menikahi Jimin sampai mereka mempunyai Taehyung , Yugyeom masih saja bersikap mereka sekumpulan anak SMA yang masih dalam tahap kelabilan.
"JIMIN"
"Appa"
Dan sekali lagi Jungkook hanya di anggap angin lalu yang bukan apa-apa sudahlah lupakan saja Jungkook dengan dunianya.
Etsuko Ai
Jungkook dan Jimin menghabiskan waktu berdua mereka di halaman depan rumah Jimin sambil menikmati teh hangat dan langit malam yang penuh dengan bintang. Sesekali Jimin menoleh melihat sebuah rumah berlantai dua tepat di samping rumahnya dan sedikit mengulum senyumnya. Jungkook tidak bodoh untuk tidak sadar kalau rumah yang dipandangi istrinya itu rumah mantan kekasih Jimin. Sekali lagi Jungkook tekankan rumah MANTAN JIMIN.
"Apa yang kau lihat Chim?" tanya Jungkook kesal
"Tidak ada"
"Aku tidak suka kau menatap namja lain walaupun itu hanya rumahnya"
Jimin terkekeh dan mencubit gemas pipi Jungkook yang menimbulkan erangan protes dari Jungkook.
"Ani, ternyata rumah itu tidak berubah. Jadi, kapan kau kembali ke Seoul?"
"Kau mengusirku eoh?"
"Ani, aku hanya mengingatkanmu tentang pekerjaanmu dan betapa disiplinnya Appa"
"Jangan bahas Appa oke? Aku besok pagi kembali ke Seoul"
"Berapa lama?"
"Emh, dua hari mungkin. Kau sendiri kapan pulang aku akan menjemput kalian berdua"
"Seminggu Kookie kami di sini seminggu"
"MWO? Tapi Appa sendiri saja sudah sehat" protes Jungkook
"Aish tidak usah kekanakan lagipula ini di rumahku sendiri kan? Jadwalmu juga padat bukan dan pastinya aku di rumah juga kesepian. Setidaknya disini aku dan Taehyung aman kan?"
"Aku akan merindukan kalian"
"Sering-seringlah menelfon"
"Tentu saja"
"Ayo masuk di sini semakin dingin dan aku mulai mengantuk"
Jungkook tersenyum dan mengusap sayang surai hitam Jimin dan memeluk pinggang istrinya masuk ke dalam rumah Jimin.
Etsuko Ai
Keadaan kamar Jimin masih sama sejak Jungkook menginjakkan kakinya di kamar Jimin dan itu terhitung sudah sangat lama. Dan yang jelas Jungkook tidak suka dengan balkon dan jendela Jimin yang langsung menuju ke rumah di depannya.
"Waeyo?" tanya Jimin bingung saat Jungkook menutup kasar gorden kamarnya
"Ani hanya merasa panas" jawab Jungkook acuh
Jimin hanya terkekeh melihat tingkah kekanakan Jungkook dan mulai membereskan barang-barang yang tadi dia bawa.
"Tidurlah! Kau harus bangun pagi kan?"
"Hm... dimana Taehyung?"
"Dia tidur bersama Appa dan Eomma"
Sreettt...
Jimin membulatkan matanya terkejut saat tiba-tiba Jungkook memeluk pinggangnya dan menarik tubuh Jimin ke ranjang.
"Ayo tidur"
Jimin sedikit menggeliat saat Jungkook menggesekkan hidungnya ke leher Jimin bahkan Jimin bisa merasakan nafas hangat Jungkook di lehernya
"Dasar manja" ejek Jimin
"Aku manja pada istriku bukan orang lain"
Jimin kembali terkekeh dan membalikkan tubuhnya membalas pelukan Jungkook. Sementara Jungkook makin mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan kepalanya pada dada Jimin menghirup aroma istrinya yang akan dia rindukan. Berlebihan? Memang.
"Kau kekanakan Kookie" Jimin mengelus lembut surai malam Jungkook
"Aku jarang mendapatkan kesempatan seperti ini. Apalagi kalau kau sudah bersama Taehyung"
"Wajar bukan? Kita sudah menjadi orang tua Kookie."
"Aku masih merasa kita seperti pengantin baru"
"Sssttt... tidurlah! Ini sudah malam dan aku mulai mengantuk"
Jungkook hanya menggumam dan mengeratkan pelukannya pada Jimin. Sedikit mencuri ciuman di pipi Jimin sebagai ucapan sebelum tidur.
Etsuko Ai
Sudah empat hari Jimin dan Taehyung berada di rumah Jimin. Dan karena Taehyung bosan akhirnya Jimin mengajak Taehyung berjalan-jalan pergi ke pantai bukan ide yang buruk kan?
"Eomma apa itu?"
"Ada apa Tae?"
Jimin membulatkan matanya saat melihat sebuah mobil yang berputar-putar tanpa arah kini menuju taxi yang di tumpanginya. Dan yang Jimin tau saat ini adalah bagaimana cara melindungi putranya. Jimin langsung memeluk erat tubuh Taehyung sedikit meringis saat merasakan sesuatu menghantam punggungnya. Dan Jimin masih bisa mendengar suara tabrakan dan benda pecah sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.
#Jungkook
Jungkook duduk dengan gelisah di balik meja kerjanya. Berulang kali Jungkook mencoba menghubungi Jimin tapi panggilannya selalu terputus. Jujur Jungkook merasa khawatir dan cara terakhir yang akan Jungkook lakukan adalah menghubungi rivalnya (read : Yugyeom)
"Eoh, Appa?"
Belum Jungkook memencet nomer Yugyeom tapi sang Appa sudah menghubunginya kejadian yang sangat langka. Tapi yang jelas ini bukan imajinasi Jungkook melihat id call mertuanya.
"Yeobose... MWO? AKU KESANA"
Tanpa menunggu lagi Jungkook langsung mematikan panggilannya dan berlari keluar dari kantornya seperti orang kerasukan. Dan menimbulkan banyak tatapan curiga dan bingung.
Jungkook merasa dia mulai membayangkan sesuatu yang buruk setelah mendengar telfon dari mertuanya. Awalnya Jungkook berniat memesan tiket pesawat ke Busan sayangnya pesawat ke Busan sudah lepas landas sejam yang lalu dan Jungkook tidak punya waktu untuk penerbangan berikutnya dan dia lebih memilih mengemudi seperti orang gila.
#otherside
"Kenapa kau menelfonnya?" tanya Bambam heran
"Jungkook suami Jimin jadi wajar aku menelfonnya"
"Ani bukan itu yang ku maksud"
"Aku hanya mengujinya"
"Terserah kau pria tua"
Benar memang jika Jimin dan Taehyung mengalami kecelakaan tapi yang di maksud Bambam adalah kenapa Yugyeom memberitahu keadaan Jimin pada Jungkook err sedikit mungkin banyak berlebihan.
"Aku akan menunggunya di luar"
Bambam hanya mengangguk dan menatap Jimin yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dengan beberapa luka di tubuhnya. Lalu Bambam menatap Taehyung yang untungnya hanya sedikit mendapatkan luka mungkin hanya goresan karena berada dalam pelukan Jimin.
"Bangunlah Jimin-ah! Appamu mengerjai suamimu lagi" lirih Bambam
Dia tau Jimin akan baik-baik saja tapi tetap saja Bambam khawatir walaupun Jimin sendiri telah memiliki seorang putra.
Etsuko Ai
Jungkook menarik nafas panjang dia mencoba tenang. Dia sudah sampai di tempat tujuannya tapi tetap saja Jungkook khawatir dia berlari masuk ke dalam rumah sakit tempat Jimin dan Taehyung di rawat karena kecelakaan. Dan yang membuat Jungkook khawatir adalah saat Yugyeom mengatakan Jimin dan Taehyung tidak sadar.
Braakkk...
Jungkook membuka kasar pintu rawat Jimin. Nafasnya tidak teratur expresi wajahnya terlihat sangat khawatir.
"Kookie..."
"Chim"
"Appa?"
Jungkook langsung berlari ke arah Taehyung dan memeluk erat tubuh putranya masih terlihat baik-baik saja hanya ada beberapa plester di wajah tangan dan kaki kirinya. Jungkook bahkan tidak melihat dimana Yugyeom.
"Tae, baik-baik saja?" Jungkook bisa bernafas lega sekarang
"Ne, Tae kan namja" jawab Taehyung bangga
Kini pandangan Jungkook beralih pada Jimin yang masih duduk di ranjang rumah sakit dengan perban yang melilit di kening Jimin.
"Aku hanya mendapat luka di kening dan sedikit di punggungku hehehe" jawab Jimin canggung.
Sebenarnya Jimin hanya ingin mencairkan ketegangan di wajah Jungkook melihat expresi tegang Jungkook saat menatapnya.
Sreettt...
"Ini?"
Jimin lagi-lagi hanya tersenyum canggung saat Jungkook menyibak selimut yang di pakainya dan menunjukkan perban lain di pergelangan kaki dan tangan Jimin.
"Aku baik-baik saja Kookie" lirih Jimin. Karna sejujurnya Jimin tidak menyukai expesi wajah Jungkook saat ini dia lebih menyukai Jungkook yang manja dan kekanakan.
"Oh kau sudah datang Jungkook-ah. Hmm sangat cepat untuk jarak dari Seoul ke Busan"
"Appa... apa Appa memberitahu hal yang aneh pada Jungkook?" protes Jimin
Jimin terlalu hafal dengan sikap Appanya pada Jungkook. Karena memang dari awal Yugyeom terlalu protective pada Jimin.
"Ani, aku hanya bilang kalau kalian kecelakaan dan kau tidak sadar"
"Appa... eh Kookie?"
Jungkook langsung memeluk tubuh mungil Jimin tidak erat memang karena Jungkook tidak ingin menyakiti Jimin.
"Kalian membuatku khawatir" lirih Jungkook
"Kami baik-baik saja Kookie" balas Jimin lembut dan mengelus punggung Jungkook sekedar untuk meringankan kekhawatiran Jungkook.
"Ayo kita keluar!"
"Eh?"
Bambam menatap Yugyeom bingung saat tiba-tiba suaminya itu mengajaknya keluar membiarkan Jungkook bersama keluarganya.
"Tidak biasanya kau mengajakku?" tanya Bambam curiga
"Entahlah mungkin ini bukan aku yang sebenarnya" jawab Yugyeom acuh
"Kau merelakannya kan?" goda Bambam
"Benarkah? Mari kita lihat nanti!"
FIN
Epilogue :
Jungkook menatap tidak suka pada rival abadinya yang kini sedang mengeluarkan tawa iblis kebanggaannya. Oke Jungkook tidak suka saat ini karena mereka sedang liburan di pantai karena rengekan Taehyung dan keadaan Jimin yang sudah membaik. Baik bagaimana bisa lelaki bernama Yugyeom itu dengan seenak jidatnya duduk diantara dirinya dan Jimin tanpa rasa bersalah.
"Ini daerahku Jeon" bisik Yugyeom
"Appa... Eomma sendirian bagaimana..."
"Ohh ani ani, Bambam bahagia bermain dengan Taehyung jadi dia tidak akan kesepian"
Jungkook menghela nafas kasar mencoba menenangkan tangannya yang ingin memukuli sesorang. Tapi Jungkook sedikit mengulum senyumnya melihat wajah bahagia Jimin dan Taehyung walaupun ada makhluk menyebalkan yang berstatus mertuanya.
Beneran FIN
Hai hai gue kambek!
Adakah yang kangen ama gua? KAGAK
Mianhae ne #bow gue tau udah nelantarin berapa epep gue karena beberapa alasan :
1 Gue sibuk dan berhubung gue udah lulus dan gue baru bisa nyantai sekarang
2 Gue kehilangan banyak de epep termasuk epep Vmin gue tapi gue usahain buat lanjut
3 Gue merambah epep ke fandom lain selain screenplays gue ke fandom anime juga
4 Pliisss bantuin gue kembali ke moment KookMin dan Vmin karena sumvah gue banyak kehilangan ide dan penyakit WB mulai merambah sekian
Thanx buat yg setia nunggu epep gue terus epep nya gue lanjut kok tapi update berkepanjangan
