Hidup ngaco!!!
Saia pusing!!!
Mau bikin perjalanan Study-Banding-NAC, masih kekurangan ide...
Jadinya, well, ini aja dulu lha ya...
Whities-ku Sayang, NAC-ku Malang
Udah siang, pelajarannya Social Subject lagi, ngantuk kan? Banget!!!
Ini jam 12siang, please... udah jam pelajaran ke-7, jam ngantuk banget lagi! Duh, kenapa coba harus pelajaran Social yang gurunya gajhe gini! Harusnya ini adalah pelajaran matematika...
Jangan!!! Mati aja deh kalo gitu!
OR? Jangan juga, nose-bleed sangking panasnya.
Sains? Jangan! Emoh ketemu sama si Bak, lagian dia lagi selingkuh sama si Compie tuh.
Seni, udah ga bisa mikir, udah ga kreatip kalo jam segini mah. Pertanyaannya adalah, emang kalian pernah kreatif? Ada juga kere-atip.
Intinya... UDAH PULANG AJA!!! BOSEN....BOSEN...BOSEN...
Lavi dan Chomesuke yang duduk bersebelahan lagi asyik ngedesign gaun penganten, siapa juga yang mau nikah.
Alma, yang entah kenapa dilupakan pada beberapa chapters sebelumnya, kini muncul lagi dengan ngorok tak bersuaranya.
Link dan Johny, cuman dua ini yang masih waras. Kalo Johny lagi ngerjain PR matematika, Link lagi nyatet tiap huruf sampe titik-koma yang Cross ucapin.
Lenalee dan Rhode, keduanya lagi ngomong nyambung-ga-nyambung. Lenalee ngomongin Teppei Koike, Rhode ngomongin crack yaoi-an; entah kenapa keduanya nyambung.
Fou udah kaya orang gila, ngegangguin Rikugou yang udah setres sangking pengen keluar dari kelas.
Wisely, tetap dengan tarotnya.
Allen. HELP, ALLEN PINGSAN!!! DIA UDAH SEKARAT KARENA KELAPERAN!!!
Kanda sih cuman comment, entah udah yang keberapa kalinya, "che... membosankan, ga guna."
Jasdebi, well, since mereka emang ga pernah ga gajhe, tahu lah ya...
Tiba-tiba, sebuah intermezo dari pintu terdengar. Yuph, ketukan dari surga untuk kelas NAC yang wajibnya masuk ke neraka.
"Udah masuk aja!" bentak Cross BeTe. Kesel juga dia kayanya sama ketukan yang berkali-kali itu.
Olivia dengan mata sembabnya, isak-isakannya, dan sebuah sapu tangan (yang entah kenapa kesannya jorok banget, secara belendir-lendir gimana gituh...), masuk kedalam ruangan.
"O-chan-sensei kenapa?!" seru NAC.
"Kamu kenapa Olivia?!" tanya Cross sok perhatian.
Yang ditanya malah tambah nangis-nangis gajhe, "huuuueeee.... ngueeeeek.... muahaaaaaa..... hiks...hiks... erghhh.... hiks2... hueeee...."
"O-chan diapain?!" tanya quartet lenalee, Fou, Chomesuke, dan Rhode
"Siapa yang ngeganguin kamu?!" tanya Cross, "harus kubantai dia."
"Nee-chan, siapa yang mukul Nee-chan, let me kick his ass!" bentak, siapa lagi sih yang sis-connya melebihi Komui.
Sisanya, cuman bengong.
Seenggaknya sampe Wisely ngomong, "O-chan-sensei, ga usah sampe segitunya deh. Whities-nya ilang dimana? Sini kita cariin."
Dengan puppy-eyes-nya, Olivia memandang Wisely yang begitu mengerti dirinya (huek2...), langsung aja dia meluk Wisely sambil ngomong (masih termehek-mehek sih), "Wisely, emang cuman kamu yang bisa ngertiin saya.... hiks... e...heee...."
Rikugou langsung bereaksi, "Nee-chan, itu Wisely gue!!!"
Cross juga samanya, "Olivia..." dengan gaya chibi baby Kadaj, "Wisely, itu Olive gue!!!"
Masih ingsrek-ingsrekan, "tenang aja kali... hiks... hiks... saya juga ga suka berondong..."
Sweatdrops.
"Gue ini Brownis tahu!" protes Wisely.
"Sama aja, tetep aja kamu lebih muda," tangkas Olivia.
Ok, that's it. Intinya, akhirnya, ending-endingnya, ujung-ujungnya, sudah diputuskan. Cross akan membawa Olivia, tujuannya supaya Olivia bisa nenangin diri gitu. Dan NAC, berhubung mereka sih seneng aja ga ada kelas social, mereka mutusin untuk nyari Whities; coba, milih mana, maen sambil nyari anak doggie, atau diem dikelas sambil ngerjain tugas yang pastinya ga tanggung-tanggung lagi susahnya (berhubung kalo lagi bad-mood, Olivia pasti bikin soal yang pembunuhan, sebenarnya siapa sih guru sosialnya?).
***
"BAKA-BAK!!!" Fou ngebuka pintu ruang komputer dengan tendangan. "Sini! Bantuin kita nyari Whities!" perintah Fou pada Bak yang lagi enak-enaknya ngetik program-program aneh yang jelas sekali gak bisa dimengerti.
"Hah? Whities? Siapa tuh? Boneka beruang lu?" Bak ngebales Fou dengan acuh ga acuh.
*Crack*, urat Fou langsung mucul. "UDAH IKUT AJA NAPE SEH, BAKA?!" Fou dengan tidak berkeprimanusiaannya menyeret Bak keluar dari hadapan komputernya.
"COMPIE!!!" ratap Bak seiring dengan menjauhnya tuh compie dari pandangan matanya.
"Sorak sorai semua! Fou berhasil membuat Baka-sensei keluar dari ruang komputer dan berpisah dengan Compie tercayank!!!" Lavi dengan biadabnya mengumumkan begitu melihat Bak yang autis dan ga pernah misah dari compie diseret menjauh dari compie oleh Fou yang menarik kerahnya dengan wajah penuh kemenangan.
"Ok, semuanya!" lanjut Lavi, "kita bagi tugas!"
"E-moh!" tegas Kanda, OOC.
"Lho...?"
"Soalnya kalo lu yang ngebagi, pasti ngaco lagi!" bentak Kanda, berhasil membuat bulu kuduk manusia tanpa bulu merinding.
"Yuu-chan kejam~" Lavi masang puppy eyes. Mugen langsung disodorkan di hidungnya. "O-okey deh... bebas aja ya..." lalu dia langsung ngacir entah kemana.
"Aku kearah sini!" Fou yang menarik Bak, Lenalee, Chomesuke, dan Rhode langsung serentak sambil nunjuk arah yang beda. Hebat! Kompakan sekali, sodara-sodara!
"Gue kesini!" Kanda, Allen, Lavi, dan sisa-sisanya barengan juga.
"Eh?" Rikugou sedikit ragu dengan satu-satunya jalan yang tersisa. Jalan yang menuju ruang UKS. Badannya langsung lemes.
"Ya udah, gue ikut Ri aja deh..." Wisely curi-curi kesempatan. Siapa tau nanti disana ada kesempatan untuk... untuk nakutin Rikugou, siapa tau nanti dipeluk?
***
"Whities? Whities...? Whities, kamu disini? Ato disini?" Lenalee sibuk mencari dimana ada yang tau? Percaya ga percaya, dia nyari di laci meja, di dalem mug kakaknya, di rak piring, di dalam badan mantan-mantan Komurin yang jumlahnya XXX (sangking banyaknya, Author bingung udah berapa...), lalu masih juga di beberapa tempat-tempat yang impossible abis seperti kloset, dan langit-langit ruangan (kan bisa dibuka karena ada pintu kecilnya). Gimana caranya dia nyampe ke atas?
Jangan lupa, diakan punya dark boots! Serahkan semua pada dark boots! Pengen terbang, pake dark boots! Mau lari cepet, pake dark boots! Mau makan tapi ga ada duit? Jual dark boots-nya! Masalahnya nih... emang bisa semua orang syncrho gitu?
-
Beda dari Lenalee... Fou dan Bak juga lagi nyari Whities tersayang itu...
"Ya udah, gini aja, kita cari pake GPS gimana?" saran Bak.
Fou ngacungin jempol, "ide bagus tuh!"
Akhirnya, berakhirlah keduanya di ruang Science and Technology, mengerjakan proyek besar untuk demi bisa (ga banget deh bahasanya) menemukan Whities kembali.
derededeng....
"Yureka (maksudnya eureka)!!!" teriak Bak ala Tomas Alepa Edhisen yang menemukan bola lampu yang bisa nyala mati sendiri (itu sih lampu rusak ya), "berhasil, dengan kalung ini, kita bisa melokasikan keberadaan Whities dimanapun dia berada!"
Keduanya masih kegirangan... sayangnya...
"Btw, Fou, gimana caranya kita masaning kalung ini ke Whities?" tanya Bak polos yang disambung cuman dengan tatapan sama bingungnya.
-
Di belahan dunia yang lain... masih tetep di NAC, hanya saja di pojok lain yang tidak diketahui orang lain; Timcanpy yang begitu manis itu pun sedang mencoba mencari Whities...
"Grrrr....llll....grl..grl..." geramnya. Menurut tim-translator, 'Whities... dimana kamu? Diam disana, jangan kembali...'
Hah? Ga salah tuh Tim-translator?
"Grrrrrlllll....grrrr..." artinya, 'biar tetep aku yang jadi favorit O-chan dan Cross...'
Wah, parah nieh, baru beli, udah rusak lagi!!!
"Grrrr....lrrrrllrrrr...." tetep, 'enak aja! Emang ga rusak tu tim-tranlator, emang aku bermaksud demikian!!!'
Hah?! *gedubrak*
-
Di lorong ke arah UKS... itu tuh, lorong yang nyeremin itu...
"Eh, Rikkun, kenapa rasanya ada yang aneh ya?" tanya Wisely.
"Aneh, apanya? Jangan bikin serem dong..."
"Bukannya mau nakutin lho... tapi... emang gue punya feeling buruk..."
"Apaan?" Rikugou yang penakut penasaran juga nieh...
-
Kanda dan Alma, keduanya mencari ke perpustakaan.
Alasan Alma, supaya bisa lanjut tidur di perpus.
Alasan Kanda, "mungkin aja tu doggy tidur di perpus waktu lagi belajar..."
"Eh, emang Whities bisa belajar?" tanya Jasdebi out of no where.
"Hah?" Kanda shock, "sejak kapan kalian pada disini?"
"Sejak awal, Kanda. Kita kan takut sendirian, jadi, bareng Kanda aja ya..."
Ok, selama bukan Lulubell, kayanya ga apa-apa deh, batin Kanda. Tapi, kemudian suara seseorang yang menakutkan itu terdengar; refleks, Kanda langsung menarik dua setengah temannya itu (Jasdebi diitung satu setengah) kedalam perpus dan menutup rapat pintunya.
Lulubell diluar cuman bisa bengong, "emang kenapa sih? Kaya baru ngeliat nenek-nenek ngejer berondong aja..."
-
Allen masih asyik jalan ke ruang musik yang angker and super serem (?) itu.
Tiba-tiba...
Kenapa rasanya ada yang dingin-dingin ya? Pikir Allen begitu merasa sesuatu meniupi lehernya.
Allen berbalik dan langsung tereak kaya orang waras...
Beberapa saat kemudian, waktu nafasnya abis karena tereak tadi, dia ngomong, "ternyata kamu Tim, aku pikir siapa. Jangan nakut-nakutin dong..."
Masuklah Allen bersama Timcanpy kedalam ruang musik.
-
"Sapa tahu aja Whities nyasar ke dalam gudang, Choo..." saran Chomesuke.
Lavi bengong, "tumben kamu pinter."
Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk masuk kedalam gudang, ga inget aja keduanya bahwa gudang itu kekunci rapet, jadi ga mungkin kan tu doggy bisa masuk ke sana; toh, mereka aja wajib minjem2 kunci sana-sini buat masuk ke gudang.
Oh, pasangan dodol itu...
-
Sementara Kros dan Olipia (bukan Cross dan Olivia!), sedang asik menyantap pecel lele di kejauhan sana di sebuah warteg yang cukup terkenal di kalangan tukang ojek nganggur. Lalu Olipia merasa ga enak badan, kayak ada perasaan buruk gitu deh. Ternyata, sambel pecel lele yang dia makan merupakan sambel sisa kemaren. Pantes aja perasaan buruk.
Lagian, ngapain mereka ada disini?! OC tetep, bukan! Keren, kaga! Chara Hoshino Katsura, bukan! Cuman numpang lewat lagi! Ga elit banget seh...! Makan tuh sambel! Karma lu sakit perut! Siapa suruh cuman bisa numpang lewat!
Kross dan Olipia kompakan tereak, "LAH SIAPA SEH YANG NGETIIIKKK!!!!?????"
Auch, telinga author sakit dan pengak jadinya.
-
Sementara itu, Cross dan Olivia yang asli dan bukan bajakan sedang duduk di sebuah cafe menikmati secangkir cafe au lait, croissant, dan cake. "Jadi, Olivia, Whities ilang gitu?"
Olivia yang tadi udah diem mulai nangis lagi. Gagal Lu Cross! "He... hek-hek... iyaa..." isak Olivia (busyet, ini nangis ato ketawa ato keselek?).
"Hh... kok bisa sih?" Cross berusaha bertanya selembut mungkin, walaupun bagi para on-lookers dia terlihat sebagai penyebab nangisnya Olivia, yaitu dia ngegodain Olivia dan Olivia jadi ketakutan. Nasib... nasib, beginilah riwayat orang yang mempunyai tampang om-om senang (lawan jenis dari tante girang tuh...).
Dasar kurang ajar mereka. NAC lagi mempertaruhkan segenap jiwa dan raga, mereka malah asyik2kan, disini lagi... dasar...
***
"Wadow! Ampun Fou! Ampun!" Bak merengek karena dipukulin Fou yang lagi kesel.
"Ga ada ampun buat lo!!!" Fou masih dengan bengisnya menghujani Bak dengan pukulan. "NGAPAIN LO NEMUIN BENDA GA GUNA GITU?! TETEP AJA WHITIES GA KETEMU!!!"
Setelah puas mukulin Bak, Fou mendengar sesuatu, entah apa itu.
Fou ngirim SMS, isinya 'woi, da yg aneh, atw persaan g ja???'
Langsung kontan dibalas oleh seluruh anggota NAC, kecuali Alma –tidur-, Wisely –hp abis batere-, Rikugou –ini sih emang terkenal males ngeliat HP, ga peduli tuh HP pake ringtone OneMissCall juga, paling ketakutan, tapi tetep aja kaga diliat-.
Y, tp pa? –Allen
Apa sih? -Johny
Hm... kyx sih... –Lavi n' Cho (Lavi dan Chomesuke, bukan Lavi encok, ya...)
Benar juga, saya sendiri juga merasa sesuatu yang aneh sedang terjadi disini. Tapi saya tidak tahu apa itu; ada yang tahu? –Link, ga nyadar kalo dia itu harusnya hemat pulsa, lagian SMS itu harusnya sehemat mungkin kan?!!!
Probs, tp slmn bkn YAOI, pduli amat!!! –Rhode
Che, SMS ga penting! –Kanda
Na...na...na, tralala, trilili, senangnya hati ini... –Jasdebi
Gw punya betfil ttg nie, kyx da hubs ma pengumuman K-nii-san td pgi, deh... –Lenalee
Pengumuman Apa? –NAC, tetep kecuali yang tiga tadi.
Tentang... teing ah... lupa... –Lenalee
Iya, tentang apa ya? –Fou
Lack
Luck
Lick
Clock
Click
Crack Pair?
Lock
Logaritma?
AUTO LOCK!!! –Johny mengingatkan.
"PINTUNYA GA BISA DIBUKA!!!" teriak anak NAC berbarengan.
***
Di ujung dunia yang lain sana, di kota, lebih spesifik lagi, di depan sebuah salon, terlihat seorang cowok dengan muka sedikit *terlalu* sableng, berambut hitam kerli-kerli ga jelas, berkacamata, dengan topi kabaret dan jubah putih autis, bernama Komui, sedang menggendong seekor doggie putih bernama Whities. "Aduh... muph banget ya, Whities... eh bener kan? Ah peduli ah, pokoknya muph banget ya, udah numpahin kopi ke kamu. Ga pa-pa kan? Udah bersih dan bling-bling kan sekarang?" kata Komui ga OOC, cuman super lebay seperti biasa.
Sedangankan Whities... dia dengan senangnya menjilat pipi Komui sebagai tanda terima kasih atas perlakuan penuh kasih yang belum pernah dia dapatkan dari orang-orang jahanam bernama Cross, Olivia, dan Anak-anak NAC, well... tanpa dia ketahui, bahkan dari Timcanpy.
Tu be kontinyut... nyut... nyut... sakit kepala? PARAMEX obatnya! Ha? Kok malah ga nyambung? Emang, soalnya ga nyambung sama chap selanjutnya! Entah mau dilanjut ataw kaga...
Bwahahahaha!!!
BTW, Request OC masih dibuka....seenggaknya mpe next chap updated...hoho
