Title : Trap In the Other Demension

Author : Rei Ame

Rate : T *rate paling aman *

Length : Chaptered

Cast : member Exo and other seiiring berlanjutnya FF ini.

Pairing : All Exo couple (official pair)

Genre : Fantasy berlebihan, Action(?),Drama,Romance(?),DLL

DISC : ini FF asli punya otak saya. Jika ada kesamaan adegan atau kesamaan yang lain saya mohon maaf. Mungkin itu hanya kebetulan saja. para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy berlebihan saya menjadi terwujud di FF ini. FF ini terinspirasi dari FF yang pernah saya baca disalah satu blog dan juga dari sebuah buku cerita yang saya dapat dari Mie Gemez#kkyyaa masih hobi makan mie itu#. Terimaksih kepada author dan juga buku itu. Terimaksih karena telah memberikan saya banyak Inspirasi.

Summary : sebuah kelompok camping dari sekolahnya terperangkap dalam sebuah lubang dimensi yang membuat mereka terjebak di sebuah tempat aneh atau lebih tepatnya membawa mereka ke sebuah planet yang ada diluar sistem tata surya. IT'S YAOI!.

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual dan sakit kepala, tidak sesuai EYD. I told you before, if you hate YAOI, you better don't read my fanfic! Deal?

No Flame, No Bash, No SiDers

Let's Start!

Hello everi badeh ! Woy! Rei's back. Back back back*dilempartruksampah* Rei bawa FF bergenri Fantasy berlebihan nih . Mohon bantuannya agar Rei bisa memulai hobi baru ini dengan tekun(?) . OnKey!

DON'T LIKE YAOI?

.

.

.

DON'T READ

.

.

.

JUST GO AWAY!

.

.

.

Rei Ame

.

.

.

Chapter 14

SuLay Side

"hyung akhirnya kau sadar juga... aku benar – benar mencemaskan mu hyung..." ucap Lay bahagia sambil terus memeluk Suho erat seakan tak ada hari esok untuk memeluknya lagi.

"kau baik – baik saja? Ada yang luka? Sudah makan? Kau tidur dengan baik? Dan apa kau benar – benar tidak tidur? Lihatlah... tubuhmu mengurus apa kau benar tak makan? Aku merepotkanmu ya?" Suho langsung melontarkan bertubi – tubi pertanyaan saat ia melihat Lay yang sepertinya kurang tidur.

"Ouch...Appo!" rintih Suho saat ia merasa kepalanya yang indah(#oh ayolah) di pukul oleh seseorang kini memeluknya. Suho melepaskan pelukannya dan menatap Lay tak percaya dengnan tatapan 'kenapa-kau-lakukan-itu?'.

"dasar bodoh! Padahal aku sungguh khawatir akan keadaanmu dan saat kau sadar kau malah menanyakan keadaanku dan banyak sekali pertanyaan yang harus ku jawab..." ucap Lay seaakan mengerti arti tatapan mata Suho.

Sungguh rasanya ia ingin sekali menangis saat ini juga karena Suho. Ya! Karena Suho. Suho hanya tersenyum lembut pada Lay mengingat dulu Lay akan selalu menangis saat ia mengalami sesuatu atau setidaknya terluka.

"sudahlah... aku baik – baik saja lihat? Dan terima kasih kerena telah mengkhawatirkanku dan juga merawatku dengan baik..."ucap Suho lembut dan kembali menarik Lay kedalam pelukannya. Memberikan namja manis ini kehangatan.

"hyung juga harus berterima kasih pada Rein yang membantuku menyembuhkanmu hyung..."ucap Lay yang mungkin sudah sedikit mulai tenang.

"Rein? Tunggu dulu!" Suho sepertinya mengenal nama itu. Dan ddengan segera ia melepas(kembali) pelukan mereka dan membuat Lay sedikit kecewa karena kehangatannya harus berakhir dengan cepat. Suho menatap Lay tak percaya. Yang bernama Rein hanya ada satu di Exo Planet.

"kau bertemu dengan Rein? Dimana?" tanya Suho yang sepertinya terlihat shock. Sungguh! Hanya orang – orang tertentu yang bisa bertemu dengan gadis penyembuh dari desa Healer yang terkenal dengan penyembuhannya yang sangat manjur.

"ini rumahnya Rein, dan ada apa dengan Rein, hyung? Apa dia orang jahat? Tapi jika dia orang jahat dia tak mungkin mau membantuku menyembuhkanmu hyung" tanya Lay yanng disertai dengan pernyataan yang entah untuk siapa.

"i-itu... eum... aku harus mulai dari mana ya?" Suho akhirnya bingung sendiri bagaimana menjelaskannya. Sungguh gadis itu mempunyai riwayat hidup yang sangat rumit. Lay masih tetap dengan tatapan penuh harap pada Suho berharap hyung tercintanya ini mau menjelaskan sesuatu.

"begini... Rein itu kembarannya si peramal kerajaan Rei... mereka itu eum... mereka itu kembar terkutuk yang lahir di keluarga Healer dan pelindung" jelas Suho dengan secara singkat dan padat.

"kembar terkutuk? Apa itu?" tanya Lay lagi sakin penasarannya apa yang dimaksud dengan 'Kembar terkutuk'. Bukankah kalau mempunyai anak kembar akan sangat bagus? Tapi kenapa disini malah ada yang namanya 'Kembar terkutuk'?.

"i-itu... aduh... bagaimana ya? Sebaiknya kita tanyakan saja langsung dengan Rein... dan ngomong Lay?" ucap Suho kikuk dan sungguh ia sangat bingung harus menjelaskan dari mana.

"eum?" guman Lay saat Suho menyebut namanya di akhir kalimat.

"aku lapar" ucap Suho akhirnya yang membuat Lay sedikit yah... sweetdroplah. Aku pikir tadi apa- itu lah yang ada di pikiran Lay sekarang dengan tatapan malasnya. Sedangkan Suho? Ia hnaya nyengir gak jelas sambil menggaruk – garuk tengkuk belakangnya yang sebenarnya gak gatal.

"tunggu sebentar ne... aku akan buatkan makanan yang enak" ucap Lay akhirnya berjalan ke arah dapur dan mencari bahan – bahan makanan apa yang ada di dapur.

"aku penasaran apakah bahan makanannya besar – besar ya? Kayak di film- film advanture yang sering aku dan Kyungsoo tonton?" guman Lay yang masih melihat – lihat isi dapur.

.

.

.

"Kita bertemu lagi" ucap seorang yeoja di dalam hutan saat ia melihat 2 orang namja yang tengah berjalan dengan salah satu dari mereka sedikit terluka.

"siapa kau?" ucap namja jankung yang sedikit terluka itu dengan nada sengit sambil menatap yeoja itu tajam. Dan mengeratkan genggaman tangannya pada namja yang satunya lebih pendek.

Yeoja itu hanya tersenyum. Terlihat dari penampilannya yeoja itu hanya memakai dress putih dengan jubah yang menutupi kepalanya an juga sedikit menupi tubuhnya.

"yang mulia pnageran... anda bisa ikut saya jika anda ingin sembuh dan saya juga punya tempat untuk beristirahat..." tawar yeoja itu dengan nada lembut pada 2 namja di hadapannya ini.

"cih.. aku bertanya siapa kau, dan kau menawarkanku sesuatu. Kau pikir kau siapa?" cetus orang yang di panggil 'Pangeran' itu sedangkan namja yang lebih pendek memilih untuk diam.

"Chanyeol... dia menberikan tawaran dengan baik dan sopan, kenapa kau malah kasar membalas yeoja itu?" bujuk namja yang lebih pendek pada namja yang lebih tinggi yang di panggil Chanyeol dengan nada seddikit berbisik.

"Baekkie... kita belum tau dia itu orang baik atau orang buruk"balas Chanyeol berbisik pada namja yang di panggil Baekkie atau yang lebih dikenal dengan Baekhyun.

"Pangeran Baekhyun benar... akku hanya seorang yeoja yang ingin membantu kalian Yang mulia pangeran" ucap yeoja itu seakan mendengar apa yang di diskusikan oleh Baekhyun dan Chaneyol sambil memberi hormat dengan sangat formal.

Baekhyun dan Chanyeol hanya menatap satu sama lain. Satu pertanyaan yang ada di pikiran mereka yakni 'Bagaimana dia bisa tau?' dan juga 'Bukankah kita berbisik sangat pelan?'.

"janagan takut... aku Rein penyembuh dari desa Healer dan jika pangeran ikut denganku maka pangeran akan bertemu dengan yang mulia pangeran Suho dan Lay" ucapnya lagi memperkenalkan dirinya dan memberikan Baekhyun dan Chanyeol tawaran untuk kedua kalinya.

Setelah berpikir cukup lama akhirnya Chanyeol dan Baekhyun mengambil keputusan untuk ikut dengan yeoja ini dari pada tak punya arah dan tujuan. Dan sekalian mengobati luka Chanyeol dan sungguh Baekhyun sangat lapar. Setidaknya jika ikut yeoja ini akan dapat makanan bukan?.

.

.

.

Sementara itu di dalam sebuah kamar terdapat 2 pangeran Exo planet. Bukan berarti mereka melakukan 'this and that' di dalam sana. Tidak! Mereka hanya duduk di atas ranjang dengan Suho yang tengah makan di supai oleh Lay.

Rau wajah mereka nampak bahagia setelah lama tak bertemu. Ya, mereka memang sudah lama tak bertemu. Lay maupun suho sangat merindukaan mmoment – moment dimana ia selalu bermanja – manja pada Lay. Dan Lay akan senang hati melayaninya dan juga selalu ada senyuman lembut untuk Suho.

Disaat Suho tengah di suapi oleh Lay, suasana beerubah hening karena keterdiaman Suho. Entah apa alasan kenapa Suho terdiam sambil menatap Lay aneh.

"a-ada apa hyung?" tanya Lay gugup yang masih memegangi mangkuk makanan beserta dengan sendoknya.

"kau merasakan aura seseorang? Aura yang snagat kuat" tanya Suho sambil menatap Lay bingung.

Lay berpikir sejenak dan kemudian menggelengkan kepalanya bertanda bahwa ia tak merasakan aura apapun. Bukannya ia tak mau percaya dengan apa yang dikatan oleh Suho, hanya saja Lay sungguh benar – benar tak merasakan kehadiran aura seseorang seperti yang di katakan oleh Suho.

"semakin dekat" guman Suho lagi dengan sigap ia berdiri dan berlari keluar kamar dengan Lay yang masih mengikutinya dari belakang.

"hyung... jangan lari – lari kau bisa merusak barang – barang yang ada di sini" nasehat Lay pada Suho tapi sayang nasehat itu harus di buang karena Suho tak mendengarnya. Lay takut dengan terburu – burunya Suho berlari mungkin akan menyenggol salah satu barang – barang yang ada di sini.

Suho berdiri dalam diam sambil menatap sebuah pintu yang tak lain adalah pintu kelaur dari rumah ini. Ia memasang posisi siap siaga siapa tau Lord ataupun orang jahat lainnya mengetahui keberadaan mereka.

Dan saat pintu di buka...

"apa mau mu dat—Chanyeol?!" kalimat yang akan Suho lontarkan tentu saja terpotong saat ia melihat siluet orang yang mungkin ia kenali dengan baik. Dan betapa kagetnya ia saat mengetahui yang ada di depan pintu itu ternyata adalah Chanyeol adiknya dengan seorang namja yang lebih pendek dari Chanyeol dan juga dia melihat seorang yeoja berdiri disebalahnya dan tersenyum.

Tunggu dulu! Yeoja? Seingatnya Chanyeol tak pernah membawa seorang yeoja bersamanya. Karena yah... ketertarikan Chanyeol terhadap yeoja kurang dan apalagi jika yeoja ini berdress putih dengan jubah panjang hitam menutupi seluruh tubuhnya serta kepalanya.

"siapa kau?" tanya Suho sengit sambil menatap tajam yeoja yang berdiri disamping Chanyeol. Dengan posisi mereka yang masih betah berhadapan di depan pintu masuk dan jujur saja Baekhyun dan Chanyeol suudah lelah berdiri dengan sangat lama dan tentu saja mereka merasa lelah.

"Lay? Suho sudah sadar? Dan aku rasa aku tak pernah menyuruhmu membuat Suho berjalan dihari pertamanya sadar bukan begitu yang mulia pangeran?" ucap yeoja itu pada Lay dengan nada yang cukup menakuti Lay. Sungguh ia merasa bersalah dengan semua ini.

"Mianhae Rein-ah... Suho hyung seperti ini karena ia bilang ia merasakan aura seseorang yang kuat tengah mendekat kearah sini" Lay mencoba menjelaskan kejadiannya.

"Suho hyung... bagaimana bisa?" tanya Chanyeol. Sungguh bagaiaman bisa Suho benar – benar ada disini? Apa dia juga tawanan yeoja yang dipanggil Rein itu eoh?.

"ah ya! Sebaiknya kita masuk saja dulu... kita akan berbincang lagi nanti dan kuyakin kalian pasti lapar,haus, dan lelah bukan? Jadi masuklah jangan sungkan" ucap Rein si yeoja berjubah kmeudian melangkah masuk kedalam rumahnya sendiri dan memebrikan tanda pada Lay agar membawa Suho masuk kekamarnya.

Dan jadilah sekarang Rein menyembuhkan luka Chanyeol yang hebatnya tak parah karena sepertinya Chnayeol melumuri lukanya dengan sesuatu seperti obat – obatan yang dibuat seperti obat oles.

"Baekhyun... dari mana kalian bisa dapat obat ini?" tanya Rein penasaran sambil menunjuk sebuah benda bulat kecil yang di pegang Chanyeol.

"eum... itu kami dapat dari namja yang namanya G.d, aku rasa dia orang baik walaupun ia sempat melukai Pheo dan Chanyeol" tutur Baekhyun dengan nada polos.

'G.d? bukankah dia bagian dari the Lord? Tapi kenapa? Yang benar saja! Pasti ada sesuatu di antara mereka' itulah yang ada di pikiran yeoja itu.

"baiklah lukamu sudah sembuh... dan aku rasa Lay memasak makanan dan kalian bisa makan jika ada sisanya, jika tidak maka kalian harus memasak sendiri" ucap Rein dan kemudian gadis itu berjalan menuju sebuah ruangan dengan pintu berwarna hitam yang pasti di tebak oleh Baekhyun adalah ruangan gadis itu.

Baekhyun memeriksa sisa makanan dan untung saja masih ada sisa. Baekhyun harus banyak berterimakasih pada Lay karena dengan baik hati memasak lebih. Sungguh! Baekhhyun selalu malu jika ia harus berhadapan dengan yang namanya dapur.

Baekhyun tak bisa memasak! Lebih baik ia lari ke rumah Lay dan Kyungsoo jika sedang lapar dan orang tuannya sedang pergi keluar kota dan jadilah Baekhyun akan selalu mengungsi di rumah Lay dan Kyungsoo jika kehabisan stok makanan.

Baekhyun selalau berpikir bahwa memasak bukannya tugas yeoja? Dan Hell! Dia itu namja jadi wajar bukan jika ia tak bisa memasak? Hanya saja Baekhyun gay dan di dalam hubungannya dengan sesama namja ia akan menjadi ukenya dan itu berarti jika ia menikah dengan namja nanti dan Baekhyun adalah ukenya maka mau tak mau ia harus pandai memasak bukan?.

"Baek... kau bisa mengajak Chanyeol untuk satu kamar dengan kami, ruangannya cuukup kok dan kurasa tidak ada lagi kamar di rumah ini..." saran Lay saat ia akan memasuki kamar tempatnya dan Suho sambil membawa segelas air putih.

"baiklah... Chanyeol-ah kau bisa makan di dalam dan bergabung dengan Lay hyung... kaja, disini mulai dingin" ucap Baekhyun sambil sedikit menunjukkan ekspresi kedinginannya.

Chanyeol tak menjawab namun ia berjalan menuju sebuah kamar di mana Suho dan Lay beristirahat. Setidaknya lebih baik dari pada di luar bukan? Disini cukup hangant dan Baekhyun tak kedinginan.

"hyung... siapa yeoja itu?" tanya Baekhyun saat ia menutup pintu kamar mereka dan duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Lay. Sedangkan Chanyeol dan Suho? Mereka hanya duduk di atas ranjang besar itu sambil mendengarkan.

"dia Rein... yeoja yang sangat baik, tapi kau tau Baekhyun? Rein itu sebenarnya sudah sangat tua, bahkan ia pantas di panggil halmeoni" Lay memulai gosipnya.

"jinjayo? Tapi kenapa keliatannya masih sangat muda?" tanya Baekhyun antusias. Chanyeol dan Suho hanya memutar mata mereka malas. Para uke bergosip ria dengan acara yang berjudul mari-bergosip.

"itu hal yang biasa di Exo planet... kalian lupa disini hal yang di luar nalar manusia bisa terjadi disini" ucap Suho memulai memberi pengerrtian tentang apa yang mereka gosipkan.

"benarkah? Dan apa kembar terkutuk juga hal yang biasa?" tanya Lay sambil menatap Suho penuh tanya.

Lagi – lagi masalah kembar terkutuk eoh?. Suho menghela nafas panjang dan ia menatap Chanyeol sebentar untuk meminta saran apa ia harus menjelaskan apa itu kembar terkutuk.

"katakan saja hyung..." ucap Chanyeol saat ia mengerti arti tatapan Suho padanya.

"baiklah...dengarkan aku baik – baik karena aku takkan mengulang" ucap Suho dan diangguki oleh Lay,Baekhyun,dan Chanyeol

*Flash Back*

Beberapa ribu tahun yang lalu. Suasana Exo planet masih tentram dan damai dengan beberapa desa kecil yang mengelilingi hutan Exo Planet. Di sebuah desa Healer, seorang yang biasa di sebut sebagai kepala desa mempunyai seorang putri penyembuh paling kuat di masa itu.

Saat itu Lord yang masih menjabat sebagai adik sang MAMA menyukai putri penyembuh itu, namun Lord di tolak dengan sangat halus namun itu membuatnya merasa terhina. Lord berjanji akan kembali dengan sesuatu yang besar.

Saat itu Putri penyembuh dari desa Healer menikahi seorang Pelindung Kerajaan. Mereka menikah dan Lord bersumpah akan membuat keluarga mereka kelak sengsara.

Saat itu di malam yang indah di desa Healer terjadi kekacauan dan penyebabnya adalah Lord dan anak buahnya. Lord kembali dengan seorang penyihir tua yang bersal dari gua terlarang yang ada di pinggir hutan.

"keluarga kembar terkutuk akan saling memakan sebelum dilahirkan kedunia, akan saling memperebutkan sebuah kekuatan yang sangat besar, akan saling berperang satu sama lain, satu – satunya yang lemah harus mati dan yang bertahan hiduplah yang dapat hidup di dunia ini" penyihir tua itu membuat beberapa tanda dengan tulisan kuno di permukaan tanah sambil mengucapkan kalimatnya membuat suasana semakin mencekam dengan adanya efek petir dan hujan badai yang melanda desa.

Pertanda bahwa sang penyihir tua telah berhasil melakukan mantranya. Detik itu juga Lord beserta anak buahnyya menghilang seiring dnegan derasnya angin dan hujan pada malam itu.

Pada malam itu juga Putri dari tetua desa melahirkan anak mereka di dalam rumah kepala desa di tengah kekacauan yang melanda lahirlah sang penerus keluarga.

"mereka kembar tuanku" ucap sang pelayan yang membantu persalinan dengan sedikit nada cemas yang berhasil ia sembunyikan.

Bayi perempuan yang lahir dari rahim keluarga Healer. Bukan hanya satu, tapi mereka kembar yang artinya ada dua bayi yang mirip dan serupa.

"bunuh yang satunya…" keputusan kepala desa membuat sang putri yang melahirkan bayi kembar menangis meraung – raung dan memohon agar bayinya tidak di buunuh.

"bagaimana bisa ayah membunuh satu dari mereka padahal mereka tak bersalah?!" putri itu bangkit dan mencoba melindungi bayinya dengan segala kekuatannya yang tersisa.

"mereka lahir kedunia ini saja sudah menjadi sebuah kesalahan besar Gyl!" bentak kepala desa pada putri semata wayangnya yang ia panggil Gyl.

"bunuh aku jika ayah ingin membunuh anak – anakku" ucap Gyl teguh dan berani masih dengan menggendong kedua putrinya di dalam dekapannya dengan posisi yang masih terduduk diatas ranjang.

"satu dari mereka tidak menangis tuanku" ucap sang pelayan mencoba melerai. Mendengar penuturan sang pelayan Gyl kembali melihat putri pertamanya yang hanya diam membisu dengan mata yang tertutup. Berbeda dengan putri keduanya yang kini membuaka matanya dan menatap ibunya imut.

Kepala desa makin berjalan mendekat bersiap dengan kekuatan ilmu pengobatannya yang tentu saja dapat membunuh siapa saja yang ia inginkan. Mata sang kepala desa yang semula hitam kelam kini berubah menjadi ungu muda dengan tangan yang mengepal diudara.

"argghh" ringis Gyl ketika ia merasa jantungnya seperti di genggam dengan sangat kuat. Ia menatap sang ayah yang kini berjalan mendekat kearahnya.

"Rei maafkan ibumu…. Rein jaga kakakmu untuk ibu ne, ibu sangat menyayangi kalian" ucap Gyl melihat kedua putrinya. Tentu saja dengan si bungsu Rein yang hanya bisa tersenyum imut dan Rei yang tak bergeming.

Gyl perlahan menggunakan kekuatannya dengan cara menempelkan jari telunjuk mengarah pada Rei yang hanya diam tak bernyawa. Rein berhasil membunuh Rei saat didalam kandungan sang ibu.

Perlahan mata biru indah milik Gyl mulai berubah menjadi semerah darah. Darah sudah mengalir keluar dari mulut dan hidungnya. Tujuannya hanay satu, menghidupkan kembali Rei dengan memaksa jantung bayi ituberdetak.

Tentunya dengan resiko yang besar. Kepala desa tak menyangka bahwa Gyl akan melakukan hal senekat itu. Ia semakin menekan jantung Gyll agar tak dapat menghidupkan bayi terkutuk itu.

Ia hanya ingin desanya aman. Namun Gyl mengambil resiko dan menanggungnya sendiri. Jika ingin menghidupkan kembali orangyang sudah mati, maka bersedialah kau harus menukar tempat dengan kau yang mati dan yang mati akan hidup.

Hanya seorang penyembuh yang benar – benar akan menguasai teknik ini. Dan itulah yang kini dilakukan oleh Gyl.

"ayah maafkan aku" guman Gyl sebelum akhirnya jantungnya berhenti berdetak dengan matanya yang memutih dan tubuhnya yang hangus menjadi serpihan abu.

Kepala desa berhasil membunuh Gyl, tapi ia tak bisa membunuh Rei ataupun Rein. Gyl memasang pelindung agar putrinya tak dapat disentuh ataupun dibunuh oleh orang lain sekarang.

Setelah kejadian itu, kehidupan mulai normal. Gyl dan suaminya meninggal saat malam kekacauan itu. Kehidupan mulai berubah. Rein tumbuh menjadi penyembuh yang handal sedangkan Rei hanya dapat melihat waktu dan sakit.

Yah sejak saat itu Rei mudah sakit dan tubuhnya lemah tak sekuat Rein. Dan kepala desa hanya menganggap bahwa didunia ini hanya ada Rein. Resiko kembar tekutuk yaitu takkan bisa memiliki kekuatan penyembuh dan tubuh yang lemah.

Banyak orang desa yang tak menerima keadaan Rei, tapi Rein selalu menjaga dan menemaninya. Rein selalu ingin bersikap adil pada kakaknya namun hasilnya nihil. Mau tidak mau dia harus menerima kenyataan bahwa Rein istimewa dan Rei harus pergi.

*FLASH BACK OFF*

"siapa yang menyuruhmu menceritakannya?" ucap seorang yang baru saja berdiri dengan aura yang sangat berbahaya.

TBC~

Udah setahun gak ngelanjut FIC #dibakar. Mianhae LAMA dan yah otak lagi buntu. Jadi dari pada di lanjut paksa ntar hasilnya aneh mendingan tunggu inspirasi dan mood*plak.

Mian disi para AUTHOR numpang lewat tenar :D.

No bacot.

BALASAN REVIEW:

Ajib4ff: natr bentar lagi mereka juga ngumpul kok :D. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

Juniel is A Vampire Hybrid: hahaha kamu promosi neng?. Minho semunyi di rumah author bareng Taemin mau dinikahin XD#plakdigampar2MIN. Ni dah panjang. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

Park Hyun-Re ChanBaek: i would like to thanks for your suport for me :D. Aku bacanya senyum – senyum sendiri… dan makasih udah ngingetin aku tentang miss TYPHO yang berserakan kayak ranjau*ngaco. Mian kalo LAMA dan Gomawo REVIEWnya ne*kisu :*.

Lulu ELFuJoyers: salam kenal juga LULU :D, klo aku mah anaknya KrisTao :D. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

Ami Yuzu: makasih pujiannya ne :*. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

Park Byun Joon: makasih semangatnya chingu :D. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

Aira: makasih pujiannya ne :D. Gomawo REVIEWnya ne*hug.

#Thanks buat yang udah Review. Main kalo namanya ada yang gak ketulis dan salah penulisan n e ._.v

LAST MIND TO REVIEW?