Name: The Story of Four Overlord
Author: The World Arcana
Rate: M
Pair: Naruto x Harem(Asia, Sara, OC(Akina), Rias, Akeno), Laharl x Flonne x Etna, Minato x Kushina, Adell x Rozalin x Yukimaru, Mao x Grayfia, Valtavorez x Gabriel, OC(Shura) x Kurumi, Sasuke x Sakura, Issei x Harem(Irina, Xenovia, Koneko, Ravel), Yuuto Kiba x OC(Rosemary), Gasper Vladi x Valerie Tepes, Kurama x Airi(Past), Kurama x Yasaka.
Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, dan Disgaea bukanlah milik saya. Yang saya miliki hanyalah cerita fic ini saja. Naruto milik Masashi Kishimoto, Highschool DxD adalah milik Ichiei Ishibumi dan Disgaea adalah milik Nippon Ichi Software.
Chapter 14: Strength For Protect
- Land of Carnage, Netherworld -
Naruto Kriezsetyan yang saat ini sedang kehabisan nafas pun melihat musuhnya yang juga dalam keadaan yang sama sepertinya... Yup setelah berhasil membuka Overlord Mode miliknya, Asia pun meminta Naruto untuk sparring dengannya. Dari pertarungan itu Naruto pun menganalisis kekuatan Overlord Mode milik Asia sama kuatnya sepertinya tapi belum sempurna.
"Jadi bagaimana Naruto-kun?"
Melihat Asia yang mendatanginya dengan keadaan luka-luka sepertinya dan bajunya yang telah robek-robek dan memperlihatkan sebagian asetnya, wajah Naruto pun memerah tapi dia bisa berhasil mengendalikan dirinya dan berkata "Overlord Mode milikmu itu sama kuatnya denganku bedanya Overlord Mode milikku lebih kuat di kekuatan fisik sedangkan kau lebih kuat di kekuatan sihir, tapi..."
"Tapi apa Naruto-kun?"
"Kekuatan Overlord Mode milikmu masih belum sempurna karena baru sebentar saja Overlord Mode saja sudah menghilang." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kalau sudah sempurna kau pasti bisa memaksaku menggunakan Gae Bolg seperti Shura."
Mendengar itu Asia pun mendesah nafas kecewa dan dia pun berkata "Yah, kalau begitu berarti aku harus melanjutkan latihanku untuk menyempurnakan Overlord Mode milikku."
"Itu rencana yang bagus tapi sepertinya kita harus membeli baju baru karena baju kita hancur karena pertarungan kita tadi sampai-sampai dua dadamu kelihatan begitu."
Wajah Asia pun memerah karena malu dan kesal atas apa yang dikatakan sepupunya itu dan kemudian dia berkata "Ne, Naruto-kun..."
"Ada apa Asia-chan?"
Plakkkk
"Ittteeee!!!" Teriak Naruto yang kaget saat tiba-tiba dia ditampar oleh Asia dengan keras kemudian dia memegang pipinya yang memerah bekas tamparan Asia dan berkata "Kenapa kau menamparku? Sakit tahu..."
"Makanya jadi orang jangan mesum, huft..." Ucap Asia yang langsung meninggalkan Naruto begitu saja dan memasuki teleporter untuk pergi ke Veldime.
"Aku itu laki-laki, wajar kan..."
- Disgaea Fraction Headquarter, DxD Dimension -
Irina Shidou dan rekannya Xenovia Quarta saat ini sedang menatap takjub akan markas fraksi Disgaea yang seperti istana. Saat mereka melintasi jembatan yang menghubungkan daratan dan juga markas fraksi Disgaea yang terletak di tengah-tengah danau, mereka pun disambut oleh dua sosok penguin kecil memakai armor dan memakai pedang
"Siapa kalian?" Ucap salah satu dari sosok itu "Mau apa kalian datang kesini, dood?"
Bukannya menjawab, mata Irina malah terlihat bersinar dan malah langsung memeluk penguin itu dan mendekatkannya ke dadanya "Awww, dia sangat manis. Bisa kita bawa dia pulang, Xenovia-chan?"
Sang gadis yang dimaksud pun ingin menjawab pertanyaan Irina yang masih sibuk memeluk sosok penguin itu dengan erat meskipun sang penguin itu sendiri meronta-ronta ingin dilepaskan karena dia sesak terhimpit oleh dua bukit dari Irina tapi dia hentikan saat pintu markas fraksi Disgaea terbuka dan muncullah seorang pria berambut hitam berkacamata memakai kemeja berwarna putih dan wanita berambut silver dengan dress berwarna biru keputihan.
"Hmm, maaf nona tapi bisa aku minta padamu untuk menurunkan sosok malang itu ke tanah dengan perlahan. Karena jika dia terjatuh nanti dia bisa meledak nanti anda akan terkena efek ledakan itu nanti."
Melihat kedatangan seseorang yang dia rasa lebih kuat dari para Seraphim, Xenovia pun berniat mengeluarkan pedang Excalibur Destruction miliknya dari sarungnya tapi dia urungkan niatnya itu dan berkata "Siapa kalian?"
"Namaku Mao, salah satu dari petinggi di fraksi Disgaea dan wanita cantik berambut silver ini adalah rekanku, Grayfia Lucifuge."
Mendengar itu Xenovia pun meminta Irina untuk menurunkan makhluk itu yang sepertinya dia terpaksa melakukannya kemudian Xenovia menundukkan kepalanya dan berkata "Maaf atas kelancangan hamba, Mao-dono... Nama saya Xenovia Quarta dan dia rekanku Irina Shidou. Kami ditugaskan oleh atasan kami untuk mengambil dan mengembalikan pecahan Excalibur yang dicuri dari Vatikan. Dan mengingat fraksi anda adalah rekan dari fraksi surga... Bolehkah saya dan rekan saya menginap disini sampai misi kami selesai."
"Tidak masalah..." Jawab Mao dan itu membuat Grayfia sedikit terkejut "Tapi tolong jangan buat masalah disini, mengerti?"
"Mengerti Mao-dono..." Balas Xenovia dan kemudian dia pun terpaksa harus menyeret Irina yang sepertinya masih enggan meninggalkan makhluk penguin aka Prinnies itu.
"Tunggu dulu, Xenovia-san, Irina-san..."
"Ada apa Mao-dono?"
"Pemimpin kalian yaitu Michael-dono dan Gabriel-dono mungkin belum mengatakan ini pada kalian..." Ucap Mao dan kemudian dia melanjutkan "Tapi fraksi kami lumayan unik karena berbagai ras tergabung dalam fraksi ini dari manusia, malaikat, malaikat jatuh, dan Demon atau yang biasa kalian iblis. Jadi jika kalian memiliki suatu kebencian pada salah satu ras disini, iblis misalnya... Tolong tahan kebencian itu, ok Xenovia-san."
Xenovia pun terkejut akan kabar dari Mao itu tapi dia pun menghela nafas dan berkata "Aku mengerti... Aku hanya tamu disini, jadi aku tidak punya hak untuk macam-macam disini."
Melihat dua gadis itu masuk, Grayfia pun melihat Mao dan berkata "Apa kau yakin kalau ini rencana bagus, Mao-sama? Bagaimana kalau dua gadis itu melihat Rias dan para vassalnya lalu mereka bertarung dengan mereka?"
"Jangan khawatir, ada Shura dan juga Kurumi jika hal itu terjadi." Balas Mao dan kemudian dia melanjutkan "Jadi mau melanjutkan pembicaraan kita untuk memasukkan putramu ke akademi yang aku pimpin, Grayfia-san?"
"Ya tentu..."
Shura, salah satu calon High Overlord serta sepupu Naruto saat ini sedang berlatih menggunakan kekuatan bayangannya tapi tiba-tiba saja teknik yang dia ingin keluarkan batal karena dia kehilangan fokus karena dia teringat dengan kematian ibunya oleh Rogue Overlord Kalos karena saat ibunya terbunuh dia ada disana yang saat itu disembunyikan oleh ibunya di tempat yang aman.
'Kenapa aku tidak bisa melupakan itu?' Batin Shura yang mengepalkan tangannya dan kemudian dia pun melemparkan pedangnya ke tanah dan meninju tanah tempatnya berpijak dengan tangannya 'Kenapa aku masih mengingat kematian ibu dan Kalos... Kau akan membayar akan semua ini.'
"Shura-kun!!!" Teriak Kurumi yang masuk ke ruang latihan dan melihat Shura meninju-ninju lantai tempat dia berdiri dan kemudian dia pun menghampiri Shura dan berkata "Ya ampun, Shura-kun!!! Tanganmu berdarah..."
"Ini bukanlah apa-apa, Kurumi..."
"Kau diam disini, aku akan mengambil kotak P3K."
Shura pun hanya diam disana dan menunggu Kurumi. Kemudian Kurumi pun datang sambil membawa kotak P3K dan langsung melilit tangan Shura yang terluka karena ulahnya sendiri dengan perban.
"Kurumi..."
"Ada apa?"
Melihat Kurumi menjawab tanpa menatapnya karena dia sedang fokus memasang perban pada tangannya, Shura pun berkata "Terima kasih."
"Untuk apa?"
"Untuk membantuku." Jawab Shura yang bertatapan mata dengan Kurumi setelah dia berhasil memasang perban pada tangannya yang terluka kemudian dia pun melanjutkan "Aku tidak berhak menerima bantuanmu yang telah menyakitimu berkali-kali dengan sikapku. Kau mencintaiku tapi aku malah menyakitimu dan menolakmu padahal aku mempunyai perasaan yang sama."
Kurumi pun hanya terdiam dan kemudian dia berkata "Shura-kun..."
"Ada apa?"
Plaaaakkkk
"Hah, aku rasa aku pantas menerimanya." Ucap Shura yang memegang wajahnya yang memerah karena ditampar oleh Kurumi.
Kurumi pun hanya tersenyum dan kemudian dua bibir makhluk berbeda gender itu semakin mendekat, mendekat dan mendekat, tapi...
Boooommmm
"Ahh, menganggu saja. Ayo kita pergi Kurumi."
"Baik, Shura-kun."
Di lain tempat di markas fraksi Disgaea... Ternyata suara kegaduhan yang terdengar Shura dan Kurumi adalah ulah Yuuto yang tiba-tiba menyerang Xenovia dan Irina karena dia tahu kalau pedang yang mereka bawa adalah pedang yang telah membuatnya kehilangan teman-temannya dan juga membuatnya mengikuti jalur Avenger atau jalur pembalas dendam.
Wuuuusssshhhh
Traaaaannnnkkk
Traaaaannnnkkk
"Grr, biarkan aku menghancurkan dua pedang suci busuk itu sialan!!!"
"Aku tidak bisa membiarkannya karena pedang ini adalah property dari gereja."
"Yuuto!!! Hentikan perbuatanmu sekarang juga!!! Teriak Rias Gremory, master dari Yuuto dan teman-temannya "Mereka itu tamu dari aliansi fraksi kita. Jangan membuat kita fraksi Disgaea terkena masalah karena dendammu."
Tapi Yuuto tidak bergeming dan malah melanjutkan pertarungannya dengan Xenovia. Kemampuan mereka sebanding tapi karena dendamnya, serangan Yuuto semakin lama semakin kuat dan berhasil memecahkan pertahanan Xenovia dan membuatnya terlempar ke belakang tapi untungnya tubuh dia tertangkap oleh Irina yang merupakan rekannya serta sahabat masa kecil Issei.
"Kau tidak apa-apa Xenovia?" Tanya Irina
"Aku tidak apa-apa." Jawab Xenovia yang telah bersiap untuk melanjutkan pertarungannya dengan Yuuto "Dia hanya membuatku sedikit lengah saja. Aku tidak menyangka kebenciannya pada Excalibur bisa meningkatkan output serangannya seperti ini. Sepertinya aku harus serius dan mengeluarkan itu."
Mendengar kata 'itu', Irina pun langsung membulatkan matanya dan berkata "Biar aku saja yang melawannya. Lagipula kau tidak bisa mengeluarkan kartu AS-mu begitu saja Xenovia."
Irina pun mengeluarkan pedang suci miliknya, Excalibur Mimic yaitu pecahan Excalibur yang bisa berubah bentuk sesuai dari kehendak pemakainya tapi dia lengah dan tidak menyadari Yuuto yang telah memakai bekas kekuatan bidak Knight miliknya yang menambahkan kecepatan dan sudah siap menebaskan pedangnya yang dia buat dengan Sacred Gear miliknya [Sword Birth] ke arahnya.
Traaaaannnnkkk
Irina pun selamat dari tebasan Yuuto oleh seorang pemuda berambut coklat yang mempunyai gaya rambut seperti protagonist anime sepakbola yaitu Tsubasa Ozora dari Captain Tsubasa yang memakai jas berwarna hitam dan kaos berwarna merah yang sedang menahan lajur pedang Yuuto dengan sebuah pedang berwarna biru muda yang bernama Aeterna aka Eternal Sphere "Hai, Irina-chan..."
"I-Issei-kun..."
"Apa-apaan yang kau lakukan ini, Issei?"
Mendengar nada yang dingin dan menusuk dari Yuuto, Issei pun menatap tajam Yuuto yang juga menatap tajam dirinya dan berkata "Aku tahu akan dendammu pada Excalibur, Yuuto... Tapi apa kau pikir aku akan membiarkan kau melukai atau membunuh seseorang hanya untuk memuaskan dendammu terlebih orang yang ingin kau lukai itu adalah sahabat masa kecilku dan salah satu orang terpenting dalam hidupku selain kedua orang tuaku yang telah meninggal, Yuuto Kiba? Tentu saja tidak."
"Jadi kau ingin menghadapiku, Sekiryuutei?" Tanya Yuuto dengan nada dingin tapi dengan satu hentakan pedangnya, Issei pun terjatuh ke belakang dan tubuhnya ditahan oleh Irina "Kau itu memang pemegang Sacred Gear yang tergabung dalam Mid-Tier Thirteenth Longinus yang rumornya bisa mengalahkan dewa... Tapi kau ini masih lemah, Issei!!! Kau ingin melawanku., coba saja kalau bisa!!!"
"Yuuto hentikan!!!"
Traaaannnnkkk
Traaaannnnkkk
Traaaannnnkkk
"Permainan pedangmu semakin hebat, Issei." Ucap Kiba yang melihat pedangnya berhasil ditangkis sekali lagi oleh Issei.
"Itu karena ajaran darimu bukan, Kiba?" Tanya Issei.
"Itu benar..." Jawab Yuuto dengan senyuman tapi kemudian senyum itu menghilang dan dia pun berkata "Tapi sudah cukup basa-basinya."
Swuuuusssshhh
Buaaaaakkkkk
Issei pun terlempar karena wajahnya terkena serangan dari sudut tumpul dari pedang Yuuto dan membuat Irina berteriak dengan khawatir dan menghampirinya "Issei-kun!!! Kau tidak apa-apa kan?"
"Aku tidak apa-apa." Jawab Issei dan kemudian tubuhnya bersinar kemerahan dan itu membuatnya bertanya pada partnernya 'Apa yang terjadi pada tubuhku, Ddraig?'
[Boosted Gear telah merespon tekadmu yang sangat kuat untuk melindungi sahabat masa kecilmu itu, aibo.]
'Jadi aku bisa menggunakan Balance Breaker, Ddraig?'
[Iya...] Jawab Ddraig dan kemudian dia melanjutkan [Tunjukkan padanya kekuatan sebenarnya dari Welsh Dragon, Issei!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Boost!!!] [Boost!!!] [Boost!!!]
[Balance Breaker!!!]
[Boosted Gear Scale Mail!!!]
Semuanya pun terkejut saat melihat Issei berhasil menggunakan Balance Breaker miliknya tapi kemudian Yuuto mendecih dan berkata "Mau kau menggunakan Balance Breaker atau tidak kau teteap tidak akan bisa mengalahkanku, Issei. Heyyyaaaahh!!!"
Greeeebbbbb
Issei dengan mudahnya menangkap pedang Yuuto dengan tangannya yang telah dilapisi oleh armor berwarna merah "Jangan arogan Yuuto..."
Praaaaannnnggg
Buuuuaaaakkkk
Issei pun mematahkan pedang Yuuto dengan mudahnya dan memukulnya membuatnya terpental jauh karena kekuatan pukul dari sang Sekiryuutei itu "Kau yang hanya dikendalikan oleh dendam tidak akan bisa mengalahkanku yang mempunyai tekad untuk melindungi seseorang yang penting bagiku, jadi menyerahlah Yuuto Kiba!!!"
"Jangan banyak bacot!!!"
Melihat Yuuto melesat ke arahnya dengan pedang yang dia buat lagi dengan Sacred Gear-nya, [Sword Birth]... Issei pun membuat ancang-ancang untuk melakukan serangan pamungkasnya, Dragon Shot meskipun dia agak ragu karena dia tidak ingin melukai sahabatnya sendiri tapi Issei pun dikejutkan saat muncul banyak tangan dari bayangan Yuuto dan tangan yang terbentuk dari bayangan itu menghentikan pergerakan Yuuto "Shura-san!!!"
"Terima kasih atas bantuanmu yang telah menahannya supaya tidak berbuat ulah lebih dari ini Issei."
[Reset!!!]
"Itu bukan apa-apa Shura-san, aku tidak bisa membiarkan Yuuto melukai Irina-chan meskipun aku agak ragu untuk melakukan serangan terakhir karena aku juga tidak ingin melukai sahabatku sendiri."
Shura pun menggangguk dan tiba-tiba saja Shura dipaksa harus meloncat ke udara karena ada pedang yang tiba-tiba saja muncul dari tanah dan hampir membunuh Shura jika dia tidak cepat menghindar dan pelakunya adalah Yuuto.
"Lepaskan aku!!! Biarkan aku hancurkan pedang keparat itu!!!"
Buuuaaaakkkk
"Dasar bodoh!!!" Teriak Shura yang menggertakkan giginya dan dia pun berteriak dengan lantang sambil mencengkram kerah baju Yuuto setelah dia memukulnya sampai terkapar di tanah "Kau dan dendammu itu... Hanya karena dendam kau melukai sahabatmu sendiri? Sebenarnya berapa banyak orang yang akan kau habisi atau lukai hanya untuk menuntaskan dendammu Yuuto Kiba?"
"Diam kau!!! Apa yang kau tahu tentang dendam hah?"
"Tentu saja aku tahu!!!" Teriak Shura dan kemudian dia melanjutkan "Aku juga mempunyai dendam sepertimu, idiot!!! Sewaktu aku kecil, ibuku dibunuh oleh seseorang... Dia adalah orang yang telah menculik Asia dari Netherworld dan mentelantarkannya di Kuoh. Ibuku telah berupaya melindungi Asia dengan susah payah tapi tetap saja dia tidak berdaya melawannya dan sang pembunuh itu, Rogue Overlord Kalos itu membunuh ibuku dengan keji dan dia juga memperkosa tubuh ibuku yang telah mati dan telah terbujur kaku."
Semua yang ada disana bahkan Yuuto shock atas cerita Shura "Dan aku yang waktu itu masih kecil hanya bisa melihat dan menangis, tidak bisa melakukan apapun... Hari demi hari, aku merasa dendam telah merasuki hatiku. Aku dendam pada Kalos yang telah membunuh sekaligus memperkosa ibuku, Asia yang telah membuat ibuku terbunuh, ayahku yang telah menikah lagi dan telah melupakan memori ibuku, diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk ibuku, tapi aku lebih benci pada seluruh dunia karena dunia ini telah merenggut ibuku dari hidupku. Kau memang mempunyai sebuah dendam Yuuto tapi apa berarti kau harus membuang seluruh nyawa rekan atau keluargamu hanya untuk mencapai tujuanmu? Membalas dendammu pada Excalibur? Setelah kau menuntaskan dendammu, kemana kau akan kembali? Rekan dan nyawamu tiada hanya karena keputusanmu membalas dendam... Kau memang mencapai tujuanmu tapi yang kau dapatkan bukanlah kepuasan tapi kehampaan tanpa ujung."
Yuuto pun terlihat shock saat mendengar perkataan Shura dan dia pun membatin 'Apa itu yang akan kudapatkan jika aku memilih menuntaskan dendamku? Kehilangan rekan, sahabat, saudara dan juga keluarga dan hidup sendirian selama hidupku.'
"Lagipula dendammu itu aneh, dendam kok sama benda mati. Excalibur itu memang berbahaya tapi kalau pedang itu tidak ada penggunanya, itu hanyalah pedang kuat yang tidak ada gunanya dan malah akan berakhir menjadi besi rongsokan." Ucap Shura dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah tahu semua tentangmu dari Rias-san tentang kau yang merupakan sole survivor dari proyek yang dilakukan oleh gereja supaya seseorang bisa menggunakan pedang suci. Kau harusnya mengejar seseorang yang melakukan eksperimen itu Yuuto dan bertanya kenapa dia melakukan itu dan apa yang ingin dia raih dari tindakannya ini? Bukannya membalas dendam pada benda mati seperti Excalibur."
Melihat ada dua orang dari Disgaea Royal Army, Shura pun berkata pada mereka "Kalian berdua, kurung pria berambut pirang itu di dungeon. Aku tahu dia sudah mulai tenang, tapi aku tidak mau ambil resiko."
"Baiklah, Shura-sama..."
Melihat dua orang itu membawa Yuuto yang diam saja tanpa perlawanan, Rias pun menatap Shura dan berkata "Shura-san... Apa Yuuto akan baik-baik saja?"
"Jangan khawatir..." Balas Shura dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah bilang pada mereka untuk menempatkan Yuuto di sel yang senyaman mungkin."
"Syukurlah..."
"Rias-san, aku ingin kau dan vassalmu pergi ke ruang meeting sekarang."
"Untuk apa?"
"Para High Overlord mendapatkan kabar dari pemimpin fraksi Fallen Angel kalau salah satu pemimpinnya berkhianat dan bekerja sama dengan dua orang bernama Valper Galilei dan Freed Sellzen."
"Aku tahu kalau Issei pernah berhadapan dengan seorang bernama Freed itu dan Valper merupakan sosok yang menghancurkan Yuuto... Tapi apa hubungannya denganku, Shura-san?"
"Ikuti saja aku, nanti kau juga tahu."
"Baiklah..."
Rias, para vassal-nya kecuali Yuuto, Xenovia dan Irina pun pergi ke Meeting Room dan melihat disana sudah dipenuhi oleh 4 High Overlord, Kurumi, Kurama dan rekannya sesama Demon Lord, Sicily, Rozalin, Etna, Flonne dan Grayfia.
Laharl yang melihat Rias pun berkata dengan santai "Ah, syukurlah kau sudah datang Rias-san."
"Bisa aku tahu kenapa anda memanggil saya dan vassal saya kemari, Laharl-sama?"
Kemudian ekspresi wajah Laharl berubah serius dan dia pun berkata "Sebelum itu... Aku ingin bertanya pada 2 Exorcist dari gereja yang bernama Xenovia Quarta dan Irina Shidou. Apa tujuan kalian ke Jepang adalah untuk mencari Excalibur yang dicuri dan kalian kembalikan ke Vatikan?"
"Ya itu benar." Jawab Xenovia dan Irina.
"Aku menerima kabar kalau pencuri beberapa pecahan pedang Excalibur adalah seseorang bernama Freed Sellzen dengan bantuan seseorang bernama Valper Galilei yang berencana menyatukan beberapa pecahan pedang Excalibur menjadi pedang Excalibur yang sebenarnya." Ucap Laharl dan kemudian dia melanjutkan "Tapi bukan hanya disitu saja, dua orang itu juga bekerja sama dengan seorang petinggi malaikat jatuh yang bernama Kokabiel."
Para vassal Rias kecuali Issei, Xenovia dan Irina pun terkejut akan kabar itu dan kemudian Rias pun berkata "Tapi kenapa mereka berdua bisa bekerja sama dengan Kokabiel?"
"Aku tidak tahu apa rencana dua orang itu tapi menurut Azazel... Kokabiel berencana menghancurkan Kuoh Academy yang menjadi basis kedua klan ternama di Underworld yaitu Gremory dan Sitri yang dipimpin olehmu dan Sona Sitri tapi karena kau sudah bergabung di fraksi Disgaea, maka area Kuoh saat ini dipimpin oleh Sona dan perwakilan dari klan Phenex, Ravel Phenex dan kemudian dia akan menghabisi mereka kedua dan seluruh peeragenya."
"Jadi maksudmu dia berniat untuk membunuh Sona dan Ravel-chan, Laharl-sama?" Tanya Rias pada Laharl dan dia pun menggangguk membuat Rias kemudian terbakar emosi dan kemudian dia berkata "Apa dia berencana membuat fraksi malaikat jatuh dan iblis berperang seperti dulu!!!"
"Sepertinya begitu mengingat Azazel mengatakan bahwa Kokabiel kurang puas akan hasil yang terjadi di Great War, jadi dia berencana untuk melakukan itu untuk membuat para Yondai Maou murka dan kemudian mendeklarasikan perang pada para malaikat jatuh yang dipimpin Azazel padahal Azazel tidak melakukan apapun yang merugikan mereka."
Mendengar itu, Rias pun berjalan mendekati pintu ruang Meeting Room dan Grayfia yang melihat itu pun berkata "Rias-chan, kau mau kemana?"
"Aku akan menyelamatkan Sona dan Ravel-chan." Jawab Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku dan vassalku memang bukanlah anggota fraksi iblis lagi, tapi mereka berdua adalah sahabatku... Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini."
"Tapi lawanmu adalah jenderal perang yang pernah berperang dalam Great War, kau tidak bisa mengalahkan dia sendiri. Aku akan ikut denganmu, Rias-chan..."
"Jangan nee-sama." Balas Rias dan kemudian dia melanjutkan "Aku akan melawannya dengan para vassalku kalau mereka tidak mau, aku akan pergi sendiri kesana dan melawannya setidaknya sampai aku sudah yakin kalau Sona dan Ravel-chan selamat."
"Jangan bercanda buchou, tentu saja aku dan yang lain akan ikut denganmu. Benar kan minna?" Ucap Issei dan ucapannya itu ditanggapi oleh anggukan kepala teman-temannya "Aku tidak yakin kita akan menang melawan orang yang punya banyak pengalaman sepertinya tapi aku yang sudah membuka Balance Breaker-ku, Akeno-senpai yang telah berhasil menguasai Holy Lightning miliknya setelah berdamai dengan ayahnya, Koneko-chan, dan Gasper yang telah berhasil mengendalikan Sacred Gear-nya walau sedikit yakin kita bisa membuat Kokabiel kesulitan."
"Kami juga akan membantumu, Gremory." Ucap Xenovia yang ditanggapi oleh anggukan kepala oleh Irina "Ada pedang yang harus kami ambil dan kembalikan ke Vatikan."
"Irina, aku rasa sepertinya kau tidak boleh ikut dengan kami."
"Memangnya kenapa?"
"Aku sudah kehilangan kedua orang tuaku, aku tidak mau kehilangan kau juga Irina."
"Kau tidak perlu khawatir, Issei-kun. Aku akan baik-baik saja. Lagipula ada ksatria berarmor merah yang akan menjadi pelindungku bukan?" Ucap Irina yang telah mengerlingkan tatapan matanya pada Issei membuat wajahnya memerah tapi entah kenapa Koneko yang melihat itu merasa kesal pada kedekatan Issei dan Irina. Koneko yang selalu melihat Issei sebagai sosok pemuda dengan kemesuman akut tiba-tiba saja tidak terlihat kemesumannya beberapa hari ini dan itu membuatnya senang tapi melihat hubungan Irina dengan Issei membuatnya iri, kesal, dan cemburu karena Issei merelakan dirinya bertarung dengan sahabat sekaligus rekannya sendiri hanya untuk melindungi Irina.
Rias kemudian pergi bersama dengan para vassalnya kecuali Yuuto, Xenovia dan Irina ke Kuoh Academy untuk melawan Kokabiel, Freed dan Valper. Grayfia yang melihat itu pun melihat Laharl dan berkata "Apa kau yakin akan membiarkan mereka melawan Kokabiel, Laharl-sama? Mereka semua bisa tewas kau tahu."
"Jangan khawatir, Azazel juga sudah merencanakan ini dan dia mengutus seseorang untuk berurusan dengan Kokabiel. Dengan kekuatan Rias dan para vassalnya, kedua gadis Exorcist itu dan suruhan dari Azazel ini... Aku yakin mereka bisa mengalahkan Kokabiel." Balas Laharl dan kemudian dia menatap Shura "Dan untukmu Shura, aku merasakan aura dari Kalos tidak jauh dari Kuoh Academy berada. Aku mengizinkanmu untuk berurusan dengannya tapi ingat jangan terbawa emosi dan dendammu."
"Aku tidak janji..."
-To Be Continued-
Review:
Bagas Gifari 24:
Asia dan Naruto gak bakal ikut battle lawan Kokabiel tapi mereka datang pas Rias CS, Xenovia, Irina, Kimi, Shura dan Kurumi ngelawan Kalos.
Kokonoe201:
Lu nyuruh gua hapus fanfic gua, lu kira lu tuh siapa? Bos gua... Lu tuh cuma baca doang, gua yang bikin... Lu juga gak gaji gua buat nulis kan? Jadi reader jangan songong. Gak suka? Kesel sama perkataan gua? Tinggalin aja akun gua, unfollow gua dan semua fic gua, gua gak peduli. Capek gua ngeladenin reader songong kaya lu, get lost.
Ari Pendragon:
Kenapa sepupu gak bisa, di fanfic adik sendiri aja bisa dipacarin sama di IYKWIM, meskipun ane lagi agak eneg sama incest adik = kakak atau anak = ibu mending sama saudara sepupu kalo menurut ane.
IzumiReina:
Seimbang kok, tapi bedanya kalo Overlord Mode Naruto kuat di serangan fisik tapi pertahanannya melawan sihir lemah kalau Asia kebalikannya kuat di serangan sihir tapi agak lemah pertahanannya melawan serangan fisik. Alpha pair Naruto itu Sara enggak kaya di fic Shinobi DxD Chronicles yang alphanya itu Iriana walaupun si Haruka duluan yang jadi pacar Menma.
Secret:
Terima kasih atas infonya, itu sangat membantu.
