The Chosen One
Disclaimer :Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, adventure, fantasy, tragedy/hurt/comfort
Rated: T
Terdiam tanpa kata yang harus diucapkan oleh seorang kakak yang merasa adik satu-satunya yang sangat disayanginya itu berusaha untuk, menyerangnya! Sakura memundurkan langkahnya kebelakang sehingga saat ini Sasuke lah yang berada didepan Sakura, menutupi tubuh gadis itu dengan tubuhnya, seolah melindunginya dari tatapan sang adik itu.
"Konohamaru, ada apa denganmu?" tanya Sasuke, namun Konohamaru tidak menjawab pertanyaan Sasuke, justru dia malah menyerang mereka berdua dengan serpihan es yang keluar dari belakang Konohamaru.
Sasuke menggendong Sakura dan membawanya pergi melompat keatas Konohamaru, sehingga sekarang mereka berdualah yang berada diatas tangga.
"Konohamaru! Ini aku Sakura, kakakmu!" teriak Sakura.
"Sakura, percuma! Sepertinya Konohamaru pun telah dikendalikan," ucap Sasuke.
"Tapi, Konohamaru tidak punya kekuatan seperti itu!" Sakura mencengkram seragam Sasuke dan menatap wajah pemuda itu dengan kondisi bingung.
"Tidak punya… atau selama ini kau tidak tahu?" tanya Sasuke yang memuat Sakura makin bingung.
"Bunuh…" Konohamaru bergumam dan membuat Sakura kembali menoleh pada adiknya, "Bunuh Sakura Haruno."
Konohamaru mengeluarkan gumpalan angin es ditelapak tangannya dan disiapkan untuk dihempaskan pada mereka, namun Sasuke tidak diam saja, Sasuke menyeret Sakura kedalam kamarnya lalu menutup pintunya dan menguncinya dari luar.
"Sasuke! Buka! Jangan sakiti Konohamaru!" gebrak Sakura dari dalam, namun gebrakannya itu tidak berhasil membuat Sasuke membukakan pintu untuknya. "Konohamaru! Kenapa~?"
Mendengar suara Sakura yang mulai bergetar, Sasuke yakin saat ini Sakura sudah menangis didalam kamarnya, tapi itu tidak membuat Sasuke membukakan pintu untuknya, Sasuke malah memasang kuda-kuda untuk bertarung melawan adik Sakura itu, kalau Konohamaru menyiapkan pusaran es, maka Sasuke mengiapkan pusaran api, sebelum Sasuke menyerang…
"Sakura," panggil Sasuke dari luar, "Siapapun yang menyakitimu, aku akan menghabisinya."
Mendengar perkataan Sasuke membuat Sakura makin panic, dia sangat takut kalau Sasuke benar-benar tidak akan memandang siapapun musuh yang ada di depannya, bahkan itu adik Sakura sekalipun.
"SASUKE JANGAAAAAN!"
Namun teriakan Sakura diabaikan oleh kedua laki-laki yang sedang focus satu sama lain itu, Sakura mendengar suara ledakan dan hempasan barang yang berasal dari luar kamarnya, Sakura merasa dia tidak boleh hanya diam saja, dia harus melakukan sesuatu agar Sasuke tidak membunuh adiknya. Setelah berfikir dengan keras, Sakura melihat bangku didepan meja riasnya, diangkatnya bangku itu lalu dihantamkannya kearah pintu, berulang-ulang kali Sakura melakukan itu sehingga pintunya mulai retak dan bolong, Sakura memasukkan tangannya dan memutarkan kunci yang menggantung dilubang pintu, begitu Sakura keluar, Sakura melihat posisi Konohamaru yang kalah dari Sasuke.
Sasuke tidak membunuhnya, dia hanya menyodorkan pedang yang dibuat oleh Tenten untuknya ke leher Konohamaru, Sakura berlari dan menurunkan lengan Sasuke dari leher adiknya, Sasuke menurut pada gerakan Sakura namun tatapan matanya masih saling bertatapan dengan Konohamaru.
PRAAAANG.
Suara kaca telah dipecahkan membuat Sakura dan Sasuke menoleh kebelakang, begitu mereka melihat ada sosok yang masuk kedalam rumah itu.
"Shion…" ucap Sakura pelan.
Shion hanya tersenyum angkuh pada Sakura, dengan aba-aba dari tangannya, Konohamaru menghampiri Shion dan meninggalkan Sakura, tentu saja hal itu tidak Sakura biarkan, Sakura menahan lengan Konohamaru sekuat tenaganya.
"Tidak! Jangan ambil dia!" cegah Sakura.
Tapi apa yang terjadi? Konohamaru mendorong Sakura sehingga dia jatuh kelantai… Sakura sangat shock atas kejadian ini, ditambah lagi Konohamaru menatapnya dengan pandangan kosong dan sinis, membuat tubuh Sakura gemetar karena takut.
"Shion! Apa maumu sebenarnya!" kata Sasuke menggeram.
"Aku hanya mau kau kembali padaku, tinggalkan dia maka seluruh hipnotisnya akan kuhentikan," jawab Shion.
"Tidak akan!" ucap Sasuke.
"Baiklah kalau begitu, nikmati saja penderitaanmu bersama gadis itu," Shion menggandeng lengan Konohamaru dan pergi menghilang.
"Tidak! Jangan bawa diaaa!" sia-sia saja Sakura meminta seperti itu, kini adiknya telah hilang bersama Shion.
Sakura terpuruk dilantai sambil menahan suara tangisnya, air mata yang tidak berhenti keluar diusapnya berkali-kali hingga matanya memerah. Sasuke yang melihatnya seperti itu menundukkan badannya dan mengelus kepalanya.
"Aku akan usahakan bagaimana caranya supaya mereka kembali normal," ucap Sasuke.
"Tidak! Jangan katakan kalau kau akan pergi pada Shion demi aku!" tolak Sakura.
"Mana mungkin, bodoh!" Sasuke langsung memeluk Sakura yang tambah menangis, "aku tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini, lagipula walaupun aku kembali padanya, belum tentu dia akan menepati janjinya."
Sakura menguburkan wajahnya di dada Sasuke masih sambil menangis, kini Sasuke sangat bingung, andai saja ada Shikamaru saat ini, mungkin orang itu akan mencetuskan ide yang cemerlang, saat ini orang-orang sekitar sedang terkena hipnotis dari Shion, tidak ada tempat lagi untuk pergi bagi mereka berdua, mencoba untuk menghubungi Naruto dan Kiba pun tidak berhasil.
Ingin rasanya menghubungi Shikamaru, tapi setelah mengingat kejadian Ino, Sasuke mengurungkan niatnya, entah mengapa Sasuke merasa aneh pada Shikamaru saat itu, perasaan yang tidak enak meliputi hatinya yang kini juga sedang bingung, harus kemanakah mereka pergi?
"Sakura," panggil Sasuke lembut, Sakura mengangkat kepalanya dan Sasuke menghapus air matanya lalu tersenyum dengan lembut, "Kita kabur saja yuk."
"Eh?"
"Pertama kita tolong dulu Konohamaru, setelah itu… kita pergi dari kota ini, pergi yang jauh sekali."
"Sasuke?"
"Jangan lagi berhubungan dengan para guardian, kita hidup sebagai orang normal saja, bagaimana?"
PLAAK.
"Ini seperti bukan Sasuke," ucap Sakura setelah menampar wajah Sasuke, "Sasuke tidak mungkin mengajakku melakukan hal serendah itu!"
Sasuke terdiam, dia menempelkan keningnya pada kening Sakura, "Maaf… pikiranku sedang sedikit kacau."
.
.
.
"Nona Tsunadeeee!"
Suara langkah yang ribut berlari menuju ruangan seorang wanita yang tengah menikmati Sakenya.
BRAAAAK.
"Nona Tsunadee!"
"Apa sih Shizune! Berisik!" sewot Tsunade.
"Gawat, ini gawaaaaat!" ucap Shizune yang sangat panic.
"Gawat apa? Genma selingkuh?" ucap Tsunade asal-asalan.
"Bukan, kami baik-baik saja, ehehehe- Ah! Bukan itu maksudku! Ino… kondisi Ino sangat aneh!" jawab Shizune secepatnya.
"Aneh kenapa?" tanya Tsunade yang langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pergi keluar ruangannya diikuti oleh Shizune.
"Begitu Shikamaru datang membawanya, keadaan Ino sangat pucat… seperti tidak bernyawa," jelas Shizune.
Tsunade bergegas menuju ruang pemeriksaan, ketika mereka sampai, disana sudah ada Shikamaru, Kiba dan Naruto yang sedang mengelilingi tubuh Ini, dan benar sana, Tsunade melihat kondisi tubuh Ino yang sangat aneh, pucat pasi, namun detak jantungnya masih ada.
"Minggir," Tsunade menarik Kiba dan Naruto dan menggantikan posisi mereka disamping Ino, dia memeriksa denyut nadi dan mata Ino.
"…" Tsunade terdiam saat melihat mata Ino.
"Apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Tsunade pada Shikamaru.
Shikamarupun menjelaskan apa yang terjadi tadi disekolahan, begitu selesai mendengar cerita Shikamaru…
"Tidak salah lagi, mereka semua itu hasil ciptaan Orochimaru dulu," ujar Tsunade.
"Maksudnya?" tanya Naruto tidak mengerti.
"Dulu Orochimaru juga melakukan eksperimen terlarang, dia membawa anak-anak yang menyandang cacat dan menyembuhkannya memakai obat terlarang, namun hasilnya… mereka malah menjadi mutan," jelas Tsunade.
"N-Nona Tsunade!" tiba-tiba Hinata datang dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Ada apa, Hinata?" tanya Naruto yang langsung menghampirinya.
"A-anu… gawat, Nona Tsunade, keadaan makin kacau," lapor Hinata.
"Kacau bagaimana?" kini Tsunade makin tidak mengerti.
"S-Shion… Shion meminta para guardian mendampinginya kemanapun dia pergi," jelas Hinata.
"apa? Aku tidak mau!" tolak Kiba.
"Katanya kalau menolak, adik Sakura akan dia bunuh, dan katanya dia tahu caranya mengembalikan jiwa Ino," jelas Hinata lagi.
"Wanita itu lama-lama menjengkelkan yah! Rasanya ingin kutampar berkali-kali," geram Naruto.
"Nona Tsunade, bagaimana ini? Apa anda akan terus menuruti kemauan orang yang tidak jelas ada di pihak siapa itu?" tanya Shizune.
"Dia tidak ada di pihak siapa-siapa," ucap suara laki-laki yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.
"Kabuto!"
"Karena tujuannya adalah untuk pribadinya sendiri," lanjut Kabuto, "Kau juga sudah tahu itu kan, Nona Tsunade."
"Tahu? Tahu apa?" kata Kiba yang kebingungan.
"bahwa Shion adalah salah satu orang dari masa lalu, sama sepertiku, Itachi, Sakura dan Sasuke… dia adalah mantan calon tunangannya tuan Belphegor, atau Sasuke." Jawab Kabuto.
"Apa! Jadi karena itu dia selalu mengekori Sasuke kemana-mana?" kata Naruto.
"Ah, Sasuke… mana dia dan Sakura?" tanya Kiba.
"Karena seluruh orang disekitar sini sepertinya terkena hipnotis untuk membunuh Sakura, sepertinya Sasuke sedang bersembunyi dengan Sakura," jawab Kabuto.
"Kabuto, kemampuan teleportmu sangat kubutuhkan, bisa tolong Bantu aku?" pinta Tsunade.
"Karena perintah Itachi lah, makanya aku datang kesini untuk membantumu," jawab Kabuto.
"Bagus, tolong bawa Sakura kesini."
"Baik," jawab Kabuto yang langsung menghilang.
"Nona Tsunade, apa yang anda rencanakan?" tanya Hinata.
"Heh! Aku tidak akan kalah pada anak kecil."
.
.
.
BRAAAK!
Terdengar sesuatu yang telah digebrak diruangan itu, dan itu adalah meja yang sudah dipukul oleh pemuda berambut orange, terlihat para anak buahnya sedang berlutut dihadapan orang itu.
"Aku kan menyuruh kalian menangkap gadis bernama Sakura dan Shion itu! Kenapa kalian malah menangkap gadis lain!" bentak sang pemimpin.
"Yahiko, dengarkan dulu alasan mereka," ucap gadis berambut biru yang sedang duduk disampingnya.
"Kami menjadikannya sandera agar si Sakura itu dengan senang hati memberikan kekuatannya sendiri, karena sepertinya dia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu," ucap Hidan.
"Bagaimana kalau dia tidak datang?" tanya Yahiko dengan nada ketus.
"Kami akan membuatnya datang, karena itu… kami telah melakukan kerja sama dengannya," jawab Hidan.
.
.
.
"Ayo, dimakan," Sasuke menyiapkan makan malam dirumahnya bersama Sakura, namun Sakura hanya diam diruang makan dengan tatapan sedih. Sasuke duduk disamping Sakura dan mengambil satu sendok nasi campur kare itu, lalu disodorkannya kearah Sakura.
"Buka mulutmu, jangan sampai kau sakit," ucap Sasuke dengan lembut, Sakura hanya menoleh menatap Sasuke dan tersenyum lemah, dia membuka mulutnya dan melahap nasi yang diberikan oleh Sasuke, demi menghargai Sasuke, Sakura melahap makanan itu walaupun dirinya sama sekali tidak lapar.
"Air hangatnya sudah siap, Sakura kau mandi saja dulu," ucap Itachi.
Sakura mengangguk dan beranjak dari duduknya menuju kamar mandi, "Bajunya sudah kusiapkan disana yah," ujar Itachi.
Begitu Sakura sudah memasuki kamar mandi.
"Jadi, apa rencanamu sekarang?" tanya Itachi pada Sasuke.
"Aku tidak tahu, yang jelas Sakura tidak boleh bertemu dengan Tsunade, bisa bahaya," jawab Sasuke sambil mengambil jaket birunya yang panjang selutut itu dan memakainya.
"Kyaaaaaaa!"
Mendengar teriakan Sakura, Sasuke dan Itachi langsung menerobos kamar mandi itu dan melihat ada Kabuto yang tengah berdiri dihadapan Sakura.
"Kabuto! Apa-apaan kau!" bentak Itachi.
"Nona Tsunade menyuruhku membawa Sakura padanya," jawab Kabuto yang langsung menyentuh Sakura untuk berteleport, namun sebelum Kabuto pergi, Sasuke dan Itachi dengan cekatan menyentuh tubuh Kabuto dan ikut terbawa berteleport.
Sekarang mereka sudah berada didalam ruangan Tsunade, begitu tiba, Naruto dan Kiba tercengang melihat keadaan Sakura yang tanpa busana itu, langsung saja matanya ditutup oleh Hinata, dan Kiba reflek menutup matanya sendiri, Sasuke langsung membuka jaketnya yang panjang dan selutut berwarna biru itu lalu langsung menutupi tubuh Sakura.
"Ada apa ini? Kabuto, kenapa kau menurutinya?" ucap Itachi.
"Karena, kau bilang aku harus membantunya," jawab Kabuto.
"Iya, tapi kau kan juga bisa berfikir-!" bentak Itachi.
"DIAM!" potong Tsunade.
"Sakura," Tsunade berjalan kearah Sakura yang kini dalam posisi tidak siaga, apa satu ruangan ini juga ingin membunuhnya?
"Aku hanya ingin memberi tahumu sesuatu," Tsunade memegang kedua pundak Sakura dengan wajah serius, "Di dalam tubuhmu, terdapat kekuatan mengerikan, Sakura."
"Tsunade, hentikan!" cegah Itachi yang dihalangi oleh Shikamaru.
"Shikamaru, apa-apaan kau!" geram Sasuke.
"Demi mengembalikan Ino, bagaimanapun caranya akan kulakukan!" balas Shikamaru, dan kini mereka beradu tatap dengan aura saling membunuh.
"Sakura, pikirkanlah, organisasi yang ternyata bernama Akatsuki itu mengincar kekuatanmu dan Shion, Shion masih bisa kita lindungi walaupun dia juga mempunyai rencana sendiri, itu bisa kuatasi nanti, tapi kamu… bagaimana kalau kekuatanmu itu muncul?" ucap Tsunade.
Kini Sakura hanya bisa diam, wajahnya kini terlihat takut pada orang-orang disekitarnya, "Sampai-sampai Ino, Neji dan Tenten juga menjadi korban, kami harus membebaskan jiwa Ino, tapi kami juga tidak mau Akatsuki itu merebut kekuatanmu," sambung Tsunade.
"Jadi, maksud… anda?" tanya Sakura ragu-ragu.
"Kamu tidak punya pilihan, satu-satunya cara melenyapkan kekuatanmu adalah…" Tsunade terdiam dan menghela napasnya, "Dengan membunuhmu."
Tubuh Sakura bergetar hebat, Tsunade bisa rasakan hal itu, wanita awet muda itupun sebenarnya tidak tega melakukan ini pada Sakura, namun waktunya sudah mepet, dia berencana kalau Sudah membunuh Sakura, dia akan menukarkan Shion pada Akatsuki dan mengembalikan jiwa Ino, karena kemampuan melihat masa depan Shion itu tidak akurat, maka Tsunade tidak keberatan kalau Akatsuki memilikinya.
"Aku tidak menyetujui itu!" bentak Sasuke.
"Dan aku!" sambung Itachi.
"Tolong kesampingkanlah perasaan kalian," jawab Tsunade, "Sakura, ini semua keputusanmu, kamulah yang memutuskan keselamatan Ino."
Saat Sakura terdiam sendiri, mendapat tatapan sinis dari Shikamaru, bahkan Kiba dan Naruto pun tidak bisa berbuat apa-apa, kini dia merasakannya lagi, perasaan yang dulu pernah dia rasakan saat kecil, dikucilkan, semua orag menginginkan kematiannya.
"Jangan bercanda!" geram Sasuke yang tiba-tiba mengeluarkan gumpalan api dan menyerang ruangan itu, dengan bergegas Sasuke menghampiri Sakura dan membawanya kabur diikuti oleh Itachi.
"Uhuk… uhuk…" asap menyelimuti ruangan itu.
"Bagus Sasuke! Bawa Sakura pergi dari sini!" batin Naruto berteriak.
Sasuke berlari sambil menggandeng Sakura yang menutupi tubuhnya memakai jaket Sasuke, Itachi bagian melindungi belakang Sakura kalau-kalau ada yang menyerang mereka, langsung saja bel alarm berbunyi dan seluruh pengawal datang mengelilingi mereka.
Mereka terjebak, bahkan teman sendiri pun sekarang mengkhianati Sakura, terjebak dikelilingi oleh prajurit utusan Tsunade, saat mereka akan diserang, tiba-tiba tubuh mereka menghilang? Seperti dipanggil oleh sesuatu.
.
.
.
"Kyaaaa,"
Tiba-tiba mereka berada melayang diudara dan terjatuh ketanah.
"Aduu duuh," rintih Sakura.
Terlihat dia menduduki perut Sasuke dan Itachi dibawahnya, "Ah, m-maaf," ucap Sakura sambil beranjak dari tubuh mereka.
"Akh! Dimana kita?" ucap Itachi.
"Selamat datang, dirumahku," ucap pemuda berambut silver memakai yukata dan bersender di pintu berlantaikan tatami.
"Kakashi?" panggil Sasuke tidak percaya apa yang dia lihat,"Kenapa kau ada disini?"
"Aku yang menolong kalian kesini, berterima kasihlah padaku disini tidak akan ada yang bisa melacak kalian, ayo masuk," jelas Kakashi.
Sedangkan ketiga orang itu hanya bengong diluar melihat kemegahan rumah megah ala tradisional itu.
Saat Sakura, Sasuke dan Itachi memasuki ruangan yang Kakashi datangi, mata Sakura terbelalak lebar melihat siapa yang berada diruangan itu.
"Sasori?" ucap Sakura kaget.
"Hai, lama tak berjumpa," salam Sasori tersenyum pada mereka.
"Kenapa Sasori bisa ada disini?" tanya Sakura pada Kakashi yang sedang menyiapkan minuman.
"Ah, kebetluan Sasori ini kenalan lamaku," jawab Kakashi sambil meletakkan cangkir di meja, "Dia juga salah satu anggota dari Akatsuki itu."
"Apa!" hentak Sasuke yang langsung menjauhi Sakura dari mereka.
"Tenang saja, aku tidak akan menyerang kalian, lagipula kenapa aku bisa masuk Akatsuki karena dipaksa, tidak ada tempat lagi untukku, hanya mereka yang bisa menerimaku," ucap Sasori.
"Sama sepertiku?" ucap Sakura dalam hatinya.
"Lalu sedang apa kau disini?" tanya Itachi dengan nada sinis.
"Aku? Memangnya tidak boleh berkunjung kerumah teman?" jawab Sasori sambil tersenyum meremehkan.
Sasori berdiri dan menghampiri Sakura, dia memegang dagu Sakura dan tersenyum, "Sudah kubilang kan, aku akan melindungimu."
Hal itu membuat Sasuke dan Itachi yang melihatnya menjadi jengkel sedangkan Kakashi hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, melihat para anak muda yang terjalin cinta segi empat itu.
"Oh iya, bagaimana kamu bisa memanggil kita kesini, Kakashi?" tanya Sakura yang memecahkan suasana saling tatap menatap dengan sinis itu.
"Kekuatanku sama seperti si Kabuto itu, bedanya aku bisa menteleportkan seseorang dengan hanya merasakan pancaran tenaganya," jelas Kakashi.
"Jadi, apa yang terjadi tadi?" sambung Kakashi.
Saat ini Sasuke lah yang menceritakannya pada Kakashi mewakili Sakura, karena dilihat dari kondisi Sakura, Sasuke yakin dia tidak kuat untuk menceritakan semuanya… ya, mana ada orang yang bisa menceritakan dengan santai tentang dirinya yang akan segera di buru untuk dimusnahkan.
"Begitu," ucap Kakashi, "Kalian tahu kan, Tsunade itu bukan wanita bodoh, dia pasti mempunyai rencana sendiri untuk ehm.. siapa nama gadis itu?"
"Shion," jawab Sasuke.
"Ah, ya… Shion itu… tapi kalau tentang kekuatan Sakura…" Kakashi terdiam sebentar memutar otaknya, "perbandingan keseriusan Tsunade 80-20"
"Yang benar saja! Aku tidak akan membiarkan Tsunade membunuh Sakura!" ujar Sasuke.
"Lalu, apa kau lebih memilih Sakura dari pada seluruh orang di dunia ini?" tanya Kakashi sambil bersender santai.
"Kakashi, apa kau juga memihak mereka?" tanya Itachi.
"Aku tidak memihak siapa-siapa… aku hanya melakukan yang terbaik saja," jawabnya sambil tersenyum.
…..
….
Keadaan hening sejenak, Sakura menundukkan kepalanya dengan murung.
"Sudah malam, lebih kalian istirahat dulu… akan kusiapkan kamar," ucap Kakashi meninggalkan tempatnya.
Keadaan kembali hening dengan kepergiannya Kakashi, ke empat orang itu hanya saling diam tanpa kata didalam satu ruangan, karena jengah dengan keadaan seperti ini akhirnya Sasori memutuskan untuk bicara.
"Walaupun aku berasal dari Akatsuki, aku tidak akan menyerang Sakura," ucap Sasori tiba-tiba.
"Apa kau mengkhianati kelompokmu sendiri?" tanya Sasuke.
"Bukan, kalau tugasku menghabisi kalian para guardian aku pasti akan melakukannya, tapi kalau untuk membawa atau membunuh Sakura… aku sudah menolak tugas itu."
"Kenapa? Kita kan baru bertemu…" tanya Sakura bingung.
"Ya, kita memang baru bertemu… hanya saja aku merasa kau sama denganku, sama-sama kehadirannya tidak diinginkan dulu," jawab Sasori.
"Kamarnya sudah siap, kalian bisa pakai yang mana saja," ucap Kakashi yang datang memberi tahu lalu pergi lagi.
Itachi beranjak paling pertama meninggalkan ruangan itu, seolah mengerti kalau Sasuke dan Sakura memerlukan waktu untuk berdua. Kemudian disusul oleh Sasori yang juga pergi meninggalkan mereka. Kini tinggal Sasuke dan Sakura yang berada diruangan itu.
"Aku antar kau ke kamar," ajak Sasuke mengulurkan tangannya, Sakura meraih uluran tangan itu dan berjalan menuju kamar yang akan ditempati oleh Sakura.
Begitu tiba di kamar, Sakura mengganti baju yang dia pakai sekarang yaitu jaket milik Sasuke dengan yukata yang disiapkan oleh Kakashi disana, selesai menggantinya Sakura mengizinkan Sasuke masuk ke kamarnya, terdapat satu futon disana, Sakura membuka selimut futon itu dan membaringkan tubuhnya dengan sedikit rileks.
Sakura terdiam, Sasuke menempati dirinya duduk disamping Sakura yang sedang mencoba untuk memejamkan matanya itu, keduanya sama-sama diam, memikirkan jalan keluar yang pas untuk masalah kali ini.
"Sakura…"
"Sasuke…"
Panggil mereka secara bersamaan.
"Ah, kamu dulu…" ucap Sakura yang bangkit dari tidurnya.
Sasuke memandang wajah Sakura dan memegang tangannya, "Berjanjilah padaku satu hal."
Sakura memiringkan kepalanya menunggu lanjutan yang akan dikatakan oleh Sasuke.
"Jangan pernah menyerahkan dirimu pada Akatsuki maupun Tsunade, jangan pernah," pinta Sasuke dengan wajah yang sangat serius, "Aku mohon."
Sakura menundukkan wajahnya, dia memejamkan matanya seolah merasakan sentuhan tangan Sasuke yang menggenggam jemarinya, Sakura membalas genggaman Sasuke dan menjawabnya, "Asalkan kau berjanji tidak akan kembali pada Shion, apapun yang terjadi."
Bisa dirasakan oleh Sasuke tangan Sakura gemetar, saat ini Sakura mengucapkan hal itu memang dengan senyuman, namun senyuman itu adalah senyuman yang mengandung ketakutan, menyadari hal itu Sasuke langsung memeluk Sakura.
"Apa yang kau khawatirkan?" tanya Sasuke lembut sambil membelai rambut pink milik Sakura.
"Aku… takut…"
"Apa yang kau takutkan?"
"Bagaimana… bagaimana kalau jalan keluar satu-satunya adalah dengan… kematianku," ucap Sakura yang makin menguburkan wajahnya di dada bidang Sasuke, "Aku takut~"
Baru kali ini Sasuke merasa Sakura sangat lemah, mungkin karena kekuatannya selama ini sudah berpihak pada yang lain, yaitu Konohamaru… satu-satunya alasan Sakura harus menjadi kuat. Sasuke mengeratkan pelukannya lalu sedikit merenggangkannya dan akhirnya dia melepaskan pelukan itu, memegang kedua lengan Sakura dan menatap wanita yang dicintainya itu dalam-dalam.
"Sakura… dengarkan aku," pinta Sasuke, "kalau memang kau harus mati, aku akan ikut mati bersamamu… begitu saja yah? Bagaimana?"
Sakura sangat terkejut dengan apa yang Sasuke tawarkan barusan, siapa yang menyangka kalau Sasuke punya pikiran sampai sejauh itu? Ini dikarenakan Sasuke tidak mau pisah dari Sakura, apapun yang terjadi laki-laki itu ingin bersama wanita yang dicintainya sampai akhir, apapun itu hambatannya pasti akan dia lewati.
"Sasuke… Terima kasih," ucap Sakura memeluk Sasuke dengan erat.
Keesokan paginya, Itachi yang sedang mencari Sasuke dikamarnya namun tidak ditemukan, akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan Sakura, begitu dia membuka pintu geser kamar Sakura yang terlihat disitu adalah Sakura yang sedang tidur diatas futon dan Sasuke yang tidur di lantai, mereka tidur berdua sambil berpegangan tangan, pemandangan itu membuat Itachi terpaku dan sedikit kaget.
"Ternyata cinta mereka begitu dalam yah," pikir Itachi dengan wajah tersenyum namun sedih.
Begitu mereka semua sudah bangun dan kembali berkumpul diruang tempat Kakashi berada, Sakura yang masih memakai yukata tadi malam meminta izin keluar pulang kerumahnya sebentar untuk mengambil pakaiannya, namun permintaan itu ditolak oleh Kakashi. Akhirnya Sasuke lah yang pergi untuk mengambilkan baju Sakura dirumahnya.
"Baju yang mana yah?" Sasuke bergumam, dia tidak mengerti bagaimana kalau wanita berpakaian, akhirnya Sasuke memilih baju yang menurutnya bagus untuk dipakai oleh Sakura.
"Oke, selesai," ucap Sasuke sambil menenteng tas yang berisikan baju.
Begitu dia berjalan keluar dan menutup pintu, langkahnya terhenti karena kehadiran seseorang yang tidak disangka-sangka.
"Shikamaru."
"Dimana Sakura?" tanya Shikamaru.
Sasuke mengabaikan pertanyaan itu, dia melewati Shikamaru tanpa menjawab maupun meliriknya, karena kesal diabaikan, Shikamaru menyerang Sasuke dengan bayangannya yang meluncur kearah Sasuke, untung saja Sasuke cekatan menyadari aksinya itu, dan Sasuke menghindar walaupun bayangan itu sempat menggores lengannya sedikit.
"Apa-apaan ini?" tanya Sasuke.
"Sudah kubilang kan, aku akan melakukan apa saja… agar dapat mengembalikan jiwa Ino," ucap Shikamaru.
"Kita bisa memikirkan bersama caranya! Shikamaru, apakah kau bermaksud bertarung melawanku?" bentak Sasuke.
"Kalau itu salah satu caranya, akan kulakukan," jawab Shikamaru menyiapkan beberapa bayangannya untuk menyerang Sasuke.
Tanpa Sasuke sadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari kejauhan sambil tersenyum licik.
"Hihihihi, babak pertama dimulai."
A/N : eh eh eh? agak pendek yaaah? O.o
oh iya untuk fiyui-chan... Shion bukan di pihak Tsunade tapi dia juga diincer sama Akatsuki... dan Tsunade sendiri itu g peduli kok sama Shion, sedikit spoiler, nanti Konohamaru yang malah ada di pihaknya Shion... XD
oke segitu aja dulu yah... untuk updatenya lagi aku g tau kapan, g bisa janji... hehehee... cuma pasti akan aku usahain secepatnya kok... yang bikin aku semangat update itu ya review2 dari kalian semua... :)
makasih banyak yah review dan dukungannya...
xoxo
