title : love
warning : genderswitch, typo(s), geje, garing,
balesan review:
nyeol : iyaaa, ini udah update,
pyeol : iya
1004baekie : ini udah publis,
Frostiedelight24 : hehehe makasih, iya nih nanti di buat hamil kok
.3158 : iya maaf lama, iya ganggu aja hehehe, iya yeol kalo cemburu parah, iya makasih
NopwillineKaiSoo : hahahaha maaf, iya aku positif thingking aja kok hehehee makasih
cola baekk : iya maaf kecepetan ya, aku orang jawa
alfianisheila : makasih, kaya authornya ya heheheh
H Luv : maaf deh kalo terkesan memaksa buat review,
okeh minta maaf buat yang terpaksa review, cuma pengen di hargain doang kok hasil karyanya, maaf ya
ya udah lanjut baca aja, selamat menikmati,
DLDR
.
.
.
.
.
.
.
REVIEW, FOLLOW, AND FAV
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
.
..
Chap 14
Chanyeol membukakan pintu mobil untuk Baekhyun, lalu memasukkan belanjaan ke bagasi mobil,
Chanyeol duduk di belakang kemudi, lalu menyalakan mobil dan menginjak gas untuk menuju rumah mereka.
"Yeol" panggil Baekhyun, Chanyeol melihat sekilas ke Baekhyun lalu kembali focus pada jalanan,
"hhmmm" sahut Chanyeol dengan gumaman,
"apa lebih baik kita batalkan saja acara bulan madu kita?" tanya Baekhyun agak takut,
Chanyeol segera menggenggam tangan Baekhyun yang ada di pahanya,
"wae sayang?" tanya Chanyeol sambil mencium tangan Baekhyun,
"pekerjaanmu banyak Yeol" kata Baekhyun sambil memandang Chanyeol,
Chanyeol menepikan mobilnya,
"kenapa berhenti Yeol?" tanya Baekhyun bingung,
Chanyeol langsung duduk menyamping menghadap Baekhyun,
Menggenggam kedua tangan Baekhyun,
"sayang~ tak ada yang lebih penting darimu, ingat itu. Pekerjaan aku akan selesaikan malam ini dan kita akan pergi besok, tak ada penolakkan" kata Chanyeol,
"tapi Yeol kammppphhhh" bibir Baekhyun yang akan membantah di bungkam oleh bibir Chanyeol,
Chanyeol terbawa suasana, dia melumat bibir Baekhyun atas bawah bergantian,
"Yeolmmppphh sudahhmmppphh" kata Baekhyun berusaha melepaskan ciuman mereka,
Baekhyun kehabisan oksigen dan memukul-mukul dada Chanyeol,
Chanyeol malah menuruni ciumannya ke rahang Baekhyun,
"Yeolhh" kata Baekhyun, Chanyeol tersadar mendengar desahan tertahan Baekhyun,
Chanyeol langsung menjauhkan dirinya dari Baekhyun,
"maaf sayang maaf" kata Chanyeol menunduk menyesal, untuk apa menyesal bukankah Baekhyun istrinya? Tapi Chanyeol tak mau kehilangan kendali terus saat bersama istrinya ini,
"gwenchana yeobo, aku tak apa" kata Baekhyun mengelus surai cokelat milik suaminya,
Baekhyun memajukkan tubuhnya lalu memeluk suami yang sangat ia cintai ini,
"gomawo~ kau selalu mengerti aku" kata Chanyeol mengusap rambut panjang milik istri yang sangat imut menurutnya,
"kau tau kan aku selalu berhasrat jika dekat denganmu" kata Chanyeol, dan Baekhyun terkekeh lalu memukul dada suami mesumnya ini,
"ish~ kau ini, tak bisakah kau hilangkan pikiran mesummu sehari tuan Park?" tanya Baekhyun sinis,
"tak bisa kalau kau selalu di dekatku nyonya Park" kata Chanyeol sambil tertawa kecil,
Baekhyun langsung mengerucutkan bibirnya,
"jadi kau mengusirku, kau menyuruhku berjauhan denganmu" kata Baekhyun membalikkan badannya, melihat keluar jendela, malas untuk melihat suaminya ini,
"ish~ aniya, buka itu maksudku, hey jangan cemberut seperti chagi~" kata Chanyeol mencoba menarik dagu istrinya yang sedang merajuk ini,
"akh~ jika ini bukan di tempat umum akan ku makan kau sekarang Baek, jangan lakukan itu kau terlihat imut dan aku sangat lapar Baek" kata Chanyeol, dan Baekhyun langsung merinding mendengar perkataan Chanyeol,
"andwe Yeol, masih sakit bekas semalam" kata Baekhyun mengeluarkan puppynya,
"ne….ne… arraso, tapi jangan merajuk lagi oke?" kata Chanyeol,
"ne~" jawab Baekhyun,
"anak pintar" kata Chanyeol sambil mengusak rambut Baekhyun,
Chanyeol kembali menginjak gas agar segera sampai di rumahnya yang nyaman.
SESAMPAINYA DI RUMAH
Chanyeol segera berlari keluar dan membukakan pintu mobil untuk Baekhyun,
"gomawo~" kata Baekhyun, dan Chanyeol mengambil belanjaan di bagasi.
Baekhyun masuk terlebih dulu, dan di ikuti Chanyeol di belakangnya,
"chagi~ ini di taruh di mana?" teriak Chanyeol, karena Baekhyun berjalan menuju kamarnya,
"taruh dapur saja, nanti aku yang akan membereskannya, aku mau mandi dulu" jawab Baekhyun,
"okay" kata Chanyeol.
Setelah menaruh belanjaan Chanyeol memasuki kamar, dan berniat untuk berganti pakaian,
Tapi saat memasuki kamar Chanyeol mendengar Baekhyun yang mandi sambil bersenandung,
Ide gilanyapun muncul.
Chanyeol memasuki kamar mandi tanpa mengetuk pintu, dia tau Baekhyun tidak akan mengunci pintu kamar mandi, karena itu kebiasaan Baekhyun,
Chanyeol melihat siluet Baekhyun di dalam tempat shower yang tirainya tertutup,
Saatnya bermain- batin Chanyeol,
Chanyeol membuka tirai itu,
"hai sayang~ mau aku bantu menggosok punggungmu?" kata Chanyeol sambil mengeluarkan seringaiannya,
Baekhyun melotot terkejut melihat Chanyeol yang berdiri di depannya, refleks Baekhyun menutupi dadanya dengan ke dua tangannya,
"YAK! Park mesum, untuk apa kau masuk?" teriak Baekhyun,
"hey jangan teriak-teriak tetangga bisa dengar sayang" kata Chanyeol semakin maju dan mendekat ke arah Baekhyun,
"Yeol keluar" kata Baekhyun mulai ketakutan,
"untuk apa kau berusaha menutupi tubuhmu, padahal aku sudah melihat semuanya" kata Chanyeol dan seringaiannya semakin terlihat jelas,
"ani~ keluarhhhh" desahan Baekhyun tertahan, karena Chanyeol mengusap daerah vitalnya,
"aku tak mau" kata Chanyeol memeluk tubuh telanjang Baekhyun, kini kemeja Chanyeol sudah basah karena tersiram air shower,
"Yeol kumohonhhh, masihhh sakit Yeolhh" kata Baekhyun,
"benarkah?" tanya Chanyeol melonggarkan pelukkannya,
Baekhyun mengangguk dan menunduk,
"mian sayang~ aku tak tau kalau sakit sekali" kata Chanyeol memeluk Baekhyun sangat erat,
"maaf Yeol, mungkin malam ini kita tak bisa melakukannya dulu, maaf" kata Baekhyun sedikit bergetar,
"tak apa? Apa perlu aku gendong?" tanya Chanyeol serius,
"aniyo, tak perlu Yeol" jawab Baekhyun.
"karena kau sudah terlanjur basah, mending sekalian mandi bersama" kata Baekhyun,
"baiklah" jawab Chanyeol.
Chanyeol dan Baekhyun bergantian membantu menggosok punggung,
Tapi memang Chanyeol yang iseng, Chanyeol menggelitiki pinggang ramping Baekhyun,
"Yeol geliiii~" teriak Baekhyun,
Mereka tertawa bersama, sampai membutuhkan waktu satu jam hanya untuk mandi.
Setelah selesai mandi, mereka segera turun ke lantai dasar untuk memasak,
Sebenarnya yang memasak hanya Baekhyun, Chanyeol hanya menemani sambil mengerajakan tugasnya,
Baekhyun turun terlebih dulu, dia menggunakan hot pants berwarna merah dengan kaos berwarna putih yang agak kebesaran,
Di susul Chanyeol dengan menggunakan celana pendek warna cokelat dan kaos berwarna putih, sambil membawa laptopnya,
Chanyeol mendudukkan pantatnya di kursi meja makan, dan menaruh laptopnya di meja makan di hadapannya,
Chanyeol mengamati Baekhyun yang mungil dan menggunakan apron pinknya.
Baekhyun sedang sibuk membuat adonan kue kering untuk cemilan mereka,
"oh ya Yeol, kita mau makan apa malam ini?" tanya Baekhyun,
"apapun yang kau masak, aku akan memakannya Baek" jawab Chanyeol tanpa mengalihkan matanya dari layar laptopnya,
"aish~ aku ingin kau meminta sesuatu Yeol" kata Baekhyun kesal,
"bagaimana kalau aku meminta kau untuk ku makan saat ini juga?" tanya Chanyeol sambil mengeluarkann senyuman jahilnya,
"ish~ aku serius tuan Park, jauhakanlah pikiran mesummu itu Park" kata Baekhyun sambil mencetak kue keringnya,
"ne ne ne, bagaiman kalau kita buat barbeque (gak tau tulisannya), aku ingin kita memasak di taman belakang Baek" kata Chanyeol kembali focus pada pekerjaannya setelah terlihkan oleh Baekhyun,
"baiklah aku akan menyiapkan semua bahannya" jawab Baekhyun.
Baekhyun menyiapkan teh hangat untuk Chanyeol,
"ini, minumlah selagi hangat" kata Baekhyun,
"kenapa bukan kopi?" tanya Chanyeol,
"tak baik terlalu sering minum kopi Yeol" jawab Baekhyun sambil mengusap rambut suaminya,
"gomawo chagi~" kata Chanyeol lalu menyesap teh hangat itu, Baekhyun mengecup sekilas kepala Chanyeol, lalu melanjutkan menyiapkan bahan barbeque,
Chanyeol yang selesai memeriksa berkas yang di kirim ke e-mailnya, lalu mengirim hasil koreksiannya, dan mematikan laptopnya,
Chanyeol berjalan mendekati istrinya, dan memeluk Baekhyun dari belakang, tapi kali ini Baekhyun tidak kaget karena langkah Chanyeol terdengar olehnya.
"perlu bantuan sayang~?" tanya Chanyeol tepat di telinga Baekhyun,
"susun saja bahan-bahan yang sudah aku potong-potong Yeol" kata Baekhyun,
"baik bos" jawab Chanyeol.
Tak lama, "sudah selesai sayang~ apa ada lagi?" tanya Chanyeol dengan senyumannya,
"bisakah kau siapkan panggangannya di taman sayang?" tanya Baekhyun sambil menghadap Chanyeol dan mengalungkan lengannya di leher Chanyeol,
"siap bos, tapi minta upah dulu dong kan udah bantuin susunin bahan-bahan" kata Chanyeol memeluk pinggang ramping sang istri,
CHU~
Baekhyun mencium kening Chanyeol,
CHU~ CHU~
Turun ke kedua mata Chanyeol,
CHU~ CHU~
Ke pipi Chanyeol,
CHU~
Terakhir bibir Chanyeol, tapi saat mau melepas ciumannya satu tangan Chanyeol menekan tengkuk Baekhyun,
Mencium bibir itu berkali-kali, melumat bibir itu bergantian atas bawa, lidah Chanyeol mulai menggelitik di bibir Baekhyun, Baekhyun tau Chanyeol meminta akses ke dalam mulutnya,
Ya sudahlah, lagian dia kan tak dapat jatah malam ini pikir Baekhyun,
Baekhyun membuka mulutnya sedikit, dan Chanyeol melesakkan lidahnya ke dalam mulut Baekhyun,
Mengabsen gigi-gigi Baekhyun, menggelitik langit-langit mulut Baekhyun, dan beradu lidah dengan Baekhyun,
"eungh Yeolhh, janganhh dihh remashh" kata Baekhyun, karena sekarang tangan nakal Chanyeol sudah meremas dadanya,
Chanyeol melepas pagutan mereka tanpa melepaskan tangannya yang masih menggenggam dada Baekhyun,
Baekhyun terengah-engah karena kehabisan oksigen,
Baekhyun terlihat seksi jika sedang seperti ini pikir Chanyeol,
Chanyeol tak melepaskan tangannya sampai,
"ekhm" dehem Baekhyun dan Chanyeol baru tersadar,
"hehehe mian" cengir Chanyeol,
"ish~ kau ini, sudah sana siapkan panggangannya" kata Baekhyun berbalik,
"mian sayang~" kata Chanyeol lalu mencium pipi Baekhyun kilat dan lari karena takut singa betinanya mengamuk,
"YAK!" teriak Baekhyun.
Setelah merapihkan semuanya dan mengangkat kuenya Baekhyun membawa semua bahan untuk panggangannya ke taman belakang,
Chanyeol yang melihat istrinya kerepotan langsung berlari dan mengambil semua bahan yang ada di tangan Baekhyun,
"gomawo~" kata Baekhyun,
"ne~" jawab Chanyeol, lalu menaruh bahannya di meja yang sudah mereka sediakan di taman belakang,
"coba lihat Baek, bintangnya banyak dan bulannya sangat terang" kata Chanyeol memeluk pinggang sang istri, dan menatap langit bersama,
"ne~" jawab Baekhyun.
"Baek" panggil Chanyeol,
"hmm" Baekhyun menjawabnya dengan deheman sambil memejamkan matanya mengarah ke langit, mendengar detak jantung suaminya yang ada di belakang kepalanya, kalian tau kan tubuh Baek kecil,
"terimakasih sudah mau menjadi pendamping hidupku, terimakasih sudah mau menerimaku lagi, terimakasih sudah mau menungguku, terimakasih sudah mencintaiku" kata Chanyeol semakin mempererat pelukkannya,
"ne~ sayang, aku juga. Terimakasih sudah mau menjadi suamiku, dan mencintaiku apa adanya. Tapi kurangi sifat mesummu itu Park" kata Baekhyun sedikit kesal,
Chanyeol malah terkikik, " ne ne ne akan ku coba" jawab Chanyeol, sambil berkali-kali mencium pucuk kepala istri yang di peluknya.
Setelah beberapa waktu berpelukkan, mereka akhirnya memutuskan untuk memulai barbequenya,
Baekhyun menyiapkan meja untuk mereka makan dan Chanyeol memanggang barbaquenya,
"apa sudah matang?" tanya Baekhyun menghampiri Chanyeol,
"belum sayang sebentar lagi" jawab Chanyeol,
"bagaimana jika aku nyalakan music?" tanya Baekhyun,
"ide bagus" jawab Chanyeol,
Dan Baekhyun berlari ke dalam rumah untuk mengambil sound untuk di sambungkan ke ponselnya.
"ini" kata Baekhyun dan menyalakan ponselnya,
Baekhyun memutar instrument music, yang pertama dia putar Yiruma Hope,
Dan Baekhyun memang hanya memutar instrument, untuk membuat kesan romantis,
"apakah sangat panas Yeol?" tanya Baekhyun sambil menyeka keringat Chanyeol dengan tisu,
"tidak terlalu Baek" jawab Chanyeol sambil tersenyum,
Chanyeol memegang tangan Baekhyun yang masih menyeka keringatnya, dan meletakkan di tangannya untuk memeluk sebelah tangan Chanyeol,
"wae?" tanya Baekhyun bingung,
"ani~ aku mau seperti ini saja, jangan di lepas ya" kata Chanyeol lebih terdengar seperti perintah,
"ne~ baiklah" jawab Baekhyun,
Kini Baekhyun sedang bergelayut manja pada lengan Chanyeol.
"cha sudah matang, kajja kita makan Baek" kata Chanyeol mengangkat barbequenya,
"palli palli aku lapar" jawab Baekhyun.
Mereka makan sambil mendengarkan alunan music yang romantic,
Mereka duduk berhadapan,
Sambil sesekali mereka tertawa dengan lelucon Chanyeol,
"ternyata kau tak sedingin dulu Yeol" kata Baekhyun,
"kau tau kenapa aku dingin terhadapmu?" tanya Chanyeol,
"ani, memangnya kenapa?" tanya Baekhyun,
"karena kau selalu membuat jantungku berdetak tak normal Baek" jawab Chanyeol menatap Baekhyun lekat,
"mak-maksud mu Yeol?" tanya Baekhyun benar,
"entahlah, aku juga tak tau kenapa, mungkin karena aku mencintaimu" jawab Chanyeol terbilang santai,
Pipi baekhyun kini sudah seperti kepiting rebus,
Bodoh sekali namja ini, dia tidak tau perkataannya yang santai membuat aku malu- batin Baekhyun,
Chanyeol menyadari pipi Baekhyun yang memerah,
"aigo~ aigo~ kau malu chagi~? Kau terlihat imut jika seperti itu" goda Chanyeol,
"ish~ kau ini" kesal Baekhyun sambil mengalihkan pandangannya, kemanapun asal tidak ke Chanyeol,
Baekhyun mempoutkab bibirnya kesal,
"hey jangan lakukan itu" kata Chanyeol kesal,
"lakukan apa?" tanya Baekhyun lebih kesal,
"jangan poutkan bibirm seperti itu, kau tau aku sangat lapar" kata Chanyeol mengeluarkan seringaiannya,
"ish~" kesal Baekhyun.
Sesehat hening kembali sambil menikmati makanan mereka,
"Yeol" panggil Baekhyun,
"hhmm" jawab Chanyeol dengan gumaman,
"apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Baekhyun pelan,
"iya, waeyo?" tanya Chanyeol kini menatap Baekhyun,
"bagaimana kalau kita menonton film setelah ini, aku ingin nonton film horror" kata Baekhyun,
"baiklah, apa kau berani Baek?" tanya Chanyeol ragu,
"sebenarnya takut, tapi kan ada suamiku yang jelek ini" kata Baekhyun sambil mengeluarkan cengirannya,
"aish~ segini tampannya" kata Chanyeol kepedean,
"iya iya, Park Chanyeol yang tampan dan mesum" kata Baekhyun,
"aish~, apa ada minumannya Baek?" tanya Chanyeol sambil menghabiskan makanannya,
"ada kita punya colla Yeol" jawab Baekhyun,
"okeh, baiklah. Ayo kita rapihkan dan setelah itu menonton, di kamar saja ya?" tanya Chanyeol,
"iya di kamar saja Yeol" jawab Baekhyun,
"baiklah kajja beres-beres" ajak Chanyeol,
"ne~".
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
maaf pendek yaaaaa...
oh ya mau nanya nih, yang baca fanfictionku, masih pada sekolah atau udah kuliah semua, mau tau dong hehehe
sama ada yang udah punya pasangankah 'menikah' ?
okeh minta jawabannya di kotak review ya.
pay pay
:)
