[ Hasil alur murni dari denger lagu Azu - To You/Nightcore ]
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
[ Naruto Second Chance ]
#Fanfiction
#Author Hn&U
#Rated M
#AU
#OOC
.
.
#COMEDY
#ROMANCE
#SCHOOL
#FRIENDSHIP
#FANTASY
#GENDER_BENDER
.
.
.
.
#Chapter 14
.
.
.
.
Naruto melihat Hinata bersama Kiba dari balik terali besi yang mengelilingi atap sekolah.
"Padahal aku sudah berusaha melupakanmu" gumam Naruto.
Angin berhembus pelan menerpa lembut tubuhnya. Dia melihat ke arah atas sambil memejamkan mata. Surai pirang panjang miliknya yang terlihat halus itu mengikuti arah angin yang berhembus pelan, tanpa dia sadari airmata mulai membasahi pipi. Airmata itu terasa seakan dingin saat angin menyambutnya dengan sepoi-sepoi yang menenangkan perasaan sedihnya dengan perlahan.
Dia mulai membuka mata dan menghalangi sinar matahari dengan tangannya.
"Inilah kenyataannya. Aku bukanlah diriku yang dulu.
Kami-sama, apakah takdirku harus seperti ini? Kehilangan semuanya?" tanya Naruto kepada hati dan yang dia yakini.
Naruto yang telah ditinggalkan kedua orangtuanya seminggu sebelum takdir hidup yang dia jalani berubah dia seakan merasa lelah kali ini. Diapun berbalik arah dan saat akan melangkahkan kaki, kedua mata tertuju kepada seorang remaja bersurai merah bata yang kini sedang bersandar didekat pintu keluar dari tempat itu.
"Dasar penguntit" gumam Naruto.
Remaja itu mulai mendekat ke arah gadis remaja cukup jauh dari hadapannya.
Taph.
Taph.
Taph.
Taph.
Melangkah maju dengan pasti tanpa ada rasa ragu didalam hati dengan senyuman sebagai pengantarnya. Saat tepat berhadapan mereka berdua hanya saling memandang.
"Ini pertama kalinya, aku melihatmu bersedih Naru-chan." gumam Gaara.
"Hahahaha..."
Naruto tertawa karena dia benar-benar diperlakuhkan seperti perempuan dan faktanya dia adalah perempuan saat ini. Dilihat dari segala sisi dan dari jauh maupun dekat dia terlihat tetaplah siswi SMA.
"Jauhi aku Gaara-kun," ucap Naruto yang diakhiri senyumannya.
"Aku benar-benar bingung sekarang siapa aku ini?" kata batin Naruto.
Gaara menyentuh pipi dengan kedua tangannya. Naruto hanya memejamkan mata dan merasa semua ini sudah salah, semua harus diakhiri pikir Naruto.
"Aku tidak akan menyukaimu. Karena sudah ada yang aku suka dan cinta." ucap lirih Naruto.
Remaja itu masih menyetuh pipi pujaan hatinya dengan perasaan yang tidak menentu. Banyak pertanyaan yang ingin dia tanya namun bibir enggan bergerak untuk bertanya, hanya diam memandang dengan perasaan yang aneh kali ini.
"Dia beruntung sekali" gumam Gaara.
"Aku yang beruntung..." gumam Naruto menjawab.
Sementara sang dewa kematian Kurama Namikaze hanya melihat kejadian itu dari layar smartphone nya. Senyum terlihat sangat tenang dengan pandangan simpati nya.
.
.
.
.
Naruto menghentikan tindakkan Gaara dengan menunjukkan senyum yang teramat manis disetai pandangan mata sendu. Kaki kiri melangkah maju disusul dengan kaki kanan. Jarak teramat dekat kedua tangan merangkul memeluk erat sambil memejamkan mata.
"Lupakan aku, jauhi aku. Masih banyak yang menerimamu dan lebih pantas menerima cintamu
Gaara-kun." kata Naruto dengan nada lirih.
Degh... Degh... Degh..
Mereka berdua berdebar dengan tempo yang bersamaan. Walaupun disisi lain Naruto tidak menerima namun yang ada didalam dirinya berkata sebaliknya.
"Cinta tidak bisa dipaksakan." gumam Naruto terdengar sangat pelan, indra pendengaran Gaara menangkap sangat jelas kata-kata itu.
Naruto menghentikan tindakkannya dan mulai melangkah mundur. Gaara hanya diam seakan dirinya hanya bisa terdiam tak mampu berbuat apupun kali ini.
"Aku-."
"Aku mencintaimu, itukan yang ingin kau katakan," ucap Naruto menjeda kata-kata Gaara.
"Gaara-kun, aku ada permintaan apa kau mau mengabulkannya?" ucap Naruto.
"Tentu saja." balas Gaara, dengan tangan kanan yang mulai membelai surai pirang milik Naruto.
"Apa kau mau jadi temanku selamanya" ucap Naruto.
Gaara mulai melangkah baju dan seketika memeluk membimbing yang dia cinta untuk mendengarkan irama detak jatungnya yang benar-benar sangat berdetak tidak menentu. Naruto hanya membulatkan mata, saat debaran yang ada dihadapannya dapat terdengar sangat jelas.
"Gawat dia serius dengan semua ini." gumam batin Naruto.
Didekat pintu tidak jauh dari mereka berdua. Sasuke hanya diam menyaksikan semuanya. Remaja surai hitam itu memandang dengan tatapan mata yang kelam. Sepasang mata berwarna hitam itu hanya menatap sendu lalu menjadi tegas.
.
.
.
.
Hari menjelang sore. Kurama hanya melihat Naruto yang baru selesaikan piket sore nya dan bersiap untuk pulang. Kelas yang ada sepasang kedua insan yang berbeda jenis itu kini sedang saling membicarakan hal yang penting.
"Kau memperumit hidupmu saja.." kata Kurama.
"Mau bagaimana lagi, Kurama-sama. Aku ini laki-laki normal mana mungkin menerima sesama jenis untuk sebuah hubungan!" ujar Naruto.
"Dasar manusia, Naruto Uzumaki." ucap Kurama.
"Itu akukan" gumam Naruto dengan senyum hambar.
"Bukan" sahut tegas Kurama.
"Itu hanya nama orang yang sudah pergi dan tidak akan ada di dunia ini. Dia adalah kau yang pernah hidup didunia," tutur Kurama.
"Kurama-sama, apa aku tidak bisa memilih untukku menjadi laki-laki lagi?"
Kurama menatap tegas dengan tangan yang ikut bersiap menjentikan keajaibannya.
"Sekarang putuskan. Kau ingin tetap disini atau pulang ke atas sana!"
"Aku ingin seperti dulu! Aku bosan menjadi perempuan! Apa lagi sekarang aku sudah membuat perasaan seseorang hancur dengan cara pikirku! Kau dewa kampret mana tau apa yang aku rasakan cepat ubah aku jadi laki-laki lagi!"
Tekh!
Mereka berdua berdiri dihamparan padang rumput yang luas. Naruto berdiri dengan sosok remaja laki-laki yang bersurai pirang yang ada dihadapannya.
"Kita bertemu lagi diriku yang berbeda."
"Ka-kau lagi!" ucap Naruto.
"Apa kau sudah memilih?"
"Ini semua kau yang memutuskan" ujar Kurama, sambil melihat kedua remaja yang berbeda jenis itu.
"Aku memilih mejadi diriku sendiri! Aku Naruto Uzumaki! Hey! Kau diriku yang berbeda aku telah memilih!" ucap tegas Naruto.
"Terlambat karena ada yang lebih dulu memilih," ucap yang ada dihadapan Naruto yang sedang menunjuk dada Naruto.
"Yang ada didalam sana sudah memilih menjadi perempuan dan dia menginginkan sesuatu" ujar yang dihadapan Naruto.
"Hah! Apa-apaan ini jangan mempermainkanku kampret! Aku sudah memilih, kau malah bicara tidak jelas!"
"Hoaamm! Apa debat kalian sudah selesai?" tanya Kurama.
"Kurama-sama, apa-apa ini? Kenapa hidupku semakin aneh saja!" ucap Naruto, sambil menatap Kurama penuh kesal.
"Aku angkat tangan semua sudah ada yang mengatur. Aku hanya mengikuti perintahnya" ucap Kurama diakhiri senyum.
"Naruko Namikaze" gumam yang ada dihadapan Naruto yang mulai menghilang.
"Hey! Tunggu! Ja-jangan pergi!"
Naruto hanya tertunduk saat dirinya yanglain pergi dengan senyuman yang tidak dia mengerti. Kurama bersiap menjentikan jari.
"Ayo pulang aku lapar.." gumam Kurama.
Tekh.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
NEXT
#Chapter 15
Author note : Hahaha.. Lagu To You lumayan juga dampaknya. Ada yang punya lagu Ost tipe Hightcore yang mantap gak? Sapa tau Senpai nemu alur lagi :v yaudahlah lupakan ^~^
Author mulai kumat ^~^
