Akhirnya pekerjaan Chanyeol yang menumpuk itu dapat terselesaikan. lelaki itu sangat terlihat senang hari ini, bagaimana tidak? Dengan selesainya pekerjaan ini Chanyeol bisa punya waktu banyak bersama Baekhyun dan juga menepati janjinya untuk pergi ke Jepang bersama istrinya itu.

"Akhirnya sudah berakhir..." ujar Kai yang tiba tiba masuk ke ruangan Chanyeol sambil meregangkan ototnya.

Chanyeol tersenyum simpul, lalu ia menyeruput kopi yang sudah tersedia di mejanya. Lelaki itu hanya melirik pada Kai yang sudah seenaknya tidur di sofa ruangan Chanyeol, lalu mendengus pasrah.

Jadi kai datang hanya untuk tidur?

Dan akhirnya, Chanyeol dapat pulang lebih cepat dari biasanya. Ia sudah tidak sabar melihat wajah cantik nan manis milik Baekhyun dan memeluk tubuh mungil kekasihnya itu dengan gemas. Kira kira apa yang di lakukan Baekhyun sekarang –fikirnya.

Sebelum pulang kerumah Chanyeol menyempatkan dirinya untuk pergi ke toko es krim, tentu saja lelaki tampan itu akan memberi Baekhyun kejutan dengan membelikannya banyak es krim rasa strawberry. Karena Chanyeol sangat tau, Baekhyun itu suka sekali dengan es krim.

Sesampainya di rumah Chanyeol berjalan mengendap endap, ia berniat untuk memberi Baekhyun kejutan akan kepulangannya yang lebih awal. Namun...

"Aku tau kau sudah pulang Chan" tiba tiba saja Baekhyun muncul dari kamar dan menemukan Chanyeol yang masih berusaha mengendap. Chanyeol pun tersenyum iseng, rupanya istri tercintanya itu bisa merasakan kehadirannya.

"Lihat Baek aku membawakanmu banyak es krim" Chanyeol pun mengangkat kantung plastik yang ia bawa dan memperlihatkannya pada Baekhyun.

Mata puppy Baekhyun berbinar,dan dengan girang lelaki manis itu berlari kecil ke arah Chanyeol lalu memeluk Chanyeol manja.

"Terimakasih Chanyeolie..." ujarnya sambil menggosok gosokan wajahnya ke dada Chanyeol seperti anak kecil.

Chanyeol pun terkekeh geli lalu mengelus surai Baekhyun dengan lembut, Baekhyun begitu menggemaskan, dan dia sangat bersyukur memiliki Baekhyun dalam hidupnya.

"Jaa, ayo kita makan es krim sampai puas" ajak Chanyeol sambil merangkul Baekhyun gemas hingga lelaki yang lebih kecil darinya itu tertawa kecil.

Chanyeol itu lelaki yang baik dan perhatian, dia tampan dan penuh kelembutan, Baekhyun tidak pernah menyesal mencintai Chanyeol sampai akhir hayatnya. Dan jika pun tuhan mengizinkan, Baekhyun ingin bersama Chanyeol dan mencintai Chanyeol tanpa akhir.

Mereka memakan es krim strawberry itu dengan lahap, bahkan wajah Baekhyun sudah belepotan karena es krim, dan bukannya memberi tau keadaan Baekhyun sekarang Chanyeol malah menertawakan wajah lucu Baekhyun.

"Apa yang kau tertawakan Park Chanyeol?" tanya Baekhyun heran setengah kesal.

"Wajahmu lucu sekali, hahaha" jawab Chanyeol sambil tertawa.

"Huh, Chanyeolie pabo!" Baekhyun dengan segera mengelap wajahnya asal.

Baekhyun tidak kesal pada Chanyeol yang membuatnya jadi bahan tertawaan, malah Baekhyun sangat senang melihat Chanyeol begitu bahagia berada di sisinya, Baekhyun akan melakukan apapun itu asalkan Chanyeol selalu bahagia, bahkan jika ia harus berdandan seperti Mermaid pun akan ia lakukan jika Chanyeol memintanya, karena senyuman Chanyeol adalah harta karun paling berharga di dunia ini.

Kali ini Chanyeol lah yang belepotan di bebrapa tempat, tidak sebanyak Baekhyun tapi cukup membuat wajahnya seperti bocah. Baekhyun balas menertawakan wajah Chanyeol, bagaimana lelaki tampan itu mengejeknya jika ia makan saja juga belum benar?

"Channie, Lihat sendiri wajahmu!" ungkap Baekhyun pura pura kesal.

"Ada apa dengan wajahku?" Chanyeol mengeryit heran.

"Kau sama saja belepotannya"

"Begitu ya..." Chanyeol menanggapinya dengan enteng, Chanyeol fikir ia tentu masih tampan walaupun wajahnya penuh es krim.

"Bersihkan wajahmu..." perintah Baekhyun sambil kembali menikmati es krimnya.

"Tidak mau"

"Kenapa tidak mau? Kau mau tidur dengan keadaan seperti itu? Wajahmu akan di kerumuni semut!" ancam Baekhyun, namun bukannya takut Chanyeol malah mempoutkan bibirnya membuat Baekhyun semakin heran dengan kelakuan suaminya.

"Aku mau kau yang membersihkan" pinta Chanyeol setengah merajuk.

Baekhyun menggeleng pasrah, namun tangan mungilnya tetap terangkat untuk menggapai sisi wajah Chanyeol yang perlu ia bersihkan. Tiba tiba saja Chanyeol malah menahan tangan Baekhyun dan menariknya, membuat wajah Baekhyun mendekat pada Chanyeol.

"Jangan bersihkan pakai tangan sayang..." bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun dan sukses membuat lelaki manis itu memerah wajahnya.

"A-apa maksudmu Chan?" Baekhyun sangat gugup hingga ia rasa ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri.

"Pakai bibir manismu" pinta Chanyeol kemudian sebelum ia menggigit kecil cuping telinga Baekhyun.

Baekhyun malu setengah mati, namun saat melihat ekspresi Chanyeol yang menunggunya itu membuat Baekhyun harus melakukannya tak peduli semerah apa wajahnya kali ini.

Perlahan Baekhyun mendekat kan bibirnya di sudut bibir Chanyeol dan menjilat sisa es krim di sana, dan jika boleh berkata, rasanya bahkan lebih manis ketika Baekhyun menjilat es krim di bibir Chanyeol.

Baekhyun meremas kemeja Chanyeol menahan debaran di hatinya, lidahnya mulai menjilat di area bibir tebal Chanyeol dan rasanya ia hampir mati karena gugup.

Chanyeol mengamati wajah cantik Baekhyun sambil tersenyum, wajahnya merah seperti tomat dan itu adalah wajah favorite Chanyeol. Chanyeol pun menekan tengkuk Baekhyun dan menempelkan kedua belahan lunak itu, lebih dekat dan intens.

Kini Chanyeol sudah melumat habis bibir tipis Baekhyun, menyimpannya dalam mulutnya dan mulai menyapukan lidahnya dengan sedikit menuntut. Baekhyun terkejut namun sesegera mungkin lelaki manis itu menyesuaikan diri dan mengalungkan lengannya di leher Chanyeol. Baekhyun memejamkan matanya, menikmati setiap lumatan lumatan lembut suaminya yang selalu mengirimkan desiran menyenangkan di hatinya.

"Mpphh..." Baekhyun mendesah tertahan tatkala Chanyeol menggigit bibirnya dengan gemas hingga Baekhyun sedikit meremas rambut suaminya pelan.

Chanyeol menghentikan ciumanya dan menjilat bibir Baekhyun yang basah akan saliva mereka yang bercampur. Mata bulat Chanyeol memandang Baekhyun dalam dan mengunci pandangan Baekhyun agar terus menatapnya, Chanyeol menggosokan hidungnya pada hidung Baekhyun dengan gemas lalu menangkup wajah si mungil.

"Aku punya kejutan untukmu sayang..." ujar Chanyeol sambil tersenyum.

"A-apa itu?" tanya Baekhyun masih gerogi dan menahan malu.

"Besok kita bisa pergi berlibur ke Jepang" jawab Chanyeol antusias.

Baekhyun senang bukan main, mata sipitnya bersinar seakan banyak bintang yang bertaburan di dalamnya. Lelaki cantik itu lalu memeluk tubuh Chanyeol yang lebih besar itu lalu mencium bibirnya sekilas.

"Terimakasih Channie..." bisiknya.

Akirnya Baekhyun punya banyak waktu yang akan ia habiskan hanya bersama suaminya itu, tidak akan ada yang menggangu. Di negri sakura itu, Baekhyun akan punya banyak hari untuk bermanja manja dan menatap wajah Chanyeol seharian. Mereka akan bersama lebih lama dan saling mengungkapkan rasa cinta mereka lebih banyak lagi.

0o0

Di Jepang, kedua sejoli itu menghabiskan waktunya dengan berjalan jalan, menyusuri kota yang penuh degan daun berwarna oranye. Musim gugur di jepang sangatlah indah, pohon di sana pun berwarna warni membuat suasana hati kedua insan yang saling memadu cinta itu semakin menyenangkan.

"Kemarilah Channie..." ajak Baekhyun yang sudah siap dengan kamera Handphone-nya, tangan kecil Baekhyun menarik tubuh suaminya agar lebih mendekat.

Chanyeol tersenyum kearah kamera, begitu juga Baekhyun yang sudah siap dengan wajah manisnya. Mereka sudah banyak berfoto ria tapi rasanya masih belum cukup juga, Baekhyun ingin punya banyak kenangan disini karena ia tak yakin Chanyeol masih punya banyak waktu meladeninya jika ia mulai bekerja lagi nanti.

"Kau ingin kemana lagi sayang?" tanya Chanyeol yang masih terlihat bersemangat walaupun hari sudah sore dan mereka pun juga sudah banyak menghabiskan waktu ke beberapa tempat liburan yang indah.

"Cukup untuk hari ini, ayo kita istirahat... kau pasti lelah Chan" jawab Baekhyun sambil memeluk Chanyeol lembut.

Lelaki mungil ini sebenarnya masih ingin berjalan jalan sampai malam, tapi ia tau Chanyeol mungkin lelah mengikutinya sepanjang hari. Ia takut Chanyeol akan jatuh sakit lagi dan membuat Chanyeol harus mengalami hari hari berat, tentu Baekhyun lebih mementingkan keadaan Chanyeol, kebahagiaannya dalam hidupnya.

"Kemari Baek, aku akan menggendongmu" ujar Chanyeol lalu mencondongkan badannya, menawarkan punggung lebarnya untuk Baekhyun beristirahat.

"Tidak Chan, kau kan lelah, aku bisa jalan sendiri..." tolak Baekhyun tak mau membuat suaminya itu semakin kelelahan.

"Aku tidak lelah sayang, kau yang lelah..."

"Sungguh aku masih bisa berjalan Chanyeolie..."

Tapi rupanya Chanyeol tidak mau mendengar penolakan lagi dari kekasih mungilnya itu, dan dengan sedikit memaksa Chanyeol pun mengangkat tubuh Baekhyun ke punggungnya hingga Baekhyun terkejut mendapat perlakuan yang tiba tiba.

"Channie, turunkan aku... aku tidak mau kau sakit lagi" rengek Baekhyun.

"Aku tidak akan sakit jika ada kau yang akan merawatku"

"Tapi..."

"Sudahlah sayang, kau tinggal diam dan aku akan membawamu ke penginapan"

Chanyeol membetulkan posisi Baekhyun di punggungnya dan Baekhyun akhirnya menyerah, lelaki mungil itu kini memeluk leher Chanyeol dan meletakan kepalanya di pundak sang suami, Pipinya merona kala ia bisa melihat wajah suaminya dari samping.

Chanyeol sangat tampan dengan wajah sedikit berkeringat serta pandangan mata yang teduh, Baekhyun fikir memang tidak aneh jika banyak orang yang tergila gila pada suaminya itu, Baekhyun pun mungkin bisa jadi salah satu dari mereka yang akan mengemis cinta Park Chanyeol. Namun Baekhyun beruntung, karena tanpa ia mengemis, Chanyeol sudah memberinya banyak cinta dan kasih sayang yang tak terhingga.

Baekhyun sangat bersyukur sampai mati...

Terlebih lelaki tampan berwajah pangeran ini memang pantas di cintai, semua sifat dan keperibadiannya adalah yang terbaik, dia seperti bukan manusia, melainkan Malaikat penjaga yang dikirmkan tuhan untuk Baekhyun.

"Chanyeol... terimakasih karena telah hadir dalam hidupku..."

To Be Continued

Ogenki Reader setia...

makasih udah mau baca cerita ini, terhura cherry...

makasih ya udah nyempetin waktunya buat Ripiu juga, love you pokoknya lah!

Apabila bahasanya kurang enak atau ada yg salah dari cerita ini mohon koreksinya ya, yoroshiku mina-san...

arigto