.

.

.

"Haaa...haa...ha... baik lah baiklah. Ingat pesanku ya... berikan ini pada Jinhwan hyun... kau ingat apa yang kuceritakan tentang Jinhwan hyung kan? " tanya B.I sambil menyerahkan secarik kertas pada I.M

"Neee... jangan hawatir, aku akan berusaha menjadi dirimu...aku akan minta tolong pada jinhwan hyung jika butuh sesuatu...dan aku pasti akan sampaikan surat ini padanya..." I.M menggoyang goyangkan kertas itu sambil tersenyum manis dan membuat hati hanbin menghangat.

Asik dengan dunia yang mereka ciptakan sendiri, Hanbin dan changkyun seakan tak mendengar ribut ribut dari luar.

Tok... tok...tok...

Brak... brak...brak...

Tok... tok...tok...

Brak...brak...

Tok... brak...tok...tok... brak...brak...

"Aisshh Jinjja siapa sih yang merusak momen manis ini..." Hanbin dengan kesal melangka ke arah pintu. Dengan terus mendumel ia membuka pintu kamar hotel dan langsung mendapat sindiran manis dari sepasang sejoli yang saling bertolak belakang.

"Sudah puas bercumbu dengan dambatan hatimu yang manis itu Kim-han-bin si Ku-da-la-ut...!" Lisa memancing.

"Bisakah kau mengetuk pintu dengan benar... Ga-jah ...Tha-i-land..." Hanbin membalas dengan mengejek

"KAU... mau membuat ku rugi membayar pintu hotel yang rusak karna ulah barbar mu It-..." ucapan hanbin terpotong oleh tindakan Jisoo yang tiba tiba menerobos kamar dan mendapat protes dari sang penyewa.

"Yaakkk...yaaakkk... yak...!" Hanbin berteriak bukan hanya untuk kelancangan Jisoo, tapi juga untuk Lisa yang dengan sengaja menginjak injak kaki nya.

"Ayo berangkaaaaaat..." Jisoo menarik lengan I.M tanpa mempedulikan I.M yang berusaha menutupi celana model superman nya dengan selimut.

"Aiiiishhh sabar lah sedikit jisoo-ya..." hanbin menarik jisoo dan mendorong pasangan abstrak itu keluar kamar.

.

.

.

Normal – POV

Pagi yang tak biasa dirasakan member Monsta . Dapat kita lihat diruang tengah Jooheon mondar mandir di depan TV, Wonho mengutak atik Hp nya, Hyungwoon tidur bertumpu paha Minhyuk, Kihyun yang duduk memandang jendela terlihat sangat cuek dengan keadaan sekitar dan sang leader yang memandang pada ke tiga trio rusuh.

Tak ada yang punya solusi dengan masalah yang sudah diceritaka ke tiga tersangka ini. Siapa lagi kalau bukan...

Shin Ho Seok...

Chae Hyung Won...

dan

Lee Joo Heon...

"Hyuuuuung... bagaimana kalau dia tidak kembali... atau bagaimana kalau dia lapor polisi...hyung bagaimana ini... ottokeee ..." Jooheon menjambak rambutnya sambil berjongkok.

"Aduuuuh... kau ini... jangan berfikir terlalu jauh begitu..." Minhyuk

"Bukan kah itu baik jika dia tidak kembali..." Hyungwoon

"Hyung...ini semua salah mu... Kalau saja kau tidak mempercayai maknae setan dari GOT7 itu maka-..." ucapan Jooheon terpotong

"Diamlah... aku sedang menghubungi bocah Brengsek itu...!" Semprot Wonho masih berusaha menghubungi Kim Yugyeom yang sialnya tidak mendapat jawaban.

"Sebenarnya... apa yang kalian rencanakan... kenapa kalian suka sekali memperkeruh keadaan...?" Shownu bertanya

"Hyung... kami hanya-..."

Braaak...

Ucapan Jooheon terpotong oleh bantingan pintu dari arah kamar kihyun.

Kihyun jengah dan memutuskan masuk kedalam kamar. Mungkin begitulah kesimpulanya.

Ding dong...

Ding dong...

Suara bel dorm berbunyi. Dan semua member saling tatap sebelum shownu mengalah untuk membukakan pintu.

Matanya membelalak saat di dapatinya dua orang berbeda gender dan berbeda penamipal.

Yang satu sangat rapi dan yang satu compang camping….

Yang satu familiar dan yang satu... entahlah dia tahu tapi ia tak kenal.

"Haiii... aku lisa... em... maaf , boleh kami masuk...," Lisa mencoba membuka suara.

"Ah maaf..., yah silahkan masuk..." Shownu memiringkan badanya dan mempersilahkan tamunya masuk.

Shownu sempat bingung harus berkata apa, hingga sebuah suara mengejutkanya.

"Oh ada tamu rupanya... " Wonhoo datang dengan senyum hangat yang membuat B.I ingin muntah.

"Maaf hyung, aku pulang pagi... hemmm sebenarnya aku ingin pulang tengah malam. Tapi kekasih ku ini bilang diluar sangat dingin, jadi dia menawarkan untuk menghangatkan tubuhku terlebih dahulu... terimakasih ya chagiii..." B.I berusaha mencium pipi Lisa namun tangan lisa yang maju lebih dulu menekan bibir dan wajah nya. Menggagalkan aksi B.I

"Ah... oppa jangan seperti itu... aku kan jadi malu..." ucap lisa sok imut dengan merangkul B.I dan mencubit perutnya sangat keras.

BI yakin sekarang perut nya berwarna merah keungun unguan. Ah... lisa benar benar memanfaatkan keadaan untuk menyakitinya.

Yang lain hanya cengo. Shownu menatap penuh tanya dan wonhoo... entah apa yang ia fikirkan. Sempat menyadari ada beberapa mata yang menguping dan mengintip, BI membuat keonaran.

"Hoooaaammmm... Jooheoniii Hyuuuuuuung... aku haus... kemarilah dan buatkan minuman..." BI berteriak dan makin membuat tanda tanya besar di kepala hyung deul I.M

.

.

.

Normal – POV

Sementara itu ditempat lain.

"Jisso-shi..., apa kita masih jauh...? "

"Aiiishhh oppa... panggil aku jisoo-ya...JI-SOO-YA..." Jisoo mengeja

"Ah... iya...iya..." I.M hanya mengangguk tak berniat melanjutka pertanyaan.

"Hanbin-ah...!" tampak GD dari kejauhan melambai lambai tangan nya dan menghampiri mereka berdua.

"Hanbin-ah... tadi aku mencari mu di dorm dan mereka bilang kau tidak pulang... kamena saja kau ini... oh iya, kau janji mau memilihkan jaket untuk anjing ku kan... ayo sek-...'" perkataan GD terputus saat jisoo menarik lenganya.

"Haiii oppa... kenapa oppa tidak menyapaku...? oppa tidak tahu kalau aku disini juga ya...?" ucap jisoo melambai lambaikan tanganya.

"Ah... anni anni... aku sangat buru buru jisoo ya. Setelah ini aku ada pemotretan, jadi ayo hanbin-ah kita berang-..."

"Tidak oppa... Hanbin oppa sedang tidak enak badan. Jadi biarkan dia pulang dan aku yang akan mengantar oppa...ayo... ayo... jisoo mendorong dorong tubuh GD dan memberi isyarat gerak tangan yang menunjukan no 8 dengan jarinya. Nomor apartement dorm Ikon tepatnya.

Tapi sayang, yang dimaksut oleh Jisoo tak sepenuhnya diterima oleh mata I.M

Yang I.M lihat hanya 3 jari Jisoo, karna yang lima agak nya sibuk mendorong kepala GD agar tak menoleh kebelakang. IM salah faham dan menyimpulkan angka 3 sebagai no dorm nya.

.

.

.

Ding...dong...

Ding...dong...

Dengan hati berdebar, IM memencet kamar ber nomor 3 itu. Sempat binggung saat namja berwajah cantik membuka pintu dan tersenyum lucu.

"Hanbin-ah... tumben sekali pagi pagi kemari...memencet bel lagi..." Tanya namja itu yang ternyata adalah Nam Taehyun

Salahkan IM yang kuper dan kudet. Dia benar benar tidak mengenali wajah sesama idol didepanya ini. Dan itu membuat nya tak bisa membaca tempat dan situasi dimana dia berada sekarang.

IM yang masih bingung dan belum sadar bahwa iya tersasar langsung masauk kedalam sebuah kamar. Member winner sempat binggung dengan apa yang di lakukan dongsaeng mereka, namun mereka tak protes karna biasanya Hanbin serta Bobby juga menginap bersama Taehyun dan Mino untuk bermain game.

IM memasuki sebuah kamar dan menemukan seseorang yang ia yakini bernama jinhwan karna dia mengingat ciri ciri yang disebutkan BI.

Pendek , kurus dan kecil, begitulah kira kira deskripsinya.

"Jinhwan hyung... ini unt-..."

"Mwoooo..." kaget namja yang di panggil IM Jinhwan itu.

"Hanbin-ah... kau ini kenapa, aneh sekali... kau bertamu pagi pagi begini dan memanggil Jinwoo dengan Jinhwan... apa kau sedang sakit... ? "tanya Seung Hoon khawatir.

"Ada apa hanbin-ah... kau terlihat ling lung..." Seung Yoon ikut menimpal.

Rupanya member winner sangat khawatir hingga mengikuti langkah IM ke dalam kamar Jinwoo dan Mino .

Matilah kau Im canghyun, kau menghancurkan hari pertamamu. Dengan panik IM mencari cari alasan yang tepat dan masuk akal.

"Entahlah hyung... aku merasa ada yang tidak beres dengan kepalaku. Mataku terasa buram dan aku jadi salah melihat sekitar..."

"Ommona... hyung deul... ku rasa kita perlu dokter..." Taehyun panik.

"Tidak tidak... aku hanya butuh istirahat... mungkin aku kecapean, tadi aku menginap dirumah teman dan kami begadang semalaman... Hyung, bisakah kau mengantar ku ke dorm ku..." IM menarik tangan orang disampingnya yang dari tadi memandanginya dengan aneh.

"Baik lah... Ayo kesana...! Hyung , biar aku antar Hanbin-ah ke dorm nya untuk istirahat..." Mino berpamitan pada Jinwoo guna menuruti permintaan IM tanpa protes.

.

.

.

Normal-POV Dorm Ikon

"7777777 itu nomor pasword nya...dan 5555555 untuk pasword dorm winner...Jangan pencet bel lagi jika berkunjung di dorm kami..!" kata Mino yang melihat IM hendak memencet bel dorm IKON.

"Kau boleh bertanya apapun padaku ... jika memang diperlukan...dah...aku pulang dulu..." acuh Mino sambil melambaikan sebelah tangan meninggalkan IM yang terpaku.

Dengan ragu IM menekan no pasword yang tadi Mino berikan. Dan dengan sekejap pintu itu terbuka dengan sedikit celah.

IM masuk dengan langkah pelan, ia mulai merasa kan tubuhnya menegang saat mendapat cukup banyak persamaan suasana di dorm nya dan IKON ini.

Sangat berantakan, ribut dan sedikit kisruh karna teria kan teriakan abstrak entak dari mulut siapa saja. Tak ayal membuat nya teringat akan sikap kasar kyung deulnya dan ia nampak trauma.

Namun dengan sekejap ia berusaha menormalkan raut wajahnya walau hati dan otaknya masih menyimpan banyak ketakutan.

"Bisa... aku harus bisa... aku harus bisa..." rapal IM dalam hati

Karna asik memejamkan mata sambil berjalan, ia sampai tak sadar behwa chanu sedang memandangi wajah komat kamitnya dengan melongo .

"Hyung... kenapa...?" tanya chanu nelangsa.

"Hah... ah...a...aku... anni...aku mencari jinhwan hyung..." jawab IM berharap bocah yang sedang berjongkok ini memberi petunjuk dimana keberadaan jinhwan.

"Bukan itu maksut ku hyuuuung... " bocah itu mencebikkan bibirnya kebawa dan matanya mengarah kekaki IM

"Kenapa hyung menginjak tanganku..." Rajuk Chanu sambil melirik tajam kaki IM yang menginjak tangan beserta Pel pel an yang sedang chanu gunakan.

"Huuuuwwweeeeee...eeeee... Hanbin hyung jahaaaattt..." Chanu langsung berlari mengadu pada Yunhyeong yang sedang memasak di dapur.

Tak ayal membuat suasana menjadi ramai karna Yunhyeong yang tidak terima anak angkat nya di beri hukuman fisik.

"Hanbin-ah... kau melampiaskan kemarahan mu pada orang yang salah..." peringatan dari boby membuat nya semakin bingung.

"Yak... kim Hanbin...kalau kau masih marah pada kami...! jangan lampiaskan pada maknae... lampiaskan saja pada JUNE...!" Yunhyeong menunjuk june yang sibuk mengelap kaca.

"Mwoooo kenapa harus aku... aku kan sudah kena lebel Brengsek semalam..." Ngambek June menunjuk balik ke arah yunhyeong yang merangkap sebagai mush bebuyutanya.

"Bukan kau...yang mendapat lebel itu... tapi Bety..." suara Donghyuk menyahut dari bawah meja sambil mengelap ngelap kursi dengan kain basah.

"Ma... maaf... aku... aku tidak bermaksut begitu . Maaf kan aku..." IM membungkuk dengan sopanya.

Sontak membuat semua member terbengong. Tak terkecuali Jinhwan yang keluar dari ruang cuci , habis cuci baju sepertinya.

"Hanbin-ah... kau... kau kenapa...?" Ucap jinhwan memegang kening IM untuk mengukur suhu, siapa tahu dia demam.

"Iya hyung... kau aneh sekai..." June

"Omooo hyung... kau tidak apa apakan... atau jangan jangan kau tersambar petir... jadi kepalamu sedikit konslet...Adaouuwwwhhhh..." Donghyuk memegang kening nya yang di jitak Yunhyeong.

"Iya ...jangan jangan karna tersang sang di semak semak kemarin..." Chanu bersuara

"Aiiisssshhh sudah sudah. Jinhwan hyung... kau bawa Hanbin kekamar. Mingkin dia lelah... atau kurang enak badan..." Boby mengahiri keributan dan melanjutkan kegiatan chanu mengepel lantai sambil berjongkok.

.

.

.

.

.

Normal-POV GOT7 Dorm

Pagi yang cerah untuk jiwa yang cerah pula. Namun sepertinya tidak begitu bagi seseorang yang sedang bermuram durja sambil memandangi keributan yang dibuat oleh hyung deul nya.

"Ah…. Iya sangjangnim…..baik lah baiklah…. Terimakasih…." JB mengahiri teleponya.

"Giyoumi, aku berangkat dulu…. Kau jangan acak acak barang barang dikamar kami lagi dan jangan buat masalah. Arraseo…" tanpa melihat ke arah yugyeom, JB langsung keluar dorm dengan tergesa gesa.

"Mark-e skrip nya tidak ada…"

"Aku sudah meletakkanya di dalam tas mu youngiii…." Mark merespon pertanyaan Jinyoung.

"Hyung deul aku berangkat….. da….da…. Giyoumiii…." Yongjae berpamitan sebelum berangkat untuk sesi pemotretan.

"Giyoumi…., aku mengantar Jinyoungiii syuting. Mungkin akan lama karna aku langsung ke MBC….seperti biasa nasinya aku simpan di pemanas….." Pamit Mark pada maknae yg sibuk dengan game nya.

"Ah….iya…..iya….., eh jaks maaf ya aku rasa aku harus berangkat sekarang. Aku lupa tak ada jemputan hari ini. Kau bicara pada maknae saja ya….." Bambam meletakkan ganggang telepon

"Giyoumi….jakson hyung ingin bicara…! Hyung…..tunggu aku !….aku nebeng hyung…! " sambung Bambam sambil berlari mengejar Mark dan Jinyoung

Dengan enggan, Maknae GOT7 itu pun mangangkat sambungan dari jakson yang sedang sibuk mencari nafkah di china.

"Neee…. Hyung…"

"Giyoumi, ini masih pagi…..mana semangat mu…." Oceh jakson dari Line telepon

"Iya hyung ada apa….." jawab yungyeom tidak bersemangat

"Haaaah…. Baik lah baiklah, tampak nya kau sedang tidak dalam moot baik. Kalau begitu istirahat saja ya… jangan kecapean dan makan yang cukup….arraseo…."

"Ne hyung…" jawab yugyeom malas

"Yasudah….. kalau begitu jaga diri baik baik ya…hyung mau lanjut lagi…" jaksen memutus sambungan tanpa menunggu jawaban yugyeom.

Meletakkan ganggang telepon, dan sempat binggung apa yang harus ia lakuka. Ahirnya ia memutuskan untuk melanjutkan tidur paginya.

Yugyeom berguling kekanan dan kekiri, tak jarang ia tengkurap. Merasa tak nyaman ahirnya ia duduk dan berdiri dari ranjang.

Dengan gerak lambat dan ogah ogahan ia masuk ke kamar hyung nya satu persatu.

Mulai dari kamar 2Jae, ia masuk dan mengamati sekitar .

Pandanganya berhenti pada tumpukan baju bersih yang belum sempat disetlika Yongjae. Mengacak acaknya menjadi tak karuan , Kemudian ia mengambil kaos yongjae beserta jaket JB.

Selanjutnya kamar JinMark, ia masuk dan lansung mengambil ikat pinggang mark dan kaos kaki bersih milik jinyoung.

Kemudian ia kembali ke kamarnya. Ia ambil topi jaksen yang ada di meja sebelah ranjang , dan mengambil Boneka spongeboob milik bambam.

Setelah itu ia kembali ke atas ranjang nya yang terletak ditengah ranjang Bambam dan Jakson. Tak lupa mengusap foto barsama ke enam hyung nya yang terletak di meja nakas.

Dengan raut sedih di wajahnya ia menyatukan barang barang itu dan memeluknya, menjadi kanya sebuah guling , memejamkan mata lalu bergumam.

"Hyung deul…..Saranghaja ..."

Yugyeom memejamkan mata sambil tersenyum tulus tanpa memikirkan kemarahan hyung deulnya yang nanti akan pontang panting mencari barang barang mereka karna menghilang dan berahir dengan berserakan di runag tengah .

Tentu yugyeom tak sebaik itu untuk mengembalikan pada tempat semula nya. Dan seperti biasa JB akan mengomeli Yugyeom karna tuntutan dari member lain yang sebenarnya tak tega untuk meluapkan kemarahanya masing masing.

.

.

.

.

.

Normal –POV Dorm Monsta

Dua hari sudah Kim Hanbin menjalankan peranya sebagai seorang IM canghyun dengan sangat nyaman. Kenapa ku bilang nyaman...

Karna tak ada satupun yang mau bicara dan berbuat rusuh padanya. Anni... bukan tak mau tapi tak berani sepertinya.

Bagai mana bisa berani kalau orang yang hendak kau tindas nyatanya melirik mu dengan tajam. Dan jangan lupakan lidah cukup pedas belum lagi tenaganya serta sifat yang berubah 180 derajat.

Kemarin misalnya, dia Im canghyun gadungan dengan gagah perkasa memelintir tangan Jooheon dan memiting leher wonhoo yang nampak kuwalahan . kemudian ia juga mendapat serangan dari Hyungwoon namun ketiga jagoan kita ini nyatanya tumbang di tangan seorang Kim Hanbin dengan Hyungwoon yang berahir terjungkal di kolong meja.

Lain Trio rusuh lain pula dengan Sang leader. Shownu nampak nya cukup pintar untuk menangani situasi. Ia lebih dulu berfikir ketimbang tiga dongsangnya yang bertindak baru kemudian berfikir.

Kemudian Kihyun, dia benar benar di buat bingung dan sedikit takut. Kanapa takut...

Karna Kim Hanbin tidur di ranjang sebelahnya dan selalu memelototinyanya dengan pandangan "Apa...!"

Sementara Minhyuk,... dia tak terlalu ambil pusing karna memang dia hanya fokus pada kihyun. Hemmm malang sekali bocah satu ini.

.

.

.

.

.

Normal – POV Dorm IKON

Sekarang kita beralih pada pujaan hati Kim Hanbin, siapa lagi kalau bukan Im canghyun. Lain hanbin lain pula changkyun.

Kalau hanbin terlihat sangat ngotot, maka changkyun terkesan sangat kalem. Dan itu sempat membuat member ikon khawatir karna masih menganggap Hanbin korban sambaran petir.

"Hyung... apa tidak apa apa membiarkan hanbin hyung seperti itu... kurasa kita perlu membawanya ke dokter..." lirih june pada Boby yang asik memakan cemilan di depan tv sambil melirik I.M yang membantu Yunhyeong di dapur.

Dan jangan lupakan sang maknae chanu yang selalu menempel pada IM seperti anak koala yang minta gendong induk nya. Tak ayal sesekali mendapat jitakan sendok sayur oleh Yunhyeong yang merasa risih.

"Sudahlah... bukan kah itu mukjizat... kita harusya bersyukur Hanbin hyung tersambar petir...iya kan hyung..." jawab donghyuk menyenggol nyenggol lengan Bobby

"Aku mau bantu jinhwan hyung dulu... ini habiskan saja cemilanya..." kata boby menyerahkan cemilan pada maknae line dan mencari jinhwan di ruan cuci.

"Waaahhhhh jun ... Boby hyung baik sekali..." Cengir donghyuk pada june yang hanya bisa melongo melihat kepergian Bobby.

Pasalnya Boby tak sebaik itu untuk berbagi cemilan. Oh... atau mungkin ia dapat jatah uang jajan lebih dari Hanbin karna kekonsletan otak hanbin sehabis tersambar petir.

Entah lah , hanya Bobby dan Tuhan yang tahu.

.

.

.

B.I - POV

Hari hari berlalu , tak terasa Ini sudah memasuki hari ke 7 aku bersama member Monsta. Tapi aku masih sangsi untuk bertukar kembali.

Ah... bagaimana dengan My Anggel. Apa dia makan dengan teratur. Aku harap dia dapat perlakuan baik dari memberku.

Kupejamkan mata sambil menikmati alunan musik yang diputar pemilik kafe. Benar benar nyaman dan sejahtera rasanya saat kau menggunakan ruang VVIP. Huwaaaa pelayanan yang memuaskan.

Sraaak...

Kudengar sesorang membuka pintu ruangku dan betapa senang hatiku saat membuka mata, maka senyum indah menyapa penglihatanku.

"Mi... mi...miann...hah... aku terlambat Hanbin-ah..." ucapnya mengatur nafas

"Tak masalah Cheonsa... duduk lah...aku sudah menyiapkan minum untuk mu..." aku menghampiri dan mendudukanya di kursi yang berhadapan dengan ku.

Aku mengelus punggungnya lalu berjongkok di sebelak kursinya lalu menyodorkan minuman kesukaan nya... Jus jeruk.

Tak lupa senyum terbaik ku sematkan di bibirku, entah itu terkesan manis atau malah seram dimata changkyun.

Kulihat pipinya sedikit memerah, entah karna masih ngos ngos an mengatur nafas,... atau karna aku memanggilnya Cheonsa..., atau mungkin karna perlakuan ku ini.

Entah lah aku tak perdulu. Aku hanya ingin menunjukkan sisi romantisku.

"Ah...gomawooo... Hanbin-ah..." ia menerima minum dari ku dan aku kembali pada kursi ku.

"Bagai mana hari mu ber sama memberku, Cheonsa... apa mereka memperlakukanmu dengan baik..." tanya ku

"He'em... mereka sangat baik padaku Hanbin-ah... apa lagi yang bernama jinhwan hyung. Dia benar benar baik..." dia tersenyum sambil memakan tar yang kupesan tadi.

"Syukurlah kalau begitu..." aku menghela nafas

Kami pun larut dalam situasi ini. Dia dengan heboh dan riang menceritakan kenakalan chanu yang selalu diomeli Yunhyeong. Tak lupa juga kelakuan June dan donghyuk yang sangat bodoh, bobby yang sok galak dan sok dewasa, kemudian kebaikan dan keintimanya bersama jinhwan hyung mulai dari jinhwan yang mengelus rambutnya, mengusap pipinya , mencium tanganya dan perlakuan lembut lainya yang sedikit membuat aku cemburu.

Ah sudahlah... aku hanya ingin berfikir posotif.

"Cheonsa..." aku panggil dia dan dia memandang ke arahku

"Neeee..." dia bertanya polos

"Jangan makan seperti ini... kau terlihat mengemaskan...(dan mengairahkan)" tentu saja yang itu tadi ku ucapkan dalam hati.

Dia tetap tak mengerti dan masih mengerjap ngerjap kan mata nya polos.

Dengan berlahan aku mengusap cream tar yang menengger dengan begitu sexi nya di sudut bibir IM.

-Tbc-