Tatapan lekat dari manik mata sang pemuda China dilayangkan pada Sehun. Terasa ia ingin mengakhiri semua kepura-puraan yang telah ia lakukan. Cukup sudah ia pergi menuju cinta palsu yang seakan-akan tidak ada akhirnya. "Sehun," Zitao menatap sendu kekasihnya yang mematung dihadapannya.

Tidak! Ini salah! Bukan ini yang diinginkan Sehun dan bukan ini hasil yang susah payah ia perjuangkan. Bukankah seharusnya ia hidup dengan apa yang ia mau dan yang diinginkannya? "Zitao, kau bercanda?" ujar Sehun, menatap balik Zitao dengan tatapan mengintimidasi.

Zitao menelan ludahnya dalam-dalam, "Aku tidak bercanda. Aku tidak bisa hidup denganmu, Sehun,"

Sehun kembali diam. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Tatapan mengintimidasinya tetap menghantui Zitao. Gigi Sehun bergemeretak. Dirinya bagai bom waktu yang seakan-akan bisa meledak kapan pun waktu yang diatur.

Larilah, Zitao

"Selalu saja Yifan .."—geraman itu keluar dari bibir Sehun dengan perlahan.

"S-Sehun, bukan begitu maksud-,"

"YIFAN! SELALU SAJA YIFAN!"

Oh tidak

AUTOMNE

Chapter Fourteen

Rated : T+

Cast : Huang Zitao, Wu Yifan, Oh Sehun, Xi Luhan, Kai, Chanyeol, Suho, Qing Zhu and others

Warning : YAOI! TYPO is join here!

DON'T LIKE? DON'T READ!

NO SIDERS!

.

.

.

Just ENJOY it while reading this Fic!

Hope you like it~

.

"Sehun! Apa yang kau lakukan?!" Zitao terkejut. Kepanikan mulai muncul saat Sehun tiba-tiba saja menubruknya dan mencengkram kuat lengannya, mengunci seluruh pergerakan tubuhnya. Tatapan tajam dari Sehun yang ditujukan padanya, membuat Zitao ketakutan akan tindakan Sehun.

".. Akan kubuktikan padamu .."—Dan sedetik kemudian Sehun sudah membuat mulut Zitao bungkam dengan dirinya. Sebuah lenguhan tercipta saat Sehun semakin memperdalam ciuman kasar itu. Sekuat tenaga Zitao menolak perlakuan Sehun, namun tetap saja ia kalah. Pemuda berdarah Korea itu menang kini.

Saliva milik Zitao keluar dari ciuman panas itu, membuatnya menderita dan seketika menangis. Ia pikir Sehun akan mengerti dan mencoba untuk melepaskannya, tapi ia salah. Penilaiannya terhadap Sehun, semuanya salah. Sehun tidak akan melepaskannya dengan begitu mudah, dan ia memang benar, bahwa Sehun itu monster.

Monster

Tautan itu terlepas ketika Sehun mulai menggigit leher Zitao layaknya seorang vampire. Zitao menangis keras, mengucapkan nama kekasihnya berulang kali seraya memintanya untuk berhenti. Percuma. Sehun tuli akan hatinya yang menjerit ketakutan. "Sehun, kumohon hentikan! Hentikan!" pekiknya dengan uraian air mata. Kedua tangan Zitao sudah dicengkram oleh Sehun hingga tidak bisa menghentikan perbuatan pemuda itu.

Dengan kasar, Sehun melepaskan kemeja Zitao hingga kancing-kancing pakaian itu terlepas, menampakkan tubuh atas Zitao yang terekspos bebas dihadapan matanya. "Ini game, sayang, dan aku yang mengendalikan game ini ... game khusus untukmu..." bisik Sehun dengan seringai tipis.

Isakan Zitao semakin terdengar, dan Sehun tidak peduli dengan itu. Ia menjilati bahu kekasihnya dan tetap mencengkram kuat lengan-lengan kekasihnya. Zitao merasakan seluruh tubuhnya merinding saat pemuda albino itu mulai mengecup bahunya berulang kali.

Akhirnya Zitao tahu satu hal tentang kekasihnya.

Sehun tidak memiliki perasaan terhadapnya

.

.

.

"Yap! Kita sampai," seru Kai, membuka pintu mobil bersamaan dengan Luhan serta Qing Zhu. Luhan bernapas lega. Setelah mengantarkan kopernya keapartemen Kai, tujuan awalnya kini sudah didepan mata. Rumah Oh Sehun.

"Kau yakin ingin masuk?" Tanya Kai.

Luhan mengangguk, "Iya ..." ucapnya sambil memegangi kedua pipinya. Takut-takut akan diolok kembali oleh kakaknya.

Qing Zhu sudah tersenyum mengejek, membuat Luhan semakin jengkel akan kelakuan sang kakak. Kai terdiam. Ia mengamati rumah mewah itu dengan saksama. Hingga ia menyadari sesuatu. "Qing Zhu, bawa Luhan ke mobil sebentar,"

Qing Zhu sedikit terheran, namun ia menuruti saja kata kekasihnya, "Ayo, Lu,"

"Ha?! Kenapa?! Gege! Aku mau masuk kerumah Sehun, ge!" pekik Luhan tak terima.

Kai menoleh dan tersenyum, "Nanti kau pasti akan masuk, tenang saja," ujarnya, kemudian menarik pintu pagar dan melengos masuk. Luhan dan Qing Zhu terheran-heran. Apa yang sebenarnya terjadi?

.

Suara itu makin terdengar jelas saat Kai mendekatkan dirinya pada rumah Sehun. Alisnya sudah tertaut dan ia tahu ada yang salah disini. Ia mendecih pelan, "Sehun .. kau tidak berubah .." gumamnya, kemudian mendekat pada pintu rumah. Dan Kai semakin menggelengkan kepalanya saat mendengar suara tangisan dan desahan disana.

Brak!

Dan dengan sekali tendangan kasarnya, pintu itu berhasil terbuka. Mata Kai makin membola saat melihat apa yang ada dihadapannya.

"Yak! Oh Sehun!"—Kai berteriak dan langsung menghempas Sehun kasar saat dilihatnya pemuda itu menindih Zitao dengan tubuh atasnya tanpa pakaian.

Sehun yang terkejut atas kedatangan Kai, langsung berdiri dan hendak mendekati Zitao kembali. Buru-buru Kai menubruknya dan berusaha menghadang Sehun mendekati Zitao. "Hei! Kau gila!" pekik Kai, sekilas ia melihat kilatan mata Sehun yang murka.

"Lepaskan, brengsek!" balas Sehun, mendorong Kai hingga pemuda itu terdorong. Ia menoleh dan mendapati Zitao duduk di pojok ruangan, menangis seakan-akan takut pada dirinya. Kai kembali menubruk Sehun, berusaha menahan Sehun dengan segala cara.

"Kau bajingan, Oh Sehun!" seru Kai. Ia menahan Sehun sekuat tenaga dan menoleh pada Zitao yang ketakutan disana. Dengan sekali sentakan, Kai melepas jaketnya dan melemparkannya pada Zitao. "Pakai dan larilah! Biar aku yang mengurusi anak ini!"

Zitao mengangguk, ia memakai jaket Kai dan menarik zipper-nya hingga keatas. "Terimakasih .." ucapnya, menyeka air matanya dan segera berlari menjauh.

"Zitao! HUANG ZITAO!" Sehun mulai berteriak saat dilihatnya Zitao sudah berlari, keluar dari rumahnya dan melirik Kai yasng berusaha menahannya mengejar kekasihnya. Buagh! Tanpa ampun, Sehun menghantam Kai sampai pemuda berkulit tan itu jatuh tersungkur.

Disaat Sehun hendak kembali mengejar Zitao, dengan cepat Kai langsung menarik kakinya dan membanting Sehun dalam sekejap. Sehun murka. Dan ia tentu saja membalas perbuatan Kai. Mereka berdua mulai saling memukul dan membanting satu sama lain.

Luhan terheran saat dilihatnya Zitao berlari keluar dari rumah Sehun dengan memakai jaket Kai. Selanjutnya, ia terkejut saat mendengar suara benda-benda yang terjatuh. "Ge! Apa yang terjadi?" serunya panik.

Kakaknya tak menjawab, namun alisnya naik sebelah saat melihat Zitao yang memakai jaket kekasihnya. Dengan curiga, ia turun dari mobil beserta Luhan dan masuk kedalam rumah Sehun. Terkejutlah kedua orang itu mendapati orang yang dicintainya saling berkelahi satu sama lain.

"Apa yang terjadii?!"


Plak!

Plak!

Ini sudah kesekian kalinya Yifan mendapati tamparan dari Ayahnya. Namun ia diam saja. Tidak berkutik maupun melawan sang Ayah. Wu Bao Lei, yang sudah kehabisan kesabaran semakin gencar memukul putranya. Ibu Yifan sudah menangis melihatnya dan segera berlari menghadang suaminya untuk memukul anaknya kembali. "Bao Lei! Hentikan!" pekiknya.

"Dia sudah membuatku malu dihadapan keluarga Xi! Anak bodoh ini pantas mendapatkannya!" Ayah Yifan kembali melayangkan tangannya, hendak menampar pipi Yifan yang sudah memerah.

Plak!

Namun kali ini, Ibunya-lah yang merasakan tamparan itu.

Yifan terkejut, "Ibu! Ibu baik-baik saja?" serunya panik, membantu Ibunya bangkit. Ayahnya sedikit tersentak, melihat sendiri bahwa ia telah menampar istrinya. "Li Wen! Menyingkirlah!"—namun ternyata Bao Lei tetap saja bersikeras untuk menghukum Yifan.

"Tidak! Kau yang menyingkir dari anakku!" Ibu Yifan membalas bentakan suaminya.

Membola sudah mata Ayah Yifan begitu mendengar bentakan balasan dari istrinya. "Kau berani menantang-,"

"Gege!"

Dan mata itu kian membulat saat dilihatnya seseorang datang dan langsung memeluk Yifan.

Huang Zitao

"Zitao?!" Yifan pun sama terkejutnya saat Zitao datang dan langsung memeluknya sambil terisak. Kemarahan Ayah Yifan semakin menjadi-jadi saat ia melihat Yifan balik memeluk Zitao. Sedangkan Ibunya tersenyum lega.

"Kurang ajar! Wu Yi-,"

"Aku berhenti,"—Yifan memotong ucapan Ayahnya, membalas tatapan amarah sang Ayah dan mengeratkan pelukannya pada Zitao, "Aku berhenti menjadi putramu,"

Baik Ayah Yifan maupun Ibunya terkejut mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut putra mereka. "A-apa?! Kau anak kurang ajar! Kemari kau! Lepaskan pemuda miskin itu!"

Cukup sudah

Alis Yifan naik sebelah dan seringai tampak dibibirnya, "Bukannya aku juga pemuda miskin sekarang?"

Tanpa aba-aba, Ayah Yifan maju, hendak memukul kembali putranya beserta Zitao. Melihat pergerakan dari suaminya, Li Wen segera menarik lengan Bao Lei. Namun dengan sekali sentakan, Ibu Yifan sudah jatuh ketika suaminya menghempaskan tubuhnya hingga jatuh ke lantai.

DEG!

Hati Yifan terasa berdenyut sakit saat melihat Ibunya jatuh terhempas oleh Ayahnya sendiri. "I-Ibu," gumamnya.

"Yifan! Pergilah!" teriak Li Wen, memerintahkan putranya untuk segera pergi sebelum kemarahan Ayah Yifan semakin menjadi-jadi. Ibu Yifan dengan cepat bangkit dan menahan kembali kaki suaminya agar terhambat untuk mengejar putranya melarikan itu pula, tamparan keras menuju pipinya hingga ia jatuh tersungkur.

"Apa yang kau lakukan, Li Wen?! Kau mendukung anakmu melakukan hal semacam itu?!"

Air mata sudah turun membasahi pipi Li Wen yang memerah, "...Sekalipun Yifan pergi ke ujung dunia, jika itu membuatnya bahagia akan kurelakan kepergiannya," ucapnya gentar.

.

.

.

Mereka berdua berlari sekuat mungkin menuju halte bus. Tangan Yifan merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone miliknya dan langsung menghubungi Suho. "Suho!" pekiknya.

"Ya ampun, tidak perlu berteriak. Ada apa?"

"Kau dimana?! Kau masih di China kan?"

"Ya, pekan depan baru aku kembali ke Canada. Ini saja aku masih kelimpungan merapikan barang-barangku,"

"Bagus. Kami akan keapartemen Chanyeol dan membantu membereskan barang-barangmu,"—jempol jari Yifan segera mematikan sambungan telepon itu. Membuat Suho berdecak diujung telepon dan sedikit kebingungan saat mendengar kata 'kami'.

Zitao dan Yifan menghentikan langkah mereka begitu sampai di halte bus. Memilih untuk duduk dibelakang dan menunggu kedatangan bus. Zitao hanya mampu mendiamkan diri, setelah berlari begitu jauh. Ia menghela napas pelan dan matanya menatap sendu jalanan yang beraspal hitam itu.

Yifan melirik Zitao. Ada yang tidak biasa pada dirinya saat ini. Matanya begitu sembab dan rambutnya terlihat acak-acakan. Raut wajahnya pun mengisyaratkan kecemasan. Tangan Yifan bergerak, meraih tangan Zitao dan mengenggam lembut tangan itu. Zitao menoleh, menatap si tampan yang balik menatapnya sambil tersenyum.

Si cantik tidak mengerti, mengapa dirinya begitu cengeng. Yang jelas air matanya kembali turun saat melihat Yifan tersenyum padanya. Yifan sedikit terkejut, namun ia berusaha untuk tetap tenang. Tangannya yang satu lagi menghapus air mata Zitao. Kemudian tanpa ragu, ia mendekatkan wajahnya dan mengecup pelan kedua kelopak mata sang pujaan hati.

"Aku takut,"—Zitao melesak masuk kedalam dekapan Yifan. "Aku takut akan semuanya, ge," gumamnya terisak.

Yifan mempererat pelukannya, "Aku tahu,"

"Apa yang harus kita lakukan ge .."

Yifan tersenyum, memegang dagu Zitao dan membuat si cantik menatap dirinya, "Saling mencintai. Bukankah itu cukup?"

Kali ini giliran Zitao yang mempererat pelukan Yifan.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini?" Sehun menyeka darah yang mengalir dibibirnya. Baru saja luka-luka ditubuhnya menghilang saat dihajar Yifan, kini kembali begitu ia berkelahi dengan Kai.

Luhan menggigit bibir bawahnya, "Ng .. aku .. ingin mengunjungimu .."

Sehun mendecih, "Buat apa? Aku tak punya banyak waktu untukmu,"

Luhan memperhatikan Sehun yang sibuk merapikan pakaiannya. "Kau mau kemana?"

"Mengejar Zitao,"

DEG!

Lagi?

Zitao lagi?

Sakit

"Aku ikut denganmu,"

Lalu mengapa kau tetap memaksa?

Sehun menoleh, menatap tajam Luhan yang memegang erat tali ranselnya. "Kau gagal melaksanakan tugasmu, Luhan,"

Gagal? Apa maksudnya gagal? Luhan sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja Sehun katakan. "A-apa?"

Gagal mendapatkan Yifan, tentu saja

Sehun terdiam. Ia menghela napas dan mengambil kunci mobilnya. Tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Luhan. Walaupun Sehun paham apa maksudnya, ia memilih untuk tetap diam, membuka pintu rumahnya. Ingin cepat-cepat pergi dan mendapatkan Zitao kembali.

Grep

Namun tidak secepat Luhan yang mencengkram lengannya. "Lepaskan!" perintah Sehun.

Luhan menggeleng, "Tidak akan!"

Alis Sehun tertaut dan ia semakin kesal akan sikap Luhan, "Apa maumu?"

"Aku ikut bersamamu,"

"Mengapa?"

"A-aku ingin ikut!"

"Aku tidak akan mengikutkanmu! Kau tahu itu!"

"Aku i-,"

"Luhan, lepaskan!"

Tangan Luhan sudah terhempas dan Sehun dengan cepat melangkah, meninggalkan si manis yang terpaku akan bentakannya. Kristal bening keluar dari matanya, "Kenapa .. selalu Zitao?"

Langkah Sehun terhenti. Terkejut mendengar gumaman Luhan. "Zitao duniaku,"

"Tidak adakah kesempatan untukku?"—Pemuda berdarah Korea itu menunduk saat mendengar sendiri isakan Luhan.

Sehun menghela napas, kemudian kembali menatap lurus, "Maafkan aku, Lu ...-"

.

"AKU MENCINTAIMU, OH SEHUN!"

.

Sehun menoleh, ".. –Aku tidak bisa membalas cintamu,"


Chanyeol terkejut saat membuka pintu apartemennya dan mendapati Yifan serta Zitao. "E-eh?! Ka-kalian?" serunya sedikit panik, terlebih saat melihat tautan tangan Zitao dan Yifan. Suho muncul dibelakang Chanyeol dan tersenyum saat melihat pasangan yang kembali dimabuk asmara itu. Akhirnya, ia dapat melihat kembali Yifan dan Zitao bersatu.

"Aku datang, Chanyeol hyung," ujar Zitao, tersenyum tipis. "Tolong terima aku kembali .."

Chanyeol mengangguk dan dengan cepat langsung memeluk dongsaeng kesayangannya. "Iya! Kau selalu diterima, Zitao!"

"Jangan dekat-dekat," seruan Yifan yang langsung menarik Zitao dari pelukan Chanyeol, membuat pemuda Park itu mendengus. "Huh, dasar! Mentang-mentang sudah dapatin Zitao kembali jadi seenaknya saja dia," gerutunya pelan.

"Aku mendengar itu, Park,"

"Aku tidak mengucapkan apapun,"—Chanyeol langsung mengadahkan tangannya sembari bersiul. Zitao tertawa pelan melihatnya, sedangkan Yifan mendelik.

Tawa yang tulus

Suho tersenyum, "Senang melihat tawamu kembali, Zitao,"

Zitao menoleh dan ikut tersenyum melihat Suho. "Hyung, maafkan aku,"

Tangan Suho mengacak surai kelam milik Zitao, membuat rambut si cantik semakin semrawutan. "Huuh, kalau lain kali kau pergi dari Yifan lagi, kau tak akan kumaafkan,"

"Tapi beda kalau Yifan mengabaikan Zitao. Itu artinya wajar jika Zitao meninggalkannya," seru Chanyeol.

Mata Yifan membola, "Apa kau bilang?!" balasnya, langsung menendang Chanyeol.

Zitao terkekeh, "Mungkin aku akan pergi kepelukan Suho hyung saja jika Yifan-ge mengabaikanku," candanya, melepaskan genggaman tangan Yifan dan langsung memeluk Suho.

Suho tertawa, "Sepertinya aku yang menang,"

Kekesalan Yifan semakin bertambah saat melihat Zitao menempel pada Suho. Ia mendesah napas berat hingga membuat Chanyeol ikut tertawa. "Yak! Darling, kau tahu aku tidak akan melakukan itu kan?"

Suho melepaskan pelukan Zitao, "Sudah—sudah, sana kembali ke pangeranmu, bisa-bisa aku yang kandas nanti,"

Yifan langsung saja memeluk pinggang Zitao erat. Tidak membiarkan pujaan hatinya dekat-dekat dengan dua makhluk sialan—Suho dan Chanyeol—yang terus saja membuatnya jengkel.

Chanyeol yang melihat itu mencibir, "Huh, possessive sekali kau," sungutnya.

"Biarkan saja!" balas Yifan.

"Wuaah, Zitao kau dengar itu?! Dia memang possessive! Putuskan saja dia!"

"Yaak! Kau memang sialan!" tanpa ba-bi-bu, Chanyeol sudah kembali mendapatkan tendangan Yifan di bokongnya. Alhasil jatuhlah ia. Sambil menggerutu kesal, ia meringis, mengusap bokongnya yang kesakitan. Zitao hanya bisa tertawa melihatnya. Sungguh ia rindukan kebersamaan seperti ini.

Suho bolak-balik masuk kedalam kamar dan keluar sambil membawa barang. Zitao yang melihatnya pun segera berlari untuk membantu hyung-nya. "Suho hyung biar kubantu," ujarnya, mengambil sebuah box dari tangan Suho.

"Oh, terimakasih," ujar Suho lalu masuk kembali ke dalam kamar.

"Taruh dimana hyung?" Tanya Zitao.

Tangan Suho menunjuk diruang depan, "Taruh disitu saja,"

Yifan yang melihat kekasihnya(?) mengangkat box besar pun turun tangan. Dengan cepat ia menghadang Zitao yang susah payah membawa box besar itu. Zitao mengangkat satu alisnya, "Ge, menyingkir,"

"Biar aku saja yang bawa," seru Yifan, tangannya sudah bersiap mengangkat box tersebut.

Zitao menggendikan bahu, kemudian melepaskan pegangannya pada box dan memberikannya pada Yifan, "Ya sudah," gumamnya, lalu kembali menuju kamar, tahu-tahu ada yang bisa ia bantu.

"Wuih, kenapa berat sekali?" keluh Yifan. Dengan berjalan seperti penguin, ia menuju ruang depan.

Chanyeol yang melihatnya berdecak, "Ckckck, kau itu terlalu sok sih,"

Yifan mendelik, "Awas kau,"

.

.

.

Zitao mengagumi tanaman-tanaman pot yang dipelihara Chanyeol. Ada kaktus, dandelion, asoka, dan juga tulip berwarna kuning cerah. Satu menarik perhatian Zitao, yaitu bunga didalam vas bening dengan air didalamnya, berwarna putih dan ungu. Sangat menarik. Si canik berjalan pelan, kemudian mengangkat vas itu dan menghirupinya. Segar, sangat mencerminkan musim semi.

Senyum terhias di bibir Yifan kala melihat Zitao yang berada dibalkon belakang, memegang vas bunga ditangannya dan menatap lurus, memandangi pepohonan dan juga bunga yang berkembang di musim semi. Ia membuka pintu balkon dan menghampiri sang terkasih.

"Eh, gege! Kau mengagetkanku!" seru Zitao, terkejut saat Yifan tiba-tiba sudah berada di belakangnya dan memeluk pinggulnya, juga dagu Yifan yang bertumpu pada bahu Zitao.

"Sorry dear," ucap Yifan, menciumi bahu Zitao.

Zitao terkikik geli, "Aku belum mandi. Aku mandi dulu ya," ujarnya, takut-takut Yifan menyadari bahwa parfum yang dipakainya tidak biasa karena ia memakai jaket milik Kai.

"Tunggu sebentar,"—Yifan menahan pergerakan Zitao, kemudian mengecup kening si cantik begitu mesra.

"Gege hentikan," pekik Zitao, mem-pout kan bibirnya yang langsung dikecup singkat oleh Yifan.

"Aku rindu bibir pe-,"

"WOY! DILARANG BERADEGAN PORNO DISINI!"

Dan teriakan Chanyeol menghapus keromantisan mereka. Zitao tertawa pelan sedangkan Yifan kembali berwajah kusam. Si tampan pun mulai mengejar Chanyeol yang kabur duluan sebelum bokongnya kembali kesakitan. Zitao menggeleng-gelengkan kepalanya, menaruh kembali vas bunga tersebut dan melesat menuju kamar mandi.

"Zitao,"—namun ia berhenti tepat didepan kamar mandi saat Suho memanggilnya.

"Iya hyung, ada apa?"

Suho tersenyum getir, "Aku menyadarinya,"

Jantung si pemuda Huang sudah berdegup dengan cepat. Apa maksud dari Suho? "H-hyung?"

"Itu bukan jaketmu, dan parfum-nya tidak biasa. Apakah itu jaket Sehun?"

"I-iya, ini jaket Sehun ..."

Suho menggeleng, "Zitao, kau berbohong padaku. Sebelumnya kalian tidak memakai jaket, hanya kemeja. Dan kurasa Sehun bukan orang semacam suka dengan bebauan seperti parfum tersebut,"

Tubuh Zitao seketika menegang begitu mendengar Suho yang kian mengintrogasinya. Pemuda yang bermarga Kim tersebut medekat, kemudian menghirup wangi dari parfum tersebut. "Clive Christian's beraroma vanili," ujarnya kemudian.

"Clive Christian's? bukannya itu parfum yang mahal?" gumam Zitao.

Suho mengangguk, "Dan hanya ada sepuluh parfum seperti itu didunia. Tidak mungkin mendapatkan parfum semahal ini di China maupun Korea," timpalnya.

Zitao meringis, "Kau memang cerdas, hyung .."

"Hh, jujurlah,"

Zitao menunduk, "Jaket ini milik seseorang. Aku tidak tahu namanya, yang pasti .. ia telah menolongku," ujarnya.

"Menolongmu? Menolongmu dari apa?"

Zitao terdiam lama, "Sehun ..."

Suho membulatkan matanya, "Jangan bilang-,"

"Iya, hyung. Sehun berusaha melakukannya denganku," ucap Zitao lirih. "Karena itu, sebelum Yifan-ge menyadari jaket ini milik orang lain, sebaiknya aku segera mandi dan berganti pakaian," lanjutnya.

Suho kembali mengangguk, "Aku akan mencarikan baju Chanyeol yang cocok untukmu. Sekarang mandilah,"

Zitao tersenyum dan segera melesat menuju kamar mandi. Si pemuda Kim segera kembali ke kamar dan mengobrak-abrik lemari pakaian Chanyeol. Keduanya bahkan tidak menyadari bahwa Yifan sedari tadi mendengar mereka, dan mematung mendengar sendiri bahwa Sehun berusaha melakukan huvungan badan dengan Zitao. "Kurang ajar .." gumamnya.

.

.

Chanyeol baru saja memesan sepiring pizza dan juga ayam goreng. Ia membuka kulkasnya dan membawa beberapa botol soju. "Mari kita berpesta malam ini!" sahutnya gembira.

Zitao menepuk tangannya, ikut bergembira, "Jangan sampai mabuk lagi ya, hyung,"

Chanyeol terkekeh, "Hehe, maaf soal itu," serunya.

Yifan menyerngit, "Kenapa?"

"Oh .. dulu waktu aku mabuk, Zitao datang menjemputku dan aku langsung menciumnya seperti i-,"

"Yaak! Hyung kenapa kau menceritakannya?" pekik Zitao, menutup mulut Chanyeol yang terus saja berbicara.

Mata Yifan sudah membola mendengarnya dan Suho menggeleng-gelengkan kepalanya. "Dia cari gara-gara sendiri," gumam Suho, prihatin melihat Yifan yang kembali menendang bokong Chanyeol.

Ting tong

Chanyeol bersyukur begitu ada yang menekal bel apartemennya, sekaligus menghentikan kegiatan Yifan yang berusaha menindas(?) dirinya. Pemuda tinggi itu melesat menuju ruang depan dan segera membuka pintu. "Pizza yaa," ujarnya.

.

.

"Hai, Chanyeol,"

.

.

Mata Chanyeol membelalak, "Oh Sehun?!"

.

.

.

TBC

Ta daaa :D AUTOMNE 14 Update ^^

Akhirnya ira bisa update chapt 14 setelah melewati berbagai macam rintangan(?) yang menghadang(?) seperti writers block, main game mulu, dan mengkhayal tentang bias(?)

Balasan review chapt 13 :

yjima: "Haii^^ heheh makasih udah mau nungguin ff AUTOMNE ini yaa :) wkwk Sehun emang jahat tapi sebenernya baik kok XD Thank you so much for your review!"

JungSooHee : "Haii^^ wkwk ini udah panjang loh :D 3k XD maaf atas keterlambatan updatenya :) Thank you so much for your review!"

Ammi Gummy : "Haii^^ siip, bakal ira laksanain kok :D readers adalah raja XD maaf atas keterlambatan updatenya :) Thank you so much for your review!"

LVenge : "Haii^^ ahahah si albino ga ngapa2in panda kok, cuma dielus2(?) doang XD Thank you so much for your review and support!"

anis l mufidah : "Haii^^ iyaa bener nihh XD pengen banget jadi zitao gitu yaa dilamar ama bang panpan~~ ira pernah lho dilamar ama bang suholangkaya XD tapi semua kandas saat emak teriak 'BANGUN SAHUR' :V Thank you so much for your review!"

yuikitamura91 : "Haii^^ aaaa kangeenn XD gimana atuh kabarmu neng, abang disini menunggu :V wkwk maafkan daku atas keterlambatan updatenyaa T-T oiya, sehun disini gak ditolak kok, kan sehuntao masih pacaran disini :V Thank you so much for your review!"

cronos01 : "Haii^^ hehe iya gpp kok, yang penting kamu baca ff ira, ira udah seneng kok :) Klo hunhan masih loading ini mah XD Thank you so much for your review and support!"

celindazifan : "Haii^^ wkwk tenang ajaa, ini udah mau end kok T_T siip, ini udah lanjut kok celin ;) Thank you so much for your review!"

BabyWolf Jonginnie'Kim : "Haii^^ ciee lagi liburan yaa? XD maafkan daku Karena HunHan belum bersatu disini :v Thank you so much for your review and support!"

Orangecuppie : "Haii^^ syukur deh kalo readers suka sama moment KT nya :) Hunhan nya masih loading haha XD Thank you so much for your review!"

Jisane Kotao : "Haii^^ duh ff automne terlupakan T-T teganya dirimuu :v wkwk ira bercanda kok XD makasih banyak udah mau baca automne ya :) dan well, sehun memang udah kenal zitao dari lama. Di chapt 2 kan dijelasin kalo tao sama sehun udah kenal lama, soalnya mereka tetanggaan waktu kecil, terus tao pindah kechina, dan sehun ngikutin XD yes, youre right, Chanyeol ama suho diturunin di RS punya emaknya om nanga :v Thank you so much for your review!"

Kirei Thelittlethieves : "Haii^^ siip, ini udah lanjut kok XD Thank you so much for your review!"

Huang Zi Mei : "Haii^^ waduh :v ira juga gatau kalo kaihun nikah siapa yang jadi ukenya :V mungkin kai? :v wkwk TBC-nya mengganggu yaa XD kali ini TBC-nya mengganggu gak? Thank you so much for your review!"

Aiko Michishige : "Haii^^ siip, ini udah lanjut kok :) Thank you so much for your review!"

HUANGYUE : "Haii^^ wkwk bukan tao yang dikembaliin ke sehun tapi sehun yang maksa ngambil tao dari pelukan bang naga(?) :v Thank you so much for your review and support!"

beruanggajah : "Haii^^ ahaha gpp kok, yang penting kan kamu rmy cutie readers atuh :** wkwk belum end kok ^^ tapi mungkin chapt depan (?) Thank you so much for your review and support!"

ajib4ff : "Haii^^ how are you, jiejie? :) iya bener tuh jie XD sehun jangan dekat2 lagi sama panda XD panda udah di cap-in sama omnaga wkwk XD Thank you so much for your review and support, jie!"

luphbebz : "Haii luph my bestie readerst ;) wwkkw Alhamdulillah atuh kmu suka sama adengan lamaran omnaga dan dedek panda :) ini sehunnya udah nerjang kok XD tapi dihentikan sama kai :v Thank you so much for your review!"

exoel12 : "Haii^^ wkwk benerr zitao udah kembali ke pelukan omnagaa XD oke siip ira usahain tambahin sedsikit bumbu2 'anu' wkwk XD Thank you so much for your review!"

Safitri767 : "Haii^^ iyaa sehun kasian nih, sini sama ira aja XD siip, ini udah lanjut kok. Thank you so much for your review!"

buttao : "Haii^^ iya sehun apes banget idupnya, udah nak kamu sama ira aja XD Thank you so much for your review!"

PrincessZitao : "Haii^^ ehehe bener tuh XD kebahagian setelah menderita yang berkepanjangan(?) siip, ira bakal terus buat ff KT kok ;) Thank you so much for your review!"

huangzifanfan : "Haii^^ waaa makasih banyak udah nyukain udah nyukain ff automne inii :D maaf atas keterlambatan updatenyaa XD Thank you so much for your review!"

owe : "Haii^^ heheh syukur deh kamu suka moment KT-nya. Thank you so much for your review!"

qwerty : "Haii^^ wkwkwk untung ada kai kan? Jadinya sehun gajadi nerjang XD Thank you so much for your review!"

ndadinda : "Haii^^ how are you dinda? :) wkwkwk iyaa KT nya udaj bersatu, tinggal hunhannya aja nih yang belum XD Thank you so much for your review!"

Ko Chen Teung : "Haii^^ wkwk iyaa takdir official couple gabisa dipisahin gitu yaa XD Thank you so much for your review!"

delightbaek : "Haii^^ iyaa bener kok, zitao nerima yifan lagi XD tinggal hunhannya aja nih yg belum XD Thank you so much for your review!"

Xyln : "Haii^^ iyaa moga2 entar sehun sadar deh kalo zizi udah di cap-in ama om naga XD Thank you so much for your review!"

ang always : "Haii^^ wkwkw iyaa XD galama lagi lebaran, tinggal 15 hari lagi nih XD harus saling memaafkan gitu yaa :D maafkan daku atas keterlambatan updatenya T_T Thank you so much for your review!"

Nairo : "Haii^^ siip ini udah lanjut kok :) Thank you so much for your review!"

annisakkamjong : "Haii^^ ahahaha makasih banyak udah mau nungguin automne :) maaf atas keterlambatan updatenya T-T wkwk kepengen gitu yaa kayak moment KT XD Thank you so much for your review!"

BIG THANKS FOR YOUR REVIEW IN THIS CHAPT!

THANKS TOO FOR FAVORITERS AND FOLLOWERS :)

Chapt depan udah END T-T pastikan kalian membacanya ya ;)

Last, MIND TO REVIEW? :D


Sign,

.

.

blankRa09