MY DAY WITH YOU

Keseharian Hinata dan Naruto, asam manis cinta yang mereka berdua rasakan.

.

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto, saia cuma numpang minjem

Rated T

Genre : Romance, Hurt and Comfort, and Family~

Pair : NaruHina

Warning : Typo, OOC, plus rada-rada gaje hihi~

.

.

.

Cuplikan cerita sebelumnya~

"Hn, tentu saja. Mana mungkin aku tega membawa pergi anak perempuanku dari sini. Kalau ternyata dia sudah menemukan semua sahabat yang ia inginkan di Konoha~" ujar Hiashi.

"..." para gadis itu langsung saling melirik satu sama yang lain sampai...

"HINATA! SYUKURLAH! HUWEEE!" mereka semua terisak kencang, dan kembali memeluk gadis indigo itu. Hinata juga tidak bisa menahan rasa senangnya, membalas pelukan semua sahabatnya..


"Naruto-kun, Daijoubu. Aku tidak akan kemana-mana lagi kok~" ucapnya lembut, menepuk pelan punggung Naruto yang ternyata bergetar hebat dalam pelukannya itu. Pemuda pirang itu menangis.

"Yokatta Hinata, Yokatta Hinata. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan hidup tanpamu. Ternyata mencoba tegar itu sulit sekali, hiks.." Hinata tersentak kaget mendengar ucapan terakhir Naruto padanya.


"Un, tidak apa-apa kok, Otanjoubi Omedeto kekasihku tercinta~"

Ucapan Naruto sekali lagi membuat Hinata tersentak, "Huwe! Arigatou Naruto-kun!" isak tangis kembali terdengar dari bibir mungil Hinata.

"Doitashimasite~"


EPILOG~

"Nee~ Naruto-kun.."

"Ya?"

"Aku masih penasaran dengan gadis kecil yang kita temui di danau tadi." Kini kedua kekasih itu tengah duduk memandangi bulan yang semakin tinggi di langit. Setelah akhirnya acara yang sangat amat mengejutkan itu berakhir, tapi tidak untuk pikiran gadis indigo itu sekarang.

"Aku juga sebenarnya penasaran.." pemuda pirang itu mengangguk setuju. Pertemuan mendadak dengan gadis kecil itu masih terngiang-ngiang di pikirannya.

"Bo..boneka yang tadi dia bawa." Ucap Hinata tiba-tiba, gadis itu memeluk erat boneka kelinci besar pemberian Tousannya tadi di pelukannya.

"Mirip dengan milikmu kan~"

"Iya."

"Entah kenapa mata lavendernya mirip denganmu dan rambut pirangnya persis seperti milikku ini.."

Hinata kembali mengangguk kecil.

"..." kedua pasangan itu terdiam. Sepertinya mereka masih tidak bisa memberikan jawaban tentang masalah ini~

.

.

.

.

"Hinata-chan, Naruto!" suara teriakan dari ruang tamu langsung mengagetkan Naruto dan Hinata. Kedua orang itu langsung beranjak dari posisi mereka tadi.

"Kaasan memanggil kita, Hinata~" ujar Naruto seraya menggandeng tangan kekasihnya itu.

"Se..sepertinya kita harus menunda dulu pikiran kita tadi." ucap gadis indigo itu.

Hinata dan Naruto segera melangkahkan kaki mereka meninggalkan tempat tadi,

...

Ruang Tamu~

"Ada apa Kaasan memanggil.." sebelum Naruto sempat menyelesaikan kata-katanya. Baik Kaasannya dan Kaasan Hinata kini tengah memegang sebuah buku yang ia ketahui adalah sebuah album foto.

Mata Saphire Naruto terbelalak seketika melihat benda itu sekarang sudah ada di tangan Mizuki yang hanya bisa terkikik geli melihat foto-foto yang ada disana.

"Gyaa! Fotoku!" teriak pemuda pirang itu, dengan secepat kilat berniat mengambil benda itu di tangan Kaasan Hinata, akan tetapi...

"Nee~ Hinata bagaimana pendapatmu melihat foto ini?" Naruto kembali mendengar suara Kushina dari belakangnya.

"I..itu Naruto-kun manis sekali~"

"Eh?! Hinata jangan lihat fotoku!" Naruto berbalik kearah Kaasannya dan Hinata.

"Naruto, Kau harusnya membiarkan Hinata melihat foto-fotomu ini~" goda wanita merah itu seraya menunjukan salah satu foto yang bagi Naruto sangat memalukan!

Dirinya yang berumur lima tahun, ternyata ketahuan mengompol di tempat tidurnya. Dan sempat terfoto oleh sang Nii-san.

"Gyaa! Kaasan, jangan!" teriaka Naruto makin membahana.

"Hihihi~ Naruto-kun ternyata bisa malu juga ya~" Hinata yang sejak berpacaran dengan Naruto, belum pernah melihat kekasihnya itu malu. Dan mungkin inilah waktu yang tepat untuk menggoda Naruto~

"Bu..bukan begitu Hinata, i..itu hanya ulah iseng Kyuu-nii!" teriak Naruto panik ketika gadis indigo itu makin memojokkannya.

"Ah ada lagi, Hihihi ini lucu sekali~" Hinata seakan tidak mendengar perkataan pemuda pirang itu dan melihat lagi foto-foto lainnya.

"Hinata!"

'Sekarang giliranku menggodamu Naruto-kun~' batin gadis indigo itu senang.

.

.

.

.

"Hinata Nee-chan!" Moegi berlari menuju arah Hinata yang terlihat masih asyik melihat-lihat foto kecil Naruto. Gadis indigo itu langsung menoleh begitu mendengar seseorang memanggilnya.

"Ya?"

Hanabi, dan Moegi mendekati Hinata, Mereka terlihat memegang sesuatu di belakang punggung masing-masing.

"Karena sekarang hari ulang tahun Nee-chan, kami berdua sengaja membuat ini untuk Nee-chan. Dibuka ya!" seru Moegi. Gadis orange itu segera memberikan sebuah kertas gulung yang sedikit besar pada Hinata yang kini masih terdiam melihat pemberian adik-adiknya itu.

"Iya, itu kami berdua buat khusus lho untuk Nee-chan dan Naruto Nii-san!" mendengar namanya terpanggil, Naruto yang tadinya masih berusaha keras mendapat album fotonya yang telah tersebar dan di lihat oleh teman-temannya langsung ikut mendekati Hinata.

"Tadi ada yang memanggiku?" ujar pemuda pirang itu.

"I..ini Moegi dan Hanabi memberikan kita kertas, sepertinya sebuah gambaran.." jawab Hinata.

"Kalau begitu kami mau pergi lagi ya, Ingat dilihat ya Nee-chan, Naruto Nii-san!" kedua gadis itu berteriak kencang dan berlari pergi meninggalkan ruang tamu.

...

"A..Aku buka sekarang ya Naruto-kun?"

Naruto mengangguk kecil, seraya mendudukkan dirinya disamping kekasihnya itu.

Dan begitu Hinata pelahan-lahan membuka kertas itu..

DEG, Kedua pasangan itu tersentak kaget. Melihat sebuah gambaran yang sepertinya sangat familiar di mata mereka. Hinata dan Naruto langsung saling berpandangan, melemparkan tatapan bingung mereka terhadap gambar di yang tergambar jelas di buku gambar itu.

"I..ini kan.."

"Iya, darimana Hanabi dan Moegi tahu tentangnya?"

"A..apa mungkin ini kebetulan Naruto-kun?" Hinata masih tidak percaya.

Kini kedua pasangan itu sudah melihat sebuah gambar yang terlihat sangat jelas, berisikan sedikit penjelasan di dalamnya.

Gadis kecil berambut pirang bermata lavender yang akan menjadi anak Naruto Nii-san dan Hinata Nee-chan nanti. Cengiran rubah Naruto Nii-san pasti akan menurun pada anaknya, dan tentu saja senyum lembut, kebaikan hati Hinata Nee-chan akan melekat kuat juga. Moegi dan Hanabi tebak nanti setelah menikah Hinata Nee-chan pasti akan memberikan boneka kelici besar itu pada anaknya. Membiarkan boneka itu menjadi milik anak Nee-chan~

Kami berdua sudah tidak sabar menunggu keluarga baru dari kalian berdua. Meski agak lama sih, hehe~ tapi kami pasti akan menunggu kok! Pasti!

Oh iya, satu lagi yang paling penting Hinata Nee-chan, Kami berdua bahkan sudah memilih-milihkan nama yang sangat pas untuk anak kalian nanti lho. Coba tebak apa?

...

Hahaha benar sekali! HANA UZUMAKI! Hana yang artinya bunga, mirip seperti Hinata Nee-chan, lembut dan bisa mengharumkan nama kalian berdua serta menyejukkan hati kalian kalau sedang bingung hahaha! Uzumaki dari Naruto Nii-chan yang akan menjadikan Hana semakin kuat dan ceria seperti Nii-san!

Kami tunggu yaa kedatangan anggota baru nanti! Otanjoubi Omedeto Hinata Nee-chan!

"..."

Lama Hinata dan Naruto terdiam, sampai..

"..."

"Kh..hahaha!" kedua pasangan itu kontan tertawa keras, begitu juga dengan Hinata yang terkikik kecil.

"Ini benar-benar kebetulan~" ujar Naruto masih tertawa melihat kertas tadi.

"Ke..kebetulan yang menyenangkan, Nee Naruto-kun?"

"Ya, tentu saja~" Naruto makin mendekatkan dirinya pada Hinata. Dan membisikkan satu kalimat yang langsung saja membuat pipi gadis itu semerah rambut Sakura sekarang.

"..."

"Na..Naruto-kun mesum!" pekiknya seketika, berlari menjauh dari kekasihnya itu.

"Aku hanya memberitahu yang sebenarnya saja, Hinata~"

Jadi masalah siapa itu Hana, mungkin kalian sudah tahu. Tapi biarlah untuk sekarang ini menjadi rahasia kedua pasangan itu~

'Kurasa nama Hana tidak buruk juga, karenanya kau harus bersiap-siap untuk semua itu Hinata Uzumaki~'

Sepertinya kedatangan Hana ketika di danau benar-benar tepat, 'Menyejukkan hati kedua pasangan itu kalau sedang bingung' Benarkan?

.

.

.

.

Naruto kini menarik tangan Hinata keluar dari teras rumah.

"Kaasan, Aku ingin mengajak Hinata keluar sebentar!" seru pemuda pirang itu seraya menggandeng tangan mungil kekasihnya itu.

"Baiklah, tapi hati-hati Naruto!" ujar Kushina dari arah ruang tamu.

"Oke!"

...

"Na...Naruto-kun, Kita mau kemana?" tanya Hinata ketika Naruto menggandeng tangan Hinata semakin menjauh dari rumahnya, dan jawaban yang bisa diberikan oleh pemuda pirang itu hanya...

"Rahasia~" jawabnya singkat sambil terus menarik lembut tangan Hinata.

Gadis indigo itu menghela napas pelan, dan memilih untuk menunggu saja~

...

Danau~

Setelah menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit, kedua pasangan itu kini sampai di dekat danau rumah Hinata. Pemandangan yang biasa gadis itu lihat setiap hari, entah kenapa kini berubah total menjadi tempat yang mengagumkan!

Mata lavendernya kini terbelalak sempurna, danau itu kini berisikan kerlap-kerlip lampu, kunang-kunang yang berterbangan membuat danau itu terlihat berbeda seperti biasanya. Benar-benar berubah.

"Na..Naruto-kun...Ini.." ujar gadis itu tak percaya.

"Ayo~" perlahan Naruto kembali menggandeng tangan Hinata agar mendekati tempat itu.

Hati gadis indigo itu bagai tersihir begitu sekarang dirinya dan Naruto sudah bermandikan oleh cahaya kerlap-kerlip dan kunang-kunang disana. Hinata untuk yang kesekian kalinya tak dapat menaha rasa harunya.

"Hehehe~" ketika aku berusaha menemuimu beberapa hari yang lalu, malamnya tidak sengaja aku melewati tempat ini. Ternyata kalau malam hari kunang-kunang banyak sekali berterbangan disini, jadi.." belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya.

Bruk, Hinata memeluk erat dirinya itu. Badan gadis itu bergetar pelan menahan tangisnya yang akan pecah.

"A..Arigatou Naruto-kun..Aku senang sekali~" ujar Hinata seraya terisak kecil.

"Gomen kalau hadiah yang bisa kuberikan padamu hanya seperti ini.."

Gadis indigo itu menggeleng kencang, "Un, bagiku ini adalah hadiah ulang tahun yang sangat istimewa bagiku!" serunya senang.

"Benarkah?" Naruto mengusap lembut rambut Hinata.

"Iya!"

"Kalau begitu jangan menangis dong~" Naruto berusaha mengangkat wajah kekasihnya itu, tapi Hinata masih bersikeras menundukkan wajahnya sekarang ini.

"..."

"Baiklah~ Hinata, Kau duduk disini sebentar ya." Naruto perlahan beranjak dari samping gadis itu dan pergi entah kemana. Membuat Hinata bingung, dan memilih untuk mengikuti perkataan pemuda pirang itu.

'Naruto-kun memangnya mau kemana?' batinnya penasaran, mencoba menghapus air matanya tadi.

OoOoOoOoOoOoo

Dan lama tak berselang, Naruto datang dengan membawakan seikat bunga. Hinata makin tersentak kaget, dari mana kekasihnya itu mendapatkan bunga?

Cengiran rubah kini mengembang di wajah tan Naruto, pemuda pirang itu perlahan kembali mendekati Hinata yang masih memandangnya bingung.

"Gomen membuatmu menunggu~" ujarnya kecil, dan kini duduk di tepat di depan Hinata, atau tepatnya bersujud di depan gadis itu.

"Na...Naruto-kun.."

Mata Saphire Naruto menatap intens mata lavender kekasihnya itu..

"..."

"Mungkin aku ini masih belum matang untuk menjadi kekasihmu Hinata, Aku sering menggodamu, sering menjahilimu, dan bahkan sering membuatmu menangis karena sikapku ini." ucap pemuda pirang itu tiba-tiba.

"I..itu tidak benar Naru.." ucapan Hinata terpotong ketika kini jari manis Naruto sudah tepat di bibirnya.

"Sst~, Kau selalu bisa menerima semua kekuranganku, sikapku yang tidak peka ini, membuatmu kesal, cemburu. Tapi Hinata Hyuga, Kaulah satu-satunya gadis yang mampu membuat pemuda pirang sepertiku mencintaimu sepenuh hati. Ketulusanmu benar-benar membuatku seperti rela jatuh cinta berkali-kali denganmu, kapan pun itu."

Airmata Hinata kembali menggenang di pelupuk matanya, gadis itu ingin sekali menyangkal semua perkataan Naruto.

"Karena itu, di hari ulang tahunmu yang ketujuh belas ini. Maukah kau mengizinkan Uzumaki Naruto ini sebagai pendamping hidupmu di masa depan nanti?" tanya Naruto seraya menatap lembut wajah kekasihnya itu.

Dan tanpa basa-basi lagi...

"Iya, Naruto-kun! Aku akan selalu menunggumu, kapan pun itu!" teriak Hinata yang langsung saja memeluk erat Naruto, membiarkan tangis bahagianya mengalir di pipi putihnya.

"Yokatta! Arigatou, Nee Hinata~" ujar Naruto membalas pelukan gadis indigo itu.

"Aku yang seharusnya berterima kasih Naruto-kun, karena mau menerima gadis pemalu dan gugup sepertiku untuk menjadi kekasihmu! Aku benar-benar bersyukur~"

"Kau adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat di dunia ini, bahkan..." perlahan Naruto menarik tubuh kekasihnya itu, dan memandang lekat wajah Hinata.

Senyum kecil pun kembali menghiasi wajah tampannya.

"Kau masih terlihat secantik ini ketika menangis~" lanjutnya seraya menghapus air mata di pelupuk Hinata.

"Benarkah?" tanya gadis itu tanpa sadar.

"Tentu saja, apalagi kalau air mata ini dihapus dan kau tersenyum." ucap Naruto.

"Arigatou Naruto-kun.."

"Jangan terus menerus mengucapkan terima kasih padaku Hinata~"

"Ta..tapi hanya itu yang bisa kuberikan padamu.." Hinata kembali tertunduk.

"Tidak hanya itu kok~"

Dan perkataan pemuda pirang itu membuat Hinata tersentak dan langsung menatap kembali kekasihnya itu bingung..

"Memangnya ada cara lain?" tanyanya polos.

Sekarang seringaian kecil mulai terlihat di wajah Naruto, "Na..Naruto-kun.."

"Ada satu hal~" perlahan pemuda pirang itu mendekatkan wajahnya pada wajah Hinata, membuat si empunya memerah sempurna~

"E..Eh?"

"Sekarang kau hanya perlu memejamkan matamu~" bagaikan hipnotis, Hinata hanya bisa mengangguk kecil dan segera melakukan apa yang di perintahkan kekasihnya itu.

"Bagus~"

Pemuda pirang itu mendekatkan bibirnya pada gadis di depannya sekarang ini, dan..

CUP, Sebuah kecupan yang sangat amat lama ia berikan untuk gadis indigo itu. Kedua bibir itu saling bertemu, ciuman yang pertama kalinya terasa biasa perlahan-lahan mulai memanas. Naruto memagut pelan bibir bawah Hinata, membiarkan lidahnya memasuki mulut gadis itu. Mengeksplorasi dan mengabsen gigi Hinata tanpa terkecuali.

"..."

Napas kedua pasangan itu makin memburu, dan tanpa sadar membuat mereka hampir saja kehilangan pasokan oksigen, akhirnya dengan terpaksa. Pemuda pirang itu harus mengakhiri ciuman panasnya dengan kekasihnya itu...

"Hinata?" Naruto berusaha memanggil nama gadis itu.

"..." tidak ada jawaban.

"Hei, Hinata?" pemuda pirang itu mulai bingung, perlahan ia mendekatkan wajahnya pada gadis itu lagi dan melihat...

"I,,iyhaa..Naru..to..kun.."

Mata lavender kekasihnya itu tengah berkunang-kunang, wajah Hinata sekarang sudah benar-benar seperti kepiting rebus. Gadis itu bahkan nyaris pingsan kalau saja tadi Naruto tidak menghentikan ciuman itu.

'Sepertinya aku terlalu berlebihan~' batin pemuda pirang itu, sedikit tertawa kecil dalam hatinya.

"Kau tidak apa-apa kan?" tanyanya.

Kesadaran Hinata yang tadi hampir hilang sepenuhnya langsung kembali lagi ketika melihat wajah Naruto yang mendekatinya. Dan tanpa sadar..

Bruk, gadis indigo itu kembali menghamburkan pelukannya pada Naruto. Berniat menyembunyikan wajah merahnya itu di dada bidang kekasihnya itu.

"Na..Naruto-kun mesum! Ta..tadi aku kan belum siap kalau berciuman seperti itu!" rengek gadis itu kecil.

Naruto yang mendengar itu tertawa pelan dan membalas pelukan gadis indigo itu. mengecup puncak kepalanya lembut.

"Gomenne~ Tadi aku hanya ingin memberikan suprise saja untukmu~"

Hinata menggeleng kencang, "Se..seharusnya Naruto-kun bilang dulu padaku. Jadi...Aku kan tidak kaget..seperti tadi.." ucapan Hinata yang terbata-bata, sedikit demi sedikit mulai membuat seringaian kecil di wajah Naruto kembali mengembang.

"Hee~ benarkah, kalau begitu. Aku bilang sekarang boleh?" godanya tiba-tiba, Hinata makin menenggelamkan wajahnya di badan Naruto. Wajahnya sudah tidak bisa menahan semburat merah lagi.

Dan dengan malu-malu...

Gadis indigo itu mengangguk kecil.

"Baguslah kalau begitu, bersiap-siaplah untuk kehabisan oksigen lagi, Hime~"

.

.

.

.

"Huh dasar! Padahal kita lagi yang menyiapkan semua persiapan ini untuk si Naruto! tapi dia malah melupakan kita!" seru Sakura yang kini tengah bersembunyi di balik pohon, seperti yang mereka lakukan dulu.

"Hn, lebih baik kita biarkan kedua pasangan itu." Sasuke yang kini berada di samping Sakura perlahan mendekati gadis merah muda itu.

"Sa..Sasuke-kun, Kau mau apa?" tanya Sakura yang mulai gugup melihat pemuda raven itu semakin mendekatinya.

"Hn, Aku tidak ingin kalah dengan si Dobe~" ujar Sasuke santai.

Gadis merah muda yang mulai merasakan ada sinyal-sinyal bahaya di dekatnya itu mulai beranjak pergi, tapi..

Grep, tangan mungilnya langung saja di tarik oleh si bungsu Uchiha itu. "Sa..Sasuke-kun, Aku tidak mau dilihat semua teman-teman!" kilah Sakura gugup.

"Mereka bukannya masih ada di rumah Hinata?"

"Eh?!" tanpa sadar Sakura terpekik kecil, membuat seringaian kecil di wajah Sasuke makin terlihat.

"Itadakimasu~" dan tentu saja tanpa basa-basi lagi...

CUP~

Hah~ Kedua pemuda itu benar-benar sama, Tidak mau kalah sedikit pun~

THE END~

A/N :

Gyaa! Epilog yang amat gaje! *guling-guling di aspal* Gomen kalau wordnya sedikit sekali dan alurnya memang dibuat agar cepat (namanya juga epilog) *buahg*. Karena Mushi nggak mau keromantisan cerita yang Mushi buat makin berkurang untuk chap sekuel cerita ini. Jadi cuman segini aja Epilog yang mushi buat, #mudah-mudahan bisa di terima di hati# #ditabok# nyeheheh XD

Karena banyak yang menginginkan epilog dari cerita ini. jadi Mushi langsung buat deh! Jajajajaja~ *nyanyi gaje* #digampar# walau sebenarnya Mushi nggak terlalu ngerti cara buat epilog XD

Nah untuk yang menanyakan sequel 'My Day With You' Mushi akan buat cerita versi mereka punya anak dan hidup berkeluarga nanti, bagaimana menurut para reader semua?

Ceritanya itu akan berganti judul jadi 'My Live With You' XD Mungkin pembuatannya masih akan lama #ditabok# jadi kalau ada yang mau menunggu cerita Mushi. Tunggu yaaa! XD XD

BIG THANKS TO :

Rika Shimon, Guest (1), Guest (2), jihan fitrina, Guest (3), Akira no Rinnegan, Karizta-chan, Nagasaki, Suuki Araku, The Browny Eyes'129, Nararhezty Cliquers, Guest (4), Bumble Bee, kirei-neko, Nitya-chan, Rulla Luqiana, irfan namikaze, Yourin Yo, DindaHyuga, vii-chan, bima, Minato, aliya-chan, Guest (5), dan, ShinRanXNaruHina, livyaval, WaOnePWG, Resty Takaraipermana, Guest (6), Ines-chan, Pika-chan, Uzumaki Radila, joice, bono san bs, SyHinataLavender, NoviShawol' Elf, hanan sankrajakegelapan, Naru sayang Kaa-chan, deahyuga, Didik Nova, ujhethejamers, jj bunshin, Uzumaki Dila-chan, Gazzel VR, Satoshi 'Leo' Raiden, Devil Clown, Manguni, Guest (7), cherry, Widarsi, hime-chan 1301, fazrul21, hanazonorin 444, Dilaedogawa12, Zheeptiiaa Vhiiyaahiiaa, Regiokt, Lavender Bluesky, hudexxx69, kaoru mouri, Zoe Moonlight, Restyviolet, Ruqi No Hiken, vio-chaaan, uzumaki kaito, Mangekyooo jumawanBluez, isas hernandes, Astrid Hyuga-chan, mhyy'Tthaa, Dita putri, fatahinaru, Shirayuki-su, Guest (8), lavender bhity-chan, Hashirama Senju, Naruto-Hinata UzuNamiHyuu lovers, Chimunk, mizz-chan, Guest (9), mangetsu Naru, Triya-chan, feri irawan 39750, Tika thequin, HyuNami NaruNata~

Maaf jika ada salah kata atau namanya tidak tercantum disini. XD Arigatou! Minnaa!

Segitu aja deh Cuap-Cuap dari Mushi! (lagi)

Kalau begitu Akhir kata kembali

SILAKAN RIVIEW YAA! \^O^/\^V^7

JAA~