Author : Byun Lalla Chan EXOtics
Pair : EXO
Genre : Adventure, Supranatural, Friendship, Romance
Warning : YAOI, OOC, gak sesuai EYD, ngaco, ngawur, gak mutu, typo(s) yg bertebaran layaknya tomcat(?)
Rating : T
Length : 14 of (?)
Annyeong chingudeul ^^ Chap 14 update! \^o^/ Mian, yach lama update-nya… *bow* Kemarin laptop Lalla rusak, jadi ngetiknya harus di tunda dulu... Mianhae *bow* Langsung mulai aja yah :D Happy read (WARNING! SooSun Hot Kissing! Kalo yang gak kuat YURI, di skip aja ne ;))
.
.
This YAOI fanfic
.
.
Don't read if u hate the casts or u hate the genre of this fict
.
.
Don't like don't read
.
.
Lalla Present
.
.
Heaven Sweet
.
.
Happy reading ^^
.
.
CHAPTER 14

.

.
+Kai and Kyungsoo side+
"GGRUUAHH!"
"KYYYAAAAA!" teriak Kyungsoo dan Kai dengan sangat keras dan langsung berlari bersama. Kris dan rombongan yang mendengar suara teriakan Kyungsoo dan Kai yang sangat keras, langsung menoleh ke belakang. Bisa di lihat oleh mereka bahwa Kyungsoo dan Kai sedang berlari ketakutan dengan monster besar di belakang mereka. Eh, tunggu! Monster?!
"KAI! KYUNGSOO!" teriak rombongan itu kalut.
"Haish! Kai selalu membuat masalah!" rutuk Chanyeol. Melihat itu, Baekhyun segera terbang mendekati monster tersebut.
"Ba-Baekhyun-ah!" seru Chanyeol kaget saat melihat Baekhyun terbang mendekat ke monster tersebut.
CLING!
Baekhyun segera mengarahkan kekuatannya kearah wajah monster itu. Membuat monster itu kesilauan karena cahayanya. Kyungsoo dan Kai telah berhasil sampai ke tengah – tengah rombongan mereka tadi dan menatap horror Baekhyun serta monster itu yang tengah berhadapan.
"GGRRAAHH!" Monster itu sepertinya benar – benar marah karena Baekhyun yang telah melukai sedikit matanya.
"Dasar monster jelek! Berani – beraninya kau menganggu kami! Lihat saja! Aku akan membuatmu tidak akan berani mengganggu kami lagi!" seru Baekhyun mantap dan bersiap melayangka kekuatannya kembali. Tapi…
Bruk!
"HUWAAAAA! HIKS… HIKS… HUWEEEEE!" tiba – tiba monster itu mendudukkan dirinya di tanah dan menangis sekencang – kencangnya. Semua menatapnya dengan cengo.
"Eh? Monster itu… menangis?" tanya Sehun tidak percaya. Sementara yang lain masih menatap monster itu dengan pandangan cengo.
"HUWEEEEE KYU~ HIKS KYU~" monster it uterus menangis dengan sesekali mengucapkan Kyu. Eh? Kyu? Terdengar familiar. Bukan begitu readers?
"Eh? Kok monster ini menangis sambil mengucapkan kata 'kyu'? terdengar sangat familiar. Bukankah yang mengucapkan kata itu hanya Kyupit? Lalu?" Baekhyun kalut dengan pikirannya sendiri. Tiba – tiba tubuh monster itu di kelilingi cahaya yang berkerlap – kerlip dan tubuh monster yang besar tadi lama – kelamaan menciut dan menjadi... sesosok kelinci kecil berwarna putih yang imut, dengan bola mata yang besar, dan sayap berbentuk jantung dan berwarna merah muda berkerlap – kerlip yang indah. Dia adalah Kyupit!
"KYUPIT!" seru Baekhyun kaget sekaligus senang.
"Kyu~" Kyupit segera menghambur ke pelukan Baekhyun. Semua orang yang melihat itu hanya membelalakan matanya, sedikit tidak percaya.
"Ja-jadi, monster tadi itu... Kyupit?" tanya Chanyeol seraya menunjuk Kyupit.
"Kyu~" jawab Kyupit yang sekarang terbang ke hadapan Chanyeol.
"Aigoo~~ Berarti hanya kelinci kecil ini?! Argh! Hanya gara – gara dia rencanaku gagal!" Kai mengerang frustasi. Sementara Kyungsoo menatapnya bingung.
"Rencana apa Kai?" tanyanya. Membuat Kai langsung menatap namja manis itu.
"Ah? A-anni..." jawab Kai bohong dengan jantung yang sudah berdegup kencang.
"Aku tau kau berbohong Kai-ah!" ujar Luhan yang berdiri di belakang Kai. Semua langsung menatap kearah namja itu.
"A-apa maksudmu?" tanya Kai sedikit kaget.
"Yah~ Kau taulah..." Baekhyun terbang mendekat kearah Kai dan rombongan.
"Apa maksudnya adalah..." gumam Kris menerka – nerka.
"Ne~ Sepertinya Kai menyukai Kyungsoo." Bisik Lay. Sontak Kris menatap tidak percaya kearah Lay.
"Jinjja? Cih! Aku tidak percaya bocah kekanakan itu bisa jatuh cinta." Ejek Kris.
"Apa maksud kalian? Aku sama sekali tidak mengerti." Kata Kai yang 99 persen berbohong.
"Oh ayolah~" tiba – tiba Sehun datang dan langsung merangkul Kai. Kai langsung menatap bocah yang beberapa bulan lebih kecil darinya tersebut. "Kau menyukai Kyungsoo kan?" bisik Sehun tepat di sebelah telinga Kai, membuat bulu kuduk Kai sedikit merinding di buatnya.
"Mwo? Bagaimana kau–" Kai benar – benar tidak percaya pada apa yang di katakan Sehun. Bagaimana mereka bisa tau?
"Luhan yang memberitau kami." Jawab Chanyeol seraya tersenyum lebar. Kai mendelik dan langsung menatap Luhan. Sementara yang di tatap hanya tersenyum jahil dan mengedikkan bahunya.
"Sebenarnya kenapa sih?" tanya Kyungsoo yang sudah benar – benar bingung.
"A-anni... T-tidak ada apa – apa. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Kajja!" ajak Kai yang mulai melangkahkan kakinya, mendahului yang lain.
"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Kyungsoo kepada semua orang yang ada di sana.
"Nanti kau juga akan tau!" jawab Tao. Kyungsoo mengerutkan dahinya semakin bingung.
"Sudahlah! Lebih baik kita lanjutkan perjalanan saja!" intruksi Suho. Semua mengangguk dan mulai menyusul Kai yang sudah berjalan mendahului mereka tersebut.


+At Dark Castle+
"Chen-ah… Aku… Aku kembali menjadi White EXOpixie…" Xiumin meneteskan air mata bahagianya. Chen juga tersenyum senang.
"A-aku... benar – benar tidak menyangka bahwa aku akan kembali lagi seperti dulu." Xiumin tersenyum bahagia dengan air mata yang mengalir dari matanya.
"Syukurlah." Ujar Chen lega.
"Ini semua berkatmu Chen." Ucap Xiumin kemudian seraya menunduk, menyembunyikan rona merah yang ia yakini sudah menghiasi kedua pipi chubby-nya tersebut.
"Eh? Kenapa aku?" Chen sedikit bingung dan menunjuk dirinya sendiri.
"Karena kau..." Xiumin menghentikan ucapannya sejenak dan mulai mengangkat wajahnya. "Karena kau telah mengajarkanku arti cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tulus yang di dasari oleh kasih sayang yang kuat." Xiumin tersenyum saat mengatakannya. "Jeongmal gomawoyo Chen-ah."
"Anieyo. Sebenarnya kau juga mengajarkanku apa itu arti cinta sejati. Jadi, aku juga berterima kasih padamu. Gomawo Xiumin-ah. Saranghae." Xiumin tersenyum mendengar penuturan dari Chen.
"Nado saranghae." Balasnya. Tiba – tiba mereka terdiam, cukup lama. Sampai tiba – tiba...
"Err... Xiumin-ah..." panggil Chen.
"Ne?" Xiumin segera menatap namja tampan tersebut.
"Apa kau akan membiarkanku di dalam kurungan ini selamanya?" tanya Chen. Sontak Xiumin menepuk jidatnya karena dia melupakan hal tersebut.
"Aigoo~ Mianhae Chen-ah. Aku lupa." Rutuk Xiumin.
"Hehe tidak apa – apa." Chen menyelipkan tangannya di celah – celah jeruji itu lalu mengusak rambut Xiumin sebentar. Membuat namja manis itu sedikit malu karena perbuatannya.
"Baiklah. Kalau begitu, mundurlah sedikit." Xiumin segera beranjak dari duduknya dan memberikan perintah pada Chen. Chen menurut dan langsung menjauhi jeruji tersebut. Xiumin terlihat berkonsentrasi. Ia memejamkan matanya.
Krek!
Krek!
Tiba – tiba Chen melihat bahwa jeruji besi itu sedikit demi sedikit di liputi oleh es. Chen sedikit membelalakkan matanya. Tapi dia tidak benar – benar kaget, karena dia sudah agak biasa dengan yang seperti itu.
Lama – kelamaan, es yang melapisi jeruji itu semakin menebal dan...
PRANG!
Es itu pecah bersama dengan jeruji yang tadi di lapisinya. Chen sedikit menutupi wajahnya menggunakan kedua lengannya saat es itu pecah. Hawa di sekitar menjadi lebih dingin dari pada tadi karena pengaruh es yang pecah tersebut. Xiumin terlihat sedikit terengah – engah setelah menggunakan kekuatannya.
Chen perlahan mulai berjalan menghampiri Xiumin.
"Gwaenchanayo?" tanya Chen yang menampakkan raut kekhawatiran di wajahnya. Xiumin menatap Chen dan tersenyum lembut.
"Nan gwaenchana. Tidak usah khawatir ne." Ujar Xiumin. Chen pun mengangguk sedikit ragu. Perlahan Chen mulai mendekati wajah Xiumin dan mengecup bibir si manis itu dengan lembut. Yang ada di ciuman itu hanya cinta, bukan nafsu. Xiumin memejamkan matanya menikmati kecupan dari Chen di bibirnya. Tak lama Chen pun melepaskan kecupannya dan menatap Xiumin dengan pandangan teduh. Ia mengusap pipi chubby Xiumin dengan lembut.
"Baiklah. Kalau begitu mari sekarang kita mencari jalan keluar dari Dark Castle ini!" ajak Xiumin kemudian. Chen mengangguk dan segera menggandeng Xiumin untuk pergi. Tapi, baru selangkah saja berjalan, mereka sudah menghentikan langkah mereka. Kenapa?
"Si-Siwon-ssi..." Xiumin membulatkan matanya saat melihat Siwon, salah satu pengawal terpercaya Seohyun kini berada sekitar 6 meter di hadapan mereka.
"Wah... Aku sangat salut padamu Xiumin. Kau sekarang telah menjadi musuh dari Black EXOpixie!" Siwon mengembangkan smirk-nya dan mulai berjalan perlahan mendekati Xiumin serta Chen. Chen menggenggam tangan Xiumin dengan erat. Seolah sedang menjaga namja itu dari bahaya.
"Dan..." Siwon menghentikan langkahnya lagi. Sehingga sekarang jaraknya dengan Xiumin dan Chen hanya sekitar 4 meter. "Kau menjalin cinta dengan tahanan kita."
"Siwon-ssi..." ucap Xiumin lagi.
"Apa jadinya bila Ratu Seohyun tau? Ah~ Aku yakin dia akan membunuhmu dan pasanganmu itu." Siwon sedikit melirik Chen yang sudah memasang tampang garang kearahnya. "Tapi sebelum itu, aku ingin menghajarmu lebih dulu sebelum Ratu mulai membunuhmu!" kata Siwon mantap.
"Coba saja sentuh dia!" tiba – tiba Chen berucap lalu menyembunyikan Xiumin di balik punggungnya. Xiumin membelalakkan matanya menatap Chen, sementara Siwon menatap remeh.
"Aku tidak yakin kau bisa mengalahkanku... Manusia." Ejek Siwon.
"Dan aku akan memastikan kau tidak akan bisa menyakiti Xiumin. Aku akan menjaga namja yang ku cintai ini. Walau pun sampai kau membunuhku sekalipun." Kata Chen tegas. Xiumin semakin membelalakkan matanya.
"C-Chen-ah..." lirih Xiumin di balik punggung Chen. Chen hanya meliriknya sekilas dan menggumamkan kalimat,
"Selama ini kau selalu melindungiku. Dan sekarang adalah giliranku untuk melindungimu." Gumam Chen.
"Heh! Cukup berani juga kau! Tapi aku yakin bahwa aku yang lebih kuat di banding dirimu! Dan aku yakin aku bisa membunuhmu. Tepat di sini." kata Siwon membanggakan diri dan kembali meremehkan Chen.
"Chen, aku mohon jangan lakukan ini!" bisik Xiumin yang sudah mulai takut dan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Tapi Chen sama sekali tidak menggubris Xiumin. Dia malah mulai melangkah maju mendekati Siwon. Sehingga jarak mereka hanya 2 meter saja.
"Aku akan menantangmu. Tapi kau harus menuruti peraturannya." Kata Chen. Siwon mengedikkan bahunya angkuh.
"Baiklah..." ucap Siwon dengan sombongnya. "Lalu apa itu?"
"Aku mau, kau tidak menggunakan kekuatanmu sedikit pun dalam pertarungan ini. Aku ingin bertarung secara adil. Bagaimana?"
"Well~ Setuju!" Siwon mengembangkan smirk-nya setelah menyetujui syarat dari Chen.
"Baiklah! Kita mulai!" Chen mulai memasang kuda – kudanya.


+At Heaven Sweet+
"So-Sooyoung-ah!" panggil Sunny kepada Sooyoung yang sedang asyik membersihkan pedang miliknya di ruangannya.
"Hm?" Sooyoung hanya menatap Sunny sekilas dan kembali mengelap pedangnya. Sunny sedikit mempoutkan bibirnya saat mendapat respon singkat dari Sooyoung. Perlahan yeoja imut itu mendekati Sooyoung.
"Sooyoung-ah..." panggil Sunny lagi.
"Ne Sunny. Waeyo?" tanya Sooyoung tanpa mengalihkan pandangannya dari pedangnya tersebut.
"Ish! Molla!" Sunny merasa benar – benar kesal karena di acuhkan. Dia pun ngambek dan memutuskan keluar dari ruangan milik Sooyoung tersebut. Tapi saat baru enam langkah berjalan, tiba – tiba...
Grep!
...Sunny merasakan ada tangan seseorang yang menahan lengannya. Membuat Sunny menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap orang yang ternyata Sooyoung yag sekarang tengah menggenggam pergelangan tangan Sunny.
"Kau marah?" tanya Sooyoung tanpa membalikkan badannya.
"..." Sunny tidak menjawab.
"Maafkan aku kalau mengacuhkanmu tadi." Kata Sooyoung lagi.
"..." masih tidak ada jawaban.
"Sunny-ah..." panggil Sooyoung seraya membalikkan badannya dan menatap dalam mata Sunny.
Deg
Deg
Deg
Sunny merasakan jantungnya memompa darah dengan lebih cepat dari pada biasanya. Darahnya juga berdesir dan ia merasakan tubuhnya menghangat.
"Apa kau marah?" tanya Sooyoung lagi.
"..." Sunny belum bisa menjawab.
"Waeeee? Kau sama sekali tidak menjawabku dari tadi. Apa kau benar – benar marah?" sepertinya Sooyoung mulai kehabisan kesabarannya.
"Anieyo." Sunny mulai mengeluarkan suaranya. "Aku tidak marah. Hanya saja..." tiba – tiba Sunny menggantungkan ucapannya.
"Hanya saja kenapa?" tanya Sooyoung bingung dan mulai berjalan perlahan mendekati Sunny. Sunny kembali merasakan jantungnya berdegup lebih cepat.
"A-anni... Lupakan saja." Sunny menundukkan wajahnya saat Sooyoung sekarang sudah benar – benar berada di hadapannya.
"Sunny-ah..." panggil Sooyoung lagi. Entah sudah yang ke berapa kalinya.
"Ne." Jawab Sunny tanpa mau menatap Sooyoung. Dia lebih memilih menatap lantai istana yang menurutnya lebih menarik.
"Sunny-ah..." panggil Sooyoung lagi.
"Wae?" Sunny belum mau menganggkat wajahnya.
"Tatap aku." Perintah Sooyoung dengan lembut. Sunny tidak bergeming. Dia masih menundukkan kepalanya.
"Sunny..." Sooyoung menganggkat dagu Sunny, sehingga membuat wajah Sunny terangkat(?). Kedua pasang mata itu bertemu, menatap intens satu sama lain.
"Kenapa?" tanya Sooyoung.
"Kenapa apanya?" Sunny balik bertanya dengan bingung.
"Kenapa kau diam saat aku menanyaimu?"
"Eh?"
"Kau marah padaku karena tadi aku mengacuhkanmu?"
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak marah?"
"Tapi kau terlihat marah Sunny."
"Aku tidak marah Sooyoung!"
"Kalau begitu, apa buktinya?"
Chup~
Tanpa di duga, Sunny mengecup bibir Sooyoung singkat. Sooyoung membelalakkan matanya karena perlakuan Sunny. Sementara Sunny kembali menunduk malu.
"I-itu... Tanda kalau aku sudah tidak marah lagi." Sunny semakin menunduk dalam. Sooyoung diam membeku. Yang dia lakukan sekarang adalah hanya menatap Sunny lekat – lekat. Lama mereka dalam keadaan seperti itu. Sampai...
"Wae?" ...Sunny menjadi risih karena sedari tadi Sooyoung terus menatapnya. Sooyoung tidak menjawab. Dia malah mendekatkan wajahnya dan memegang pipi Sunny dengan salah satu tangannya. Sunny menatap Sooyoung kaget sekaligus was – was. Apa yang akan di lakukan oleh yeoja satu ini?
Chup~
Sooyoung menempelkan bibirnya ke bibir manis milik Sunny. Sunny membelalakkan matanya kaget. Sooyoung mulai melumat bibir Sunny dengan lembut. Lama – kelamaan, Sunny mulai terbuai dengan perlakuan Sooyoung. Ia pun menutup matanya dan berusaha menikmati perlakuan Sooyoung kepadanya.
Lama – lama lumatan lembut itu menjadi lumatan kasar. Sooyoung menjilat – jilat permukaan bibir Sunny. Mengerti, Sunny segera membuka sedikit mulutnya, memberi akses lidah Sooyoung agar masuk ke mulutnya. Lidah Sooyoung mulai memasuki gua hangat milik Sunny. Ia menjilat langit – langit mulut Sunny, membuat yeoja manis itu sedikit melenguh dan melingkarkan tangannya ke leher Sooyoung.
Lama mereka berciuman. Sampai Sunny merasakan kalau persediaan oksigen di paru – parunya mulai menipis. Sunny mendorong – dorong pelan dada Sooyoung. Meminta agar yeoja itu segera melepaskan ciumannya. Sooyoung pun menurut dan melepaskan ciumannya dengan sedikit tidak rela. Benang saliva tercipta karena ulah keduanya. Nafas mereka berdua pun terengah – engah. Wajah Sunny sudah memerah dan bibirnya sedikit membengkak dan sangat basah.
"Sunny-ah, saranghae..." bisik Sooyoung tepat di telinga Sunny dan menghembuskan sedikit nafasnya di perpotongan leher milik yeoja manis tersebut.
"Nado..." Sunny langsung memeluk Sooyoung dan menyandarkan kepalanya di dada yeoja berkharisma itu. Sooyoung tersenyum dan balas memeluk Sunny sambil mengelus rambutnya yang panjang.


+At Sidney Mountain+
"Huwaahhh! Lelah! Kris hyung, Suho hyung, bisakah kita istirahat sebentar?" keluh Sehun yang sudah merasa benar – benar lelah.
"Benar! Lagi pula hari sebentar lagi malam. Tidakkah kita istirahat dulu?" imbuh Tao.
"Baiklah. Kita akan istirahat. Tapi di mana?" Kris mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk mereka jadikan tempat istirahat.
"Kyu~" tiba – tiba Kyupit langsung terbang melesat dengan cepat kearah depan.
"Eh! Kyupit!" Baekhyun pun mengikuti Kyupit yang terbang entah kemana.
"Mau kemana mereka?" tanya Luhan entah pada siapa.
"Ayo kita ikuti!"
.
.
+Baekhyun & Kyupit side+
"Kyupit tunggu!" Baekhyun berusaha terbang mengikuti Kyupit.
"Kyu~" Kyupit terus saja terbang dengan Baekhyun yang membuntutinya dari belakang. Tak lama kemudian, Kyupit berhenti di depan mulut sebuah gua.
"Akhirnya kau berhenti juga." Baekhyun segera membawa Kyupit ke pelukannya.
"Kyu~ Kyu~" Kyupit menunjuk gua itu. Baekhyun pun mengalihkan pandangannya kearah gua yang di tunjuk oleh Kyupit.
"Gua? Ini yang mau kau tunjukkan Kyu?" tanya Baekhyun sambil menatap Kyupit yang ada di pelukannya. Kyupit pun mengangguk imut. Tanpa mereka berdua sadari bahwa teman – teman mereka juga sudah sampai di tempat mereka sekarang.
"Sepertinya tadi Kyupit sengaja membawamu kesini Baekhyun." Kata Kyungsoo setelah memperhatikan gua yang ada di depan mereka tersebut.
"Dia ingin menunjukkan gua ini sebagai tempat kita beristirahat." Tambah Tao. "Bukan begitu Kyupit?"
"Kyu~ Kyu~ Kyu~" jawab Kyupit dengan girangnya dan langsung terbang memasuki gua itu diikuti Baekhyun dan yang lain.
"Baiklah, malam ini kita akan beristirahat di gua menyeramkan ini." Gumam Kai saat akan memasuki gua yang masih gelap tersebut.
"Memangnya kenapa? Kau takut?" tanya Kyungsoo yang tiba – tiba ada di sampingnya.
"M-mwo? A-anni." Kai segera melesat masuk ke dalam gua. Sementara Kyungsoo terkikik melihatnya.
.
.
Mereka semua sudah berada di dalam gua itu. Lay sudah membuat api untuk penerangan mereka di dalam gua tersebut. Matahari sudah tenggelam sedari tadi. Berarti sekarang hari sudah benar – benar malam.
Kini mereka semua tengah asyik bercengkrama. Dan mereka semua duduk berjauh – jauhan. Suho duduk dengan Lay, Sehun dan Luhan duduk bersama dengan Kai dan Kyungsoo, Kris duduk bersama Tao, dan Baekhyun bersama dengan Chanyeol dan Kyupit.
+SuLay Side+
"Baby~" panggil Suho.
"Ne?" Lay menjawab malu.
"Kenapa kau diam terus? Apa kau malu?" tanya Suho.
"E-eh? Ne. Aku merasa sedikit malu sekarang." Jawab Lay jujur dengan wajah yang memerah.
"Wae? Kenapa kau malu?"
"Karena aku sekarang hanya duduk berdua dengan orang yang aku cintai." Lay segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa benar – benar malu. Suho hanya terkikik geli melihat tingkah kekasihnya tersebut.
"Jangan tutupi wajahmu yang manis itu chagiya~" Suho segera menyingkirkan tangan Lay yang menutupi kedua wajahnya.
"Tapi aku benar – benar maluuu~" Lay menunduk, menyembunyikan wajahnya yang ia yakini sudah memerah seperti kepiting rebus. Suho hanya tersenyum dan menangkup wajah Lay agar menatapnya. Tiba – tiba...
Chup~
...Suho menempelkan bibirnya ke bibir Lay. Lay membulatkan matanya kaget. Tak lama kemudian, Suho melepaskan kecupannya dari bibir Lay.
"Bagaimana? Apa kau sudah tidak malu lagi?" tanya Suho setelah melepaskan bibirnya. Lay menatap shock kearah Suho.
"PABBO! AKU JADI SEMAKIN MALU TAU!" Lay memukul – mukul bahu Suho.
"Aw appo chagi... Mianhae..." Lay sama sekali tidak memperdulikan rintihan Suho. Dia masih saja memukul bahu namjanya tersebut.
+TaoRis Side+
"Kris!" panggil Tao saat menyadari Kris tengah menatapnya sedari tadi.
"E-eh ne?" Kris gelagapan. Tao memanyunkan bibirnya imut. Ukh! Kris bersumpah! Tao terlihat sangat imut saat ini.
"Apa kau punya permainan? Aku benar – benar bosan!" ucap Tao. Kris berpikir sejenak.
"Hm ada!" ujarnya.
"Kyyaa jinjja? Permainan apa?" Tao terlihat excited.
"Ini permainan dunia Manusia. Namanya truth and dare. Cara mainnya adalah semua pemain duduk membuat lingkaran. Lalu seseorang akan memutar sebuah botol. Jika botol itu berhenti dan tepat mengarah kearahmu, maka kau harus memilih. Jika kau memilih truth, kau harus menjawab jujur pertanyaan yang di ajukan oleh pemain lain. Jika kau memilih dare, maka kau harus melakukan apa yang pemain lain perintahkan padamu. Apa kau mengerti?" tanya Kris setelah menjelaskan tentang permainan itu kepada Tao.
"Oohh begitu..." Tao manggut – manggut mengerti dengan ekspresi yang sangat lucu.
"Tapi jika memainkan permainan itu, kita harus mempunyai teman main yang banyak. Jika hanya kita berdua, itu tidak akan seru." Kata Kris lagi.
"Hmmm..." Tao meletakkan jari telunjuknya di dagu. "Aha!" tiba – tiba Tao menjentikkan jarinya. Sepertinya dia mempunyai ide agar bisa bermain permainan yang sangat mengesankan ini (menurutnya). "Teman – teman! Berkumpul!" seru Tao seraya melambai – lambaikan tangannya, meminta agar semua temannya mendekat.
Semua yang mendengar panggilan Tao, menjadi penasaran. Mereka pun segera mendekat dan duduk membentuk lingkaran. Tao mengembangkan senyum bahagianya.
"Ada apa Tao?" tanya Luhan yang sudah duduk bersampingan dengan Sehun.
"Nah! Aku merasa sangat bosan sekarang. Jadi aku mau bermain. Kris tadi merekomendasikan sebuah permainan menyenangkan dari dunia Manusia. Namanya... nama permainan itu... aduh... apa tadi Kris namanya?" tanya Tao yang sedikit susah mengingat nama permainan itu kepada Kris.
"Permainan truth and dare." Jawab Kris.
"Nah! Permainan itu! Jadi, kalian mau bermain kan?"
"Huwaaahh boleh!" Baekhyun terlihat excited. "Tapi... bagaimana permainan itu?" tanyanya kemudian. Semua yang ada di situ hanya sweatdrop.
"Hah~ Baiklah. Jadi peraturannya seperti ini." Kris mulai menjelaskan peraturan permainan truth and dare.
"Oh begitu!" semua manggut – manggut setelah mengerti apa yang di jelaskan oleh Kris.
"Jadi? Apa kita bisa mulai permainan sekarang?" tanya Tao.
"Tentu! Kita gunakan botol ini saja!" Kyungsoo mengeluarkan sebuah botol yang hanya tersisa sedikit air di dalamnya.
"Ahh~~ Biar aku yang habiskan airnya! Kebetulan aku sangat haus!" Chanyeol segera merebut botol minuman Kyungsoo. Kyungsoo hanya pasrah(?). Setelah air dalam botol itu habis, Chanyeol segera meletakkan botol itu di tengah – tengah lingkaran dan mulai memutarnya. Tiba – tiba botol itu berhenti dan mengarah kearah Sehun.
"Ok Sehun! Kau pilih truth or dare?" tanya Suho.
"Aku pilih truth saja!" jawab Sehun dengan percaya dirinya.
"Ok! Sekarang jujur, kau mencintai Luhan bukan?" tanya Suho.
"Tidak." Jawab Sehun singkat. Membuat semua menatap kaget kearahnya. Luhan merasakan dadanya benar – benar sesak mendengar kata itu keluar dari mulut Sehun,
"Tapi..." Sehun menggantungkan kalimatnya dan menatap kearah Luhan yang matanya mulai berkaca – kaca.
"Aku sangat sangat sangat sangaaattt mencintai Luhan!" kata Sehun akhirnya. Luhan yang awalnya kaget langsung bernafas lega dan tersenyum cerah. Semua hanya geleng – geleng kepala melihat tingkah Sehun.
"Aku pikir kau benar – benar tidak mencintaiku." Kata Luhan.
"Mana mungkin aku tidak mencintaimu! Aku sangat mencintaimu Luhannie." Ujar Sehun, membuat Luhan tersipu. Dan malah membuat Kris, Kai, dan Chanyeol mencibir, iri.
"Ok sekarang mulai lagi!" Sehun memutar botol itu dan tak lama botolnya berhenti dan mengarah ke Kris.
"Hyung memilih truth or dare?" tanya Sehun.
"Truth saja." Jawab Kris dengan penuh kharisma. *Kyyyaaaaa!*
"Aku yang tanya! Aku yang tanya!" Tao berucap dengan semangatnya. Semua pun menyetujui.
"Ekhem, apa ada seseorang yang kau sukai di sini Kris?" tanya Tao membuat semua orang yang ada di sana menatap kaget kearahnya. Termasuk Kris. Jantungnya berdegup dengan kencang sekarang. Dia juga terlihat salah tingkah.
"Ayo jawab Kris hyung~" goda Chanyeol.
"Ba-baiklah. Ne, aku mempunyai seseorang yang aku sukai di sini." Jawabnya akhirnya.
"Jinjja? Nugu Kris?" tanya Tao lagi.
"Kalau itu aku masih belum bisa menjawabnya sekarang. Nanti kalian akan tau sendiri. Sekarang kita lanjutkan permainannya. Tao, putar botolnya lagi!" perintah Kris. Tao sedikti memanyunkan bibirnya karena merasa kurang puas dengan jawaban namja itu. Tapi ya sudahlah. Tao kembali memutar botol itu dan berhenti di Kai.
"Truth or dare?" tanya Chanyeol.
"Ung, truth!" pilih Kai asal – asalan.
"Kenapa dari tadi truth melulu sih?!" rutuk Baekhyun yang sedikit bosan karena mendekar kata truth dari tadi.
"Eh? Baiklah, baiklah, aku pilih dare saja!" kata Kai akhirnya.
"Baiklah, aku saja yang mengajukan perintah." Kata Sehun seraya mengeluarkan smirk tipis yang mungkin tidak ada yang menyadarinya.
"Ekhem, tadi kau memilih dare. Sekarang, ciumlah orang yang kau cintai di sini."
"EH?" Kai terlihat kaget.
"Wae? Lakukan saja." Ujar Luhan. Kai terlihat gelagapan. Berkali – kali dia melirik Kyungsoo yang duduk tepat di sampingnya.
"Cepat lakukan Kai-ah!" paksa Tao. Akhirnya Kai pun memantapkan hatinya. Dengan tiba – tiba Kai menarik wajah Kyungsoo agar menghadap kearahnya.
"Eh?" Kyungsoo terlihat kaget karena perlakuan Kai terhadapnya.
Chup~
Tanpa ba-bi-bu lagi, Kai langsung menempelkan bibirnya ke bibir Kyungsoo. Kyungsoo membulatkan matanya kaget. Apa lagi sekarang Kai melumat bibirnya, walau pun lembut, Kyungsoo benar – benar sangat kaget. Orang – orang yang berada di sekitar mereka hanya tersenyum melihat tingkah KaiDo. Karena sebenarnya mereka semua sudah tau. Sedangkan Kyupit, dia lebih memilih menutup kedua matanya menggunakan telinga kelincinya yang panjang.
Tak lama kemudian, Kai menjauhkan wajahnya dari wajah Kyungsoo, membuat tautan mereka terlepas. Kyungsoo masih terlihat kaget dengan wajah yang memerah.
"Kaulah orang yang ku cintai Kyungsoo." Ucap Kai lembut lalu mengusap bibir Kyungsoo yang sedikit basah karena saliva-nya menggunakan ibu jarinya. Wajah Kyungsoo semakin memerah dan ia menundukkan kepalanya.
"Lalu apa jawabannya Kyungsoo?" tanya Tao seraya terkikik geli.
"Uhm... uhm... N-ne... Aku juga kok..." jawab Kyungsoo malu – malu.
"Jinjja?" tanya Kai tidak percaya. Kyungsoo pun menganggukkan kepalanya mantap. Semua yang ada di sana bersorak dan mengucapkan kata 'ciee ciee' sebanyak kali. Membuat Kyungsoo semakin malu.
"Sudahlah! Kita lanjutkan saja permainannya." Kata Chanyeol kemudian lalu langsung memutar botol itu dengan sangat keras. Apa yang terjadi dengan uri Chanyeollie ini? Botol terus berputar dengan cukup lama karena tadi Chanyeol memutarnya dengan sangat keras. Sampai akhirnya... botol itu berhenti tepat menunjuk ke Baekhyun.
"Truth or dare?"
"Truth!" ucap Baekhyun menjawab pertanyaan teman – temannya.
"Siapa yang kau sukai di sini?" tanya Lay.
"Baekhyun hanya menyukai ku. Begitu juga sebaliknya." Jawab Chanyeol. Baekhyun terlihat kaget dengan perkataan Chanyeol. "Bukan begitu Baekhyun?" kini Chanyeol menatap namja manis yang duduk di sampingnya tersebut. Baekhyun tidak menjawab, dia terus menatap Chanyeol dengan wajah yang memerah.
"Apa benar Baekhyun?" tanya Kyungsoo yang melihat Baekhyun masih terdiam.
"A-aku... aku... Tidak yakin Chanyeol. Maafkan aku." Baekhyun menunduk. Chanyeol merasakan dadanya sesak mendengar kalimat – kalimat yang keluar dari mulut Baekhyun. Sementara yang lain mulai merasakan hawa yang tidak beres.
"Maafkan aku semua. Aku berhenti bermain. Aku sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Permisi." Baekhyun segera beranjak dari duduknya dan berjalan menjauh, mencari tempat yang nyaman untuk tidur.
Sementara itu, Chanyeol masih diam terpaku di tempatnya. Dia menunduk. Semua juga diam. Mereka merasakan Chanyeol pasti merasa tidak baik sekarang. Tapi apa yang harus mereka lakukan?


+At Dark Castle+
Seohyun sedang duduk di kasur di kamarnya. Entah mengapa pikirannya melayang ke memori saat ia masih kecil. Saat dia masih bersama Sunny, bermain bersama Sunny, dan dilindungi oleh Sunny.
Flashback
"Eonni!" seru Seohyun kecil memanggil Sunny (yang waktu itu sudah berumur 14 tahun) yang sedang membaca buku di taman istana. Sunny yang mendengar suara adiknya memanggil, segera mengalihkan pandangan matanya dari buku tersebut dan menatap Seohyun yang sedang berlari kearahnya.
"Seohyunnie~ Ayo duduk di samping eonni!" Sunny menepuk – nepuk tempat di sebelahnya. Seohyun menurut dan segera mendudukkan dirinya di samping kakak perempuannya tersebut.
"Eonni sedang membaca buku apa?" tanya Seohyun yang sangat penasaran dengan buku tebal bercover coklat yang tadi di baca oleh Sunny.
"Ini? Ini buka tentang tahta kekuasaan kerajaan Heaven Sweet. Aku sedang mempelajarinya. Hehe..."
"Oohhh..." Seohyun hanya ber 'oh' ria mendengar jawaban kakaknya.
"Seohyun-ah!" panggil Sunny.
"Hn?" Seohyun menoleh kearah Sunny.
"Apa kau mau menemaniku menjadi Ratu Heaven Sweet nanti?" tanya Sunny.
"Eh? Bukankah Ratu kerajaan hanya satu?" Seohyun kecil terlihat bingung.
"Kita buat saja menjadi 2. Bagaimana?"
"Baiklah!" Seohyun tersenyum dan mengangguk semangat. Sunny tertawa dan mengacak – acak rambut seohyun sayang.
Flashback Off
"Cih! Yang kau katakan hanya bualan! Kau sungguh serakah!" maki Seohyun. Hatinya merasa sakit jika mengingat kenangan itu.
"Hah~" dia menghela nafasnya dan mulai beranjak keluar kamar. Dia memutuskan untuk melihat tahanannya.
.
.
Seohyun telah sampai di penjara bawah tanah. Betapa terkejutnya ia saat melihat apa yang terjadi di sana. Manusia Penyelamat itu sedang bertarung dengan Siwon, pengawalnya. Dan Xiumin, dia sudah menjadi White EXOpixie. White EXOpixie!
"APA YANG TERJADI DI SINI?" tanyanya dengan nada yang keras. Sontak Chen dan Siwon menghentikan pertarungannya. Siwon, Chen, dan Xiumin segera menatap Seohyun yang berdiri di ambang pintu masuk. Siwon mengembangkan smirk-nya sementara Chen dan Xiumin membelalakkan mata mereka kaget.

+-+-+-TBC-+-+-+


Huwaaaaa mianhae TBC lagi T.T Mianhae juga kalo pendek dan mengecewakan... Udah update-nya lama, jelek lagi! Mian ne... *bow* Chingudeul! Lalla sekarang udah kelas 3 SMP... Tau kann~~? Nah, pastinya sibuk banget dong ya... UN tinggal kurang lebih 2 bulan... Waktu dikit banget kan? Gak bisa main – main lagi kan? Menyedihkan kan? Na'as! -_- Ihik :'( Jadi Lalla mau minta maaf dan mohon permakluman kalo Lalla bakal telat update FF... Tolong maklumi keadaan Lalla sekarang *bow* Maaaaaaffff laaaaggiiii~~~ Lalla gak bisa balas review-nya QAQ Huweeeee hiks hiks TT~TT Tapi Lalla tetep baca review-nya lohhh :D Dan Lalla berterima kasih banget ^.^b
Big thanks to :
Kim Jae So Zhang Jae So, , BabySuLayDo, KaiSooEXOShipper, siscaMinstalove, ICE14, Akita Fisayu, BaekRen, Kim Haerin-ah, Wookiecha8797, hartatik jaelani, Guest, Tania3424, Guest, KaiDo Ship Fanboy, awlia, salvia, MinGee, ChwangMine95, Zetta Ichi Kyu, Ocha CloudSomnia, devinatan98, CrayonThat XX, LYS TaoRis shiper, PandaBbuingTao, Rio, and JennyChan.
Jeongmal gomawoyo buat yang review :D Lalla seneng banget tau gak kalo baca review dari kalian... Ihihi... Lalla boleh minta review lagi kan? =3 Gomawo *bow*